Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. April 2024 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Analisis Penyebab Maraknya Cyberbullying di Era Digital pada Remaja Audrey Afralia1. Desy Safitri2. Sujarwo3 1,2,3 Universitas Negeri Jakarta E-mail: audreyafralia_1407621031@mhs. desysafitri@unj. sujarwo-fis@unj. Abstract The development of increasingly sophisticated social media has made the phenomenon of cyberbullying a serious problem in affecting adolescents' mental and emotional health. It is through these social media platforms that individuals can easily intimidate, belittle or emotionally harm others. As a result, incidents of cyberbullying are becoming more widespread and have a serious impact on adolescents' emotional and mental well-being. The purpose of this paper is to find out the causes of cyberbullying in the digital era in The method used is literature review by collecting and taking the essence of previous research and analyzing several sources relevant to the research topic. The results of research conducted by various experts show that the causes of rampant cyberbullying in adolescents in the digital era are caused by several factors, namely anonymity online, indifference to consequences, group pressure, lack of awareness of the negative impact as well as lack of parental supervision and lack of digital literacy. Keywords: Cyberbullying. Social Media. Teenegers. Abstrak Perkembangan sosial media yang semakin canggih membuat fenomena cyberbullying menjadi masalah yang serius dalam mempengaruhi kesehatan mental dan emosional remaja. Melalui platform media sosial ini lah suatu individu dapat dengan mudah mengintimidasi, merendahakan atau menyakiti orang lain secara emosional. Akibatnya, insiden-insiden cyberbullying ini semakin meluas dan berdampak serius terhadap kesejahteraan emosional dan mental remaja. Tujuan penulisan ini yaitu untuk mengetahui penyebab maraknya cyberbullying di era digital pada remaja. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan dan mengambil intisari dari penelitian sebelumnya serta menganalisis beberapa sumber yang relevan dengan topik penelitian. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh berbagai ahli menunjukan bahwa penyebab maraknya cyberbullying pada remaja di era digital disebabkan oleh bebera faktor yaitu anonimitas dalam daring, ketidakpedulian terhadap konsekuensi, tekanan kelompok, kurangnya kesadaran tentang dampak negatifnya serta kurangnya pengawasan orang tua dan kurangnya literasi digital. Kata-kata kunci: Cyberbullying. Sosial Media. Remaja. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 70 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. April 2024 PENDAHULUAN Di era digital yang semakin berkembang pesat, kemudahan dalam mengakses teknologi menjadi semakin merata di semua kalangan usia, baik yang muda maupun yang Hal ini berarti bahwa setiap individu, tanpa memandang usia, memiliki kemampuan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas di sosial media. Sosial media sendiri adalah platform online yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi, berbagi konten, dan terhubung dengan orang lain secara virtual. Selain itu, sosial media juga dijadikan sebagai tempat meluapkan emosi, dan tidak jarang juga untuk meluapkan kemarahan dalam bentuk cacian ataupun hinaan yang sering disebut dengan cyberbullying. 1 Sosial media ini mencakup berbagai jenis platform seperti facebook, instagram, twitter, youtube dan tiktok. Kemudahan dalam bersosial media ini lah yang menyebabkan semakin maraknya cyberbullying pada saat ini, khususnya di kalangan remaja. Cyberbullying sendiri mengacu pada tindakan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi seperti sosial media untuk menyebarkan konten yang mengintimidasi, merendahkan atau menyakiti orang lain secara emosional. Sedangkan Kemenkes menggambarkan remaja sebagai fase kehidupan di mana terjadi pertumbuhan dan perkembangan tubuh, pikiran, dan kemampuan secara cepat. Mereka umumnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, cenderung mengambil risiko tanpa pertimbangan matang, dan tertarik pada petualangan. Remaja sangat rentan terhadap cyberbullying karena penggunaan media sosial yang intens dan kurangnya pengawasan orang dewasa. Cyberbullying, mirip dengan bullying konvensional, perbedanya cyberbullying melibatkan penggunaan teknologi digital atau internet sebagai sarana untuk melakukan pembullyan. Kasus cyberbullying ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena tindakan ini adalah salah satu tantangan besar dalam pemanfaatan teknologi digital. Adawiyah menyatakan bahwa pertumbuhan media sosial yang kian cepat dikalangan remaja bisa dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi yang praktis serta mudah dijangkau, tetapi juga membawa arus baru dalam masyarakat sebagai alat untuk melakukan penindasan di dunia maya. 3 Melalui Ayu Puput Budi Kumala and Agustin Sukmawati. AuDampak Cyberbullying Pada Remaja,Ay Alauddin Scientific Journal Nursing . 55Ae65, https://journal. id/index. php/asjn/article/view/17648. Donegan. AuBullying and Cyberbullying: History. Statistics. Law. Prevention and Analysis,Ay The Elon Journal of Undergraduate Research in Communications 3, no. : 33Ae42, chromeextension://efaidnbmnibpcajpcglclefindmkaj/https://eloncdn. net/eu3/sites/153/2017/06/ 04DoneganEJSpring12. Siti Robiah Adawiyah. AuFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cyberbullying Pada Remaja,Ay in Prosiding Seminar Nasional Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, 2019, 398Ae403, http://seminar. id/index. php/snmpuad/article/download/3466/794. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 71 Audrey Afralia. Desy Safitri. Sujarwo: Analisis Penyebab Maraknya Cyberbullying di Era Digital pada Remaja platform media sosial inilah seseorang dapat dengan mudah mengintimidasi, merendahakan atau menyakiti orang lain secara emosional. Akibatnya, insiden-insiden cyberbullying ini semakin meluas dan berdampak serius terhadap kesejahteraan emosional dan mental remaja. Cyberbullying ini memiliki berbagai dampak yang merusak, tidak hanya bagi korban yang mengalaminya, namun juga berdampak bagi masyarakat secara luas. Dampak tersebut meliputi terganggunya kesehatan mental, penurunan produktivitas, merusak hubungan sosial korban, hingga ke dampak yang paling ekstrem yaitu bunuh diri akibat tekanan psikologis yang dihadapi korban. Fenomena yang dipaparkan diataslah yang melatarbelakangi peneliti untuk mencari tahu lebih dalam mengenai penyebab semakin maraknya cyberbullying di era digital. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk mengumpulkan dan mengambil intisari dari penelitian sebelumnya serta menganalisis bebragai data yang sesuai dengan topik penelitian. Dengan menganalisis literatur yang relevan, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi peningkatan kasus cyberbullying di kalangan remaja. Dengan memahami tentang faktor-faktor tersebut diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan dalam mengatasi masalah cyberbullying dan menciptakan lingkungan online yang lebih aman bagi remaja. METODE Penelitian ini menggunakan metode literature review. Snyder menjelaskan bahwa literature review adalah suatu metodologi penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan dan merangkum hasil-hasil penelitian sebelumnya, serta menganalisis pandanganpandangan para ahli yang terdapat dalam teks. 4 Snyder menyimpulkan bahwa literature review memiliki peran penting sebagai landasan bagi berbagai macam jenis penelitian. Hal ini dikarenakan hasil dari literature review dapat memberikan pemahaman tentang perkembangan pengetahuan, menjadi sumber inspirasi untuk pembuatan kebijakan, merangsang pembentukan ide-ide baru, serta bermanfaat sebagai panduan dalam melakukan penelitian pada bidang tertentu. 5 Sedangkan menurut Muthia dkk, literature review adalah metode penelitian yang tujuanya untuk mengungkapkan bermacam teori berkaitan dengan Hannah Snyder. AuLiterature Review as a Research Methodology: An Overview and Guidelines,Ay Journal Business Research . 333Ae339, https://w. com/science/article/pii/S0148296319304564?via=ihub. Ibid. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 72 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. April 2024 masalah yang diteliti sebagai bahan referensi pembahasan hasil penelitian. 6 Dalam metode ini peneliti melakukan analisis menyeluruh terhadap kumpulan literatur yang relevan dengan topik penelitian. Proses ini melibatkan identifikasi, pengumpulan, seleksi, serta evaluasi terhadap sumber sumber teks yang sudah diperoleh seperti jurnal ilmiah, buku, artikel online dan sumber online lainnya. Dengan menganalisis literatur yang ada, peneliti dapat memperoleh wawasan yang mendalam tentang teori, metodologi, temuan penelitian sebelumnya, dan isu-isu terkini yang berkaitan dengan topik penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Fenomena Cyberbullying Bullying berasal dari istilah bully, yang merujuk pada ancaman atau intimidasi yang dilakukan seseorang terhadap orang lain, yang menyebabkan stres pada korban dalam bentuk gangguan fisik, psikis, atau keduanya. 7 Sedangkan menurut Ken Rigby bullying adalah sebuah hasrat untuk menyakiti orang lain. Aksi ini dilakukan secara langsung oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang dan dilakukan dengan senang. 8 Fenomena bullying pada remaja adalah tindakan agresif yang dilakukan berulang kali oleh satu individu atau sekelompok individu terhadap individu atau kelompok lainnya yang lebih lemah secara fisik, emosional, atau sosial. 9 Bullying ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk verbal . isalnya, pelecehan atau ejeka. , fisik . eperti pukulan atau doronga. , relasional . isalnya, penolakan atau pengucilan sosia. , atau cyber . elalui media sosial atau pesan tek. Bullying dapat terjadi di mana saja entah itu di sekolah ataupun di lingkungan rumah namun karena kemajuan teknologi, bullying yang awalnya terbatas pada interaksi langsung kini memungkinkan pelaku untuk melakukannya di media sosial atau pesan teks atau yang sekarang biasa kita sebut sebagai cyberbullying. Cyberbullying mencakup berbagai tindakan seperti mengirim pesan teks yang menghina, memposting foto atau video memalukan secara Muthia Fanny Fadhilah. Dimas Alkindi, and Abdul Muhid. AuCyber Counseling Sebagai Metode Meningkatkan Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah: Literature Review,Ay Counsellia: Jurnal Bimbingan Konseling . 86Ae94, http://ejournal. id/index. php/JBK/article/view/8393. Mintasri Hardi. Abdul Kharis, and NurAo Aini. AuDampak Bullying Terhadap Perilaku Remaja (Studi Pada SMKN 5 Matara. ,Ay JIAP (Jurnal Ilmu Administrasi Publi. 7, no. : 44Ae55, http://journal. id/index. php/JIAP/article/view/775. Ibid. Silatul Rahmi. Shermina Oruh, and Andi Agustang. AuCyberbullying Di Kalangan Remaja Pada Perkembangan Teknologi Abad 21,Ay Strategi Media Relations Humas Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara Untuk Meningkatkan Citra Positif . 1Ae9, http://goovernance. id/index. php/description/article/view/155/147. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 73 Audrey Afralia. Desy Safitri. Sujarwo: Analisis Penyebab Maraknya Cyberbullying di Era Digital pada Remaja online, atau bahkan membuat akun palsu untuk mengejek atau mengintimidasi korban. Dibandingkan dengan bentuk tradisional, cyberbullying memiliki potensi untuk mencapai khalayak yang lebih luas dalam waktu singkat dan seringkali sulit dilacak oleh otoritas. Para pelaku seringkali menggunakan anonimitas untuk menyebarkan pesan-pesan yang merendahkan, menghina, atau mengintimidasi korban mereka. Cyberbullying adalah bentuk perundungan yang sering terjadi pada kalangan remaja, karena lebih mudah dilakukannya hanya dengan menggunakan media sosial atau pesan Dalam penelitiannya. Mahasri Shobabiyah menemukan bahwa bentuk-bentuk dari cyberbullying adalah ejekan, hinaan, pelecehan, sindiran, diskriminasi, ujaran kebencian, persekusi, serta umpatan umpatan negatif lainnya. 10 Adapun platform media sosial yang biasa digunakan oleh kaum remaja sebagai media untuk melakukan cyberbullying diantaranya Tiktok. Instagram. Twitter, ataupun aplikasi game online dan berbagai media sosial lainnya. Biasanya di platform tersebutlah banyak para remaja menyindir, mengejek, bahkan sampai melecehkan nama agama, suku, ras serta kehidupan personal atau pribadi seseorang dengan melontarkan kalimat kalimat sindiran mulai dari yang halus sampai dengan yang kasar. Menurut Fadia Tyora dalam penelitiannya, cyberbullying di Indonesia telah mencapai tingkat yang signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh survei yang melibatkan 45 responden, dimana 95,6% dari mereka menyatakan bahwa kasus cyberbullying sudah menjadi masalah yang serius di Indonesia. 11 Remaja yang menjadi korban perundungan ini seringkali merasa tak berdaya, terisolasi, dan mengalami stres secara emosional. Mereka mungkin mengalami penurunan dalam kesejahteraan mental dan fisik, termasuk depresi, kecemasan, bahkan berpikir untuk bunuh diri. Sementara pelaku perundungan mungkin memiliki berbagai alasan untuk perilaku mereka, seperti keinginan untuk memperoleh kekuasaan, perasaan rendah diri, atau ketidakmampuan untuk mengelola emosi mereka dengan baik. Dilansir dari beberapa literatur yang ada, cyberbullying umumnya memiliki dampak yang lebih kuat dibandingkan dengan bullying yang biasa terjadi. Jika dilihat dari media yang digunakan yaitu secara online atau digital, ini memungkinkan korban bullying akan dapat selalu terhubung dengan pelaku. Pelaku dapat kapan saja melalukan cyberbullying ini misalnya dengan mengirimkan ujaran kebencian, ancaman atau makian kepada korban Mahasri Shobabiya et al. AuPerilaku Cyber Bullying Pada Remaja,Ay Educatioanl Journal: General and Specific Research 4, no. : 122Ae129, https://adisampublisher. org/index. php/edu/article/view/635. Fadia Tyora Yulieta et al. AuPengaruh Cyberbullying Di Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental,Ay De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 1, no. : 257Ae263, https://journal. actual-insight. com/index. php/decive/article/view/298. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 74 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. April 2024 sehingga korban akan merasa tidak aman dan takut. Jika dilihat dari penelitian sebelumnya, beberapa pelaku melakukan cyberbullying dikarenakan mereka ingin membalaskan dendam kepada korban dan juga ingin mencari perhatian atau bahkan ada pula yang hanya sekedar iseng untuk menghibur waktu luangnya saja. Adapun beberapa aspek cyberbullying menurut Willard yaitu pencemaran nama baik, pelecehan, amarah, tipu daya, pengucilan, penguntit di media sosial, dan peniruan. Faktor Penyebab Maraknya Cyberbullying pada Remaja Perkembangan zaman yang semakin canggih terhadap teknologi menjadikan sosial media dapat di akses dengan mudah oleh siapapun salah satunya oleh kalangan remaja. Kemudahan teknologi inilah yang pada akhirnya menjadi salah satu penyebab maraknya cyberbullying di kalangan remaja. Remaja saat ini dapat dengan mudah mengakses teknologi seperti ponsel pintar dan media sosial dimanapun sehingga memungkinakan mereka untuk berinteraksi secara online dengan cepat dan mudah. 14 Kemudahan terhadap teknologi inilah yang akhirnya meningkatkan risiko cyberbullying karena memungkinkan pelaku untuk mengeksploitasi anonimitas dan jangkauan yang luas dari platform online. Sifat anonimitas dari pkatform online ini dapat memberikan rasa keberanian pada pelaku bullying untuk melakukan tindakan agresif tanpa takut akan konsekuensi nyata dari perbuatan mereka. Mereka mungkin merasa lebih aman untuk melakukan cyberbullying karena sulit untuk dilacak atau di identifikasi secara langsung. Selain itu, kurangnya pengawasan orangtua juga menjadi salah satu penyebab maraknya cyberbullying pada kalangan remaja. Orangtua mungkin kurang mengawasi atau memahami aktivitas online anak-anak mereka. Dengan minimnya pengawasan orangtua terhadap aktivitas online anak-anak membuat fenomena cyberbullying semakin merajalela. Anak anak seringkali terpapar konten negatif dan menjadi korban intimidasi virtual tanpa pengawasan yang memadai. Kurangnya pemantauan membuat anak-anak rentan menjadi pelaku atau korban dalam lingkungan online yang tidak terkendali. Akibatnya terjadinya Catherine Wijaya et al. AuAnalisis Tindakan Cyberbullying Di Kalangan Remaja,Ay Nusantara: Jurnal Pendidikan. Seni. Sains dan Sosial Humanioral 1, no. : 1Ae25, https://journal. com/index. php/nusantara/article/view/196. Machsun Rifauddin. AuFenomena Cyberbullying Pada Remaja,Ay Khizanah Al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan. Informasi dan Kearsipan 4, no. : 35Ae44, http://journal. id/index. php/khizanah-al-hikmah/article/view/1068. Wirmando et al. AuDampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Bullying Pada Remaja,Ay Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) 1, no. : 117Ae122, http://ojs. id/index. php/nchat/article/view/19. Rahmi. Shermina Oruh, and Andi Agustang. AuCyberbullying Di Kalangan Remaja Pada Perkembangan Teknologi Abad 21. Ay Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 75 Audrey Afralia. Desy Safitri. Sujarwo: Analisis Penyebab Maraknya Cyberbullying di Era Digital pada Remaja peningkatan kasus depresi dan gangguan mental pada generasi muda akibat tekanan dari Faktor penyebab maraknya cyberbullying selanjutnya yaitu perilaku remaja yang suka meniru. Maraknya cyberbullying dipengaruhi oleh faktor remaja yang cenderung meniru perilaku negatif yang mereka lihat di lingkungan online. Dalam upaya untuk memperoleh penerimaan sosial atau status di antara teman sebaya, beberapa remaja meniru tindakan cyberbullying yang mereka lihat dari orang lain. Fenomena ini semakin diperparah oleh budaya populer di media sosial yang mempromosikan agresi verbal dan pengecaman sebagai bentuk Aukekerasan lucuAy atau AukekocakanAy. Ketika perilaku negatif dianggap sebagai norma, remaja cenderung mengikuti jejak tersebut tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Selanjutnya cyberbullying marak terjadi di kalangan remaja disebabkan karena adanya teori identitas sosial yang menekankan pada pembentukan identitas dan kebutuhan individu untuk merasa diterima dalam kelompok sosialnya. 16 Melalui platform online, individu dapat mencari afiliasi dengan kelompok tertentu dan merasa lebih kuat secara Namun, ketika identitas mereka dipertanyakan atau diserang oleh orang lain, terutama dalam lingkungan yang anonim, hal ini dapat menyebabkan pertarungan identitas yang Selain itu, kebebasan berekspresi di media sosial sering kali diabaikan, memungkinkan perilaku cyberbullying berkembang tanpa hambatan. Kurangnya kesadaran akan dampak psikologis dan emosional dari tindakan cyberbullying juga menjadi faktor penting dalam penyebarannya yang meluas Cyberbullying semakin marak di kalangan remaja karena adanya kebutuhan yang mendesak untuk diterima dan diakui oleh sesama di dunia maya. Remaja seringkali merasa terdorong untuk memperoleh persetujuan dan pengakuan dari teman-teman mereka melalui interaksi daring, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko terlibat dalam perilaku 17 Ketika remaja merasa tidak cukup dihargai atau diakui secara daring, mereka mungkin menggunakan cyberbullying sebagai cara untuk menunjukkan dominasi atau mencari perhatian yang mereka inginkan. Hal ini juga diperparah oleh budaya daring yang terkadang memperkuat perilaku negatif dan kurangnya pemahaman tentang konsekuensi yang serius dari tindakan cyberbullying. Akibatnya, remaja mungkin merasa Muharram. AuCyberbullying Di Kalangan Remaja Urban,Ay Repository Unair, last modified 2018, https://repository. id/75115/3/JURNAL_Fis. 51 18 Put c. Rista Ristiani. Eko April Ariyanto, and Darul Muslikah. AuKecenderungan Perilaku Cyberbullying Pada Remaja SMA: Bagaimana Peranan Konformitas Teman Sebaya?,Ay INNER: Journal of Psychological Research 3, no. : 271Ae280, https://aksiologi. org/index. php/inner/article/download/1257/855/7443. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 76 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. April 2024 lebih mudah untuk melakukan tindakan tersebut karena adanya anonimitas dalam ruang digital yang memberikan kesempatan untuk berperilaku dengan sedikit atau tanpa konsekuensi sosial yang nyata. Dampak Cyberbullying pada Remaja Cyberbullying adalah hal yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena berbagai dampak bisa terjadi akibat adanya cyberbullying ini, baik dampak dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak cyberbullying terhadap remaja dalam jangka pendek dapat menyebabkan penurunan kepercayaan diri dan kesejahteraan emosional yang buruk. Hal ini dapat berdampak pada kinerja akademik mereka dan meningkatkan risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Remaja yang menjadi korban cyberbullying juga mungkin mengalami isolasi sosial dan kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, mereka dapat merasa tidak aman dan khawatir akan keamanan diri mereka secara online. Sedangkan dampak jangka panjang akibat cyberbullying ini salah satunya yaitu gangguan psikosomatis yang bisa timbul akibat tekanan yang terus-menerus. 19 Korban cyberbullying rentan mengalami masalah kesehatan seperti sakit kepala, migrain, gangguan tidur, hilangnya nafsu makan, dan masalah pencernaan yang seringkali diabaikan atau kurang disadari oleh banyak orang. 20 Selain itu dalam penelitiannya Silatul Rahmi dkk menyatakan bahwa, dampak lain dari cyberbullting yaitu berpengaruh terhadap aspek pendidikan dengan menurunnya prestasi akademik yang signifikan. Korban seringkali kehilangan motivasi untuk belajar dan konsentrasi mereka terganggu oleh kecemasan dan stres yang terus menerus. 21 Tidak hanya itu, dampak psikologis dari cyberbullying yang berlarut-larut dapat sangat merusak. Korban berisiko mengalami trauma psikologis seperti gangguan stres pascatrauma atau PTSD, yang dapat mempengaruhi fungsi mental dan emosional mereka dalam jangka panjang. Bahkan, risiko bunuh diri pun meningkat secara signifikan, terutama pada remaja yang merasa terjebak dalam siklus penyiksaan online tanpa jalan keluar yang jelas. Perasaan putus asa, kehilangan harga diri, dan isolasi sosial dapat Rahmi. Shermina Oruh, and Andi Agustang. AuCyberbullying Di Kalangan Remaja Pada Perkembangan Teknologi Abad 21. Ay Kumala and Agustin Sukmawati. AuDampak Cyberbullying Pada Remaja. Ay Desmiarti. AuDampak Psikologis Bagi Korban Cyberbullying AoLuka Yang Tak Terlihat. ,AoAy Kemenkes, https://yankes. id/view_artikel/2788/dampak-psikologis-bagi-korbancyberbullying-luka-yang-tak-terlihat. Rahmi. Shermina Oruh, and Andi Agustang. AuCyberbullying Di Kalangan Remaja Pada Perkembangan Teknologi Abad 21. Ay Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 77 Audrey Afralia. Desy Safitri. Sujarwo: Analisis Penyebab Maraknya Cyberbullying di Era Digital pada Remaja menjadi beban yang terlalu berat bagi korban cyberbullying, yang mungkin merasa tidak ada yang bisa mereka percayai atau berharap lagi. Perilaku asosial juga merupakan konsekuensi yang mungkin timbul dari pengalaman cyberbullying yang traumatis. Korban cenderung menarik diri dari interaksi sosial, merasa sulit untuk mempercayai orang lain, dan akhirnya memilih untuk menghindari lingkungan sosial secara keseluruhan. Hal ini dapat menyebabkan isolasi yang lebih dalam dan memperparah kesulitan dalam memulihkan diri dari pengalaman yang menyakitkan secara emosional dan psikologis. Dengan demikian, penting untuk menyadari dampak serius dan beragam dari cyberbullying yang berkepanjangan dan mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya serta memberikan dukungan yang diperlukan bagi korban yang terkena KESIMPULAN Dilihat dari hasil berbagai penelitian dapat disimpulkan bahwa cyberbullying ini sering terjadi Indonesia dan sudah menjadi gejala umum. Adapun penyebab maraknya cyberbullying di Indonesia yang pertama yaitu karena kemajuan teknologi yang membuat kemudahan dalam mengakses sosial media dimanapun dan kapanpun, adanya kemudahan itu mendorong semakin maraknya cyberbullying yang ada karena membuat pengguna dapat berinteraksi secara online dengan cepat dan mudah. Selain itu kurangnya pengawasan orangtua terhadap aktivitas anak di sosial media juga menjadikan cyberbullying ini marak terjadi, karena anak bisa saja terpapar dengan konten konten negatif dan mencontoh konten Penyebab selanjutnya yaitu disebabkan oleh keinginan mereka untuk diterima dan diakui oleh sesama di dunia maya. biasanya mereka akan mencari afiliasi dengan kelompok tertentu dan merasa lebih kuat secara sosial. Cyberbullying ini menyebabkan berbagai dampak yang sangat merugikan dalam segala aspek bagi korbannya. Korban yang mengalami cyberbullying akan mengalami penuruan kepercayaan diri, kesejahteraan emosional yang buruk, kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, merasa tidak aman dan khawatir jika terus menerus mengalami cyberbullying ini korban akan mengalami gangguan psikosomatis yang bisa timbul akibat tekanan yang terus menerus. Korban juga akan rentan mengalami masalah kesehatan seperti sakit kepala, migran, gangguan tidur dan berbagai permasalahan kesehatan lainnya. Dody Riswanto and Rahmiwati Marsinun. AuPerilaku Cyberbullying Remaja Di Media Sosial,Ay Analitika 12, no. : 98Ae111, https://ojs. id/index. php/analitika/article/view/3704. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 78 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. April 2024 REFERENSI