PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Volume 1 November 2023 . PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA MUHAMMADIYAH KUPANG Fitri Ani Amsuna Universitas Muhammadiyah Kupang. Indonesia Corresponding Author: fitriamsuna@gmail. ABSTRAK Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan pra siklus, siklus1 dan siklus 2 dan setiap siklus dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai dari pra siklus dengan rata-rata 52,2. dan hasil observasi siswa pada siklus 1 pertemuan pertama dengan rata-rata 50,75 dengan kategori kurang aktif dan pertemuan kedua dengan rata-rata 58,00 kategori kurang aktif, hasil belajar siswa siklus 1 dengan rata-rata 63,6 dengan kategori cukup baik. Sementara hasil observasi aktivitas siswa pada siklus 2 pertemuan pertama dengan rata-rata 87,00 dan pertemuan kedua siklus 2 dengan rata-rata 93,25 dengan kategori sangat aktif. Hasil belajar siswa siklus 2 dengan rata-rata 91,86 dengan kategori sangat baik. Hasil ini telah mencapai kriteria keberhasilan yang di tetapkan peneliti di atas KKM 75. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas XI SMA Muhammadiyah Kupang melalui model pembelajaran Problem based learning terbilang telah mencapai kriteria keberhasilan yang di tetapkan penelitian itu 80% diatas KKM 75. Kata Kunci: Meningkatkan hasil belajar. Problem Based Learning ABSTRACT This type of research is Classroom Action Research which is carried out with pre-cycle, cycle 1 and cycle 2 and each cycle is carried out in 2 meetings. Research procedures include planning, implementation of action, observation, and reflection. The results showed that the value of the pre-cycle with an average of 52. 2 and the results of student observations in cycle 1 the first meeting with an average of 50. 75 in the less active category and the second meeting with an average of 58. 00 in the less active category, the results student learning cycle 1 with an average of 63. 6 with a pretty good category. The results of observations of student activity in cycle 2 the first meeting with an average of 87. 00 and the second meeting in cycle 2 with an average of 93. 25 with a very active category. Student learning outcomes cycle 2 with an average of 91. 86 in the very good category. These results have achieved the success criteria set by the researchers above KKM 75. Based on the results of the research above, it can be concluded that student learning outcomes in sociology class XI SMA Muhammadiyah Kupang through the Problem-based learning model have achieved the specified success criteria. the study was 80% above KKM 75. Keywords: Improve learning outcomes. Problem-Based Learning PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu wadah yang berfungsi menaungi segala aktifitas manusia yang berkaitan dengan pengembangan profesi dan bakat seseorang Indrawati . Pendidikan sangat diperlukan oleh manusia sebagai sarana untuk pengembangan diri karena pendidikan merupakan salah satu fondasi yang menentukan ketangguhan dan kemajuan suatu Namun kenyataanya, pembelajaran di sekolah berbeda dengan apa yang diharapkan. Proses pembelajaran hanya sekedar mendengarkan, mengerjakan tugas, dan hanya berfokus E-ISSN: 3026-6416 Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. pada buku saja, sehingga pembelajaran di dalam kelas sangat pasif Winoto & Prasetyo . alam Utami 2. Hal tersebut menyebabkakn kurangnya interaksi antara guru dan siswa, antara siswa dan siswa lainnya, sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif. Hal tersebut juga berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Selain itu guru dituntut untuk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif, kreatif, dan inovatif terhadap berbagai permasalahan yang ada di lingkungan sekitar Arianti et al . Salah satu model yang di gunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa yaitu model Problem Based Learning karena dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dapat melatih siswa dalam berpikir secara kritis dan bagaimana cara menyelesaikan masalah dalam kehidupan Problem based learning memiliki gagasan bahwa pembelajaran dapat dicapai jika kegiatan pendidikan dipusatkan pada tugas-tugas atau permasalahan yang autentik, relevan dan dispresentasikan dalam suatu konteks. Susiloningrum dkk . menyatakan bahwa esensinya Problem based learning menyuguhkan berbagai situasi bermasalah yang dapat di percayai dan bermakna kepada siswa yang dapat berfungsi sebagai batu loncatan untuk investigasi dan Hal yang menarik dari model pembelajaran Problem Based Learning adalah lebih kepada instrumen yang didesain oleh guru adalah bernuansa masalah dalam kehidupan sehari-hari terutama masalah yang dekat dengan kehidupan. Masalah-Masalah tersebut bisa berasal dari kepedulian peserta didik secara individual, atau bisa juga berasal dari kepedulian kelompok, respon terhadap masalah publik atau masyarakat pada umumnya. Selanjutnya, berpijak pada masalah tersebut, kegiatan pembelajaran dilakukan, mulai dari pengumpulan informasi, assesmen lapangan, penelitian lapangan, pengolahan data, analisis dan kesimpulan serta pemecahannya, sehingga dengan itu diperoleh pemahaman sebagai sebuah pengetahuan baru Mayasari dkk . Desriyanti & Lazulva . , model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menujukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap hasil belajar. Dalam model ini pelajaran berfokus pada suatu masalah yang harus dipecahkan oleh peserta didik, sehingga peserta didik memiliki tanggung jawab untuk menganalisis dan memecahkan masalah tersebut dengan kemampuannya sendiri, sedangkan peran pendidik hanya mendukung dan memberikan Penelitian ini dilakukan, karena Model Pembelajaran Problem Based Learning ini dapat membantu keaktifan dan hasil belajar pada siswa dan Problem Based Learning sendiri model pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. Selain itu, proses pembelajaran masih berpusat pada guru maka siswa kurang aktif selama dalam proses PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. pembelajaran dan hasil belajarnya rendah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMA Muhammadiyah Kupang terdapat masalah pada proses keaktifan belajar dan peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi yaitu . Proses belajar mengajar masih berpusat pada guru sehingga berakibat rendahnya hasil belajar siswa, . Kurangnya keaktifan siswa dalam proses belajar karena guru masih menggunakan metode konvensional. Menurut Anugraheni . yaitu tentang Meta Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir, menyatakan bahwa model Problem Based Learning mampu meningkatkan berpikir kritis siswa. Demikian halnya dengan penelitian Ariani . tentang Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa, menyatakan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efektif untuk meningkatkan cara berfikir kritis siswa, karena model ini berbasis masalah sehingga dapat memotivasi siswa untuk memcahkan masalah tersebut. METODOLOGI Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) yang secara umum tujuannya untuk meningkatkan serta memperbaiki proses pembelajaran di dalam kelas secara berkelanjutan. Menurut Arikunto . Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan penelitian tindakan . ction researc. yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di PTK berfokus pada kelas atau proses belajar mengajar yang terjadi di kelas. Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang secara efektif dan efesien pada situasi yang alamiah. Penelitian tindakan memiliki ciri tema penelitian yang bersifat situasional, tindakan diambil berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi, dilakukan dalam beberapa siklus, bertujuan memperbaiki kinerja, dilaksanakan secara kolaboratif atau partisipatif serta sampel terbatas. Mulyatiningsih . Waktu penelitian Waktu pelakanaan penelitian ini dilakukan pada jangka waktu selama satu minggu. Dimana waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Deskripsi Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Muhammadiyah Kupang yang terletak di Kel. Kayu Putih Kec. Oebobo. Kota Kupang. Nusa Tenggara Timur. Subjek Penelitian PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah Kupang. Pada penelitian ini subjek penelitian diambil sampel sebanyak 1 kelas yaitu siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah Kupang. Pengambilan sampel pada kelas tersebut dengan cara sesuai pertimbangan peneliti. Skenario Tindakan Penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian yang akar permasalahannya muncul di kelas dan dirasakan langsung oleh guru yang bersangkutan hingga sulit di benarkan jika ada anggapan bahwa permasalahan penelitian tindakan kelas diperoleh dari persepsi atau lamunan seorang peneliti Arikunto . Prosedur penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sesuai dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan langkah-langkah dari penelitian tindakan kelas yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Empat langkah dalam penelitian tindakan kelas tersebut dilaksanakan dan membentuk satu siklus. Adapun rencana dalam penelitian ini adalah: Siklus I Perencanaan Dalam perencanaan yang dilakukan dalam siklus ini, peneliti menyiapkan kebutuhan yang diperlukan untuk melaksanakan tindakan. Adapun kebutuhan tersebut sebagai berikut: Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model PBL. Menyiapkan materi pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Membuat lembar kerja peserta didik (LKPD). Pelaksanaan Pelaksanaan merupakan implementasi dari apa yang telah direncanakan pada tahap Guru menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning di kelas XI IPS Muhammadiyah. Dalam menerapkan proses pembelajaran, guru berpedoman pada RPP. Pengamatan Pengamatan dilakukan selama pelaksanaan tindakan dan difokuskan untuk melihat pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan model. Peristiwa yang muncul pada saat pelaksanaan pembelajaran di kelas dievaluasi dan masalah yang muncul digunakan sebagai bahan refleksi. Refleksi Refleksi dilakukan sebagai analisis terhadap data yang telah diperoleh yaitu kesesuaian antara pelaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning dengan langkah-langkahnya dan lembar kerja siswa setelah mengerjakan tes evaluasi. Selain itu, analisis terhadap PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. kekurangan-kekurangan yang masih ada pada siklus I agar hal tersebut tidak terulang kembali pada siklus berikutnya. Apabila hasil yang diperoleh pada siklus I masih belum sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, maka dilaksanakan siklus II dengan acuan evaluasi pada siklus I. Teknik Pengumpulan Data Menurut Arikunto . metode atau teknik pengumpulan data merupakan cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ini: Observasi Observasi merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mengamati secara langsung suatu objek tertentu dengan tujuan memperoleh sejumlah data dan mencari informasi terkait dengan objek tersebut. Menurut Arikunto . observasi atau biasa dikatakan sebagai pengamat meliputi kegiatan pemutusan suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Observasi ini dilakukan untuk melihat keadaan siswa yang menjadi subjek selama dalam proses penelitian Dalam kegiatan observasi ini, peneliti melakukan pengamatan terhadap tingkah laku siswa, mengidentifikasi kesiapan siswa untuk mengikuti mata pelajaran, memperhatikan penjelasan materi yang dijelaskan, kerjasama dalam kelompok, siswa yang aktif selama proses pembelajaran, mempresentasikan hasil diskusi, mampu bertanya maupun menjawab pertanyaan dan mampu menyimpulkan materi. Wawancara Wawancara merupakan kegiatan Tanya jawab untuk memperoleh informasih atau data. Bentuk informasi yang diperoleh dinyatakan dalam tulisan ataupun direkam secara audio, visual maupun audio-visual. Menurut Widodo . Wawancara dilakukan dengan cara tatap muka langsung. Jenis wawancara yang dipilih peneliti dalam penelitian ini adalah wawancara Dimana wawancara terstuktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data memberikan informasi yang cenderung sama sehingga memastikan adanya keterbandingan Dalam wawancara terstuktur peneliti bertanya kepada responden atas dasar satu set pertanyaan-pertanyaan spesifik yang telah disiapkan sebelumnya. Untuk memudahkan kegiatan wawanara ini, maka disiapkan daftar pertanyaan, kamera, buku, alat tulis, alat perekam serta alat-alat yang dibutuhkan saat wawancara. Tes Tes merupakan serentetan latihan serta alat yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Suharsimi Arikunto . Tes dalam penelitian ini dilakukan sebelum dan sesudah PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. proses pembelajaran untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Problem Based learning dengan membandingkan hasil tes pada setiap Tes dapat dilakukan pada penelitian ini melalui 2 jenis yaitu tes lisan dan tes tertulis. Tes lisan ini berbentuk pertanyaan-pertanyaan yang disampaiakan selama proses pembelajaran Sedangkan tes tertulis berupa bentuk soal-soal Pilihan Ganda maupun Uraian pada evaluasi di akhir pertemuan siklus. Dokumentasi Dokumentasi adalah kumpulan data yang berbentuk nyata dan proses yang dilakukan secara sistematis mulai dari pengumpulan hingga pengolahan data yang menghasilkan kumpulan dokumen. Menurut Arikunto . dokumentasi adalah suatu cara mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, dan agenda. Dokumentasi digunakan untuk memberikan gambarangambaran mengenai pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan dan untuk memperkuat data yang telah diperolah. Dokumentasi pada penelitian ini dilakukan peneliti dengan mengambi foto-foto, rekaman hasil wawancara. RPP. LKPD. Tabel Gantt Chart. Dokumentasi dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan kamera. Intrumen Pengumpulan Data Instrument pada pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Lembar observasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Dokumentasi Kriteria Keberhasilan Tindakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diterapkan untuk meningkatkan keaktifan serta hasil belajar pada siswa di kelas XI IPS Muhammadiyah Kupang pada mata pelejaran Sosiologi dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Indikator pencapaian keberhasilan tindakan dari penelitian ini diukur berdasarkan keaktifan siswa dan nilai yang didapat selama proses belajar di kelas berupa tes dan observasi. Indicator proses yang ditetapkan dalam penelitian ini minimal mencapai 80% secara klasikal di atas KKM yang telah ditentukan yaitu 75, baik untuk hasil belajar sosiologi maupun untuk respon siswa terhadap model pembelajaran Problem Based Learning yang di terapkan. Hal tersebut sejalan dengan yang diungkapkan oleh Mulyasa . alam Kusuma & Aisyah, 2. yaitu pembelajaran dikatakan berhasil apabila seluruh atau setidak-tidaknya sebagian besar . %) peserta didik terlibat secara aktif, baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran. Teknik Analisa Data PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Analisis data adalah kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain telah terkumpul. Sugiyono . Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif dan analisis data kuantitaf. Analisis Kualitatif Analisis kualitatif yaitu data yang berupa informasi wujud kalimat yang memberi gambaran mengenai ekspresi siswa tentang tingkat pemahaman terhadap suatu mata pelajaran . , tentang pandangan sikap siswa mengikuti pelajaran, perhatian, antusias dalam belajar, kepercayaan diri, motivasi belajar dan sejenisnya dapat dianalisis secara kualitatif. Analisis data secara kualitatif dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif model Miles dan Huberman yang terdiri dari 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Menurut Miles dan Huberman (Sugiyono, 2. langkah-langkah pada analisis data tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini: Analisis data kualitatif . Pengumpulan data Pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang digunakan atau dilakukan oleh seorang peneliti untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dilakukan agar dapat memperoleh informasih yang dibutuhkan sehingga dapat tercapainya tujuan penelitian. Pengumpulan data dilakukan pada awal proses penelitian agar yang dikumpulkan kemudian divalidasi sehingga data-data yang tidak relevan dan data yang tidak tervalidasi di reduksi sedangkan data yang tervalidasi kemudian ditanyakan. Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan terdiri dari hasil wawancara, hasil observasi, hasil dokumentasi, dan hasil tes . Reduksi data Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya sehingga data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti dalam melakukan pengumpulan data. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk mengumpulkan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan. Dalam penelitian ini, data yang diperlukan dari lapangan dicatat secara rinci dan teliti lalu direduksi sesuai pemilihan data yang relevan atau tidaknya data yang diperoleh. Penyajian data Menyajikan atau mendeskripsikan data hasil temuan pada kegiatan ini, peneliti akan membuat deskripsi dari langkah-langkah yang telah dilakukan pada kegiatan reduksi data. Dalam penelitian ini, semua data yang telah terkumpulkan atau telah diperoleh dari proses PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. wawancara, hasil observasi, hasil dokumentasi, dan hasil tes disajikan secara sistematis dengan menggunakan bahasa yang logis. Penarikan kesimpulan Pada kegiatan ini, deskripsi yang telah dibuat pada penyajian data tersebut, kemudian dapat di tarik suatu kesimpulan dari hasil pelaksanaan rencana tindakan yang telah dilakukannya. Maka peneliti dapat menarik kesimpulan berdasarkan data-data yang telah diperoleh sebelumnya. Miles & Huberman Sugiyono . Analisis Kuantitatif Analisis data kuantitatif berupa nilai hasil belajar siswa yang dapat dianalisis menggunakan model statistik. Analisis data dalam penilitian ini dilakukan dengan analisis statistik deskriptif. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan prestasi belajar yang diperoleh siswa dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Analisis kuantitatif di hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Menghitung nilai rata-rata siswa dengan rumus berikut ini: yc N= ycu Keterangan: N = Rata-rata nilai siswa w = Jumlah skor yang diperoleh n = Jumlah siswa . umber: Suharsimi Arikunto, 2. Nilai ketuntasan belajar secara klasikal pada siswa dihitung dengan menggunakan rumus yaycycoycoycaEa ycycnycycyca ycycycuycycayc ycayceycoycaycycayc N = yaycycoycoycaEa yayceycyceycoycycycEaycaycu ycycnycycyca . umber: Purwanto, 2. Pengelompokkan hasil dilakukan dengan 5 kategori yang ditetapkan oleh Depdikbud . yaitu sebagai berikut: HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini peneliti memperlihatkan hasil belajar siswa kelas XI. Pelaksanaan tindakan ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu rancangan tindakan . , pelaksanaan tindakan . , pengamatan . , dan refleksi . Tindakan tersebut dilakukan dengan pra siklus, siklus I dan siklus II dengan 2 pertemuan setiap siklus dan waktu setiap kali pertemuan 2x45 menit. Hasil yang diperoleh dalam penelitian tindakan kelas tersebut PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. akan diuraikan sebagai berikut. Dari hasil belajar sosiologi siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah yang di peroleh pada saat pembelajaran sosiologi dilaksanakan pra siklus dengan rata-rata 52,2. Dengan nilai tertinggi 77 dan nilai terendah 40. Kategori baik 2 siswa dengan presentase 20%, cukup baik 3 siswa dengan presentase 13,4%, dan kurang baik 10 siswa dengan presentase 66,6%. Kegiatan Siklus I Perencanaan (Planin. Pada tahap ini peneliti akan mempersiapkan berbagai hal yang mendukung dalam penggunaan model pembelajaran problem based learning yang nantinya dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Adapun persiapan yang dilakukan adalah: Menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model problem based learning, menyiapkan media pembelajaran berupa power point dan materi yang akan dipelajari. Peneliti memberi penjelasan kepada guru terkait pelaksanakan tindakan mengenai tahapan pembelajaran menggunakan model problem based learning. Peneliti memberikan informasi terkait pembelajaran menggunakan model problem based learning kepada peserta didik. Membuat soal ilustrasi sesuai dengan materi yang dipelajari yaitu Kelompok sosial. Mempersiapkan lembar pengamatan berupa lembar observasi pelaksanaan pembelajaran dan lembar observasi keaktifan peserta didik. Mempersiapkan alat perekam seperti kamera yang digunakan untuk dokumentasi kegiatan . Mempersiapkan soal tes hasil belajar yang digunakan untuk mengukur pemahaman peserta Pelaksanaan Tindakan (Actin. Pada tahap ini rencana pembelajaran yang dirancang dan direncanakan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan pelaksanaan tindakan pada siklus I ini di laksanakan sebanyak 2 kali pertemuan dengan durasi waktu selama 2 x 45 menit. Tahap pelaksanaan ini sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Pertemuan pertama pada siklus I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 Juni 2023. Pembelajaran dilaksanakan selama dua jam pelajaran . x 45 meni. yaitu pada pukul 09. 00 Ae 10. 45 WITA. Materi yang dipelajari adalah AuKelompok SosialAy dengan jumlah siswa yang hadir 15 orang. Dalam pertemuan pertama ini guru memberikan penjelasan terkait materi. Kegiatan awal PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Pada kegiatan awal sebelum memulai kegiatan pembelajaran peneliti bersama peserta didik berdoa bersama sehingga semua peroses pembelajaran berjalan dengan lancar. Peneliti menanyakan kabar peserta didik dan memberikan motivasi agar selalu semangat dalam proses Kemudian Peneliti memperkenalkan diri dan tujuan yang akan dicapai serta materi yang akan dipelajari. Kegiatan inti Pada pertemuan inti Guru menjelaskan materi tentang kelompok sosial berserta contohnya untuk memberi gambaran terkait materi yang di bahas. Guru memberikan pertanyaan terkait dengan materi dan beberapa peserta didik ada yang antusias menjawab namun jawaban mereka masih belum benar. Tapi masih ada juga peserta didik yang masih ragu dan malu untuk mengangkat tangan. Guru mempersilahkan peserta didik untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang sedang dipelajari. Kegiatan penutup Peneliti bersama peserta didik memberikan kesimpulan mengenai materi yang telah Selanjutnya peneliti memberikan arahan tentang pentingnya mempelajari materi kelompok sosial. Peserta didik bersama peneliti menutup kegiatan proses pembelajaran dengan doAoa. Pertemuan kedua Pada pertemuan ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 10 juni 2023 adapun beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran ini yakni: Kegiatan Awal Kegiatan pembelajaran dilaksanakan diawali dengan salam dan doAoa. Kemudian peneliti mengecek absen siswa dan mulai membuka pelajaran dengan mencoba mengingat kembali materi yang sudah di bahas sebelumnya agar siswa punya bayangan terkait kelompok sosial. Kegiatan Inti Pada kegiatan inti pembelajaran menggunakan model problem based learning yang dilakukan oleh peneliti untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran yaitu dengan menjelaskan materi tentang Kelompok Sosial kemudian mulai membentuk kelompok, dan guru mulai membagikan gambar ilustrasi dan siswa di arahkan untuk mendefinisikan setiap gambar. Setelah peserta didik selesai mengerjakan soal tes hasil belajar kemudian lembar jawaban Dan peneliti memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum mereka pahami. 3 Kegiatan penutup PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Peneliti bersama siswa membuat kesimpulan atas materi yang telah dipelajari, kemudian peneliti meminta kepada seluruh siswa untuk membaca materi selanjutnya. Agar pertemuan yang akan datang siswa lebih mudah memahami materi. Diakhir pembelajaran, peneliti meminta ketua kelas untuk memimpin doa dan diakhiri dengan salam. Pengamatan (Observin. Berdasarkan hasil observasi terhadap keaktifan peserta didik pada siklus I, peneliti mengetahui proses belajar setiap peserta didik selama pembelajaran berlangsung yang dilakukan 1-2 pertemuan. Berdasarkan tabel 2 pertemuan 1 di atas menunjukan bahwa pada siklus 1 dari 15 siswa kelas XI, 1. ) Siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran dengan kategori total skor 28, 2. ) siawa yang memperhatikan penjelasan pada saat guru mengajar dengan skor 28, 3. ) siswa yang melakuakan kegiatan lain saat pembelajaran dengan skor 30, 4. siswa yang aktif dalam pembelajaran dengan skor 26, 5. ) siswa yang mengajukan pertanyaan dan tanggapan dengan total skor 28, 6. ) siswa yang bekerja sama dan berpartisipasi dalam kelompok dengan skor 32, 7. ) siswa yang mampu menyimpulkan materi pembelajaran pada akhir pembelajaran dengan skor 31. Dari jumlah keseluruhan rata-rata yang di peroleh dari hasil observasi pertemuan 1 adalah 50,75 dengan keterangan kurang aktif. Berdasarkan tabel 3 pertemuan 2 di atas menunjukan bahwa pada siklus 1 dari 15 peserta didik kelas XI, 1. ) Siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran dengan total skor 30, 2. siawa yang memperhatikan penjelasan pada saat guru mengajar dengan skor 33, 3. ) siswa yang melakuakan kegiatan lain saat pembelajaran dengan skor 32, 4. ) siswa yang aktif dalam pembelajaran dengan skor 32, 5. ) siswa yang mengajukan pertanyaan dan tanggapan dengan total skor 34, 6. ) siswa yang bekerja sama dan berpartisipasi dalam kelompok dengan skor 36, ) siswa yang mampu menyimpulkan materi pembelajaran pada akhir pembelajaran dengan Dari jumlah keseluruhan rata-rata yang di peroleh dari hasil observasi pertemuan 2 adalah 58,00 dengan keterangan kurang aktif. Data Hasil Belajar Siswa Siklus 1 Setelah proses pembelajaran siklus 1 sudah selesai, maka dilakukan tes hasil belajar untuk mengetahui pemahaman peserta didik terkait materi yang telah dipelajari. Berikut adalah data hasil belajar peserta didik siklus I. Berdasarkan tabel diatas hasil belajar siswa siklus 1 adalah 4 siswa dengan kategori baik, 11 siswa cukup baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa jumlah siswa yang memperoleh nilai dengan kategori baik lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah siswa yang memperoleh nilai kategori cukup. Hal ini menandakan bahwa terdapat permasalahan pada hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan lanjutan pada siklus II untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Refleksi . Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada siklus I, menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan mengacu pada RPP berjalan cukup baik akan tetapi, masih terdapat beberapa kekurangan sehingga menuntut adanya perbaikan pada siklus berikutnya. Menerapan model pembelajaran problem based learning pada siklus I dapat di jelaskan sebagai . Peserta didik belum terbiasa menggunakan model pembelajaran problem based learning, sehingga dibutuhkan adaptasi selama mengikuti pembelajaran. Peserta didik masih banyak yang bingung dalam mengikuti langkah-langkah dalam model pembelajaran problem based . Peserta didik masih ragu dalam menanggapi permasalahan atau menjawab pertanyaan dan masih terdapat peserta didik yang melakukan aktivitas di luar pelajaran pada saat pembelajaran berlangsung. Hasil belajar peserta didik pada siklus I menunjukkan bahwa banyaknya jumlah peserta didik yang belum mampu mencapai KKM. Adapun Jumlah peserta didik yang telah mencapai KKM 75. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I dapat disimpulkan bahwa aktivitas positif peserta didik perlu ditingkatkan lagi, karena belum mencapai indikator keberhasilan. Kegiatan Siklus II Tahap Perencanaan Pada tahap ini peneliti akan mempersiapkan berbagai hal yang mendukung dalam penggunaan model pembelajaran problem based learning yang nantinya dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Adapun persiapan yang dilakukan adalah: Menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model problem based learning, menyiapkan media pembelajaran berupa powerpoint dan materi yang akan dipelajari . Peneliti memberikan informasi terkait pembelajaran menggunakan model problem based learning kepada peserta didik. Mempersiapkan lembar pengamatan berupa lembar observasi pelaksanaan pembelajaran dan lembar observasi keaktifan peserta didik. Mempersiapkan alat perekam seperti kamera yang digunakan untuk dokumentasi kegiatan . Mempersiapkan soal tes hasil belajar yang digunakan untuk mengukur pemahaman peserta Pelaksanaan Tindakan PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Pada tahap ini rencana pembelajaran yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pemberian soal tes pada pertemuan 3 diberikan di awal pembelajaran, sedangkan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa setelah diterapkan model Problem based Learning dilaksanakan pemberian soal pada akhir siklus yaitu pada pertemuan kedua di akhir . Pertemuan Pertama Pada Siklus II di laksanakan sebanyak 2 kali pertemuan dan setiap pertemuan memiliki durasi waktu 2 x 45 menit dengan Siklus II pertemuan 3 ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 12 Kegiatan Awal Diawal pertemuan peneliti membuka pembelajaran dengan salam dan menanyakan kabar peserta didik kemudian peneliti bersama peserta didik doa bersama. Sebelum lanjut ke materi peneliti memberi motivasi sehingga peserta didik fokus pada pembelajaran sosiologi. Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai serta materi yang diajari. Peneliti menggali pemahaman awal peserta didik dengan memerikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Sebelum peneliti menyampaikan materi peneliti memberikan gambaran mengenai proses atau tahap belajar yang akan dilakukan berdasarkan pada model pembelajaran Problem based learning. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti peneliti menerapkan kembali langkah-langkah model pembelajaran problem based learning dengan tujuan memperbaiki tahap kegiatan pembelajaran siklus I yaitu system objektif. Pada langkah pertama ini yang dilakukan peneliti menyampaikan materi yang akan di pelajari yakni mengenai kelompok sosial. Pada pertemuan pertama siklus I peneliti hanya menjelaskan secara singkat mengenai materi yang diberikan setelah itu peneliti hanya menunjukan gambar atau objek yang disiapkan. Pada pertemuan siklus II ini peneliti akan memberikan materi mengenai kelompok sosial lebih mendalam, dimana pesert didik harus lebih memahami materi tersebut. Kegiatan Penutup Diakhir kegiatan peneliti memberi kesempatan untuk peserta didik menanyakan terkait materi yang belum dipahami. Kemudian Peneliti bersama peserta didik memberikan kesimpulan mengenai materi yang telah dijelaskan pada hari ini. Peserta didik bersama peneliti menutup kegiatan proses pembelajaran dengan doAoa. Pertemuan kedua PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Pada pertemuan 4 ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Juni 2023 dengan durasi waktu 2 x 45 menit. adapun beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran ini yakni: Kegiatan Awal Pada awal pertemuan, peneliti membuka pembelajaran dengan salam, kemudian peneliti bersama peserta didik berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran kemudian peneliti mengecek daftar hadir perserta didik. Setelah itu peneliti memberikan arahan dan motivasi kepada peserta didik. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, peneliti terlebih dahulu menyampaikan tujuan pembelajaran kepada peserta didik. Kegiatan inti Pada tahap inti pertemuan kedua, peneliti menjelaskan ulang terkait materi ynag sudah diajarkan oleh peneliti yakni materi kelompok social. Selanjutnya peneliti membagikan soal sebanyak 10 nomor untuk dikerjakan setiap peserta didik dan kemudian di kumpul. menilai bagaimana keaktifan siswa selama dalam proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan akhir Pada tahap terakhir pertemuan kedua, sebelum peneliti menutup pembelajaran. Pertemuan 2 peserta didik akan melaksanakan ulangan sebagai tes hasil siklus II. Setelah siswa mengerjakan sosial yang diberikan, peneliti menutup pembelajaran siklus ll. Pengamat . Berdasarkan hasil observasi terhadap keaktifan peserta didik pada siklus I, peneliti mengetahui proses belajar setiap peserta didik selama pembelajaran berlangsung yang dilakukan 1-2 pertemuan. Berdasarkan tabel ini mengenai hasil observasi siswa pada pembelajaran Siklus II diatas dapat dilihat bahwa rata-rata hasil keaktifan siswa yang diperoleh seluruh siswa di kelas XI mata pelajaran Sosiologi SMA Muhammadiyah Kupang adalah 87,00 termasuk dalam kategori sangat aktif dalam perolehan skor pada tiap-tiap indikator yaitu: 1. siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran dengan total skor 44, 2. ) siawa yang memperhatikan penjelasan pada saat guru mengajar dengan skor 50, 3. ) siswa yang melakuakan kegiatan lain saat pembelajaran dengan skor 49, 4. ) siswa yang aktif dalam pembelajaran dengan skor 53, 5. ) siswa yang mengajukan pertanyaan dan tanggapan skor 50, 6. ) siswa yang bekerja sama dan berpartisipasi dalam kelompok dengan total skor 55, 7. ) siswa yang mampu menyimpulkan materi pembelajaran pada akhir pembelajaran dengan skor 47. Hal ini menunjukan bahwa terjadinya peningkatan nilai rata-rata pada siklus 1 ke siklus 2. Berdasarkan tabel ini mengenai hasil observasi siswa pada pembelajaran Siklus II diatas dapat dilihat bahwa rata-rata hasil keaktifan siswa yang diperoleh seluruh siswa di kelas XI PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. mata pelajaran sosiologi SMA Muhammadiyah Kupang adalah 93,25 termasuk dalam kategori sangat aktif dalam perolehan skor pada tiap-tiap indikator yaitu: 1. ) siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran dengan total skor 46, 2. ) siawa yang memperhatikan penjelasan pada saat guru mengajar dengan skor 54, 3. ) siswa yang melakuakan kegiatan lain saat pembelajaran dengan skor 54, 4. ) siswa yang aktif dalam pembelajaran dengan skor 55, 5. ) siswa yang mengajukan pertanyaan dan tanggapan dengan total skor 56, 6. ) siswa yang bekerja sama dan berpartisipasi dalam kelompok dengan skor 56, 7. ) siswa yang mampu menyimpulkan materi pembelajaran pada akhir pembelajaran dengan total skor 52. Hal-hal yang menjadi bahan refleksi pada siklus I sudah terpenuhi dan mengalami peningkatan pada siklus II. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada materi kelompok sosial dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning pada siklus II yang diamati sudah memuaskan atau mengalami peningkatan. Berdasarkan tabel diatas maka dapat di ketahui bahwa peserta didik kelas XI yang mampu mencapai KKM sebanyak 15 peserta didik hal ini menunjukan bahwa adanya peningkatan dari hasil belajar pada siklus II dibandingkan dengan hasil belajar siklus I. PEMBAHASAN Jenis penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Pemberian tindakan dilakukan melalui pra siklus, siklus I dan siklus II dimana setiap siklus dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan yang terdiri dari 4 pertemuan untuk pelaksanaan tindakan dan 2 pertemuan untuk evaluasi. Dari siklus tersebut maka diketahui sejauh mana tingkat keberhasilan siswa dalam pelaksanaan tindakan dalam pembelajaran sosiologi melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Pada akhir tiap siklus dilaksanakan evaluasi yang berkaitan dengan meningkatkan hasil belajar siswa setelah diajar melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada pra siklus, siklus I dan siklus II dengan penerapan Model problem bassed learning siswa kelas XI dalam meningkatkan hasil belajar. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya skor rata-rata siswa selama penelitian dilakukan yaitu pra siklus 52,2, siklus I 63,6 dan siklus II 91,86. Peningkatan yang terjadi pada setiap siklus menunjukkan bahwa hasil nilai sudah mencapai ketuntasan. Dari hasil observasi aktivitas siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi perubahan aktivitas siswa yaitu: pada siklus I, pertemuan pertama diproleh nilai rata-rata 50,75, pertemuan kedua dengan rata-rata 58,00, sedangkan siklus II pertemuan ketiga rata-rata 87,00, dan pertemuan keempat rata- rata 93,25. Ada beberapa hal yang menyebabkan PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. peserta didik yang tidak tuntas karena kurangnya kesadaran peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, dan kurangnya keaktifan peserta didik dalam kelas. Dari hasil belajar siswa pada siklus I dan II diperoleh data hasil belajar sosiologi melalui model pembelajaran Problem based learning siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Kupang dari pra siklus yang tuntas 2 peserta didik dengan rata-rarta 52,2 , siklus I yang tuntas 4 siswa dengan nilai ketuntasan 26,6 nilai rata- rata hasil yang di peroleh sebesar 63,6, dan pada siklus II meningkat 15 siswa atau 100% dengan nilai rata-rata sebesar 91,86. SIMPULAN Berdasarkan hasil observasi pada penelitian tindakan kelas (PTK) yang telah dilaksanakan selama 2 siklus terlihat adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Kupang. Hal ini dibuktikan oleh hasil belajar siswa pra siklus 52,2. sedangkan siklus 1 hasil keaktifan siswa rata-rata 50,75 dengan kategori kurang aktif, dan siklus 2 rata-rata 93,25 dengan kategori sangat aktif pada siklus II. Dan hasil belajar siswa dengan nilai ketuntasan pada siklus I yaitu rata-rata 63,6 dengan kategori cukup baik menjadi 91,86 sangat baik pada siklus II. (Julyyanti et al. , 2022. Maswi et al. , 2022. Syahrul, 2019. Syahrul et al. , 2019. Syahrul. Zahrawati, et al. , 2023. Syahrul. Yusuf, et al. , 2023. Zahrawati et al. , 2. (Akoit & Ihsanuddin, 2023. Mangmani, 2022. Rahmawati & Imrayani, 2023. Sastri, 2. (Eglitis et al. , 2016. Fahlberg, 2023. Luna & Winters, 2017. Sorokin, 2017. Vergys Bosch et , 2. DAFTAR PUSTAKA