Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 hal 1099 - 1106 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Analisis Tingkat Pencemaran Air Sungai Krueng Tamiang Terhadap COD. BOD dan TSS Bahagia1*. Suhendrayatna2. Zulkifli Ak3 Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik. Universitas Syiah Kuala Fakultas Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Aceh *Koresponden email: bahagia@serambimekkah. Diterima: 24 April 2020 Disetujui: 13 Mei 2020 Abstract Industrial waste is a factor influencing the pollution of the Krueng Tamiang river. The purpose of this study was to analyze the level of water pollution in the Krueng Tamiang river with the parameters of Biochemical Oxygen Demand (BOD). Chemical Oxygen Demand (COD) and Total suspended Solid (TSS) parameters. The results showed the highest BOD parameter test results came from location 2 (Seumadam Bridg. 63 mg / L at stage IV and the lowest BOD value at locations 1 and 6 (Kaloy Village and Alur Manis Bridg. at stage I of 2 mg / L. The highest COD parameter test results came from location 5 (Kota Lintang Bridg. 0 mg / L at stage i and the lowest COD value at location location 1 (Kaloy Villag. at stage i, points 1, 3 and 6 (Kaloy Village. Kebon Tengah Suspension Bridge and Alur Manis Bridg. at stage IV of 17. 0 mg / L. The highest TSS parameter test results came from location 7 (Peukan Seuruwa. , namely 295 mg / L phase I in the dry season, and the lowest TSS value at location 1 (Kaloy Villag. , which was 11 mg / L in stage i during the rainy season. Keywords: Pollution, water discharge, river, waste disposal, excavation C. BOD. COD and TSS. Abstrak Pencemaran air sungai terjadi karena pembuangan limbah industri yang dikelola tidak efektif. Limbah industri menjadi faktor yang mempengaruhi pencemaran sungai Krueng Tamiang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis tingkat pencemaran air sungai Krueng Tamiang dengan parameter uji Biochemical Oxygen Demand (BOD). Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total suspended Solid (TSS). Hasil penelitian menunjukkan hasil uji parameter BOD nilai tertinggi berasal dari lokasi 2 (Jembatan Seumada. sebesar 3,63 mg/L tahap IV dan nilai BOD terendah pada lokasi 1 dan 6 (Desa Kaloy dan Jembatan Alur Mani. tahap I sebesar 2 mg/L. Hasil uji parameter COD tertinggi berasal dari lokasi 5 (Jembatan Kota Lintan. sebesar 21,0 mg/L tahap i dan nilai COD terendah di lokasi lokasi 1 (Desa Kalo. tahap i, titik 1, 3 dan 6 (Desa Kaloy. Jembatan Gantung Kebon Tengah dan Jembatan Alur Mani. tahap IV sebesar 17,0 mg/L. Hasil uji parameter TSS tertinggi berasal dari lokasi 7 (Peukan Seuruwa. yaitu 295 mg/L tahap I pada musim kemarau, dan nilai TSS terendah di lokasi lokasi 1 (Desa Kalo. yaitu 11 mg/L tahap i pada musim hujan. Kata kunci : Pencemaran, debit air, sungai, pembuangan limbah, galian C. BOD. COD dan TSS. Pendahuluan Semua aktivitas manusia di sektor pertanian, industri, pertambangan dan peternakan maupun domestik menghasilkan limbah yang mana alam tidak mampu lagi melakukan penyerapan sehingga mencemari air tanah, udara, sungai dan danau. Hal ini telah memberikan dampak lebih besar terhadap dedgradasi lingkungan hidup. Menurut . penurunan kualitas air mengakibatkan menurunnya daya dukung, daya tampung, hasil guna, daya guna dan produktivitas sumber daya air yang akan mengurangi kekayaan sumber daya alam, supaya dikelola agar tersedia dalam jumlah yang aman, berkualitas dan Ekosistem perairan yang menampung air adalah sungai. Sungai dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti adanya kegiatan manusia di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) dan faktor alam. Aliran sungai berperan penting bagi kehidupan, seperti digunakan sebagai sumber air bersih bagi domestik dan sektor industri, pariwisata dan sumber air untuk mengairi lahan pertanian di desa-desa. DAS sebagai ekosistem terbuka, airnya mengalir ke laut, menerima berbagai masukan air dari luar, baik dari daratan tinggi hingga Masukan tersebut berupa limbah rumah tangga, limbah dari industri, limbah kegiatan pertanian, erosi tanah dan longsor . Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 hal 1099 - 1106 Provinsi Aceh memiliki beberapa sungai yang melewati daerah perkotaan, sungai tersebut menampung limbah perkotaan dari kegiatan yang menghasilkan limbah. Sungai-sungai tersebut antara lain Krueng Daroy, sungai Krueng Aceh. Krueng Doy dan Krueng Tamiang. Sungai Krueng Tamiang berada di Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan sungai besar yang membelah kota Kuala Simpang. Sungai Krueng Tamiang berfungsi sebagai sumber utama air bersih masyarakat kota Kuala Simpang dan bermuara ke Selat Malaka. Hulu sungai Krueng Tamiang terdapat banyak yang beroperasi industri, seperti industri sawit, industri kayu dan industri karet. Hilir sungai Krueng Tamiang menjadi lokasi dialirkannya limbah kota Kuala Simpang yang mengalir ke hulu yaitu ke Selat Maka. Atas dasar ini maka dilakukan penelitian ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran air sungai Kueng Tamiang dengan parameter uji Biochemical Oxygen Demand (BOD). Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total suspended Solid (TSS). Tinjauan Pustaka Salah satu kewajiban Pemerintah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya masing-masing yang dimandatkan oleh ref . adalah melakukan inventarisasi dan identifikasi sumber pencemaran air. Sementara itu, pemerintah melakukan penetapan kelas air berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan berdasarkan kewenangannya sesuai dengan Pedoman pengkajian untuk menetapkan kelas air pada PerMenLH No. 01 Tahun 2007. Pasal 23 ayat . dalam ref . menetapkan bahwa dilakukan secara berkala terhadap penetapan daya tampung beban pencemaran, sebanyak 5 . tahun sekali dan dapat dipergunakan Izin lokasi. Kelola air dan sumber air. Rencana tata ruang. Ijin pembuangan limbah. Mutu air sasaran dan kebijakan pengendalian pencemaran air. Pencemaran Air Salah satu masalah lingkungan baik secara regional maupun global adalah pencematan air. Pencemaran air berhubungan dengan penggunaan lahan tanah, daratan dan pencemaran udara. Pencemaran merupakan penyimpangan yang terjadi di alam dari keadaan normalnya. Jadi pencemaran air tanah adalah air tersebut telah mengalami perubahan dari keadaan normalnya dan terjadi penyimpangan . Buangan limbah domestik, limbah industri, penggunaan bahan bakar fosil, pemakaian pestisida dan pertambangan merupakan penyebab utama pencemaran perairan . Air sungai dengan COD dan TSS tinggi tidak dapat digunakan sebagai air minum atau kebutuhan rumah tangga . Peningkatan nilai BOD air sungai mengindikasikan bahwa semakin ke hilir kualitas air sungai semakin menurun atau telah terjadi pencemaran di bagian hilir . Menurut ref . faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan COD antara lain volume reaktor atau air, waktu tinggal padatan atau substrat, permintaan oksigen dan volume lumpur. Alam semesta ini tidak pernah terdapat dalam bentuk murni, tidak semua air tersebar alam semesta sudah tercemar. Pencemaran air disebabkan terganggunya kehidupan organisme air, punahnya biota air seperti ikan, pendangkalan dasar perairan, banjir akibat tersumbatnya saluran air dan menjalarnya wabah penyakit seperti muntaber . Tabel 1 berisikan baku mutu air yang digunakan berdasarkan ref . PARAMETER Tabel 1. Baku mutu air untuk beberapa parameter KELAS SATUAN i KET FISIKA Temperatur Residu Terlarut Residu Tersuspensi Penurunan temperatur dari keadaan alamiahnya Khusus pengolah air minum secara tersuspensi < 5000 mg/L Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 hal 1099 - 1106 KIMIA ORGANIK BOD COD Secara alamiah di luar rentang tersebut, maka kondisi alamiah Angka batas minimun Sumber : . Debit Air Debit aliran adalah sejumlah air mengalir pada suatu tempat dalam satuan volume per waktu. Debit merupakan kesatuan besaran air yang mengalir pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Satuan debit yang digunakan adalah meter kubir per detik . Debit merupakan satuan besaran air yang keluar dari Daerah Aliran Sungai (DAS). Satuan debitnya meter kubik per detik . Dalam praktek, kecepatan aliran pada tampang lintang dianggap seragam yang besarnya sama dengan kecepatan rerata V dan sering variasi kecepatan pada tampang lintang diabaikan, sehingga debit aliran adalah: Q = AxV Dimana Q =Debit Aliran . A = Luas Penampang . V = Kecepatan Aliran . Metode Penelitian Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei lapangan (Data lapangan dan analisis Pengambilan sampel air dan pengamatan terhadap kondisi fisik yang berkaitan dengan lokasi penelitian. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2017 Ae November 2017 di sungai Krueng Tamiang. Kabupaten Aceh Tamiang. Provinsi Aceh. Sampel diambil dan selanjutnya dianalisa di Laboratorium UPTD BPPL DLHK Aceh di Banda Aceh. Pengumpulan Data Data didapatkan dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder dari instansi terkait. Data sekunder didapat dari hasil survey instansi, sedangkan data primer didapat dari survey lapangan dan analisis laboratorium. Teknis dan Tata Cara Pengambilan Sampel Pengambilan sampel air sungai Krueng Tamiang mengikuti prosedur teknik, . Penentuan lokasi pengambilan sampel Melakukan pengambilan sampel Pewadahan sampel sebagai bahan uji di laboratorium Pemberian pengawet sesuai dengan parameter uji dan pelabelan sampel Penyimpanan sampel dalam cool box Sampel diambil pada 6 titik sampling, seperti dalam Tabel 2 yaitu: Tabel 2. Lokasi pengambilan sampel penelitian Koordinat No. Lokasi Titik Sampling Desa Kaloy Kec. Tamiang Hulu Desa Seumadam Kec. Kejuruan Muda Desa Kebun Tengah Kec. Kejuruan Muda Desa Kota Lintang Kec. Kota Kuala Simpang Desa Alur Manis Kec. Rantau Desa Peukan Seruway Kec. Seruway Lintang Bujur Kode (Titi. 04o 10Ao 1,2Ay 04o 11Ao 8,5Ay 04o 15Ao 48,1Ay 04o 17Ao 15,1Ay 097o 54Ao 45,2Ay 098o 2Ao 18,3Ay 098o 3Ao 24,64Ay 098o 3Ao 22,4Ay 04o 21Ao 49,0Ay 04o 21Ao 16,2Ay 098o 6Ao 24,60Ay 098o 10Ao 56,2Ay Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 hal 1099 - 1106 Alat dan Parameter Peralatan yang digunakan dalam pengambilan sampel diperlihatkan pada Tabel 3. No. Tabel 3. Nama dan fungsi alat yang digunakan Nama Alat Fungsi Global Positioning System Penentuan titik koordinat (GPS) Cool Box Wadah penyimpanan sementara botol sampel dari lapangan ke laboratorium Botol Sampel (Kaca. Polietile. Wadah penyimpanan contoh uji yang diambil Ember dan Gayung Wadah untuk mengumpulkan sampel uji air yang diambil secara metode komposit Parameter yang dipantau tersebut beserta teknik pengujiannya diperlihatkan pada Tabel 4. Tabel 4. Parameter dan cara pengujian/peralatan No. Parameter TSS (Total Suspended Soli. COD (Chemical Oxygen Deman. BOD (Biology Oxygen Deman. Kecepatan Aliran Metode Pengujian Gravimetri Keterangan Laboratorium Spektrofotometri (Refluks secara Winkler (Inkubasi pada temperatur 20 AC, selama 5 har. Current meter Laboratorium Laboratorium Insitu Hasil Dan Pembahasan Sumber Pencemar Sumber pencemaran berasal dari beberapa lokasi tertentu di sepanjang badan air penerima . Krueng Tamiang, sehingga dapat diketahui dari sumber pencemaran tersebut. Pencemaran berasal dari pipa-pipa pembuangan limbah cair dari industri yang yang ada di sekitar aliran sungai Krueng Tamiang. Pencemaran ini berasal dari hasil buangan limbah setelah dilakukan pengolahan pada intalasi di IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limba. Berdasarkan hasil survey lapangan di daerah kajian, bahwa air limbah langsung dialirkan ke sungai yang tidak memenuhi syarat baku mutu air limbah yang Sepanjang aliran sungai diketahui bahwa tidak terdapat endpipe IPAL industri yang langsung masuk ke Sungai Krueng Tamiang. Data Debit Sungai Krueng Tamiang Data debit sungai Krueng Taming didapatkan dari data sekunder hasil pemantauan Bapedalda Aceh yang ditampilkan dalam Tabel 5-7, hasil pengukuran debit air sungai Krueng Tamiang tahun 2015, 2016 dan 2017 yaitu: Tabel 5. Data hasil pengukuran debit Sungai Krueng Tamiang tahun 2015 Tahap 1 . 3/ Tahap 2 . 3/ Tahap 3 . 3/ Tahap 4 . 3/ Tahap 5 . 3/ Rata- rata Desa Kaloy Seumadam 117,85 325,895 23,35 34,07 106,39 286,32 95,25 364,36 228,49 95,108 247,827 Kebon Tengah 350,275 258,59 250,08 835,335 270,40 335,665 Kota Lintang 35,47 236,35 915,66 618,689 Alur Manis Peukan Seureuway Hilir 849,36 367,35 684,38 655,53 774,786 768,978 Lokasi Sumber Data : . Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 hal 1099 - 1106 Tabel 6. Data hasil pengukuran debit Sungai Krueng Tamiang tahun 2016 Desa Kaloy Tahap 1 . 3/ 21,83 Tahap 2 . 3/ 21,62 Tahap 3 . 3/ 20,55 Tahap 4 . 3/ 63,49 Seumadam Kebon Tengah 39,96 48,54 47,23 41,59 44,75 188,06 77,4775 111,155 Kota Lintang 57,24 56,28 53,08 911,42 269,505 Alur Manis 0,00 908,13 227,032 Peukan Seureuway Hilir 0,00 903,53 225,882 Lokasi Tahap 5 . 3/ Ratarata 31,8725 Sumber Data : . Tabel 7. Data hasil pengukuran debit Sungai Krueng Tamiang tahun 2017 Tahap 1 . 3/ Tahap 2 . 3/ Tahap 3 . 3/ Tahap 4 . 3/ Tahap 5 . 3/ Rata- rata Desa Kaloy Seumadam 19,93 42,61 18,67 42,16 133,64 239,99 127,96 218,54 259,31 492,94 111,902 207,248 Kebon Tengah 49,85 246,84 201,175 419,04 193,121 Kota Lintang 162,26 677,30 642,54 1243,245 612,109 Alur Manis Peukan Seureuway Hilir 167,11 311,16 756,44 726,95 1332,185 658,769 292,72 647,72 1322,63 604,714 Lokasi Sumber Data : . Biochemical Oxygen Demand (BOD) Jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat organik oleh bakteri aerob menjadi zat anorganik disebut Biochemical Oxygen Demand (BOD). BOD menyatakan oksidasi bakteri aerob menjadi zat organik dengan sejumlah oksigen yang dikonsumsi oleh bakteri pada kurun waktu dan temperatur tertentu . Kandungan oksigen terlarut akan menyusut akibatnya dibebaskannya nilai BOD yang tinggi dalam air ke perairan secara alami. Hasil uji parameter BOD sungai Krueng Tamiang disajikan pada Gambar 1. BOD (BM BOD=3 mg/L) 4,00 3,00 2,00 1,00 Tahap I 2,00 Tahap II 2,00 3,18 2,36 3,56 Tahap i 2,23 3,05 2,08 2,04 Tahap IV 2,34 2,18 Gambar 1. Uji parameter BOD Sungai Krueng Tamiang Gambar 1 memperlihatkan nilai BOD musim kemarau dan musim hujan yang melebihi batas Baku Mutu Air Kelas II PPRI No. 82 Tahun 2001. yaitu 3 mg/L. Pada musim kemarau dalam range . mg/L Ae 3,56 mg/L) dan pada musim hujan dalam range . mg/L Ae 3,63 mg/L). Nilai BOD tertinggi terdapat di lokasi titik 2 (Jembatan Seumada. yaitu 3,63 mg/L tahap IV pada musim hujan dan nilai BOD terendah di lokasi titik 1 dan 6 (Desa Kaloy dan Jembatan Alur Mani. tahap I. Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 hal 1099 - 1106 titik 1 (Kalo. tahap II pada musim kemarau, titik 2 dan 6 (Jembatan Seumadam dan Jembatan Alur Mani. tahap i, titik 1, 3, 5 dan 6 (Kaloy. Jembatan Gantung Kebon Tengah. Jembatan Kota Lintang dan Jembatan Alur Mani. yaitu 2 mg/L tahap IV pada musim hujan. Dari Gambar 1 dapat dilihat bahwa nilai BOD yang terkandung dalam air sungai Krueng Tamiang ada beberapa titik pantau yang melebihi bakumutu yang diperbolehkan. Tingginya nilai BOD pada musim hujan sampai melebihi baku mutu air karena kondisi air yang keruh dan kotor, adanya mikroorganisme sehingga kandungan oksigen dalam air berkurang dan juga disebabkan oleh limbah domestik yang dihasilkan oleh penduduk setempat dan rembesan limbah dari pabrik kelapa sawit. Chemical Oxygen Demand (COD) Chemical Oxygen Demand (COD) merupakan pengukuran sejumlah bahan organik yang diperluan untuk mengoksidasikan bahan organik secara kimiawi dalam satu liter air limbah . Hasil uji parameter COD di laboratorium disajikan pada Gambar 2. BOD (BM BOD=3 mg/L) 4,00 3,00 2,00 1,00 Tahap I 2,00 Tahap II 2,00 3,18 2,36 3,56 Tahap i 2,23 3,05 2,08 2,04 Tahap IV 2,34 2,18 Gambar 2. Uji parameter BOD Sungai Krueng Tamiang Gambar 2 memperlihatkan perbandingan nilai COD pada musim kemarau dan musim hujan masih dalam batas Baku Mutu Air Kelas II PPRI No. 82 Tahun 2001 yaitu 25 mg/L. Pada musim kemarau dalam range . ,0 mg/L Ae 20,5 mg/L) dan pada musim hujan dalam range . ,0 mg/L Ae 21,0 mg/L). Nilai COD tertinggi terdapat di lokasi titik 5 (Jembatan Kota Lintan. yaitu 21,0 mg/L tahap i pada musim hujan dan nilai COD terendah di lokasi titik 1 (Desa Kalo. tahap i, titik 1, 3 dan 6 (Desa Kaloy. Jembatan Gantung Kebon Tengah dan Jembatan Alur Mani. yaitu 17,0 mg/L tahap IV pada musim hujan. Gambar 2 juga menjelaskan nilai COD yang terkandung dalam air sungai Krueng Tamiang masih berada dibawah baku mutu yang diperbolehkan. Nilai COD musim hujan tinggi akibat banyaknya kegiatan dan akivitas di sepanjang sungai Krueng Tamiang menuju Jembatan Seumadam seperti pembuangan limbah domestik, limbah pabrik sawit, limbah pertanian dan limbah galian C. Limbah domestik berasal dari pemukiman penduduk di sekitar sungai, limbah pabrik berasal dari pabrik sawit, limbah pertanian dari perkebunan sawit yang terletak di kiri dan kanan sungai serta galian C yang banyak terdapat di sepanjang senugai sebelum jembatan Seumadam, sehingga jumlah limbah yang dihasilkan lebih banyak bila dibandingkan dengan lokasi lainnya dan menaikkan nilai COD air sungai Krueng Tamiang. Total suspended Solid (TSS) Total suspended Solid (TSS) merupakan padatan tersuspensi yang menyebabkan kekeruhan air, tidak dapat mengendap dan tidak larut dalam air. Padatan tersuspensi tersebut berupa partikel-partikel kecil maupun beratnya lebih kecil dari sedimen, misalnya tanah liat, sel-sel mikroorganisme dan bahanbahan organik tertentu . Hasil uji terhadap Total suspended Solid (TSS) memperlihatkan perbandingan nilai TSS pada musim kemarau dan musim hujan nilainya ada yang lebih batas Baku Mutu Air Kelas II PPRI No. 82 Tahun 2001 yaitu 50 mg/L. Pada musim kemarau dalam range . mg/L Ae 295 mg/L) dan pada musim hujan dalam range . mg/L Ae 78 mg/L). TSS bernilai tertinggi berada pada lokasi lokasi 7 (Peukan Seuruwa. sebesar 295 mg/L tahap I pada musim kemarau, dan nilai TSS terendah di lokasi titik 1 Serambi Engineering. Volume V. No. Juli 2020 hal 1099 - 1106 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 (Desa Kalo. yaitu 11 mg/L tahap i pada musim hujan. Bahwa nilai TSS yang terkandung dalam air sungai Krueng Tamiang ada beberapa titik pantau yang melebihi baku mutu yang diperbolehkan. Tingginya nilai TSS pada musim kemarau sampai melebihi b a k u mutu disebabkan debit air yang kecil sehingga massa air yang kecil tidak mampu membawa dan mengangkut padatan-padatan yang banyak, sehingga menyebabkan zat padat yang tersuspensi juga semakin banyak. Hal ini sesuai dengan anjuran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air . Bila debit air besar maka massa air akan membawa dan mengangkut kotoran berupa partikel-partikel padatan yang lebih banyak. Pada musim hujan tingkat kekeruhan air sungai Krueng Tamiang meningkat sehingga perlunya instansi terkait untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap tingkat kualitas air sungai Krueng Tamiang. Kesimpulan Dan Saran Kesimpulan Hasil pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan beberapa kesimpulan yakni: Nilai uji parameter BOD lokasi tertinggi berasal dari titik 2 (Jembatan Seumada. sebesar 3,63 mg/L tahap IV dan nilai BOD terendah pada titik 1 dan 6 (Desa Kaloy dan Jembatan Alur Mani. tahap I sebesar 2 mg/L. Tingginya nilai BOD pada musim hujan sampai melebihi baku mutu air karena kondisi air yang keruh dan kotor, adanya mikroorganisme sehingga kandungan oksigen dalam air berkurang dan juga disebabkan oleh limbah domestik yang dihasilkan oleh penduduk setempat dan rembesan limbah dari pabrik kelapa sawit. Hasil uji parameter COD tertinggi berasal dari titik 5 (Jembatan Kota Lintan. sebesar 21,0 mg/L tahap i dan nilai COD terendah di lokasi titik 1 (Desa Kalo. tahap i, titik 1, 3 dan 6 (Desa Kaloy. Jembatan Gantung Kebon Tengah dan Jembatan Alur Mani. tahap IV sebesar 17,0 mg/L. Tingginya nilai COD pada musim hujan kemungkinan disebabkan oleh banyaknya kegiatan di sepanjang sungai menuju Jembatan Seumadam seperti limbah domestik, limbah pabrik sawit, limbah pertanian dan limbah galian C. Hasil uji parameter TSS tertinggi berasal dari titik 7 (Peukan Seuruwa. yaitu 295 mg/L tahap I pada musim kemarau, dan nilai TSS terendah di lokasi titik 1 (Desa Kalo. yaitu 11 mg/L tahap i pada musim hujan. Saran Disarankan kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk melakukan pemantauan dan penertiban secara rutin terhadap sumber pencemar di sungai Krueng Tamiang yang meliputi pembuangan limbah pabrik kelapa sawit, usaha galian C yang belum memiliki izin. Daftar Pustaka