(JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. FORMULASI DAN EVALUASI SUNSCREEN SPRAY GEL EKSTRAK BUAH KIWI (Actinidia delicios. SEBAGAI SUN PROTECTION FORMULATION AND EVALUATION OF SUNSCREEN SPRAY GEL WITH KIWI FRUIT EXTRACT (Actinidia delicios. AS SUN PROTECTION Info Artikel Diterima:12 September 2025 Direvisi:6 Desember 2025 Disetujui:30 Desember 2025 Sara Ayu Wulandari1. Monica Anggraini2. Mutiara Nabila3. Muhamad Taswin4. Ratnaningsih Dewi Astuti 5 1,2,3,4,5 Poltekkes Kemenkes Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia (E-mail penulis korespodensi: taswin@poltekkespalembang. ABSTRAK Latar Belakang: Indonesia sebagai negara tropis memiliki intensitas sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun sehingga meningkatkan risiko paparan radiasi ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan penuaan dini, kulit terbakar, hiperpigmentasi, hingga kanker kulit. Tabir surya berperan penting dalam melindungi kulit dari efek merugikan sinar UV, namun sebagian besar produk yang beredar masih menggunakan bahan kimia sintetis yang berpotensi menimbulkan iritasi, reaksi alergi, serta dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan tabir surya alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Buah kiwi (Actinidia delicios. diketahui mengandung vitamin C, vitamin E, flavonoid, dan polifenol yang bersifat antioksidan sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan aktif tabir surya alami Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan memformulasikan sunscreen spray gel dari ekstrak buah kiwi (Actinidia delicios. dengan variasi konsentrasi ekstrak pada formula I . %), formula II . %), dan formula i . %). Hasil: Ekstrak buah kiwi (Actinidia delicios. dapat diformulasikan menjadi sediaan sunscreen spray gel yang stabil dan memenuhi persyaratan dengan variasi konsentrasi ekstrak yang paling optimal pada formula II dengan konsentrasi 15%. Sunscreen spray gel ekstrak buah kiwi memenuhi persyaratan kestabilan uji fisik yang meliputi uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji organoleptik . arna, bau, kejerniha. , dan uji iritasi kulit selama 28 hari penyimpanan pada suhu kamar maupun setelah cycling test. Kesimpulan: Ekstrak buah kiwi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dipilih karena mampu menarik senyawa aktif baik yang tahan pemanasan maupun yang tidak tahan pemanasan. Formula sunscreen spray gel dibuat dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak buah kiwi sebagai bahan aktif tabir surya alami. Evaluasi produk mencakup berbagai uji fisik untuk memastikan kestabilan sediaan, meliputi uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji organoleptik, dan uji iritasi kulit. Kata Kunci: buah kiwi, sunscreen spray gel, tabir surya alami ABSTRACT Background: Indonesia, as a tropical country, has high sunlight intensity throughout the year, which increases the risk of ultraviolet (UV) radiation exposure that can cause premature aging, sunburn, hyperpigmentation, and even skin cancer. Sunscreen plays an important role in protecting the skin from the harmful effects of UV rays. however, most products available still use synthetic chemicals that may cause irritation, allergic reactions, and negative environmental impacts. Therefore, there is a need to develop natural sunscreens that are safer and environmentally friendly. Kiwi fruit (Actinidia delicios. is known to contain vitamin C, vitamin E, flavonoids, and polyphenols, which have antioxidant properties, making it potentially useful as an active ingredient in natural sunscreens (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. Methods: This study was an experimental study, formulating a sunscreen spray gel from kiwifruit extract with varying extract concentrations in formula I . %), formula II . %), and formula i . %). This experimental study aimed to develop a sunscreen spray gel containing kiwifruit extract as a natural sunscreen product that has the potential to protect the skin from ultraviolet radiation This research did not involve direct human testing, but instead focused on the extraction process, formulation, and physical evaluation of the preparation to assess the stability and quality characteristics of the developed product. Results: Kiwifruit (Actinidia delicios. extract could be formulated into a stable sunscreen spray gel preparation that met the requirements, with the most optimal extract concentration variation in formula II at 15%. The kiwifruit extract sunscreen spray gel met the stability requirements of physical tests, including homogeneity, pH, spreadability, viscosity, organoleptic . olor, odor, clarit. , and skin irritation tests during 28 days of storage at room temperature and after a cycling Conclusion: The kiwifruit extract was obtained through a maceration method using 70% ethanol as a solvent, chosen because it can extract both heat-stable and heat-stable active compounds. The sunscreen spray gel formula was created by varying the concentration of kiwifruit extract as the active ingredient in natural sunscreen. Product evaluation included various physical tests to ensure product stability, including homogeneity, pH, spreadability, viscosity, organoleptic, and skin irritation tests. Keywords: kiwifruit, sunscreen spray gel, natural sunscreen. PENDAHULUAN Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti sunburn, hiperpigmentasi, penuaan dini, bahkan meningkatkan risiko kanker 1 Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah penggunaan tabir surya yang mampu melindungi kulit dari efek merugikan radiasi UV). Buah kiwi (Actinidia delicios. diketahui memiliki kandungan vitamin C dan vitamin E yang relatif tinggi dibandingkan dengan buah lain, serta senyawa antioksidan yang berperan penting dalam melawan radikal bebas. Kombinasi vitamin C dan E dilaporkan mampu memberikan perlindungan yang optimal terhadap paparan sinar ultraviolet, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif tabir surya alami. 4 Dengan potensi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk kestabilan fisik sunscreen spray gel ekstrak buah kiwi sebagai alternatif tabir surya alami yang aman digunakan sehari-hari. Meskipun pemanfaatan bahan alam sebagai tabir surya, sebagian besar masih diformulasikan dalam bentuk krim atau losion. Bentuk sediaan tersebut memiliki beberapa keterbatasan, antara lain kurang praktis, terasa lengket di kulit, serta berisiko terkontaminasi karena aplikasi menggunakan tangan. Kajian mengenai pemanfaatan ekstrak buah kiwi sebagai bahan aktif tabir surya dalam bentuk spray gel masih sangat terbatas, sehingga diperlukan penelitian untuk mengisi celah penelitian tersebut. Sediaan spray gel merupakan pengembangan dari sediaan gel yang memiliki keunggulan dalam hal kemudahan penggunaan, lebih higienis karena diaplikasikan tanpa kontak langsung dengan tangan, serta memiliki risiko kontaminasi mikroorganisme yang lebih rendah. 5 Selain itu, konsistensi gel yang memiliki daya lekat cukup baik dapat meningkatkan waktu kontak sediaan dengan kulit sehingga diharapkan perlindungan terhadap sinar UV. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan sunscreen spray gel yang mengandung ekstrak buah kiwi (Actinidia konsentrasi ekstrak serta mengevaluasi stabilitas fisik sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah mengenai pemanfaatan buah kiwi sebagai bahan aktif tabir surya alami dalam bentuk spray gel yang stabil dan memenuhi persyaratan mutu sediaan farmasi. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian sunscreen spray gel dari ekstrak buah kiwi (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. (Actinidia delicios. pada tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu Formula I . %). Formula II . %), dan Formula i . %). Penelitian ini tidak melibatkan responden manusia, karena fokus utama adalah pada proses ekstraksi, formulasi, dan evaluasi fisik Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 70%, dipilih karena mampu menarik senyawa aktif baik yang tahan panas maupun tidak tahan Bahan yang digunakan dalam formulasi meliputi ekstrak buah kiwi sebagai bahan aktif. Carbopol 940 sebagai gelling agent, gliserin sebagai humektan, metil paraben dan propil paraben sebagai pengawet. Triethanolamine (TEA) sebagai pengatur pH, serta aquadest sebagai pelarut. Evaluasi yang dilakukan terhadap sediaan meliputi uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji organoleptik . arna, bau, dan kejerniha. , serta uji iritasi kulit selama 28 hari penyimpanan pada suhu kamar maupun setelah cycling test. Alat yang digunakan adalah mortir, stamfer, gelas ukur, cawan porselin, pengaduk kaca, beaker glass, timbangan analitik, sendok spatula, sudip, kertas perkamen, pot obat, pH meter, penggaris dan kuisioner. Tabel 1 menunjukkan bahan yang digunakan dalam formulasi sunscreen spray gel ekstrak buah kiwi (Actinidia delicios. , yaitu ekstrak buah kiwi. Carbopol 940, gliserin, metil paraben, propil paraben. Triethanolamine (TEA), dan Formula sediaan mengacu pada literatur yang menyebutkan bahwa buah kiwi mengandung vitamin C, vitamin E, dan antioksidan yang berpotensi sebagai tabir surya alami. Tabel 1. Formula Sunscreen Spray Gel yang Mengandung Ekstrak Buah Kiwi (Citrus Formula % Nama Bahan ekstrak buah kiwi (Actinidia Fungsi Zat aktif Gelling agent Carbomer 940 Propilenglikol Metil Paraben 0,18 0,18 0,18 0,18 Propil Paraben 0,02 0,02 0,02 0,02 Trietanolamine 3 tts 3 tts 3 tts Aquadest 100 ad 100 100 Humektan Zat pengawet Zat Pengawet 3 tts Pengemulsi Pelarut Penelitian Yuliani. Wibowo, dan Handayani . juga menekankan pentingnya uji stabilitas sediaan gel selama periode penyimpanan. Evaluasi yang mereka lakukan mencakup uji pH, daya sebar, organoleptis, serta homogenitas. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati dan mengukur hasil penggunaan ketiga face balm stick yang berbeda selama 28 hari pada penyimpanan suhu kamar dan 12 hari pada uji dipercepat (Cycling tes. yang dilakukan sebanyak 3 siklus. Pengamatan dan pengukuran dilakukan selama penyimpanan 28 hari meliputi uji pH, uji titik leleh, uji daya sebar, uji organoleptis, uji homogenitas, dan uji iritasi. Data yang diperoleh diolah secara deskriptif analitik kemudian dibuat dalam bentuk tabel berdasarkan hasil pengamatan yang telah HASIL Pembuatan Ekstrak Buah Kiwi Penelitian menggunakan buah kiwi (Actinidia delicios. sebanyak 1000 gram. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi dan dipekatkan menjadi ekstral kental dengan seperangkat alat rotary evaporator sehingga menghasilkan ekstrak kental buah kiwi 235,68 gram. Rendemen ekstrak etanol daun sirih cina yang diperoleh sebesar 23,57 gram. Uji Kestabilan Fisik Sediaan Suscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia delicios. Tabel 2. Hasil Pengamatan Evaluasi Sediaan Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia Pada Penyimpanan Suhu Kamar (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. Parameter Formula Kontrol F II F i Standar 5 Ae 6,5 6,14 5,94 6,02 6,36 5-7 cm Daya Sebar (C. Viskositas Warna Putih Kuning Kuning Kuning Kecoklatan Seragam. Bau Tidak Wangi Wangi Wangi buah kiwi buah kiwi buah kiwi Khas Gel Gel Gel Gel Gel homogen homogen homogen homogen Bentuk Hasil Pengamatan Evaluasi Sediaan Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia delicios. Setelah dilakukan Cycling Test Selama 3 Siklus didapat hasil nilai pH sediaan Sunscreen Spray Gel ekstrak buah kiwi (Actinidia delicios. cukup baik. Berdasarkan penelitian Martono dan Surhayani . menyatakan bahwa pH sediaan tabir surya memenuhi syarat jika berada di rentang pH 4,5- 7. Nilai pH yang di dapat pada sediaan Sunscreen Spray Gel ekstrak buah kiwi (Actinidia delicios. yaitu 5 baik pada sediaan penyimpanan suhu ruang maupun cycling test dimana nilai ini masih masuk dalam persyaratan standar nilai pH. Uji Daya Sebar Pada penelitian didapat hasil daya sebar yang berbeda-beda. Namun, nilai tersebut masih memnuhi persyaratan yaitu 5-7 cm. 6 Perbedaan tersebut kemungkinan dikarenakan oleh perbedaan jumlah ekstrak yang digunakan. Selain itu juga kemungkingan dipengaruhi oleh suhu penyimpanan. Tabel 3. Hasil Pengamatan Evaluasi Sediaan Sunscreen Spray Gel Ekstrak Buah Kiwi (Actinidia delicios. Setelah dilakukan Cycling Test Selama 3 Siklus Parameter Daya Sebar (C. Viskositas Formula Formula I Formula II Kontrol Homoge Homogenitas Homogen Homogen Warna Putih Kuning Bau Tidak Wangi Wangi khas buah buah kiwi Bentuk Gel Gel Kuning Gel Uji Homogenitas Kecenderungan kestabilan homogenitas juga dilaporkan dalam penelitian Noviyanty. Zulkifli, dan Wulandari . Pada formulasi gel ekstrak etanol biji edamame Formula dengan variasi konsentrasi HPMC sebagai i gelling agent, hasil uji menunjukkan bahwa partikel terdispersi secara merata dan tidak ditemukan adanya gumpalan baik pada awal maupun setelah penyimpanan. Hal ini menegaskan bahwa homogenitas merupakan Homogen parameter penting untuk menilai kualitas fisik sediaan gel. Dari tabel hasil pengujian Kuning Kecoklatan homogenitas Selama 28 hari penyimpanan pada suhu kamar dan setelah 12 hari pengujian Wangi khas stabilitas dipercepat . ycling tes. , hasil buah kiwi menunjukkan bahwa partikel dalam sediaan Sunscreen Spray Gel ekstrak buah kiwi Gel (Actinidia delicios. terdistribusi secara homogen tanpa terbentuknya gumpalan. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengamatan terhadap uji kestabilan fisik Sunscreen spray gel ekstrak buah kiwi (Actinidia delicios. yang ditinjau dari pH. Uji titik leleh. Uji daya sebar. Uji homogenitas, warna, bau dan iritasi kulit selama 28 hari penyimpanan pada suhu kamar dan selama 12 hari pada uji dipercepat (Cycling tes. terdapat hasil yang berbeda-beda dengan pembahasan sebagai berikut. Evaluasi pH Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Uji Viskositas Hasil viskositas paling rendah terdapat pada formula dengan konsentrasi ekstrak paling tinggi, sedangkan viskositas paling tinggi terdapat pada formula dengan konsentrasi ekstrak paling rendah. Temuan ini sejalan dengan penelitian Arum & Farida . yang melaporkan bahwa peningkatan konsentrasi zat aktif dalam gel cenderung meningkatkan nilai viskositas. Pada penelitian didapat viskositas paling rendah pada formula i (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. dimana konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah konsentrasi paling tinggi. Sedangkan viskositas tertinggi terdapat pada formula I dimana konsentrasi ekstrak yang digunakan paling rendah. Namun, secara keseluruhan nilai viskositas baik pada formula I, formula II, dan formula i serta sediaan cycling telah memenuhi syarat yaitu berkisar antara 500 Ae 5000 cPs. Uji Organopeltik Pada pengujian organoleptik, 30 responden dilibatkan untuk menilai perubahan warna, bau, dan kejernihan sediaan sunscreen spray gel ekstrak buah kiwi (Actinidia delicios. dengan variasi konsentrasi ekstrak (Formula I. II, dan . selama 28 hari penyimpanan. Evaluasi dilakukan pada hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28 serta dibandingkan sebelum dan sesudah dilakukan uji dipercepat . ycling tes. Hasil memenuhi persyaratan organoleptik yang baik, meliputi homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, warna, bau, kejernihan, serta tidak menimbulkan iritasi kulit. Berdasarkan hasil rekapitulasi. Formula II merupakan formula paling optimal karena menunjukkan kestabilan terbaik dengan perubahan organoleptik yang paling kecil dibanding formula lainnya. Hal ini sesuai dengan penelitian Salsabila et al. yang melaporkan bahwa kestabilan organoleptik tabir surya spray gel dipengaruhi oleh konsentrasi bahan aktif dan basis gel, serta Damarwati et al. yang menjelaskan bahwa evaluasi organoleptik merupakan parameter penting untuk menentukan kualitas dan penerimaan sediaan tabir surya berbahan KESIMPULAN DAN SARAN Ekstrak buah kiwi (Actinidia delicios. dapat diformulasikan menjadi sediaan sunscreen spray gel yang stabil dan memenuhi Formula II dengan konsentrasi ekstrak 15% merupakan formula paling kestabilan fisik, meliputi uji pH, homogenitas, daya sebar, viskositas, organoleptik, serta uji iritasi kulit selama 28 hari penyimpanan maupun setelah uji dipercepat. Untuk memperoleh hasil sediaan yang stabil, disarankan agar penyimpanan dilakukan pada suhu ruang yang terkontrol dan terhindar dari paparan cahaya langsung. Kondisi penyimpanan yang konsisten sangat penting karena fluktuasi suhu dan kelembaban dapat memengaruhi kestabilan pH, viskositas, dan sifat organoleptik sediaan sunscreen spray gel ekstrak buah kiwi. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Laboratorium Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang atas sarana dan prasarana serta dukungan teknis selama penelitian ini. Kami juga menyampaikan penghargaan kepada tim dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan berharga. DAFTAR PUSTAKA