Prive. Volume 3. Nomor 2. September 2020 http://ejurnal. id/index. php/prive Online ISSN 2615-7314 Printed ISSN 2615-7306 PENGARUH PERENCANAAN PAJAK DAN KUALITAS LABA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KINERJA KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2. Hari Purnama. SE. MM 1 Pengajar Universitas PGRI Yogyakarta Abstract This study aims to examine the effect of tax planning, earnings quality and financial performance on firm value. To test the effect of tax planning and earnings quality on financial To test the effect of Tax Planning and Profit Quality on Firm Value which is moderated by financial performance. The variables of this study consisted of independent and dependent variables. The independent variables of this study are tax planning and earnings quality, the dependent variable is firm value and the moderating variable of financial performance. The population in this study were all 19 Food and Beverage Companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). The sampling technique was purposive sampling, so that the sample that entered the criteria was 13 companies. The data collection method uses documentation. The analysis technique used is multiple linear regression with a significance level of 5%. Tax planning has no effect on Firm Value. Meanwhile, earnings quality and financial performance partially have a positive and significant effect on firm value. Tax planning has no effect on financial Earnings quality partially has a significant effect on financial performance. Financial performance is not able to mediate the effect of tax planning on firm value. Financial performance is able to mediate the relationship between the effect of Earning Quality on Firm Value. Keywords: Tax Planning. Profit Quality. Financial Performance and Firm Value Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Perencanaan Pajak . Kualitas Laba dan Kinerja keuangan terhadap Nilai Perusahaan. Untuk menguji pengaruh Perencanaan Pajak , dan Kualitas Laba terhadap kinerja keuangan. Untuk menguji pengaruh Perencanaan Pajak , dan Kualitas Laba terhadap Nilai Perusahaan yang dimoderasi kinerja keuangan. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan terikat. Variabel bebas penelitian ini adalah Perencanaan Pajak, dan Kualitas laba, variabel terikatnya adalah Nilai Perusahaan dan variabel moderasi kinerja keuangan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Perusahaan Food And Beverage yang berjumlah 19 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik Pengambilan Sampel purposive sampling, sehingga sampel yang masuk kriteria sebesar 13 perusahaan. Metode pengambilan data menggunakan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan taraf signifikansi 5%. Perencanaan Pajak tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Sedangkan Kualitas Laba dan Kinerja keuangan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Perencanaan Pajak tidak berpenagaruh terhadap kinerja keuangan. Kualitas laba secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kinerja keuangan tidak mampu memediasi hubungan pengaruh Perencanaan Pajak terhadap Nilai Perusahaan. Kinerja keuangan mampu memediasi hubungan pengaruh Kualitas Laba terhadap Nilai Perusahaan. Kata Kunci: Perencanaan Pajak . Kualitas Laba. Kinerja keuangan dan Nilai Perusahaan A. PENDAHULUAN Nilai perusahaan merupakan tujuan utama dari perusahaan. Nilai perusahaan adalah salah satu indikator dari kemakmuran pemilik perusahaan atau pemegang saham. Memaksimalkan nilai perusahaan sangat penting artinya sebagai suatu Perusahaan, karena dengan memaksimalkan nilai perusahaan berarti juga memaksimalkan tujuan utama perusahaan. Meningkatnya nilai perusahaan adalah sebuah prestasi yang sesuai dengan keinginan pemiliknya dengan keinginan para pemiliknya karena dengan meningkatnya nilai perusahaan, maka kesejahteraan para pemilik juga akan meningkat. Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan adalah perencanaan pajak. Pajak sebagai pengurang laba, menjadi masalah tersedniri bagi perusahaan dalam pengelolaanya. Pengelolaan pajak yang dilakukan dengan perencanaa pajak baik dilakukan secara leggal atau sesuai dengan aturan perundang-undangan maupun illegal. Perencanaan pajak memiliki tujuan meminimalkan pajak, tetapi masih mengikuti aturan yang berlaku. Manipulasi pajak yang masih dalam karidor peraturan perundang-undangan pajak, akan mampu meningkatkan laba perusahaan. Manajer lakukan perencanaan pajak dengan tujuan untuk meningkatkan nilai Masalah yang sering muncul pada pajak perusahaan adalah perdebatan antara tarif pajak dan tarif pajak efektif. Berdasarkan United States Goverment Accountability Office tarif pajak efektif (Perencanaan Pajak /ETR) berbeda dengan tarif pajak yang berlaku. Tarif pajak efektif sebagai ukuran keberhasilan perusahaan dalam melakukan perencanaan pajak. Semakin efektif perencanaan pajak yang dilakukan perusahaan, maka akan meningkatkan laba perusahaan yang pada akhirnya akan mampu meninkatkan nilai perusahaan (Simarmata. Pengukuran Nilai perusahaan menggunakan formulasi PER (Price Earning Rati. terdapat beberapa cara menganilisis kinerja keungan dalam laporan keuangan, salah satunya analisis Rasio Kinerja keuangan . Menurut Harmono . analisis Kinerja keuangan menggambarkan Kinerja Fundamental Perusahaan ditinjau dari tingat efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan dalam memperoleh laba dan sering digunakan sebagai indikator Kinerja Fundamental Perusahaan mewakili kinerja manjemen. kinerja keuangan dalam penelitian ini diproksikan dengan ROA rasio ini melihat sejauh mana investasi yang telah di tanamkan atau ditempatkan mampu memberikan keuntungan pengembalian. Disatu sisi, perusahaan yang melaksanakan perencanaan pajak bisa meningkatkan nilai perusahaan. Karena dengan melaksanakan perencanaan pajak, perusahaan bisa lebih efektif dalam membayarkan pajak terutangnya serta terlihat tertib dalam kewajiban perpajakannya. Dan juga, ada pandangan teori tradisional yang mengatakan bahwa Aukegiatan perencanaan pajak dilakukan guna memindahkan kesejahteraan dari negara terhadap pemegang sahamAy (Desai dan Dharmapala, 2. , sehingga mampu menurunkan biaya yang dipergunakan dan dapat meningkatkan nilai Sedangkann penelitian yang dilakukan Winanto dan Widayat . dikemukakan bahwa perencanaan pajak memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Hal ini diakibatkan adanya biaya bisa saja timbul dari aktivitas perencanaan pajak ini yang berupa agency cost. Dimana agency cost ini muncul akibat dari adanya kepentingan pribadi dari manajemen yang dapat mengurangi nilai perusahaan. KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS KAJIAN TEORI Teori Agensi Teori agensi adalah teori yang menyatakan adanya hubungan antara pihak yang memberi wewenang . dan pihak yang menerima wewanang . Luayyi . menyebutkan bahwa: Di dalam teori keagenan pada dasarnya membahas suatu bentuk kesepakatan antara pemilik modal dengan manajer untuk mengelola suatu perusahaan, di sini manajer mengemban tanggungjawab yang besar atas keberhasilan operasi perusahaan yang dikelolanya, jika dalam menjalankan amanah tersebut manajer gagal maka jabatan dan segala fasilitas yang diberikan prinsipal akan diminta kembali. Berdasarkan hal tersebut maka menajdi dasar manajer melakukan manajemen laba. Kualitas Laba yang dilakukan manajer sering kali bertolak belakang dengan kepentingan pemilik perusahaan yang sifatnya menguntungkan manajer tetapi merugikan pemilik perusahaan. Lebih lanjut Anthony dan Govindarajan . mengatakan bahwa, teori agensi berasumsi semua individu atau pihak akan melkaukan kepentinganya sediri, sehingga sering manjdi gap kepentingan antar pemilik perusahaan dengan agensi. Sifat mementingkan diri sendiri ini mndorong manajer untuk berperilaku menyimpang yang akan merugikan pihak-pihak yang lain. Nilai perusahaan Pengertian Nilai perusahaan menurut Martono dan Harjito . yaitu Nilai perusahaan tercermin dari nilai pasar sahamnya jika perusahaan tersebut sudah Go public jika belum Go public maka nilai perusahaan adalah nilai yang terjadi apabila perusahaan tersebut dijual. Setiap perusahaan yang sudah Go public mempunyai tujuan yaitu memaksimalkan Nilai perusahaan dimana hal ini dijadikan sebagai tolak ukur dalam keberhasilan perusahaan karena dengan adanya peningkatan nilai perusahaan kemakmuran pemilik atau pemegang saham perusahaan juga akan ikut meningkat. Pengukuran Nilai perusahaan menggunakan formulasi PER (Price Earning Rati. Secara matematis, rumus untuk menghitung PER adalah sebagai berikut (Eduardus, 2001:. Harga per lembar saham PER= Earning per lembar saham Perencanaan Pajak Perencanaan pajak dapat dihitung dengan menggunakan rasio Perencanaan Pajak dan book-tax difference. book-tax difference mengukur dengan mengurangi pengukuran dari pendapatan yang lain sedangkan Perencanaan Pajak mengukur dengan menggunakan rasio dari beberapa pengukuran pajak . eban atau yang dibaya. untuk mengukur pendapatan. (Hanlon, 2. Dalam penelitian ini perencanaan pajak diukur dengan Perencanaan Pajak (ETR). ETR dapat dihitung dengan mempergunakan rumus: Total yaeyaoya yaEyayayayayaya ETR = yaayaya yayaoya yaOyayauyayaya Keterangan: ETR = Perencanaan Pajak (Tarif Pajak Efekti. Total Tax Expenses = Beban pajak Pre Tax Income = Laba sebelum pajak Kualitas Laba Bellovary et al. dalam(Sujarweni, 2. mendefinisikan kualitas laba sebagai kemampuan laba dalam merefleksikan kebenaran laba dan memprediksi laba dimasa mendatang, dengan acuan stabilitas dan persistensi laba. Laba persisten merupakan indikator kemampuan laba dalam membayar dividen dimasa mendatang, dapat dikatakan pertanggungjawaban manajer perusahaan dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Berdasarkan (Novita, 2. persistensi laba dihitung melalui perubahan laba bersih yaitu: EAT Ae EATn-1 AENIit = Nilai Total Asset Keterangan: iNIit = Perubahan laba bersih EAT = Laba bersih setelah pajak EATn-1= Laba bersih setelah pajak satu tahun sebelumnya Kinerja keuangan Kinerja keuangan merupakan gambaran dari pencapaian keberhasilan perusahaan dapat diartikan sebagai hasil yang telah dicapai atas berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Terdapat beberapa cara dalam menganalaisis kinerja keuangan dalam laporan keuangan, salah satunya adalah analisis kinerja keuangan . Analisis Kinerja keuangan menggambarkan Kinerja Fundamental Perusahaan ditinjau dari tingkat efisiensi dan efektifitas operasi perusahaan dalam memperoleh laba dan sering digunakan sebagai Indikator Kinerja Fundamental Perusahaan mewakili kinerja manjemen. Kinerja keuangan dalam penelitian ini diproksikan dengan ROA. Rasio ini melihat sejauh mana investasi yang telah ditanamkan atau di tempatkan mampu memberikan keuntungan pengembalian (Fahmi, 2. ROA dapat dirumuskan sebagai berikut: EAT ROA = Total Aktiva PENGEMBANGAN HIPOTESIS Perencanaan Pajak terhadap Nilai Perusahaan Pajak yang merupakan musuh atau beban bagi perusahaan menjadikan laba menjadi Pada kenyataannya muncul perencanaan pajak yang berfungsi untuk mengatur dan menekan pajak perusahaan menjadi kecil. Perencanaan pajak muncul didasari oleh prinsip manusiawi kalau bisa tidak membayar pajak, mengapa harus membayar pajak dan kalau bisa bayar rendah mengapa harus bayar tinggi. Perusahaan melakukan perencanaan pajak guna melakukan efisiensi pajaknya. Dengan efisiensi pajak, perusahaan mampu meningkatkan produktivitas dan kinerja demi kelangsungan hidup. Perencanaan pajak juga mampu meningkatkan nilai perusahaan. Semakin besar perencanaan pajaknya semakin besar pula nilai perusahaan (Houston, 2. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1: Perencanaan Pajak berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan Kualitas Laba terhadap Nilai Perusahaan Menurut (Munawir, 2. laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan. Penilaian Kinerja Keuangan suatu perusahaan merupakan salah satu yang dapat dilakukan oleh manajemen agar dapat memenuhi kewajibanya terhadap para penyandang dana dan juga untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan. Perusahaan dengan tingkat laba yang tinggi menunjukkan kualitas laba yang tinggi pula. Kinerja perusahaan selama ini, pada umumnya, masih diukur melalui tingkat kualitas laba untuk meningkatkan nilai perusahaan. Kinerja laba salah satu faktor pentingan dalam meningkatkan nilai perusahaan (Zuqni Kristianto . Rita andini, 2. Semakin tinggi kualitas laba perusahaan maka diharapkan akan semakin tinggi nilai perusahaan. Berdasarkan uraian di atas maka hipotesis penelitian adalah: H2: Kualitas Laba berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan Perusahaan yang mengelola sumber daya pengetahuan yang dimilikinya secara Efektif dan Efisien, maka akan membuat kinerja keuangan meningkat. Ketika Kinerja Keuangan meningkat pasar akan memberikan respon Positif yang menyebabkan Nilai perusahaan pun ikut naik. ada kalanya kinerja keuangan mengalami penurunan untuk memperbaiki hal tersebut, salah satu caranya adalah mengukur Kinerja Keuangan dengan menganalisis laporan keuangan menggunakan Rasio Keuangan. Berdasarkan uraian di atas maka hipotesis penelitian adalah: H3: Kinerja Kuangan berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan Pengaruh Perencanaan Pajak terhadap Kinerja Keuangan DeAngelo dan Masulis . menyatakan bahwa perusahaan yang mempunyai utang akan berhubungan negatif dengan non-debt tax shields . eperti pemotongan biaya depresiasi atau investasi kredit paja. Graham dan Tucker . , dan Lim . menunjukkan bahwa kegiatan pajak yang disukai seperti tax shelters dan Perencanaan Pajak adalah pengganti dari penggunaan utang. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan menggunakan utang lebih kecil ketika mereka terlibat dalam perencanaan pajak. Penelitian yang telah diungkapkan diatas menunjukkan bahwa Perencanaan Pajak dapat meningkatkan keuntungan perusahaan atau kinerja keuangan . Nuritomo dan Dwi Martani . , menyatakan bahwa perencanaan pajak yang diukur dengan Perencanaan Pajak dapat mempenagruhi secara posiif terhadap kinerja keuangan perusahaan, sehingga hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut: Hipotesis 4: Perencanaan Pajak berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan. Pengaruh Kualitas Laba terhadap Kinerja Kauangan Kualitas laba menunjukkan kemampuan tinggi untuk memprediksi laba di masa mendatang (Schipper dan Vincent, 2. Dalam mengukur dan menjelaskan kualitas laba, dapat dilakukan pendekatan bersifat kuantitatif dan kualitatif (Murwanigsari, 2. Jadi kualitas laba dapat dipandang sebagai sebuah estimasi laba agar terhindar dari reaksi negatif para investor, serta dapat digunakan untuk melindungi diri dan perusahaan dalam mengantisipasi kejadian yang tidak terduga atas keuntungan dari pihak yang terlibat didalam kontrak (Wiyadi et al, 2. Semakin besar kebijakan manajen laba dilakukan, maka akan memperbesar kinerja kuangan perusahaan, sehingga hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut: Hipotesis 5: Kualitas Laba berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan. Kerangka Pikir Penelitian Perencanaan Pajak (X. Kinerja Keuangan (Z) Kualitas Laba (X. Nilai Perusahaan (Y) Gambar 1 Kerangka Berpikir METODE PENELITIAN Populasi. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari obyek yang diteliti. Populasi yang digunakan yaitu seluruh Perusahaan Food And Beverage yang berjumlah 10 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara tidak acak yang menggunakan kriteria tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif sesuai dengan kriteria: Perusahaan Food And Beverage yang listed atau terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2019. Perusahaan Food And Beverage secara continue selalu mempublikasikan dan menyajikan laporan keuangan yang telah diaudit per 31 Desember selama periode pengamatan yaitu Sumber dan Metode Pengumpulan Data Dalam memperoleh data yang diperlukan, penulis menggunakan sumber data sekunder yaitu data resume laporan tahunan yang didapat dari website masing-masing perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini selama periode pengamatan yaitu 2015-2019. Sedangkan metode pengumpulan data yang dipakai adalah teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan melihat data masing-masing perusahaan kemudian mengutip atau menyalin data yang ada dimasing-masing perusahaan yaitu pada Perusahaan Food And Beverage yang bertujuan untuk memperoleh data yang dapat mendukung penelitian dengan mempelajari dan melakukan pendataan. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan didalam penelitian ini adalah model umum persamaan regresi linier berganda (Multipple Regression Analysi. , dengan Path Analisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Tabel 1. Statistik Deskriptif Perencanaan Pajak Descriptive Statistics Minimum Maximum ,001 ,900 Kualitas Laba Kinerja Keuangan ,008 ,002 ,796 ,898 Mean Std. Deviation ,18398 ,166853 ,12970 ,11293 ,115563 ,107236 Nilai Perusahaan ,006 ,860 ,14681 ,144465 Valid N . Dari seluruh variabel dalam penelitian ini dapat dilihat bahwa seluruhnya memiliki nilai rata-rata . yang lebih besar dibandingkan dengan standar deviasi (Std. Deviatio. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyebaran data dari seluruh variabel dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang normal dan tidak menyebabkan bias Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 2. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive ,193 ,193 Negative -,133 1,145 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. ,0000000 ,08664476 ,317 Calculated from data. Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Kolmogrov-Smirnov Z sebesar 1,145 dan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,317 yang diperoleh model regresi lebih dari A . yaitu 0,317 > 0,05 yang berarti bahwa data berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 3. Hasil Uji Multikolinieritas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. Perencanaan Pajak Kualitas Laba ,966 ,438 1,036 2,285 Kinerja Keuangan ,434 2,305 Berdasarkan tabel 3 tidak terjadi masalah multikolinieritas yang timbul. Hal ini ditunjukkan oleh nilai tolerance masing-masing variabel bebas lebih besar dari 0,10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) masing-masing variabel bebas kurang dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas. Uji Heterokedastisitas Tabel 4. Hasil Uji Heterokedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Sig. 1,223 ,226 Beta 1 (Constan. ,019 ,015 Perencanaan Pajak ,081 ,052 ,190 1,542 ,128 Kualitas Laba ,241 ,112 ,393 1,142 ,236 Kinerja Keuangan -,135 ,111 -,223 -1,211 ,231 Dependent Variable: Abs_Residual Dari tabel di atas diperoleh bahwa seluruh variabel bebas mempunyai nilai probabilitas yang lebih besar dari taraf signifikan 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tersebut tidak terjadi Heterokedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi Model ,800a Model Summaryb R Square Adjusted R Std. Error of Durbin-Watson Square the Estimate ,640 ,622 ,088784 1,816 Predictors: (Constan. Kinerja Keuangan. Perencanaan Pajak. Kualitas Laba Dependent Variable: Nilai Perusahaan Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai DW sebesar 1,816. Sedangkan dari tabel DW dengan signifikansi 0,05 dengan jumlah data . 64 dan jumlah variabel k = 2 menghasilkan nilai dL = 1,3384 dan dU = 1,6589. Karena nilai DW 1,816 berada diantara dU dan 4-dU maka tidak terjadi autokorelasi. Analisis Regresi Berganda Persamaan 1 Tabel 6. Hasil Uji Analisis Regresi Berganda Persamaan 1 Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 1(Constan. Perencanaan Pajak ,002 ,120 ,020 ,068 ,138 ,103 1,754 Sig. ,918 ,085 Kualitas Laba ,499 ,146 ,399 3,412 ,001 Kinerja Keuangan ,514 ,145 ,417 3,546 ,001 Dari hasil uji regresi linear berganda pada tabel 6, diketahui pengaruh variabel Perencanaan Pajak. Kualitas Laba dan Kinerja Keuangan terhadap variabel dependen yaitu Nilai Perusahaan maka dapat disusun persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = 0,002 0,120X1 0,499X2 0,514Z Dari persamaan regresi linear bergada diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: b0 = 0,002 artinya jika nilai Perencanaan Pajak. Kualitas Laba dan kinerja keuangan sama dengan nol . , maka Nilai Perusahaan nilainya sebesar 0,002. b1 = 0,120 artinya jika Perencanaan Pajak mengalami kenaikan sebesar satu satuan maka Nilai Perusahaan naik sebesar 0,120 satuan dengan asumsi variabel lain konstan. b2 = 0,499 artinya jika Kualitas Laba mengalami kenaikan sebesar satu satuan maka Nilai Perusahaan meningkat sebesar 0,499 satuan dengan asumsi variabel lain konstan. b3 = 0,514 artinya jika kinerja keuangan mengalami kenaikan sebesar satu satuan maka Nilai Perusahaan meningkat sebesar 0,514 satuan dengan asumsi variabel lain konstan. Uji Koefisien Determinasi (R. Persamaan 1 Tabel 7. Hasil Uji Koefisien determinasi (R . Persamaan 1 Model ,800a Model Summaryb Adjusted R Std. Error of R Square Square the Estimate ,640 ,622 ,088784 DurbinWatson 1,816 Predictors: (Constan. Kinerja Keuangan. Perencanaan Pajak. Kualitas Laba Dependent Variable: Nilai Perusahaan Dari hasil analisis regresi yang dilakukan diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,622 atau 62,2% yang artinya bahwa pengaruh variabel independen yaitu Perencanaan Pajak . Kualitas Laba dan Kinerja keuangan terhadap Nilai Perusahaan sebesar 62,2% sedangkan sisanya sebesar 37,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak masuk dalam model penelitian. Standar Error of Estimate bernilai 0,0887848 yang dalam hal ini semakin kecil Standar Error of Estimate akan membuat semakin tepat model regresi memprediksi variabel dependen. Uji Hipotesis Uji Signifikan Simultan (Uji F) persamaan 1 Tabel 8. Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji F) persamaan 1 ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression ,110 ,037 17,138 ,000a Residual ,077 ,002 Total ,187 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi adalah 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 atau 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Perencanaan Pajak. Kualitas Laba Perusahaan dan kinerja keuangan secara simultan berpengaruh terhadap Nilai Uji Secara Parsial (Uji-. persamaan 1 Tabel 9. Hasil Uji Secara Parsial (Uji-. persamaan 1 Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. ,103 ,918 1 (Constan. ,002 ,020 Perencanaan Pajak ,120 ,068 ,138 1,754 ,085 Kualitas Laba ,499 ,146 ,399 3,412 ,001 Kinerja Keuangan ,514 ,145 ,417 3,546 ,001 Berdasarkan tabel 9 dapat disimpulkan sebagai berikut: Pengujian H1: Perencanaan Pajak berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan Perencanaan Pajak memiliki nilai beta 0,120 dan bertanda positif. Nilai signifikansinya sebesar 0,085 lebih besar dibandingkan dengan 0,05, artinya tidak ada pengaruh antara variabel Perencanaan Pajak terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa hipotesis 1 yang berbunyi Perencanaan Pajak berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan tidak terbukti. Pengujian H2: Kualitas Laba berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan Kualitas Laba memiliki nilai beta sebesar 0,499. Nilai signifikansinya sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05. Artinya variabel Kualitas Laba berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa hipotesis 2 yang berbunyi Kualitas Laba berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan terbukti. Pengujian H3: Kinerja keuangan berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan Kinerja keuangan memiliki nilai beta sebesar 0,514. Nilai signifikansinya sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05. Artinya variabel kinerja keuangan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa hipotesis 3 yang berbunyi kinerja keuangan berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan terbukti. Persamaan Regresi Berganda II Z = 0,007 0,047X1 0,750X2 Dari persamaan regresi linear bergada diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: b0 = 0,007 artinya jika nilai Perencanaan Pajak , dan Kualitas Laba sama dengan nol . , maka kinerja keuangan nilainya sebesar 0,007. b1 = 0,047 artinya jika Perencanaan Pajak mengalami kenaikan sebesar satu satuan maka kinerja keuangan naik sebesar 0,047 satuan dengan asumsi variabel lain konstan. b2 = 0,750 artinya jika Kualitas Laba mengalami kenaikan sebesar satu satuan maka kinerja keuangan meningkat sebesar 0,750 satuan dengan asumsi variabel lain konstan. Uji Koefisien Determinasi (R. Persamaan 2 Tabel 10. Hasil Uji Koefisien determinasi (R. Persamaan 2 Model Summary Model ,752 R Square ,566 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,552 Predictors: (Constan. Kualitas Laba. Perencanaan Pajak ,078467 Dari hasil analisis regresi yang dilakukan diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,552 atau 55,2% yang artinya bahwa pengaruh variabel independen yaitu Perencanaan Pajak, dan Kualitas Laba terhadap Kinerja keuangan sebesar 55,2% sedangkan sisanya sebesar 44,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak masuk dalam model penelitian. Standar Error of Estimate bernilai 0,078467 yang dalam hal ini semakin kecil Standar Error of Estimate akan membuat semakin tepat model regresi memprediksi variabel dependen. Uji Hipotesis Uji Signifikan Simultan (Uji F) persamaan 2 Tabel 11. Hasil Uji Signifikan Simultan (Uji F) persamaan 2 ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square Regression ,490 ,245 Residual ,376 ,006 Total ,866 Sig. 39,816 ,000a Predictors: (Constan. Kualitas Laba. Perencanaan Pajak Dependent Variable: Kinerja Keuangan Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi adalah 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 atau 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Perencanaan Pajak, dan Kualitas Laba secara simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan Uji Secara Parsial (Uji-. persamaan 2 Tabel 12. Hasil Uji Secara Parsial (Uji-. persamaan 2 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error 1(Constan. ,007 ,017 Perencanaan Pajak ,047 ,060 Kualitas Laba ,750 ,087 Standardized Coefficients Beta Sig. ,403 ,688 ,067 ,782 ,437 ,739 8,656 ,000 Dependent Variable: Kinerja Keuangan Berdasarkan tabel 12 dapat disimpulkan sebagai berikut: Pengujian H4: Perencanaan Pajak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan Perencanaan Pajak memiliki nilai beta 0,047 dan bertanda positif. Nilai signifikansinya sebesar 0,437 lebih besar dibandingkan dengan 0,05, artinya tidak ada pengaruh antara variabel Perencanaan Pajak terhadap kinerja keuangan Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa hipotesis 4 yang berbunyi Perencanaan Pajak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan tidak terbukti. Pengujian H5: Kualitas Laba berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan Kualitas Laba memiliki nilai beta sebesar 0,750. Nilai signifikansinya sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Artinya variabel Kualitas Laba ada pengaruh signifikan terhadap kinerja Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa hipotesis 5 yang berbunyi Kualitas Laba berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan terbukti. Pengaruh Intervening Pengaruh Perencanaan Pajak Terhadap Nilai Perusahaan Melalui Kinerja Keuangan Sobel Test Hasil perhitungan sobel tests dengan menggunakan program sobel test diketahui sebagai gambar berikut: Dari hasil perhitungan sobel test di atas mendapatkan nilai t tabel dengan uji satu sisi sebesar 1,66, sedangkan hasil statistik sobel test sebesar 0,764, one tailed probability sebesar 0,222, sehingga nilai diperoleh sebesar 0,764 < 1. 66 ( 0,222 > 0,. maka membuktikan bahwa kinerja keuangan tidak mampu memediasi hubungan pengaruh Perencanaan Pajak terhadap Nilai Perusahaan Pengaruh Kualitas Laba Terhadap Nilai Perusahaan Melalui Kinerja Keuangan Sobel Test Hasil perhitungan sobel tests dengan menggunakan program sobel test diketahui sebagai gambar berikut: Dari hasil perhitungan sobel test di atas mendapatkan nilai t tabel dengan uji satu sisi sebesar 1,66, sedangkan hasil statistik sobel test sebesar 3,278, one tailed probability sebesar 0,000, sehingga nilai diperoleh sebesar 3,278 > 1. 66 ( 0,000 < 0,. maka membuktikan bahwa kinerja keuangan mampu memediasi hubungan pengaruh Kualitas Laba terhadap Nilai Perusahaan E. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa Perencanaan Pajak tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Sedangkan Kualitas Laba dan Kinerja keuangan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Perencanaan Pajak tidak berpenagaruh terhadap kinerja keuangan. Kualitas laba secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Kinerja keuangan tidak mampu memediasi hubungan pengaruh Perencanaan Pajak terhadap Nilai Perusahaan. Kinerja keuangan mampu memediasi hubungan pengaruh Kualitas Laba terhadap Nilai Perusahaan. SARAN