JSI (Jurnal Sistem Informas. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma p-ISSN: 2355-9675 e-ISSN: 2541-3228 Desain dan Implementasi Sistem Monitoring Daya Pintar untuk CCTV Berbasis IoT dengan Model Scrum Asep Ramdhani Mahbub1*. Joni Warta2. Agus Hidayat3. Rasim4. Wowon Priatna5 1,2,3,4,5Informatika. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya aseprm@dsn. id, joni. warta@dsn. id, agus. hidayat@dsn. rasim@dsn. id, wowon. priatna@dsn. Article Info Article history: Received November 15, 2024 Accepted Desember 16, 2024 Published January 2, 2025 Kata Kunci: Monitoring Daya Pintar CCTV Internet of Thing Scrum Efisiensi Energi ABSTRAK . PT) Penelitian ini mengembangkan aplikasi monitoring daya pintar CCTV berbasis IoT menggunakan metode Scrum untuk meningkatkan efisiensi energi dan keamanan sistem pengawasan. Sistem ini memungkinkan pemantauan dan analisis data konsumsi daya secara real-time sekaligus memperlancar otomatisasi pengelolaan daya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa efisiensi energi meningkat sebesar 20% melalui pengurangan konsumsi daya pada waktu tidak aktif, sementara biaya operasional listrik menurun rata-rata hingga 15%. Tingkat keamanan operasional juga ditingkatkan dengan integrasi protokol enkripsi data, menghasilkan pengurangan risiko kebocoran data hingga 25%, sebagaimana terukur dari pengurangan insiden pelanggaran keamanan dalam simulasi. Dengan arsitektur aplikasi tiga tingkat dan proses Scrum yang adaptif, sistem ini menunjukkan fleksibilitas dan skalabilitas yang Studi ini memberikan kontribusi dalam pengembangan aplikasi IoT yang efisien di sektor keamanan, dengan pendekatan kuantitatif terhadap monitoring daya pintar dalam jaringan CCTV. Corresponding Author: Asep Ramdhani Mahbub. Program Sudi Informatika. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Email: *aseprm@dsn. PENDAHULUAN Pengembangan sistem monitoring daya pintar untuk CCTV berbasis Internet of Things (IoT) dalam meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik dan keamanan. Dalam era digital saat ini, penggunaan CCTV telah menjadi kebutuhan esensial untuk pengawasan dan keamanan. Namun, manajemen energi yang efektif menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam pengoperasian jaringan CCTV yang luas. Berdasarkan penelitian terdahulu oleh (Christanto et al. , 2. , implementasi IoT dalam sistem monitoring bisa mengoptimalkan penggunaan daya dan meminimalisir pemborosan energi, namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut terutama dalam integrasi dan automasi Model Scrum, sebagai kerangka kerja dalam pengembangan perangkat lunak, menawarkan fleksibilitas dan efektivitas dalam pengelolaan proyek yang kompleks dan dinamis seperti ini. Penelitian (Kumar et al. , 2. menunjukkan bahwa penggunaan Scrum dalam proyek IoT mempercepat proses iterasi dan meningkatkan kolaborasi tim, namun penelitian tersebut belum banyak mengeksplorasi aplikasi dalam sistem CCTV berbasis IoT. Internet of Things (IoT) adalah paradigma baru memungkinkan perangkat elektronik dan sensor berbicara satu sama lain melalui internet (Kumar et al. IoT memungkinkan pengguna mengakses perangkat dimana saja dan kapan saja. IoT terdiri dari ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) perangkat pintar yang saling terhubung seperti node sensor, aktuator, dan peralatan berdaya rendah (Singh et al. , 2. untuk menerapkan sistem IoT, dalam banyak kasus pengguna harus mempelajari, mengonfigurasi, dan mengintegrasikan berbagai arsitektur dan teknologi, yang dapat mengakibatkan proses yang sulit dan memakan waktu (Domynguez-Bolayo et al. , 2022. Sistem tiga tingkat adalah model arsitektur perangkat lunak yang membagi aplikasi menjadi tiga lapisan utama. Lapisan presentasi berinteraksi langsung dengan pengguna, menyediakan antarmuka untuk input dan output data. Lapisan aplikasi memproses logika bisnis, menerima permintaan dari lapisan presentasi, dan berinteraksi dengan lapisan data. Lapisan data menyimpan data persisten aplikasi dan menyediakan mekanisme untuk mengakses dan memodifikasi data. Pembagian ini memungkinkan pengembangan, pemeliharaan, dan skalabilitas aplikasi yang lebih baik (Chiaramonte, 2. Scrum memiliki beberapa keunggulan dibandingkan model pengembangan lainnya. Dibandingkan dengan Waterfall, yang linier dan kurang fleksibel terhadap perubahan. Scrum memungkinkan adaptasi cepat melalui siklus iteratif (Sommerville, 2. Berbeda dengan Agile secara umum. Scrum menawarkan struktur yang lebih terorganisir dengan peran dan tanggung jawab yang jelas (Beck et al. , 2. Sementara Spiral menonjol dalam analisis risiko untuk proyek besar. Scrum lebih sederhana dan efisien untuk proyek dengan jadwal ketat (Boehm, 1. Dalam perbandingannya dengan RAD, yang mengutamakan kecepatan melalui prototipe. Scrum lebih cocok untuk proyek kompleks dengan kebutuhan tim yang tersebar (Pressman, 2. Dibandingkan V-Model, yang sangat fokus pada validasi dan verifikasi. Scrum lebih fleksibel dalam menangani perubahan kebutuhan selama proyek berlangsung (Balaji & Murugaiyan, 2. Dengan iterasi pendek, kolaborasi tim yang intensif, dan kemampuan adaptasi tinggi. Scrum menjadi pilihan unggul untuk proyek dinamis seperti pengembangan aplikasi modern berbasis IoT. Pengembangan sistem IoT, seperti sistem CCTV, seringkali melibatkan kompleksitas yang tinggi karena integrasi berbagai perangkat dan teknologi. Scrum, sebagai kerangka kerja pengembangan yang gesit, menawarkan pendekatan yang efektif untuk mengatasi tantangan ini. Dengan Scrum, tim pengembangan dapat beradaptasi dengan perubahan yang cepat, meningkatkan kolaborasi, dan menghasilkan produk yang berkualitas (Awaludin. Yasin, & Risyda, 2. Selain itu, arsitektur tiga tingkat dapat menyederhanakan pengembangan sistem IoT dengan memisahkan kekhawatiran . antara lapisan presentasi, aplikasi, dan data. Kombinasi Scrum dan arsitektur tiga tingkat dapat memberikan solusi yang komprehensif untuk pengembangan sistem IoT yang efisien dan skalabel. Sehingga metode tiga tingkat dapat menjadi solusi pengembangan aplikasi yang mendukung bisnis, kebutuhan dan implementansi IoT (Ferreira et al. , 2022. Data pemakaian energi listrik dapat digunakan untuk mengetahui pasokan energi listrik dan biaya penggunaan sehingga dapat digunakan untuk pengetahuan baru. Dari kondisi heterogen tersebut, posisi keahlian dapat dibagi dalam empat kategori yaitu mobile developer, machine learning/data engineer, front-end developer, dan back-end developer. Kategorisasi ini memudahkan pengembangan aplikasi dengan arsitektur tiga-tingkat sesuai dengan teknologi industri 4. 0 yang terdiri dari lapisan tertentu dalam penerapan manufakturnya (Perumalraja et al. , 2. Arsitektur tiga tingkat memberikan fleksibilitas terhadap client dan server yang digunakan sehingga memungkinkan penggunaan kecerdasan buatan yang memerlukan komputasi berat seperti deep learning yang terhubung dengan mobile (Miftakhurrokhmat et al. , 2. atau pembaharuan framework aplikasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna (Tofid et al. , 2. Pemisahan front-end server sebagai sisi client dan back-end server sebagai sisi server juga dapat meningkatkan waktu respon sistem serta mengurangi beban server yang memberikan keunggulan bagi sistem micro services (Gong et al. , 2. Kontribusi dari penelitian ini adalah mengembangkan aplikasi tiga tingkat yang memanfaatkan model Scrum untuk meningkatkan efisiensi pengembangan dan operasional monitoring daya pintar pada CCTV. Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan teknologi IoT dalam monitoring secara real-time, memberikan analisis data yang akurat, dan menyediakan antarmuka pengguna yang responsif dan Keterbaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi model Scrum dalam pengembangan sistem IoT khusus untuk CCTV, yang bertujuan untuk meningkatkan adaptabilitas dan skalabilitas sistem sambil mempertahankan kualitas dan kecepatan pengembangan. Metodologi Scrum, sebagai kerangka kerja dalam pengembangan perangkat lunak, menawarkan fleksibilitas dan adaptasi dalam proyekproyek yang memiliki banyak variabel dan kebutuhan iterasi cepat. Penggunaan Scrum dalam pengembangan aplikasi dapat mempercepat waktu pengiriman, meningkatkan kolaborasi tim, dan secara efektif mengatasi perubahan kebutuhan selama siklus pengembangan. Sedangkan penelitian (Streule et ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) , 2. Scrum dapat mempercepat desain perangkat konstruksi industri dan merekomendasikan scrum untuk diimplementasikan diberbagai bidang projek. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan aplikasi IoT yang efisien dan efektif untuk industri keamanan dan pengawasan. METODE Penelitian ini dirancang untuk mengembangkan solusi efisien yang memanfaatkan kekuatan IoT dalam sistem monitoring CCTV dengan menggunakan model Scrum . ahyudin & Sholihati, 2. Berbagai metode sering digunakan dalam desain dan implementasi sistem monitoring, antara lain: Scrum: Kerangka kerja pengembangan iteratif yang berfokus pada fleksibilitas dan kolaborasi tim. Scrum memungkinkan respons cepat terhadap perubahan kebutuhan proyek. Waterfall: Model linier yang cocok untuk kebutuhan sistem yang sudah jelas dan tidak berubah. Biasanya digunakan pada proyek kecil dengan risiko rendah. Agile: Mengutamakan fleksibilitas melalui iterasi pendek, mirip dengan Scrum, tetapi lebih fleksibel tanpa struktur sprint tertentu. Rapid Application Development (RAD): Model yang menekankan pengembangan prototipe cepat dengan umpan balik pengguna langsung. Spiral: Menggabungkan iterasi dengan analisis risiko, cocok untuk proyek besar dengan ketidakpastian tinggi. Penelitian ini menggunakan metode Scrum karena fleksibilitas dan kesesuaiannya untuk pengembangan sistem berbasis IoT dengan kebutuhan yang sering berubah. Beberapa penelitian terkait yang telah dilakukan, sehingga memberikan perbandingan penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini, bisa dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Perbandingan penelitian sebelumnya Metode Fokus Hasil Penelitian Christanto IoT ESP32Monitoring Optimasi et al. CAM daya listrik daya hingga mikrokontroler 15% Kumar et IoT Scrum Pengembangan Percepatan . IoT berbasis proses iterasi iterasi dengan hingga 25% Scrum Domynguez IoT Architecture Arsitektur IoT Desain -Bolayo et fleksibel untuk . monitoring data integrasi secara efisien perangkat IoT Ferreira et Three-Phase IoT Pengembangan Skalabilitas dan . Methodology efisiensi proses monitoring IoT pengembangan berbasis tiga Penelitian Scrum IoT Monitoring Efisiensi energi Aplikasi Tiga daya pintar Tingkat pada CCTV hingga 20% berbasis IoT Peneliti Referensi (Christanto et , 2. (Kumar et al. (DomynguezBolayo et al. (Ferreira et al. Penelitian saat Tabel tersebut menunjukkan bahwa penelitian ini mengintegrasikan metode Scrum dengan IoT untuk mencapai efisiensi energi dan fleksibilitas sistem, serta memberikan kontribusi signifikan pada bidang pengembangan aplikasi IoT untuk keamanan. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Analisis Risiko Selama pengembangan, terdapat beberapa risiko yang diidentifikasi, antara lain: Keterbatasan perangkat keras, seperti modul relay dan sensor yang tidak kompatibel, yang dapat menyebabkan kegagalan integrasi. Ketergantungan pada jaringan Wi-Fi yang stabil untuk memastikan komunikasi antar perangkat berjalan optimal. Risiko keamanan, termasuk potensi kebocoran data akibat serangan siber. Strategi mitigasi dilakukan dengan memastikan pengujian perangkat keras secara menyeluruh sebelum integrasi, menggunakan jaringan uji coba dengan tingkat keamanan tinggi, dan menerapkan protokol enkripsi untuk komunikasi data. HASIL DAN PEMBAHASAN Perancangan Sistem Arsitektur Monitoring Daya Pintar Arsitekur untuk merancang Monitoring Daya Pintar dalam penelitian ini menggunakan kerangka Internet of Thing yang terdiri dari 5 layer (Domynguez-Bolayo et al. , 2022. Gambar arsitektur untuk alat MDP di tunjukan pada gambar 3. Gambar 3. Arsitektur MDP Berbasis IoT Gambar 3 adalah arsitektur sistem Internet of Things (IoT) yang dikhususkan untuk aplikasi monitoring daya pintar. Pada tingkat teratas, aplikasi 'Monitoring Daya Pintar' dijalankan, memanfaatkan platform IoT yang mendasarinya. Platform ini terdiri dari database MySQL yang bertugas menyimpan dan mengelola data yang relevan. Komunikasi dalam sistem ini dilakukan melalui jaringan Wi-Fi, yang menghubungkan gateway IoT maupun sensor dan aktuator secara langsung ke platform. Gateway IoT berperan sebagai penghubung antara perangkat keras seperti CCTV. GPS, dan sensor lainnya dengan jaringan Wi-Fi, memfasilitasi pertukaran data antara perangkat fisik dan platform digital. Lapisan keamanan dan manajemen yang melingkupi keseluruhan arsitektur menjamin keamanan data dan efisiensi operasional sistem. Keamanan kritis ditegaskan untuk melindungi data dari ancaman eksternal sementara manajemen sistem memastikan bahwa semua komponen bekerja secara optimal dan terintegrasi dengan baik. Pendekatan sistematis ini memungkinkan monitoring yang efektif dan realtime dari penggunaan daya, esensial untuk aplikasi dalam konteks yang memerlukan pemantauan energi yang akurat dan terpercaya. Desain Skema MDP Diagram skematik MDP dibuat untuk memudahkan tim developer untuk membuat alat. Dimana MDP ini menggunakan Mikrocontroller MCU 8266, untuk koneksi menggunakan WI-FI. LED sebagai indikator, diode sebagai penyearah tegangan, transistor dan capasitor untuk peyimpan arus, resistor ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) sebagai hambatan, dan sebuah relay sebagi filter. Gambar desain untuk skematik MDP ditujukan pada Gambar 4. Diagram Skematik MDP Block MDP Block diagram Monitoring Daya Pintar ditampilkan pada gambar 5. Berdasarkan gambar 6 sistem pemantauan CCTV yang diselidiki mengimplementasikan pengukuran dan monitoring daya listrik melalui penggunaan meteran yang terletak di Box Panel kWh. Informasi yang dihasilkan kemudian dikirimkan ke Monitoring Daya Pintar (MDP) Device, yang beroperasi untuk melakukan pemantauan energi secara real-time. Hal ini berkontribusi pada manajemen sumber daya yang lebih efektif dan Peran penting MDP Device dalam mengatur distribusi daya via Box Panel Induk CCTV mencakup tindakan seperti pemutusan daya dan rerouting, yang bertujuan untuk mengoptimalkan konsumsi energi. Selanjutnya, untuk meminimalisir risiko kerusakan akibat overcurrent. Miniature Circuit Breaker (MCB) diintegrasikan, yang secara otomatis memutuskan sirkuit ketika deteksi kelebihan arus terjadi. Fasilitas kontrol dan automasi sistem ditingkatkan dengan integrasi modul relay dan aktuator, yang disesuaikan untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu sesuai dengan skenario yang telah diprogram atau sebagai respons terhadap kondisi yang diidentifikasi oleh MDP Device. Integrasi MDP Device dalam sistem CCTV ini tidak hanya memfasilitasi peningkatan efisiensi energi tetapi juga meningkatkan aspek keamanan dan automasi, yang mendukung operasi yang lebih aman dan lebih handal, serta efisiensi penggunaan sumber daya. Penelitian ini menunjukkan keunggulan signifikan dari pemanfaatan teknologi canggih dalam pengelolaan dan operasi sistem keamanan. Gambar 5. Cara Kerja MDP Arsitektur Aplikasi Desain arsitektur aplikasi untuk mengakses CCTV yang dilengkapi dengan Monitoring Daya Pintar menggunakan tiga tingkat (Tie et al. , 2. (Ferreira et al. , 2022. Diagram arsitektur aplikasi yang ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) disajikan pada gambar 6 mengilustrasikan arsitektur sistem yang terdiri dari tiga komponen utama: Data. Server, dan Client. Komponen Data mengumpulkan input dari sensor yang terintegrasi dalam sistem CCTV IoT, mencakup data video, metadata operasional, dan penggunaan energi. Server, sebagai pusat pemrosesan, menganalisis data ini untuk mendeteksi anomali dan mengelola transaksi data, memberi perintah berdasarkan analisis untuk penyesuaian sistem. Client menyediakan antarmuka untuk pengguna seperti teknisi keamanan dan administrator sistem untuk mengakses dan memonitor data secara realtime melalui aplikasi web atau mobile. Sistem ini memanfaatkan konektivitas internet untuk komunikasi antarkomponen, memastikan akses dan keamanan data dari lokasi mana pun, menjaga integritas data melalui pengamanan lapisan yang kuat. Gambar 6. Arsitektur Aplikasi Tiga Tingkat Produk Backlog Produk backlog berisi kebutuhan-kebutuhan yang akan dikerjakan untuk menghadapi pengembangan dan perubahan produk aplikasi (Tahyudin & Zidni Iman Sholihati, 2. Tabel 2 menampilkan daftar produk backlog hasil penyampaian owner kepada scrum master. Tabel 2. Produk Backlog Description The Smart Power Monitoring tool can connect to the App Smart The application Power Monitoring CCTV Application Fitur Authenticat CCTV CCTV display voltage, current, power, electricity usage CCTV CCTV location Priority Medium High High Sprint Backlog Setelah urutan kerja sudah ditetapkan pada bagian produk backlog maka scrum master mengarahkan tim developer untuk memulai membuat alat dan aplikasi sesuai dengan produk backlog yang sudah Berikut sprint planning yang mempunyai pioritas dalam desain Monitoring Daya Pintar pada Tabel 3. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Tabel 3. Sprint Backlog Description Priority Information Application High Assemble and Connected SPM Tool program SPM Users can log in to High Create Account, the smart power Database Schemas High Designing a database by tables, and attributes in the MySQL database Users can access High Database and every CCTV displayed on the dashboard page Users can access High Make a CCTV locations connection to the GPS Users can search for High Create a search CCTV Users can turn off High Create a module CCTV for CCTV CCTV can be used to Makes the module display current, display current, power. CCTV power. CCTV lifetime, voltage, lifespan, voltage, power and usage power and usage Users can log out Tinggi Create a logout Daily Stand Up Pada tahapan ini adalah merakit dan memprogram alat MDP dan membuat Aplikasi untuk mengakses CCTV. Desain Alat MDP Alat Monitoring Daya Pintar yang sudah dirakit berdasarkan block diagram pada gambar 1. Alat MDP ini nantinya akan dipasang pada CCTV yang berfungsi sebagai sensor. SPM akan dihubungkan dengan router yang selanjutnya data terkirim ke database mysql. Gambar 7 adalah alat Monitoring Daya Pintar yang sudah dirakit. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Gambar 7. Alat Monitoring Daya Pintar Desain Use Case Diagram Use case diagram adalah salah satu pemodelan Unified Modelling language yang berfungsi untuk melihat actor yang dapat berinteraksi dengan system (Priatna et al. , 2. Gambar 8 adalah use case diagram dari aplikasi Monitoring Daya Pintar. pengguna aplikasi adalah user yang dapat login ke aplikasi yang dapat membuka dashboard, melihat daftar CCTV. Detail CCTV, cek Map. On/off CCTV dan logout dari aplikasi. Gambar 8. Use Case Diagram MDP User Interface MDP Halaman dashboard adalah halaman pertama dari aplikasi Monitoring Daya Pintar setelah user berhasil Dashboard berisikan daftar CCTV yang dapat dimonitoring. Untuk melihat Detail dari CCTV dengan memilih salah satu CCTV maka akan ditampilkan besaran arus, daya, tegangan, masa hidup CCTV, biaya cctv dan daya listrik yang dihasilkan CCTV tersebut. Halaman dashboard ditampilkan pada gambar 9. Gambar 10 adalah memilih salah satu CCTV. Gambar 9. User Interface Halaman Dashboard ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Gambar 10. Tampilan salah satu CCTV Desain Database Untuk menyimpan data dari setiap CCTV yang dimonitoring membutuhkan database. Database yang digunakan adalah mysql yang terhubung ke cloud. Struktur table dari database CCTV ditampilkan pada Gambar 11. Desain Database Sprint Review Tahapan ini adalah untuk menguji perangkat aplikasi sudah layak untuk digunakan. Tahapan pengujian ditunjukan pada tabel 4 Tabel 4. Pengujian Aplikasi Description Sekenario Users can log in to the smart User displays the dashboard Users can access every CCTV User enters valid email and password. If you log in the user can access the Users can monitor every Testing Result Succeed Succeed Succeed ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) displayed on the page dashboard Users can access CCTV locations Users can search for CCTV Users can turn off CCTV Users can log CCTV which appears on the Dashboard Users can see the position of CCTV that is equipped with SPM Users can search for CCTV based on the CCTV Users can turn CCTV off and Users can exit the application by pressing the logout menu Succeed Succeed Succeed Succeed Selain pengujian internal, sistem juga diuji pada lingkungan nyata di lokasi dengan 5 CCTV aktif selama 7 hari. Pengukuran dilakukan untuk mencatat konsumsi daya, kualitas koneksi, dan keamanan Hasil uji coba lapangan menunjukkan sistem bekerja stabil dengan tingkat kesalahan data kurang dari 2%. Sprint Retrospective Hasil dari tahapan Sprint Review menunjukkan semua backlog pada sprint telah diselesaikan sesuai Dari total 10 backlog, tim berhasil menyelesaikan seluruhnya tepat waktu dengan rata-rata durasi penyelesaian 2 hari per backlog. Evaluasi menunjukkan kolaborasi tim meningkat sebesar 15% dibandingkan sprint sebelumnya. Jadi alat Monitoring Daya Pintar yang sudah dipasang di cctv sudah dapat terkoneksi kedalam aplikasi. Aplikasi Monitoring Daya Pintar sudah dapat menampilkan semua CCTV yang sudah dilengkapi dengan MDP. Semua CCTV telah dapat dimonitoring. Incremental Semua tahapan scrum sudah dilakukan dengan baik dalam desain Monitoring Daya Pintar. maka dengan itu Monitoring Daya Pintar sudah layak digunakan untuk monitoring CCTV. Pembahasan Sistem ini memanfaatkan arsitektur aplikasi tiga tingkat, yang terdiri dari lapisan interaksi pengguna, logika bisnis, dan akses data, semuanya diintegrasikan melalui teknologi IoT. Penggunaan model Scrum dalam pengembangan memberikan fleksibilitas dan memungkinkan adaptasi cepat terhadap perubahan kebutuhan, yang secara signifikan mempercepat proses iterasi dan memperkuat kolaborasi tim. Hasilnya, aplikasi yang dikembangkan tidak hanya responsif dan intuitif untuk pengguna akhir tetapi juga efektif dalam real-time monitoring dan analisis data konsumsi energi, membantu mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan energi secara signifikan. Dalam pembahasan lebih lanjut, ditemukan bahwa integrasi sistem IoT dengan platform manajemen berbasis Scrum memperkaya kemampuan sistem untuk mengelola data secara efisien dan mengamankan transmisi data antara sensor dan server. Keamanan sistem ditingkatkan melalui protokol komunikasi yang aman dan enkripsi data, menjamin perlindungan informasi sensitif dari ancaman Implementasi ini juga menyoroti keunggulan arsitektur tiga tingkat dalam mendukung skalabilitas dan adaptabilitas sistem terhadap teknologi baru dan perluasan fungsionalitas di masa depan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting pada literatur dengan mengembangkan metodologi yang ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) dapat diterapkan dalam berbagai proyek IoT, khususnya dalam peningkatan sistem keamanan dan efisiensi energi di sektor CCTV. Dibandingkan dengan metode seperti Waterfall yang kurang fleksibel atau RAD yang kurang cocok untuk proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi. Scrum menunjukkan keunggulan dalam mengelola perubahan kebutuhan secara dinamis. Iterasi pendek melalui sprint memungkinkan tim untuk fokus pada penyelesaian backlog prioritas, sehingga proses pengembangan menjadi lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan proyek IoT berbasis tiga tingkat. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi energi sebesar 20% yang diukur menggunakan perangkat monitoring daya digital yang mencatat konsumsi daya sebelum dan sesudah sistem diimplementasikan. Keamanan operasional diuji menggunakan penetration testing, yang menunjukkan pengurangan risiko kebocoran data hingga 25%. Evaluasi ini dilakukan pada simulasi sistem dengan 10 perangkat CCTV yang terhubung ke server melalui jaringan Wi-Fi. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil mengembangkan sistem monitoring daya pintar untuk CCTV dengan mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), dengan menerapkan model Scrum yang meningkatkan efisiensi pengembangan dan operasional. Sistem ini memanfaatkan arsitektur aplikasi tiga tingkat yang efisien dalam pengelolaan dan analisis data, mendukung responsivitas dan intuitivitas antarmuka pengguna yang memungkinkan monitoring real-time dan analisis data konsumsi energi. Penggunaan model Scrum membawa fleksibilitas signifikan dalam pengelolaan proyek, memfasilitasi adaptasi cepat terhadap perubahan kebutuhan dan meningkatkan kolaborasi antartim, yang penting dalam proyek teknologi tinggi seperti sistem IoT. Keberhasilan implementasi ini ditandai dengan peningkatan keamanan dan efisiensi energi, dua aspek kritis dalam operasi CCTV yang luas. Integrasi IoT tidak hanya memfasilitasi pengumpulan data yang efisien tetapi juga peningkatan komunikasi antar perangkat melalui protokol internet yang aman. Hal ini menjamin perlindungan data yang dihasilkan dan mengurangi risiko kebocoran informasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metodologi Scrum dalam pengembangan sistem IoT, proyek dapat mencapai hasil yang lebih cepat dan efektif, serta memungkinkan skalabilitas dan adaptabilitas terhadap teknologi baru. Hasil ini berkontribusi pada literatur dengan menyediakan wawasan baru dalam pengembangan aplikasi IoT yang efisien dan efektif untuk industri keamanan dan pengawasan, memberikan dasar bagi peningkatan keamanan dan efisiensi operasional di masa depan. Meskipun hasil uji lapangan dengan 5 CCTV menunjukkan keberhasilan implementasi sistem, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan pengujian jangka panjang pada lingkungan dengan jumlah perangkat yang lebih besar, untuk memastikan kestabilan sistem dalam skala besar. Hal ini akan memberikan validasi tambahan terkait efisiensi energi dan keamanan operasional sistem. Sebagai perbandingan, penelitian sebelumnya yang menggunakan metode IoT (Christanto et al. hanya mencapai peningkatan efisiensi energi hingga 15%, sedangkan penelitian ini berhasil mencapai 20%. Pencapaian ini menunjukkan bahwa integrasi metode Scrum dan arsitektur aplikasi tiga tingkat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan aplikasi IoT untuk keamanan, sebagaimana dirangkum dalam Tabel 1. DAFTAR PUSTAKA