Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 220-227 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Kompetensi Mahasiswa PGPAUD Sebagai Calon Guru Pada Program P3K UPI Yulia Nurfidanova1. Risbon Sianturi2. Edi Hendri Mulyana3 Info Artikel Abstract Keywords: Teacher Competence. Early Childhood Education. Professional Education Strengthening Program (P3K) Teachers play a central role in determining the success of education, especially at the early childhood education level. In facing the challenges of the 21st century, which demand digital literacy and increasingly complex professional competencies, prospective early childhood education teachers (PAUD) need to be comprehensively prepared through educational programs that integrate theory and practice. This study aims to describe the competency levels of PGPAUD students at Universitas Pendidikan Indonesia during their participation in the Professional Education Strengthening Program (P3K). The research employs a quantitative approach with a descriptive method, and the data were analyzed using frequency tabulation to illustrate the distribution. The sample consists of 191 students selected through proportional random sampling. The research instrument used was a Likert scale questionnaire measuring three key aspects of competence: knowledge, skills, and attitudes. The results showed that 53. 40% of students fell into the very high category and 46. 60% into the high category, with no respondents in the medium, low, or very low categories. These findings indicate that PGPAUD UPI students possess strong competencies as prospective professional teachers ready to meet the demands of 21stcentury education. The theoretical contribution of this study reinforces MulyasaAos theory of teacher competence, which emphasizes the importance of mastery in knowledge, skills, and attitudes as the main pillars of teacher competence. Practically, the results of this study can serve as an evaluation and continuous improvement tool for the curriculum and implementation of the P3K Program, thereby better preparing PGPAUD students to become professional, adaptive, and innovative teachers. Kata kunci: Kompetensi Guru. Pendidikan Anak Usia Dini. Program P3K. Abstrak Guru memiliki peran sentral dalam menentukan keberhasilan pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini. Dalam menghadapi tantangan abad ke-21 yang menuntut literasi digital dan kompetensi profesional yang semakin kompleks, calon guru PAUD perlu dipersiapkan secara komprehensif melalui program pendidikan yang mengintegrasikan teori dan praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kompetensi mahasiswa PGPAUD Universitas Pendidikan Indonesia selama Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Kota Tasikmalaya. Indonesia Email: yuliaanurfidaa@upi. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Kota Tasikmalaya. Indonesia Email: risbonsianturi@upi. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Kota Tasikmalaya. Indonesia Email: edihm@upi. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 mengikuti Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, serta teknik analisis berupa tabulasi frekuensi untuk menggambarkan distribusi Sampel penelitian terdiri atas 191 mahasiswa yang ditentukan melalui teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner skala Likert yang mengukur tiga aspek kompetensi utama, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,40% mahasiswa termasuk dalam kategori sangat tinggi dan 46,60% berada dalam kategori tinggi, tanpa adanya responden yang termasuk kategori sedang, rendah, atau sangat rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa PGPAUD UPI memiliki kompetensi yang baik sebagai calon guru profesional yang siap menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21. Kontribusi teoretis dari penelitian ini memperkuat teori kompetensi guru yang dikemukakan oleh Mulyasa, yang menegaskan pentingnya penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai pilar utama kompetensi guru. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam kurikulum dan pelaksanaan Program P3K, sehingga semakin mampu mempersiapkan mahasiswa PGPAUD menjadi guru yang profesional, adaptif, dan inovatif. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 30 Juni 2025 05 Agustus 2025 08 Agustus 2025 11 Agustus 2025 Cara Mensitasi Artikel: Nurfidanova. Sianturi. , & Mulyana. Kompetensi Mahasiswa PGPAUD Sebagai Calon Guru pada Program P3K UPI . Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 220227, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Risbon Sianturi, risbonsianturi@upi. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses sepanjang hayat yang terjadi dalam berbagai konteks dan situasi, berkontribusi besar terhadap perkembangan individu secara menyeluruh (Pristiwanti et al. Bidang pendidikan memainkan peran vital dan strategis dalam pembangunan nasional serta menjadi kunci utama peningkatan kecerdasan masyarakat (Ningrum. , 2. Disebutkan bahwa AuEducation is an investment in the development of human resources and is seen as a basic need for every country or people who want to progressAy artinya pendidikan merupakan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan dipandang sebagai kebutuhan dasar bagi setiap negara atau masyarakat yang ingin maju (Shavkidinova et. , 2. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Tujuan lain dari pendidikan adalah membentuk individu yang memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang berguna dalam kehidupannya (Choli, 2. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Guru memiliki peran sentral dalam menjamin keberhasilan proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan (Aliyyah et al. , 2. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi fasilitator dan motivator dalam proses belajar mengajar (Abidin, 2. Tugas utama guru mencakup mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berkaitan dengan penanaman nilai-nilai, mengajar berfokus pada transfer ilmu dan teknologi, sedangkan melatih diarahkan untuk pengembangan keterampilan peserta didik (Sopian, 2. Disinilah masalah yang dimiliki oleh kualitas pendidikan Indonesia salah satu penyebabnya adalah rendahnya kompetensi guru (Nur & Fatonah, 2. Maksud kompetensi disini yaitu kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat diukur dan ditunjukkan melalui kinerja nyata (Latif & Khairani, 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) disebutkan bahwa guru harus memiliki kompetensi sebagai fasilitator pembelajaran diberbagai jenjang pendidikan. Hal ini diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 10 Ayat . yang menyebutkan empat kompetensi utama guru yaitu pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional (Nur & Fatonah, 2. Selain menjadi syarat profesionalisme, kompetensi juga mencerminkan tanggung jawab moral dan etika profesi (Lailatilfadla et al. , 2. Secara khusus, guru dituntut untuk memiliki salah satu kompetensi pedagogik sebagai nilai yang dimiliki guru dalam mengelola pembelajaran diantaranya mencakup kemampuan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara profesional (TabiAoin, 2. Sejalan dengan AuThe importance of a teacher having pedagogical competence is that teacherAos can develop their studentAos abilities maximallyAy artinya guru penting memiliki kompetensi pedagogik yang dimana nantinya guru dapat mengembangkan kemampuan siswanya secara maksimal yang dimana hal ini merupakan bagian dari tugas guru sebagai fasilitator (Sudargini & Purwanto, 2. Guru yang memiliki kompetensi unggul akan mampu mencetak lulusan yang berkualitas serta mendorong tercapainya tujuan pendidikan (Nuraini & Sianturi, 2. Guru yang kompeten juga cenderung menampilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan guru yang memiliki tingkat kompetensi rendah (Damanik, 2. AuA teacher who has good competencies, including academic competence, character competence, social competence, and professional competence is believed to help the person improve his performanceAy artinya guru yang memiliki kompetensi yang baik meliputi kompetensi akademik, karakter, sosial dan profesional diyakini dapat membantu seseorang meningkatkan kemampuannya (Indajang et. , 2. Sejalan dengan pendapat tersebut, tanpa adanya upaya peningkatan kualitas dan persiapan guru yang matang, perbaikan sistem pendidikan akan sulit diwujudkan. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai calon pendidik juga perlu membekali diri dengan kompetensi dasar sejak dini agar dapat menjalankan profesinya secara maksimal di masa depan (Arqam, 2. Tingginya kompetensi yang dimiliki oleh pendidik, maka semakin baik pula kualifikasi mereka yang berdampak pada mutu pembelajaran (Ali, 2. Upaya mempersiapkan calon pendidik yang kompeten. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai salah satu institusi pendidikan menciptakan Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K) yang memiliki peran dalam menjawab permasalahan ini. P3K UPI ini adalah pengembangan program dari Program Pengenalan Lapangan Satuan Pendidikan (PPLSP). Melalui program ini mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam dunia pendidikan formal, termasuk praktik pembelajaran, pengembangan bahan ajar, dan manajemen sekolah. Program ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia salah satunya yaitu mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD). Mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil dan ditempatkan di sekolah mitra selama 113 hari kerja untuk menjalankan tugas akademik dan non akademik. Tagihan mahasiswa yang harus dilaporkan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 selama kegiatan diantaranya Praktik Mengajar. Pengembangan Bahan Ajar dan Media Pendidikan. Praktik Penilaian Hasil Belajar. Praktik Manajemen Sekolah, dan Pengembangan Ekstrakurikuler. Pelaksanaan P3K ini tentu dipengaruhi oleh semua komponen yang ada pada lembaga tempat mereka bertugas seperti kurikulum, strategi pembelajaran, kebiasaan, fasilitas atau hal lainnya yang mempengaruhi proses pelaksanaan P3K. Saat P3K dilaksanakan, mahasiswa menggunakan kurikulum nasional yang diselenggarakan lembaganya yaitu kurikulum merdeka. Kurikulum ini diciptakan oleh Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi (Kemendikbud Riste. Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya pembelajaran dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi pada siswa. Kurikulum Merdeka menitikberatkan pada penguasaan materi esensial, penguatan karakter, serta pengembangan kompetensi siswa. Kurikulum ini mengusung prinsip "merdeka belajar", yang meluaskan peserta didik dan satuan pendidikan untuk mengeksplorasi minat serta bakat secara lebih mendalam (Purnawanto, 2. Di samping itu. Kurikulum Merdeka menuntut peran guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik siswa (Firmansyah, 2. Namun kompetensi mahasiswa PGPAUD di lapangan khususnya pada program P3K UPI belum banyak diteliti secara mendalam. Terutama terbatasnya penelitian yang spesifik mengkaji keterkaitan antara kompetensi mahasiswa dalam aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Padahal sesuai Undang-Undang di Indonesia guru dituntut harus memiliki kemampuan kompetensi yang tinggi. Celah inilah yang menjadi landasan utama dalam penelitian ini memiliki kebaruan dalam hal mengungkap kompetensi mahasiswa PGPAUD sebagai calon guru dibawah sistem kurikulum merdeka. Selain itu, penelitian ini juga berkontribusi dalam memberikan gambaran empiris mengenai mahasiswa menghadapi tuntutan profesi guru yang semaki kompleks di era pendidikan masa kini. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan secara sistematis tingkat kompetensi mahasiswa PGPAUD sebagai calon guru pada Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K) UPI. Penelitian difokuskan pada tiga aspek utama kompetensi, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang diukur menggunakan instrumen berupa kuesioner skala Likert. Instrumen penelitian telah melalui tahap uji validitas, baik validasi ahli . xpert judgmen. untuk memastikan kesesuaian isi instrumen dengan indikator kompetensi, maupun uji validitas empiris melalui perhitungan statistik . isalnya uji korelasi item-tota. Selain itu, dilakukan uji reliabilitas dengan menghitung koefisien CronbachAos Alpha untuk memastikan konsistensi internal instrumen. Hasil data dianalisis secara kuantitatif dengan mengkategorikan skor responden ke dalam lima kategori, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Populasi penelitian ini berjumlah 363 mahasiswa PGPAUD, dengan jumlah sampel sebanyak 191 mahasiswa yang diperoleh berdasarkan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling untuk memastikan keterwakilan mahasiswa dari seluruh kampus Universitas Pendidikan Indonesia yang mengikuti program P3K. Analisis data dilakukan melalui tabulasi frekuensi dan persentase untuk menggambarkan distribusi tingkat kompetensi mahasiswa yang kemudian disajikan secara deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran empiris mengenai kesiapan mahasiswa sebagai calon guru PAUD dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis tingkat kompetensi yang dilakukan pada mahasiswa prodi PGPAUD yang sedang melakukan praktik P3K telah menunjukan hasil. Proses penelitian ini berlangsung selama tiga bulan dimulai dari Februari Ae April dengan menyebarkan instrumen kuesioner kepada mahasiswa PGPAUD Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 UPI melalui email. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 363 mahasiswa dengan total responden sebanyak 199 mahasiswa sesuai dengan hasil perhitungan minimum sampel menggunakan rumus slovin berjumlah 191 mahasiswa. Jumlah soal yang disebarkan dalam kuesioner sebanyak 60 soal dengan rincian 28 soal aspek pengetahuan, 12 soal aspek keterampilan, dan 20 soal aspek sikap. Soal kuesioner ini diambil dari dimensi teori para ahli terkait yang diturunkan menjadi instrumen. Pengisian kuesioner ini menggunakan 5 skala likert yang berisi selalu, sering, kadang-kadang, jarang, dan tidak pernah. Data yang telah terkumpul, diolah melalui beberapa tahap. Pertama, data diuji prasyarat analisis data yaitu normalitas, homogenitas dan uji beda. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tersebut hasilnya tidak normal, dan ketidak normalan data tersebut tidak memenuhi syarat untuk diuji lebih lanjut yaitu uji homogenitas dan uji beda. Kedua, data dikategorikan menjadi 5 kategorisasi dengan rumus perhitungan persentase menurut Saifuddin Azwar diantaranya sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Ketiga, hasil perhitungan kategorisasi dianalisis statistik deskriptif dan diinterpretasikan menjadi hasil penelitian untuk menjawab permasalahan sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh gambaran kompetensi mahasiswa PGPAUD aspek pengetahuan menunjukkan sebanyak 3 mahasiswa . %) dalam kategori sedang, 98 mahasiswa . %) dalam kategori tinggi, dan 98 mahasiswa . %) dalam kategori sangat tinggi. Data ini dapat dilihat lebih jelas dalam tabel sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Kategori Mahasiswa Calon Guru PAUD Aspek Pengetahuan Kategori Frekuensi . Persentase (%) Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh gambaran kompetensi mahasiswa PGPAUD aspek keterampilan menunjukkan sebanyak 51 mahasiswa . ,6%) dalam kategori sedang, 147 mahasiswa . ,8%) dalam kategori tinggi, dan 1 mahasiswa . ,5%) dalam kategori sangat tinggi. Data ini dapat dilihat lebih jelas dalam tabel sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Kategori Mahasiswa Calon Guru PAUD Aspek Keterampilan Kategori Frekuensi . Persentase (%) Sangat Tinggi 25,6% Tinggi 73,8% Sedang 0,5% Rendah Sangat Rendah Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh gambaran kompetensi mahasiswa PGPAUD aspek sikap menunjukkan sebanyak 95 mahasiswa . %) dalam kategori tinggi, dan 104 mahasiswa . %) dalam kategori sangat tinggi. Data ini dapat dilihat lebih jelas dalam tabel sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Kategori Mahasiswa Calon Guru PAUD Aspek Sikap Kategori Frekuensi . Persentase (%) Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh gambaran kompetensi mahasiswa PGPAUD dengan tiga aspek kompetensi yang dijumlahkan skor nya yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap, menghasilkan sebanyak 102 mahasiswa . ,40%) termasuk dalam kategori sangat tinggi, sementara 89 mahasiswa . ,60%) berada pada kategori tinggi. Tidak ditemukan mahasiswa yang termasuk kedalam kategori sedang, rendah, maupun sangat rendah. Data ini dapat dilihat lebih jelas pada tabel sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Kategori Mahasiswa Calon Guru PAUD Kategori Frekuensi . Persentase (%) Sangat Tinggi 53,40% Tinggi 46,60% Sedang Rendah Sangat Rendah Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa PGPAUD UPI telah memiliki bekal kompetensi yang sangat baik dalam mengelola pembelajaran, yang mencerminkan kesiapan mereka dalam menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21 selama melaksanakan program P3K UPI. Selanjutnya, peneliti membahas data kompetensi mahasiswa sebagai calon guru berdasarkan standar kompetensi pendidik. Hasil ini sejalan dengan teori kompetensi guru dari Mulyasa, yang menegaskan bahwa guru wajib memiliki tiga dimensi kompetensi: pengetahuan, keterampilan, dan sikap (Rahmawati & Asmin, 2. Mahasiswa PGPAUD yang mengikuti program P3K ini menunjukkan tingkat kompetensi yang tinggi dalam aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Ketiga aspek ini selaras dengan dimensi kompetensi guru yang harus dimiliki dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya. Selain itu, capaian kompetensi tinggi ini juga mendukung pernyataan Shulman . mengenai pentingnya Pedagogical Content Knowledge (PCK) yang menggabungkan pemahaman materi, strategi pembelajaran, dan pengetahuan tentang karakteristik peserta didik (Pitra et al. Tingginya capaian mahasiswa menunjukkan mereka telah memiliki kesiapan pedagogis dan substansial sebagai calon guru PAUD yang profesional. Namun demikian, perlu dikritisi bahwa tidak ditemukannya mahasiswa dalam kategori sedang ke bawah dapat menimbulkan kesan bias atau homogenitas data yang terlalu ideal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keberhasilan program akademik yang sudah terstruktur, motivasi tinggi mahasiswa peserta P3K, atau kemungkinan respon bias dalam pengisian kuesioner. Oleh karena itu, perlu kehati-hatian dalam menggeneralisasi hasil penelitian ini. Lebih lanjut, hasil penelitian ini juga dibandingkan dengan beberapa penelitian sejenis Misalnya, penelitian oleh Mashfufah et. yang menemukan bahwa kompetensi mahasiswa dianggap baik oleh kepala sekolah sebesar 72,93% dan guru pamong 62,06%. Penelitian lain Merdekawaty et. juga melaporkan temuan serupa, bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kompetensi yang baik. Sementara penelitian oleh Fidesrinur . menyoroti bahwa kompetensi mahasiswa selama mengikuti program meningkat terutama dipengaruhi oleh peran dosen pembimbing dan guru pamong. Perbandingan ini memperkuat temuan penelitian bahwa mahasiswa PGPAUD UPI memang memiliki tingkat kompetensi yang relatif lebih merata di kategori tinggi dan sangat tinggi. Namun, juga menunjukkan bahwa temuan ini cukup berbeda karena tidak ada satupun responden yang berada pada kategori sedang ke bawah. Hal ini dapat dijadikan refleksi untuk penelitian lanjutan, misalnya dengan mengeksplorasi lebih jauh faktor-faktor internal dan eksternal yang mendukung capaian kompetensi tinggi mahasiswa. Dengan demikian, temuan ini tidak hanya mendukung teori Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Mulyasa dan Shulman, tetapi juga memperluas literatur tentang profil kompetensi mahasiswa calon guru PAUD di Indonesia. Penelitian ini juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi program P3K untuk memastikan penguatan kompetensi mahasiswa tetap terjaga dan merata, sekaligus menjadi dasar penyusunan kurikulum dan program pendampingan yang lebih responsif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa PGPAUD Universitas Pendidikan Indonesia yang mengikuti program P3K telah memiliki tingkat kompetensi yang sangat baik. Dari 191 responden, diperoleh sebanyak 102 mahasiswa . ,40%) berada dalam kategori sangat tinggi dan 89 mahasiswa . ,60%) dalam kategori tinggi, tanpa adanya mahasiswa yang termasuk dalam kategori sedang, rendah, maupun sangat rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa program P3K secara efektif mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi profesional yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Hasil ini memperkuat relevansi teori kompetensi guru serta menegaskan pentingnya pengembangan berkelanjutan kompetensi pedagogik guru untuk menghadapi tuntutan abad ke-21 dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya kebijakan kurikulum yang semakin terintegrasi antara teori dan praktik, sehingga penguatan kompetensi mahasiswa dapat berlangsung lebih sistematis dan merata. Sebagai rekomendasi praktis, institusi pendidikan tinggi diharapkan dapat memperluas ruang praktik lapangan, memperkuat pendampingan dosen, serta menyediakan pelatihan berbasis kebutuhan yang kontekstual dengan perkembangan zaman. Untuk arah penelitian selanjutnya, disarankan dilakukan uji longitudinal atau eksperimen untuk menilai efektivitas program P3K secara lebih mendalam dan berkelanjutan, sehingga dapat diketahui sejauh mana pengaruh program ini terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru PAUD. DAFTAR KEPUSTAKAAN Abidin. Kreativitas Guru Menggunakan Model Pembelajaran Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 11. , https://doi. org/10. 30863/didaktika. Ali. Optimalisasi Kompetensi Kepribadian Dan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Mengajar. Ar-Rusyd: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1. , 94-111. https://doi. org/10. 61094/arrusyd. Aliyyah. Widyasari. Mulyadi. Ulfah. , & Rahmah. Guru Berprestasi Sumber Daya Manusia Pengembang Mutu Pendidikan Indonesia. Journal of Administration and Educational Management (Alignmen. , 2. , 157-165. https://doi. org/10. 31539/sn4htn11 Arqam. Kompetensi Profesional Guru: Keterampilan Dasar Mengajar. In Jurnal Perguruan: Conference Series 1. , 1-8. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar. https://repository. id/id/eprint/1136 Choli. Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan Islam. Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam, 2. , 35-52. https://doi. org/10. 34005/tahdzib. Damanik. Hubungan Kompetensi Guru Dengan Kinerja Guru. Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan, 8. , 1-8. https://doi. org/10. 37755/jsap. Firmansyah. Proses Perubahan Kurikulum K-13 Menjadi Kurikulum Merdeka. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5. , 1230-1240. https://doi. org/10. 31004/edukatif. Fitria. Praktek Pengalaman Lapangan Studi Evaluatif terhadap Pelaksanaan PPL Mahasiswa PAUD Universitas Al Azhar Indonesia Tahun 2015/2016. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 3. , 346-358. http://dx. org/10. 36722/sh. Indajang. Halim. , & Sudirman. The Effectiveness Of Teacher Performance In Terms Of The Aspects Of Principal Leadership. Organizational Culture. And Teacher Competence. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 2nd Annual Conference on blended learning, educational technology and Innovation (ACBLETI 2. Atlantis Press. Lailatilfadla. Akmalia. Hasri. Putri. , & Situmorang. Pola Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Kepribadian Guru. IKAMAS: Jurnal Informasi Keagamaan. Manajemen Strategi, 2. , https://ikamas. org/jurnal/index. php/ikamas/article/view/14 Latif. , & Khairani. Kompetensi Guru Perspektif Teori dan Perundang-Undangan. Tasyri: Jurnal Tarbiyah-Syariah-Islamiyah, 31. , 78-86. https://doi. org/10. 52166/tasyri. Mashfufah. Setiasih. , & Eliyawati. Pendapat Kepala Sekolah Dan Guru Pamong Tentang Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Plp Pgpaud. Edukids: Jurnal Pertumbuhan. Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini, 13. , 194-207. https://doi. org/10. 17509/edukid. Merdekawaty. , & Suryani. Analisis Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 16. , 103-109. https://doi. org/10. 30599/jti. Ningrum. Pengembangan Sumber Daya Manusia Bidang Pendidikan. Jurnal Geografi Gea, 9. , 1 Ae 9. https://doi. org/10. 17509/gea. Nur. , & Fatonah. Paradigma Kompetensi Guru. Jurnal PGSD Uniga, 1. , 12-16. https://doi. org/10. 52434/jpgsd. Nuraini. , & Sianturi. Ketidakmerataan Gaji Pada Tokoh Pendidik Anak Usia Dini. Renjana Pendidikan Dasar, 4. , https://prospek. id/index. php/renjana/article/view/1099 Pitra. Wiyoko. , & Habibie. Workshop Pedagogical Knowledge Guru Muhammadiyah Kabupaten Bungo Untuk Meningkatkan Keterampilan Abad 21. Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), https://doi. org/10. 52060/jppm. Pristiwanti. Badariah. Hidayat. , & Dewi. Pengertian Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4. , 7911-7915. https://doi. org/10. 31004/jpdk. Purnawanto. Perencanakan Pembelajaran Bermakna Dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jurnal pedagogy, 15. , 75-94. https://doi. org/10. 63889/pedagogy. Rahmawati. , & Asmin. Motivasi. Komitmen Organisasi. Kompetensi Dan Dampaknya Terhadap Kinerja Guru. Jurnal Manajemen, 12. , 52-65. http://dx. org/10. 32832/jmuika. Shavkidinova. Suyunova. , & Kholdarova. Education Is An Important Factor In Human and Country Development. Current Research Journal Of Pedagogics, 4. , 27-34. https://doi. org/10. 37547/pedagogics-crjp-04-01-04 Sopian. Tugas. Peran. Dan Fungsi Guru Dalam Pendidikan. Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 1. , https://doi. org/10. 48094/raudhah. Sudargini. , & Purwanto. The Effect Of Teachers Pedagogic Competency On The Learning Outcomes Of Students. Journal of Industrial Engineering & Management Research, 1. , 1-8. https://doi. org/10. 7777/jiemar. Tabi'in. Kompetensi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Mtsn Pekan Heran Indragri Hulu. Al-Thariqah, 1. , https://doi. org/10. 25299/althariqah. Universitas Pendidikan Indonesia. Pedoman Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K). Direktorat Pendidikan. Divisi Pendidikan Profesi Guru dan Jasa Keprofesian.