ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI TOKO SERBA 000 CABANG MABUUN KABUPATEN TABALONG Ananda Novita Sari* . Ahmad Farhani anandanovita62@gmail. farhaniahmad739@gmail. Program Studi Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 71571 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Word Of Mouth adalah suatu proses pembicaraan, memperkenalkan, atau mempromosikan mengenai suatu produk kepada orang lain. Namun, terkadang terjadi ketidaksesuaian informasi yang didapatkan dengan yang konsumen sehingga konsumen pada akhirnya tidak jadi melakukan keputusan dalam membeli Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Word Of Mouth terhadap Keputusan pembelian di Toko Serba 35. 000 Cabang Mabuun dan seberapa besar pengaruh Word Of Mouth terhadap Keputusan pembelian di Toko Serba 35. 000 Cabang Mabuun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dan sampel yang digunakan sebanyak 86 responden dengan teknik random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik, yaitu statistik deskriptif, tabulasi frekuensi, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji regresi linier sederhana, uji hipotesis uji-t, uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Di Toko Serba 35. 000 Cabang Mabuun Kabupaten Tabalong dan besarnya pengaruh adalah sebesar 57,4% sedangkan sisanya yakni 42,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Kata Kunci : Word Of Mouth. Keputusan Pembelian. Toko Serba 35. THE INFLUENCE OF WORD OF MOUTH ON PURCHASING DECISIONS AT TOKO SERBA 35. MABUUN BRANCH. TABALONG REGENCY ABSTRACT Word of Mouth (WOM) is a process of discussing, introducing, or promoting a product to others. However, sometimes there is a discrepancy between the information received and what consumers desire, which can ultimately prevent them from making a purchase decision. This research aims to determine if there is an influence of Word of Mouth on purchasing decisions at Toko Serba 35. 000 Mabuun Branch, and to what extent Word of Mouth influences purchasing decisions at Toko Serba 35. 000 Mabuun Branch. This study uses a quantitative approach with a correlational research design. The population and sample consisted of 86 respondents selected using a random sampling technique. Data analysis was performed using statistical tests, namely descriptive statistics, frequency tabulation, validity test, reliability test, normality test, simple linear regression analysis, hypothesis testing . -tes. , and coefficient of determination test. The results show that Word of Mouth has an influence on Purchasing Decisions at Toko Serba 35. 000 Mabuun Branch. Tabalong Regency, with an influence magnitude of 57. 4%, while the remaining 42. 6% is influenced by other variables not examined in this study. Keywords: Word of Mouth. Purchasing Decisions. Toko Serba 35. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENDAHULUAN Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, strategi pemasaran yang efektif menjadi kunci keberlangsungan suatu usaha. Toko-toko dengan konsep harga serba terjangkau mulai banyak diminati oleh konsumen karena menawarkan beragam macam produk dengan harga yang relatif murah sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan cara yang ekonomis dan praktis. Akan tetapi, hadirnya platform belanja online atau marketplace yang memberikan kemudahan jual beli secara online juga memberikan dampak pada penurunan daya beli masyarakat khususnya pada penjualan di toko Mengutip dari (RM. id, 2. menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Inde. Tauhid Ahmad mengungkapkan kemajuan digital menjadi salah satu faktor menurunnya daya beli masyarakat di toko-toko dan pasar tradisional. Tauhid juga mengungkapkan hadirnya toko online memudahkan masyarakat berbelanja. Kondisi ini diikuti terpangkasnya rantai pasok produk yang dijual, sehingga barang bisa sampai ke konsumen dengan harga lebih murah. Menurutnya kemudahan jual beli online ini banyak dimanfaatkan oleh pabrik atau produsen pakaian maupun barang kebutuhan rumah tangga untuk menjajakan produk yang Fenomena tantangan bagi toko offline dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Menurut (Kotler & Armstrong, 2. keputusan pembelian adalah persepsi konsumen untuk membentuk pemikiran untuk memilih salah satu merek di dalam banyak kumpulan pilihan merek. Sebelum benar-benar membeli, konsumen akan melewati beberapa tahap dalam keputusan pembelian. Adapun tahap tersebut menurut (Kotler & Armstrong, 2. yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian, yang dimulai jauh sebelum pembelian aktual dilakukan dan memiliki dampak yang lama setelah itu. Salah satu hal penting dalam pengambilan keputusan pembelian konsumen adalah sumber informasi yang diperoleh, baik secara langsung JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 maupun tidak langsung. Dalam konteks toko offline, di mana interaksi sosial secara fisik masih terjadi, salah satu sumber informasi yang memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian adalah Word Of Mouth atau komunikasi dari mulut ke mulut. Ketika seorang konsumen merasa puas terhadap pengalaman belanja baik dari segi pelayanan, kelengkapan produk, suasana toko, kualitas produk, dan harga yang bersaing, konsumen cenderung akan membagikan pengalaman tersebut kepada orang lain seperti teman maupun keluarga. Menurut (Suwitho, 2. Word Of Mouth (WOM) adalah salah satu sumber informasi terpenting ketika konsumen membuat keputusan pembelian. Lanjut menurut (Suwitho, 2. Komunikasi Word Of Mouth yang positif akan meningkatkan niat beli konsumen, sedangkan komunikasi Word Of Mouth yang negatif akan berdampak kurangnya niat beli Menurut (Julianti & Junaidi, 2. Word Of Mouth dapat mempengaruhi orang lain, sebuah citra, sebuah pemikiran, dan juga keputusan Mengenai pengaruh Word Of Mouth terhadap keputusan pembelian, menurut penelitian terdahulu oleh (Tarigan, et al. , 2. yang berjudul AuPengaruh WOM. Kualitas Produk. Harga Terhadap Brand Image Serta Impilasinya Pada Keputusan Pembelian Smarthphone Merk Xiaomi di Kota PekanbaruAy yang menunjukkan bahwa Word Of Mouth berpengaruh terhadap keputusan Hasil serupa juga dikemukakan oleh penelitian terdahulu yang dilakukan (Lotulung, et , 2. yang berjudul AuPengaruh Kualitas Produk. Harga dan Word Of Mouth (WOM) Terhadap Keputusan Pembelian Handphone EvercrossAy yang menunjukkan bahwa Word Of Mouth berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Namun, hasil penelitian berbeda dikemukakan oleh (Qomariah, 2. dengan judul AuPengaruh Word Of Mouth dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Pada Restoran Running Korean Street Food di Mall Plaza SamarindaAy yang menunjukkan hasil Word Of Mouth (WOM) tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan Hasil serupa ditunjukkan oleh penelitian dari (Habir & Zahara, 2. yang ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB berjudul AuPengaruh Citra Merek dan Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor YamahaAy dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Word Of Mouth tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Toko Serba 35. 000 merupakan toko yang menawarkan berbagai macam produk kebutuhan sehari-hari seperti fashion hingga peralatan rumah tangga dengan harga yang seragam yakni Rp 000 untuk semua produknya. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada beberapa konsumen yang pernah melakukan pembelian pada toko serba 35. 000 cabang Mabuun ditemukan bahwa sebagian pelanggan tidak secara aktif merekomendasikan toko tersebut kepada orang lain yang menunjukkan masih belum optimalnya Word Of Mouth pada toko 35. 000 cabang Mabuun. Berdasarkan fenomena dan research gap yang telah dipaparkan di atas, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut dengan judul penelitian AuPengaruh Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Di Toko Serba 35. 000 Cabang Mabuun Kabupaten TabalongAy. Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, maka identifikasi masalah yang terjadi yaitu sebagai berikut: Kualitas Produk yang Kurang Baik. Persepsi Harga Murah Sehingga Kualitas Diragukan. Word Of Mouth yang negatif di kalangan Brand Image yang negatif. Batasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dijabarkan, mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, penulis tertarik untuk mengambil Word Of Mouth sebagai variabel bebas (X) yang memengaruhi keputusan pembelian sebagai variabel terikat (Y). Menurut (Suwitho, 2. Word Of Mouth (WOM) adalah salah satu sumber informasi terpenting ketika konsumen membuat keputusan pembelian. Lanjut menurut (Suwitho, 2. Komunikasi Word Of Mouth yang positif akan meningkatkan niat beli JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 konsumen, sedangkan komunikasi Word Of Mouth yang negatif akan berdampak kurangnya niat beli Adapun penelitian terdahulu oleh (Tarigan, et al. , 2. menunjukkan bahwa Word Of Mouth berpengaruh terhadap keputusan Akan tetapi hasil berbeda diperoleh dari penelitian terdahulu oleh (Qomariah, 2. yang menunjukkan hasil Word Of Mouth (WOM) tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hal tersebut menunjukkan adanya inkonsistensi hasil penelitian. Sehingga penulis membatasi variabel pada penelitian ini pada Word Of Mouth sebagai variabel X dan Keputusan Pembelian sebagai variabel Y. Adapun lokasi penelitian ini dibatasi pada Toko Serba 35. Mabuun. Kecamatan Murung Pudak. Kabupaten Tabalong. Provinsi Kalimantan Selatan dan responden penelitian ini dibatasi pada konsumen yang pernah melakukan pembelian produk pada Toko Serba 35. 000 Cabang Mabuun Kabupaten Tabalong. Oleh karena itu, penelitian ini akan berfokus pada AyPengaruh Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Di Toko Serba 35. Cabang Mabuun Kabupaten TabalongAy. Rumusan Masalah Apakah ada pengaruh Word of Mouth terhadap keputusan pembelian di Toko Serba 35. 000 di Mabuun Kabupaten Tabalong? Seberapa besar pengaruh Word of Mouth terhadap keputusan pembelian di Toko Serba 000 di Mabuun Kabupaten Tabalong? Tujuan Penelitian Untuk mengetahui apakah ada pengaruh Word of Mouth terhadap keputusan pembelian di Toko Serba 35. 000 di Mabuun Kabupaten Tabalong. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Word of Mouth terhadap keputusan pembelian di Toko Serba 35. 000 di Mabuun Kabupaten Tabalong. Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Penelitian ini memperkuat teori komunikasi pemasaran, khususnya tentang efektivitas Word of Mouth sebagai alat promosi yang berpengaruh pada proses ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Berdasarkan teori komunikasi pemasaran dari (Kotler & Keller, 2. Word of Mouth dianggap sebagai bentuk komunikasi informal yang sangat berpengaruh karena dianggap lebih jujur dan autentik dibandingkan iklan atau promosi formal. Penelitian ini memberikan bukti empiris tentang bagaimana Word of Mouth dapat memperkuat atau bahkan menggantikan promosi formal dalam mendorong konsumen untuk membeli produk atau layanan tertentu. Penelitian ini juga memberikan kontribusi pada teori perilaku konsumen khususnya tentang teori pembelian konsumen (Consumer Buying Theor. yang dikemukakan (Kotler & Armstrong, 2. yang menyatakan bahwa konsumen membuat keputusan pembelian melalui proses yang dilakukan konsumen melalui mengenali kebutuhan, mencari informasi, mengevaluasi alternatif pilihan, sehingga konsumen kesimpulan setalah pasca pembelian. Manfaat Praktis Bagi peneliti Hasil penelitian ini dapat terkait promosi penjualan dan Word of Mouth memengaruhi keputusan pembelian. Peneliti juga dapat melatih keterampilan dalam menganalisis data secara empiris sehingga hasilnya relevan dan valid. Hasil penelitian dapat menambah wawasan dalam teori pemasaran dan perilaku konsumen. Bagi Kampus Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi akademisi untuk mengembangkan teori yang lebih komprehensif terkait Word of Mouth dan bagi praktisi untuk menerapkan strategi Word of Mouth yang lebih efektif dan strategis dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Serta sebagai hasil karya yang dapat dijadikan sebagai bahan wacana dan pustaka bagi mahasiswa atau JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 kalangan akademisi yang memiliki ketertarikan meneliti dibidang yang Bagi Tempat Penelitian Bagi manajemen Toko Serba 000 di Mabuun, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai seberapa besar pengaruh Word of Mouth Hal ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan strategis untuk meningkatkan daya tarik toko melalui Word of Mouth. TINJAUAN PUSTAKA Word Of Mouth Menurut (Kotler & Armstrong, 2. Word of Mouth adalah suatu pernyataan operasional ataupun non individu yang dikatakan orang lain terhadap konsumen (Tjiptono, 2. (Lupiyoadi, 2. , mengatakan bahwa Word of Mouth adalah fungsi seseorang sangat berarti dalam kegiatan promosi bidang jasa karena konsumen sangat dekat dengan penyampaian jasa konsumen dengan sendirinya akan menyampaikan kepada orang lain yang berpotensial yang berkaitan dengan pengalaman yang dialami, sehingga Word of Mouth merupakan faktor sangat penting dan berpengaruh serta berdampak pada pemasaran jasa dibanding dengan kegiatan yang lain. (Sunyoto, 2. Word of Mouth suatu informasi dari konsumen atau masyarakat lain yang berkaitan dengan pengalaman setelah dan membeli suatu produk. Menurut (Mokamu, 2. Word of Mouth menyampaikan informasi seputar produk atau jasa dari mulut ke mulut bisa memberikan masukan yang baik bagi pemilik merek karena merupakan pendapat yang paling jujur dan apa manfaat dari Dapat disimpulkan. Word of Mouth merupakan komunikasi face to face dengan orang lain dalam menyampaikan suatu informasi dan merekomendasikan yang berkaitan dengan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB pengalaman yang dialami konsumen setelah membeli dan memakai suatu produk ataupun jasa. Indikator Word of Mouth menurut (Hassan, 2. , yaitu sebagai berikut: Membicarakan produk Yaitu percakapan positif maupun negatif baik secara langsung maupun tidak langsung yang dilakukan oleh konsumen terkait dengan . Merekomendasikan produk. Yaitu merekomendasikan kepada keluarga, teman terdekat dan orang lain tentang pengalaman menggunakan produk yang . Mendorong membeli produk. Yaitu mengajak teman atau keluarga untuk menggunakan produk atau jasa yang dibeli atau yang digunakan. Perilaku Konsumen Perilaku konsumen merupakan cara untuk mempelajari perilaku baik individu maupun penggunaan suatu produk ataupun ide yang perkembangan jalan (Sukatmadiredja, 2. Menurut (Amberg & Fogarassy, 2. perilaku konsumen mengacu pada tindakan yang mengonsumsi, dan membuang suatu produk atau layanan, termasuk proses pengambilan keputusan yang terjadi sebelum dan sesudah tindakan Perilaku konsumen merupakan tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini (Setiadi, 2. Perilaku konsumen sebagai kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang-barang dan jasa termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentu kegiatan kegiatan tersebut (Handoko, 2. Keputusan Pembelian Menurut (Kotler & Armstrong, 2. keputusan pembelian adalah persepsi konsumen JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 untuk membentuk pemikiran untuk memilih salah satu merek di dalam banyak kumpulan pilihan Konsumen juga dapat memilih untuk membeli merek yang mereka sukai. Pengambilan keputusan konsumen adalah proses pemecahan masalah yang diarahkan pada sasaran. Yang dimaksud dengan pemecahan masalah konsumen adalah suatu aliran tindakan timbal balik yang berkesinambungan diantara faktor lingkungan, proses kognitif, efektif serta tindakan perilaku (Handoko, 2. Menurut (Sukatmadiredja, 2. , keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan tindakan dimana konsumen benar- benar akan pembelian atau tidak terhadap Menurut (Kotler & Keller, 2. dalam (Sawlani, 2. , ada 4 indikator dalam keputusan pembelian yaitu: Pilihan produk Yaitu konsumen akan mempertimbangkan berbagai faktor antara lain kebutuhan, keinginan dan manfaat yang ditawarkan produk . Pilihan merek Artinya konsumen akan memilih merek mana yang akan dibeli. Merek seringkali menjadi simbol kualitas, kepercayaan dan citra bagi . Pilihan penyalur Artinya keputusan konsumen mengenai tempat atau saluran distribusi mana yang akan digunakan untuk membeli produk, antara lain toko fisik, toko online, super market atau pasar . Waktu pembelian Artinya waktu pembelian mengacu pada keputusan konsumen mengenai kapan produk tersebut akan dibeli. Faktor seperti kebutuhan mendesak, promosi atau ketersediaan dana dapat mempengaruhi waktu pembelian. Kerangka Konseptual Gambar 1. Kerangka Konseptual ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Sumber : Data Diolah, 2025 Hipotesis Ha : Ada pengaruh Word of Mouth terhadap keputusan pembelian di Toko Serba 35. Mabuun Kecamatan Murung Pudak. H0 : Tidak ada pengaruh Word of Mouth terhadap keputusan pembelian di Toko Serba 35. di Mabuun Kecamatan Murung Pudak. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Menurut (Sugiyono, pendekatan kuantitatif juga dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada . positivisme, yang dapat digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, mengumpulkan data menggunakan instrumen penelitian, menganalisis data kuantitatif . , dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah Penelitian korelasi atau korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak dapat manipulasi variabel (Bungin. Populasi Menurut (Sugiyono, 2. , populasi yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh konsumen di Toko Serba 35000 Mabuun Kecamatan Murung Pudak pada periode bulan Januari 2025 dengan jumlah pelanggan per hari sebanyak 20 orang dikalikan 31 hari sehingga didapat jumlah populasi sebanyak 620 orang. Sampel Menurut (Sugiyono, 2. , sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut: JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ycu= ycA 1 ycA . Keterangan: = Jumlah sampel = Jumlah populasi = Taraf nyata . %) atau 0,1 Berdasarkan rumus di atas, maka jumlah sampel dalam penelitian ini dapat dihitung sebagai ycu= 1 620 . ycu= 1 620 . ycu = 1 6,20 ycu= 7,20 n = 86,1 Berdasarkan hasil perhitungan, maka banyaknya sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 86 orang dengan teknik random Sumber Data Data Primer Menurut (Martono, 2. data primer dalam proses penelitian didefinisikan sebagai sekumpulan informasi yang diperoleh peneliti langsung dari lokasi penelitian melalui sumber pertama . esponden atau informan, melalui wawancar. atau hasil melalui pengamatan yang dilakukan sendiri oleh Pada penelitian ini data primer diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh Data Sekunder Menurut (Martono, 2. data sekunder adalah data penunjang yang keberadaanya hanya digunakan untuk memperkuat, melengkapi atau mendukung data primer. Peneliti mengambil data sekunder yang bersumber dari buku-buku jurnal dan media internet lainnya. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Teknik Pengumpulan Data Menurut (Sugiyono, 2. pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari Pengumpulan data penelitian ini sebagai berikut: Observasi Observasi adalah teknik pengumpulan data untuk mengamati prilaku manusia, proses kerja, dan gejala-gejala alam, dan responden. Observasi dilakukan dengan cara peneliti langsung datang ke Toko Serba 35000 dan melakukan pengumpulan data di Toko Serba 35000 Mabuun. Kecamatan Murung Pudak. Kuesioner Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian, dan tiap pertanyaan merupakan jawabanjawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesis (Hasan, 2. Guna kuesioner pada penelitian ini adalah untuk mengukur variabel Word of Mouth dan keputusan pembelian di Toko Serba 35000. Skor jawaban pada kuesioner penelitian, menggunakan skala Likert sebagai berikut : Tabel 1 Skor Alternatif Jawaban Keterangan Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Kurang Setuju (KS) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Skor Sumber : Penulis, 2025 Teknik Analisis Data Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk menjelaskan atau memberikan gambaran mengenai karakteristik dari serangkaian data tanpa mengambil kesimpulan umum (Ghozali. Analisis statistik deskriptif terdiri dari nilai mean, median, maksimum, minimun dan standar deviation. Statistik deskriptif bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data berdasarkan pada hasil yang diperoleh dari jawaban responden pada masing-masing indikator pengukur variabel. Tabulasi Frekuensi Menurut (Sugiyono, 2. , tabulasi JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 frekuensi adalah suatu cara untuk menyajikan data dalam bentuk tabel yang menunjukkan frekuensi atau banyaknya kemunculan suatu kategori atau nilai tertentu. Dalam analisis data kuantitatif, tabulasi frekuensi digunakan untuk mempermudah pembacaan data agar lebih mudah dipahami dan dianalisis. Proses ini dapat dilengkapi dengan informasi tambahan seperti frekuensi kumulatif, persentase, dan sebagainya. Uji Validitas Validitas . Validitas adalah alat ukur dapat berfungsi sebagai alat ukur yang benar-benar dapat mengukur dengan tepat, atau dengan kata lain dapat mengukur tingkat kevalidan data yang dipergunakan penelitian (Sugiyono. Untuk mengukur valid tidaknya suatu instrumen penelitian digunakan korelasi product moment . , dengan kriteria berikut: Jika r hitung > r tabel artinya kuesioner penelitian valid. Jika r hitung O r tabel artinya kuesioner penelitian tidak valid. Uji Reliabilitas Reliabilitas Tujuan uji reliabilitas adalah untuk mengetahui bahwa apabila kuesioner penelitian dipakai berulangkali dalam suatu pengukuran hasilnya relatif sama (Sugiyono. Untuk menguji tingkat reliabiltas suatu kuesioner digunakan Alpha Cronbach (). Kriteria pengujiannya sebagai berikut: Kuesioner penelitian reliabel, apabila nilai > 0,60 Kuesioner penelitian tidak reliabel, apabila nilai O 0,60 Uji Normalitas Menurut (Siregar, 2017 ), uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah pada suatu model regresi, suatu variabel bebas dan variabel terikat ataupun keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak Uji normalitas dalam penelitian ini Kolmogorov-Smirnov ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dengan kriteria berikut : Apabila nilai sig > 0,05 maka data yang Apabila nilai sig < 0,05 maka data yang digunakan penelitian tidak berdistribusi Regresi Linier Sederhana Penelitian ini menggambarkan suatu pengaruh variabel bebas X (Word of Mout. terhadap variabel terikat Y . eputusan pembelia. Persamaan regresi linier sederhana menurut (Siregar, 2017 ), adalah: Rumus Y = a b X Keterangan : Y = Keputusan pembelian X = Word of Mouth (WOM) a = Konstanta b = Koefisien regresi. Uji Hipotesis Adalah untuk menguji pengaruh variabel bebas X (Word of Mout. terhadap variabel terikat Y . eputusan pembelia. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t. Kriteria pengujian sebagai berikut: Ha (Hipotesis penelitia. diterima, jika nilai sig. < 0,05 artinya Word of Mouth H0 (Hipotesis penelitia. ditolak, jika nilai nilai sig. > 0,05 artinya Word of Mouth tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar variasi dipengaruhi oleh variabel independent. Koefisien determinasi akan menghasilkan persentase yang menunjukkan persentase variabel independen dalam mempengaruhi perubahan nilai variabel dependen di dalam model regresi. Perhitungannya menggunakan rumus sebagai berikut: (Abdurahman & Muhidin, 2. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 KD = r x100% Keterangan: = Koefisien determinasi variabel X terhadap Y = Koefisien Korelasi = Bilangan tetap Tabel 2. Interpretasi Koefisien Determinasi Sumber: (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin, umur . , jenjang pendidikan dan pekerjaan responden. Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki (L) Perempuan (P) Jumlah Frekuensi Persentase (%) Sumber : Data Primer, 2025 Berdasarkan pada tabel diatas diketahui karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, laki-laki berjumlah 33 responden . ,4%) dan perempuan berjumlah 53 responden . ,6%). Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Umur < 20 Tahun 21-40 Tahun > 40 Tahun Jumlah (Oran. Persentase (%) Sumber : Data Primer, 2025 Berdasarkan pada tabel diatas dapat diketahui bahwa karakteristik berdasarkan umur tersebut yang lebih mendominasi yaitu responden yang berusia 21-40 sebanyak 50 orang atau sekitar 58,1%, responden yang berusia lebih dari 40 tahun sebanyak 26 orang atau sekitar 30,2%, sedangkan responden yang berusia kurang dari 20 tahun sebanyak 10 orang atau sekitar 11,6%. Tabel 5. Karakteristik Pendidikan Pendidikan Responden Jumlah (Oran. Berdasarkan Persentase (%) ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB SMP SMA D-3 (Diplom. S1 (Sarjan. Jumlah Sumber : Data Primer, 2025 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen memiliki Pendidikan terakhir SMA, yaitu sebanyak 50 orang atau sekitar 58,1%, diikuti dengan tingkat Pendidikan S1 (Sarjan. sebanyak 18 orang atau sekitar 20,9%, tingkat Pendidikan SMP sebanyak 11 orang atau sekitar 12,8%. D-3 (Diplom. sebanyak 5 orang atau sekitar 5,8%, serta yang terakhir yaitu tingkat Pendidikan SD sebanyak 2 orang atau sekitar 2,3%. Tabel 6. Karakteristik Responden Menurut Pekerjaan Pekerjaan Petani Pedagang PNS Lainnya Jumlah Jumlah (Oran. Persentase (%) Sumber : Data Primer, 2025 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa presentase pekerjaan responden yakni pedagang sebanyak 43 orang atau sekitar 50,0%, petani sebanyak 20 orang atau sekitar 23,3%, pekerjaan lainnya sebanyak 14 orang atau sekitar 16,3%, serta PNS sebanyak 9 orang atau sekitar 10,5%. Uji Statistik Deskriptif Tabel 7. Statistik Deskriptif Word Of Mouth Output : SPSS 26, 2025 Berdasarkan pada tabel diatas diperoleh hasil uji statistik deskriptif variabel Word of Mouth (X) diketahui bahwa nilai N atau jumlah data pada setiap item pernyataan yang valid adalah sebanyak Adapun hasil total statistik deskriptif variabel JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Word of Mouth dari 86 responden mempunyai nilai minimum sebesar 17 dan nilai maximum sebesar 30, dengan nilai mean sebesar 24,98 pada standar deviasi sebesar 3,640. Nilai rata-rata . lebih besar dari standar deviasi yaitu 24,98 >3,640 yang artinya bahwa penyimpangan data yang terjadi rendah maka penyebaran nilainya merata. Tabel 8. Statistik Deskriptif Keputusan Pembelian Output : SPSS 26, 2025 Berdasarkan pada tabel 8 diatas diperoleh hasil uji statistik deskriptif variabel Keputusan Pembelian (Y) diketahui bahwa nilai N atau jumlah data pada setiap item pernyataan yang valid adalah Adapun hasil total statistik deskriptif variabel Keputusan Pembelian (Y) dari 86 responden mempunyai nilai minimum sebesar 22 dan nilai maximum sebesar 40, dengan nilai mean sebesar 31,87. Pada standar deviasi yaitu sebesar 3,668. Nilai rata-rata . lebih besar dari standar deviasi yaitu 31,87 >3,668 yang artinya bahwa penyimpangan data yang terjadi rendah maka penyebaran nilainya merata. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah pernyataan yang ada dalam kuesioner mampu mengukur variabel penelitian. Pada penelitian ini, uji validitas menggunakan korelasi product moment . , dengan kriteria apabila nilai r hitung > r tabel maka instrumen penelitian adalah valid dan sebaliknya, apabila nilai r hitung O r tabel maka instrumen penelitian tidak valid. Untuk mengetahui nilai r tabel, digunakan rumus derajat kebebasan . = n Ae 2. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah 86, maka . = 86 Ae 2 = 84. Nilai signifikansi yang ditetapkan adalah sebesar 5% atau 0,05 sehingga nilai r tabel yang diperoleh adalah 0,2120. Berikut ini peneliti sajikan uji validitas untuk masing-masing variabel penelitian. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Tabel 9. Hasil Uji Validitas Word of Mouth Tabel 11. Hasil Uji Reliabilitas Word of Mouth Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Output : SPSS 26, 2025 Berdasarkan tabel 11 diatas dapat dilihat nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,908 yang artinya lebih besar dari 0,60 sehingga dapat disimpulkan semua item pernyataan pada variabel X adalah Tabel 12 Hasil Uji Reliabilitas Keputusan Pembelian Output : SPSS 26, 2025 Berdasarkan hasil uji validitas variabel X pada tabel di atas menunjukkan bahwa keseluruhan dari nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel yakni sebesar 0,2120 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan adalah valid. Tabel 10. Hasil Uji Validitas Keputusan Pembelian Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Output : SPSS 26, 2025 Berdasarkan tabel 12 diatas dapat dilihat nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,885 yang artinya lebih besar dari 0,60 sehingga dapat disimpulkan semua item pernyataan pada variabel Y adalah Uji Normalitas Tabel 13 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Output : SPSS 26, 2025 Berdasarkan hasil uji validitas variabel Y pada tabel di atas menunjukkan bahwa keseluruhan dari nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel yakni sebesar 0,2120 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan adalah valid. Uji Reliabilitas Reliabilitas digunakan untuk menunjukkan apakah suatu alat ukur tersebut dapat dipercaya, artinya apabila suatu alat ukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukurannya relatif konsisten, maka alat ukur tersebut dikatakan reliabel. Untuk menguji reliabilitas digunakan uji Alpha Cronbach. Apabila nilai Alpha Cronbach lebih besar 0,6 ( > 0,. maka kuesioner adalah reliabel. Apabila nilai CronbachAos Alpha lebih kecil 0,6 ( < 0,. maka kuesioner tidak reliabel. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Output : SPSS 26, 2025 Dalam uji Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat pada Sig. Apabila Signifikan > 0,05 maka data tersebut terdistribusi normal dan apabila signifikan < 0,05 maka data tersebut tidak terdistribusi normal (Sugiyono, 2. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil output menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,025 < 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa data dalam penelitian ini tidak terdistribusi normal. Karena hasil uji normalitas pada penelitian ini tidak berdistribusi normal, maka perlu dilakukan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB olah data. Salah satu cara adalah dengan menggunakan metode Monte Carlo. Uji Monte Carlo bertujuan untuk mengetahui apakah data residual berdistribusi normal atau tidak normal dari sampel penelitian yang datanya terlalu ekstrim. Berikut hasil uji normalitas dengan uji Monte Carlo. Tabel 14 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan Monte Carlo Keputusan Pembelian (Y)=12,712 0,767X (Word of Mout. Uji Hipotesis (Uji-. Untuk menguji hipotesis penelitian digunakan uji t, dengan kriteria pengujian sebagai H0 (Hipotesis penelitia. diterima, jika nilai > 0,05 artinya Word of Mouth tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Ha (Hipotesis penelitia. diterima, jika nilai nilai sig. < 0,05 artinya Word of Mouth berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Tabel 16 Hasil Uji Hipotesis (Uji-. Output : SPSS 26, 2025 Berdasarkan menggunakan Kolmogorov-Smirnov pada tabel di atas, diperoleh nilai Monte Carlo Sig. -taile. sebesar 0,303 yang artinya lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal. Uji Regresi Linier Sederhana Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier Yaitu untuk mengetahui pola pengaruh variabel bebas X (Word of Mout. terhadap variabel terikat Y . eputusan pembelia. Tabel 15 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Output : SPSS 26, 2025 Berdasarkan tabel diatas a=angka konstan dari unstandarized Coefficient yang ada di kolom B dimana nilainya sebesar 12,712 yang berarti nilai dari variabel keputusan pembelian (Y), dan b=angka koefisien regresi dengan nilai sebesar 0,767 yang berarti nilai dari variabel Word of Mouth (X) Sehingga persamaan regresinya adalah: JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Output : SPSS 26, 2025 Berdasarkan nilai signifikasi dari tabel coefficients diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0. Maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Word of Mouth (X) berpengaruh terhadap variabel keputusan pembelian (Y). Berdasarkan perbandingan antara nilai t hitung dan t tabel, diperoleh dari rumus df = n Ae k, dengan nilai sig. Pada penelitian ini, jumlah sampel adalah 86 responden, maka nilai n = 86 dan variabel pada penelitian ini berjumlah 2, maka nilai k = 2, jadi derajat bebas . = 86 Ae 2 = 84, dan nilai 0,05/2 = 0,025. Sehingga diperoleh nilai t tabel sebesar 1,98861, yang berarti nilai t hitung 10,757 > dari t tabel 1,98861. Sehingga H0 ditolak dan Ha Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Word of Mouth (X) terhadap Keputusan Pembelian (Y). Uji Koefisien Determinasai Koefisien Determinasi (R. digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara Word of Mouth (X) dengan keputusan pembelian (Y). Berdasarkan hasil olah data variabel dengan program SPSS, diperoleh nilai koefisien korelasi (R. sebagai berikut: Tabel 17 Hasil Uji Koefisien Determinasi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Output : SPSS 26, 2025 Berdasarkan tabel diatas diketahui nilai adjusted R square sebesar 0,574 yang berarti besarnya pengaruh Word of Mouth (X) terhadap keputusan pembelian (Y) Di Toko Serba 35. Mabuun Kabupaten Tabalong adalah sebesar 57,4%. Pembahasan Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif terhadap item pernyataan dari variabel Word of Mouth (X), terdapat hasil terendah dengan nilai mean 4,06 pada item pernyataan X. 6 yaitu AuSaya sering menyarankan kepada keluarga untuk membeli produk di toko serba 35. 000Ay. Hal konsumen untuk memberikan saran terhadap produk tergolong rendah atau tidak sering Adapun hasil tertinggi dari variabel Word of Mouth (X) dengan nilai mean 4,28 pada item pernyataan X. 2 yaitu AuSaya pernah membicarakan kekurangan yang ada pada produk di toko serba 35. 000 dengan produk di toko lainAy. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumen memiliki tingkat kecenderungan yang tinggi dalam mengevaluasi produk secara kritis sebelum membuat keputusan untuk membeli dengan tujuan dapat menentukan mana produk yang lebih efisien dan layak untuk dibeli berdasarkan kebutuhan konsumen. Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif terhadap pernyataan dari variabel keputusan pembelian (Y), didapatkan hasil terendah dengan nilai mean 3,90 pada item pernyataan 5 yaitu AuSaya lebih suka berbelanja di Toko Serba 35. 000 karena suasananya yang nyamanAy. Hal tersebut menunjukkan bahwa beberapa konsumen merasa kurang nyaman dimana hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti tata letak toko yang sempit, suhu ruangan yang kurang ideal, baik terlalu panas maupun terlalu dingin, serta pelayanan yang kurang ramah dari karyawan toko. Adapun hasil tertinggi dari JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 variabel keputusan pembelin (Y) dengan nilai mean 4,06 pada item pernyataan Y. 1 yaitu AuSaya merasa yakin bahwa saya memilih jenis produk yang paling sesuai dengan kebutuhan sayaAy. Hal tersebut menujukkan bahwa toko serba 35. dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Penelitian ini telah melalui beberapa tahap pengujian yakni uji validitas yang pernyataan kuisioner untuk variabel Word of Mouth (X) dan keputusan pembelian (Y) dinyatakan valid karena nilai r hitung lebih besar daripada nilai r tabel. Hasil uji reliabilitas juga menunjukkan bahwa variabel Word of Mouth (X) berdasarkan nilai CronbachAos Alpha diproleh sebesar 0,908 dan keputusan pembelian (Y) sebesar 0,885 yang berarti nilai CronbachAos Alpha dari kedua variabel lebih besar dari 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan variabel (X) dan (Y) adalah reliabel. Adapun berdasarkan uji normalitas dengan Kolmogorov- smirnov yang menunjukkan bahwa nilai Monte Carlo Sig. -taile. sebesar 0,303 yang artinya lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi Berdasarkan pengujian regresi linier sederhana dapat dilihat pada a=angka konstan dari unstandarized Coefficient yang ada di kolom B dimana nilainya sebesar 12,712 yang berarti nilai dari variabel keputusan pembelian (Y), dan b=angka koefisien regresi dengan nilai sebesar 0,767 yang berarti nilai dari variabel Word of Mouth (X). Karena nilai koefisien bernilai positif, maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa Word of Mouth (X) berpengaruh terhadap Keputusan pembelian (Y). Sehingga Keputusan Pembelian (Y)=12,712 0,767X (Word of Mout. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi Word of Mouth dari konsumen, maka akan meningkatkan keputusan pembelian di Toko Serba 35. 000 Mabuun. Pada hasil pengujian hipotesis . dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh antara variabel bebas dengan variabel ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Apabila nilai signifikan (Sig. ) lebih kecil dari 0,05 maka suatu variabel dikatakan berpegaruh secara signifikan terhadap variabel yang lain. Diketahui bahwa pada penelitian ini nilai t hitung 10,757 > dari nilai t tabel 1,98861 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Word of Mouth (X) terhadap Keputusan Pembelian (Y) di Toko Serba 35. 000 Mabuun, karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dan nilai signifikan lebih kecil dari 0,5 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Besarnya pengaruh Word of Mouth (X) terhadap Keputusan Pembelian (Y) di Toko Serba 35. 000 Mabuun Kabupaten Tabalong dapat dilihat berdasarkan perolehan nilai koefisien determinasi pada perhitungan adjusted R square sebesar 0,574 yang berarti besarnya pengaruh Word of Mouth (X) terhadap keputusan pembelian (Y) Di Toko Serba 35. Mabuun Kabupaten Tabalong adalah sebesar 57,4%, yang artinya tingkat hubungannya sedang, karena nilai koefisien determinasi (RA) yang berada di kisaran 50-70% menunjukkan adanya pengaruh yang moderat, tidak terlalu lemah namun juga tidak terlalu kuat. Sehingga dapat disimpulkan besarnya pengaruh Word of Mouth terhadap keputusan Pembelian di Toko Serba 35. 000 Mabuun Kabupaten Tabalong adalah sebesar 57,4% adapun sisanya sebesar 42,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari variabel yang diteliti. Menurut (Pallant, 2. nilai adjusted R square memberikan estimasi yang lebih akurat ketika menggunakan ukuransampel yang kecil, misalnya untuk penelitian yang memiliki sampel kecil sebanyak 30 sampel atau sampel besar tetapi kurang dari 100 sampel. Maka, pada penelitian ini digunakan nilai adjusted R square karena jumlah sampel yang digunakan sebanyak 86 responden yang artinya sampel kurang dari 100. Pada interval koefisien korelasi berada pada rentang 0,40 Ae 0,599 dengan tingkat hubungan sedang karena terdapat faktor lain yang memengaruhi keputusan pembelian. Adanya pengaruh positif dari variabel Word of Mouth terhadap keputusan Pembelian di Toko Serba 35. 000 Mabuun Kabupaten Tabalong menunjukkan bahwa penilaian yang baik tentang Word of Mouth sesuai dengan tingkat keinginan konsumen dan hal ini dapat mendorong para konsumen lain untuk melakukan perbelanjaan di Toko Serba 35. Mabuun Kabupaten Tabalong. Apabila Word of Mouth yang dilakukan berhasil maka konsumen akan memberikan penilaian yang positif terhadap produk yang ditawarkan sehingga konsumen akan tertarik untuk melakukan Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian oleh (Tarigan, et al. , 2. , (Lotulung, et al. , 2. , dan (Maghfiroh, 2. Adapun hasil penelitian ini tidak selaras dengan penelitian oleh (Qomariah, 2. dan (Habir & Zahara, 2. Adapun hasil penelitian ini sesuai dengan teori dari (Kotler & Armstrong, 2. yang menyatakan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi Word of Mouth. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh Word of Mouth (X) terhadap keputusan Pembelian (Y) di Toko Serba 35. 000 Mabuun Kabupaten Tabalong, karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Ada pengaruh Word Of Mouth terhadap keputusan pembelian di Toko Serba 35. Mabuun Kabupaten Tabalong. Besarnya pengaruh Word Of Mouth terhadap keputusan pembelian di Toko Serba 35. Mabuun Kabupaten Tabalong sebesar 57,4% adapun sisanya sebesar 42,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari variabel yang SARAN JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Adapun saran yang diberikan peneliti terkait penelitian ini yaitu sebagai berikut : Disarankan bagi pihak Toko Serba 35. untuk mempertahankan pengalaman positif memberikan pelayanan yang ramah serta menyediakan tempat yang bersih dan nyaman. Pengalaman positif yang dirasakan oleh konsumen akan mendorong konsumen lebih sering menyarankan kepada orang lain untuk membeli produk di Toko Serba 35. Disarankan bagi pihak Toko Serba 35. untuk secara berkala melakukan pengecekan terhadap produk yang dijual. Hal tersebut penting dilakukan untuk memastikan bahwa semua produk yang dijual dalam kondisi baik. Sehingga hal tersebut dapat meningkatkan reputasi toko dan meminimalisir persepsi negatif di kalangan konsumen terhadap produk di Toko Serba 35. Disarankan bagi Toko Seba 35. 000 agar dapat meningkatkan suasana dan kenyamanan berbelanja dengan memperhatikan struktur penataan barang yang rapi dan efisien, serta memberikan pelayanan yang ramah sehingga konsumen dapat merasa nyaman selama berbelanja di Toko Seba 35. Disarankan agar pihak Toko serba 35. dapat terus mempertahankan jenis produk mengidentifikasi produk apa yang mendapat respons positif kemudian pastikan stoknya selalu tersedia. Dikarenakan pengaruh Word Of Mouth sebesar 57,4%, sedangkan sisanya sebesar 42,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari variabel yang diteliti, untuk itu diharapkan agar peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lain seperti kualitas produk, kualitas pelayanan, store atmosphere, dan lain-lain sebagai pembanding antar DAFTAR PUSTAKA Abdurahman. , & Muhidin. DasarDasar Metode Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Pustaka Setia. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Amberg. , & Fogarassy. Green Consumer Behavior in the Cosmetics Market. Resources, 137-146. Bungin. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 . Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Habir. , & Zahara. Pengaruh Citra Merek Dan Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Yamaha. Jurnal Ilmu Manajemen Universitas Tadulako, 211-218. Handoko. Manajemen Pemasaran Analisis Perilaku Konsumen. Yogyakarta: BPFE. Hasan. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Media Pressindo. Hassan. Marketing Dari Mulut Ke Mulut. Yogyakarta: Media Pressindo. Julianti. , & Junaidi. Pengaruh Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Baso Aci Akang Citra Raya Tangerang. Prologia, 75-81. Kotler. , & Armstrong. Prinsip-prinsip Marketing . Jakarta: Badan Penerbit Salemba Empat. Kotler. , & Keller. A framework for marketing management, sixth edition, global edition. England: Pearson. Lotulung. Lapian. , & Moniharapon. Pengaruh kualitas produk, harga, dan wom . ord of mout. terhadap keputusan pembelian handphone evercoss pada cv. tristar jaya globalindo manado. EMBA: Jurnal Riset Ekonomi. Manajemen. Bisnis dan Akuntansi, 817-826. Maghfiroh. Pengaruh harga, kualitas produk dan word of mouth terhadap kepuasan konsumen serta implikasinya pada keputusan pembelian smartphone Xiaomi. Business Management Analysis Journal, 34-44. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Martono. Metodologi Penelitian Kuantitatif : Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Mokamu. Pengaruh Komunikasi Word Of Mouth Terhadap Loyalitas Konsumen. Bandung: Andi. Pallant. SPSS Survival Manual : A step guide to data analysis using IBM SPSS . th Abingdon: Routledge. Qomariah. Pengaruh word of mouth dan brand image terhadap keputusan pembelian pada Restoran Running Korean Street Food di Mall Plaza Mulia Samarinda. Jurnal Administrasi Bisnis Fisipol Unmul, 35-45. RM. 3, 10 . Digitalisasi Picu Pembeli Tinggalkan Toko Offline. Retrieved 06 01, 2025, from RM. id: https://rm. id/bacaberita/ekonomi-bisnis/190696/belanjasistem-online-murah-dan-mudahkanmasyarakat-digitalisasi-picu-pembelitinggalkan-toko-offline Sawlani. Keputusan Pembelian Online : Kualitas Website. Keamanan dan Kepercayaan. Jakarta : Scopindo Media Pustaka.