The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 1STIT NU Al Farabi Pangandaran. E-mail: yantinurdiyanti@alfarabi. 2STIT NU Al Farabi Pangandaran. E-mail: irpanilmi1@gmail. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 2 July 2025 Hal : 465-480 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 10 July 2025 Accepted: 22 July 2025 Published: 31 July 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Copyright: A 2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) . ttps://creativecommons. org/licenses/by -sa/4. Abstract . This scientific article aims to examine Educational Management Innovation in Islamic Educational Institutions. The type of research used in this study is library research, namely the problems and data collection of this study are sourced from primary data . and secondary data . upporting dat. The data collection technique in this study is documentation, and the analysis method uses content The results of the analysis show that the concept of developing Islamic educational management is formulated with the following steps: First, formulating a shared understanding of the meaning and significance of education. Second, formulating an education system based on Islamic values. Third, the concept of developing Islamic educational management is based on the spirit of strengthening the curriculum. Fourth, formulating precise objectives while determining educational tasks. Fifth, becoming an alternative in responding to the challenges of an increasingly complex era. One form of innovation in Islamic educational institutions is the spirituality atmosphere-organized work-based management model accompanied by good educational programs, complete facilities and infrastructure and the availability of funds. Management innovation in Islamic educational institutions is carried out to answer challenges and provide responses to advances in science and technology, behavioral changes, social adjustment. The development of Islamic educational management with. strengthening Islamic values, . structural and cultural transformation and . improving the quality of education. Keywords . Islamic Education. Management. Innovation. Abstrak . Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengkaji Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah libray research atau penelitian kepustakaan yaitu permasalahan dan pengumpulan data penelitian ini bersumber dari data primer . dan data sekunder . ata pendukun. tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, serta metode analisis menggunakan analisis isi . ontent analysi. Hasil analisis menunjukan bahwa konsep pengembangan manajemen pendidikan islam dirumuskan dengan langkah-langkah. Pertama, merumuskan pemahaman bersama tentang arti dan makna pendidikan. Kedua, merumuskan sistem pendidikan berdasarkan nilai-nilai islam. Ketiga, konsep pengembangan manajemen pendidikan islam yang dilandaskan Vol 04 No 2 July 2025 | 465 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 pada semangat penguatan kurikulum. Keempat, merumuskan dengan tepat tujuan sekaligus menetapkan tugas pendidikan. Kelima, menjadi alternative dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Salah satu bentuk inovasi pada lembaga pendidikan islam yaitu model manajemen spirituality athmosphere-organized work-based management yang disertai oleh program-program pendidikan yang bagus, kelengkapan sarana-prasana dan ketersediaan dana. Inovasi manajemen pada lembaga pendidikan islam dilakukan untuk menjawab tantangan dan memberikan respon terhadap kemajuan sains ddan teknologi, perubahan perilaku, social Pengembangan pengelolaan pendidikan islam dengan. penguatan nilai-nilai islam, . transformasi struktural dan kultural serta . Peningkatan Mutu Pendidikan. Kata Kunci . Pendidikan Islam. Manajemen. Inovasi. Pendahuluan Terdapat pendidikan islam dalam mencapai tujuan pendidikan serta meningkatkan daya saing dengan lembaga lain, salahsatunya dipengaruhi oleh manajemen lembaga pendidikan. Secara fenomenologi lembaga pendidikan islam diidentikan dengan kelemahan sistem manajemen dengan indikasi kurang maksimalnya lembaga pendidikan islam dalam mengaplikasikan prinsip-prinsip manajemen sehingga memberikan citra pengelolaan lembaga pendidikan islam dijalankan apa adanya. Saat ini lembaga pendidikan islam menghadapi tantangan yang semakin Modernisasi, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kemajuan teknologi informasi dan transportasi merupakan kenyataan yang menuntut kesiapan masyarakat untuk menghadapinya. Lembaga pendidikan islam yang tidak terpisahkan dalam mengawal pendidikan masyarakat dituntut berperan aktif memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Lembaga pendidikan islam dituntut untuk meningkatkan mutu agar pendidikan islam konsisten dalam mengawal akhlak peserta didik dengan tetap memiliki kompetensi yang memenuhi tuntutan perkembangan zaman. Sementara kualitas lembaga pendidikan ditentukan oleh kualitas manajemen yang diimplementasikan di dalamnya. Maka suatu keharusan bagi pengelola lembaga pendidikan islam memahami dan mengaktualisasikan prinsip manajemen modern sebagaimana banyak diterapkan di lembaga pendidikan umum. Untuk menjadi lembaga pendidikan yang mampu bersaing memiliki keunggulan menjadi perhatian penting dan mendesak bagi lembaga pendidikan Islam, dimana persaingan bukan pada dengan sekolah-sekolah umum, tetapi juga dengan sesama lembaga pendidikan Islam. Sehingga masing-masing lembaga pendidikan dituntut untuk melakukan terobosanterobosan 466 | Vol 04 No 2 July 2025 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 baru dalam rangka memuaskan pelanggan mereka, atau bahkan melampaui harapan Dalam konteks inilah inovasi dilakukan oleh sebuah lembaga pendidikan. Inovasi . merupakan suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang . , baik itu berupa hasil invention maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Dalam dunia pendidikan, inovasi selalu berupa penemuan yang dimanfaatkan dalam pendidikan untuk memecahkan atau membuat sesuatu lebih efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan pendidikan (Supriyanto, 2. Jika demikian, maka inovasi merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh orang-orang di dalam organisasi, baik itu pemimpin maupun bawahan dalam rangka memecahkan masalah-masalah organisasi. Bahan dan Metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research atau penelitian kepustakaan yaitu permasalahan dan pengumpulan data penelitian ini bersumber dari data primer . dan data sekunder . ata pendukun. yang bersumber dari literatur-literatur baik berupa buku, jurnal, maupun terbitan lainnya (Sugiyono, 2. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, serta metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah menganalisa isi dalam suatu data atau analisis isi . ontent analysi. Penulisan artikel ini dilakukan melalui tahapan yang terdiri dari pemilihan topik, penelusuran literatur dan dokumen pendukung, verifikasi, interpretasi, analisis dan penulisan (Sugiyono, 2. Diskusi dan Pembahasan Konsep Dasar Inovasi Pendidikan Islam Pengertian Inovasi Pendidikan Inovasi . ialah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang . , baik itu berupa hasil invention maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Kates dan Galbraith, mengemukakan bahwa spectrum inovasi mencakup dua hal, yakni: inovasi program . ustaining innovatio. , dan inovasi terobosan . reakthrough innovatio. (Kates. Amy & Galbraith, 2. Inovasi program mencakup: perbaikan Vol 04 No 2 July 2025 | 467 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 produk, perluasan lini, dan inovasi generasi berikutnya. Sedangkan inovasi terobosan mencakup: produk baru, teknologi baru, dan bisnis baru. Inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru, dan secara kualitatif berbeda dari hal . ang ada sebelumny. serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan (SaAoud, 2. Dari definisi tersebut dapat dijelaskan istilah yang menjadi kunci pengertian inovasi Misalnya AybaruAy seperti yang di tulis Udin Syaifuddin bahwa inovasi dapat diartikan apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh penerima inovasi, meskipun mungkin bukan baru lagi bagi orang lain. Akan tetapi yang lebih penting dari sifatnya yang baru ialah sifat yang berbeda dari sebelumnya. Proses Inovasi Pendidikan Dalam mempelajari proses inovasi para ahli mencoba mengidentifikasi kegiatan apa saja yang dilakukan individu selama proses itu berlangsung serta perubahan apa yang terjadi dalam proses inovasi, maka hasilnya diketemukan beberapa pentahapan proses inovasi. Diantaranya tipe proses inovasi yang berorientasi pada individual antara lain (Rogers, 2. Pertama, menurut Lavidge and Steiner . :1. Menyadari 2. Mengetahui Menyukai 4. Memilih 5. Mempercayai 6. Membeli. Kedua, pendapat Colley . Belum menyadari 2. Menyadari 3. Memahami 4. Mempercayai 5. Mengambil Tindaka. Ketiga, menurut Rogers . : 1. Menyadari 2. Menaruh perhatian 3. Menilai 4. Mencoba Menerima . Manajemen Pendidikan Islam Manajemen Pendidikan Islam berasal dari tiga kata penting, kata Manajemen berasal dari bahasa Latin, manus . dan agree . Bila digabungkan menjadi manager . (Husaini Usman, 2. Dalam bahasa Inggris, kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Sedangkan Manajemen pendidikan adalah gabungan dari dua kata yang berbeda yaitu AumanajemenAy dan AupendidikanAy. Secara sederhana, manajemen pendidikan dapat diartikan sebagai manajemen yang dipraktikkan dalam dunia pendidikan dengan spesifikasi dan ciri-ciri khas yang ada dalam pendidikan (Husaini Usman, 2. Menurut Pidarta sumbersumber pendidikan agar terpusat dalam usaha untuk mencapai tujuan 468 | Vol 04 No 2 July 2025 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya (Pidarta, 1. Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi pendidikan, untuk mencapai suatu tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar lebih efektif dan efisien. Berdasarkan pengertian manajemen dan manajemen pendidikan di atas, maka dapat dirumuskan Manajemen Pendidikan Islam sebagai berikut: AuManajemen pendidikan Islam adalah suatu proses penataan atau pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang melibatkan sumber daya manusia muslim dan non muslim dalam menggerakkannya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisienAy (Sulistyorini dan Muhammad Fathurrohman, 2. Manajemen Pendidikan Islam ini sifatnya lebih khusus dan lebih mengarah pada manajemen yang diterapkan dalam pengembangan Pendidikan Islam (Muhaimin. Dalam manajemen ini dikelola bagaimana menggunakan dan mengelola sumber daya pendidikan Islam secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pengembangan dan kemajuan serta peningkatan kualitas pendidikan Islam. Sudah tentu aspek manager dan leader yang Islami atau yang dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam dan atau yang berciri khas Islam, harus melekat pada Manajemen Pendidikan Islam. Konsep pengembangan manajemen pendidikan merupakan upaya dalam merumuskan pembuatan rancangan kerja secarra kreatif untuk melakukan pendalaman dan perluasan dari mulai perencanaa, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan lembaga pendidikan islam. Tujuannya adalah untuk memecahkan masalah yang dihadapi dunia pendidikan islam serta mengantarkan tercapainya tujuan pendidikan secara optimal tanpa menghilangkan nilai-nilai keislam yang terkandung di dalamnya (Husaini Usman, 2. Kebutuhan pengembangan manajemen pendidikan yang bermutu menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindarkan oleh lembaga pendidikan islam dalam menghadapi perubahan yang diakibatkan oleh modernisasi pada berbagai sektor kehidupan untuk mempertahankan daya saing lembaga pendidikan islam. Yaitu dengan memahami secara mendalam koseptual manajemen pendidikan dan diaktulasisasikan oleh seluruh steakholder pendidikan islam. Konsep pengembangan manajemen pendidikan islam dirumuskan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Vol 04 No 2 July 2025 | 469 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 Pertama, merumuskan pemahaman bersama tentang arti dan makna pendidikan. Pendidikan dalam konsep islam tidak hanya berarti proses pengajaran dan penyampaian pengetahuan atau taAolim. Tetapi di dalam konsep islam pendidikan juga disebut dengan tarbiyah. Dimana proses pendidikan tidak hanya berupa pengajaran pengetahuan tetapi terdapat aspek pelatihan yang bersifat menyeluruh dalam diri anak. Karena itu seorang guru dalam konsep islam selain disebut muAoallim juga disebut sebagai murabbi antara lain adalah memberikan bimbingan dan pelatihan terhadap penguatan jiwa dan kepribadian anak didik. Kedua, merumuskan sistem pendidikan berdasarkan nilai-nilai islam. Di dalam islam, sistem pendidikan dibangun untuk mengembangkan pikiran, jiwa dan seluruh aspek kepribadian anak didik sebagai suatu kesatuan yang utuh. Islam meotivasi agar kita melakukan serangkaian penelitian untuk menemukan pengatahuan namun sekaligus harus diikuti dengan kualitas moral dan spiritual. Dengan kata lain, sistem pendidikan islam harus mampu membentuk lahirnya generasi yang berkualitas antara pikir dan dzikir secara seimbang. Hal ini menurut husain sangat berkesesuian dengan tujuan akhir pendidikan islam yang berorientasi pada kemampuan mengenal kebesaran Tuhan dan kemudian menjadikan kita dekat kepada-Nya (S. Husain, 1. Dengan sistem seperti itu maka sistem pendidikan islam akan mengantarkan manusia memahami realitas yang ada sekaligus realitas yang menyaangga keberadaanya yaitu Allah SWT. Ketiga, konsep pengembangan manajemen pendidikan islam juga harus dilandaskan pada semangat penguatan kurikulum. Keberadaan kurikulum merupakan hal penting dalam proses pendidikan, sebab akan memberikan petunjuk, arahan, sekaligus patokan tentang apa yang akan diperoleh anak didik dan keahlian apa saja yang akan mereka miliki. Menurut maksum, para ilmuwan muslim telah meletakan suatu konsep tentang basis kurikulum pendidikan islam yang dibangun oleh semangat keilmuan sains meliputi. Sains keagamaan . ains naql. dan sains Ilahi (SyariAoa. serta prinsip-prinsipnya . sekaligus jurispundensinya . Sains intelektual . ains aql. yang meliputi matematika, ilmu alam, filasafat logika dan sebagainya(Ali Maksum, 2. Hal tersebut mencerminkan bahwa kurikulum pendidikan islam tidak lagi mencerminkan adanya dikotomi keilmuan seperti istilah ilmu agama dan umum. Sejarah peradaban islam dan keberhasilannya di masa lampau juga membuktikan bahwa tidak sedikit ilmuwan muslim yang menguasai berbagai disiplin keilmuan, sains, 470 | Vol 04 No 2 July 2025 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 dan agama secara seimbang. Karena itu seorang ulama tidak hanya menguasai bidang keagamaan, tapi juga disiplin keilmuwan lainnya. Keempat, merumuskan dengan tepat tujuan sekaligus menetapkan tugas Tujuan pendidikan tidak lain adalah mengaktualisasikan seluruh potensi yang dimiliki peserta didik. Sementara dalam pendidikan islam, terdapat tujuan puncak yang harus dicapai yaitu, selain mengaktualisasikan seluruh potensi peserta didik juga menjadikan mereka memliki pengetahuan tertinggi tentang ke-Tuhan-an sebagai tujuan hidup seluruh manusia. Tugas pendidikan islam dengan demikian adalah harus memeprsiapkan peserta didik agar mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di Kelima, lembaga pendidikan islam saat ini banyak dihadapkan pada problematikan globalisasi dan modernisasi yang terus berkembang. Problem tersebut antara lain seperti problem perdamaian dunia, lingkungan hidup, ketimpangan social, problem teknologi informasi dan komunikasi, pergaulan bebas dan keluarga, gender dak asasi manusia serta termasuk juga problem terorisme yang mengatasnamakan agama sehingga mau tidak mau lembaga pendidikan islam harus dirancang untuk membekali peserta didika dengan skil dan keterampilan kotemporer, mengembangkan sifat dan sikap moral melatih mereka agar selalu tanggap, kreatif, mandiri, kritis, demokratis, teruka dan empiric. Dengan begitu pendidikan islam pada akhirnya akan menjadi lembaga pendidikan hati sekaligus pendidikan otak dan pendidikan aksi sehingga diharapkan dapat menjadi alternative dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Manajemen Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Kajian manajemen pendidikan islam di Pondok Pesantren dapat dilihat berdasarkan model Pondok pesantren yang terdiri dari Pesantren Salaf dan Pensantren Khalaf. Pertama pesantren Salaf atau pesantren tradisional. Aspek tradisional dalam Tetapi manajemenenya mengadopsi sistem manajemen tradisional. Sistem manajerial tradisional cenderung berjalan alami dan bahkan tanpa adanya upaya melakukan pengelolaan secara efektif (Umiarso, 2. Kepemimpinan biasanya cenderung terpusat di tangan kyai/pengasuh sehingga seluruh kebijakan mengenai pengelolaan pendidikan sepenuhya ditentukan oleh kyai, seperti penentuan materi pelajaran, waktu pembelajaran dan sebagainya. Vol 04 No 2 July 2025 | 471 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 Untuk pesantren salaf, prinsip manajemen pendidikan meskipun penting tetapi masih memiliki problematikan tersendiri di dalamnya. Terutama jika dikaitkan dengan aspek efektivitasnya. Menurut Ahmad Janan Asifuddin hal itu disebabkan salsatunya oleh dominannya visi misi keagamaan yang dimiliki pesantren(Asifudin, 2. Selain itu adanya motif dakwah dalam pesantren juga mempengaruhi pola pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di pondok pesantren. Dengan sistem manajerial yang sentralistik serta layaknya gerakan dakwah, maka manajemen pendidikan salaf ada menyebutnya dengan isitlah serba AumonoAy, mono-manajemen dan mono administrasi dan sebagainya tumpuan utamanya adalah figure kyai sebagai pengasuh POndok Pesantren (M. Sulton, 2. Kedua Pesantren Khalaf. Salah satu ciri khas Pondok Pesanten Khalaf dengan sifatnya yang terbuka terhadap perubahan. Di samping itu, pesantren khalaf atau modern sudah memiliki sistem dan manajemen pendidikan tersendiri sebagai respons terhadap tuntutan perkembangan zaman, sains dan teknologi. Berbeda halnya dengan pesantren salaf, pesantren khalaf dikelola dengan manajemen yang rapi sistematis sesuai dengan kaidah manajerial pada umumnya (Qomar, 2. Dengan demikian pola kepemimpinan dalam pesantren khalaf ini pastinya juga tidak lagi bersifat sentralistik, tetapi lebih kepada pola kepemimpinan yang demokratis. Secara garis besar manejemen pendidikan islam dipesantren ditentukan oleh ciri dan karakteristik pesantren itu sendiri. Setiap pesantren dengan cirinya masing-masing akan banyak mempengaruhi seperti apa sistem manajemen pendidikan yang diterapkan di dalamnya. Harus diakui bahwa tidak mudah menerapkan prinsip manajemen pendidikan bagi semua lembaga pesantren yang ada di Indonesia ini. Sebab, sebuah ciri dan karakter suatu pesantren banyak diwarnai oleh visi misi, motif dan kondisi social budaya masyarakat di sekitarnya. Manajemen Pendidikan Islam di Madrasah Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia relatif lebih muda dibanding pesantren. Ia lahir pada abad 20 dengan munculnya Madrasah ManbaAoul Ulum Kerajaan Surakarta tahun 1905 dan Sekolah Adabiyah yang didirikan oleh Syekh Abdullah Ahmad di Sumatera Barat tahun 1909. Madrasah berdiri atas inisiatif dan realisasi dari pembaruan sistem pendidikan Islam yang telah ada. Madrasah ini dapat dikatakan tidak kalah unggul dari sekolah-sekolah yang didirikan belanda saat itu. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam kini ditempatkan sebagai pendidikan 472 | Vol 04 No 2 July 2025 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 sekolah dalam sistem pendidikan nasional. Munculnya SKB tiga menteri (Menteri Agama. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri dalam Neger. menandakan bahwa eksistensi madrasah sudah cukup kuat beriringan dengan sekolah umum (Ali Maksum, 2. Berdirinya madrasah satu sisi dapat dilihat sebagai hal positif karena memberikan kemudahan bagi masyakarat dalam mengakses pendidikan. Tetapi di sisi lain ternyata tidak sedikit pula madrasah yang didirikan tanpa modal yang memadai. Modal yang dimaksud antara lain, ternyata tidak sedikit pula madrasah yang didirikan tanpa modal yang memadai. Modal yang dimaksud antara lain adalah perencanaan yang matang, konsep dan sumber daya manusianya. Madrasah didirikan hanya dengan niat mencari pahala. Akibatnya, madrasah diririkan dan dijalankan tanpa perencanaan dan cenderung dikelola apa adanya. Kondisi demikian juga diperparah dengan dibatasinya materi pelajaran yang menekankan pada pelajaran agama sehinga lulusan-lulusannya kerapkali kalah bersaing dengan sekolah-sekolah modern. Para pakar mengidentifikasi beberapa faktor yang menjadikan citra madrasah begitu negative. Beberapa factor itu diantaranya ialah pengelola madrasah yang terlalu didominasi oleh kalangan umat islam tradisional dan konservatif, kemampuan finansial sehingga baik, visi misi serta tujuan yang terkadang masih kurang jelas, ketersediaan tenaga guru professional yang kurang memadai, serta msih adanya anggapan bahwa madrasah adalah lembaga pendidikan yang khusus mengajarkan materi agama sehingga peserta didik kurang mendapatkan ilmu keterampilan lainnya. Selain itu, kebijakan orde baru factor yang menyebabkan lembaga pendidikan ini banyak mengalami ketertinggalan disbanding sekolah-sekolah umum lainnya (Rosdaya. Agar madrasah dapat menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas salahsatu factor yang harus dibenahi adalah factor manajemen(Siti Julaiha, 2. Dalam membenahi manajemen madrasah harus fokus membenahi kondisi-kondisi actual yang berkaitan dengan pemenuhan standar nasional pendidikan oleh madrasah diantaranya: Pertama, kurikulum dan pembelajaran. Kurikulum madrasah harus dirancang secara ideal. Kurikulum yang ideal adalah kurikulum yang yang fleksibel, dinamis, dan Fleksibilitas kurikulum di madrasah meniscayakan bahwa kurikulum itu tidak bersifat baku dan kaku, melainkan dapat diubah, ditambah dan juga dikurangi sesuai kebutuhan masyarakat. Sedangkan, kurikulum yang dinamis dan relevan merupakan Vol 04 No 2 July 2025 | 473 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 kurikulum yang dikembangkan sesuai tuntutan dan perkembangan zaman sehingga mampu meningkatkan kompetensi lulusannya(Wathoni, 2. Kedua. Sarana dan Prasana. Kemajuan suatu madrasah tidak hanya ditentukan oleh beragamanya materi yang diajarkan. Tetapi yang tidak kalah penting adalah tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Penyediaan sarana dan prasarana ini juga perlu dilakukan berdasarkan perencanaan yang matang dan harus sesuai dengan tuntutan program pendidikan yang diselenggarakan. Ketiga, pembiayaan. Pengelolaan pembiayaan madrasah yang ideal tentu saja harus berdasarkan pada prinsip transparansi, efesien dan akuntabel. Selain itu madrasah pelu memiliki sumber biaya atau dana yang tetap, meningkatkan dan berkesinambungan serta penggunaanya disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan program pendidikan yang dijalankan. Kelima Peserta didik. Madrasah terkadang tidak banyak memperhatikan aspek pengelolaan terhadap peserta didik. Seleksi dan penetapan calon peserta didik seringkali dikesampingkan sehingga tidak ada standar yang jelas yang dapat digunakan untul menjaring peserta didik. Untuk memperolah peserta didik baru, tidak jarang madrasah yang harus bersaing dengan sekolah lain menjadikan tes seleksi hanya sebatas formalitas belaka. Artinya semua calon peserta didik pada akhinya dapat diterima dengan pertimbangan madrasah bisa tetap memiliki murid. Keenam. Peranan masyarakat. Masyarakat sebagai bagian penting bagi madrasah harus selalu terhuungn secara sinergis dengan madrasah. Masyarakat yang merupakan steakholder madrasah keberadannya tidak dapat dipisahkan dengan madrasah. Pengelolaan terhadap masyarakat yang dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi mereka agar terlibat aktif dalam mengembangkan madrasah. Madrasah yang ideal akan selalu meniscayakan peran serta masyarakat yang tinggi sebagai pihak yang dapat diharapkan ikut meberikan dukungan berupa gagasan, pemikiran, informasi, materi, serta sebagai pengontrol terhadap madrasah. Karena itu, komite sekolah yang melibatkan masyakarat di dalamnya perlu dikelola secara professional serta dijadikan sebagai sarana konsolidasi dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi madrasah baik dalam hal pembelajaran ataupun lainnya. Ketujuh, peranan guru. Penyediaan tenaga pengajar yang professional di madrasah merupakan kebutuahn yang tidak dapat dihindarkan lagi. Madrasah yang berkualitas tentu saja memiliki tenaga guru yang juga berkualitas. Untuk itu penyediaan 474 | Vol 04 No 2 July 2025 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 tenaga guru di madrasah perlu dilakukan melalui proses yang dikelola dengan baik sehingga tenaga guru yang ada benar-benar merupakan tenaga yang professional memiliki kemampuan mengajar, menguasai bahan ajar, memiliki kecerdasan personal sekaligus kecerdasan social yang baik. Manajemen Pendidikan Islam di Sekolah Pendidikan agama islam di sekolah memiliki fungsi yang sama sebagaiman pendidikan islam di madrasah. Yaitu sebagai proses pengembangan dan penananaman nilai-nilai ajaran islam untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Selain itu, pendidikan islam juga berfungsi sebagai upaya penyesuaian mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosialnya melalui pendidikan islam. Dengan demikian, pendidikan islam di madrasah maupun di sekolah bertujuan menumbuhkan dan meningkatkan keimanan peserta didik melalui pemberian dan pembukaan pengetahuan, penghayatan, pengalaman, serta pengalaman mereka tentang agama islam sehingga menjadi manusia yang bertaqwa dan berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Namun demikian, pengembangan pendidikan islam di sekolah sekolah terkadang masih jauh dari yang diharapkan. Karena itu diperlukan upaya pengelolaan pembelajaran yang efektif dan efisien melalui adanya perencanaan, pengorganisasin, pelaksanaan dan pengawasan sehingga mutu pendidikan agama islam di sekolah dapat mengalami peningkatan. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam manajemen pendidikan islam di sekolah antara lain: Faktor sumber dya manusia berupa terselenggaranya pengajar professional dan memliki kompetensi dalam bidang keislaman dan bukan sekedar tenaga pengajar Pelaksanaan pembelajaran materi keislaman harus didesain secara efektif mengingat keterbatasan waktu yang dialokasikan untuk mata pelajaran pendidikan agama islam di sekolah, dimana dalam satu minggu hanya dialokasikan 2 jam pelajaran. Keterbatasan waktu ini bisa disiasati dengan diselenggarakannya kegiatan ekstrakurikuler atau organisasi siswa sebagai wadah bagi peserta didik dalam menambah pengetahuan agama islam di sekolah. Menciptakan kerjasama yang aktif dengan masyarakat dan orang tua siswa untuk mengawal capaian pemndidikan agama islam. Fasilitas pendidikan agama islam di masyarakat seperti keberadaan Diniyah Takmiliyyah turut menguatkan pemahaman Vol 04 No 2 July 2025 | 475 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 pendidikan islam pada anaka, serta kepedulian orang tua dalam mengevaluasi dan mengarahkan anak memberikan perhatian tersendiri bagi anak terhadap pemahaman dan implementasi pendidikan agama islam. Menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif yang dapat membantu peserta didik menyerap materi keislaman yang baik. Melakukan evaluasi secara berkala, transparan dan akuntabel sehingga dapat diidentifikasi problem yang dihadapi peserta didik dalam memehami pendidikan Modernisasi Manajemen Pendidikan Islam Djohar menyatakan bahwa fleksebilitas adalah tanda kehidupan. Sebaliknya rigiditas adalah tanda kematian. Fleksebilitas pengembangan pengelolaan pendidikan harus mengakomodasi segala dimensi kehidupan manusia secara totalitas. Sementara, rigiditas akan menghambat kreativitas manusia yang pada gilirannya meyebabkan pengelolaan dan pengembangan pendidikan islam menjadi menjadi mandul dan tidak hidup . Segala bentuk penyebab kematian itu adalah tidak manusiawi . Untuk itu esensi yang paling utama dalam modernisasi pengembangan pengelolaan pendidikan islam adalah menghidupkan nilai-nilai humanism secara universal pada diri masyarakat . nak didi. yang dengannya mudah beradaptasi dengan segala perkembangan zaman dan dinamika peradaban modern. Dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan islam yang berdaya guna baik secara teoretis maupun praktis bagi kehidupan manusia dan kemanusia diperlukan beberapa model yang relevan dengan situasi dan kondisi kehidupan manusia terkini. Berdasarkan kajian Muhammad Idris Jauhari terdapat beberapa model, tahapan dan langkah-langkah alternatif untuk mengembangkan pengelolaan pendidikan islam (Jauhari, 2. Pertama, pola penggantian total . evolutionary desig. , dengan mengganti sistem pendidikan sekolah . ekuler/umu. yang selama ini menjadi satusatunya sistem formal pendidikan nasional dengan sistem pendidikan berbasis islam . eperti pesantren dan madrasa. , sebagaima yang pernah diusulkan KH Dewantara pernah mengusulkan agar pendidikan pesantren . endidikan isla. menjadi sistem pendidikan nasional. Menurutnya selain karena pesantren sudah begitu melekat kuat dalam hati masyarakat Indonesia, sistem pendidikan pondok pesantren merupakan kreasi atau budaya asli . ndigenous cultur. bangsa Indonesia yang tidak terdapat di belahan dunia lainnya, bahkan di negara-negara Islam sekalipun, sehingga perlu 476 | Vol 04 No 2 July 2025 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 dipertahankan dan dikembangkan (Madjid, 2. Kedua, pola integrase . ntegrase desig. ,yaitu . esantren/madrasa. diintegrasikan secara total ke dalam sistem pendidikan sekolah atau sebaliknya. Artinya, dari kedua sistem tersebut disatukan dan dipadukan secara harmonis dan komprehensif sehingga menjadi satu sistem pendidikan yang benar-benar baru dan Hal inijuga pernah dinyatakan oleh Abdurrahman Wahid, bahwa konsep penggabungan antara pendidikan sekolah dengan sistem pendidikan islam . merupakan bentuk pengelolaan lembaga pendidikan yang tepat dan benar (Fathor Rachman, 2. Untuk menghasilkan manajemen pendidikan islam yang unggul dan bermutu. Muhaimin dalam kajiannya pernah mengemukakan bebeapa langkah dasar yang mungkin bisa dijadikan rujukan dasar secara praktis, yaitu sebagaiberikut (Muhaimin. Lembaga pendidikan islam perlu membangun berbagai kekuatan, meliputi guru, siswa, pembelaran, sumber belajar, budaya pendidikan, tokoh panutan, motivasi dan kebersamaan yang harus dibangun dengan kokoh. Membangun leadership dan manajemen yang kuat supaya segala sumber daya pendidikan baik yang sifatnya tangible dan intangible benar-benar optimal. Membangun pencitraan . mage buildin. yang bagus untuk meningkatkan animo Mengembangkan program-program unggulan yang kompetitif dan bisa menjawab market signal sesuai tuntutan globalisasi dan dunia industry. Mampu dan berani melakukan perubahan mindset atau cara berpikir umat islam. Namun demikian eksistensi pendidikan islam seperti pondok pesantren dan madrasah, tidak hanya menjadi kekuatan pembentukan situs-situs ritual dan penguatan spiritual saja. Sebab dalam kenyataannya, pendidikan islam juga merupakan Aulembaga kulturAy yang berfungsi sebagai Auagen pembaruanAy yang memperkenalkan gagasan pembangunan pedesaan . ural developmen. , sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat . entre of community learnin. , dan sebagai lembaga pendidikan yang bersandar pada silabus yang dibawakan oleh intelektual prolific Jalaludin As-Suyuthi dalam kitab Itmam Ad-Dirayah QurraAoI an-Nuqayah. Silabus penyelenggaraan pendidikan islam dengan pengembangan kajian islam dalam 14 macam disiplin keilmuan yang harus dikembangkan (Fathor Rachman, 2. Vol 04 No 2 July 2025 | 477 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 Kemampuan melakukan transformasi dan manifestasi keilmuan dalam berbagai bidang dan model pendidikan di tengah-tengah masyarakat, pendidikan islam dalam pengelolaannya identik dengan kemandirian dan tidak bergantung pada kepentingan apa pun dan tekanan siapapun. Karenanya ia dapat berdiri sendiri dan melakukan berbagai model dan jenis sistem pendidikan sesuai dengan kepentingan masyarakat yang membutuhkannya. Faktor-faktor yang menjadi penentu mutu . pendidikan islam adalah pengelolaannya secara modern dan bermutu, yaitu penguat visi atau ide kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara maju. tersedianya SDM pengelola yang kompeten, memiliki loyalitas, kapabilitas dan akselerasi yang kuat. serta penerapan model manajemen spirituality athmosphere-organized work-based management yang disertai oleh program-program pendidikan yang bagus, kelengkapan sarana-prasana dan ketersediaan dana. Secara konkret, implementasi modernisasi pengembangan pengelolaan pendidikan Islam dalam konteks manajemen pendidikan di Indonesia deskripsikan sebagai berikut: Gambar 1. Modernisasi pengembangan manajemen pendidikan islam dalam konteks pendidikan di Indonesia 478 | Vol 04 No 2 July 2025 Inovasi Manajemen Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Yanti Nurdiyanti1. Irpan Ilmi2 Kesimpulan Manajemen pendidikan di lembaga islam pendidikan bagaimana menggunakan dan mengelola sumber daya pendidikan Islam secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pengembangan dan kemajuan serta peningkatan kualitas pendidikan Islam. Sudah tentu aspek manager dan leader yang Islami atau yang dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam dan atau yang berciri khas Islam, harus melekat pada Manajemen Pendidikan Islam. Konsep pengembangan manajemen pendidikan islam dirumuskan dengan langkah-langkah Pertama, merumuskan pemahaman bersama tentang arti dan makna pendidikan. Kedua, merumuskan sistem pendidikan berdasarkan nilai-nilai Ketiga, konsep pengembangan manajemen pendidikan islam juga harus dilandaskan pada semangat penguatan kurikulum. Keempat, merumuskan dengan tepat tujuan sekaligus menetapkan tugas pendidikan. Kelima, menjadi alternative dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Inovasi di lembaga pendidikan islam dilakukan dengan penerapan model manajemen spirituality athmosphereorganized work-based management yang disertai oleh program-program pendidikan yang bagus, kelengkapan sarana-prasana dan ketersediaan dana. Inovasi manajemen pada lembaga pendidikan islam dilakukan untuk menjawab tantangan dan memberikan respon terhadap kemajuan sains ddan teknologi, perubahanperilaku, social adjustment, fenomena terjadinya discovery dalam segala bidang kehidupan manusia dengan adanya perubahan nilai-nilai dan sistem social dengan melakukan pengembangan pengelolaan pendidikan islam dengan. penguatan nilai-nilai islam, . transformasi structural dan kulturan serta . Peningkatan Mutu Pendidikan. Referensi