Plagiarism Checker X Originality Report Similarity Found: 22% Date: Sunday. August 01, 2021 Statistics: 837 words Plagiarized / 3864 Total words Remarks: Medium Plagiarism Detected - Your Document needs Selective Improvement. ------------------------------------------------------------------------------------------PERBEDAAN PENGARUH LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI PIL KOMBINASI DENGAN DMPA TERHADAP PENINGKATAN INDEKS MASSA TUBUH Endah Kamila MasAoudah. Moh. Wildan. Dina Fristy Dzulhijjah Poltekkes Kemenkes Malang. Indonesia Email : kamilaendah@gmail. com ABSTRACK The short-term hormonal contraception is the most popular contraceptive method for women childbearing age because it is effective and reversible to prevent pregnancy. Combined oral contraceptives work primarily by inhibiting ovulation. Whereas DMPA injection contraception suppresses the formation of releasing factors and the hypothalamus to inhibit sperm penetration through the cervix uteri. One side effect of using hormonal contraception is an increase in body weight which can affect the value of BMI. The aim of the study was to determine the differences in the effect of the duration of use of combined pill with DMPA on increasing BMI. The research method uses an observational comparative retrospective with a cross sectional study design. The sampling technique uses purposive sampling with 15 combination pill samples and 23 DMPA injection acceptor acceptors. The research instrument used the KB acceptor questionnaire. Chi-Square test results obtained ? value of combined pills . 35 tahun _5 _33,3 _ _Jumlah _15 _100 _ _ Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Akseptor Suntik DMPA di PMB Dwi Astutik. Md. Keb Dau Kabupaten Malang pada bulan Mei 2019 Usia _ f _ % _ _<20 tahun _1 _4,3 _ _20-35 tahun _15 _65,2 _ _>35 tahun _7 _30,4 _ _Jumlah _23 _100 _ _ Berdasarkan Tabel 4. 1 dan Tabel 4. 2 mayoritas responden akseptor pil kombinasi . ,0%) dan suntik DMPA . ,2%) berusia 20-35 tahun. Penambahan berat badan pada usia muda lebih cepat terjadi dari pada orang tua. Hal ini dikarenakan pola aktifitas dan pola makan seseorang yang berpengaruh terhadap metabolisme lemak dalam tubuh. Penumpukkan simpanan lemak dalam tubuh akan menyebabakn peningkatan berat badan (Suparyanto, 2. Orang yang sudah lanjut usia membutuhkan waktu yang lebih banyak dalam memetabolisme lemak tubuh, sehingga penumpukkan simpanan lemak cenderung mudah terjadi pada usia muda bila tidak diimbangi dengan aktivitas yang sesuai dengan masukkan sejumlah kalori dalam tubuh. Karakteristik Responden Berdasarkan Paritas Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Responden Akseptor Pil Kombinasi di PMB Dwi Astutik. Md. Keb Dau Kabupaten Malang pada bulan Mei 2019 Paritas _ f _ % _ _Primipara _7 _46,7 _ _Multipara _5 _33,3 _ _Grandemultipara _3 _20 _ _Jumlah _15 _100 _ _ Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Akseptor Suntik DMPA di PMB Dwi Astutik. Md. Keb Dau Kabupaten Malang pada bulan Mei 2019 Paritas _ f _ % _ _Primipara _10 _43,5 _ _Multipara _10 _43,5 _ _Grandemultipara _3 _13,0 _ _Jumlah _23 _100 _ _ Berdasarkan 3 dan 4. 4 diatas dapat diketahui bahwa paritas sebagian besar responden pil kombinasi . ,7 %) dan suntik DMPA . ,5 %) adalah primipara dan multipara. Mayoritas responden adalah primipara, hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi pada fase menjarangkan dimaksudkan untuk menunda kehamilan atau menjaga jarak kehamilan berikutnya Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 4. 5 Distribusi Frekuensi Responden Akseptor Pil Kombinasi di PMB Dwi Astutik. Md. Keb Dau Kabupaten Malang pada bulan Mei 2019 Pendidikan _ f _ % _ _SD _5 _33,3 _ _SMP _4 _26,7 _ _SMA _5 _33,3 _ _Perguruan Tinggi (PT) _1 _6,7 _ _Jumlah _15 _100 _ _ Tabel 4. 6 Distribusi Frekuensi Responden Akseptor Suntik DMPA di PMB Dwi Astutik. Md. Keb Dau Kabupaten Malang pada bulan Mei 2019 Pendidikan _ f _ % _ _SD _13 _56,5 _ _SMP _4 _17,4 _ _SMA _4 _17,4 _ _Perguruan Tinggi (PT) _2 _8,7 _ _Jumlah _23 _100 _ _ Berdasarkan tabel 4. 5 dan 4. diatas dapat diketahui bahwa pendidikan terakhir sebagian besar responden akseptor pil kombinasi . ,3 %) dan akseptor suntik DMPA . ,5 %) berada pada jenjang SD dan SMA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih belum paham dan mengerti mengenai efek samping yang ditimbulkan selama pemakaian kontrasepsi pil kombinasi dan suntik DMPA yang mana kedua jenis kontrasepsi ini merupakan kontrasepsi jenis hormonal yang mudah mempengaruhi nafsu makan seseorang dan mempercepat metabolisme lemak dalam tubuh. Sebelum pemberian kontrasepsi petugas kesehatan telah menyampaikan efek samping yang diitimbulkan, akan tetapi masih banyak responden yang belum memahaminya sehingga tingkat pendidikan seseorang sangat menentukan seberapa besar pemahaman akseptor dalam menangkap informasi yang dberikan secara tepat dan Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Tabel 4. 7 Distribusi Frekuensi Responden Akseptor Pil Kombinasi di PMB Dwi Astutik. Md. Keb Dau Kabupaten Malang pada bulan Mei 2019 Pekerjaan _ f _ % _ _Wiraswasta _2 _13,3 _ _Swasta _3 _20 _ _IRT _7 _46,7 _ _Lainnya _3 _20 _ _Jumlah _15 _100 _ _ Tabel 4. 8 Distribusi Frekuensi Responden Akseptor Suntik DMPA di PMB Dwi Astutik. Md. Keb Dau Kabupaten Malang pada bulan Mei 2019 Pekerjaan _ f _ % _ _Wiraswasta _2 _8,7 _ _Swasta _4 _17,4 _ _IRT _13 _56,5 _ _Lainnya _4 _17,4 _ _Jumlah _23 _100 _ _ Berdasarkan tabel 4. 7 dan 4. diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden akseptor pil kombinasi . ,7 %) dan suntik DMPA . ,5 %) sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Berdasarkan data tersebut memberi gambaran bahwa status pekerjaan responden berpengaruh terhadap tingkat aktivitas responden. Rata-rata ibu yang tidak bekerja ketika sudah di rumah enggan untuk beraktivitas sehingga nafsu makan yang meningkat menyebabkan jumlah masukkan kalori dalam tubuh meningkat dan tidak dapat diubah secara sempurna menjadi energi. Penumpukkan kalori akan dimetabolisme tubuh menjadi lemak yang akan mempengaruhi berat badan seseorang. Data Khusus Akseptor Pil Kombinasi Tabel 4. 9 Distribusi Frekuensi Lama Pemakaian Akseptor Kontrasepsi Pil kombinasi di PMB Dwi Astutik. Md. Keb Dau Kabupaten Malang pada bulan Mei 2019 Lama Pemakaian _ f _ % _ _12 bulan _10 _66,7 _ _ >12 bulan _5 _33,3 _ _Jumlah _15 _100 _ _ Tabel 4. 10 Distribusi Frekuensi Peningkatan IMT Akseptor Kontrasepsi Pil kombinasi setelah pemakaian kontrasepsi di PMB Dwi Astutik. Md. Keb Dau Kabupaten Malang pada bulan Mei 2019 Peningkatan IMT _ f _ % _ _Naik _10 _66,7 _ _ Turun _5 _33,3 _ _Jumlah _15 _100 _ _ Tabel 4. 11 Tabulasi Silang Pengaruh Lama Pemakaian Pil Kombinasi dengan Peningkatan Indeks Massa Tubuh. Lama Pemakaian _Peningkatan IMT _Total _ _ _Naik _Tetap/ Turun _ _ _ _f _% _f _% _f _% _ _12 bulan _9 _. _1 _. _10 _. _ _>12 bulan _1 _. _4 _. _5 _. _ _Jumlah _10 _. _5 _. _15 _. _ _ Berdasarkan tabel 4. 11 diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden lama pemakaian kontrasepsi pil kombinasi selama 12 bulan. Rata-rata responden dalam penelitian ini mengalami kenaikan IMT pada 12 bulan pertama . %) dan IMT cenderung tetap atau menurun . %) pada lama pemakaian >12 bulan. Akseptor Pil Kombinasi Tabel 4. 12 Distribusi Frekuensi Lama Pemakaian Akseptor Kontrasepsi suntik DMPA di PMB Dwi Astutik. Md. Keb Dau Kabupaten Malang pada bulan Mei 2019 Lama Pemakaian _ f _ % _ _12 bulan _15 _65,2 _ _ >12 bulan _8 _34,8 _ _Jumlah _23 _100 _ _ Tabel 4. 13Distribusi Frekuensi Peningkatan IMT Akseptor suntik DMPA setelah pemakaian kontrasepsi di PMB Dwi Astutik. Md. Keb Dau Kabupaten Malang pada bulan Mei 2019 Peningkatan IMT _ f _ % _ _Naik _22 _95,7 _ _ Turun _1 _4,3 _ _Jumlah _23 _100 _ _ Tabel 4. 14 Tabulasi Silang Pengaruh Lama Pemakaian suntik DMPA dengan Peningkatan Indeks Massa Tubuh. Lama Pemakaian _Peningkatan IMT _Total _ _ _Naik _Tetap/ Turun _ _ _ _f _% _f _% _f _% _ _12 bulan _15 _. _0 _. _15 _. _ _>12 bulan _7 _. _1 _. _8 _. _ _Jumlah _22 _. _1 _. _23 _. _ _ Berdasarkan tabel 4. 14 diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden lama pemakaian kontrasepsi suntik DMPA selama 12 Rata-rata responden dalam penelitian ini mengalami kenaikan IMT pada 12 bulan pertama sebesar . %) dan . ,5 %) pada lama pemakaian >12 bulan IMT tetap mengalami kenaikkan. Perbedaan Pengaaruh Lama Pemakaian terhadap peningkatan indeks massa tubuh Tabel 4. 15 Perbedaan Pengaruh Lama Pemakaian Pil Kombinasi dengan DMPA terhadap Peningkatan Indeks Massa Tubuh Lama Pemakaian Pil Kombinasi _Peningkatan IMT _Total _P _ _ _Naik _Tetap/ Turun _ _ _ _ _N _% _N _% _n _% _ _ _12 bulan _9 _90 _1 _10 _10 _100 _0,001 _ _>12 bulan _1 _20 _4 _80 _5 _100 _ _ _Lama Pemakaian Suntik DMPA _ _12 bulan _15 _100 _0 _0 _15 _1000 _0,048 _ _>12 bulan _7 _87,5 _1 _12,5 _8 _100 _ _ _*Hasil uji chi-square menggunakan fisher exact test Perbedaan Pengaruh Lama Pemakaian Kontrasepsi Pil Kombinasi dengan DMPA terhadap Peningkatan Indeks Massa Tubuh Hasil uji chi-square menggunakan analisa fisher exact test didapatkan nilai ? value pil kombinasi 0,001 < a dan ? value suntik DMPA 0,048 < a, kesimpulan H0 ditolak yang artinya ada pengaruh. Jika kedua nilai ? value pil kombinasi dan suntik DMPA dibandingkan nilai ? value 0,048 > 0,001, secara statistik pil kombinasi memiliki hubungan yang lebih erat terhadap lama pemakaian kontrasepsi dengan peningkatan indeks massa tubuh dibandingkan dengan suntik DMPA di PMB Dwi Astutik Amd. Keb Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Penelitian yang dilakukan pada 15 responden akseptor pil kombinasi, menunjukkan bahwa setelah pemakaian kontrasepsi selama 12 bulan 9 orang . %) mengalami kenaikan IMT, 1 orang . %) IMT menetap dan selama pemakaian >12 bulan 1 orang . %) mengalami kenaikan IMT dan 4 orang . %) IMT menetap, sementara penelitian yang dilkukan pada 23 responden akseptor suntik DMPA selama 12 bulan 15 orang . %) mengalami peningkatan nilai IMT dan 7 orang . ,5%) mengalami kenaikan IMT setelah pemakaian >12 bulan, dan 1 orang . ,5%) nilai IMT menetap. Lama pemakaian kontrasepsi pil kombinasi dan suntik DMPA diperhitugkan melalui tanggal pertama menjadi akseptor kemudian dihitung lama penggunaan hingga waktu Lama penggunaan dihitung dari data register PMB Dwi Astutik A. Md. Keb. Dalam penelitian sebagian besar akseptor telah menggunakan kontrasepsi selama =12 Rasa nyaman dan penggunaan kontrasepsi pil kombinasi maupun suntik DMPA yang dianggap praktis dan ekonomis menyebabkan akseptor tidak mau menggunakan alat kontrasepsi lainnya karena dianggap menakutkan misalnya IUD dan implan. Menurut Setyarini . Ketakutan terhadap efek samping alat kontrasepsi tertentu cenderung menyebabkan akseptor lebih memilih satu kontrasepsi yang dianggap nyaman dan tidak memberi jeda untuk menggunakan kontrasepsi lain. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal dalam jangka lama memberikan efek samping pada hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Ketidakseimbangan hormon dapat memicu perubahan pola haid, peningkatan risiko gangguan sirkulasi seperti, hipertensi, penyakit arteri dan tromboembolisme vena, peningkatan berat badan, dan peningkatan nafsu makan (Affandi, dkk. , 2. Setiap indivdu tidak selalu mengalami efek samping yang ditimbulkan, hal tersebut terjadi karena masing-masing individu memiliki adaptasi tersendiri terhadap pemberian hormon estrogen maupun progesteron. Menurut Cook . hormon estrogen dan progesteron dalam kontrasepsi pil kombinasi secara tidak langsung dapat memodulasi selera makan, penggunaan energi, dan metaboisme dalam tubuh. Hal ini dikarenakan jaringan adiposit . sangat responsif terhadap rangsangan estrogen sehingga nafsu makan yang meningkat menyebabkan deposisi lemak subkutam. Penggunaan hormon progesteron saja dalam jangka waktu lama pada pemakaian kontrasepsi suntik DMPA menyebabkan kadar estrogen menjadi berkurang, fungsi estrogen yang bersifat antagonis terhadap progesteron dalam memetabolisme lemak menjadikan progesteron menurunkan kadar HDL . emak yang larut dalam ai. dan meningkatkan LDL . ersifat tidak larut ai. Apabila asupan makanan yang mengandung banyak lemak terus dikonsumsi maka LDL akan banyak tersimpan dalam tubuh (Hartanto, 2. Penimbunann lemak tubuh dipengaruh banyak faktor selain penggunaan hormon estrogen dan progesteron, penimbunan lemak tubuh dipengaruhi oleh konsumsi makanan, aktifitas, stress, usia, dan penyakit degeneratif. Berdasarkan wawancara singkat dengan akseptor sebagian besar mengatakan bahwa setelah penggunaan kontrasepsi nafsu makan akseptor cenderung meningkat selain itu beberapa akseptor seroing mengkonsumsi makanan berminyak dan berlemak. Akseptor di PMB Dwi Astutik sebagian besar tidak bekerja sehingga aktivitas yang paling banyak dikerjakan adalah aktivitas rumah tangga dan merawat anak. Menurut Hartanto . berat badan meningkat bervariasi, pada umumnya selama satu tahun pemakaian meningkat sebanyak 1-5 kg. Peningkatan berat badan akibat kontrasepsi pil kombinasi dan suntik DMPA dikatakan beresiko apabila IMT berada pada interval Pada wanita obesitas penggunaan suntik DMPA akan meningkatkan resiko mengalami penyakit degenratif seperti anterosklerosis, jantung koroner, hipertensi, diabetes melitius dan stroke (Sri, 2. Dilihat dari crosstab perebedaan pengaruh lama pemakaian kontrasepsi pil kombinasi dengan suntik DMPA menunjukkan bahwa presentase akdeptor yang menggunakan kontrasepsi pil kombinasi dan suntik DMPA setelah 12 bulan pemakaian sebagian besar mengalami peningkatan IMT. Hal ini didukung oleh pernyataan akseptor yang menyatakan bahwa nafsu makannya meningkatdan merasa berat badannya ikut bertambah. Sesuai dengan teori bahwa kandungan hormon dalam kontrasepsi pil kombinsasi terutama hormon esrogen mampu memodulasi nafsu makan dan meningkatkan deposisi lemak, sedangkan kandungan progesteron saja dalam suntik DMPA merangsang pusat pengendali nafsu makan yang ada dihipotalamus menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari pada Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Andriyati, dkk . , yang menyatakan bahwa pada penggunaan kontrasepsi pil kombinasi sebagian besar penggunanya mengalami perubahan berat badan yang dikarenakan adanya retensi cairan dari progestin dan estrogen yang mengakibatkan bertambahnya lemak subkutan terutama pada pinggul, paha dan payudara. Dimana hasil uji statistik yang didapatkannya yaitu nilai p<0,05. Setyarini . menyatakan dalam penelitiannya hubungan lama penggunaan DMPA dengan kadar lemak menunjukkan semakin lama penggunaan DMPA semakin besar presentase akseptor yang memiliki kadar lemak dalam interval 30-35% dan >35% dalam kategori mendekati tinggi dan tinggi, sementara pada presentase IMT akseptor menunjukkan dalam interval 25,0-29,9 dan >30 yang termasuk kastegori overweight dan obesitas. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara akseptor yang didapatkan peneliti pada responden akseptor pil kombinasi di PMB Dwi Astutik pada 12 bulan pertama pemakaian sebagian besar mengalami peningkatan IMT sedangkan pada pemakaian >12 bulan berat badan cenderung tetap dan hanya sebagian kecil yang mengalami peningkatan IMT, selama pemakaian kontrasepsi pil kombinasi sebagian besar responden melakukan pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan lainnya seperti biasa, pola makan selama pemakaian sebagian ada yang mengalami peningkatan dan sebagian lagi tidak, rata-rata responden lebih banyak mengkonsumsi cemilan berupa gorengan dan makanan berlemak. Sementara itu, hasil observasi dan wawancara responden akseptor suntik DMPA pada 12 bulan pertama pemakaian dan >12 bulan mengalami peningkatan IMT dan sebagian kecil tidak mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa kadnungan hormon yang terdapat pada kontrasepsi hormonal berupa pil kontrasepsi dan suntik DMPA memiliki efek samping meningkatan berat badan yang dapat mempengaruhi besar nilai IMT seseorang, dalam penggunaanya berdasarkan hasil statistik kontrasepsi pil kombiinasi lebih besar pengaruhnya dalam meningkatkan IMT . Selain itu pola kebiasaan sehari-hari juga ikut berpengaruh seperti pola makan, pola aktifitas, dan pola istirahat. PENUTUP Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh lama pemakaian kontrasepsi pil kombinasi dengan suntik DMPA terhadap peningkatan indeks massa tubuh di PMB Dwi Astutik A. Md. Keb, yang ditunjukkan dengan hasil analisa chi-square menggunakan fisher exact test yaitu nilai ? value 0,048 > 0,001. Sehingga semakin lama penggunaan kontrasepsi pil kombinasi lebih erat hubungannya dengan peningkatan indeks massa tubuh dibandingkan dengan suntik DMPA. Saran