Konferensi Nasional dan Call For Paper Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNWAHAS x Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama AuDigital Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan 2023Ay Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 Universitas Wahid Hasyim Semarang. Jl Menoreh Utara X No. 22 Sampangan. Semarang. Indonesia, waymas964@gmail. 2 Universitas Wahid Hasyim Semarang. Jl Menoreh Utara X No. 22 Sampangan. Semarang. Indonesia, sariuyun128@gmail. 3 Universitas Wahid Hasyim Semarang. Jl Menoreh Utara X No. 22 Sampangan. Semarang. Indonesia, 20101011079@student. 4 Universitas Wahid Hasyim Semarang. Jl Menoreh Utara X No. 22 Sampangan. Semarang. Indonesia, maskudi@unwahas. 5 Universitas Wahid Hasyim Semarang. Jl Menoreh Utara X No. 22 Sampangan. Semarang. Indonesia, rara@unwahas. ABSTRAK Dalam sebuah perusahaan harus mengoptimalkan dalam hal pengelolaan sumber daya manusia yang baik. Pengelolaan sumber daya manusia sangat penting karena merupakan tugas utama sebuah bisnis agar nantinya sumber daya manusia yang ada dapat mendukung tujuan Agar SDM perusahaan dapat andil dalam mewujudkan tujuan memperhatikan seluruh kebutuhan karyawan dengan baik dan juga harus dapat membuat karyawan merasa puas dengan pekerjaan yang dilakukan Adapun faktor yang mempengaruhi kepuasan dalam bekerja adalah Motivasi kerja dan Disiplin Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh secara parsial terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Se-Kabupaten Grobogan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif . Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai PT Se-Kabupaten Grobogan. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling berjumlah 100 Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuisioner dengan Analisis Regresi Linier Berganda,dengan bantuan software SPSS 26 for windows. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji T menunjukkan adanya pengaruh secara parsial antara Pengaruh Displin Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Se-Kabupaten Grobogan Kata kunci : Disiplin Kerja. Motivasi Kerja. Kepuasan Kerja Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 PENGANTAR Latar Belakang Setiap perusahaan dituntut untuk bisa optimal dalam hal mengelola sumber daya manusia dengan baik. Pengelolan Sumber daya manusia sangatlah penting dilakukan karena merupakan kewajiban utama pada suatu perusahaan agar nantinya sumber daya manusia yang ada bisa mendukung tujuan dari perusahaan tersebut. Agar SDM perusahaan dapat andil dalam mewujudkan tujuan perusahaan maka perusahaan memiliki kewajiban untuk memperhatikan seluruh kebutuhan karyawan dengan baik dam juga harus dapat membuat karyawan merasa puas dengan pekerjaan yang Dengan karyawan yang merasa puas akan pekerjaannya akan berakibat kepada peningkatan produktivitas kinerja mereka. Juga dengan puasanya karyawan hal ini menyebabkan karyawan nantinya tidak mudah mencari pekerjaan di perusahaan yang lain. Perusahaan perlu memperhatikkan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Perusahaan juga memiliki peran mengelola karyawan agar bisa menaati peraturan yang ada diperusahaan sehingga kerja dari karyawan ini bisa dilakukan secara disiplin, efektif dan efisien. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan salah satunya Disiplin Kerja. Disiplin kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan dalam bekerja, karena bagi perusahaan kedisiplinan karyawan akan peraturan yang sudah dibuat menjadi prioritas utama, karena nantinya karyawan bisa mengikuti instruksi atau perintah yang ada diperusahaan dengan baik dan terarah. Disiplin Kerja adalah suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh karyawan dan menyebabkan karyawan dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan, peraturan, dan nilai-nilai yang tinggi dari pekerjaan dan perilaku. Tujuan Disiplin Kerja berpengaruh besar terhadap karyawan guna menaati peraturan yang ditetapkan perusahaan, karyawan juga bisa efektif dan efisien terhadap waktu. hasil yang baik juga terhadap perusahaan untuk menerapkan disiplin kerja terhadap karyawan. Selain Disiplin Kerja, ada faktor lain yang mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai salah satunya adalah Motivasi Kerja. Perusahaan harus bisa meningkatkan motivasi kerja karyawanya dengan cara meningkatkan pelayanan, sarana dan prasarana, ataupun bisa dengan memberi penghargaan terhadap karyawan yang bekerja dengan Hal tersebut perlu dilakukan karena jika karyawan memiliki motivasi kerja yang tinggi dapat menyebabkan kepuasan kerja mereka meningkat dan nantinya dapat berpengaruh baik terhadap kinerja karyawan dalam berbagai hal. Motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, itulah yang menjadi dasar peneliti melakukan penelitian yang berjudul : Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Se Kabupaten Grobogan. Peneliti ingin melihat bagaimana Pengaruh Displin Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Se-Kabupaten Grobogan. Rumusan Masalah Apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap kepuasaan kerja karyawan PT. Se Kabupaten Grobogan Apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Kabupaten Grobogan Apakah disiplin kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Se Kabupaten Grobogan Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 Tujuan Penelitian Untuk mengetahui dan menganalisa Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kepuasaan Kerja PT. Se Kabupaten Grobogan Untuk mengetahui dan menganalisa Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kepuasaan Kerja PT. Se Kabupaten Grobogan Untuk mengetahui dan menganalisa Pengaruh Disiplin Kerja Dan Motivasi Kerja terhadap kepuasaan kerja PT. Se Kabupaten Grobogan TINJAUAN LITERATUR Disiplin Kerja 1 Definisi Disiplin Kerja Menurut Singodimedjo dalam (Tanjung,n. ) bahwa Audisiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati segala norma peraturan yang berlaku disekitarnya. AyMenurut Hasibuan dalam (Tanjung, n. ) . mengatakan kedisiplinan adalah: Aukesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan dan norma-norma social yang berlaku. AyKeiht Davis dalam (Tanjung, n. mengatakan Audisiplin kerja diartikan sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman organisasi. Menurut (Mangkunegara, 2. dalam (Siti W, 2. bahwa disiplin kerja didefinisikan sebagai pelaksanaan manajemen yang bertujuan untuk memperteguh pedoman pedoman organisasi. Menurut (Rivai, 2. dalam (Arisanti et al. , 2. disiplin kerja merupakan suatu hal dipergunakan manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan supaya mereka bersedia mengubah perilaku dan untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang dalam memenuhi segala peraturan perusahaan. Menurut Moenir dalam (Pramudhita, 2. bahwa disiplin kerja pada dasarnya selalu diharapkan menjadi ciri setiap SDM dalam organisasi, karena dengan kedisiplinan organisasi akan berjalan dengan baik dan bisa mencapai tujuannya dengan baik Menurut Mathis dan Jackson dalam (Pramudhita, 2. berpendapat bahwa AuDisiplin yang efektif lebih diarahkan pada perilaku daripada personal karyawan karena alasan dari disiplin adalah untuk meningkatkan kinerjaAy sehingga disiplin kerja mempengaruhi besar kecilnya hasil kerja yang dimiliki karyawan. Menurut Alex S. Nitisemito . dalam (Roni F, n. ) mengatakan Disiplin kerja yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seorang karyawan terhadap pekerjaan yang diberikan kepadanya. Menurut Sjafri dan Aida . dalam (Roni F, n. bahwa Audisiplin kerja adalah sifat karyawan yang secara sadar mematuhi norma dan peraturan organisasi tertentu dalam bekerjaAy. Berdasarkan penjelasan diatas bisa disimpulkan disiplin kerja sifat karyawan yang secara sadar mematuhi norma dan peraturan organisasi tertentu dalam bekerjaAy. 2 Indikator X1 Disiplin Kerja Menurut (Hasibuan 2. indikator-indikator disiplin kerja sebagai berikut: Tujuan dan Kemampuan Teladan Pimpinan Balas Jasa Keadilan Waskat (Pengawasan Meleka. Sanksi Hukuman Ketegasan Hubungan Kemanusiaan. Menurut (Nurmaidah, 2018:. Indikator-indikator disiplin kerja yaitu sebagai Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 Peraturan jam masuk, pulang dan jam istirahat. Peraturan dasar tentang berpakaian, dan tingkah laku dalam pekerjaan. Peraturan cara-cara melakukan pekerjaan dan berhubungan dengan unit kerja lain. Peraturan tentang apa boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh para karyawan selama dalam organisasi dan sebagainya. Menurut (Soejono, 1997 : . Indikator- indikator disiplin kerja yaitu sebagai berikut : Ketepatan waktu Para pegawai datang ke kantor tepat waktu, tertib dan teratur, dengan begitu dapat dikatakan disiplin kerja baik. Menggunakan peralatan kantor dengan baik. Sikap hati- hati dalam menggunakan peralatan kantor, dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki disiplin kerja yang baik, sehinga peralatan kantor dapat terhindar dari kerusakan. Tanggungjawab yang tinggi Pegawai yang senantiasa menyelesaikan tugas yang di bebankan kepadanya sesuai dengan prosedur dan bertanggungjawab atas hasil kerja, dapat pula dikatakan memiliki disiplin kerja yang baik. Ketaatan terhadap aturan kantor. Pegawai memakai seragam kantor, menggunakan kartu tanda pengenal / identitas, membuat ijin bila tidak masuk kantor, juga merupakan cerminan dari disiplin yang Dalam penelitian ini peneliti memilih indikator Menurut (Soejono, 1997 : . indikator dari disiplin kerja yaitu: Ketepatan waktu. Para pegawai datang ke kantor tepat waktu, tertib dan teratur, dengan begitu dapat dikatakan disiplin kerja baik. Menggunakan peralatan kantor dengan baik. Sikap hati- hati dalam menggunakan peralatan kantor, dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki disiplin kerja yang baik, sehinga peralatan kantor dapat terhindar dari kerusakan. Tanggungjawab yang tinggi. Pegawai yang senantiasa menyelesaikan tugas yang di bebankan kepadanya sesuai dengan prosedur dan bertanggungjawab atas hasil kerja, dapat pula dikatakan memiliki disiplin kerja yang baik. Ketaatan terhadap aturan kantor. Pegawai memakai seragam kantor, menggunakan kartu tanda pengenal /identitas, membuat ijin bila tidak masuk kantor, juga merupakan cerminan dari disiplin yang Motivasi Kerja 1 Definisi Motivasi Kerja Menurut Robbins . dalam (Wahjono, n. ) menjelaskan bahwa motivasi merupakan kesediaan dengan usaha yang kuat untuk kearah tujuan organisasi, berupa koordinasi oleh kemampuannya agar dapat tercapainya kebutuhan individu. Menurut Handoko . dalam (Wahjono, n. ) mengemukakan motivasi adalah suatu kekuatan atau faktor internal manusia yang bisa menimbulkan, menggerakkan dan mengorganisasikan tingkah lakunya. Menurut George & Jones . dalam (Wahjono, )menjelaskan bahwa motivasi kerja ialah dorongan psikologis terhadap seseorang. Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 agar bisa melangsungkan arah dari perilaku . irection of behavio. dari seorang di dalam organisasi, tingkat upaya . evel of effor. , serta kemampuan yang gigih atau kekuatan untuk memecahkan masalah dan halangan . evel of persistenc. Menurut Hafidzi dkk . dalam (Rizky, 2. menyatakan bahwa motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mampu bekerjasama, bekerja efektif, dan terintegritas dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Motivasi adalah suatu yang pokok yang menjadikan dorongan bagi seseorang untuk bekerja. Menurut Sedarmayanti . dalam (Rizky, 2. motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau tidak yang pada hakikatnya ada secara internal dan eksternal positif atau negatif, motivasi kerja adalah suatu yang menimbulkan dorongan/semangat kerja/pendorong semangat Menurut Rivai . dalam (Rizky, 2. Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai - nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Herzberg dalam (Safitri, 2. Menurut Adella Hotdya Siregar . dalam (Faslah R, n. ) AuMotivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan keinginan bagi seseorang atau pekerja, baik yang berasal dalam dirinya maupun yang berasal dari luar untuk melaksanakan pekerjaan atau kegiatan dengan rasa tanggung jawab guna mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan menurut (Notoatmodjo, 2009:. dalam (Arisanti et al. , 2. Motivasi kerja adalah suatu alasan seseorang untuk bertindak dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurut Wursanto dalam (Arisanti et al. , 2. menyatakan bahwa motivasi adalah dorongan, keinginan dan kekuatan penggerak yang berasal dari diri manusia untuk melakukan sesuatu. Menurut Sondang P. Siagian dalam (Yoesana, 2. sebagaimana menyatakan bahwa motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk menggerakkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Menurut (Melayu,2001:. dalam (Yoesana, 2. bahwa Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan agar mau bekerjasama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. Dalam Penelitian ini merujuk pada teori tentang disiplin kerja menurut Menurut Hafidzi dkk . dalam (Rizky, 2. menyatakan bahwa motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mampu bekerjasama, bekerja efektif, dan terintegritas dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Motivasi adalah suatu yang pokok yang menjadikan dorongan bagi seseorang untuk bekerja. 2 Indikator X2 Motivasi Kerja Indikator yang digunakan untuk pengukuran motivasi kerja adalah teori motivasi yang sangat terkenal yaitu hierarki teori kebutuhan . ierarchical of needs thr. yang dikemukakan oleh Abraham Maslow dalam (Robbins, 2008:. bahwa pada setiap diri manusia itu terdiri atas lima kebutuhan, yaitu: Kebutuhan Fisiologis (Physiological-nee. Kebutuhan Rasa Aman (Safety Need. Kebutuhan Sosial (Social Need. Kebutuhan Penghargaan (Esteem or Status Need. Kebutuhan Aktualisasi Diri . elf-actualization nee. Menurut Douglas & Morris dalam Gabriela Rusua, dkk . , berpendapat bahwa indikator-indikator dari motivasi kerja ada empat yaitu Perlu Untuk Pendapatan. Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 Perlu Untuk Relaksasi. Perlu Untuk Keuntungan. Dan Dorongan Untuk Bekerja. Menurut Afandi . menyebutkan beberapa indikator dari motivasi yaitu sebagai Balas jasa Segala sesuatu yang berbentuk barang, jasa, dan uang yang merupakan kompensasi yang diterima pegawai karena jasanya yang dilibatkan pada organisasi. Kondisi kerja Kondisi atau keadaan lingkungan kerja dari suatu perusahaan yang menjadi tempat bekerja dari para pegawai yang bekerja didalam lingkungan terebut. Kondisi kerja yang baik yaitu nyaman dan mendukung pekerja untuk dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik Fasilitas kerja Segala sesuatu yang terdapat dalam organisasi yang ditempati dan dinikmati oleh pegawai, baik dalam hubungan langsung dengan pekerjaan maupun untuk kelancaran pekerjaan. Prestasi kerja Hasil yang dicapai atau yang diinginkan oleh semua orang dalam bekerja. Untuk tiaptiap orang tidaklah sama ukurannya karena manusia itu satu sama lain berbeda. Pengakuan dari atasan Pernyataan yang diberikan dari atasan apakah pegawainya sudah menerapkan akan motivasi yang telah diberikan atau tidak. Pekerjaan itu sendiri Pegawai yang mengerjakan pekerjaan dengan sendiri apakah pekerjaannya bisa menjadi motivasi buat pegawai lainnya Dalam penelitian ini peneliti memilih indikator motivasi kerja indikator yang digunakan untuk pengukuran motivasi kerja adalah teori motivasi yang sangat terkenal yaitu hierarki teori kebutuhan . ierarchical of needs thr. yang dikemukakan oleh Abraham Maslow dalam (Robbins, 2008:. bahwa pada setiap diri manusia itu terdiri atas lima kebutuhan, yaitu: Kebutuhan Fisiologis (Physiological-nee. Kebutuhan Rasa Aman (Safety Need. Kebutuhan Sosial (Social Need. Kebutuhan Penghargaan(Esteem or Status Need. Kebutuhan Aktualisasi Diri . elf-actualization nee. Kepuasan Kerja 1 Definisi Kepuasan Kerja (Maryoto, 2. dalam (Silalahi, 2. Kinerja adalah hasil yang diharapkan setelah melakukan suatu usaha tertentu. Kinerja juga dapat diartikan sebagai hasil kerja selama periode tertentu dengan skala usaha yang diberikan baik dari segi target, waktu, tenaga yang telah disepakati sebelumnya. Kinerja juga sesuatu yang dapat diukur yang biasanya dapat dijadikan penilaian atas diri seseorang yang mencerminkan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan selama periode tertentu. Semakin tinggi kualitas dan kuantitas hasil kerja seseorang makan semakin tinggi kinerjanya, (Fauzi. , & Nugroho. H, 2. dalam (Silalahi, 2. Kepuasan kerja Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 seorang dengan yang memang dapat berbeda-berbeda karena sifatnya ialah ekspektasi pribadi untuk mencapai sesuatu didalam pekerjaannya dapat berupa gengsi, pangkat, status, gaji, dan lainnya. Kepuasan kerja ialah ekspresi atau sikap seseorang yang menggambarkan sisi emosionalnya dalam menikmati dan menyenangi pekerjaannya, (Hasibuan, 2. dalam (Silalahi, 2. Kepuasan kerja juga diartikan sebagai perasaan yang dimiliki kariawan mengenai perkerjaanya, (Galanou, 2. dalam (Silalahi, 2. Menurut Handoko . dalam (Sylvester Simanjuntak, 2. , kepuasan kerja . ob satisfactio. adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Menurut Siagian . dalam (Sylvester Simanjuntak, 2. , kepuasan kerja merupakan suatu cara pandang seseorang baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif tentang Menurut Handoko . dalam (Tommy S Suyasa, 2. mendefinisikan kepuasan kerja sebagai pendekatan afeksi seseorang terhadap pekerjaannya baik secara keseluruhan . epuasan globa. atau berkenaan dengan aspek tertentu . egi kepuasan, contoh: pengawasa. Robbins dan Judge . dalam (Tommy S Suyasa, 2. menyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan sebuah perasaan positif mengenai pekerjaannya. Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan menunjukkan sikap yang positif terhadap pekerjaannya, sedangkan seseorang dengan tingkat kepuasan kerja yang rendah akan menunjukkan sikap negatif terhadap Locke . dalam (Tommy S Suyasa, 2. mendefinisikan kepuasan kerja sebagai keadaan emosi yang mencerminkan rasa puas dan bangga sebagai hasil dari penilaian terhadap pekerjaan seseorang atau pencapaian untuk memfasilitasi tercapainya job values. Spector . dalam (Tommy S Suyasa, 2. , dimana menurutnya kepuasan kerja adalah variabel sikap yang menggambarkan bagaimana seseorang merasakan pekerjaannya secara keseluruhan serta berbagai aspek-aspek dari pekerjaan tersebut. Kurniawan . dalam (Sutrisno et al. , 2. mendefinisikan kepuasan kerja sebagai pemikiran, perasaan, dan kecenderungan tindakan seseorang, yang merupakan sikap seseorang terhadap pekerjaannya. Davis . dalam (Sutrisno et al. , 2. mengemukakan bahwa AuJob Satisfaction is the favorableness or unfavorableness with employees view their workAy, artinya bahwa kepuasan kerja adalah perasaan menyokong atau tidak menyokong yang dialami pegawai dalam bekerja Dalam Penelitian ini merujuk pada teori tentang Locke . mendefinisikan kepuasan kerja sebagai keadaan emosi yang mencerminkan rasa puas dan bangga sebagai hasil dari penilaian terhadap pekerjaan seseorang atau pencapaian untuk memfasilitasi tercapainya job values. 2 Indikator Y Kepuasaan Kerja Sedangkan Celluci . alam MasAoud, 2. menjelaskan bahwa indikator sebagai pengukur kepuasan kerja ialah kepuasannya terhadap penerimaan gaji kepuasannya atas promosi kepuasan hubungan sesama rekan kerja kepuasannya terhadap pelayanan kepuasannya terhadap pekerjaannya pribadi. Menurut Levi. indikator dalam kepuasan kerja, yaitu Pekerjaan itu sendiri (Work It sel. Atasan (Supervisio. Teman sekerja (Worker. Promosi (Promotio. Gaji/Upah (Pa. Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan menurut Abdurrahmat . Balas jasa yang adil dan layak Berat ringannya pekerjaan Suasana dan lingkungan pekerjaan Penempatan yang tepat sesuai dengan keahlian Sikap pimpinan dalam kepemimpinannya Sikap pekerjaan monoton atau tidak Peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan Dalam penelitian ini peneliti memilih indikator Sedangkan Celluci . alam MasAoud, 2. menjelaskan bahwa indikator sebagai pengukur kepuasan kerja ialah kepuasanya terhadap penerimaan gaji kepuasannya atas promosi kepuasan hubungan sesama rekan kerja kepuasannya terhadap pelayanan kepuasannya terhadap pekerjaannya pribadi Hipotesis Penelitian H1: Diduga Disiplin Kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja Karyawan PT. Kabupaten Grobogan H2: Diduga Motivasi Kerja berpegaruh terhadap kepuasan kerja Karyawan PT. Kabupaten Grobogan H3: Diduga Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja Karyawan PT. Se Kabupaten Grobogan KERANGKA KONSEPTUAL Tabel 1 Kerangka Konseptual Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian yang akan dilakukan ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Se Kabupaten Grobogan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. (Sugiyono, 2. , metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data menggunakan dua metode, yaitu: Kuesioner atau angket, yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada responden atau pernyataan tertulis untuk dijawab (Sugiyono, 2. Populasi dan Sampel Penelitian 1 Populasi Menurut Sugiyono . 4 : . menjelaskan: AuPopulasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Populasi dalam penelitian ini adalah beberapa Karyawan dan staf Pada PT. Se Kabupaten Grobogan 2 Sampel Sampel merupakan sejumlah kecil darikeseluruhan (Agussalim Manguluang,2010:. Peneliti menentukan sampel dalam penelitian ini dengan mempersempit populasi mengunakan rumus slovin dengan margin of error yaitu 1%. Adapun rumus slovin menurut (Umar, 2. sebagai berikut: Keterangan : n = jumlah sampel N = jumlah populasi e = batas kesalahan yang ditoleransi . %) Maka dari perhitungan rumus diperoleh : n = 75. 991 = 100 1 Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 Berdasarkan teknik tersebut, maka jumlah sampel yang akan diambil adalah sebanyak 100 responden PT. Se Kabupaten Grobogan. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau data lain Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk hipotesis yang telah diajukan. Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik (Sugiyono, 2016, p. dan dalam perhitungan analisis data menggunakan alat bantu SPSS (Statisctical Package for the Social Science. 0 for 1 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Uji Validitas Kuesioner Uji validitas adalah suatu langka pengujian yang dilakukan terhadap isi dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian. Uji validitas digunakan untuk mengetahui kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti, agar data yang diperolah bisa relevan/sesuai dengan tujuan diadakannya pengukuran tersebut. Dalam penelitian ini pengujian dilakukan dengan menggunakan Software SPSS, dengan membandingkan r hitung dengan r tabel. Uji Reabilitas Kuesioner Uji Reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur yang dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Uji reliabilitas ini diolah menggunakan software SPSS dengan uji statistik CronbachAos Alpha. Kriteria uji yang digunakan dengan melihat uji signifikansi dilakukan pada taraf signifikansi 0,05 . %), artinya instrumen dapat dikatakan reliabel bila nilai alpha lebih besar dari r kritis product moment . 2 Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Klasik harus dilakukan untuk menguji layak tidaknya model analisis regresi yang digunakan dalam penelitian. Uji ini meliputi: Uji Normalitas Menurut Ghozali . 3, p. model regresi yang baik adalah model regresi yang berdistribusi normal. Uji normalitas dilakukan agar dapat melihat apakah data penelitian yang dilakukan berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas menggunakan alat bantu Software SPSS, yaitu uji statistic Non-Parametrik KolmogorovSmirnov. Pada Uji Kolmogorov-Smirnov data dikatakan residual berdistribusi normal jika signifikansinya > 0,05 (=5%). Uji Multikolinieritas uji multikolinieritas Menurut Ghozali . 3, p. dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan linear antar variabel independen dalam model regresi. Jika terjadi korelasi antar variabel independen maka hal ini berarti terdapat multikolinieritas Oleh karena itu, model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi antar variabel Ada tidaknya multikolinieritas dilakukan dengan melihat : Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 nilai tolerance dan Variance Infllation Factor (VIF). Jika nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan VIF kurang dari 10, maka dalam model regresi tidak ada multikolinieritas. Jika nilai tolerance lebih kecil dari 0,1 dan VIF Lebih dari 10, maka dalam model regresi terjadi multikolinieritas Uji Heterokedastisitas uji heteroskedastistas menurut Ghozali . 3, p. berguna untuk mengetahui apakah pada model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan dengan pengamatan lainnya. Untuk menguji ada tidaknya masalah heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat apakah terdapat pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah residual dan sumbu X adalah X yang telah diprediksi. Apabila terdapat pola tertentu secara teratur pada grafik scatterplot maka terdapat indikasi bahwa terdapat heteroskesdastistas. Apabila tidak terdapat pola yang jelas, maka tidak terdapat heteroskedastisitas. 3 Regresi Liniear Berganda Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1. X2,. ,X. dengan variabel dependen (Y). Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing- masing variabel independen berhubungan positif atau negatif. Persamaan regresi linear berganda sebagai yao A = yao yauyayaya yauyayaya Keterangan: Y A = Variabel dependen (Kepuasan Kerj. X1 = Variabel Motivasi Kerja X2 = Variabel Disipin Kerja a = Konstanta . ilai Y A apabila X1. X2AA Xn = . b1, b2 = Koefisien regresi Uji Hipotesis Uji T (Parsia. Uji t ini digunakan untuk mengetahui apakah regresi variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen. Untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh antar variabel dapat melihat signifikasi dari hasil uji jika hasil yang didapat kurang dari 0,05 maka terdapat pengaruh yang signifikan. Uji F Uji F atau uji simultan ini pada dasarnya dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersamasama terhadap variabel dependen. Cara yang digunakan ialah dengan melihat besarnya nilai probabilitas signifikan-nya. Menurut Imam Ghozali . Apabila nilai probabilitas signifikannya < 5% maka variabel independen atau variabel bebas akan berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap variabel terikat. 4 Uji Koefisiensi Determinasi Koefisien determinasi (Adjusted R 2 ) merupakan sebuah koefisien yang menunjukkan persentase pengaruh semua variable indepnden terhadap variable dependen. Persentase tersebut menunjukkan seberapa besar variable independen dapat menjelaskan variable Semakin besar koefisien determinasinya maka semakin baik variable independen dalam menjelaskan variable dependen. Besarnya nilai Adjusted R2 yaitu antara 0 -1 . < Adjusted R 2 < . koefisien determinasi ini digunakan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar variable independen mempengaruhi variable Nilai Adjusted R-Square dikatakan baik apabila nilainya > 0,5 karena nilai dari Adjusted R2 mendekati 1 , maka sebagian besar variable independen menjelaskan variable dependen sedangkan ,apabila koefisien determinasi adalah 0, maka variable independen tidak berpengaruh terhadap variable dependen Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 HASIL DAN DISKUSI UJI VALIDITAS Tabel 2 Uji Validitas X1 Tabel diatas menunjukkan r hitung . earson correlatio. dari uji validitas X1 mempunyai nilai yang lebih besar dari r tabel dengan =0. 05, kemudian degree of freedom . n-2 dalam hal ini df= 99-2=97 adalah 0. Maka dari data semua indikator yang digunakan dalam X1 yang digunakan untuk mengukur variabel memiliki nilai r hitung yang lebih besar dari r tabel. Sehingga bisa disimpulkan semua indikator di X1 valid Tabel 3 Uji Validitas X2 Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 Tabel diatas menunjukkan r hitung . earson correlatio. dari uji validitas X2 mempunyai nilai yang lebih besar dari r tabel dengan =0. 05, kemudian degree of freedom . n-2 dalam hal ini df= 99-2=97 adalah 0. Maka dari data semua indikator yang digunakan dalam X2 yang digunakan untuk mengukur variabel memiliki nilai r hitung yang lebih besar dari r tabel. Sehingga bisa disimpulkan semua indikator di X2 valid. Tabel 4 Uji Validitas Y Tabel diatas menunjukkan r hitung . earson correlatio. dari uji validitas Y mempunyai nilai yang lebih besar dari r tabel dengan =0. 05, kemudian degree of freedom . n-2 dalam hal ini df= 99-2=97 adalah 0. Maka dari data semua indikator yang digunakan dalam Y yang digunakan untuk mengukur variabel memiliki nilai r hitung yang lebih besar dari r tabel. Sehingga bisa disimpulkan semua indikator di Y valid. UJI RELIABILITAS Tabel 5 Uji Reliabilitas X1 Dari tabel diatas dapat diketahui variabel X1 memiliki cornbach alpha yang besar yaitu 843 lebih besar dari 0. Sehingga dapat disimpulkan reliabel untuk variabel Disiplin Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 Tabel 6 Uji Reliabilitas X2 Dari tabel diatas dapat diketahui variabel X2 memiliki cronbach alpha yang besar yaitu 917 lebih besar dari 0. Sehingga dapat disimpulkan reliabel untuk variabel Motivasi Kerja Tabel 7 Uji Reliabilitas Y Dari tabel diatas dapat diketahui variabel Y memiliki cronbach alpha yang besar yaitu 920 lebih besar dari 0. Sehingga dapat disimpulkan reliabel untuk variabel Kepuasan Kerja UJI NORMALITAS Tabel 8 Uji Normalitas Berdasarkan tabel dapat dijelaskan bahwa nilai signifikasi kolmogorov-smirnov sebesar 0,317 > 0,05, maka model regresi dalam penelitian ini dapat disimpulkan terdistribusi secara normal. Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 UJI MULTIKOLINIERITAS Tabel 9 Uji Multikolinieritas Hasil pengujian tersebut menunjukan nilai sebagai berikut: Disiplin Kerja (X. berdasarkan hasil tolerance 0,565 lebih besar dari 0,1 dan berdasarkan nilai VIF 1,768 kurang dari 10. Hal ini menunjukan bahwa murni berdiri sendiri dan tidak ada multikolinearitas. Sehingga model regresi layak untuk digunakan dalam melakukan pengujian. Motivasi Kerja (X. berdasarkan hasil tolerance 0,565 lebih besar dari 0,1 dan berdasarkan nilai VIF 1,768 kurang dari 10. Hal ini menunjukan bahwa murni berdiri sendiri dan tidak ada multikolinearitas. Sehingga model regresi layak untuk digunakan dalam melakukan pengujian. UJI HETEROSKEDASTISITAS Tabel 10 Uji Heterokedastisitas Scatterplot Dari scaterplot diatas dapat terlihat titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 dan sumbu Y, hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi ini. Sehingga model regresi layak Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 digunakan dalam melakukan pengujian. ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA Tabel 11 Uji Regresi Linier Berganda Berdasarkan tabel tersebut diatas, maka dapat dilihat bahwa persamaan regresi linear yang mencerminkan hubungan antar variabel variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Y = 3,575 0,611 X1 0,425 X2 Dari persamaan regresi linear berganda diatas menunjukan bahwa : Nilai konstanta . memiliki nilai positif sebesar 3,575 menunjukkan arah positif artinya menunjukkan pengaruh yang searah antara variabel independen dan variabel Hal ini menunjukkan bahwa jika semua variabel independen yang meliputi Disiplin Kerja (X. Motivasi Kerja (X. bernilai 0 persen atau tidak mengalami perubahan, maka nilai Manajemen Keuangan Pribadi sebesar 3,575 Nilai koefisien regresi untuk variabel Disiplin Kerja (X. yaitu sebesar 0,611. Nilai tersebut menunjukkan pengaruh positif . antara variabel Disiplin Kerja dengan Kepuasa Kerja. Hal ini artinya jika variabel Disiplin naik sebesar 1% maka variabel Kepuasan Kerja mengalami kenaikan sebesar 0. Nilai koefisien regresi untuk variabel Motivasi Kerja (X. yaitu sebesar 0,425. Nilai tersebut menunjukkan pengaruh positif . antara variabel Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja. Hal ini berarti jika variabel Motivasi Kerja naik sebesar 1% maka variabel Kepuasan Kerja mengalami kenaikan sebesar 0,425 UJI T Tabel 12 Uji T Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 Dapat dilihat tabel maka dapat disimpulkan : Pengujian Hipotesis Uji hipotesis disiplin kerja (X. terhadap kepuasan kerja (Y). Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, maka diperoleh nilai t hitung sebesar 4,255 bernilai positif dengan hasil signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan Kerja karyawan diterima. Artinya, apabila disiplin kerja PT. Se Kabupaten Grobogan ditingkatkan maka kepuasan Kerja karyawan akan meningkat. Pengujian Hipotesis Uji hipotesis Motivasi Kerja (X. terhadap Kepuasan kerja (Y). Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, maka diperoleh nilai t hitung sebesar 4,767 bernilai positif dengan hasil signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan diterima. Artinya, apabila motivasi kerja yang mendukung maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat. UJI F Tabel 13 Uji F Tabel menunjukan bahwa hasil uji kelayakan model diperoleh nilai F-hitung sebesar 749 dengan tingkat signifikansi 0,000 (<0,. Hasil itu berarti menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja UJI Koefisiensi Determinasi Tabel 5 Uji Koefisiensi Determinasi Berdasarkan tabel menunjukan bahwa hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai (Adjusted R Squar. yang diperoleh sebesar 0,545 yang berarti 54,5% kepuasan kerja Karyawan di PT. Se Kabupaten Grobogan dipengaruhi oleh variabel disiplin kerja, dan Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus Karyawan PT Se-Kabupaten Groboga. Wahyu Prasetyo1. Uyun Nofita Sari2. Julio Valentino Dewa Budywan3,Maskudi4,Ratih Pratiwi5 motivasi kerja sedangkan sisanya sebesar 45,5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteliti. Pembahasan H1 : Pengaruh Disiplin terhadap Kepuasan Kerja Berdasarkan Uji Hipotesis T menghasilkan nilai t hitung sebesar 4. 255 dengan signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menandakan hasil pengujian hipotesis 1 yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yang berarti bahwa semakin baik displin Kerja, maka akan semakin meningkatkan kepuasan Karyawan. H1 diterima H2 : Pengaruh Motivasi terhadap Kepuasan Kerja Berdasarkan Uji Hipotesis T menghasilkan nilai t hitung sebesar 4. 767 dengan signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menandakan hasil pengujian hipotesis 2 yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yang berarti bahwa semakin baik Motivasi Kerja, maka akan semakin meningkatkan kepuasan Karyawan. H2 Diterima H3 : Pengaruh Disiplin dan Motivasi terhadap Kepuasan Kerja Berdasarkan Uji Hipotesis F menghasilkan nilai t hitung sebesar 59. 749 dengan signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menandakan hasil pengujian hipotesis 3 yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yang berarti bahwa semakin baik Displin dan Motivasi Kerja, maka akan semakin meningkatkan kepuasan Karyawan. H3 Diterima KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis penelitian dan pembahasan tentang Pengaruh Disiplin. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja maka dapat disimpulkan bahwa: Berdasarkan beberapa pengujian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang parsial dan positif antara variabel Disiplin (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y) hal ini berarti semakin baik Disiplin Kerja maka akan semakin baik pula Kepuasan Kerja Karyawan. H1 Diterima Berdasarkan beberpa pengujian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang parsial dan positif antara Variabel Motivasi (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y) hal ini berarti semakin baik motivasi kerja karyawan maka akan semakin baik pula kepuasan kerja. H2 Diterima Berdasarkan beberpa pengujian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang simultan dan positif antara Variabel Disiplin (X. dan Motivasi (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y) Hal ini berarti semakin baik Disiplin dan Motivasi Kerja Karyawan maka akan semakin baik Kepuasan Kerja. H3 Diterima REFERENSI