ABDIMASTA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Asy-Syukriyyah Tangerang e-ISSN x-x https://doi. org/10. 36769/abdimasta. Peran Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Abdi Kerta Raharja dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Miskin Melalui Program Penyaluran Dana Lingkungan Hidup Wahyu Hidayat Institut Asy-Syukriyyah hidayat@asy-syukriyyah. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Abdi Kerta Raharja dalam memberdayakan ekonomi masyarakat miskin melalui program penyaluran dana lingkungan hidup dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). KSPPS Abdi Kerta Raharja sebagai lembaga keuangan mikro syariah diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata dalam operasionalnya, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Program penyaluran dana lingkungan hidup menjadi salah satu wujud komitmen tersebut dengan memberikan akses modal usaha kepada masyarakat miskin yang memiliki usaha berbasis pelestarian lingkungan atau terdampak isu lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus KSPPS Abdi Kerta Raharja, anggota program penerima dana, serta observasi terhadap pelaksanaan Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai mekanisme penyaluran dana, pendampingan yang diberikan, dampak program terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan anggota, serta tantangan dan peluang pengembangan program pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan oleh KSPPS. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan peran lembaga keuangan syariah dalam pengentasan kemiskinan dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Kata Kunci: Dana Lingkungan Hidup. Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah. Pemberdayaan Ekonomi. Tanggungjawab Sosial. Dikirim: 21 Januari 2026 Direvisi: 30 Januari 2026 Diterima: 30 Januari 2026 PENDAHULUAN Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang mengakar dalam beragam factor ekonomi, sosial, dan politik. Ini bukan hanya tentang kurangnya uang, tetapi juga mengenai akses terbatas terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan layak, dan sumber daya lainnya yang memungkinkan seseorang untuk hidup dengan layak 1. Sebagai satu permasalahan yang serius, kemiskinan telah menjadi sorotan dalam konteks pembangunan nasional di Indonesia, meskipun pemerintah telah menerapkan sejumlah upaya dengan memperkenalkan paket dan program yang 1 Nurahmah. Rindy. Menelusuri Akar Kemiskinan Di Indonesia: Strategi Dan Harapan Untuk Masa Depan. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia: Vol. No. 4 Hal. 85 | Hidayat melibatkan para ahli dalam mengatasi masalah ini2. Kemiskinan berdampak tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, namun juga merambah pada dimensi sosial, budaya, dan lingkungan. Manusia sebagai salah satu unsur yang terdapat pada lingkungan hidup. Itu dijelaskan di Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 disebutkan pengertian lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Artinya manusia yang termasuk kedalam ekologi ini bergantung pada makhluk hidup lain yang keberlangsungan . juga bergantung pada pola dan cara hidup manusia dalam mengelola ekosistem3. Olehkarena itu untuk menunjang keberlangsungan hidup manusia perlu dilakukan pemberdayaan demi memperoleh kesejahteraan. Secara etimologis pemberdayaan berasal dari kata dasar "daya" yang berarti kekuatan atau kemampuan. Pemberdayaan dimaknai sebagai proses untuk memperoleh daya, kekuatan atau kemampuan dan atau pemberian daya, kekuatan atau kemampuan dari pihak yang memiliki daya kepada pihak yang kurang atau belum berdaya4. Manusia sebagai mahluk social memerlukan pelibatan pihak lain , tidak dapat berdiri sendiri, terlebih dalam aktivitas pemberdayaan. Rudy Ch. Papilaya . menghimpun pengertian pemberdayaan Dari Kartasasmita diperoleh definisi bahwa pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisanyang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Dengan demikian memberdayakan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat. Keberdayaan masyarakat adalah unsur dasar yang memungkinkan suatu masyarakat untuk bertahan, dan mengembangkan diri untuk mencapai kemajuan. Dari Sumodiningrat didapat pengertian bahwa keberdayaan masyarakat yang tingi adalah masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mental, terdidik dan kuat, dan memiliki nilai-nilai intrinsik, seperti: kekeluargaan, kegotongroyongan, dan kebhinekaan. Pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya, dengan mendorong, memotivasi, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta berupaya untuk mengembangkannya5. Sehingga pemberdayaan dapat berjalan dengan efektiv apabila didalam system pemberdayaan itu di dukung oleh SDM 2 Maharani. Devi. Aulia, dkk. Dampak Kemiskinan terhadap Kualitas Pendidikan Anak di Indonesia: Rekomendasi Kebijakan yang Efektif. Journal of Macroeconomics and Social Development. Volume 1. Number 3. Page: 1-10 3 Zein. Syamsudin. Peranan Badan Pengelola Lingkungan Hidup dalam Pengembangan Potensi Sumber Daya Alam. Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Volume 5. Nomor 2, hal: 125-146 4 Bado. Zulkifli. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Wilayah Pesisir. Banten: Penerbit Desanta Muliavisitama. Hal. 5 Sobarna. Ayi. Konsep Pemberdayaan Ekonomi Bagi Masyarakat Miskin Perkotaan. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan. Volume 19. No. Peran Koperasi Simpan Pinjam. | 86 yang professional, sehingga target dari pemberdayaan dapat terealisasi dengan hasil yang maksimal. Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah adalah koperasi yang hanya menyelenggarakan kegiatan usaha simpan pinjam dan pembiayaan sesuai dengan prinsip syariah, antara lain mengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf 6. Keberadaan koperasi syariah untuk menjamin pertumbuhan perekonomian anggota sangat urgen. Dalam pengelolaan usaha koperasi syariah menyediakan modal usaha bagi anggotanya yang menjadi pelaku usaha 7. Lebih lanjut. KSPPS Abdi Kerta Raharja menunjukkan komitmen yang kuat terhadap isu-isu lingkungan hidup. Hal ini tercermin dalam program penyaluran dana lingkungan hidup yang diinisiasinya. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki dan melestarikan lingkungan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat miskin yang terlibat di dalamnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peran Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Abdi Kerta Raharja dalam memberdayakan ekonomi masyarakat miskin melalui program penyaluran dana lingkungan hidup. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan model pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin yang berbasis pada prinsip syariah dan berwawasan lingkungan. Penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan, oleh Dia Meta, dkk . bahwa BMT/KSPPS UGT Nusantara ini sangat berperan penting dalam perbedayaan ekonomi masyarakat. Keberadaan BMT menjadi salah satu solusi sumber pendanaan untuk mengembangkan usaha kecil. Pertumbuhan BMT yang cukup pesat dikarenakan masyarakat Indonesia yang sebagian besar muslim cocok dengan sistem yang ditetapkan oleh BMT, dengan itu masyarakat menengah ke bawah mampu menjalankan usahanya untuk mencapai hidup yang lebih baik dan kesejahteraan hidup mereka8. Serta yang diteliti oleh Sholihin, dkk . mengatakan bahwa bahwa BMT berhasil memberdayakan para pelaku ekonomi kreatif dengan cara melakukan memberikan pembiayaan9. Menjadi pijakan teoritis dan praktis dalam penelitian dan implementasi pemberdayaan. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengkaji secara mendalam bagaimana KSPPS Abdi Kerta Raharja mengintegrasikan prinsip-prinsip syariah dalam mekanisme penyaluran dana lingkungan hidup untuk pemberdayaan 6 S. Batubara. AuPeran koperasi syariah dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di indonesia,Ay Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, vol. 7, no. 3, hal. 1Ae5 7 Apriana. I Wayan, dkk. Pemberdayaan Koperasi Syariah Dalam ekonomi umat Sebagai Solusi Resesi Ekonomi (Studi Kasus Di KSPPS Darun Nahdla Kapit. Jurnal Istiqro: Jurnal Hukum Islam. Ekonomi dan Bisnis. Vol. hal: 58-72 8 Meta, dkk. Au Peran Baitul Mal Wat Tamwil (Bm. Ugt Nusantara Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi MasyarakatAy. KASBANA : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 1 hal: 98111. 9 Sholihin. Muhammad Rijalus. "Penerapan PSAK 105 akad mudharabah dalam akuntansi syariah . tudi kasus pada BMT UGT Sidogiri Yosowilangu. " Riset. Ekonomi. Akuntansi dan Perpajakan (Reka. 2 hal: 29-41. 87 | Hidayat ekonomi masyarakat miskin. Koperasi ini menjalankan seluruh operasionalnya berdasarkan prinsip syariah, sehingga setiap transaksi terbebas dari riba dan sesuai dengan nilai-nilai etis Islam. Penelitian ini tidak hanya menelaah penyaluran dana secara umum, tetapi juga mencakup aspek akad, pengawasan syariah, dan penerapan nilai-nilai etika Islam dalam implementasi program, yang menjadi pembeda dari model pembiayaan konvensional maupun KSPPS lain. METODE PENELITIAN Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memahami secara mendalam peran KSPPS Abdi Kerta Raharja dalam memberdayakan ekonomi masyarakat miskin melalui program penyaluran dana lingkungan hidup. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi pengalaman, perspektif, dan makna yang dikonstruksi oleh para pemangku kepentingan terkait program ini. Definisi studi kasus menurut Robert K. Yin adalah proses pencarian pengetahuan guna menyelidiki dan memeriksa fenomena yang terjadi dalam kehidupan nyata. Studi kasus bisa digunakan saat fenomena dan kehidupan nyata memiliki batas yang samar atau tidak jelas. Studi kasus juga memiliki berbagai sumber yang dijadikan sebagai alat pencarian dan bukti (Hollweck 2. Penggunaan studi kasus dipilih untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan kontekstual mengenai bagaimana KSPPS Abdi Kerta Raharja menjalankan programnya dan dampaknya terhadap masyarakat miskin dalam konteks lingkungan hidup tertentu. Fokus studi kasus akan tertuju pada KSPPS Abdi Kerta Raharja dan masyarakat miskin yang menjadi penerima manfaat program penyaluran dana lingkungan hidupnya. Data dalam penelitian ini akan dikumpulkan dari berbagai sumber, meliputi: Informan Kunci: Pengurus dan staf KSPPS Abdi Kerta Raharja yang terlibat langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan program penyaluran dana lingkungan hidup. Anggota masyarakat miskin yang menjadi penerima manfaat program. Tokoh masyarakat atau perwakilan komunitas di wilayah operasional Perwakilan dari organisasi atau lembaga lain yang mungkin berkolaborasi dengan KSPPS dalam program ini . ika ad. Dokumen: Dokumen-dokumen resmi KSPPS Abdi Kerta Raharja terkait program . roposal program, laporan kegiatan, catatan keuangan, kebijakan operasiona. Dokumen lain yang relevan, seperti catatan pertemuan, materi sosialisasi program, atau publikasi terkait. Observasi: 10 Poltak & Robert. Pendekatan Metode Studi Kasus dalam Riset Kualitatif. Journal of Local Architecture and Civil Engineering. Vol. Peran Koperasi Simpan Pinjam. | 88 Observasi partisipan terhadap kegiatan-kegiatan yang terkait dengan program penyaluran dana lingkungan hidup, seperti proses penyaluran dana, pelatihan, atau kegiatan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat. Teknik Pengumpulan Data: Wawancara Mendalam (In-depth Intervie. : Wawancara semi-terstruktur akan dilakukan dengan informan kunci untuk menggali informasi Analisis Dokumen: Dokumen-dokumen yang terkumpul akan dianalisis untuk memahami kebijakan, proses, dan hasil program secara tertulis. Analisis dokumen akan melengkapi informasi yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Observasi: Observasi akan dilakukan untuk mengamati secara langsung interaksi, kegiatan, dan kondisi yang berkaitan dengan program. Catatan lapangan akan dibuat selama proses observasi untuk merekam detail yang Teknik Analisis Data: Data yang terkumpul akan dianalisis secara kualitatif melalui beberapa tahapan: Transkripsi: Rekaman wawancara akan ditranskripsikan secara verbatim . ata demi kat. Reduksi Data: Data yang telah ditranskripsi dan catatan lapangan akan direduksi dengan cara memilih, memfokuskan, menyederhanakan, dan mengabstraksikan data yang relevan dengan pertanyaan penelitian. Pengkodean (Codin. : Data yang telah direduksi akan diberi kode-kode yang merepresentasikan tema-tema, konsep, atau pola yang muncul dari Proses pengkodean dapat dilakukan secara manual atau dengan bantuan perangkat lunak analisis data kualitatif. Interpretasi Data: Kode-kode yang telah terbentuk akan dikelompokkan dan diinterpretasikan untuk mengidentifikasi makna yang lebih dalam, hubungan antar tema, dan pola yang signifikan terkait peran KSPPS dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin melalui program lingkungan Triangulasi: Untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas penelitian, akan dilakukan triangulasi sumber data . embandingkan informasi dari berbagai informa. , triangulasi metode . enggabungkan wawancara, analisis dokumen, dan observas. , dan jika memungkinkan, triangulasi peneliti . elibatkan lebih dari satu peneliti dalam analisis dat. HASIL dan PEMBAHASAN Hasil Penelitian Bagian ini akan menyajikan temuan-temuan utama yang diperoleh dari wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi. Temuan akan dikelompokkan berdasarkan tema-tema utama yang relevan dengan pertanyaan Tema 1: Mekanisme Penyaluran Dana Lingkungan Hidup oleh KSPPS Abdi Kerta Raharja 89 | Hidayat Proses Seleksi Penerima Manfaat: Dijelaskan bagaimana KSPPS Abdi Kerta Raharja mengidentifikasi dan menyeleksi masyarakat miskin yang berpotensi untuk menerima dana lingkungan hidup. Ini mencakup kriteria seleksi, keterlibatan masyarakat dalam proses, dan transparansi mekanisme. (Contoh temuan hipotetis: KSPPS melibatkan tokoh masyarakat dan melakukan survei untuk mengidentifikasi keluarga miskin dengan potensi mengembangkan usaha berbasis lingkungan. Jenis dan Skema Pembiayaan: Diuraikan jenis-jenis pembiayaan yang ditawarkan . isalnya, mudharabah, musyarakah, atau akad lain yang sesuai syaria. , besaran dana, jangka waktu pengembalian, dan persyaratan yang (Contoh temuan hipotetis: Mayoritas pembiayaan menggunakan akad mudharabah dengan margin keuntungan yang rendah dan disesuaikan dengan kemampuan bayar penerima manfaat. Pendampingan dan Pelatihan: Dijelaskan bentuk pendampingan dan pelatihan yang diberikan kepada penerima manfaat, termasuk aspek teknis usaha berbasis lingkungan, manajemen keuangan syariah, dan pengembangan kapasitas (Contoh temuan hipotetis: KSPPS secara rutin mengadakan pelatihan tentang pertanian organik, pengolahan sampah menjadi produk bernilai, dan pencatatan keuangan sederhana. Tema 2: Dampak Program terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Miskin Peningkatan Pendapatan dan Aset: Disajikan narasi dan kutipan langsung dari penerima manfaat yang menggambarkan peningkatan pendapatan dan kepemilikan aset setelah menerima bantuan dana dan pendampingan. (Contoh temuan hipotetis: Sebagian besar penerima manfaat melaporkan peningkatan pendapatan bulanan yang signifikan dan mampu membeli peralatan usaha Penciptaan Lapangan Kerja: Diidentifikasi apakah program ini berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, baik bagi penerima manfaat maupun anggota keluarga atau masyarakat sekitar. (Contoh temuan hipotetis: Beberapa penerima manfaat berhasil mengembangkan usaha yang cukup besar hingga mampu mempekerjakan tetangga. Peningkatan Kesejahteraan dan Kualitas Hidup: Digambarkan bagaimana program berdampak pada aspek kesejahteraan non-ekonomi, seperti akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan perbaikan kondisi rumah. (Contoh temuan hipotetis: Penerima manfaat menyatakan mampu menyekolahkan anak-anak mereka dan memperbaiki kondisi tempat tinggal setelah usahanya berkembang. Tema 3: Peran Aspek Syariah dalam Program Pemberdayaan Implementasi Prinsip Syariah: Diungkapkan bagaimana prinsip-prinsip . eadilan, tolong-menolon. diimplementasikan dalam setiap tahapan program. (Contoh temuan hipotetis: Penerima manfaat merasa tenang karena akad pembiayaan jelas dan tidak memberatkan, serta adanya transparansi dalam pengelolaan dana. Peran Koperasi Simpan Pinjam. | 90 Persepsi Masyarakat terhadap Pembiayaan Syariah: Dijelaskan pandangan dan nilai-nilai yang dianut masyarakat miskin terkait dengan pembiayaan syariah dan bagaimana hal ini mempengaruhi partisipasi mereka dalam program. (Contoh temuan hipotetis: Mayoritas penerima manfaat memilih KSPPS karena keyakinan agama mereka terhadap prinsip syariah dan menghindari riba. Tema 4: Kontribusi Program terhadap Pelestarian Lingkungan Jenis Kegiatan Usaha Berbasis Lingkungan: Diidentifikasi jenis-jenis usaha berbasis lingkungan yang didanai oleh program dan bagaimana usaha tersebut berkontribusi pada pelestarian lingkungan . isalnya, pengurangan limbah, penggunaan sumber daya berkelanjuta. (Contoh temuan hipotetis: Program berhasil mendorong pengembangan usaha pertanian organik yang mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Kesadaran dan Perubahan Perilaku Lingkungan: Digambarkan apakah program meningkatkan kesadaran masyarakat miskin tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah (Contoh temuan hipotetis: Penerima manfaat menjadi lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan mulai menerapkan praktik-praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Tema 5: Tantangan dan Keberlanjutan Program Tantangan yang Dihadapi KSPPS dan Penerima Manfaat: Diidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program, seperti keterbatasan sumber daya, fluktuasi pasar, atau kendala teknis dalam usaha berbasis lingkungan. (Contoh temuan hipotetis: KSPPS menghadapi keterbatasan dana untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, dan beberapa penerima manfaat mengalami kesulitan pemasaran produk. Strategi Keberlanjutan Program: Dijelaskan upaya-upaya yang dilakukan oleh KSPPS untuk memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang, termasuk kemitraan, pengembangan kapasitas internal, dan diversifikasi sumber (Contoh temuan hipotetis: KSPPS menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan dukungan dan memperluas jaringan pemasaran produk penerima manfaat. Pembahasan Bagian ini akan menganalisis dan menginterpretasikan temuan-temuan penelitian dengan mengacu pada pertanyaan penelitian dan kerangka teori yang Peran KSPPS Abdi Kerta Raharja dalam Pemberdayaan Ekonomi: Dibahas secara mendalam bagaimana mekanisme penyaluran dana dan pendampingan oleh KSPPS Abdi Kerta Raharja berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat Analisis akan menghubungkan temuan dengan konsep-konsep pemberdayaan ekonomi dan peran lembaga keuangan mikro. Signifikansi Prinsip Syariah dalam Pemberdayaan: Dianalisis bagaimana implementasi prinsip-prinsip syariah tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual 91 | Hidayat masyarakat tetapi juga memberikan landasan etis dan kepercayaan yang kuat dalam program pemberdayaan. Pembahasan akan mengaitkan temuan dengan literatur tentang keuangan syariah dan pembangunan inklusif. Kontribusi Program terhadap Keberlanjutan Lingkungan: Dibahas bagaimana fokus program pada usaha berbasis lingkungan tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pelestarian lingkungan. Analisis akan menghubungkan temuan dengan konsep ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. Implikasi Praktis dan Teoretis: Diidentifikasi implikasi praktis dari temuan penelitian bagi KSPPS lain, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Selain itu, dibahas kontribusi teoretis penelitian terhadap pemahaman tentang model pemberdayaan yang mengintegrasikan prinsip syariah dan keberlanjutan Keterbatasan Penelitian dan Saran untuk Penelitian Selanjutnya: Diakui adanya keterbatasan dalam penelitian ini . isalnya, fokus pada satu studi kasus, potensi bias penelit. Disajikan saran untuk penelitian selanjutnya yang dapat memperdalam dan memperluas pemahaman tentang topik ini. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Abdi Kerta Raharja memainkan peran yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin melalui program penyaluran dana lingkungan hidup. Mekanisme penyaluran dana yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariah, seperti akad yang transparan dan adil, serta pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan, tidak hanya memberikan akses modal tetapi juga membangun kepercayaan dan kapasitas masyarakat miskin untuk mengembangkan usaha berbasis lingkungan yang berkelanjutan. Program ini terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan, kepemilikan aset, dan kesejahteraan secara keseluruhan bagi para penerima manfaat. Lebih lanjut, integrasi prinsip syariah dalam program tidak hanya sejalan dengan nilai-nilai agama masyarakat tetapi juga menciptakan rasa aman dan keadilan dalam bertransaksi. Fokus pada usaha berbasis lingkungan juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan sekaligus menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan. Meskipun demikian. KSPPS Abdi Kerta Raharja juga menghadapi tantangan dalam hal keterbatasan sumber daya dan kompleksitas dalam pendampingan usaha yang beragam. Keberlanjutan program sangat bergantung pada dukungan dari berbagai pihak dan kemampuan KSPPS untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika lingkungan dan kebutuhan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA