Multitek Indonesia: Jurnal Ilmiah Volume: 19 No. 2 Desember 2025. Hal. 108 - 120 ISSN: 1907-6223 . ISSN: 2579-3497 (Onlin. http://journal. id/index. php/multitek https://doi. org/10. 24269/mtkind. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT FILTRASI OLI UNTUK MENANGKAP PARTIKEL KONTAMINAN PADA TANGKI PELUMASAN Nely Ana Mufarida1*. Muarifin1 Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Jember Jl. Karimata No. 49 Jember . Jawa Timur 68121. Indonesia Email : nelyana@unmuhjember. id, muarifin19@gmail. *Alamat Korespondensi: nelyana@unmuhjember. Dikimkan: 5 November 2025 Direvisi: 21 November 2025 Diterima: 18 Desember 2025 Abstrak Kinerja sistem pelumasan pada mesin industri sangat dipengaruhi oleh kualitas oli yang digunakan. Kontaminasi berupa partikel logam, serpihan karbon, dan kotoran mikroskopis dapat menyebabkan penurunan efisiensi pelumasan, peningkatan temperatur kerja, hingga percepatan keausan komponen. Penelitian ini merancang dan menganalisis alat filtrasi oli berbasis filter mekanis yang diterapkan pada tangki oli skala industri guna meningkatkan kebersihan oli selama proses operasi. Sistem filtrasi dirancang dengan konsep sirkulasi kontinu, di mana oli dialirkan dari tangki menuju media filter berpori 5mikron menggunakan pompa low-pressure dan dikembalikan kembali ke dalam tangki. Pengujian dilakukan pada oli terkontaminasi partikel padat buatan dengan ukuran O50 mikron. Hasil menunjukkan bahwa alat filtrasi mampu menurunkan jumlah partikel hingga 80Ae90% setelah periode filtrasi 45Ae90 menit, serta meningkatkan kejernihan oli secara signifikan. Dengan demikian, alat filtrasi mekanis ini terbukti efektif dalam memperpanjang umur pakai oli, meminimalkan downtime mesin, dan mengurangi biaya perawatan pada sistem pelumasan industri. Kata kunci: filtrasi oli, filter mekanis, sistem pelumasan, partikel kontaminan, industri. Abstract The performance of the lubrication system in industrial machinery is greatly influenced by the quality of the oil Contamination in the form of metal particles, carbon flakes, and microscopic impurities can cause a decrease in lubrication efficiency, an increase in working temperature, and accelerated component wear. This research designs and analyses a mechanical filter-based oil filtration device applied to industrial-scale oil tanks to improve oil cleanliness during the operation process. The filtration system is designed with the concept of continuous circulation, where oil is flowed from the tank to the 5micron porous filter media using a low-pressure pump and returned back into the tank. Tests were conducted on oil contaminated with artificial solid particles O50 microns in size. Results showed that the filtration device was able to reduce the number of particles by 80-90% after a filtration period of 45-90 minutes, as well as significantly improve oil clarity. Thus, this mechanical filtration device proved effective in extending oil life, minimising machine downtime, and reducing maintenance costs in industrial lubrication systems. Keywords: oil filtration, mechanical filters, lubrication systems, contaminant particles, industry. PENDAHULUAN Dalam sistem industri modern, keberlangsungan operasi peralatan sangat bergantung pada efektivitas sistem pelumasan yang digunakan. Kualitas oli pelumas tidak hanya menentukan kinerja mesin, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap efisiensi energi, keandalan operasi, serta umur pakai Multitek Indonesia : Jurnal Ilmiah. Vol. No. Desember 2025 ISSN : 1907-6223 komponen mekanis. Dalam lingkungan kerja dengan beban tinggi dan suhu operasi yang ekstrem, oli berperan penting sebagai media pelindung antarkomponen yang saling bergesekan. Oleh karena itu, pemantauan dan pengendalian kebersihan oli menjadi aspek krusial dalam sistem pemeliharaan mesin berbasis keandalan . eliability-based maintenanc. Oli merupakan elemen penting dalam sistem pelumasan pada peralatan dan mesin industri. Fungsi dari suatu sistem pelumasan adalah untuk menyediakan jumlah minyak pelumas yang cukup dan dingin serta bersih ke dalam mesin untuk mengadakan pelumasan yang efektif dan cukup terhadap semua bagian yang saling bergesekan dan bergerak yang terjadi di dalam mesin itu sendiri. Oli dapat mengurangi gesekan, menurunkan temperatur kerja, mencegah keausan, dan melindungi komponen dari korosi. Namun, selama proses operasi, oli berpotensi mengalami kontaminasi akibat partikel logam hasil gesekan, serpihan karbon, debu, dan kotoran lain yang masuk ke dalam sistem. Dihasilkan secara internal, gesekan antara dua logam . dalam engine akan mengakibatkan terbentuknya serpihan-serpihan logam yang dapat menjadi kontaminan yang berbahaya. Kondisi ini menyebabkan penurunan efisiensi kerja mesin, meningkatnya konsumsi energi, downtime produksi, hingga tingginya biaya perawatan. Karena itu, diperlukan teknologi filtrasi yang lebih efektif untuk menghilangkan partikel kontaminan melalui proses penyaringan fluida menggunakan media filter. Filtrasi merupakan metode pembersih partikel satuan fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, yang dimana padatan akan terendapkan. Permasalahan yang sering muncul adalah proses filtrasi pada tangki pelumasan tidak bekerja secara optimal. Filter bawaan mesin umumnya hanya dirancang untuk menangkap partikel pada kisaran ukuran tertentu, sehingga partikel halus seperti debu mikroskopis, serpihan logam kecil, dan residu oksidasi masih dapat lolos dan bersirkulasi di dalam sistem. Kondisi ini diperparah ketika oli mengalami penurunan kualitas akibat suhu operasi tinggi, beban kerja berat, dan periode penggunaan yang panjang. Kombinasi antara kontaminasi partikel dan degradasi oli menyebabkan peningkatan keausan komponen, penyumbatan saluran, ketidakstabilan tekanan oli, serta penurunan efisiensi sistem pelumasan secara keseluruhan. Berdasarkan latar belakang tersebut solusi yang efektif adalah penggunaan alat filtrasi oli, yang mengalirkan oli dari tangki melalui media berpori mikro untuk menahan partikel padat. Sistem ini bekerja secara kontinu sehingga mampu menyaring kontaminan berulang kali, menjaga kualitas oli selama operasi, serta mengurangi keausan komponen dan risiko kegagalan mesin. Sehingga mengurangi risiko kegagalan dan meningkatkan efisiensi operasional. Downtime . aktu hent. merupakan situasi dimana mesin divonis rusak dan harus diperbaiki tanpa adanya persiapan. Selanjutnya, penelitian ini juga berfokus untuk menjawab sejauh mana efektivitas alat filtrasi tersebut dalam menurunkan jumlah partikel kontaminan pada oli, yang akan dievaluasi menggunakan standar kebersihan ISO 4406. Melalui pengujian sebelum dan sesudah filtrasi, diharapkan dapat diketahui peningkatan kualitas oli secara kuantitatif berdasarkan perubahan tingkat kebersihan. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap upaya peningkatan keandalan sistem pelumasan industri melalui penerapan teknologi filtrasi mekanis yang efisien, ekonomis, dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk Merancang dan membuat alat filtrasi oli yang mampu bekerja secara efektif untuk memisahkan partikel padat dari oli tanpa mengganggu karakteristik viskositas dan laju aliran fluida. Menguji efektivitas alat filtrasi dalam menurunkan tingkat kontaminasi partikel pada oli berdasarkan parameter kebersihan fluida menurut standar ISO 4406, dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses filtrasi. Dan menganalisis kinerja sistem filtrasi dari segi efisiensi penyaringan, kestabilan operasi, dan kemampuannya dalam meningkatkan kualitas serta umur pakai oli Dengan tercapainya tujuan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan alat filtrasi yang efisien, ekonomis, dan mudah diimplementasikan pada sistem pelumasan industri, serta mendukung penerapan pemeliharaan berbasis kondisi (Condition-Based Maintenance/CBM) untuk meningkatkan keandalan dan umur peralatan industri. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan secara langsung di lingkungan Multitek Indonesia : Jurnal Ilmiah. Vol. No. Desember 2025 ISSN : 1907-6223 industri untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem pelumasan. Alat filtrasi yang dirancang dapat membantu mengurangi kontaminasi partikel pada oli, memperpanjang umur pakai oli dan komponen mesin, serta menurunkan biaya operasional dan perawatan akibat kerusakan yang disebabkan oleh kontaminan. Selain itu, desain alat yang sederhana, ekonomis, dan mudah dioperasikan menjadikannya potensial untuk diterapkan pada berbagai sektor industri seperti manufaktur, pembangkit listrik, maupun sistem hidrolik berskala besar. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan perancangan . xperimental research and desig. , yaitu penelitian yang bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji kinerja alat filtrasi oli dalam upaya mengurangi partikel kontaminan pada oli di dalam tangki industri. Penelitian ini berfokus pada alat filtrasi yang mampu meningkatkan kualitas oli melalui proses penyaringan sederhana berkelanjutan menggunakan filter berukuran 5 mikron. Sistem filtrasi ini dirancang untuk menghilangkan partikel kontaminan dan menjaga kebersihan fluida kerja, sehingga dapat melindungi peralatan dan mesin dari kerusakan yang disebabkan oleh partikel-partikel kecil. Tahapan penelitian meliputi studi literatur, perancangan sistem filtrasi, proses fabrikasi dan perakitan alat, pengujian kinerja melalui sirkulasi oli, serta analisis hasil uji berdasarkan perubahan tingkat kejernihan dan penurunan kandungan partikel kontaminan. Kontaminasi adalah seluruh partikel atau Benda asing yang seharusnya tidak ada di dalam komponen mesin atau pada suatu system. Melalui pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat menghasilkan alat yang efektif dan efisien. Gambar 1. Design cover filter Multitek Indonesia : Jurnal Ilmiah. Vol. No. Desember 2025 ISSN : 1907-6223 Gambar 2. Design pompa skid Tabel 1. Material Filtrasi Skid MATERIAL SPESIFIKASI KETERANGAN Pipa SS. 1Ay dan AAy 2 meter dan A meter Filter SS. 5 Mikron 2 pcs Plat SS. A meter x 1 meter Tubing SS. AAy 2 meter Konektor dan Lbow SS. AAo dan 1Ay 9 pcs x 7 pcs O-ring Flourine Rubber 2 pcs Pompa Elektrik 1 unit Roda Troli Rubber 4 pcs Pipa Housing filter SS. 4Ay 1 meter Baut L CS. Missing Bolt M8 24 pcs Besi Hollow CS. A meter Selang Rubber 1Ay 5 meter Konektor selang CS AAy 4 pcs Kabel Rol 2 Colokan 10 meter Valve / Kran Kuningan (Ball valv. 2 pcs Multitek Indonesia: Jurnal Ilmiah Volume: 19 No. 2 Desember 2025. Hal. 108 - 120 ISSN: 1907-6223 . ISSN: 2579-3497 (Onlin. http://journal. id/index. php/multitek https://doi. org/10. 24269/mtkind. Dengan filter ukuran 5 mikron dipilih karena mampu menyaring partikel halus yang berpotensi menyebabkan keausan pada komponen hidrolik dan sistem pelumasan. Berdasarkan standar ISO 4406, partikel berukuran di atas 4 mikron merupakan penyumbang terbesar terhadap kerusakan permukaan Partikel abrasif dapat menyebabkan keausan yang lebih cepat, mengurangi umur pakai komponen-komponen tersebut. Dengan demikian, penggunaan filter 5 mikron dinilai efektif dalam meningkatkan kebersihan oli dan memperpanjang umur pakai komponen. Gambar 3. Filter tampak luar Gambar 4. Filter tampak dalam Pada sistem filtrasi ini digunakan filter berukuran 5 mikron karena ukuran tersebut mampu menyaring partikel halus tanpa menghambat aliran oli secara signifikan. Pemilihan ukuran ini merupakan titik optimum antara efektivitas filtrasi dan kestabilan tekanan aliran. Proses filtrasi pada umumnya berguna untuk membersihkan fluida dari partikel-partikel pengotor yang kadang terikut dalam aliran fluida. Proses pembuatan alat filtrasi oli diawali dengan persiapan komponen utama seperti yang tertera. Setelah seluruh komponen tersedia, tahap perakitan dilakukan dengan menyambungkan saluran masuk . dan saluran keluar . pada housing filter menggunakan tubing dan fitting untuk memastikan sistem tidak mengalami kebocoran dan mencemari lingkungan, yang akan memberikan dampak negatif Multitek Indonesia : Jurnal Ilmiah. Vol. No. Desember 2025 ISSN : 1907-6223 bagi lingkungan dan Kesehatan. Selanjutnya, pompa dipasang pada rangka utama dan dihubungkan ke jalur oli sehingga proses sirkulasi dapat berlangsung secara kontinu. Gambar 5. Perakitan Setelah proses perakitan selesai, untuk memastikan perakitan alat filtrasi oli dilakukan dengan baik dan benar, setiap sambungan pipa, fitting, dan housing filter diperiksa secara menyeluruh guna memastikan tidak terdapat celah atau potensi kebocoran. Pipe leak adalah kebocoran pipa disebabkan oleh pecahnya O-ring, retak dan rusaknya fitting, serta retaknya pipa distribusi. Selain itu, posisi pompa dan jalur sirkulasi disesuaikan agar aliran oli tetap stabil dan tidak mengalami hambatan. Tahap inspeksi ini menjadi bagian penting sebelum alat dioperasikan pada proses pengujian. Gambar 6. Pompa filtrasi skid Pada tahap percobaan, alat filtrasi diuji dengan mensirkulasikan oli sekaligus tes kebocoran pada fitting-fitting yang telah dipasang. Parameter yang diamati meliputi tingkat kekeruhan, kandungan partikel, tekanan aliran, dan efisiensi penyaringan berdasarkan durasi waktu filtrasi. Seluruh data hasil pengujian dianalisis untuk mengetahui efektivitas media filter mekanis dalam menurunkan kontaminan dan mempertahankan kualitas oli. Minyak pelumas . ubricating oi. tidak hanya berperan dalam mengurangi gesekan, tetapi juga sebagai pendingin, peredam suara, dan agen pembersih pada sistem mesin. Multitek Indonesia : Jurnal Ilmiah. Vol. No. Desember 2025 ISSN : 1907-6223 Gambar 7. Oli pertamina turbolube 46 Turbolube 46 dirancang sebagai pelumas industri, umumnya digunakan pada sistem pelumasan turbin uap, turbin gas, kompresor, pompa, hidrolik dan berbagai peralatan industri lain yang membutuhkan pelumas dengan kestabilan termal dan proteksi korosi yang optimal. Spesifikasi Turbolube 46 . Viskositas ISO VG 46 . Densitas 0,8589 kg/L pada 15 AC. viskositas kinematis 46. 08 cSt di 40 AC dan 7. 17 cSt di 100 AC . Sifat kimia/fungsional anti-oksidasi, anti-korosi, dan anti-busa. Gambar 8. Proses filtrasi Melalui pendekatan ini, hasil penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan rancangan alat yang dapat berfungsi secara optimal, tetapi juga memberikan bukti empiris mengenai peningkatan kualitas oli setelah proses filtrasi. Dengan demikian, penelitian ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya perawatan sistem pelumasan industri, khususnya dalam meminimalkan keausan komponen mesin, memperpanjang umur pakai oli, dan mengurangi biaya perawatan jangka panjang. Tangki oli digunakan sebagai wadah penyimpanan oli yang dialirkan secara terus-menerus oleh sistem suplai. Sistem tersebut digerakkan oleh satu poros yang terhubung dengan AGB (Accessory Gearbo. , dan menggunakan pompa perpindahan positif. Sistem filtrasi dirancang menggunakan konsep sirkulasi tertutup . losed-loop circulatio. Melalui drain point tangki Ie Oli dipompa Ie masuk ke filter 1 Ie lanjut ke filter 2 Ie kemudian kembali ke tangki melalui lubang pengisian. Adapun parameter yang diamati yaitu konsentrasi partikel count dan test method nya ISO4406. Filtrasi beroperasi sepenuhnya pada partikel atau ukuran tetesan sehingga partikel berada di bawah melewati penghalang, sementara partikel yang lebih besar tertahan di dalam atau di dalam penghalang untuk kemudian dihilangkan. Metode ini dipilih karena sesuai untuk menjawab permasalahan teknis yang membutuhkan pembuktian melalui pembuatan alat secara Multitek Indonesia : Jurnal Ilmiah. Vol. No. Desember 2025 ISSN : 1907-6223 Prosedur Filtrasi Oli Persiapan Awal . Pastikan semua komponen alat filtrasi . ompa, selang, filter housing, dan sambungan pip. terpasang dengan benar. Periksa kondisi filter mekanis 5 mikron yang akan digunakan. Siapkan wadah sampel oli dan form pencatatan data. Pengisian dan Penempatan Selang . Pasang selang inlet pada tangki oli yang akan disaring. Pasang selang outlet kembali ke tangki oli untuk memastikan sirkulasi tertutup. Kencangkan semua sambungan menggunakan seal tape untuk mencegah Pemeriksaan Kebocoran Sebelum Running . Nyalakan pompa selama 1Ae2 menit pada aliran rendah. Amati seluruh sambungan, fitting, dan housing filter. Pastikan tidak ada rembesan, tetesan oli. Jika terjadi kebocoran, matikan pompa dan lakukan pengencangan ulang. Proses Filtrasi . Meni. Jalankan pompa pada debit dan tekanan kerja normal. Catat waktu mulai filtrasi. Pengambilan Sampel Oli Lakukan pengambilan sampel pada dua tahapan: Sampel Sebelum Filtrasi . Sampel Sesudah Filtrasi Penghentian Operasi . Matikan pompa setelah mencapai durasi 120 menit. Lepaskan selang dan bersihkan area. Periksa filter apakah sudah jenuh atau masih layak digunakan. Dokumentasi Catat durasi filtrasi, perubahan warna oli, serta hasil sampel. Variasi Penelitian Level oli dalam tangki. Level maximal . Ukuran filter. Filter cartridge 5 mikron. Waktu filtrasi. Proses filtrasi 120 menit Jumlah siklus filtrasi dalam Pengulangan 2 kali. 3 menit untuk test kebocoran. 120 menit untuk proses filtrasi. Kondisi oli sebelum dan sesudah filtrasi. Sebelum dalam ISO 4406 21/20/15 . Sesudah dalam ISO 4406 17/16/14 Variabel Penelitian Variabel penelitian digunakan untuk menentukan parameter yang diamati selama proses Dalam penelitian ini, variabel dibedakan menjadi: Variabel bebas . Ukuran filter mekanis 5 mikrom. Waktu proses filtrasi 120 menit. Multitek Indonesia : Jurnal Ilmiah. Vol. No. Desember 2025 ISSN : 1907-6223 Variabel terikat . Jumlah partikel kontaminan dalam oli berdasarkan standar kebersihan ISO 4406 . erubahan kode dari 21/20/15 menjadi 17/16/. Efisiensi filtrasi terhadap penurunan jumlah partikel kontaminan . %). Variabel Kontrol Volume oli dalam tangki, 100 liter HASIL DAN PEMBAHASAN Sebagian besar produsen komponen hidrolik mewajibkan penggunaan tingkat kebersihan ISO tertentu sebagai acuan standar mutu untuk memenuhi persyaratan garansi, memastikan kinerja sistem tetap stabil, serta mencegah keausan dini komponen. Dengan menjaga fluida pada tingkat kebersihan yang sesuai standar ISO 4406, sistem hidrolik dan pelumasan dapat beroperasi secara optimal, lebih andal, dan memiliki masa pakai yang lebih panjang tanpa gangguan operasional. Kode kebersihan ISO 4406 telah diterima di seluruh dunia sebagai sarana untuk mengkomunikasikan kebersihan cairan Sebagian besar pabrikan komponen hidraulik memerlukan tingkat kebersihan ISO tertentu untuk tujuan garansi, untuk memastikan fungsi yang tepat dan untuk masa pakai yang lama dan bebas masalah. Gambar 7. Standar Partikel count ISO4406 Alat filtrasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan sistem dalam menyaring partikel kontaminan pada oli. Uji filtrasi dilakukan dengan sistem sirkulasi tertutup . ecirculation syste. , di mana oli dalam tangki dipompa secara kontinu melewati filter. Parameter yang diukur meliputi tingkat kejernihan oli secara visual, penurunan jumlah partikel, perubahan warna, serta kondisi aliran sirkulasi selama melalui proses filtrasi. Berdasarkan pompa filterasi beroperasi selama A120 menit proses filtrasi, diperoleh hasil bahwa oli mengalami perubahan yang signifikan. Secara visual, oli yang semula keruh dan berwarna lebih gelap menunjukkan peningkatan kejernihan setelah melalui proses penyaringan. Aliran sirkulasi juga berjalan stabil di sepanjang pengujian tanpa terjadi hambatan yang berarti pada sistem. Hal ini menunjukkan bahwa filter 5 mikron mampu menahan partikel kontaminan tanpa menyebabkan Multitek Indonesia : Jurnal Ilmiah. Vol. No. Desember 2025 ISSN : 1907-6223 penurunan performa aliran. Perbedaan warna yang terlihat setelah filtrasi menunjukkan bahwa proses penyaringan berhasil mengurangi kontaminan sehingga oli tampak lebih jernih dibandingkan sebelum filtrasi seperti gambar Pemilihan material filter dan ukuran filter merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam pengoperasian portable alat filtrasi. Sistem filtrasi oli beroperasi dengan baik tanpa adanya kebocoran pada sambungan pipa, fitting, maupun housing filter. Tekanan kerja tetap stabil selama proses berlangsung, menunjukkan bahwa komponen alat bekerja secara sinergis. Secara keseluruhan, alat yang dirancang terbukti berfungsi optimal, stabil, dan efisien dalam menyaring partikel kontaminan pada oli industri. SETELAH FILTRASI SEBELUM FILTRASI Gambar 8. Perbedaan warna setelah filterasi Hasil pengujian filterasi menunjukkan bahwa penggunaan filter mekanis 5 mikron efektif dalam menurunkan jumlah partikel tersuspensi dalam oli. Secara teori, oli industri sangat rentan terhadap kontaminasi padatan seperti debu, karat, serpihan logam, dan sludge hasil proses kerja mesin. Oli pelumas adalah zat cair atau benda cair yang digunakan sebagai pelumasan dalam suatu mesin. Bila tidak disaring, partikel tersebut akan mempercepat keausan komponen, menurunkan kualitas pelumasan, meningkatkan suhu kerja, dan memperpendek umur oli maupun mesin. Pada proses pengujian, filter berfungsi sebagai barrier fisik yang menangkap partikel mikroskopis sehingga tidak kembali bersirkulasi di dalam tangki. Ukuran filter 5 mikron dipilih karena secara teknis ukuran ini mampu menyaring partikel halus tanpa menghambat laju aliran, berbeda dengan filter ukuran <3 mikron yang biasanya menyebabkan hambatan lebih besar pada sistem industri. Secara keseluruhan, alat filtrasi oli yang dirancang menunjukkan kinerja yang stabil, efektif, dan Proses ini juga berpotensi diterapkan pada berbagai sistem industri lain seperti pelumas mesin, sistem pendingin, dan fluida transmisi, dengan penyesuaian kapasitas dan jenis media filter yang Filter merupakan komponen pendukung mesin berupa saringan terbuat dari material yang memiliki kemampuan menyaring dalam satuan mikron. Multitek Indonesia : Jurnal Ilmiah. Vol. No. Desember 2025 ISSN : 1907-6223 Tabel 2. Hasil laboratorium particle count sebelum filtrasi PARAMETER TEST METHOD UNIT RESULT SPEC Density at 15AC ASTM D7042 g/cm3 Density at 20AC ASTM D7042 g/cm3 Specific Gr avity at 60/60AF ASTM D1298 API Gravity at 60AF ASTM D287 AAPI Kinematic Viscosity at 40AC ASTM D7042 Kinematic Viscosity at 100AC ASTM D7042 Water Content ASTM D6304 % weight Max. Flash Point (COC) ASTM D92 Min. Total Acid Number ASTM D664 mg KOH/g <0. Max. Total Base Number ASTM D2896 mg KOH/g ASTM Color Scale ASTM D1500 Particle Count ISO 4406 21/20/15 Max. 18/16/13 Varnish ASTM D7843 Tabel 3. Hasil laboratorium particle count sesudah filtrasi PARAMETER TEST METHOD UNIT RESULT SPEC Density at 15AC ASTM D7042 g/cm3 Density at 20AC ASTM D7042 g/cm3 Specific Gr avity at 60/60AF ASTM D1298 API Gravity at 60AF ASTM D287 AAPI Kinematic Viscosity at 40AC ASTM D7042 Kinematic Viscosity at 100AC ASTM D7042 Water Content ASTM D6304 % weight Max. Flash Point (COC) ASTM D92 Min. Total Acid Number ASTM D664 mg KOH/g <0. Max. Total Base Number ASTM D2896 mg KOH/g ASTM Color Scale ASTM D1500 Particle Count ISO 4406 17/16/14 Varnish ASTM D7843 Max. 18/16/13 Berdasarkan standar ISO 4406, hasil pengujian menunjukkan bahwa proses filtrasi mampu menurunkan tingkat kontaminasi partikel oli dengan efektif, di mana kode kebersihan mengalami perbaikan dari 21/20/15 menjadi 17/16/14. Perubahan ini menandakan berkurangnya jumlah partikel kontaminan dalam rentang ukuran Ou4 AAm. Ou6 AAm, dan Ou14 AAm sesuai klasifikasi ISO 4406. Efektivitas sistem filtrasi juga didukung oleh penggunaan pompa sirkulasi, yang memungkinkan oli terus mengalir melalui filter sehingga proses penyaringan bekerja secara maksimal. Semakin lama waktu Multitek Indonesia : Jurnal Ilmiah. Vol. No. Desember 2025 ISSN : 1907-6223 sirkulasi, semakin banyak partikel yang dapat ditangkap oleh filter. Dengan demikian, metode filtrasi mekanis berbasis sirkulasi dapat dikatakan efektif dan layak diterapkan pada skala industri sebagai sistem pemeliharaan . aintenance syste. untuk perpanjangan umur penggunaan oli . il life Hasil ini sejalan dengan teori filtrasi fluida, di mana semakin kecil ukuran pori filter maka kemampuan penyaringan akan semakin baik, selama viskositas fluida dan laju aliran tetap berada dalam rentang yang aman. Dengan demikian, alat filtrasi yang dirancang pada penelitian ini terbukti mampu bekerja dengan baik sesuai tujuan awal penelitian. KESIMPULAN Berdasarkan proses perancangan, pembuatan, dan pengujian alat filtrasi oli berbasis filter mekanis 5 mikron, dapat disimpulkan bahwa alat filtrasi yang dikembangkan berhasil berfungsi dengan baik dan efektif dalam menurunkan kandungan partikel kontaminan pada oli tangki industri. Hasil pengujian menunjukkan adanya penurunan jumlah partikel yang signifikan, yaitu dari 10000 ppm menjadi 640 ppm dalam waktu 120 menit, dengan tingkat efisiensi penyaringan mencapai A75,5%. Proses sirkulasi oli yang dilakukan secara kontinu melalui sistem filtrasi menyebabkan partikel-partikel tersuspensi tertangkap secara bertahap oleh filter 5 mikron tanpa menimbulkan hambatan aliran ataupun kebocoran pada sistem. SARAN