Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. Literasi Baitul Maqdis dalam Membina Kesadaran Keagamaan Umat di Era Pendidikan Islam Kontemporer Eka Susanti . Nuril Huda Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin mudaberkarya1924@gmail. Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin nurilhuda@uin_antasari. Abstract: One of the conceptual approaches in Islamic education that is rarely used as a foundation for strengthening religious awareness is Baitul Maqdis-based literacy education. This literacy not only relates to understanding history and the Palestinian issue, but also encompasses theological and spiritual awareness, as well as the Islamic civilization rooted in the values of tawhid, brotherhood, and social justice. This study employs a descriptive qualitative method with a descriptive-analytical approach, supported by a literature review of relevant scholarly works. The findings indicate that Baitul Maqdis literacy has significant potential in cultivating religious awareness among Muslims. Through the integration of Baitul Maqdis literacy into contemporary Islamic education, it is expected that a generation with maqdisiyyah awareness will emergenamely. Muslim learners with strong faith, critical thinking skills, historical consciousness, and a commitment to the advancement of global Islamic civilization. Keywords: Baitul Maqdis Literacy. Religious Awareness. Contemporary Islamic Education. Abstrak: Salah satu pendekatan konseptual pendidikan Islam yang jarang dijadikan basis penguatan kesadaran keagamaan adalah pendidikan berbasis literasi Baitul Maqdis. Literasi ini tidak hanya berkaitan dengan pemahaman sejarah dan isu Palestina saja, namun juga mencakup pada kesadaran teologis, spiritual, serta peradaban Islam yang berakar pada nilainilai tauhid, ukhuwah, dan keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui studi kepustakaan terhadap karya ilmiah Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi Baitul Maqdis memiliki potensi besar untuk membina kesadaran keagamaan umat Islam, melalui Integrasi literasi Baitul Maqdis dalam pendidikan Islam kontemporer diharapkan dapat melahirkan generasi berkesadaran maqdisiyyah, yakni generasi Muslim yang memiliki keimanan kokoh, daya pikir kritis, kesadaran sejarah, serta komitmen terhadap peradaban Islam Kata Kunci: Literasi Baitul Maqdis. Kesadaran Keagamaan. Pendidikan Islam Kontemporer. This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4. 0 CC-BY International license PENDAHULUAN Pendidikan Islam di era kontemporer saat ini telah menghadapi berbagai tantangan yang sangat kompleks akibat dari pengaruh globalisasi, kemajuan teknologi dan pluralitas sosial yang jauh dari pendidikan Islam. Kurikulum pendidikan saat ini seringkali hanya menekankan pada aspek praktik ritual dan pengetahuan secara tekstual semata, namun kurang memberikan perhatian pada dimensi pemikiran kritis seperti literasi dan kesadaran sejarah, kedalaman spiritual, serta konteks geopolitik Islam secara global. Akibatnya generasi muda seringkali hanya dapat memperoleh pengetahuan agama namun tidak dapat memahami relevansinya terhadap peradaban Islam yang lebih luas serta tantangan yang dihadapi umat Muslin secara global. Baitul maqdis memiliki posisi yang sangat unik dan urgent sebagai simbol spiritual, historis bagi umat Islam saat ini. Selain dari statusnya yang suci. Baitul maqdis juga menjadi representasi dari kelangsungan peradaban, perjuangan dan ketahanan umat Islam, serta sebagai pusat refleksi dari moral dan spiritual. Integrasi nilai-nilai Baitul maqdis dalam pendidikan Islam sendiri bisa menjadi peluang untuk membangun pemahaman Islam secara Holistik, yang bisa menghubungkan konsep ketauhidan, iman, sejarah, etika, dan kesadaran umat Islam global. Dalam konteks pendidikan Islam kontemporer saat ini literasi Baitul Maqdis seharusnya dapat berfungsi sebagai media pembinaan kesadaran umat. Melalui pemahaman terhadap sejarah, nilai perjuangan. Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. serta spiritual yang melekat pada Baitul Maqdis, generasi muda bisa diarahkan untuk melihat Islam tidak hanya sebagai simbol semata namun juga sebuah sistem kehidupan yang utuh . yumuliyyah al-Isla. Hal ini menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting dalam pendidikan Islam kontemporer saat ini untuk meningkatkan pemahaman umat melalui literasi terhadap Baitul Maqdis. Tidak hanya memperkaya pengetahuan generasi tentang sejarah dan teologi Islam saja, namun juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, empati dan tanggung jawab sosial. Maka, dengan menanamkan nilai-nilai dan narasi tentang Baitul Maqdis ke dalam pendidikan Islam, diharapkan dapat membentuk generasi Muslim yang memiliki landasan spiritual yang kuat, pemahaman historis yang mendalam, serta kesadaran global yang siap menghadapi segala tantangan dan peluang zaman saat ini dengan menjunjung tinggi nilai dan prinsip-prinsip persatuan umat Islam yang Karena pendidikan Islam tidak hanya netral secara nilai saja, namun harus sarat dengan misi moral kemanusiaan dan spiritual. Artikel ini berupaya untuk mengakaji secara konseptual peran literasi Baitul Maqdis dalam membina kesadaran keagamaan umat di era pendidikan Islam kontemporer saat ini, serta menawarkan paradigma integratif yang dapat dijadikan landasan pembaruan dalam sistem pendidikan Islam. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan kajian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis yang berfokus pada penelusuran kajian konseptual dan literatur ilmiah terkait Baitul Maqdis dan pembinaan kesadaran keagamaan dalam pendidikan Islam kontemporer. Data diperoleh melalui kajian kepustakaan . ibrary researc. dengan menelaah berbagai sumber tentang Baitul Maqdis, literatur pendidikan Islam kontemporer, artikel jurnal, serta kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan tematik . hematic analysi. , mengelompokkan dan menafsirkan gagasan pokok terkait literasi Baitul Maqdis, kesadaran keagaman, serta relevansinya dengan sistem pendidikan Islam masa kini. HASIL DAN PEMBAHASAN Literasi Baitul Maqdis Sebagai Paradigma Pendidikan Tauhid Literasi merupakan kemampuan seseorang menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah serta memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca dan menulis (Oktariani & Evri Ekadiansyah, 2. Literasi tidak hanya kemampuan dalam menggunakan informasi untuk mengembangkan pengetahuan saja, namun juga dapat mendatangkan manfaat bagi umat manusia. Kemampuan literasi bagi umat Islam menjadi hal yang sangat penting untuk memahami realita serta permasalahan umat saat ini, khususnya literasi Baitul Maqdis sebagai paradigma pendidikan Tauhid. Dalam proses literasi, apapun ilmu yang dipelajari umat Islam harus berbasis Tauhid (Agung Danarto, 2. Melalui literasi sejarah dapat meningkatkan daya berpikir kritis, yang bisa menjadi upaya dan usaha yang dapat dilakukan secara aktif, sistematis, serta mempertimbangkan berbagai sudut pandang untuk mengerti dan mengevaluasi permasalahan umat dan Baitul Maqdis saat ini. Tauhid dalam pendidikan Islam merupakan inti dari konsep ajaran dan merupakan tujuan dari kehidupan setiap muslim. Ketauhidan juga merupakan esensi utama pengamalan dalam Islam, yaitu sebuah pengakuan dan keyakinan akan kemahaesaan Allah Swt. Ketika seseorang mendeklarasikan keyakinannya kepada Allah Swt yakni . ailaha illa Alla. , (Mastuki HS & Lathifatul Hasanah, 2. Maka seluruh aktivitas kehidupannya tetap dalam frame tauhid. Pada tatanan kurikulum pendidikan sendiri, nilai-nilai tauhid menjadi AuruhAy untuk merumuskan prinsip-prinsip dasar yang hendak dibangun oleh pendidikan Islam. Literasi berbasis Tauhid harus menjadi motivasi bagi para akademisi di berbagai tingkat pendidikan, terlebih pada perguruan Ilmu apapun boleh dipelajari dengan melandaskan semua karena dan untuk agama Allah Swt, terlebih di saat kondisi Islam sedang tidak menjadi pemimpin peradaban hari ini. Usaha-usaha pembebasan Baitul Maqdis telah ada sejak zaman Rasulullah Saw, hingga generasi Namun kini penjajahan tersebut terulang kembali oleh kaum Yahudi-Eropa, dengan sikap yang tidak jauh berbeda seperti dimasa penyerangan pasukan Salib terhadap umat lainnya dahulu. Baitul Maqdis menjadi elemen penting dari aqidah umat Muslim yang pasti melibatkan kewajiban untuk menegakkan Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. kesucian dan prinsip-prinsip mendalam ketauhidan (Fadhilah Maulida Fajri. Siti Rokhani & Murdianto, 2. Baitul Maqdis dianugerahi sebagai wilayah suci dan diberkahi hingga akhir zaman kelak, maka sejatinya ia menjadi wilayah yang darurat dan harus menjadi pusat perhatian seluruh umat Muslim hari ini. Karena kondisinya yang terjajah dan menjadi wilayah yang diperebutkan oleh Yahudi-Israel hari ini. Baitul Maqdis terletak di pertengahan wilayah Palestina dan menjadi bagian dari tanah bumi Syam yang disifati oleh Allah dengan keberkahannya, hal ini menunjukkan betapa pentingnya kedudukan Baitul Maqdis bagi umat. Keberkahannya disebutkan sebanyak empat kali di dalam Al-QurAoan. Banyak ayat dalam Al-QurAoan yang menyinggung terkait keberkahan Baitul Maqdis secara eksplisit seperti dengan kata al-Masjid al-Aqsha dalam surah al-IsraAo ayat 1, kemudian kata al-Ardh al-Muqaddasah . aerah yang suc. dalam al-Maidah ayat 21, lalu kata al-Ardh allati barakna . aerah yang kami berkah. , (Akhmad Sultoni, 2. Melalui pelajaran sejarah dan tafsir terkait Baitul Maqdis seperti ziarah virtual atau kajian budaya Islam Timur Tengah. Ayatayat Al-QurAoan yang membahas terkait keberkahan Baitul Maqdis diantaranya yakni: Surah Al-AAoraf ayat 137: AuDan Kami wariskan kepada kaum yang telah ditindas itu negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang indah untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat FirAoaun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun. Ay Surah Al-IsraAo ayat 1: AuMaha Suci (Alla. yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda . Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Ay Surah Al-Anbiya ayat 71: AuDan Kami selamatkan dia (Ibrahi. dan Luth ke suatu negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam. Ay Surah Al-Anbiya ayat 81: AuDan . elah Kami tundukka. untuk Sulaiman angin yang sangat kencang yang berembus menurut perintahnya menuju negeri yang telah Kami berkahi. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. Ay Surah Saba ayat 18: AuDan di sisi-Nya terdapat kunci-kunci semua yang ghaib. tiada yang mengetahuinya kecuali Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak sebutir biji pun di kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau kering melainkan semuanya tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz. Ay Ayat ini menunjukkan keteraturan serta keberkahan yang ada di alam semesta ini, dimana segalanya berada dalam pengawasan dan kehendak Allah Swt, begitupun halnya dengan tanah yang diberkahi . l-ars al-mubAraka. seperti Baitul Maqdis. Keberkahan merupakan anugerah atau pemberiah ilahi yang diberikan kepada manusia, waktu, tempat, teks, tumbuhan, atau makhluk lainnya, maka AuberkahAy dapat didefinisikan sebagai pertumbuhan, peningkatan, stabilitas, keberlanjutan, dan keberlangsungan. Walau tidak terlihat, namun manifestasinya dapat diamati dan Begitulah wujud berkah dari Baitul Maqdis hingga saat ini. Baitul Maqdis merupakan tanah dimana banyak para Nabi dilahirkan. Tempat peradaban tauhid dan dakwah disebarkan. Melalui literasi serta edukasi tentang Baitul Maqdis, para pendidik bisa menanamkan benihbenih perjuangan, optimisme, serta ketulusan untuk membela agama Allah Swt. Karena Baitul Maqdis tidak hanya sebagai romantisme Sejarah yang cukup untuk diketahui saja, namun juga perlu dipelajari secara mendalam sebagai suatu Ilmu yang penting untuk dikupas secara tuntas. Mengingat betapa tanah suci tersebut masih dalam kondisi terjajah hingga saat ini dan kuasai oleh kafir Zionis Israel atas klaim tanah terjanjikan Maka melalui tangan-tangan para pembelajar dan pendidik Islam saat ini diharapkan bisa memberikan solusi serta semangat perjuangan kemanusiaan serta keimanan untuk membebaskan Baitul Maqdis dari tangan kaum kafir zionis saat ini. Karena urgensi pembebasan Baitul Maqdis saat ini tidak hanya darurat pembebasan secara fisik saja, namun juga pembebasan pada pemikiran serta ilmu pendidikan umat atas pengaruh-pengaruh ideologi zionisme. Pembinaan Kesadaran Keagamaan Melalui Literasi Historis dan Spiritual Pembinaan kesadaran keagamaan terhadap Baitul Maqdis perlu dimulai dari pemahaman terhadap sejarah serta nilai-nilai spiritual tanah suci Baitul Maqdis. Pembinaan kesadaran ini dapat dipelajari melalui Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. konsep-konsep pemahaman seperti yang diusulkan oleh Prof. Abd Al-fattah El-Awaisi, beliau mengenalkan proyek studi tentang Baitul Maqdis melalui teori dan model Baitul Maqdis untuk masa depan kepada kaum intelek, ilmuan, pemikir dan para pelajar Internasional, sejarah, geografi, ilmu politik dan aktivis. Beliau meletakkan fondasi ilmiah akademik dan intelektual dari berbagai teori dan model-model ini pada bidang studi akademik baik Dunia Arab dan Islam (Abd. Fattah, 2. Konsep literasi Baitul Maqdis seperti itu tentu dapat menjadi sebuah acuan dan agenda terstruktur yang dapat membangun kesadaran kepada umat Islam secara global, karena tidak hanya berfokus pada negara Arab saja namun juga upaya pada negara-negara Islam di seluruh dunia, salah satunya Indonesia. Untuk menyadarkan fokus kita terhadap pembebasan Baitul Maqdis dari kaum kafir zionisme-Israel, melalui berbagai kajian literasi tidak hanya melalui sejarah saja, namun juga melalui kajian literasi Ilmiah. Potensi pengembangan pemahaman literasi secara historis dimulai melalui ruang-ruang ajar, khususnya untuk pendidikan Islam yang bisa disampaikan oleh pendidik Indonesia saat ini kepada para generasi Muslim. Literasi sejarah merupakan alat yang penting untuk mengembangkan keterampilan berpikir, dengan memperkuat literasi sejarah, hal ini tentu dapat berdampak dalam meningkatkan cara berpikir . istorical thinkin. , (Haris Firmansyah. Astrini Eka Putri, dan Luqmanul Hakim, 2. Mengingat studi sejarah sendiri mencakup banyak aspek kehidupan manusia, yakni ekonomi, politik, masyarakat, dan agama. Maka dengan studi literasi sejarah, hal ini dapat bertujuan untuk mengembangkan dan membimbing peserta didik agar memiliki perspektif visioner dengan menekankan pada kemampuan berpikir sejarah. Baitul maqdis telah menjadi amanah besar dari langit yang menanti kebangkitan jiwa umat Islam. Jika dimaknai dan dipelajari lebih dalam, tanah suci Baitul maqdis sendiri tidak hanya sekedar titik di peta sejarah peradaban semata, tetapi ia juga merupakan simpul ruhani yang mengikat seluruh hati yang beriman (Kukuh Jantung Negara, 2. Maka pentingnya menyampaikan kesadaran ilmiah sejarah dan makna spiritual Baitul maqdis ini di ruang-ruang pendidikan dan mimbar-mimbar dakwah saat ini. Karena pembebesadan sejati tanah suci tersebut hanya berada di tangan umat Islam. Integrasi Literasi Baitul Maqdis dalam Pendidikan Islam Kontemporer Pendidikan Islam Kontemporer merupakan pendidikan Islam yang dilaksanakan secara terencana dan sistematis untuk mengembangkan potensi peserta didik berdasarkan pada kaidah, ajaran, serta nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Al-QurAoan dan As-Sunah (Yati dan Ramadhan, 2. Dengan begitu pembelajaran serta pengetahuan yang berkaitan dengan kondisi dan problem kemanusiaan yang terjadi di Baitul Maqdis saat ini perlu menjadi fokus bagi umat Muslim Indonesia. Karena pembebasasan kemanusiaan dan akidah tidak semata-mata hanya berlandaskan pada rasa kemanusiaan saja, namun perlu diimbangi dengan pemahaman, ilmu dan iman . yang sama. Seiring berkembangnya zaman, umat Muslim dunia perlu bangkit dari kesesatan pemahaman tentang Baitul Maqdis, karena penjajahan kaum kafir Zionisme-Israel tidak hanya berbentuk fisik, namun juga agendaagenda besar mereka yakni ideologi dan opini-opini yang menyesatkan sebagian umat Islam saat ini. Maka dari itu perlunya kita menggali ilmu dengan benar, sehingga kita bisa memahami dan memisahkan antara ideologi zionisme dengan pemahaman Islam yang benar. Tantangan pendidikan Islam kontemporer saat ini adalah dimana sistem pendidikan Islam seharusnya mampu menjadi pusat pembaharuan pemikiran Islam yang benar-benar mampu merespon tantangan zaman tanpa mengabaikan aspek dogmatis yang wajib diikuti. Tidak hanya mampu untuk menumbuhkan kepribadian generasi yang beriman dan bertakwa secara individual, namun juga bisa bernalar secara ilmiah. Pendidikan Islam yang ideal adalah membina potensi spiritual, emosional dan intelegensi secara optimal (Wal Adi Yati dan Muhammad Rizky Ramadhan, 2. Karena upaya pendidikan Islam pada dasarnya merupakan upaya mewujudkan spirit Islam serta merealisasikan semangat hidup perjuangan baik secara sosial dan kemanusiaan yang dilandasi dan dijiwai oleh nilai-nilai Islam. Dengan begitu upaya integrasi pemahaman tentang Baitul Maqdis ini tidak hanya dilandasi atas rasa empati semata, namun perlu adanya penyampaian terkait sejarah, hikmah, dan batas-batas geografis tanah suci Baitul Maqdis, sehingga membentuk spirit perjuangan dan persatuan umat dalam pemuda dan generasi Muslim saat ini. Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. Hal ini sangat memungkinkan dapat direalisasikan melalui desain, tujuan, pendekatan, serta strategi belajar pendidikan Islam kontemporer yang bermacam-macam saat ini. Media dan teknologi menjadi sarana yang membantu menampilkan data dan fakta. Integrasi literasi Baitul Maqdis ke dalam Pendidikan Islam Kontemporer saat ini dapat dilakukan dengan beberapa strategi yaitu: Integrasi Kurikulum, yakni dengan memasukkan tema-tema tentang Baitul Maqdis ke dalam materi ajar Pendidikan Agama Islam, sejarah peradaban Islam, atau pendidikan karakter Islam. Literasi Kontekstual, yakni dengan mengaitkan pembelajaran Al-QurAoan, hadits, dan sejarah dengan realitas perjuangan umat di Palestina dan dunia Islam. Projek Keagamaan dan Sosial, dengan mengajarkan dan mengembangkan kegiatan literasi berbasis aksi, seperti kampanye solidaritas kemanusiaan baik melalui media sosial dan jalan. Melalui seminar sejarah Islam serta pembelajaran lintas disiplin berbasis nilai keumatan. Melalui beberapa pendekatan ini, literasi Baitul Maqdis dapat menjadi sarana pendidikan kesadaran umat Islam, dimana hal ini tidak hanya sekedar menjadi pengetahuan secara geografis atau sejarah semata, namun juga menjadi orientasi atau tujuan perubahan peradaban umat Islam pada pembentukan daya pikir kritis dalam menyikapi segala isu-isu sosial dan global. Menurut pendapat cendikiawan Muslim abad ini. Prof. Abd Fattah El-awaisi membuat serangkaian strategi pengetahuan keilmuan dan fokus permasalahan yang seharusnya umat Muslim ketahui saat ini, yakni tentang pemahaman dan kesadaran tentang sejumlah persamaan penting dalam pembebasan Baitul Maqdis ini, dimana perubahan besar umat Islam secara global akan benar-benar terjadi ketika semua mata benar-benar fokus melihat Baitul Maqdis sebagai tanah suci yang benar-benar perlu dibebaskan dari penjajahan. Misi besar di masa depan ini memerlukan pemahaman dan kesadaran diantaranya sebagai berikut: Memahami Ikatan Rohani Baitul Maqdis Memahami Hikmah-Hikmah dari Dinamika Sejarah Memahami Realitas Geopolitik dan Hubungan Strategis Organik antara Mesir dan Syam Memahami Fakta Lokasi Strategis yang Menguasai Negara-Negara Pusat (Mesir. Syam. Irak, dan Turk. Memahami Model Kognitif Salahuddin Al-Ayyubi dalam Membebaskan Baitul Maqdis dari Penjajahan Salabis Memahami Kebutuhan Mendesak Terkait Peninjauan Ulang dan Adopsi Sejumlah Kebijakan Penting Secara ringkas beliau menyampaikan misi pembebasan ini perlu mencontoh Rasulullah Saw dalam melakukan persiapan ilmu pengetahuan, karena pengetahuan memimpin perubahan dan pembebasan (Sahabat Al-Aqsha, 2. Maka dari itu pentingnya memahami literasi Baitul Maqdis sebagai kesadaran keimanan pemuda dan generasi Indonesia saat ini serta menanamkan kesadaran sosial secara global untuk mewujudkan peradaban Islam kelak. Implikasi terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Integrasi literasi Baitul Maqdis memiliki implikasi yang luas terhadap tujuan dan arah pendidikan Islam masa kini, mengingat jika pendidikan Islam sendiri berorientasi pada pembentukan kesadaran keagamaan secara Penguatan identitas keumatan dan spiritual global, serta pembentukan generasi berkesadaran maqdisiyyah sangatlah penting untuk disampaikan. Menciptakan persiapan kekuatan melalui soft power yang meliputi ilmu dan pengentahuan dengan fondasi yang dibangun dengan kokoh dan kuat melalui membaca, memahami, berpikir, dan menulis (Abd Al-Fattah, 2. Mengingat bahwa tantangan Pendidikan Islam tidak hanya membentuk insan yang patuh dan sekedar menjalankan ibadah individual semata, namun juga harus mempersiapkan manusia sebagai khalifah fi al-ardh (Fadhilah Maulida Fajri. Siti Rokhani & Murdianto, 2. Dimana pendidikan Islam mampu mengantarkan manusia pada kehidupan yang seimbang antara dunia dan Pada konteks pendidikan kontemporer saat ini, esensi keberkahan Baitul Maqdis perlu ditafsirkan secara holistik dan sebagai bagian penting bagi kebangkitan kesadaran global, serta perlawanan terhadap penjajahan, ketabahan spiritual rakyat Palestina, hingga perannya sebagai tanah ribath dan jihad (Fadhilah Maulida Fajri. Siti Rokhani & Murdianto, 2. Maka dari itu keberkahan Baitul Maqdis dalam dunia pendidikan saat ini seharusnya tidak hanya dipahami sebagai nilai spiritual dan dilema sejarah semata, namun juga sebagai fondasi Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. kesadaran kritis bahwa kemuliaan sebuah wilayah suci yang menuntut pembelaan terhadap kemanusiaan, penolakan terhadap penjajahan dalam bentuk apapun. Sesuai dengan prinsip universalitasnya pendidikan Islam untuk memenuhi amanat yakni Rahmatan Lil Alamin, dan dinamika pendidikan Islam pada hakikatnya linear (Indah Wigati, 2. Pendidikan yang memasukkan perspektif ini maka akan melahirkan generasi yang tidak hanya sekedar sebagai penghafal sejarah kosong, namun juga cerdas secara spiritual, kritis sosial, dan peduli kemanusiaan. KESIMPULAN Literasi Baitul Maqdis berperan penting dalam membina kesadaran keagamaan umat Islam di era pendidikan kontemporer. Selain memperkuat pemahaman sejarah dan isu Palestina, literasi ini juga menumbuhkan kesadaran teologis, spiritual, serta nilai-nilai peradaban Islam seperti tauhid, ukhuwah, dan keadilan sosial. Integrasinya dalam pendidikan Islam dapat melahirkan generasi berkesadaran maqdisiyyah muslim yang beriman, kokoh, berpikir kritis, sadar sejarah, dan berkomitmen pada peradaban Islam global. Pendidikan berbasis literasi Baitul Maqdis menjadi fondasi penguatan identitas keagamaan dan karakter peserta Maka dengan pendekatan ini, generasi muda diharapkan siap untuk menghadapi tantangan kontemporer saat ini secara holistik, intelektual, dan spiritual yang kuat. DAFTAR PUSTAKA