Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Volume. 4 Nomor. 3 September 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 15-22 DOI: https://doi. org/10. 59059/jpmis. Tersedia: http://journal. id/index. php/jpmis Penyuluhan Kader Nahdlatul Ulama Untuk Meningkatkan Aksesibilitas Pendidikan Tinggi Santri Coaching for Nahdlatul Ulama Cadres to Increase Higher Education Accessibility for Santri Hastri Firharmawan Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen. Kebumen Dwi Heriyanto Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen. Kebumen Korespondensi Penulis: hfirharmawan@gmail. Article History: Naskah Masuk: 15 Agustus 2025. Revisi: 30 Agustus 2025. Diterima: 28 September 2025. Terbit: 30 September 2025 Keywords: NU cadres. higher education. Abstract: Improving the accessibility of higher education for students is an important issue in facing the challenges of globalization and the current development of information This community service aims to illustrate the role of Nahdlatul Ulama (NU) cadres in encouraging the accessibility of NU tertiary institutions for students. In this context. NU cadres act as a liaison between students in the community and NU This community service was carried out in the Bonorowo sub-district. Kebumen Regency in April 2023. The service involved 30 participants using the counseling method. From the results of the service, it was found that the knowledge of the counseling participants related to information on NU higher education including registration procedures, types of scholarships available, available majors, and knowledge about campus life The service team suggested that counseling about the accessibility of NU higher education for students be carried out It is hoped that continuous counseling will provide more accurate information to prospective students so that it will increase the interest of the santri community to study. Abstrak Peningkatan aksesibilitas pendidikan tinggi bagi santri merupakan isu penting dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi saat ini. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan peran kader Nahdlatul Ulama (NU) dalam mendorong aksesibilitas perguruan tinggi NU bagi Dalam konteks ini, kader NU berperan sebagai penghubung antara santri di masyarakat dan perguruan tinggi NU. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di kecamatan Bonorowo. Kabupaten Kebumen di bulan April 2023. Pengabdian melibatkan 30 peserta dengan metode penyuluhan. Dari hasil perngabdian diperoleh hasil bahwa pengetahuan peserta penyuluhan terkait informasi pendidikan tinggi NU meliputi prosedur pendaftaran, jenis beasiswa yang tersedia, jurusan yang ada, dan pengetahuan seputar kehidupan kampus meningkat. Tim pengabdi menyarankan agar penyuluhan tentang aksesibilitas pendidikan tinggi NU bagi santri dilakukan secara Harapannya penyuluhan secara kontinyu akan memberikan informasi kepada para calon mahasiswa dengan lebih akurat sehingga akan meningkatkan animo masyarakat santri untuk berkuliah. Kata Kunci: Kader NU. pendidikan tinggi. PENDAHULUAN Pendidikan tinggi adalah salah satu faktor penting dalam pembangunan manusia dan kemajuan suatu bangsa. Di Indonesia, sistem pendidikan tinggi telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, namun masih terdapat beberapa kelompok masyarakat yang Penyuluhan Kader Nahdlatul Ulama Untuk Meningkatkan Aksesibilitas Pendidikan Tinggi Santri menghadapi tantangan dalam mengakses pendidikan tinggi. Salah satu kelompok tersebut adalah santri, yang merupakan para pelajar di pesantren. Dengan berkuliah santri akan memiliki kesempatan untuk memperoleh wawasan dan mengembangkan soft skills, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, dan kemampuan beradaptasi. Soft skill bertanggung jawab sebesar 85% bagi kesuksesan karir seseorang (Muhmin 2. Lebih dari itu, perkuliahan tidak hanya mengejar terkait ilmu, tetapi juga menentukan masa depan yang nantinya akan menjadi penentu kehidupan yang lebih baik (Siregar et al. Penelitian membuktikan bahwa kehadiran perguruan tinggi Islam dengan berbagai bentuk dan jenisnya telah mendorong lahirnya mobilitas vertikal dan horizontal bagi kaum santri dan masyarakat perdesaan untuk selanjutnya tampil sebagai kelas menengah dan elite sosial baru yang mampu menduduki berbagai posisi strategis baik di pemerintahan, swasta dan lainnya (Nata 2. Santri yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi dan penghasilan yang lebih baik. Sementara itu, pendidikan tinggi juga dipandang penting dalam mempersiapkan para santri untuk menjadi agen perubahan(Angkawijaya. Psikologi, and Pembangunan Jaya 2. yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Santri yang terdidik akan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat mereka aplikasikan dalam memecahkan permasalahan sosial dan berkontribusi pada kemajuan masyarakat. Jelaslah dari ketiga pendapat di atas bahwa santri sudah seharusnya diberikan motivasi untuk mengenyam pendidikan tinggi. dan, dalam hal ini pesantren berperan. Pesantren memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan spiritualitas santri, namun aksesibilitas pendidikan tinggi bagi mereka masih menjadi permasalahan yang perlu Di dalam komunitas santri. Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi Islam terbesar yang memiliki jaringan pesantren yang luas di Indonesia. NU juga memiliki kader-kader yang memiliki peran penting dalam membimbing dan mengarahkan santri menuju pendidikan tinggi. Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) merupakan mitra sejajar pemerintah dalam menyelenggarakan Pendidikan nasional yang mempunyai kesempatan yang sangat luas untuk berperan serta dalam mewujudkan tujuan organisasi dan pendidikan (Ali Rahim 2. Kader NU dapat berperan dalam memberikan penyuluhan dan informasi kepada santri mengenai pentingnya pendidikan tinggi, jalur-jalur masuk ke perguruan tinggi, program studi yang relevan, beasiswa, dan bantuan pendidikan lainnya. Mereka membantu santri untuk memahami proses seleksi dan persyaratan yang diperlukan untuk masuk ke perguruan tinggi. Kader NU juga dapat memberikan bimbingan akademik kepada santri, seperti memberikan arahan mengenai pemilihan program studi yang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi santri. JPMIS Ae VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 15-22 Mereka juga dapat membantu dalam mempersiapkan santri untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi, baik dalam hal persiapan akademik maupun psikologis. Singkatnya bahwa kader NU memiliki peran strategis dalam mendorong para santri untuk berkuliah. Kecamatan Bonorowo merupakan salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Kebumen yang berada di sisi timur dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Purworejo. Secara geografis, letak kecamatan Bonorowo berada di wilayah pinggiran Kabupaten Kebumen. Mendasar pada informasi statistik tahun 2020 dari BPS Kabupaten Kebumen, di peroleh data bahwa harapan lama sekolah Kabupaten Kebumen tahun 2022 adalah 13. 36 tahun sementara data rata-rata lama sekolah adalah 7. 55 tahun. Dengan demikian, jelaslah bahwa secara umum tingkat pendidikan masyarakat di Kebumen masih sangat rendah. Demikian pula yang terjadi saat ini di Kecamatan Bonorowo. Diperoleh informasi bahwa masih terdapat banyak santri yang belum mengenyam pendidikan tinggi. Beberapa indikasi penyebabnya adalah kurangnya informasi dan pemahaman yang memadai tentang pentingnya pendidikan tinggi serta bagaimana cara mengaksesnya, kurangnya dukungan finansial, serta minimnya bimbingan dan pengarahan dari kader NU mengenai aksesibilitas pendidikan tinggi. Mengingat pentingnya peran kader NU dalam meningkatkan aksesibilitas pendidikan tinggi untuk santri, tim pengabdi berpendapat perlu dilakukan penyuluhan untuk peningkatan pemahaman tentang hal ini. Penyuluhan dapat dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan pembekalan informasi kepada kader NU yang akan menjadi agen perubahan di pesantren. Pengabdian ini di desain khusus untuk peningkatan pemahaman santri untuk masuk perguruan tinggi NU yang ada di Kebumen. Dengan peningkatan pemahaman dan keterampilan mereka, diharapkan kader NU dapat memberikan bimbingan yang lebih baik kepada santri dalam mengakses pendidikan tinggi. METODE Metode pelaksanaan pengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdi adalah berupa penyuluhan kader NU. Uraian metode pelaksanaan dari tahap awal sampai akhir pengabdian adalah sebagai berikut: Gambar 1. Diagram Alur Pengabdian Penyuluhan Kader Nahdlatul Ulama Untuk Meningkatkan Aksesibilitas Pendidikan Tinggi Santri Identifikasi kebutuhan Sebagai langkah awal pengabdian, tim pengabdi melakukan survey untuk mengidentifikasi kebutuhan pendidikan tinggi santri. Survey dilakukan dengan melibatkan 30 orang kader NU. Rencana penyuluhan Setelah melakukan identifikasi kebutuhan, tim pengabdi menyusun rencana penyuluhan berdasarkan hasil survei. Setelah itu, topik-topik yang relevan ditentukan. Terdapat 4 topik yaitu: prosedur pendaftaran, beasiswa, jurusan yang tersedia, dan kehidupan kampus. Penyusunan materi penyuluhan Pada langkah ketiga, tim pengabdi melakukan penyusunan materi penyuluhan. Berbagai informasi terkait pendidikan tinggi, seperti universitas dan program studi yang Prosedur pendaftaran, beasiswa, dan kehidupan kampus. Tim pengabdi melakukan identifikasi sumber daya yang tersedia, seperti buku, brosur, atau website yang dapat digunakan dalam penyuluhan. Pelaksanaan penyuluhan Pada langkah ke empat, tim pengabdi menyelenggarakan sesi penyuluhan menggunakan materi penyuluhan yang telah disusun untuk memberikan informasi yang relevan dan bermanfaat di tempat pengabdian. Diskusi dan tanya jawab Setelah penyuluhan dilakukan, tim pengabdi memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan bertanya tentang pendidikan tinggi. Tim pengabdi menjawab pertanyaan dan memberikan klarifikasi mengenai proses pendidikan tinggi. Evaluasi Langkah terakhir, tim pengabdi melakukan evaluasi terhadap efektivitas penyuluhan yang dilakukan. Evaluasi dilakukan dalam bentuk pemantauan tingkat pemahaman peserta terhadap materi pengabdian. Hal ini penting dilakukan mengingat para kader nantinya akan bertugas dalam penyampaian informasi ke masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya pemantapan pengetahuan terkait berbagai informasi tentang perguruan tinggi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada saat awal pengabdian, survey dilakukan oleh tim pengabdi kepada peserta penyuluhan untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi tentang pendidikan tinggi santri. Empat item kuesioner diberikan untuk melihat pemahaman peserta terhadap prosedur pendaftaran, jenis beasiswa yang tersedia, jurusan yang tersedia, dan tentang kehidupan JPMIS Ae VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 15-22 Survey melibatkan 30 orang kader NU dengan perolehan hasil sebagaimana table 1. Tabel 1. Pemahaman Awal Responden Terhadap Informasi Perguruan Tinggi Sebelum Penyuluhan Keterangan: 1. Sangat tidak paham. Tidak paham. Cukup paham. Paham. Sangat Paham Tabel 1 menggambarkan jika pemahaman peserta penyuluhan sebelum dilakukan kegiatan penyuluhan secara umum pada kategori sedang. Diperoleh data bahwa pemahaman peserta terbaik adalah pengetahuan tentang jurusan yang tersedia di perguruan tinggi NU di Mendasar pada hasil kuesioner pada awal pengabdian sebagaimana table 1, tim pengabdi melakukan perencanaan topik-topik pengabdian meliputi sosialisasi tentang prosedur pendaftaran mahasiswa baru, jenis beasiswa yang ditawarkan, jurusan yang tersedia, serta pengenalan tentang seluk beluk kehidupan kampus. Sebagai sumber referensi, buku panduan akademik, brosur, dan website perguruan tinggi digunakan dalam penyuluhan. Tim pengabdi memaparkan berbagai hal seperti prosedur yang harus ditempuh untuk melakukan pendaftaran mahasiswa baru meliputi pendaftaran online dan offline. Dalam hal jenis beasiswa yang dapat diakses, tim pengabdi memaparkan 6 jenis beasiswa meliputi: . Beasiswa yayasan, yaitu beasiswa yang diperuntukan kepada calon mahasiswa dengan kategori berprestasi dan keluarga kurang mampu. Beasiswa yayasan akan mendapatkan gratis SPP selama 4 tahun dan bebas uang pengembangan. Beasiswa baznas, yaitu beasiswa yang diperuntukan calon mahasiswa yang mempunyai prestasi pada bidang akademik maupun non akademik. Beasiswa Baznas sesuai dengan ketentuan pemberi beasiswa. Beasiswa KIP-Kuliah, yaitu program bantuan biaya pendidikan . dari Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. Penerima beasiswa KIP-Kuliah akan mendapatkan fasilitas bebas biaya kuliah selama masa studi yaitu S1 maksimal 4 tahun. Beasiswa bagi Guru PAUD, yaitu beasiswa bagi guru PAUD yang telah mengabdi di sekolah, dengan dibuktikan menggunakan SK Pengangkatan guru/tutor/pendidik dan syarat lainnya yang Calon mahasiswa mendapatkan Potongan SPP 50% selama 4 tahun dan bebas uang Penyuluhan Kader Nahdlatul Ulama Untuk Meningkatkan Aksesibilitas Pendidikan Tinggi Santri dan, . Beasiswa Anak Petani, yaitu beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa baru yang mempunyai orang tua yang berprofesi sebagai petani kecil. Beasiswa anak petani akan diberikan bebas SPP selama 4 tahun dan bebas uang pengembengan. Selain itu tim pengabdi juga memberikan paparan jurusan yang dapat ditempuh di jenjang strata satu meliputi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pendidikan Bahasa Inggris. Pendidikan Olahraga. Pendidikan Anak Usia Dini. Teknik Informatika. Teknik Sipil. Agroteknologi, dan Peternakan. Terakhir, tim pengabdi memaparkan seputar kehidupan kampus seperti pelaksanaan pendidikan, layanan akademik, dan fasilitas akademik yang ada. Pada sesi diskusi dan Tanya jawab diperoleh informasi bahwa sebagian besar peserta belum memahami tentang berbagai program beasiswa yang dapat diases oleh calon mahasiswa. Hal ini berdampak pada peminatan/animo kuliah yang masih kurang mengingat berbagai alasan, khususnya adalah terkait dengan masalah pembiayaan. Peserta beranggapan bahwa biaya kuliah saat ini sangat mahal sehingga sebagian besar masyarakat memilih untuk bekerja untuk menutupi berbagai kebutuhan. Penyuluhan terkait informasi perguruan tinggi sangat bermanfaat bagi peserta untuk disampakan ke masyarakat agar dapat menjadi pertimbangan. Adapun pemahaman peserta terkait informasi perguruan tinggi setelah dilakukan penyuluhan dapat dideskripsikan sebagaimana table 2. Tabel 2. Pemahaman Akhir Responden Terhadap Informasi Perguruan Tinggi Sebelum Penyuluhan Keterangan: 1. Sangat tidak paham. Tidak paham. Cukup paham. Paham. Sangat Paham Tabel 2 menggambarkan jika pemahaman peserta penyuluhan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan secara umum pada kategori tinggi. Diperoleh data bahwa rata-rata pemahaman peserta pada empat bidang meliputi prosedur pendaftaran, jenis beasiswa yang tersedia, jurusan, dan kehidupan kampus di perguruan tinggi NU di kebumen masuk pada kategori tinggi, yaitu 87. Hal ini menunjukkan ada peningkatan pemahaman. Adapun JPMIS Ae VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN : 2963-3877 p-ISSN : 2962-0929. Hal 15-22 peningkatan pemahaman peserta dapat di lihat pada grafik 1. CT% Sebelum CT % Setelah Penyuluhan Gambar 2. Grafik perbandingan pemahaman peserta terhadap materi sebelum dan sesudah penyuluhan Mendasar pada grafik sebagaimana pada gambar 1, terlihat bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta terhadap informasi pendidikan tinggi untuk santri setelah dilakukan Dalam hal prosedur pendaftaran tingkat pemahaman peserta semula hanya 39% naik menjadi 89%. Pemahaman pesrta akan jenis beasiswa naik dari 35% menjadi 87%. Pemahaman peserta terhadap jurusan yang tersedia nai dari 47% menjadi 84% dan pemahaman terhadap kehidupan kampus naik dari 43% menjadi 89%. Artinya penyuluhan informasi pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama untuk para kader telah meningkatkan pengetahuan mereka sehingga hal ini memungkinkan peserta untuk memberikan informasi kepada masyaraat secara benar. Diharapkan pemberian informasi secara benar ini dapat meningkatkan animo masyarakat untuk mendaftar di perguruan tinggi Nahdlatul Ulama sebagaimana yang disampaikan oleh Ali Rahim . bahwa kader NU berperan dalam memberikan penyuluhan dan informasi kepada santri mengenai pentingnya pendidikan tinggi, jalur-jalur masuk ke perguruan tinggi, program studi yang relevan, beasiswa, dan bantuan pendidikan lainnya. Mereka membantu santri untuk memahami proses seleksi dan persyaratan yang diperlukan untuk masuk ke perguruan tinggi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan, pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkkan bahwa kader NU memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri. Mereka bekerja untuk mengurangi kesenjangan aksesibilitas pendidikan tinggi antara santri dan masyarakat umum. Kader NU bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi NU untuk menyediakan program pendidikan tinggi yang dapat diakses oleh santri, baik melalui program reguler maupun program khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan santri. Penyuluhan Kader Nahdlatul Ulama Untuk Meningkatkan Aksesibilitas Pendidikan Tinggi Santri Selain memperluas akses, kader NU juga berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi NU untuk santri. Dengan dasar pengetahuan mereka terait informasi pendidikan tinggi NU yang aurat, para kader dapat memastikan bahwa kurikulum dan metode pengajaran yang digunakan di lembaga pendidikan tinggi NU sesuai dengan kebutuhan santri. Para kader dapat memberikan dukungan dan pembimbingan kepada santri yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di lingkungan NU. Mereka dapat memberikan dukungan moral dan motivasi kepada santri dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan kampus. Selain itu, kader NU juga dapat membantu santri dalam memilih program studi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, serta memberikan arahan mengenai peluang kerja ke depan. Secara keseluruhan, peran kader NU dalam peningkatan aksesibilitas pendidikan tinggi NU untuk santri sangat penting. Mereka tidak hanya memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan dukungan, pembimbingan, dan mendorong partisipasi aktif santri dalam kegiatan akademik. Dengan demikian, kader NU berperan sebagai penggerak utama dalam memastikan bahwa santri memiliki akses yang adil dan berkualitas tinggi terhadap pendidikan tinggi NU. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Ucapan terimakasih terkait terlaksana pengabdian ucapan terimakasih bisa diberikan kepada pemberi dana dan atau institusi serta mitra kerjasama pengabdi. DAFTAR REFERENSI Ali Rahim. Au30637-ID-Nahdatul-Ulama-Peranan-Dan-Sistem-Pendidikannya. Ay Jurnal Al Hikmah XIV, no. 2: 174Ae85. Angkawijaya. Y F. Studi Psikologi, and Universitas Pembangunan Jaya. AuPeran Perguruan Tinggi Sebagai Agen Perubahan Moral Bangsa (Studi Kasus Peran Konsep Diri Terhadap Karakter Mulia Pada Mahasiswa Di Universitas X Surabay. Ay 4, no. Muhmin. Andi Hidayat. AuPentingnya Pengembangan Soft Skills Mahasiswa Di Perguruan Tinggi Forum Ilmiah. Ay Vol. Nata. Abuddin. AuPeran Transformatif Perguruan Tinggi Islam Bagi Kemajuan Ilmu. Kebudayaan Dan Peradaban Di Indonesia. Ay TaAodibuna: Jurnal Pendidikan Islam 12, 1 (Februar. : 84. https://doi. org/10. 32832/tadibuna. Siregar. Iqbal Kamil. Samsul Haq. NurAoainun Ritonga, and Muhammad Ilyas Nst. AuPenyuluhan Pendidikan Dalam Meningkatkan Minat Santri/Wati Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi. Ay Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Royal 4, no. 1 (Januar. : 91Ae96. https://doi. org/10. 33330/jurdimas. JPMIS Ae VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025