e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 Strategi Pelayanan Kebaktian Anak di GSRI Bengkayang Kalimantan Barat Selama Masa Pandemi Esterani, 2 Ernida Marbun Sekolah Tinggi Teologi Berea Pontianak Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara 69@gmail. com, 2ernidaerni81@gmail. Abstract: Children's services are part of the children's faith-building forum in the church. The COVID-19 pandemic that has hit the world, especially Indonesia, has resulted in various sectors not being able to run properly, including the religious sector. The Indonesian Spiritual Food Church (GSRI) Bengkayang. West Kalimantan, is one of the churches in West Kalimantan which cannot carry out church activities as usual. Adult worship is held online. Meanwhile, the children's service which is usually held every Sunday at 07. 30 WIB to 08. 30 WIB is cancelled. The church has not dared to make a decision about what to do for children's services. Research on teaching strategies at the children's service at GSRI Bengkayang Kalbar during the pandemic aims to explore what strategies are considered more appropriate to be used for service to children as a substitute for children's services on Sundays. To obtain data on the topic of this research, the researcher conducted interviews with several parents of children, interviews with pastors/pastors, interviews with church councils, photo documentation of children attending services through video, video documentation of children memorizing Bible verses, documentation of activities children . oloring, quizzes, etc. In addition to conducting interviews and documentation, the researchers also conducted a literature review. The Bible is the main book that is used as a basic basis for the importance of child ministry, plus other books related to this research. The strategies that are considered more appropriate to carry out so that children's services can run well during the pandemic are through video recordings, telephone/video calls/WA, and home visits. Video recording is intended for children who have internet facilities and an android cellphone. Phones can be applied to all children because all children or parents have cellphones, even though some are not android cellphones. Video calls and WA can only be used by children who have Android cellphone facilities. Home visits are for children who are unable to attend children's services via video recording. Thus, all children receive services, although the strategies used vary. Keywords: children's service. Abstrak: Kebaktian anak-anak merupakan bagian dari wadah pembinaan iman anak-anak di dalam Pandemi covid-19 yang telah melanda dunia khususnya Indonesia telah mengakibatkan berbagai sektor tidak dapat berjalan dengan baik termasuk sektor keagamaan. Gereja Santapan Rohani Indonesia (GSRI) Bengkayang Kalimantan Barat, salah satu gereja di Kalbar yang tidak dapat melaksanakan kegiatan gereja sebagaimana biasanya. Ibadah orang dewasa dilaksanakan secara Sementara itu, kebaktian anak-anak yang biasanya dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 30 wib sampai dengan pukul 08. 30 wib ditiadakan. Gereja belum berani mengambil keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk kebaktian anak-anak. Penelitian tentang strategi mengajar di kebaktian anak GSRI Bengkayang Kalbar di masa pandemi bertujuan untuk menggali strategi apa yang dianggap lebih tepat digunakan untuk pelayanan kepada anak-anak sebagai pengganti kebaktian anak pada hari Minggu. Untuk memperoleh data tentang topik penelitian ini, peneliti melakukan wawancara dengan beberapa orang tua anak, wawancara dengan pendeta/gembala sidang, wawancara dengan majelis gereja, dokumentasi foto anak-anak ketika mengikuti kebaktian melalui video, dokumentasi video anak ketika menghafal ayat Alkitab, dokumentasi aktivitas anak . ewarna, quiz. Selain melakukan wawancara dan dokumentasi, peneliti juga melakukan tinjauan kepustakaan. e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 Alkitab merupakan buku utama yang digunakan sebagai landasan dasar tentang pentingnya pelayanan anak, ditambah dengan buku-buku lainnya yang berhubungn dengan penelitian ini. Adapun strategi yang dianggap lebih tepat dilakukan agar kebaktian anak-anak dapat berjalan dengan baik selama masa pandemi adalah melalui rekaman video, telepon/video call/WA, dan kunjungan rumah. Rekaman video diperuntukkan bagi anak-anak yang memiliki fasilitas internet dan HP android. Telepon dapat diterapkan kepada semua anak karena semua anak atau orang tua memiliki HP, meskipun sebagian bukan HP android. Video call dan WA juga hanya dapat dimanfaatkan oleh anak-anak yang memiliki fasilitas HP android. Kunjungan rumah diperuntukkan bagi anak-anak yang tidak dapat mengikuti kebaktian anak melalui rekaman video. Dengan demikian, semua anak mendapat pelayanan, meskipun strategi yang digunakan bervariasi. Kata kunci: kebaktian anak. Pendahulan Virus korona bukan hanya merenggut ribuan nyawa, tetapi juga telah mengubah tatacara kehidupan manusia. Mengurung diri di rumah, menghindari keramaian, menunda perjalanan ke tempat lain, dan lain-lain dilakukan hanya untuk menghindar dari penularan virus covid19. Pada selasa 11 Agustus 2020 dilaporkan bahwa AuIndonesia mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus corona penyebab covid-19 pada awal Maret 2020. Ay(Gustav 2. Data awal september 2020 yang terjangkit sangat banyak jumlahnya. (Kamil 2. Pandemi yang telah melanda seluruh dunia berdampak pada berbagai sektor di Indonesia. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk meredam dampak pandemi covid-19. Hampir semua sektor terdampak, tidak hanya sektor kesehatan. Beberapa sektor lainnya seperti sektor ekonomi, pendidikan, pembangunan, ketenagakerjaan, bahkan sektor keagamaan juga mengalami dampak akibat pandemi covid-19. Akibat wabah covid-19, hampir semua kegiatan Gereja tidak dapat dilaksanakan dengan Kebaktian rutin hari Minggu, mulai dari kebaktian orang dewasa sampai kebaktian anak-anak tidak dapat berjalan seperti biasa. Sejumlah kegiatan gereja lainnya tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana misalnya katekisasi kelas baptisan, pembabtisan, latihan koor, perayaan hari besar Paskah. Natal, ulang tahun gereja, dan lain-lain. Akibat dari wabah covid-19 ini, ibadah dilakukan secara live streaming. Berikutnya ada perkembangan. Ibadah boleh dilakukan, tetapi ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi seperti menyediakan tempat mencuci tangan, memasang himbauan melalui spanduk atau baliho, membatasi peserta ibadah, menerapkan protokol 3M . emakai masker, sering mencuci tangan, menjaga jara. , mengukur suhu badan sebelum masuk ruang gereja, durasi ibadah dibatasi atau dipersingkat, tidak bersalaman, sejumlah kegiatan gereja yang melibatkan banyak orang terpaksa ditunda sampai menunggu waktu yang tidak dapat ditentukan. (Saragih and Hasugian 2. Sejak pandemi. GSRI Bengkayang melaksanakan ibadah secara live streaming. Selang kira-kira satu bulan berikutnya, ibadah tetap dilaksanakan di Gereja dan live streaming juga disediakan khusus bagi jemaat yang tidak dapat datang ke gereja. Akan tetapi, beberapa minggu kebaktian anak-anak sempat tidak dilaksanakan. Waktu terus berjalan. Virus corona belum juga berhenti melanda seluruh wilayah Indonesia mulai dari kota metropolitan sampai pelosok Tanah Air. Menunggu keadaan normal seperti semula, tampaknya tidaklah mungkin karena tidak dapat dipastikan kapan pandemi berakhir. Sementara di satu sisi, kebaktian anakanak harus segera dilaksanakan karena bagaimana pun juga, pembinaan iman anak harus e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 Dalam kondisi dan situasi yang berat di masa pandemi, mungkin gairah dan semangat melayani di dalam diri guru-guru juga dapat menurun. Karena itu, guru yang melayani di kebaktian anak harus selalu mengingat akan panggilan serta motivasinya ketika mengambil keputusan untuk menjadi guru. Suhento Liauw mengatakan: Au. keinginan mengajar Sekolah Minggu itu timbul dari hati yang mengasihi Tuhan, yang ingin menolong-Nya memenuhi kerinduan-Nya untuk menyelamatkan manusia yang akan binasa. Keinginan mengajar Sekolah Minggu harus timbul dari hati yang mengasihi jiwa-jiwa . yang kalau mencapai saat bisa bertanggung jawab . , mereka harus mengambil keputusan. Ay(Liauw 1. Dengan selalu mengingat akan panggilannya, maka diharapkan para guru yang melayani di kebaktian anak-anak tetap kuat dan setia dengan motivasinya. Pada masa pandemi ini, guru-guru yang melayani kebaktian anak di GSRI Bengkayang masih setia dengan panggilan dan motivasinya. Bersama dengan pembina mulai berpikir bagaimana agar kebaktian anak bisa berjalan. Beberapa pertimbangan untuk mengambil kebijakan adalah: pertama,tanggung jawab kepada Tuhan. Covid-19 yang melanda seluruh negeri tidak dapat dipastikan kapan segera berakhir, sementara guru mempunyai tanggung jawab terhadap pelayanan anak. Tanggung jawab memimpin anak-anak pada kebenaran dapat dikatakan sebagai tanggung jawabnya kepada Tuhan. Dengan mengutip George Herbert Palmer. Anderson mengatakan: AuPalmer, yang pernah mengajar di Universitas Harvard menyatakan pikiran yang harus menjadi ciri dari setiap guru. Ia berkata 'Bertahun-tahun lamanya Universitas Hardvard telah membayar saya untuk tugas yang saya lakukan, yang seandainya perlu dan seandainya dapat, saya dengan senang hati akan membayar kepada Harvard karena hak yang telah diberikan kepada saya untuk mengajar itu. Ao Inilah ciri dari seorang guru yang benar. Ay(Anderson 1. Jika pelayanan pada kebaktian anak-anak tidak dilaksanakan dengan baik berarti guruguru harus bertanggung jawab atas iman anak-anak di hadapan Tuhan. Kedua, terdapat belasan orang anak baru masuk di kebaktian anak. Awal tahun 2020 ada sejumlah anak baru pertama kali hadir dalam kebaktian anak. Ada beberapa diantaranya adalah anak-anak yang datang pada hari Natal tahun 2019 itu merupakan hari pertama mereka datang ke gereja. Akhir Februari 2020 ada lagi beberapa anak yang baru pertama kali mengikuti kebaktian anak-anak. Ketiga, sebagian besar orang tua dari anak-anak di GSRI Bengkayang adalah nonKristen. Karena kebaktian anak tidak dapat dilaksanakan di Gereja, sesungguhnya orang tua sangat berperan lebih besar dalam pembinaan iman anak-anak. Akan tetapi, karena sebagian besar anak berasal dari keluarga non-Kristen, maka peranan orang tua tidak dapat diharapkan, kecuali untuk orang tua yang sudah Kristen. Meskipun demikian, kerja sama dengan semua orang tua tetap dibutuhkan dalam hal lainnya. Keempat, merupakan pertimbangan terakhir yaitu keadaan ekonomi orang tua anak yang bervariasi. Ada sekelompok kecil orang tua cukup mapan dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Namun, ada sebagian besar orang tua anak berada pada tingkat ekonomi menengah ke bawah. Jika berhubungan dengan biaya, misalnya berkomunikasi secara online maka dibutuhkan handphone android dan tentu juga biaya quota. Ini akan menjadi pertimbangan untuk menerapkan strategi apa yang lebih tepat untuk dilakukan agar pelayanan kepada anak-anak tetap dapat berjalan dengan baik. e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 II. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat (Trianto 2. Dengan kata lain, penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha menggambarkan objek penelitian sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan dengan tujuan ingin memperoleh fakta yang sebenarnya untuk kemudian dapat dipaparkan secara objektif dan sistematis. Dengan mengutip pendapat Bogdan dan Tylor. Margono mengatakan metode penelitian kualitatif adalah. AuProsedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat Ay(Margono 2. Untuk memperoleh fakta yang akurat tentang strategi pelayanan kebaktian anak-anak di GSRI Bengkayang pada masa pandemi ini, peneliti perlu mengumpulkan data. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui studi kepustakaan, wawancara, dan Penelitan Kepustakaan (Library Researc. ,(Anon n. ) yaitu menghimpun dan membaca buku-buku seperti Alkitab sebagai sumber utama dan buku-buku lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini. Peneliti juga melakukan wawancara kepada pendeta/gembala sidang, majelis gereja, kepada orang tua, dan kepada beberapa anak melalui telepon atau video call. Data dan informasi juga diperoleh melalui dokumentasi yaitu menghimpun data berupa foto-foto ketika anak-anak menyaksikan rekaman video dan rekaman video anak-anak yang dikirim balik kepada guru-guru ketika menghafal ayat-ayat Alkitab. Hasil Dan Pembahasan Keadaan Anak-Anak Jumlah anak Sekolah Minggu saat ini 38 orang terdiri dari laki-laki 13 orang dan perempuan 25 orang. Jika kebaktian anak-anak dilaksanakan secara normal seperti biasa, anak-anak dibagi menjadi dua kelas, kelas kecil . mur 0 tahun s. 9 tahun atau pra sekolah kelas 3 SD) dan kelas besar . mur 10 s. 14 tahun atau kelas 4 s. kelas 7 SMP). Kelas kecil sebanyak 18 orang dan kelas besar sebanyak 20 orang. Berdasarkan jenis pekerjaan orng tua, maka tingkat ekonomi menengah ke atas ada 17 anak dari 11 orang tua (Pendeta. PNS, pedagang, pengusaha, dan anggota POLRI) dan tingkat ekonomi menengah ke bawah sebanyak 21 anak dari 10 orang tua . uruh, wiraswasta, tani, dan pedagang mencapai tujuan. Dampak Pandemi Covid-19 bagi Kebaktian Anak Kebaktian anak-anak secara luas menunjukkan suatu proses mengajar dan belajar yang diselenggarakan pada hari Minggu. Namun, selama pandemi melanda, kebaktian anak-anak tidak dapat dilaksanakan sebagaimana biasanya pada hari Minggu di gereja. Sebelum covid19 mewabah, kebaktian anak-anak dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 07. 30 wib s. 30 wib. Rata-rata kehadiran setiap minggu sebanyak 30-an anak. Setelah pandemi masuk Kalbar dan sesuai himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan dan peraturan pembatasan kegiatan keagamaan maka diputuskan bahwa kebaktian anak untuk sementara ditiadakan sampai menunggu keadaan benar-benar aman. Dengan tidak dilaksanakannya kebaktian anak-anak, keadaan keuangan di kas anak-anak tidak bertambah bahkan berkurang karena beberapa kebutuhan. Dampak lainnya adalah beberapa kegiatan tidak dapat dilaksanakan, seperti Paskah anak. Natal anak. PA kelas besar, dan kebaktian padang. Berbagai kendala dalam pelayanan sekolah minggu, misalnya kurangnya sumber daya e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 manusia atau guru Sekolah Minggu yang lebih berfokus mengajar anak-anaknya di rumah ditemukan juga di lapangan, masalah manajemen sekolah minggu, dll. (Karnawati and Mardiharto 2. Strategi Pelayanan Kebaktian Anak-Anak Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kataAystrategiAy berarti Aurencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Ay(Nasional 2. Dalam berbicara tentang strategi pendidikan, (Hasugian 2. dalam Strategi Belajar Mengajar PAK yang Efektif mengatakan bahwa Austrategi merupakan suatu rencana, metode, atau serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Ay Pengertian tentang AustrategiAy ini mengandung arti bahwa dalam melakukan pelayanan kebaktian anak-anak GSRI Bengkayang di masa pandemi ini, ada serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan metode tertentu yang direncanakan secara matang untuk mencapai tujuan. Di dalam Alkitab ditunjukkan bahwa Allah tidak pernah kehilangan cara untuk mendidik anak-anak-Nya walaupun ada masa yang sulit. Paulus yang dipenjarakan di kota Filipi diberikan hikmat oleh Tuhan untuk menuliskan surat-suratnya untuk mengembalakan jemaat-jemaat yang dirintisnya. Pandemi Corona sudah menjadi penghalang anak-anak sekolah Minggu untuk berkumpul dalam kebaktian anak-anak yang selama sebelum pandemi dilakukan di gereja GSRI Bengkayang. Pelayanan lewat media online merupakan solusi yang dipakai Roh Kudus untuk mengajar anak-anak Sekolah Minggu mengerti maksud Tuhan. (Berutu and Siahaan 2. (Siahaan 2. (Waruwu and Purdaryanto 2. Pengertian akan Firman Tuhan yang diajarkan adalah karya Roh Kudus dalam mengiluminasi pikiran anak-anak dan dari pengetahuan anak-anak selolah minggu terhadap Firman maka iman mereka bertambah kuat. Iman merupakan kapasitas yang diberikan Tuhan untuk mngetahui siapakah Allah lewat Firman-Nya dan mempercayai-Nya sesuai dengan kekuatan (Suanglangi 2. Ada rencana untuk anak-anak dibuat live streaming seperti kebaktian umum untuk orang dewasa. Namun, dengan pertimbangan bahwa kemungkinan tidak semua anak dapat hadir dan duduk di rumah tepat waktu maka rencana ini tidak jadi dilaksanakan. Dengan memperhatikan hal di atas dan setelah melakukan diskusi dengan pendeta, majelis dan guruguru, maka disepakati pelayanan kebaktian anak GSRI Bengkayang di masa pandemi menggunakan tiga metode yaitu: rekaman video, telepon/video call/whatshapp, dan kunjungan rumah. Pertama. Rekaman Video. Rekaman video diperuntukkan bagi anak yang berasal dari keluarga yang keadaan ekonomi orang tua menengah ke atas. Orang tua memiliki fasilitas HP android atau memiliki fasilitas wifi di rumah. Ada 17 anak dari 11 keluarga yang dapat mengikuti kebaktian anak melalui rekaman video. Langkah awal dalam melakukan proses rekaman video adalah pembuatan rekaman. Proses rekaman video dilakukan setiap hari sabtu sore. Isi rekaman seperti kebaktian biasa hanya nyanyian dikurangi. Adapun durasi rekaman video ini berkisar antara 20 s. 25 menit. Nyanyian pembuka . , berdoa . , nyanyian . , cerita Firman Tuhan . 5 meni. , nyanyian dan kolekte . , berdoa . Rekaman video yang dibuat setiap hari Sabtu akan diedit kembali oleh petugas dan akan dishare-kan setiap hari Minggu 00 wib melalui group jemaat dan group anak. Aktivitas mewarna dikirim oleh guru melalui WA group atau kepada orang tua. Hasil pekerjaan anak akan dikumpulkan hari Minggu berikutnya oleh orang tua ketika ibadah di gereja. Menghafal ayat Alkitab dikerjakan e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 sebagai tugas dalam satu minggu ke depan. Anak-anak yang menghafal ayat dapat mengirim video mereka melalui WA group. Kedua. Telepon/video call/whatshapp. Telepon merupakan golongan media audio. Artinya, media yang hanya dapat didengar saja. (Anon 2. Telepon yang dimaksud disini adalah telepon genggam atau telepon seluler atau handphone. Telepon genggam merupakan perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasaryang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, tetapi dapat dibawa ke mana-mana (Inggris: portable atau mobil. dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel. Ay(Anon ) Metode bertelepon dapat diterapkan kepada semua anak karena semua orang tua mempunyai telepon. Telepon hanya digunakan untuk pembicaraan singkat seperti menanyakan khabar, mengingatkan tentang tugas/aktivitas yang harus dikerjakan, mengingatkan tentang kebaktian anak-anak melalui video, dan mengingatkan anak-anak tentang kunjungan guru-guru pada hari tertentu. Selain menggunakan metode bertelepon, guru-guru juga menggunakan video call untuk mengubungi anak-anak khususnya bagi anakanak yang memiliki fasilitas HP android. Selain dengan telepon dan video call, dalam berkomunikasi dengan anak-anak, guru-guru juga menggunakan aplikasi WhatsApp (WA). Dari ketiga jenis golongan media ini, sebenarnya WA merupakan cara berkomunikasi yang lebih murah karena WA Aumerupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa pulsa, karena WA mengunakan paket data internet. Ay(Anon n. (Sihotang 2. Namun demikian, tidak semua anak dapat berkomunikasi melalui WA karena tidak semua anak memiliki fasilitas ini. Ketiga. Kunjungan Rumah. Riemer dalam bukunya Seri Pembinaan Iman Jemaat: Kunjungan Rumah mengataka. n bahwa. AuUntuk membina jemaat bagaikan tali yang mengandung tiga alur: memberitakan firman . , mengajarkan firman . , dan kunjungan rumah. Ay(Riemer 1. Jadi, untuk pembinaan iman anak Sekolah Minggu tidaklah cukup hanya dengan memberitakan dan mengajarkan firman Tuhan. Ketika berbicara tentang AuBagaimana Gereja MengajarAy. Iris V. Cully mengatakan bahwa. AuGereja mengajar melalui Sekolah gereja. Di Amerika Serikat hal ini berarti Sekolah Minggu Gereja, dengan pengajaran tambahan sepanjang hari-hari laindan sekolah-sekolah liburan. Ay(Cully 2. Hal ini menegaskan bahwa pelayanan kepada anak-anak tidak cukup hanya di kebaktian hari Minggu, tetapi perlu ada pelayanan di rumah di luar hari Minggu. istilah Aupengajaran tambahanAy dapat berarti pembinaan iman bagi anak-anak. Dengan demikian, benarlah bahwa perlu adanya kunjungan rumah bagi pembinaan iman anak. Lebih lanjut. Riemer mengatakan bahwa. AuTiga segi pekerjaan Roh Kudus. AuPertama, mencakup jemaat seluruhnya. kedua, hanya beberapa kelompok jemaat. ketiga, lebih sempit lagi yaitu pemeliharaan para anggota seorang demi seorang. Ay(Anon n. ) Yang ketiga ini yaitu pemeliharaan para anggota seorang demi seorang terwujud dalam kunjungan rumah. Dengan mengutif Billy Graham. Laufer dan Dyck mengatakan bahwa. AuUntuk membawa seorang sampai mengenal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi, dibutuhkan usaha sebanyak 5%. Tetapi untuk membimbing orang yang telah menerima Tuhan Yesus dalam pertumbuhan rohani, dibutuhkan 95% usaha. Ay(Laufer and Dyck 1. e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 Billy Graham menekankan betapa pentingnya pembinaan iman seseorang setelah ia menerima Tuhan Yesus secara pribadi sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Tugas mengunjungi anak merupakan bagian dari tanggung jawab guru. Karena itu, seorang guru harus lebih daripada sekedar seorang guru Auhari MingguAy jikalau ia ingin mencapai hasil yang Berkurangnya murid di kebaktian anak bahkan mungkin undur dari Tuhan seringkali terjadi karena gagalnya guru melakukan kunjungan rumah. Anderson mengatakan. AuTugas seorang guru mencakup tanggung jawab untuk mengunjungi rumah para Ay(Anderson 1. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa kunjungan rumah bagi anak adalah memanggil anak-anak secara tersendiri untuk berbicara dengan dia tentang kasih Kristus. Aumemanggil tersendiriAy mengandung arti AukeluarAy dari jemaat, satu anggota khusus dengan tujuan berbicara dengan dia sebagai oknum pribadi dengan tujuan untuk menguatkan, menghibur, mengajak, dan menasehati dia. Sama seperti yang dilakukan oleh Yesus kepada Nikodemus. Pada waktu Yesus berbicara dengan dia, tidak ada orang lain yang turut mendengar. Hanya Yesus dengan Nikodemus. Yesus berbicara dengan penuh kasih demi keselamatan Nikodemus (Yohanes 3:1-. Contoh lain dalam Alkitab terdapat dalam Yohanes 4:1-42, tentang percakapan Yesus dengan perempuan Samaria. Yesus berbicara secara pribadi dan tidak ada orang lain yang ikut Yesus berbicara tentang Auair hidupAy yang hanya ada di dalam Dia. Perempuan itu mendengarkan dengan penuh perhatian setiap perkataan Yesus. Percakapan itu dilakukan di siang bolong sementara orang lain sedang tidur. Waktu ini tepat. Karena jika percakapan ini berlangsung pada saat para perempuan lain datang menimba air, maka perempuan Samaria ini akan merasa tidak aman dan tidak leluasa. Bisa jadi, dia tidak akan terbuka dengan keadaannya ketika Yesus menegur dosa. Contoh perjumpaan Yesus dengan Nikodemus dan dengan perempuan Samaria ini menjelaskan bahwa kunjungan rumah kepada anak-anak juga harus memperhatikan waktu yang tepat. Selama masa pandemi, kunjungan rumah diperuntukkan bagi anak yang tidak mempunyai HP android. Ada 21 anak dari 10 KK yang memerlukan pelayanan kunjungan rumah karena mereka tidak dapat mengikuti kebaktian anak melalui video. Dengan demikian, guru-guru akan mengunjungi 10 keluarga. Jadi, oleh karena guru sekolah minggu ada 5 orang, maka setiap guru mengunjungi 2 keluarga pada hari minggu sore. Dengan adanya strategi pelayanan tersebut kebaikan yang ditemukan antara lain pertama, semua anak dapat dijangkau. Dari beberapa strategi yang diterapkan dalam pelayanan anak selama masa pandemi, hanya media telepon yang dapat diterapkan kepada semua anak. Video, video call dan WA hanya dapat diterapkan kepada anak-anak yang memiliki HP android. Untuk mengatasi keterbatasan ini, kunjungan rumah dilakukan bagi anak yang tidak memiliki HP android atau fasilitas internet/wifi. Dengan demikian, semua anak dapat dijangkau. Kedua, terjalin Kerjasama yang Baik antara Guru dengan Orangtua. Pelayanan melalui video, video call. WA, dan kunjungan rumah sangat dibutuhkan kerjasama dengan orangtua. Guru-guru akan lebih sering menghubungi orang tua melalui telepon atau WA, orangtua harus lebih akrif membuka WA group, orangtua membimbing anak dalam mengerjakan aktivitas yang diberikan misalnya: menghafal ayat Alkitab, mengerjakan quiz Alkitab, mewarna, dll. Ketiga, tidak perlu penjemputan anak-anak. Tidak semua orangtua memiliki kendaraan untuk dapat mengantar anak-anaknya ke gereja. Sebagian besar anakanak harus dijemput dan diantar kembali ke rumahnya setelah kebaktian anak-anak. Ini e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 dilakukan sebelum masa pandemi. Dengan dilaksanakannya pelayanan anak melalui video, telepon/video call/WA, dan kunjungan rumah selama masa pandemi, otomatis tidak ada istilah antar-jemput anak-anak. IV. Kesimpulan Dari uraian tentang strategi pelayanan kebaktian anak di GSRI Bengkayang selama masa pandemi, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, sbb: bahwa ada 3 strategi yang dilakukan untuk pelayanan kepada anak-anak yaitu: Rekaman Video. Telepon/video call/whatshapp, dan kujungan rumah. Ketiga strategi tersebut memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Meskipun demikian, ketiga strategi ini dianggap lebih Rekaman video diperuntukkan bagi anak yang memiliki HP android atau fasilitas internet/wifi. Ada 17 anak dari 12 KK yang dapat mengikuti kebaktian anak melalui video, sedangkan sebanyak 21 anak tidak dapat mengikuti kebaktian melalui video ini. Telepon dapat digunakan untuk menghubungi semua anak karena semua anak/orang tua memiliki telepon genggam. Hanya tidak semua memiliki HP android. Video Call dan WA hanya dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan anak-anak yang memliki HP android. Hal ini berarti bahwa hanya 17 anak dari 12 KK yang bisa dijangkau dengan media ini. Kunjungan rumah hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang tidak memiliki HP android. Kunjungan selama masa pandemi dibatasi dengan memperhatikan beberapa pertimbangan: waktu dan selalu mematuhi protokol kesehatan . emakai masker, mengukur suh. Dengan demikian, semua anak mendapat pelayanan, meskipun strategi yang digunakan bervariasi sesuai dengan kondisi masing-masing anak. Tuhan Yesus memberkati. Referensi Anderson. Mavis L. Pola Mengajar Sekolah Minggu. Bandung: Yayasan Kalam Hidup. Anon. AuJenis-Jenis Media Pembelajaran. Ay AsikBelajar. Retrieved . ttps://w. com/jenis-jenis-media-pembelajaran/). Anon. AuPenelitian Lapangan. Ay Wikipedia. Retrieved . ttps://id. org/wiki/Penelitian_lapanga. Anon. AuTelepon Genggam: Perangkat Telekomunikasi. Ay Wikipedia. Retrieved . ttps://id. org/wiki/Telepon_gengga. Anon. AuWhatsApp: Layanan Pesan Singkat Mobile Dan Media Sosial Yang Dimiliki Facebook. Ay Wikipedia. Retrieved . ttps://id. org/wiki/WhatsAp. Berutu. Irwanto, and Harls Evan R. Siahaan. AuMENERAPKAN KELOMPOK SEL VIRTUAL DI MASA PANDEMI COVID-19. Ay SOTIRIA: Jurnal Theologia Dan Pendidikan Agama Kristen 3. :53Ae65. Cully. Iris V. Dinamika Pendidikan Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Gustav. Jawahir. AuPandemi Covid-19. Apa Saja Dampak Pada Sektor Ketenagakerjaan Indonesia?Ay Compas. Hasugian. Johanes Waldes. Strategi Belajar Mengajar Pendidikan Agama Kristen Yang Efektif. Prodi Teologi STT-SU. Kamil. Irfan. AuUPDATE 1 September: Kasus Supek Covid-19 Tembus 80. Orang,Ay. Ay Kompas. Karnawati. Karnawati, and Mardiharto Mardiharto. AuSekolah Minggu Masa Pandemi Covid 19: Kendala. Solusi. Proyeksi. Ay Didache: Journal of Christian Education 1. :13. doi: 10. 46445/djce. Laufer. Ruth, and Anni Dyck. Pedoman Pelayanan Anak. Malang: Yayasan e-ISSN: 2798-8244 Gereja yang Sehat Vol. No. 1, 2021 Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia Departemen Pembinaan Anak dan Pemuda. Liauw. Suhento. Guru Sekolah Minggu Super. Jakarta: Graphe. Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Nasional. Departemen Pendidikan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.