PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Pelayanan Pastoral yang Holistik Apolos Dwi Kristantyo Sekolah Tinggi Teologi Sriwijaya Palembang apolos_dk@yahoo. Abstract: This article aims to describe the understanding of a healthy church and holistic pastoral ministry according to experts. For that purpose, this research uses descriptive-qualitative method. search of the characteristics of a healthy church can provide an understanding that the church is indeed continuing to show its growth. And the growth of the church does show signs or characteristics that are growing. One of the characteristics of a healthy church, which has not been widely discussed by experts, is holistic pastoral care. Keywords: healthy church. church growth. pastoral care. Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pengertian gereja yang sehat dan pelayanan pastoral yang holistik menurut para ahli. Untuk tujuan itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Penelusuran tentang ciri-ciri gereja yang sehat dapat memberikan pemahaman bahwa gereja memang sedang terus menunjukkan pertumbuhannya. Dan pertumbuhan gereja memang menampakkan tanda-tanda atau ciri-ciri yang semakin berkembang. Salah satu ciri dari gereja yang sehat, yang belum banyak dibahas oleh para ahli adalah pelayanan pastoral holistik. Kata kunci: Gereja yang sehat. pertumbuhan gereja. pelayanan pastoral. Pendahuluan Gereja yang sehat merupakan salah satu tema yang menarik untuk dibicarakan sepanjang zaman. Itu artinya bahwa membicarakan topik gereja yang sehat akan selalu relevan dan tidak pernah usang. Karena itu pembicaraan tentang gereja yang sehat perlu terus dilakukan supaya ditemukan pemikiran-pemikiran yang semakin mendalam dan pemahaman tentang gereja terus berkembang. Bahkan melalui diskusi tentang gereja yang sehat dapat membuat gereja yang kurang sehat atau mengalami kondisi-kondisi AusakitAy dapat diobati, sehingga menjadi sehat kembali. Artikel ini dibuat dalam rangka ikut memberikan pemikiran tentang gereja yang sehat. Dalam hal ini menemukan pemikiran-pemikiran para ahli tentang gereja yang sehat, menemukan ciri-ciri gereja yang sehat dan ikut menambahkan ciri gereja yang sehat (Tuai (Pakpahan. Pantan, and Handojo 2. (Saputri 2. , yang kemungkinan besar belum disebutkan sebagai salah satu ciri gereja sehat. Pelayanan pastoral yang holistik sebagai salah satu ciri gereja sehat, pelayanan pastoral yang holistik dapat diusulkan sebagai salah satu ciri gereja yang sehat. II. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan fungsi pelayanan pastoral yang holistik sebagai ciri gereja PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 yang sehat, melalui berbagai sumber bacaan atau literatur Ae buku, maupun jurnal-jurnal ilmiah teologi Kristen . ibrary researc. Hasil dan Pembahasan Hakikat Pelayanan Pastoral Pelayanan pastoral oleh gereja-gereja di Indonesia lebih dikenal dengan istilah AupenggembalaanAy, yaitu pelayanan yang dilakukan oleh seorang gembala atau pastor (Lati. Dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Lama, motif gembala adalah ekspresi dari penjagaan atau pemeliharaan Allah yang penuh dengan kasih. Hal ini nampak jelas dalam hubungan perjanjian Allah dengan Israel, sehingga Israel menjadi umat-Nya. Allah disebut sebagai penjaga Israel yang tidak terlelap dan tertidur (Mazmur 121:. Penjagaan atau pemeliharaan yang sama sebenarnya juga dipercayakan kepada tiap-tiap orang, yang diciptakan menurut gambar-Nya . apat dibandingkan Kej. Ungkapan tentang Allah sebagai gembala yang paling menakjubkan keluar dari mulut Yakub. Artinya ketika Yakub merenungkan hubungannya dengan Allah pada akhir kehidupannya yang penuh peristiwa-peristiwa, ia berbicara tentang Allah, demikian: AuAllah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang (Kej. Ay. Dan menurut Derek J. Tidball, ungkapan ini merupakan pernyataan yang luar biasa dari seorang yang telah mengalami pahit dan manisnya kehidupan, walau kebanyakan kepahitan itu merupakan akibat dari perbuatannya sendiri. (Tidball 2. Pelayanan pastoral atau penggembalaan di Perjanjian Baru sangat jelas karena melekat pada diri Tuhan Yesus. Dalam karya-Nya. Tuhan Yesus menyebut diri-Nya sebagai AuGembala Yang BaikAy (Yoh. Sebagai gembala yang baik, sebagaimana digambarkan oleh Yohanes. Ia mengenal domba-domba-Nya dan domba-domba-Nya mengenal-Nya. Ia menuntun dombadomba ke luar kandang dan mereka mengikuti-Nya. Ia membela mereka terhadap serangan serigala-serigala, dengan mempertaruhkan nyawa-Nya. Bukan hanya itu. Matius juga melukiskan pelayanan Tuhan Yesus secara berbeda: hati-Nya tergerak oleh belas kasihan terhadap orang banyak, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba-domba yang tidak memiliki gembala (Mat. Ia bukan saja menjaga dan melindungi domba-domba yang Ia gembalakan. Ia juga adalah gembala, yang Aumeninggalkan sembilan puluh sembilan ekor di padang dan pergi mencari seekor yang sesat sampai Ia menemukannyaAy (Luk. Dan menurut Abineno, yang dimaksud dengan mereka yang sesat atau yang hilang, ialah mereka, yang dalam masyarakat pada waktu itu dianggap sebagai orang-orang yang paling hina, yaitu: pelacurpelacur, pemungut-pemungut cukai, orang banyak yang tidak mengenal Torah, orang-orang yang cacat, orang-orang yang najis dan orang-orang yang dikucilkan dari pergaulan hidup sehari-hari. Orang-orang ini Ia bela dan dengan keras Ia mengancam orang-orang yang menindas mereka. (Abineno 2. Lain halnya dengan Petrus, yang dalam suratnya berbicara tentang Kristus sebagai AuGembala AgungAy . :25. Istilah ini luar biasa karena hanya terdapat dalam surat Petrus. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Karena itu menurut Tidball, ini merupakan predikat yang mengharukan yang dikenakan pada Kristus, lebih-lebih lagi karena predikat ini berasal dari pena seorang yang telah bertemu dengan Kristus yang bangkit dalam suatu perjumpaan yang tak mungkin terlupakan dan yang telah menerima amanat untuk Augembalakanlah segala domba-KuAy. (Tidball 2. Itu artinya Petrus telah menerima pelayanan pastoral atau penggembalaan dari Tuhan Yesus, serta telah mempercayakan pelayanan penggembalaan ini kepada para penantua atau pemimpin gereja pada waktu itu, sehingga pelayanan ini akan terus dikerjakan oleh setiap generasi kepada generasi berikutnya. Dan teladan utama pelayanan penggembalaan bagi orang-orang percaya adalah pada Sang Gembala Agung, yaitu Yesus Kristus. Fungsi-fungsi Pelayanan Pastoral Howard Clinebell, menuliskan empat fungsi penggembalaan sebagaimana yang dikemukakan William A. Clebsch dan Charles R. Jaekle, yaitu(Tidball 2. : Fungsi Menyembuhkan (Healin. Ae AuSuatu fungsi pastoral yang terarah untuk mengatasi kerusakan yang dialami orang dengan memperbaiki orang itu menuju keutuhan dan membimbingnya ke arah kemajuan di luar kondisinya terdahulu. Ay Kedua. Fungsi Mendukung (Sustainin. Ae AuMenolong orang yang sakit . agar dapat bertahan dan mengatasi suatu kejadian yang terjadi pada waktu yang lampau, di mana perbaikan atau penyembuhan atas penyakitnya tidak mungkin lagi diusahakan atau kemungkinannya sangat tipis sehingga tidak mungkin lagi Ay Ketiga. Fungsi Membimbing (Guidin. Ae AuMembantu orang yang berada dalam kebingungan dalam mengambil pilihan yang pasti . enyakinkan di antara berbagai pikiran dan tindakan alternatif/piliha. , pilihan yang dipandang mempengaruhi keadaan jiwa mereka sekarang dan pada waktu yang akan datang. Ay Keempat. Fungsi Memulihkan (Reconcilin. Ae AuUsaha membangun hubungan-hubungan yang rusak kembali di antara manusia dan sesama manusia dan di antara manusia dengan Allah. Ay Selanjutnya. Howard Clinebel menambahkan satu dari fungsi penggembalaan, fungsi yang juga bersifat mendasar dan merupakan suatu motif yang langgeng dalam sejarah gereja, yaitu: Memelihara dan mengasuh (Nurturin. (Clinebell 2. Emmauel Y. Lartey menyatakan bahwa selain ada empat fungsi klasik pelayanan pastoral, dalam definisi pelayanan pastoral yang ditawarkan oleh Clebsch dan Jaekle, yaitu menyembuhkan, mendukung, membimbing dan memulihkan, serta satu fungsi yang ditambahkan Clinebell, yaitu memelihara, setidaknya ada dua fungsi lainnya dalam pelayanan pastoral antar budaya dan konseling pastoral dalam banyak konteks budaya, yaitu: membebaskan dan memberdayakan. (Lartey 2. Dua fungsi pastoral yang terakhir ini merupakan pengembangan fungsi-fungsi pastoral yang sudah dilakukan gereja. Fungsi-fungsi pastoral yang pertama sampai kelima secara tradisional dilakukan gereja sebatas kepada warga jemaat. Tetapi fungsi pastoral membebaskan dan memberdayakan ini merupakan pelayanan pastoral gereja kepada PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Pelayanan Pastoral yang Holistik Menurut Daniel Susanto, pelayanan pastoral yang holistik adalah pelayanan pastoral yang mampu memberikan tanggapan pastoral atas berbagai persoalan yang terjadi. (Susanto 2. Hal ini tentu berkaitan dengan munculnya berbagai persoalan pelik, yang dapat membuat gereja mengalami kebingungan bagaimana bersikap dan memberikan jawaban. Salah satu persoalan pelik yang dihadapi gereja pada saat ini adalah Covid-19. Seperti sudah diketahui bersama bahwa sejak munculnya Covid-19 di Indonesia awal tahun 2020, gereja sepertinya gagap, sehingga berespon pro dan kontra atas himbauan dan kemudian perintah dari pemerintah agar tidak mengadakan ibadah tatap muka, melainkan ibadah secara Selanjutnya, sudah merupakan keharusan bagi gereja untuk menata pelayanan di saat pandemi Covid-19 ini. Hal ini berkaitan dengan pembatasan-pembatasan pelayanan para pelayan pastoral, seperti perkunjungan kepada jemaat yang sakit, pelayanan kepada jemaat yang terkenal Covid-19, pelayanan kedukaan terhadap keluarga yang memiliki anggota keluarga yang meninggar karena terpapar Covid-19, dll. Karena itu perlu ada strategi-strategi dan pendekatan-pendekatan baru dalam hal pelayanan pastoral yang holistik ini, terkhusus terhadap berbagai persoalan yang ditimbulkan pandemi Covid-19 ini. Selain persoalan pandemi Covid-19, persoalan pelik lainnya yang sedang dihadapi gereja-gereja di Indonesia pada masa kini adalah terjadinya bencana alam yang bertubi-tubi di tahun 2021, mulai Januari hingga awal Mei 2021. Bencana alam yang terjadi di tahun 2021 di antaranya adalah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan seribu, pada Sabtu, 9 Januari 2021, bencana lonsor di Sumedang juga terjadi pada 9 Januari 2021, banjir di Kalimantan Selatan, pada 12-14 Januari 2021, gempa Majene di Sulawesi Barat, 14 Januari 2021. Banjir dan Lonsor di Manado. Sulawesi Utara dan banjir bandang di NTT dan NTB pada 4 April 2021. Persoalan-persoalan pelik ini membutuhkan tanggapan pastoral dan layanan pastoral yang holistik. Berbagai persoalan yang diakibatkan terjadinya bencana alam ini adalah rasa kehilangan dan duka yang sangat mendalam. Menurut Totok S. Wiryasaputra, sangat disayangkan bahwa karena berbagai faktor, minat dan kepedulian pada kehilangan dan kedukaan masih sangat kurang. (Wiryasaputra 2. Karena berbagai persoalan yang telah menimbulkan kedukaan dan minat, serta kepedulian terhadap kedukaan yang masih sangat kurang, maka ia terpanggil menulis buku tentang pelayanan pastoral orang berduka. Dengan demikian tentu akan ada harapan bahwa pada suatu saat pelayanan pastoral holistik ini akan semakin terwujud. Pelayanan Pastoral yang Holistik untuk Gereja yang Sehat Sebagaimana pandangan Susanto dan Wiryasaputra di atas bahwa pelayanan pastoral yang holistik adalah pelayanan pastoral yang mampu memberikan tanggapan pastoral atas berbagai persoalan yang terjadi, maka gereja yang sehat adalah gereja yang telah melakukan pelayanan pastoral yang holistik. Karena gereja memang ditugaskan Allah untuk melakukan PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 bermacam-macam pelayanan,(Susanto 2. maka gereja tidak boleh mengabaikan pelayanan pastoral yang holistik. Menurut Howard Clinebell, garis besar pelayanan Gereja adalah khotbah atau pewartaan Kabar Baik yang berpusat pada pribadi, menyelenggarakan ibadah jemaat, pendidikan, penyelenggaraan pembinaan-pembinaan, kepemimpinan dan pengembangan jemaat, managemen organisasi, pelayanan kenabian . dan pelayanan transformasi (Clinebell 2. Pelayanan yang disebutkan oleh Clinebell yang terakhir dapat merupakan perwujudan dari pelayanan pastoral yang holistik pada masa kini. Karena itu Howard Clinebell sebenarnya sudah menolong kita melihat hubungan fungsi-fungsi pelayanan Gereja. Sebagai contoh dalam hal ini adalah hubungan khotbah dan Khotbah yang mengandung pertumbuhan memberi kesempatan yang teratur untuk menyampaikan pekabaran Kristen (Injil atau Kabar Bai. dalam cara yang meneguhkan kehidupan, meneguhkan harga diri, memelihara pertumbuhan, dan juga mengemukakan Khotbah dapat Aumengatakan kebenaran dalam kasihAy (Efesus 4:. Khotbah yang terpusat pada pribadi dapat menjadi penggembalaan dan konseling. Dengan keterlibatannya melalui penggembalaan di dalam problem-problem dan pengharapan-pengharapan, ketakutanketakutan dan mimpi-mimpi umatnya, pengkhotbah dapat memberi/membawa hikmat Alkitab berhubungan dengan keprihatinan-keprihatinan . yang nyata dari umatnya. Khotbah dialogis dapat dipermudah dengan menggunakan serangkaian dialog kecil sebelum dan sesudah khotbah sekitar tema alkitabiah atau masalah kehidupan yang sedang menjadi fokus Khotbah sering melahirkan berbagai kesempatan pastoral konseling. (Clinebell Menurut Daniel Susanto, konseling pastoral adalah upaya pertolongan yang dilakukan untuk mendampingi orang-orang meningkatkan diri atau mengatasi masalah yang sedang mereka hadapi. Dan konseling pastoral tidak sama dengan konseling-konseling yang lain sebab konseling ini bersifat pastoral. Konseling pastoral dilandasi oleh firman Tuhan. (Susanto 2. Artinya ketika seorang pastor atau gembala atau orang awam yang terlibat di dalam pelayanan konseling pastoral dengan seseorang yang lain, apakah ia Kristen atau non Kristen berpusat dengan firman Allah, dimana firman Allah menjadi pusat dan diberitakan, disini pelayanan misi sedang dikerjakan. Karena itu, untuk dapat melakukan pelayanan pastoral holistik sebagai salah satu ciri gereja yang sehat, maka gereja perlu memikirkan bentuk-bentuk pelayanan pastoral yang dapat dilakukan berkaitan dengan fungsi-fungsi pastoral yang ada. Pertama, yaitu menyembuhkan (Healin. Bentuk-bentuk pelayanan pastoral holistik, yang dapat dilakukan berkaitan dengan fungsi pastoral menyembuhkan adalah dengan pelayanan perkunjungan, pelayanan konseling pastoral, dll. Bentuk-bentuk pelayanan pastoral yang lebih dalam lagi, yang dapat dikembangkan dan dilakukan bagi jemaat, khususnya orang-orang yang sudah lanjut usia, serta masyarakat umum adalah mendirikan rumah-rumah singgah atau panti-panti jompo, termasuk Hospice. PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Kedua, fungsi mendukung (Sustainin. Bentuk-bentuk pelayanan pastoral holistik, yang dapat dilakukan berkaitan dengan fungsi pastoral mendukung adalah dengan pelayanan kehadiran . dan sapaan yang meneduhkan dan sikap yang terbuka, akan mengurangi penderitaan orang lain. (Beek 2. Selain itu adalah dengan meningkatkan pelayanan diakonia kepada orang sakit, menyediakan dana diakonia khusus bagi orang-orang miskin, merintis hubungan-hubungan kerjasama yang harmonis antara gereja dengan rumah sakit Kristen, dll. Ketiga, fungsi membimbing (Guidin. Berkaitan dengan fungsi membimbing ini. Daniel Susanto berpendapat bahwa fungsi membimbing sangat dibutuhkan dalam pelayanan pastoral di Indonesia saat ini. (Susanto 2. Hal ini disebabkan karena banyaknya pilihanpilahan hidup yang sangat penting yang harus diambil oleh masyarakat. Karena itu bentukbentuk pelayanan pastoral holistik yang dapat dilakukan berkaitan dengan fungsi pastoral yang ketiga adalah melalui peningkatan kualitas persekutuan komisi-komisi di gereja, mulai sekolah minggu, remaja, pemuda-pemudi, muda dewasa, wanita, pria, keluarga muda, lanjut usia, dll, sehingga wadah ini menjadi sarana dimana setiap jemaat mendapatkan pengarahan dan bimbingan. Hal lain yang dapat dikembangkan adalah pembinaan-pembinaan lanjutan yang berupa seminar-seminar dan retreat. Keempat, fungsi memulihkan (Reconcilin. Menurut Lartey memulihkan atau mendamaikan melibatkan penyatuan kembali pihak-pihak yang telah menjadi terasing atau tersingkir dari satu sama lain. Bagian-bagian itu dapat berkisar dari individu-individu melalui kelompok-kelompok kecil sampai kepada bangsa. (Lartey 2. Dan berkaitan dengan fungsi mendamaikan ini. Daniel Susanto juga berpendapat bahwa fungsi mendamaikan memainkan peranan yang sangat penting dalam pelayanan pastoral di Indonesia. (Susanto 2. Hal ini didasarkan pada banyaknya konflik yang terjadi di Indonesia, baik itu konflik pribadi maupun konflik sosial. Karena itu bentuk-bentuk pelayanan pastoral holistik yang dapat dilakukan berkaitan dengan fungsi pastoral yang keempat adalah melalui konseling pastoral, pastoral sosial, konseling kelompok, pembinaan tentang problem solving dan transformasi konflik, dll. Kelima. Fungsi Memelihara atau mengasuh (Nurturin. Menurut Clinebel Memelihara atau mengasuh adalah Aumemampukan orang untuk mengembangkan potensi-potensi yang diberikan Allah kepada mereka, disepanjang perjalan hidup mereka dengan segala lembahlembah, puncak-puncak dan dataran-datarannya. Ay(Clinebell 2. Sedangkan menurut Aart Van Beek mengasuh merupakan usaha melihat kira-kira potensi apa yang dapat ditumbuhkembangkan di dalam kehidupannya sebagai kekuatan yang yang dapat diandalkan untuk tetap melanjutkan kehidupan. (Beek 2. Dengan demikian bentuk-bentuk pelayanan pastoral holistik yang dapat dilakukan berkaitan dengan fungsi pastoral yang kelima bisa jadi sama dengan bentuk pelayanan pastoral fungsi ketiga, yaitu memaksimalkan pembinaan melalui komisi-komisi gereja. Keenam, fungsi membebaskan. Menurut Lartey. Membebaskan melibatkan proses yang rumit dan halus, meningkatkan kesadaran tentang sumber dan penyebab penindasan dan dominasi dalam masyarakat. Ini memerlukan pemeriksaan kritis dan analitis kedua sumber PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 personal dan struktural, penyebab dan perkembangan dalam pembentukan situasi saat Di samping peningkatan kesadaran, ada tugas penting mempertimbangkan pilihan yang tersedia untuk perubahan. Karena pasti ada tingkat yang sangat banyak di mana dimungkinkan bagi seseorang untuk mengalami perbudakan. Pada tingkat "mental", perbudakan mengungkapkan dirinya dalam ketidakmampuan untuk berpikir untuk dan oleh diri sendiri. Orang-orang yang begitu terikat ketika mereka tergantung sepenuhnya pada orang lain untuk berfikir dan percaya. pada tingkat "sosial" perbudakan dapat ditemukan dalam ketergantungan budak pada orang lain dalam lingkaran sosial seseorang atau di luar itu. Kelompok dominan dalam masyarakat dapat menekan pandangan dan ekspresi dari kelompok lain melalui paksaan, ancaman dan intimidasi atau meminggirkan atau meremehkan (Lartey 2. Pelayan pastoral dipanggil untuk terlibat dalam aksi sosial dan budaya untuk pembebasan pribadi dan komunal. Adapun bentuk-bentuk pelayanan pastoral holistik yang dapat dilakukan berkaitan dengan fungsi pastoral yang keenam adalah melalui kegiatan aksi-aksi sosial, sehingga terjadi kegerakan yang benar-benar dapat membebaskan deskriminasi-deskriminasi dan stratifikasi-stratifikasi yang selama ini memperbudak Selain itu penggagasan berdirinya atau terbentuknya credit union atau koperasi simpan pinjam sebagai pelayanan komunitas dapat di lakukan di lingkungan gereja tau masyarakat desa. Karena Credit Union yang dimiliki anggota bila dikelola dengan baik dapat membebaskan anggota atau masyarakat yang terlilit hutang atau sandera pelaku-pelaku Ketujuh, fungsi memberdayakan. Menurut Emmauel Y. Lartey, istilah AupemberdayaanAy baru-baru ini telah digunakan di dalam diskusi untuk menunjuk ke proses penilaian kembali karakteristik diri dan personal bersama-sama dengan mencari dan menggunakan sumber daya yang tersedia di luar diri sendiri, sedemikian rupa untuk mengaktifkan dan memotivasi orangorang dan kelompok untuk berpikir dan bertindak dengan cara-cara yang akan menghasilkan kebebasan yang lebih besar dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat dimana mereka menjadi bagian. Memberdayakan kaum miskin telah menjadi slogan hampir universal. utara seperti di selatan, pemberdayaan telah semakin menganjurkan di belakang pengecualian kemiskinan, polarisasi, marjinalisasi dan sosial meningkat. Di utara, mungkin barat negara mengalami resesi ekonomi dan restrukturisasi ekonomi mereka, sehingga jumlah orang yang bersinar didorong ke pengangguran jangka panjang atau bergaji rendah karena pekerjaan tidak Di selatan, hasil resesi dan restrukturisasi bahkan lebih dahsyat. (Lartey 2. Maka bentuk-bentuk pelayanan pastoral holistik yang dapat dilakukan berkaitan dengan fungsi pastoral yang ketujuh adalah membentuk komunitas-komunitas minat atau hobi, baik dalam bidang olah raga maupun pekerjaan. Karena di suatu gereja dan masyarakat tentu ada sebagian jemaat yang memiliki minat-minat yang sama. Sebagai contoh: kelompok yang berminat dalam bidang olah raga sepak bola, kelompok petani karet, kelompok pedagang karet, kelompok tukang kayu, dll. Sehingga kelompok ini dapat dipakai sebagai sarana pemberdayaan gereja dan atau masyarakat PROSIDING SEMINAR NASIONAL STT SUMATERA UTARA Gereja yang Sehat e-ISSN: 2798-8244 Vol. No. 1, 2021 Dengan demikian, sebagaimana kata AupastorAy dan AupoimenAy, pelayanan pastoral atau penggembalaan, tujuan pelaksanaan pelayanan penggembalaan bukanlah supaya gedung gereja menjadi penuh, atau supaya gereja menjadi kudus. Tetapi tujuan terakhir dari penggembalaan adalah: Supaya Jemaat Yesus Kristus dibangun. Kalau dalam jemaat tiap-tiap anggota menjadi anggota jemaat yang hidup, yang tahu akan panggilannya, maka jemaat atau gereja itu akan menjadi suatu jemaat yang hidup atau gereja yang sehat. (Bons-Storm 2. IV. Kesimpulan Sesungguhnya pelayanan pastoral yang holistik di gereja-gereja Indonesia, hingga kini belumlah sempurna atau belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor belum maksimalnya pelayan pastoral holistik di gereja-gereja Indonesia adalah pertumbuhan gereja. Gereja belum benar-benar bertumbuh dan sehat. Karena itu perlu terus dipikirkan metode-metode atau pendekatan-pendekatan baru di dalam pelayanan pastoral holistik ini, sehingga gereja terus mengalami pertumbuhan dan gereja menjadi gereja yang Dengan adanya pelayanan pastoral yang holistik, yaitu pelayanan pastoral yang merupakan salah satu ciri gereja yang sehat, maka pelayanan gereja benar-benar membuat Nama Tuhan Yesus dipermulikan sampai ke ujung Bumi. Referensi