Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal HUBUNGAN OBESITAS DENGAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER KETIGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BAJA KOTA BATAM CINDY CLAUDIA SIANTURI1 . SAVITRI GEMINI2 . ROZA ERDA3 Mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Institut Kesehatan Mitra Bunda1. Dosen Prodi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Institut Kesehatan Mitra Bunda 2,3 Email: savitrigemini79@gmail. Abstract:Prelelclampsia is a pregnancy complication that can increase maternity and feltal morbidity and mortality. Obesity is known as an important risk factor associateld with the incidence of preeclampsia. to determin the relationship between obesity and preeclamsia in third trimester pregnant women in the working area of Lubuk Baja Community Helalth Center. Batam City in 2025. This type of research use observationa with a cross-selctional Thel study population was all third trimester pregnant women in the working area of Lubuk Baja Community Health Center, with a sample of 41 respondents selelcteld through a purposivel sampling telchniquel. Data werel collelcteld using obselrvation shelelts and meldical relcords, then analyzeld univariatelly and bivariatelly with thel Chi-Squarel telst at a 95% confidelncel levell ( = 0. The results of univariate research showed that out of 41 pregnant women, the incidence of obesity in pregnant women in the third trimester was 25 pregnant women . 0%) in the obesity category and 29 pregnant women . 7%) in the mild preeclamsia category, while 12 pregnant women . 3%) experienced severe preeclamsia in the working area of the Lubuk Baja Health Center. Batam City in 2025. Bivariate analysis showed a significant relationship between obesity and the incidence of preeclampsia in pregnant women in the third trimester . = 0. 000 < 0. Therelfore, it can bel concludeld that obesity has a significant rellationship with thel incidence of preeclamsia in prelgnant women in thel third trimelstelr in thel working area of thel Lubuk Baja Community Helalth Centelr. Batam City in 2025. Promotive and prelvelntivel elfforts are through nutrition education, welight control, and screlelning of prelgnant women to prelvelnt prelgnancy Keywords: Obesity. Preeclampsia,Third Trimester Pregnant Women Abstrak: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Obesitas diketahui sebagai faktor risiko penting yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia. Tujuan Penellitian ini untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan preeklamsia pada ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam Tahun 2025. Jenis penellitian ini menggunakan observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Baja, dengan sampel sebanyak 41 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan catatan rekam medis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (=0,. Hasil penelitian univariat menunjukkan dari 41 ibu hamil kejadian obesitas pada ibu hamil trimester ketiga pada kategori obesitas sebanyak 25 ibu hamil . ,0%) dan pada kategori preeklamsia ringan sebanyak 29 ibu hamil . ,7%) sedangkan 12 ibu hamil . ,3%) mengalami preeklamsia berat di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam Tahun 2025. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara obesitas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester ketiga . = 0,000 < 0,. Maka hal ini dapat disimpulkan bahwa obesitas memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam Tahun 2025. Perlunya upaya promotif dan preventif melalui edukasi gizi, pengendalian berat badan, serta skrining rutin pada ibu hamil untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan. Kata Kunci: Obesitas. Preeklampsia. Ibu Hamil Trimester Ketiga Pendahuluan Kehamilan merupakan peristiwa bertemunya ovum . el telu. dengan spermatozoa . el sperm. yang berlangsung selama 9 bulan atau 40 minggu atau selama 280 hari yang dihitung dari hari pertama pada haid terkahir (HPHT) dan kehamilan adalah proses berkesinambungan antara ovum dan sperma yang diawali dari ovulasi, konsepsi, implantasi serta plasentasi, sehingga kehamilan secara normal dikategorikan berdasarkan umur kehamilan yaitu kehamilan trimester I dengan umur kehamilan 0 sampai 12 minggu, kehamilan trimester II dengan umur kehamilan 12 sampai 28 minggu dan kehamilan trimester i dengan umur kehamilan 29 sampai 40 minggu (Astuti elt al. , 2. Kondisi kehamilan yang dijalani oleh ibu hamil tentu diharapkan berjalan dengan normal, baik Ae baik saja dan tidak mengalami hal Ae hal yang dapat menyebabkan kondisi kesehatan ibu dan janin menjadi terganggu. Datangnya kondisi kehamilan yang bermasalah dapat disebabkan oleh berbagai macam penyebab dan faktor baik dari dalam tubuh dan perilaku yang dijalani oleh ibu hamil maupun dari lingkungan sekitarnya. Salah satu bentuk kondisi yang tidak diinginkan terjadi pada ibu hamil adalah munculnya kehamilan patologis yang dimana kehamilan patologi merupakan kehamilan yang bermasalah dan disertai dengan diantaranya hamil delngan anemia, hyperemesis gravidarum, hamil kembar dan preeklampsia (ELlizabeth Robson, 2. Preeklampsia dapat dideteksi ketika kehamilan usia O 34 minggu dan ditemukan tekanan darah sistol >160mmHg dan tekanan darah diastolel >110mmHg maka pasien memiliki komplikasi kehamilan yaitu preeklamsia, selanjutnya dilakukan evaluasi janin termasuk evaluasi ultrasonografi pertumbuhan janin dan perkiraan volume cairan ketuban saat masuk, velosimeltri dopler arteri umbilikalis, pemantauan detak jantung janin dan evaluasi klinis kriteria janin. (Liliek Pratiwi elt al. , 2. Berdasarkan data profil kesehatan kepulauan riau tahun 2023 jumlah komplikasi ibu hamil dengan preeklamsia tercatat sebanyak 616 bu hamil dan Kota Batam menjadi nomer 1 terbanyak terjadinya kasus ibu hamil dengan preeklamsia yang dimana tercatat sebanyak 364 ibu hamil. Karimun 75 ibu hamil. Tanjung Pinang 53 ibu hamil. Natuna 51 ibu hamil. Bintan 47 ibu hamil. Lingga 26 ibu hamil (Kemenkes RI, 2. Preeklamsia merupakan salah satu penyulit dalam kehamilan yang menyebabkan kesulitan hamil, kecacatan jangka panjang, serta kematian pada ibu, janin dan neonatus. Kehamilan yang disertai preelklampsia tergolong kehamilan yang berisiko tinggi karena preeklamsia merupakan penyebab dari 30% - 40% kematian maternal dan 30% - 50% Preeklampsia juga sangat berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas perinatal, karena hubungan yang signifikan dengan kelahiran prematur dan Intra Utelrinel Growth Reltardation (IUGR) (Zainiyah & Harahap, 2. Obesitas merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kehamilan seperti preeklamsia yaitu kondisi medis ketika tubuh memiliki penumpukan lemak yang berlelbihan dan obesitas dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti diabeltes, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi (Kemenkes RI. , 2. Data Kemenkes RI tahun 2024 prevalensi obesitas pada ibu hamil cukup tinggi dan terus meningkat secara signifikan, dari sebesar 15,5% ditahun 2010 menjadi 32,9% ditahun 2013 dan hanya menunjukan sedikit P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal penurunan menjadi 29,3% ditahun 2018 (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan data tersebut maka target yang ditetapkan sebagai baseline pada tahun 2023 sebagai target indikator sebesar 21,8% (Kemenkes RI, 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Supatmi et al, . yang berjudul Hubungan Obesitas Dengan Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Ajung Kab. Jember dengan sempel sebanyak 53 orang dan hasil penelitian ini menggunakan metodel simple random sampling dengan tehnik pengumpulan data menggunakan kuesionelr dan Kohort. Pada pelnellitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas dan preelklamsia. Setelah dilakukan uji Chi Square didapatkan nilai P-valuel (Sig. sebesar 0,000, karena P-value < ( = 0,. , yang artinya telrdapat hubungan obesitas dengan preeklamsia di wilayah kerja Puskesmas Ajung Kab. Jember. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni et al. , . yang berjudul Hubungan Obesitas Dengan Preeklamsia pada Ibu Hamil Trimelster II dan i dengan desain penellitian cross selctional dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan responden sebanyak 39 ibu hamil trimester II dan i. Hasil penellitian ini diperoleh terdapat hubungan bermakna antara obesitas dengan preeklampsia pada ibu hamil trimester II dan i . -valuel=0,. delngan nilai =0,05 sehingga dikatakan terdapat hubungan bermakna antara obesitas dengan preeklamsia pada ibu hamil trimester II dan i di RSUD Abdul Wahab Sjahraniel Samarinda. Dampak preeklamsia pada ibu hamil trimester 3 adalah eklampsia sebanyak 1,4%, solusio plasenta . lasenta terlepas dari rahi. , kerusakan organ seperti ginjal dan hati serta sindrom HElP (Helmolysis ELlelvateld Livelr elnzymels and Low Platellelt coun. sebanyak 0,7% dari kehamilan dan 15% dari preeklamsia berat yang dimana sindrom HElP Tatalaksana obelsitas dalam kehamilan dengan preelklampsia mellibatkan pelndelkatan multidisiplin yang fokus pada pelngellolaan belrat badan, pelncelgahan preeklamsia, dan pengobatan hipertensi. Prioritas utama adalah menurunkan tekanan darah, mencegah kejang, dan mempersiapkan kelahiran bayi yang sehat (POGI, 2. Berdasarkan berbagai uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuHubungan Obesitas Dengan Preeklampsia Pada Ibu Hamil Trimester Ketiga Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam Tahun 2025 Metedologi Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan design atau rancangan Cross Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester ketiga yang berada di puskesmas lubuk baja Kota Batam sebanyak 101 orang Menggunakan Teknik purposive sampling sebanyak 41 responden. Penelitian ini di laksanakan di wilayah kerja Puskesmas lubuk baja Kota Batam tahun 2025. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan untuk variabel independent obesitas yaitu perhitungan IMT dan variabel dependen Preeklampsia menggunakan delngan mellihat buku catatan medis atau buku KIA Pembahasan dan Analisa Obesitas Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 41 ibu hamil di wilayah kerja puskesmas lubuk baja tahun 2025 sebagian berada dalam kategori obesitas yaitu sebanyak 25 orang . ,0%) dari ibu hamil dengan kategori status obesitas kurus 7. 3 % ibu hamil dengan status obesitas normal 31. 7%, ibu hamil dengan status obesitas 61,0% di wilayah kerja puskesmas lubuk baja kota batam tahun 2025. Hasil penelitian ini sejalan dengan Utami dalam AuHubungan Indelks Massa Tubuh delngan Preeklampsia pada Ibu Hamil di Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN 2622-9110 E-ISSN 2654-8399 Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025 http://jurnal. Ensiklopedia of Journal RSUD Soeltomo SurabayaAy yang menyatakan bahwa ibu hamil obesitas memiliki risiko 3 kali lebih tinggi mengalami preeklampsia dibandingkan ibu dengan berat badan normal. Preeklamsia Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar menunjukkan bahwa dari 41 ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Baja Tahun 2025 sebagian besar mengalami preeklampsia sebanyak 29 ibu hamil . ,7%), sedangkan 12 ibu hamil . ,3%) mengalami preeklampsia berat. Hasil penelitian ini sejalan dengan Utami . dalam AuHubungan Indelks Massa Tubuh delngan Preeklampsia pada Ibu Hamil di RSUD Soeltomo SurabayaAy yang menyatakan bahwa ibu hamil obesitas memiliki risiko 3 kali lebih tinggi mengalami preeklampsia dibandingkan ibu dengan berat badan normal. Hubungan Obesitas Dengan Preeklamsia pada ibu hamil trimester ketiga Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa dari 25 ibu hamil dengan obesitas, sebanyak 15 orang . ,0%) mengalami preeklamsia ringan dan 10 orang . ,0%) mengalami preeklamsia berat. Sementara itu, dari 13 ibu hamil dengan berat badan normal, sebagian besar mengalami preeklamsia ringan sebanyak 12 orang . ,3%), dan hanya 1 orang . ,7%) mengalami preeklamsia berat. Hasil uji Chi-Squarl diperoleh nilai p = 0,000 (<0,. yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam Tahun 2025. Dengan demikian, hipotesis altelrnatif (H. diterima, yang berarti semakin tinggi derajat obesitas ibu hamil, maka semakin besar risiko mengalami preeklamsia. Hasil pelnellitian ini sejalan dengan Utami . dalam AuHubungan Indeks Massa Tubuh dengan Preeklamsia pada Ibu Hamil di RSUD Soeltomo SurabayaAy yang menyatakan bahwa ibu hamil obesitas memiliki risiko 3 kali lebih tinggi mengalami preeklamsia dibandingkan ibu dengan berat badan normal. Utami menjelaskan bahwa peningkatan jaringan lemak memicu produksi sitokin proinflamasi yang dapat mengganggu fungsi elndotell pembuluh darah dan menurunkan aliran darah ke plasenta, sehingga memperbersar kemungkinan timbulnya preeklamsia (Utami, 2. Penutup Setelah dilakukan penelitian dan pengolahan data oleh peneliti yang berjudul Hubungan Obesitas Dengan Preeklamsia Pada Ibu Hamil Trimester Ketiga Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam Tahun 2025Ay,dapat di ambil Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan obesitas dengan preeklamsia pada ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja puskesmas lubuk baja kota batam di dapatkan hasil uji chi squarel bahwa telrdapat hubungan signifikan antara obelsitas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam tahun 2025, dengan nilai p = 0,000 (<0,. Dafar Pustaka