Journal Genta Mulia Volume 16. Number 2, 2025 pp. P-ISSN 2301-6671 E-ISSN: 2580-6416 Open Access: https://ejournal. id/index. php/gm IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 67 PERCONTOHAN BANDA ACEH Safira Ariani*1. Intan Safiah2, dan Aida Fitri3 123Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Syiah Kuala. Indonesia * Corresponding Author: safiraariani34@gmail. Abstrak Implementasi kurikulum merdeka merupakan pelaksanaan kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada guru dan satuan pendidikan untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran yang fleksibel, berfokus pada pendalaman konsep dan penguatan kompetensi peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran dan mengetahui kinerja guru dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Metode analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data, sedangkan angket menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa . implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan banda aceh sudah berjalan dengan baik, seperti pada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi . kinerja guru dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran mendapatkan skor angka yang tinggi, hal ini dapat diartikan bahwa kinerja guru sudah sangat sesuai dengan aturan dan ketentuan dari kurikulum Kata Kunci: Implementasi. Kurikulum Merdeka. Pembelajaran Abstract The implementation of the Merdeka Curriculum is the execution of a curriculum that provides teachers and educational units the freedom to design and carry out flexible learning, focusing on deepening concepts and strengthening student competencies according to the needs and interests of the students. This study aims to describe the implementation of the Merdeka Curriculum in the learning process and to assess teacher performance in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum during the learning process. This research uses a qualitative descriptive approach, with data collection techniques including observation, interviews, documentation, and The data analysis methods consist of data reduction, data presentation, and data verification, while the questionnaire uses a Likert scale. Based on the research results, it is known that . the implementation of the Merdeka Curriculum in the learning process at SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh has been running well, including in learning planning, learning implementation, and learning evaluation. teacher performance in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in the learning process received a high score, which means that teacher performance is very much in accordance with the rules and provisions of the Merdeka Curriculum. Keywords : Implementation. Merdeka Curriculum. Learning. Safira Ariani1. Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Genta Mulia . PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses seseorang guna meningkatkan pengetahuan dan Pengetahuan dan keterampilan dapat dimiliki oleh seseorang karena telah belajar di sekolah. Sebagaimana pendidikan yang harus ditingkatkan maka kurikulum berperan penting sebagai landasan untuk mengatur jalannya proses pendidikan. Menurut Nurfitri et al. Kurikulum merupakan bagian dari unsur pendidikan yang berisi tentang rancangan pendidikan yang diterapkan di sekolah sehingga pada setiap prosesnya akan memberikan dampak terhadap perkembangan pendidikan. Dunia pendidikan yang mengalami perkembangan dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas yang dimiliki oleh siswa, untuk memperoleh peningkatan tersebut perlu adanya pengembangan kurikulum pembelajaran oleh sekolah sehingga dapat tercapainya kualitas siswa yang tinggi dengan menyesuaikan keadaan di masing-masing Kurikulum merupakan inti dari pendidikan yang memuat suatu pelaksanaan yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan siswa, keadaan sekolah dan lokasi sekolah. Proses pengembangan kurikulum ini melibatkan berbagai pihak pendidikan terutama pihak yang terlibat langsung di sekolah seperti kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya (Hidayani, 2018:. Kurikulum di indonesia telah mengalami beberapa perubahan dan penyempurnaan, yaitu dari tahun 1947, tahun 1964, tahun 1973, tahun 1975, tahun 1984, tahun 1994, tahun 1997 . evisi pada Kurikulum tahun sebelumny. , tahun 2004 (Kurikulum Berbasis kompetens. , dan kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidika. Dengan adanya perubahan kurikulum ini diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi lebih tinggi dan maju. Pada tahun 2013 pemerintah melalui kementerian pendidikan nasional mengganti kembali kurikulum menjadi kurikulum 2013 atau kurtilas dan pada tahun 2018 terjadilah revisi kembali kurikulum menjadi Kurtilasi Revisi (Ulinniam et al. , 2021:. Pada saat ini hadirlah sebuah kurikulum terbaru yaitu kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka dapat dikatakan kurikulum yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan proses belajar yang menyenangkan, santai, bebas, dan menyesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Fokus dari kurikulum merdeka adalah kebebasan dan pemikiran yang kreatif (Rahayu et al. , 2022:6. Hadirnya kurikulum merdeka untuk menangani permasalahan krisis belajar yang telah lama terjadi, dan semakin berlanjut disaat pandemi. Hal ini dapat terjadi karena rendahnya hasil belajar siswa, terutama dalam literasi dan lainnya. Krisis belajar juga terjadi karena adanya ketimpangan kualitas belajar antar wilayah dan sosial-ekonomi yang tidak merata. Kurikulum memiliki pengaruh besar pada apa materi yang telah diajarkan oleh guru. Kurikulum yang dirancang dengan baik akan memudahkan guru dalam mengajar agar tercapainya hasil belajar yang diinginkan (Amiruddin, 2022:. Kemendikbudristek mengeluarkan keputusan yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Juni 2022 dengan Nomor 262/M/2022 Perubahan atas Keputusan Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Merdeka Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran sebagai bentuk mewujudkan perbaikan kurikulum di Indonesia dengan diciptakannya profil pelajar pancasila dengan dimensi bertakwa kepada Tuhan Yang P-ISSN: 23553790. E-ISSN: 25794655 | 212 Safira Ariani1. Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Genta Mulia . Maha Esa, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong serta berkebhinekaan global yang dikemas dalam Kurikulum Merdeka (Kepmendikbudristekdikti, 2022:. Program merdeka belajar merupakan filosofi yang berasal dari pemikiran Ki Hajar Dewantara, beliau merupakan Bapak Pendidikan Nasional. Pada program merdeka belajar yang menjadi fokus utama adalah kebebasan dalam menentukan materi yang esensial dan menyesuaikan dengan kebutuhan, minat dan karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Program ini memberikan fleksibelitas kepada guru maupun siswa untuk menerapkan sistem pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga siswa mampu meningkatkan kemampuannya dalam belajar. Kemampuan siswa meningkat maka kualitas pendidikan nasional juga semakin baik. Menurut Ki Hajar Dewantara, mendidik dan mengajar merupakan proses memanusiakan manusia, hal ini berkaitan dengan kebebasan dalam berbagai hal baik secara fisik maupun mental sehingga proses belajar mengajar akan tercapai dengan maksimal (Suroto, 2022:. Dalam proses belajar mengajar, keterlibatan guru menjadi hal yang sangat krusial. Guru memerlukan dorongan untuk terlibat secara aktif dalam proses pengembangan kurikulum maupun melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan untuk memenuhi kebutuhan kurikulum. Sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran, tanggung jawab yang dimiliki oleh guru harus menyesuaikan materi kurikulum dengan kebutuhan dan karakteristik siswa di kelas. Dengan berbagai tanggung jawab tersebut maka guru merupakan perancang pembelajaran yang responsif, kritis dan pengelola yang efisien. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan pada penelitian Munna & Kalam, . guru dapat menyesuaikan kebutuhan belajar, metode atau gaya belajar siswa yang berbedabeda. Guru perlu memahami kebutuhan siswa dengan menyiapkan perencanaan pembelajaran yang sesuai agar tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan. Pembelajaran ditujukan untuk memberikan pengetahuan, mengembangkan keterampilan dan informasi tentang mengelola sikap dan perilaku (Mohanty et al. Guru memiliki tanggung jawab terhadap hal tersebut dalam proses pembelajaran di kelas. Hal ini sesuai dengan pernyataan oleh Anggraini et al. dalam mengembangkan kurikulum merdeka, guru harus memiliki kualitas sebagai perencana, desainer, manager, evaluator, peneliti, pengambil keputusan, dan Keaktifan dan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru, implementasi kurikulum merdeka dapat berkembang dengan lebih baik, sesuai dengan tujuan yang diharapkan untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional. Penelitian tentang implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran dapat mendeskripsikan pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah. Penelitian ini juga membahas bagaimana kinerja guru dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran yang dapat dilihat dari tiga faktor yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Penelitian yang sudah dilakukan oleh Najwa et al. menunjukkan bahwa persiapan yang dilakukan guru untuk menyesuaikan metode pengajaran dan strategi pembelajaran merupakan elemen fundamental dalam penerapan kurikulum merdeka. Dengan memahami peran guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran, implementasi kurikulum merdeka sakan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Fungsi guru dalam menjalankan kurikulum merdeka, yang P-ISSN: 23553790. E-ISSN: 25794655 | 213 Safira Ariani1. Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Genta Mulia . mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses belajar, memungkinkan kita untuk mengenali pengaruh dan tantangan yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar. Guru dituntut untuk memadukan berbagai keterampilan, termasuk perencanaa, desain, manajemen, evaluasi, penelitian, pengambilan keputusan dan lainnya agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan sesuai dengan visi kurikulum yang diterapkan. Penelitian yang dilakukan oleh (Rawis et al. , 2023:. mengungkapkan bahwa para guru masih belum sepenuhnya menguasai penerapan kurikulum merdeka belajar. Persiapan harus ditingkatkan agar sekolah dapat merespon dengan cepat hal tersebut. Oleh karena itu, sekolah perlu melakukan upaya tambahan untuk mengoptimalkan potensi dan komitmen dalam melaksanakan implementasi kurikulum merdeka, sesuai dengan harapan Kementerian Pendidikan dasn Kebudayaan dalam mewujudkan profil pelajar pancasila. Namun, pada penelitian yang telah dilakukan oleh rawis belum mengungkapkan bagaimana kinerja guru dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran. Setelah melakukan obervasi dan wawancara dengan kepala sekolah di SDN 67 Percontohan Banda Aceh, kurikulum merdeka sudah diterapkan semenjak tahun 2022 di kelas I dan IV lalu disusul oleh kelas selanjutnya ditahun berikutnya hingga pada tahun 2025 seluruh kelas sudah menggunakan kurikulum merdeka. Proses pembelajaran yang mengikuti anjuran dalam kurikulum merdeka. Namun beliau juga mengatakan bahwa terkadang ada beberapa guru memiliki pemahaman terlambat dikarenakan tidak sempat melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan komunitas belajar sehingga perlunya pendekatan secara individual kepada guru untuk memotivasi agar mengikuti kegiatan secara rutin. Selain itu kepala sekolah juga mengajak guru-guru lainnya untuk saling bagi-membagi ilmu yang telah didapatkan selama mengikuti kegiatan. Dengan demikian peneliti ingin mengetahui seperti apa penerapan pembelajaran dalam kurikulum merdeka di sekolah tersebut. Berdasarkan observasi pada guru ditemukan bahwa terdapat guru yang terkadang masih memerlukan bimbingan dalam menerapkan kurikulum merdeka. Peran guru dalam Implementasi kurikulum merdeka sangatlah penting dalam hal perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Berdasarkan paparan diatas, penelitian ini penting dilakukan agar dapat memberikan gambaran luas mengenai implementasi kurikulum merdeka terkait perencanaan, pelaksanaan dan penilaian/asesmen pembelajaran di sekolah dasar. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh. Pada penelitian ini yang menjadi Subjek penelitian adalah. kepala sekolah, guru kelas I. II, i. IV. V dan VI di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh. Instrumen yang digunakan yaitu instrument obsevasi, wawancara dan angket. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Metode analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data, sedangkan angket menggunakan skala likert. Berikut merupakan rumus meghitung total skor pada angket: P-ISSN: 23553790. E-ISSN: 25794655 | 214 Safira Ariani1. Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Genta Mulia . Total skor individu = Ocycuycn=1 ycIycoycuyc ycn Keterangan: = simbol jumlah . i = 1 = indeks awal . ulai dari pernyataan ke-. n = jumlah seluruh item pernyataan Skor i = bobot nilai tiap pernyataan. Skor rata-rata per individu dihitung dengan rumus: Rata-rata skor individu = Total skor individu Nilai rata-rata dapat diinterpretasikan menggunakan kategori tingkat tanggapan berikut Tabel 1 Interpretasi skor rata-rata Skor rata-rata Kategori 4,21- 5,00 Sangat Setuju 3,41- 4,20 Setuju 2,61- 3,40 Netral 1,81- 2,60 Tidak Setuju 1,00- 1,80 Sangat Tidak Setuju Sumber: Sugiyono . HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini membahas tentang hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti yang berjudul Implementasi Kurkulum Merdeka Dalam Proses Pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 67 Percontohan banda Aceh, yang berada di Jl. Sultan Malikul Saleh. Lr. HKA. Jalil No. Lam Lagang. Kec. Banda Raya. Kota Banda Aceh. Provinsi Aceh. Hasil penelitian ini diperoleh dari kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi dan angket yang disebarkan kepada para guru. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 dan 15 April 2025. Implementasi kurikulum merdeka dalam Proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan pada implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh, diperoleh gambaran bahwa para guru telah menunjukkan kesiapan dan memiliki pemahaman yang baik dalam memahami karakteristik kurikulum Seluruh guru yang diamati telah mengikuti pelatihan secara mandiri di aplikasi PMM (Platform Merdeka Mengaja. yang sekarang telah bertransformasi menjadi Ruang GTK (Guru dan Tenaga Kependidika. Pelatihan ini memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman guru mengenai karakteristik kurikulum merdeka. Implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh dapat ditinjau dari tahapan perencanaan, pelaksanaan dan Pada awalnya kepala sekolah SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh Ibu E mewakili wilayah Banda aceh untuk mengikuti sosialisasi kurikulum merdeka di Pekan P-ISSN: 23553790. E-ISSN: 25794655 | 215 Safira Ariani1. Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Genta Mulia . Baru, sehingga SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh merupakan SD pertama yang menerapkan kurikulum merdeka dengan pilihan mandiri berubah. Pada tahapan perencanaan, tentunya kepala sekolah mengadakan rapat bersama guru untuk membahas implementasi kurikulum merdeka. Pada rapat ini para guru dan kepala sekolah membahas persiapan modul ajar, dan kebutuhan administrasi lainnya. Selanjutnya pada tahapan pelaksanaan, kepala sekolah mengungkapkan bahwa pelaksanaan kurikulum merdeka di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh pada tahun 2022 dengan pilihan mandiri berubah. Sekolah ini merupakan sekolah penggerak angkatan ketiga, adanya pelatihan yang dilaksanakan mengenai kurikulum merdeka. Pada tahun pertama pelaksanaan kurikulum merdeka dilaksanakan pada kelas 1 dan 4, selanjutnya pada tahun kedua dilanjutkan dengan kelas 2 dan 5. Tahun 2024/2025 kurikulum merdeka sudah diterapkan di kelas 3 dan 6. Di sekolah ini juga memiliki beberapa guru penggerak sehingga pelatihan yang didapatkan lebih maksimal. Guru mengikuti pelatihan secara mandiri di aplikasi yang telah disediakan yaitu ruang GTK (Guru dan Tenaga Kependidika. Pelatihan ini membantu guru untuk memahami kurikulum merdeka, seperti cara menyusun modul ajar, karakteristik kurikulum merdeka, p5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. , dan lainnya. Pelatihan ini juga membantu guru dalam menemukan strategi atau model pembelajaran yang sesuai dengan siswa. Sekolah juga memiliki kelompok belajar . bergema yang diadakan setiap hari senin dan selasa. Kelompok belajar ini bertujuan untuk membantu guru yang belum memahami kurikulum merdeka sehingga sesama guru dapat saling membantu dan membagikan ilmu yang telah didapatkan ketika mengikuti Para guru saling berkolaborasi untuk mengimplementasi kurikulum merdeka di sekolah. Tahapan terakhir adalah evaluasi. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui program yang telah dilaksanakan pada implementasi kurikulum merdeka di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh sudah berlajan dengan sesuai aturan yang telah ditentukan. Guru juga berperan penting dalam melakukan evaluasi didalam proses pembelajaran. Hal ini disampaikan oleh guru kelas i yaitu Ibu F beliau berpendapat bahwa implementasi kurikulum merdeka di SD negeri 67 sudah sangat baik khususnya di kelas i. Kurikulum merdeka memberikan nilai yang sangat positif karena berfokus pada kebutuhan dan karakteristik unik yang dimiliki oleh siswa. Pada awalnya guru mengidentifikasi siswa dengan menggunakan asesmen diagnostik, lalu siswa dapat dikelompokkan sesuai dengan gaya belajarnya apakah siswa tersebut termasuk dalam gaya belajar kinestetik, audio, atau visual. Guru merancang pembelajaran yang berdiferensiasi dan membentuk kelompok belajar sesuai dengan tahap perkembangan Setelah menyesuaikan kondisi belajar siswa sesuai dengan kelompoknya, siswa menjadi lebih percaya diri dan semangat ketika belajar. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa implememtasi kurikulum merdeka di sd negeri 67 percontohan banda aceh sudah berjalan dengan baik. Kurikulum ini memberikan dorongan kepada guru untuk lebih kreatif dalam mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru juga menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan mengidentifikasi gaya belajar siswa diawal untuk dapat mengelompokkan siswa sesuai dengan gaya belajarnya. Guru P-ISSN: 23553790. E-ISSN: 25794655 | 216 Safira Ariani1. Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Genta Mulia . senantiasa mengikuti pelatihan melalui platform yang telah disediakan serta menggunakan teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum merdeka memberikan kebebasan belajar pada siswa dan sangat menghargai siswa yang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Kurikulum merdeka memiliki tantangan diawal implementasinya yaitu penyesuaian dengan peralihan mata pelajaran dari kurikulum sebelumnya ke kurikulum baru. Hal tersebut dapat teratasi dengan baik yaitu dengan memberikan pemahaman yang mendalam kepada siswa. Untuk tantangan lainnya dapat tertatasi dengan baik karena pihak sekolah dapat bekerjasama dengan orang tua dan siswa dalam mengimplementasikan kurikulum Kinerja guru dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh Kinerja guru dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan angket yang dibagikan kepada para guru yang berjumlah 6 orang. Guru tersebut merupakan guru kelas I. II, i. IV. V dan VI. Pertanyaan yang diberikan berjumlah 30 soal yang terdiri dari 9 soal mengenai perencanaan pembelajaran, 12 soal pelaksanaan pembelajaran dan 9 soal evaluasi hal ini dilakukan untuk mengetahui kinerja guru dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh. Berikut merupakan hasil analisis data angket. Perencanaan Pembelajaran Pada perencanaan pembelajaran hasil yang diperoleh dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 2 Perencanaan Pembelajaran Nama Skor total Rata-rata Interpretasi Selalu Selalu Selalu MJ4 Sering Selalu Selalu Total Selalu Rata-rata 42,67 4,74 Selalu Tabel 3 Interpretasi rata-rata Skor rata-rata Kategori 4,21- 5,00 Selalu 3,41- 4,20 Sering 2,61- 3,40 Kadang-kadang 1,81- 2,60 Hampir Tidak Pernah 1,00- 1,80 Tidak Pernah P-ISSN: 23553790. E-ISSN: 25794655 | 217 Safira Ariani1. Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Genta Mulia . Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata skor angket yang diperoleh dari responden, maka diperoleh nilai 4,74. Nilai ini berada pada rentang 4,21- 5,00 yang termasuk dalam kategori AuSelaluAy. Berdasarkan hasil tersebut maka kinerja guru sudah mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh. Guru selalu membuat perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka sebelum memulai proses belajar mengajar di kelas. Pelaksanaa Pembelajaran Pada pelaksanaan pembelajaran hasil yang diperoleh dapat dilihat pada tabel Nama MJ4 Total Rata-rata Tabel 4 Pelaksanaan Pembelajaran Skor total Rata-rata Interpretasi Selalu Selalu Selalu Sering Selalu Selalu Selalu Selalu Tabel 5 Interpretasi rata-rata Skor rata-rata Kategori 4,21- 5,00 Selalu 3,41- 4,20 Sering 2,61- 3,40 Kadang-kadang 1,81- 2,60 Hampir Tidak Pernah 1,00- 1,80 Tidak Pernah Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata skor angket yang diperoleh dari responden, maka diperoleh nilai 4,75. Nilai ini berada pada rentang 4,21- 5,00 yang termasuk dalam kategori AuSelaluAy. Berdasarkan hasil tersebut maka kinerja guru sudah mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh. Guru selalu melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan prinsip kurikulum merdeka sehingga siswa dapat mengembangkan potensi yang Evaluasi pembelajaran Pada evaluasi pembelajaran hasil yang diperoleh dapat dilihat pada tabel dibawah Tabel 6 evaluasi pembelajaran Nama Skor total Rata-rata Interpretasi Selalu P-ISSN: 23553790. E-ISSN: 25794655 | 218 Safira Ariani1. Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Genta Mulia . MJ4 Total Rata-rata 42,83 28,56 4,76 Selalu Selalu Sering Selalu Selalu Selalu Selalu Tabel 7 Interpretasi rata-rata Skor rata-rata Kategori 4,21- 5,00 Selalu 3,41- 4,20 Sering 2,61- 3,40 Kadang-kadang 1,81- 2,60 Hampir Tidak Pernah 1,00- 1,80 Tidak Pernah Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata skor angket yang diperoleh dari responden, maka diperoleh nilai 4,76. Nilai ini berada pada rentang 4,21- 5,00 yang termasuk dalam kategori AuSelaluAy. Berdasarkan hasil tersebut maka kinerja guru sudah mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh. Guru melakukan evaluasi untuk mengetahui bagaimana perkembangan siswa dan meningkatkan kompetensi yang dimiliki siswa. Berdasarkan informasi diatas bahwa kinerja guru dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan kurikulum merdeka. Pembahasan Implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh. Implementasi kurikulum merdeka sudah di laksanakan pada semua kelas. Negeri 67 Percontohan Banda Aceh merupakan sekolah penggerak yang pertama mengimplementasikan kurikulum merdeka di Banda Aceh dengan pilihan mandiri Implementasi kurikulum merdeka dilakukan dengan adanya perencanaan yang matang dan bertahap hingga terlaksana di semua kelas. Menurut kepala sekolah kurikulum merdeka ini sangat bagus untuk diterapkan disekolah ini. Karena dalan pelaksanaannya di kelas, kurikulum ini membuat siswa memiliki keaktivan yang bagus pada saat belajar. Selain aktif siswa juga berkolaborasi dengan siswa yang lain juga dengan guru. Guru memiliki peran sebagai fasilitator yang memantau proses belajar siswa dan mengarahkan siswa untuk mandiri dalam memperoleh pengetahuannya. Siswa dapat mengembangkan pengetahuan, bakat dan minat sesuai dengan kemampuannya secara maksimal. Pada implementasi kurikulum merdeka guru diberikan kebebasan dalam mengembangkan pembelajaran yang memiliki kualitas tinggi. Kurikulum merdeka P-ISSN: 23553790. E-ISSN: 25794655 | 219 Safira Ariani1. Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Genta Mulia . mendorong pengembangan guru menjadi lebih kreatif, elaboratif, dan komunikatif. Guru dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan nyaman serta mengajak siswa untuk selalu ingin tahu tentang hal apa saja yang akan mereka pelajari. Penggunaan teknologi di dalam proses pembelajaran juga menambah pengetahuan siswa sehingga suasana belajar tidak monoton dan membosankan. Suasana belajar yang menarik dan nyaman akan membuat siswa menjadi pelajar yang aktif dan kreatif. Mata pembelajaran pada kurikulum merdeka juga berbeda dengan kurikulum sebelumnya seperti IPA dan Ips yang digabungkan dalam satu buku dan berubah nama menjadi IPAS. Mata pelajaran bahasa inggris berubah menjadi pelajaran pilihan yang pada kurikulum sebelumnya merupakan mata pelajaran wajib. Dan mata pelajaran keterampilan keterampilan diganti dengabn seni, lalu mata pelajaran PPKN diganti namanya menjadi pendidikan pancasila. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Angga et al. 2:5. yang menjelaskan bahwa jam belajar pertahun 144 jam, adanya Capaian Pembelajaran, adanya Alur Tujuan Pembelajaran. Modul Ajar, guru merancang pembelajaran perminggu dengan 20% project dari intrakulikuler contoh perminggu mata pelajaran PKn 4 jam, maka 3 jam intrakulikuler dan 1 jam kokulikuler, mata pelajaran IPA dan IPS disatukan menjadi IPAS, pembelajaran berbasis proyek tetapi tidak mengurangi intrakulikuler, mata pelajaran SBdP hanya bisa diajarkan satu bidang saja, dan setiap kelas dibagi menjadi beberapa fase. Melalui Kurikulum Merdeka Belajar, pemerintah mengajak guru untuk menciptakan berbgai kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran sehingga mampu melaksanakan konsep Merdeka Belajar untuk mecapai Profil Pelajar Pancasila. Dalam teori belajar konstruktivisme, proses pembelajaran dipandang sebagai suatu kegiatan aktif yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam membangun pengetahuannya sendiri. Teori ini menekankan pentingnya independensi atau kebebasan dalam belajar, dimana peserta didik diberi ruang untuk mengeksplorasi, bertanya, dan mengonstruksi pemahaman mereka berdasarkan pengalaman yang telah didapat dari lingkungan sekitar. Dalam konteks ini guru berperan sebagai fasilitator yaitu membimbing, mengarahkan dan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif serta Kebebasan ini diberikan kepada guru untuk merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. Lingkungan kelas yang mendukung keterbukaan antara siswa dan guru menjadi pondasi penting untuk mengembangkan kepercayaan diri dan kemandirian siswa. Pada tahap implementasi yang terakhir yaitu evaluasi atau penilaian. Evaluasi memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Tanpa adanya evaluasi kita tidak dapat mengetahui kelemahan atau kekuatan di dalam perencanaan maupun proses implementasi kurikulum yang telah digunakan (Ariyanti et al. Selain itu, sekolah juga diberikan kebebasan terhadap sistem penilaian peserta didik dalam proses Kinerja guru dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh P-ISSN: 23553790. E-ISSN: 25794655 | 220 Safira Ariani1. Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Genta Mulia . Persiapan yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka yaitu dengan mengikuti berbagai pelatihan guna menambah wawasan dan mendalami mengenai kurikulum merdeka (Ilmawan, 2024:. Keterampilan yang harus dimiliki oleh guru adalah menyusun perencanaan pembelajaran secara matang dan memiliki pertimbangan yang luas. hal ini dilakukan agar terciptanya suasana belajar yang efektif, menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Ini merupakan usaha yang dilakukan oleh guru agar mencapai hasil pendidikan yang lebih optimal. Penjelasan tersebut sesuai dengan teori dari (Tanaka, 2023:. dalam bukunya yang berjudul Perencanaan Pembelajaran mengungkapkan bahwa perencanaan pembelajaran merupakan pengembangan rencana pembelajaran yang terstruktur, berdasarkan analisis peserta didik dan tujuan pembelajaran, untuk mencapai hasil pembelajaran yang efektif dan bermakna. Perencanaan juga melibatkan pemilihan materi yang relevan dan menggunakan pendekatan belajar yang sesuai dengan karakteristik Dengan begitu, perencanaan pembelajaran menjadi suatu proses yang memadukan berbagai elemen untuk mencapai efektivitas pembelajaran. Pelaksanan pembelajaran merupakan proses guru dalam memberikan materi pelajaran, sebagai fasilitator pada kegiatan belajar dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan maksimal. Penelitian yang dilakukan oleh (Auliyah et al. , 2024:. yang menyatakan bahwa setelah melakukan perencanaan pembelajaran maka langkah selanjutnya adalah pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari pendahuluan, inti, dan Pada kegiatan pendahuluan guru membangkitkan minat belajar siswa dengan pertanyaan pemantik, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan harapan terhadap siswa. Pada bagian kegiatan inti, guru menyampaikan materi dengan metode yang beragam seperti ceramah, diskusi, dan praktik. Pada bagian penutup guru tidak lupa untuk melakukan refleksi pada pembelajaran yang telah dilakukan. Guru juga mendorong partisipasi siswa agar lebih aktif. Guru menggunakan berbagai strategi dan media pembelajaran agar materi dapat tersampaikan kepada siswa dengan baik, saling bertanya dan memberikan pendapat dan melakukan penilaian Pada tahap penutup yaitu menyiapkan kesimpulan pelajaran, pemberian umpan balik, refleksi bersama dan pemberian tugas lanjutan untuk memperdalam pemahaman dan persiapan untuk pertemuan selanjutnya. Hasil penelitian yang diperoleh dari kinerja guru dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran untuk faktor evaluasi sudah dilakukan dengan sangat baik. Evaluasi dilakukan untuk melihat bagaimana perkembangan dalam proses pembelajaran siswa di kelas. Hsasil yang didapatkan oleh siswa setelah dilakukan evaluasi akan menetukan tindakan apa yang akan dilakukan kedepannya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Phafiandita et al. , 2022:. menyatakan bahwa evaluasi mememiliki peran penting dalam dunia pendidikan, evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil yang diperoleh siswa lalu melakukan tindak lanjut terhadap hasil siswa tersebut sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Teori yang disampaikan oleh (Ismail, 2020:. yaitu evaluasi merupakan proses memberikan pertimbangan terhadap kualitas dari suatu hal yang diukur. Proses tersebut dilakukan secara terstruktur dan P-ISSN: 23553790. E-ISSN: 25794655 | 221 Safira Ariani1. Implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Genta Mulia . berkelanjutan, yaitu menyiapkan perencanaan perhitungan dengan mengikuti peraturan yang ada. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh, maka peneliti merumuskan beberapa kesimpulan sebagai berikut: Impelementasi kurikulum merdeka di SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh sudah berjalan dengan sangat baik dan sudah dilaksanakan pada semua kelas. Dalam perencanaan pembelajaran, guru menyusun perangkat ajar dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik siswa. Pada proses pelaksanaan, pembelajaran berlangsung lebih fleksibel dan berpusat pada siswa, serta melibatkan aktivitas kolaboratif yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Sedangkan pada evaluasi, guru telah menggunakan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dimiliki siswa. Kinerja guru dalam mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran sudah sangat baik. Hasil yang didapatkan menunjukkan guru sangat mendukung baik dari segi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran. Guru menunjukkan komitmen dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kurikulum merdeka, terutama dalam hal menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Dengan begitu kinerja para guru dalam merancang pelaksanaan kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 67 Percontohan banda Aceh sudah sesuai dengan ketentuan kurikulum merdeka. Hasil penelitian yang telah dipaparkan oleh peneliti agar menjadi manfaat bagi beberapa pihak sebagai masukan yang berguna untuk kemajuan di asa yang akan datang. Beberapa saran tersebut ditujukan kepada: Bagi guru diharapkan untuk terus meningkatkan pemahaman dan kompetensi terkait profesionanya dalam mengajar, baik dari segi penguasaan materi, metode pemnbelajaran, maupun kemampuan pedagogik lainnya. Guru juga diharapkan aktif mempelajari dan mengikuti perkembangan kurikulum yang berlaku, agar dapat melaksanakannya secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Bagi sekolah agar terus memberikan dukungan kepada guru dalam mengembangkan kompetensinya baik itu dari pelatihan maupun kegiatan lainnya, penyediaan sarana dan prasarana penunjang serta membangun budaya kolaborasi antarpendidik untuk tetap saling berbagi praktik dalam menerapkan kurikulum Bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas cakupan penelitian dengan melibatkan banyak sekolah serta menggali lebih dalam persepsi siswa dan orang tua, sehingga gambaran yang didapat lebih komprehensif mengenai dampak implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran di tingkat sekolah dasar. DAFTAR PUSTAKA