Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 e-mail: pahlawanjurnal@gmail. com | P-ISSN: 2338-0853 | E-ISSN: 2685-9920 Hal. 357-363 | DOI: https://doi. org/10. 57216/pah. INDEKS LITERASI DIGITAL ETHIC PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI WILAYAH BANTARAN SUNGAI Inuriya Verawati1*, & Ali Rachman2 *1 Universitas Achmad Yani Banjarmasin 2 Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin *Koresponden e-mail: inuriyarachman@gmail. Submit Tgl: 23-Agustus-2025 Diterima Tgl: 01-Sept. Diterbitkan Tgl: 01-Oktober-2025 Abstract: The development of technology has been very rapid, students are currently in a technological era that makes them very fast in using technology, which sometimes this can make them unaware of ethics in using the internet, thus demanding students' digital literacy skills, digital literacy consists of four pillars namely Digital Skill. Digital Ethics. Digital Safety, and Digital Culture, the study of digital literacy in this study is specifically focused on digital ethical literacy, therefore this study has the aim to find out how students' digital ethical literacy is. The subjects of this study were students at SMAN 1 Marabahan totaling 282 people, the focus of this study was researching related to digital ethics only, while other digital pillars were not carried out, the results obtained, it can be concluded that Digital ethics in students as a whole for digital ethical literacy obtained an index of 3. For further researchers it is hoped that they can expand further with a wider population with other pillars of digital literacy so that more data related to students' digital literacy can be obtained. Keywords: Digital Ethic. Students. Riverbanks Abstrak: Perkembangan teknologi sudah sangat pesat, para siswa saat ini berada dalam suatu era teknologi yang membuat mereka cepat sekali menggunakan teknologi, yang terkadang hal ini bisa membuat mereka tidak menyadari akan etika dalam penggunaan internet, sehingga menuntut kemampuan literasi digital siswa, literasi digital terdiri dari empat pilar yaitu Digital Skill. Digital Ethics. Digital Safety, dan Digital Culture, kajian literasi digital pada penelitian ini dikhususkan pada literasi digital ethic, oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana literasi digital ethic siswa. Subjek penelitian ini siswa pada SMAN 1 Marabahan yang bejumlah sebanyak 282 orang, fokus penelitian ini meneliti terkait dengan digital ethic saja, sedangkan pilar digital lainnya tidak dilakukan, hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa Digital ethic pada siswa secara keseluruhan untuk literasi digital ethic diperoleh indeks sebesar 3,68. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat lebih memperluas lagi dengan populasi yang lebih luas dengan pilar-pilar literasi digital lainnya agar dapat diperoleh lebih banyak data terkait literasi digital siswa. Kata kunci: Digital Ethic. Siswa. Bantaran Sungai Lisensi CC-BY | https://ojs. id/index. php/pahlawan Cara mengutip Verawati. , & Rachman. Indeks Literasi Digital Ethic pada Siswa Sekolah Menengah Atas di Wilayah Bantaran Sungai. Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya, 21. , 357Ae363. https://doi. org/10. 57216/pah. PENDAHULUAN Berdasarkan data BPS tahun 2021 diketahui bahwa Indonesia memiliki pengguna internet sebanyak 62,1% dari jumlah penduduk. Masyarakat Indonesia yang mengakses Verawati & Rachman. Indeks Literasi Digital A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 internet terutama dari smartphone terus mengalami kenaikan tiap tahunnya. Kemampuan masyarakat Indonesia dan kesempatan akses dalam media digital membawa pengaruh pada berbagai sektor, salah satunya sektor ekonomi digital dengan adanya peningkatan jumlah pengguna loka pasar di Indonesia menjadi salah satu yang terbanyak di dunia dan akan terus naik hingga 221 juta pengguna di tahun 2024 sebagaimana dalam Statista, 2022 (Ameliah et al. , 2. Perkembangan dunia digital telah menimbulkan aspek dua sisi yang berlawanan kaitannya dengan pengembangan literasi digital. Pada jaman digital kemampuan individu untuk menguasai terknologi. Adanya perkembangan teknologi Generative Artificial Intelligence (GenAI) saat ini yang semakin berkembang dengan pesat, telah membawa disrupsi besar pada berbagai lapisan kehidupan termasuk di dunia Kemampuan GenAI dalam menghasilkan suatu konten kreatif seperti teks, gambar, suara dan video mempunyai potensi atau peranan besar meningkatkan efisiensi kegiatan dalam dunia pendidikan. Berbagai macam media sosial juga seperti Twitter. Facebook. Whatsapp. Tik Tok. Instagram dan sebagainya telah mempermudah penyebaran dan pertukaran informasi, yang mana, dapat dikatakan bahwa media sebagai alat komunikasi digital mesti disadari menjadi sarana agar tidak mudah merusak Pergumulan jari jempol manusia seakan menjadi titik tolak etika AuKlikAy manusia di era digital. AuKlikAy mengacu pada kehendak dan keputusan yang sepenuhnya menjadi milikku dan prasyarat tindakanku untuk kebaikan hidup AuliyanAy atau The Other dalam cara berada digital. (Kevin, 2. Pradana & Amol, . juga mengemukakan bahwa penyalahgunaan data, pelanggaran privasi, dan serangan cyber semakin umum terjadi, hal ini dapat mengundang suatu kekhawatiran terhadap kepercayaan dan integritas sistem digital. Selain itu, algoritma yang digunakan pada teknologi digital memiliki suatu kekuatan besar dalam memengaruhi kehidupan Oleh karena itu, kajian tentang etika digital menjadi topik yang relevan dan sesuai kebutuhan saat ini, juga dalam hal ini media sosial bukanlah hanya sekedar alat hiburan atau wadah untuk berinteraksi bagi remaja, tetapi dapat menjadikan suatu panggung yang memberikan mereka suatu kesempatan menyuarakan pendapat, memperluas jaringan sosial, dan membentuk koneksi dengan dunia di sekelilingnya, sehingga diperlukan pentingnya memahami tentang literasi digital. Literasi digital dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya para Literasi digital juga merupakan salah satu upaya dalam rangka mencerdaskan ber etika digital bagi remaja Indonesia (Rohaini et al. , 2. The ethical implications of digital education are not ancillary but central to its sustainable and humane implementation (Da Costa & Freitas, 2. Penggunaan teknologi digital menimbulkan berbagai tantangan etika, termasuk isu privasi, keamanan data, dan dampak sosial yang luas (Susanto, 2. Diskusi tentang isu-isu terkait etika dan tanggung jawab digital juga telah memberikan kesempatan bagi siswa dalam berbagi pengalaman, memperoleh wawasan dari para ahli, dan mengembangkan strategi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam lingkungan digital (Simanjuntak et al. , 2. Oleh karenanya diperlukan Digital ethic menjadi salah satu faktor yang dapat menjadi penentu kesuksesan individu dalam kemajuan teknologi saat ini. Ketrampilan individu dalam menggunakan literasi digital mencakup tentang kemampuan untuk menggunakan segala aspek digital dalam berbagai kehidupan terutama juga para siswayang diharapkan memiliki kemampuan literasi, salah satunya digital ethic. Pemerintah telah mengembangkan agar masyarakat memiliki kemampuan literasi digital, dimana dalam hal ini terdapat empat pilar yang menjadi bagian dari kerangka Verawati & Rachman. Indeks Literasi Digital A Copyright A 2025: Inuriya Verawati, & Ali Rachman kerja pengembangan kurikulum literasi digital yang dikembangkan oleh pemerintah yaitu Digital Skill. Digital Ethics. Digital Safety, dan Digital Culture. Adapun Digital Skill atau kecakapan digital adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Digital Ethics atau etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital . dalam kehidupan sehari-hari. Safety atau keamanan digital adalah kemampuan user . dalam mengenali, memolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang dan meningkatkan kesadaran pelindungan data pribadi dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari. Digital Culture atau budaya digital adalah kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari dan digitalisasi kebudayaan melalui pemanfaatan TIK. Terminologi digital ethics juga ada yang menyamakan dengan Netiquette, yang berasal dari Internet etiket atau etiket jaringan (Sugangga, 2. adanya peningkatan pemahaman siswa tentang pentingnya etika digital, dan mereka lebih siap menghadapi tantangan dalam dunia digital yang terus berkembang (Amirrudin et al. , 2. Namun, dalam tulisan ini penulis ingin mengkaji yang berfokus pada satu pilar saja yaitu digital ethic pada siswa, untuk mengetahui pada bagian indikator mana yang tinggi dan pada bagian indikator mana yang rendah, dengan diketahuinya hal ini tentunya harapannya dapat diketahui untuk kemampuan digital siswa ditengah masih adanya terkait dengan permasalahan ataupun persoalan yang akan dihadapi para siswa karena diakibatkan kurangnya kesadaran terkait literasi digital skill. Oleh karena itu dalam artikel ini, permasalahan yang dikaji yaitu menganalisis kemampuan literasi digital ethic pada siswa, kajian ini dilakukan pada siswa SMAN 1 Marabahan Kabupaten Batola. Oleh karenanya dalam penelitian akan diketahui bagaimana indeks kemampuan literasi digital ethic pada METODE Penelitian yang dilakukan dalam hal ini mengunakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur literasi digital ethic siswa, pada siswa SMAN 1 Marabahan sebanyak 282 orang siswa. Metode survey dilakukan dalam pengumpulan Proses pelaksanaan pengumpulan data dilakukan secara offline dimana para siswa mengisi kuisioner yang telah diberikan. Instrumen yang digunakan mengacu pada sumber status literasi digital Indonesia 2022 yang dalam penelitian ini menghususkan pada pilar digital ethic dan indikatornya yang berisikan ada tujuh indikator. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis statitik deskriftif untuk menggambarkan hasil temuan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil temuan penelitian menunjukkan ragam indeks yang diperoleh, mengacu pada pilar dan indikator pengukuran status literasi digital Indonesia 2022 khususnya pada pilar Verawati & Rachman. Indeks Literasi Digital A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Digital ethic dengan jumlah empat pilar, dalam hal ini pilar digital ethic ada tujuh indikator, diperoleh data indekss bahwa untuk indikator pertama. Saya tidak mengunggah foto bersama anak orang lain . Indikator kedua. Saya tidak menandai teman saat mengunggah konten tanpa perlu memberi tahu teman saya tersebut . , indikator ketiga. Saya tidak akan berkomentar kasar jika ada orang yang komentar negatif di unggahan saya . , indikator keempat Saya tidak membuat grup dan menambahkan orang tanpa izin . , indikator kelima Saya tidak akan langsung membagikan informasi kecelakaan . , indikator keenam. Saya tidak akan mengajak orang-orang untuk berkomentar negatif . , indikator ketujuh Saya tidak akan membagikan tangkapan layar percakapan ke media sosial . Secara keseluruhan untuk literasi digital ethic diperoleh indeks sebesar 3,68, sama dengan indek literasi digital ethic pada skala nasional tahun 2022 yaitu sebesar 3,68. Lebih besar dari tahun 2021 sebesar 3,53. Pembahasan Etika digital sebagai suatu prinsip moral dan perilaku yang mengatur penggunaan teknologi digital dan internet, dalam hal ini mencakup tentang cara berinteraksi, berbagi informasi, mengunggah konten, dan melindungi data pribadi. Etika digital mendorong penggunaan teknologi yang bertanggung jawab dan bijaksana, serta menciptakan lingkungan digital yang aman dan nyaman. Digital ethic memiliki peranan yang penting dalam berbagai kehidupan seperti menciptakan lingkungan digital yang aman. Dimana dengan penerapan etika digital, akan dapat mengurangi penyebaran berita palsu, ujaran kebencian, dan konten negatif lainnya, terlindunginya data pribadi, dengan etika digital akan mendorong seseorang untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi dan menjaga kerahasiaan data. Mendorong individu untuk bersikap sopan, menghargai orang lain, dan menghindari perilaku yang merugikan di dunia maya serta memastikan bahwa teknologi digunakan untuk tujuan yang baik dan memberikan manfaat bagi Hasil dari penelitian ini mendukung sebagaimana pendapat (Mumang et al. , 2. bahwa dengan pemahaman tentang etika digital, bijak dalam mengelola informasi, menggunakan media sosial dengan produktif, menyeimbangkan antara kehidupan digital dan dunia nyata, serta partisipasi dalam kampanye kesadaran digital sangat diperlukan untuk tetap membangun kesadaran kewarganegraan sebagai generasi muda khususnya dikalangan remaja agar tetap bijak terhadap penggunaan teknologi smartphone. Selanjutnya pendapat (Hendayana et al. , 2. bahwa literasi digital berpengaruh terhadap etika digital dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Kemudian hasil penelitian (Pamungkas et al. , 2. yang menyatakan bahwa Indeks Etika Digital mahasiswa STARKI berada pada klasifikasi tinggi dengan skor mutu B. Dalam hal etika media digital, mahasiswa STARKI masih perlu ditingkatkan, terutama terkait etika mengunggah informasi, baik berupa tulisan maupun foto, ke media sosial. (Sartika & Sani, 2. juga mengemukakan akan pentingnya kegiatan edukasi dan pelatihan dengan tema peningkatan skill dan kemampuan berpikir siswa dapat terlaksana secara rutin dan mendapatkan dukungan dari sekolah penguatan etika digital seharusnya terintegrasi dengan semua mata pelajaran, mengingat urgensi dari etika digital dalam membangun ruang digital yang aman dan nyaman serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan (Novita, 2. Verawati & Rachman. Indeks Literasi Digital A Copyright A 2025: Inuriya Verawati, & Ali Rachman Hasil temuan (Mukti, 2. telah menegaskan akan pentingnya dalam memberikan landasan dalam membentuk warga negara digital yang etis dan bertanggung jawab di masa depan. Tantangan dalam penguatannya Literasi digital ethic seperti kuatnya informasi yang datang yang bisa dilhat setiap harinya melalui media sosial, bertebarannya file, gambar atau foto-foto yang tekadang tidak jelas sumbernya, berita hoaks, belanja melalui market place, transaksi online memerlukan perhatian khusus agar para siswa memilik etika menggunakan media online. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Kajian literasi digital penelitian dikhususkan pada literasi digital ethic, dengan subjek penelitian ini siswa pada SMAN 1 Marabahan yang bejumlah sebanyak 282 orang, sedangkan kajian literasi digital seperti Digital Skill. Digital Safety, dan Digital Culture, tidak dilakukan. Kesimpulan penelitian pada pilar digital ethic dengan tujuh indikator, diperoleh data indeks yaitu untuk indikator pertama. Saya tidak mengunggah foto bersama anak orang lain . Indikator kedua. Saya tidak menandai teman saat mengunggah konten tanpa perlu memberi tahu teman saya tersebut . , indikator ketiga. Saya tidak akan berkomentar kasar jika ada orang yang komentar negatif di unggahan saya . indikator keempat Saya tidak membuat grup dan menambahkan orang tanpa izin . , indikator kelima Saya tidak akan langsung membagikan informasi kecelakaan . , indikator keenam. Saya tidak akan mengajak orang-orang untuk berkomentar negatif . , indikator ketujuh Saya tidak akan membagikan tangkapan layar percakapan ke media sosial . Secara keseluruhan untuk literasi digital ethic diperoleh indeks sebesar 3,68, sama dengan indek literasi digital ethic pada skala nasional tahun 2022 yaitu sebesar 3,68. Lebih besar dari tahun 2021 sebesar 3,53. Saran