Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 . : 193-204 DOI: 10. 34305/JHRS. V3I02. E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal. id/index. php/jhrs/index Hubungan lingkungan fisik, tingkat pengetahuan dan personal hygiene warga binaan pemasyarakatan terhadap Skabies di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon tahun 2023 Sekar Rizki Mauliddah. Neng Shopa Anggraini. Syifa Nurhardiyanti. Ayu Mulya. Hamdan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan How to cite (APA) Mauliddah. Anggraini. Nurhardiyanti. Mulya. , & Hamdan. Hubungan lingkungan fisik, tingkat pengetahuan dan personal hygiene terhadap skabies di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon. Journal of Health Research Science, 3. , 193-204. https://doi. org/10. 34305/jhrs. History Received: 2 Oktober 2023 Accepted: 3 November 2023 Published: 1 Desember 2023 Coresponding Author Sekar Rizky Maulidah. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan. rizki13@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. International License ABSTRAK Latar belakang: Kasus penderita skabies di Kota Cirebon sebanyak 3. 712 orang, di Rutan Kelas I Cirebon skabies termasuk dalam 3 penyakit yang paling sering terjadi dan secara berturut-turut menduduki urutan pertama pada bulan Oktober . ,7%). November . ,24%). Desember . ,3%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kondisi lingkungan fisik, tingkat pengetahuan dan perilaku terkait personal hygiene warga binaan pemasyarakatan di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon. Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross Populasi penelitian adalah warga binaan pemasyarakatan yang ada di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon dengan jumlah 495 orang dan jumlah sampel sebanyak 83 orang yang diambil menggunakan stratified random sampling. Hasil: Analisis data menggunakan uji chi-square pada taraf kepercayaan 5%. Variabel kondisi lingkungan fisik yaitu suhu . =0,. , kelembaban . =0,. , kepadatan hunian . =0,. ada hubungan dengan kejadian skabies. Sedangkan pencahayaan . =0,. tidak memiliki hubungan. Kesimpulan: Variabel perilaku terkait personal hygiene warga binaan pemasyarakatan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian skabies dengan nilai p 0,015. Dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan fisik . uhu, kelembaban, kepadatan hunia. , tingkat pengetahuan, dan perilaku terkait personal hygiene warga binaan pemasyarakatan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian skabies di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon. Kata Kunci: Kondisi lingkungan fisik, tingkat pengetahuan, personalhygiene, skabies, rumah tahanan ABSTRACT Background: Cases of scabies in Cirebon City were 3,712 people, in Cirebon Class I Detention Center scabies was included in the 3 most frequent diseases and successively ranked first in October . 7%). November . 24%), December . 3%). This study aims to analyze the relationship between physical environmental conditions, level of knowledge and behavior related to personal hygiene of correctional prisoners in Cirebon Class I Detention Center. Methods: This type of research is an analytic survey with a cross sectional The study population was prisoners in the Cirebon Class I Detention Center with a total of 495 people and a sample size of 83 people taken using stratified random sampling. Results: Data analysis using chi-square test at 5% confidence level. Variable physical environmental conditions, namely temperature . = 0. , humidity . = 0. , occupancy density . = 0. have a relationship with the incidence of scabies. While lighting . =0. has no relationship. Conclusion: Behavioral variables related to personal hygiene of prisoners have a significant relationship with the incidence of scabies with a p value of 0. It can be concluded that physical environmental conditions . emperature, humidity, occupancy densit. , level of knowledge, and behavior related to personal hygiene of prisoners have a significant relationship with the incidence of scabies in Cirebon Class I Detention Center. Keywords: Physical environmental conditions, knowledge level, personal hygiene, scabies, detention center. Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 . : 193-204 DOI: 10. 34305/JHRS. V3I02. E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal. id/index. php/jhrs/index Pendahuluan tahun 2022 menyatakan angka kejadian Skabies adalah infeksi menular yang skabies pada tahun 2022 sebanyak 400 juta disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei orang lebih dari jumlah penduduk dunia yang dapat menular melalui kontak fisik 7,511 miliar. Menurut Kementerian Penyebab penyakit skabies yang paling Kesehatan RI 2017 prevalensi skabies di umum adalah kurangnya menjaga personal Indonesia sebesar 5,60 sampai dengan hygiene (Rahmatyawati et al. , 2. Ciri 12,95% dan skabies menduduki urutan khas skabies adalah gatal-gatal hebat yang ketiga dari 12 penyakit kulit yang sering biasanya semakin memburuk pada malam Berdasarkan data Dinas Kesehatan hari dan umumnya menyerang individu yang Kota Cirebon pada tahun 2021 penyakit kulit hidup berkelompok seperti di asrama, infeksi merupakan salah satu dari 10 pesantren, lembaga pemasyarakatan maupun penyakit terbanyak yaitu pada peringkat rumah tahanan (Ubaidillah, 2. keempat dengan total 11. 382 kasus dan Dampak yang sering muncul dari penyakit skabies yaitu gangguan rasa spesifik penderita skabies sebanyak 3. nyaman karena rasa gatal yang hebat ketika Rumah tahanan biasanya identik malam hari dan bisa mengganggu tidur dengan ruangan yang penuh sesak, tidak sehingga keesokan harinya penderita sering begitu terawat dan lembab yang sangat mengantuk, pusing, dan keluhan lain akibat kurang tidur (Ramadhani & Situmorang, penyakit salah satunya adalah skabies World Health Organization (WHO) (Ariningtyas, 2. Beberapa faktor risiko Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 . E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal. id/index. php/jhrs/index penyakit skabies adalah kondisi lingkungan. Pemasyarakatan tingkat pengatahuan dan perilaku terkait Ismail, 2. Menurut Teori John Gordon timbulnya penyakit pada masyarakat akibat (Kusumah, (WBP) Binaan (SaAoadatin adanya tiga faktor utama yaitu lingkungan. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kehidupan manusia yaitu lingkungan fisik Warga Faktor lingkungan yang erat kaitannya dengan deskriptif kuantitatif dengan metode survei penyebaran tungau skabies adalah suhu, kelembaban, pencahayaan dan kepadatan Populasi dalam penelitian ini hunian (Islam et al. , 2. pemasyarakatan di Rumah Tahanan Kelas I skabies antar warga binaan ini dibuktikan Cirebon yang berjumlah 495 orang dengan dengan data rekam medis di klinik Rutan besaran sampel sebanyak 83 orang warga yang mencatat bahwa penyakit skabies selalu termasuk ke dalam 3 penyakit yang menggunakan teknik proporsional stratified paling sering terjadi di Rutan. Bahkan pada bulan Oktober. November, dan Desember penelitian ini adalah lembar observasi dan tahun 2022 secara berturut-turut penyakit kuesioner, sedangkan alat yang digunakan skabies berada pada urutan pertama dengan adalah thermohygrometer dan luxmeter. Mudahnya Instrumen prevalensi pada bulan Oktober sebanyak Analisis data yang digunakan adalah 42,7%, bulan November sebanyak 51,24%, analisis univariat dan bivariat. Analisis dan bulan Desember sebanyak 48,3%. univariat untuk mengidentifikasi distribusi Berdasarkan latar belakang tersebut. AuHubungan Lingkungan Fisik. Tingkat Pengetahuan dan Personal Hygiene frekuensi kondisi lingkungan fisik . Warga Binaan terkait personal hygiene warga binaan pemasyarakatan dan kejadian skabies di Pemasyarakatan terhadap Skabies di Rumah Rumah Tahanan Kelas Cirebon. Tahanan Kelas I Cirebon Tahun 2023Ay. Sedangkan analisis bivariat digunakan untuk Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 . E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal. id/index. php/jhrs/index . uhu, dengan kejadian skabies di Rumah Tahanan pencahayaan, kepadatan hunia. , tingkat Kelas I Cirebon dengan menggunakan uji pengetahuan dan perilaku terkait personal chi-square dan uji alternatif fisher exact test. Hasil No. Variabel Kondisi Lingkungan Fisik Suhu Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat Kelembaban Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat Pencahayaan Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat Kepadatan Hunian Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Perilaku Personal Hygiene Baik Buruk Berdasarkan tabel 1 dari total 83 responden, dapat diketahui bahwa untuk Frekuensi Persentase (%) hampir seluruhnya tidak memenuhi syarat yaitu sebanyak 72 . ,7%) responden. variabel kondisi lingkungan fisik dalam poin Dari total 83 responden, dapat suhu sebagian besar tidak memenuhi syarat diketahui bahwa untuk variabel tingkat yaitu sebanyak 64 . ,1%) responden, hasil observasi kelembaban sebagian besar tidak terdapat pada kategori cukup yaitu sebanyak memenuhi syarat yaitu sebesar 62 . ,7%) 33 . ,8%) responden. Sedangkan untuk responden, untuk pencahayaan sebagian variabel perilaku personal hygiene sebagian besar tidak memenuhi syarat yaitu 57 besar responden berperilaku buruk yaitu . ,7%) responden dan kepadatan hunian sebanyak 45 . ,2%) responden. Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 . E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal. id/index. php/jhrs/index Kejadian Skabies Variabel Total p-value Tidak Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat Memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat Baik Cukup Kurang Baik Buruk Skabies Kepadatan Hunian Suhu 0,023 Kelembaban 0,000 Pencahayaan 0,274 Kepadatan Hunian 0,031 Tingkat Pengetahuan 0,000 Perilaku Personal Hygiene 0,015 Berdasarkan hasil uji statistik dengan 0,274 > 0,05 yang artinya pencahayaan tidak menggunakan chi-square didapatkan hasil memiliki hubungan yang signifikan dengan bahwa variabel kondisi lingkungan fisik kejadian skabies di Rumah Tahanan Kelas I yaitu suhu . -value 0,. , kelembaban . - Cirebon. value 0,. dan kepadatan hunian . -value Variabel 0,000 dimana didapatkan p-value < 0,05 perilaku personal hygiene memiliki p-value kelembaban dan kepadatan hunian memiliki 0,015 dimana kedua variabel tersebut hubungan yang signifikan dengan kejadian memiliki p-value < 0,05 sehingga dapat p-value skabies, sedangkan pencahayaan p-value Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 . E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal. id/index. php/jhrs/index disimpulkan bahwa ada hubungan 829/Menkes/SK/VII/1999 yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahwa parameter suhu yang dipersyaratkan dan perilaku personal hygiene dengan adalah 18-30o C. Suhu ruangan ditentukan kejadian skabies di Rumah Tahanan Kelas I oleh suhu udara luar, pergerakan udara. Cirebon. kelembaban udara dan suhu benda-benda di dalam ruangan. Suhu merupakan faktor Pembahasan Hubungan Antara Suhu dengan Kejadian Skabies Hasil chi-square menunjukkan hasil terdapat hubungan antara suhu kamar hunian dengan kejadian skabies dengan nilai p sebesar 0,023 . <0,. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ramadhani & Situmorang . dimana didapatkan nilai p sebesar 0,008 . <0,. maka terdapat hubungan antara suhu kamar hunian terhadap kejadian skabies pada warga binaan Lapas Rantauprapat. Menurut Kesehatan Keputusan Republik Hubungan Indonesia Antara Menteri Nomor Kelembaban dengan Kejadian Skabies Hasil chi-square Sarcoptes scabei tumbuh lebih cepat di kelembaban kamar hunian dengan kejadian membuat penghuni kamar lebih terpapar penyakit skabies (Sukorejo et al. , 2. Suhu di dalam kamar hunian relatif tinggi disebabkan karena jumlah penghuni ruangan yang jauh melebihi kapasitas dimana akan meningkatkan suhu ruangan menjadi panas yang disebabkan oleh pengeluaran panas badan, selain itu dapat meningkatkan kelembaban udara karena adanya uap air dari pernapasan maupun penguapan cairan tubuh dari kulit. nilai p 0,018<0,05 dimana artinya terdapat risiko terjadinya skabies dikarenakan tungau kejadian skabies pada warga binaan di Lapas Kelas IIA Rantauprapat. Ruangan skabies dengan nilai p sebesar 0,000 memungkinkan kuman, bakteri, tungau . <0,. Hal ini sejalan dengan penelitian maupun virus dapat berkembang biak di Ramadhani & Situmorang . yang dalam ruangan (Agungdiningrat & Jawwad, mendapatkan hasil uji chi-square dengan Hasil observasi menunjukkan bahwa Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 . E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal. id/index. php/jhrs/index setiap kamar memiliki kelembaban skabies dengan nilai p sebesar 0,274 udara yang berbeda karena karakteristik . >0,. Hal ini didukung oleh penelitian tempat dan bangunan. Pada kamar dengan Hasibuan . yang mendapatkan nilai p kelembaban paling tinggi letaknya di pojok 0,355>0,05 artinya tidak ada hubungan yang dimana minim masuknya cahaya matahari signifikan antara pencahayaan ruangan dengan keluhan skabies. Penelitian lain yang kelembaban udara di Pendapat Budiman dalam ruangan. 0,180>0,05 Farihah menyebutkan bahwa ruangan yang lembab pencahayaan ruangan dan keluhan skabies bukan faktor yang berdiri sendiri tanpa tidak memiliki hubungan yang signifikan. Berdasarkan sebab lain, melainkan dipengaruhi juga dari faktor lain seperti intensitas sinar matahari diketahui bahwa responden yang tinggal di yang masuk dalam ruangan, suhu, iklim, tingkat kepadatan hunian dan sebagainya. memenuhi syarat dan yang ruangannya tidak Kelembaban memenuhi syarat sama-sama tinggi, hal ini terhadap suhu ruangan, apabila kelembaban berarti kejadian skabies tidak dipengaruhi tinggi maka suhu ruangan menjadi rendah. oleh pencahayaan, namun dipengaruhi oleh Dalam hubungan dengan terjadinya faktor lainnya seperti suhu, kelembaban, skabies, perlu diperhatikan bahwa masa kepadatan hunian, tingkat pengetahuan dan hidup tungau Sarcoptes scabei akan lebih perilaku warga binaan pemasyarakatan. lama di luar kulit manusia apabila kondisi Menurut Notoatmojo ruangan yang rungan lembab yaitu bisa mencapai 19 hari, sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak sedangkan dalam kondisi biasa . kurang dan tidak terlalu banyak karena jika tungau ini hanya bertahan di luar kulit manusia selama 2-3 hari (Khairani, 2. matahari merupakan media yang baik untuk Hubungan hidup dan berkembangnya bibit penyakit Antara Pencahayaan dengan Kejadian Skabies Hasil chi-square Masuknya (Nurohmah, mempengaruhi kelembaban ruangan, jika pencahayaan kamar hunian dengan kejadian matahari tidak masuk maka kelembaban Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 . E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal. id/index. php/jhrs/index Penelitian ruangan tersebut cenderung akan lebih tinggi daripada ruangan dengan cahaya matahari penelitian yang dilakukan oleh Ika Tilofa sehingga prevalensi kejadian skabies akan . menyatakan bahwa ada hubungan ikut tinggi (Anindya, 2. antara kepadatan hunian dengan kejadian skabies dengan nilai p 0,008<0,05. Hal ini Ramadhani . yang menyatakan bahwa sejalan dengan penelitian Ayu . pencahayaan tidak berhubungan secara berdasarkan hasil dari analisa statistik langsung dengan kejadian skabies, namun tingkat pencahayaan yang baik di dalam diperoleh nilai p 0,001<0,05 hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan ruangan sehingga tungau tidak mempu kepadatan hunian dengan kejadian skabies. Sejalan bertahan lebih lama di luar kulit. Hal Kepadatan chi-square tersebut akan mengurangi proses penularan perbandingan antara luas lantai rumah tungau skabies ke orang lain. dengan jumlah penghuni kamar tersebut. Hubungan Antara Kepadatan Hunian dengan Kejadian Skabies Luas ruangan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan Hasil uji alternatif fisher exact overcrowded dimana hal tersebut tidak sehat menunjukkan bahwa ada hubungan antara karena disamping menyebabkan kurangnya kepadatan kamar hunian dengan kejadian oksigen, dengan kepadatan hunian yang skabies dengan nilai p sebesar 0,031 tinggi terutama pada kamar tidur seperti . <0,. Penyebaran tungau Sarcoptes ruang tahanan maka akan memudahkan scabei akan lebih cepat menular pada penularan penyakit skabies secara kontak penduduk yang hidup berkelompok atau langsung dari satu orang ke orang lain padat penghuni seperti di rumah tahanan, (Romadlon et al. , 2. asrama, pondok pesantren dan sebagainya. Variabel Kepadatan hunian merupakan salah satu mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kejadian skabies. hal ini dijelaskan bahwa dengan kepadatan hunian yang tinggi, akan mengakibatkan kontak langsung skabies melalui kontak langsung dari satu antar penghuni sangat besar, maka apabila di orang ke orang lain. dalam ruangan terdapat penderita skabies Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 . E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal. id/index. php/jhrs/index kemungkinan untuk tertular menjadi sangat menurunkan prevalensi penyakit skabies (Egeten et al. , 2. Hubungan Pengetahuan Antara Tingkat Tingkat pengetahuan mempengaruhi Kejadian kejadian skabies dikarenakan pengetahuan Skabies memegang peran penting dalam upaya Berdasarkan hasil uji statistik chi- pencegahan penularan skabies yaitu melalui square didapatkan nilai p sebesar 0,000 praktik kebersihan diri yang baik. Hal ini dimana nilai p < 0,05 maka dapat dikarenakan warga binaan pemasyarakatan disimpulkan bahwa tingkat pendidikan tidak mengetahui bahwa kejadian skabies memiliki hubungan yang signifikan dengan dipengaruhi oleh kontak langsung yaitu dari kejadian skabies. Hal ini didukung oleh faktor kebersihan kulit, tangan dan kuku, penelitian Natalia . yang mendapatkan rambut dan badan (Imartha et al. , 2. Selain itu dipengaruhi pula oleh kontak tidak langsung yaitu suhu, kelembaban, dan chi-square Hubungan Antara Perilaku Terkait mendapatkan nilai p 0,002. Tingkat kepadatan hunian. Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies cenderung memiliki prevalensi skabies lebih Berdasarkan tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki tingkat pengetahuan baik. Adanya menggunakan chi-square didapatkan hasil hubungan antara pengetahuan dan kejadian nilai p 0,015 dimana nilai p<0,05 maka skabies juga didapatkan dari hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara Jasmine . dengan nilai p 0,000. perilaku terkait personal hygiene warga Jasmine binaan pemasyarakatan dengan kejadian skabies di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon pencegahan penularan skabies, karena jika Tahun 2023. Hasil penelitian ini sejalan pengetahuan masyarakat tentang penyekit dengan temuan Sari Yunita . dengan skabies kurang maka prevalensi kejadian menggunakan uji chi-square mendapatkan skabies akan meningkat. Sebaliknya apabila pengetahuan masyarakat baik maka dapat disimpulkan bahwa personal hygiene secara 0,022<0,05 substansial berhubungan dengan keluhan Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 . E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal. id/index. php/jhrs/index Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dwi Anggraeni . Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p untuk uji chi-square adalah 0,001 < 0,005 yang menunjukkan bahwa ada . =0,. , hubungan yang signifikan antara kebersihan . =0,. , kepadatan hunian . =0,. , pribadi dengan keluhan skabies. tingkat pengetahuan . dan perilaku Perilaku personal hygiene yang di personal hygiene . =0,. dengan kejadian maksud dalam penelitian ini adalah suatu skabies di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon. tindakan responden untuk menjaga dan Sedangkan tidak terdapat hubungan yang memelihara kebersihan dan kesehatan diri signifikan antara pencahayaan . =0,. dengan kejadian skabies di Rumah Tahanan kelas I Cirebon. kebersihan tangan dan kuku, kebersihan genetalia, kebersihan handuk dan kebersihan Saran