Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA GURU SMP NEGERI 27 BANDAR LAMPUNG Arinta Rara Kirana1. Hesti Noviyana2. Eva Nurchurifiani3. Ferry Ardiansyah4. Nadya Sellabita A5 STKIP PGRI Bandar Lampung arintarara@gmail. com, 2hestihestinovinovi@gmail. com, 3churifiani@gmail. fardiansyah@gmail. com, 5nadyasellabita@gmail. Abstrak: Implementasi kurikulum merdeka belajar, menuntut kesiapan dari berbagai elemen pendidikan untuk dapat beradaptasi dengan perubahan yang dihadirkan. Tuntutan kurikulum merdeka belajar yang selaras dengan perkembangan era revolusi pendidikan juga menuntut adanya kreativitas pendidik dalam pembelajaran, yang salah satunya pada bidang media pembelajaran. Tentu hal ini menjadi permasalahan, seperti yang terjadi pada mitra pengabdian masyarakat yaitu SMP Negeri 27 Bandar Lampung. Permasalahan pada mitra terkait kompetensi guru dalam membuat media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar guna mendukung implementasi kurikulum tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menambah kompetensi guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung dalam membuat media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar secara kreatif dan inovatif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu menambah kompetensi peserta kegiatan dalam membuat media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar yang sesuai dengan hakikatnya dalam mendukung implementasi kurikulum tersebut. Kata kunci: Kurikulum merdeka belajar, media pembelajaran Abstract: The implementation of the independent learning curriculum demands readiness from various elements of education to be able to adapt to the changes that are presented. The demands for an independent learning curriculum that is in harmony with developments in the era of the educational revolution also demand the creativity of educators in learning, one of which is in the field of learning media. Of course, this is a problem, as happened to community service partners, namely SMP Negeri 27 Bandar Lampung. Problems with partners related to teacher competence in creating learning media based on the independent learning curriculum to support the implementation of the curriculum. This service activity aims to increase the competency of SMP Negeri 27 Bandar Lampung teachers in making independent curriculum-based learning media to learn creatively and innovatively. The service activity was carried out by using the training method. The results of the training showed that this activity was able to increase the competency of the activity participants in making learning media based on the independent learning curriculum that is in accordance with its nature in supporting the implementation of the curriculum. Keywords: Independent learning curriculum, learning media Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar Pada Guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung PENDAHULUAN Media pembelajaran merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan informasi dari guru ke peserta didik, sehingga dapat merangsang perhatian dan minat peserta didik untuk belajar. Dalam hal ini, media merupakan jembatan agar terjadi miss informasi yang dimaksudkan pihak pengirim dan pihak Media pembelajaran juga dapat digunakan untuk menciptakan kondisi belajar yang nyata, sehingga pesan yang abstrak dapat diubah menjadi pesan yang lebih kongkret. Peran media dalam pembelajaran Proses komunikasi melalui media dapat dilakukan dengan mudah dan tidak terbatas ruang maupun waktu. Tujuan penggunaan media sebagai salah satu upaya mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Berbagai upaya pemanfaatan dan pengembangan media pembelajaran saat ini telah dilakukan. Salah satu program pemanfaatan media pembelajaran adalah melalui digitalisasi sekolah dalam mendukung implementasi kurikulum guna menghadapi revolusi industri. Secara konsep, program digitalisasi sekolah merupakan implementasi dari new learning yang bersifat multimedia, exchange, dan critical thingking in an information making. Konsep inilah yang relevan dengan revolusi pendidikan. Media implementasi kurikulum yang berlaku saat ini yaitu kurikulum merdeka belajar, adalah media pembelajaran interaktif dan berbasis digital. Media yang digunakan harus mampu mendorong setiap individu mendapatkan kebebasan dalam belajar, menciptakan suasana belajar yang bahagia baik bagi peserta didik maupun para guru, serta dapat menjadikan peserta didik lebih Kondisi ini tentu dapat tercipta memanfaatkan berbagai pilihan media yang relevan dengan kurikulum merdeka Menurut Putri. Djumanto, dan Mayanti . 2: . media pembelajaran pengintegrasian teknologi pada dunia Media merupakan perantara yang berguna untuk memudahkan proses belajar mengajar, dalam rangka mengefektifkan komunikasi antara guru dan murid. Sebagai alatbantu dalam proses pembelajaran, media memudahkan peserta didik dalam menerima materi. Media pembelajaran didefiniskan oleh Ismanto, et al . 7: . sebagai alatbantu dalam proses belajar dan Segala sesuatu yang telah dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau kegiatan komunikasi dan sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar dapat dikatakan sebagai media pembelajaran. Gagne dan Briggs . dalam Arsyad . 0: . secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pembelajaran yang terdiri dari antara lain buku, tape, recorder, video camera, video recorder, film, slide, foto, gambar grafik, televisi, dan komputer. Menurut Hasan, et al . 1: . pada era digital, pendidik tidak hanya harus pembelajaran klasik tetapi juga media pembelajaran yang modern. Beberapa temuan penelitian juga menunjukkan dampak positif media yang digunakan sebagai bagian integral dari pembelajaran di kelas atau sebagai cara utama pembelajaran langsung (Hasan et al. Dampak penggunaan media dalam komunikasi dan pembelajaran yaitu . penyampaian pembelajaran menjadi lebih Arinta Rara Kirana. Hesti Noviyana. Eva Nurchurifiani. Ferry Ardiansyah. Nadya Sellabita A Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. proses pembelajaran bisa lebih menarik. proses pembelajaran menjadi lebih interaktif. lamanya waktu yang dibutuhkan untuk belajar bisa . kualitas hasil belajar . pembelajaran dapat diberikan kapanpun . menimbulkan sikap positif peserta didik terhadap apa yang dipelajari. peran pendidik bisa berubah ke arah yang lebih positif Media berbagai jenis mulai dari sederhana hingga kompleks. Media pembelajaran digunakan untuk menyalurkan pesan hingga dapat menarik perhatian, minat, dan merangsang pikiran dari pebelajar terhadap pesan yang disampaikan. Media pembelajaran ada yang bersifat tradisional hingga pemanfaatan teknologi komputer. Media dibuat dengan menyesuaikan tujuan pembelajaran. Perantara dalam menyampaikan pesan atau informasi yang efektif dalam era digital saat ini sangat kita perlukan. Pentingnya mengenalkan peserta didik dengan media sesuai tujuan pembelajaran sangat penting. Berbagai media dapat menurut Purwono, dkk . 4: . berbagai jenis media dalam pembelajaran antara lain: . media teknologi cetak, menghasilkan atau menyampaikan materi melalui proses percetakan mekanis atau fotografis, seperti buku atau materi visual statis, . media teknologi audio-visual yaitu media yang cara menghasilkan atau menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyampaikan pesan audio visual, . media teknologi berbasis komputer yang merupakan media yang cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumbersumber yang berbasis mikro-prosesor, . media gabungan yang merupakan media yang cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi, menggambungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan oleh komputer. Berbagai pilihan media dalam pembelajaran juga dinyatakan oleh Yaumi . 7: . diantaranya yaitu: . media cetak, yang merupakan media sederhana dan mudah didapat, . media pameran, . media audio, . media visual. Media pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan . ahan pembelajara. , sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, saat ini media pembelajaran yang digunakan menjadi semakin luas dan interaktif. Menurut Kristanto . 6: . terdapat media komputer multimedia dan e-learning, sebagai alternatif media yang mendukung perkembangan teknologi pendidikan pada era revolusi serta tuntutan kurikulum. Perubahan kurikulum tentu mengikuti revolusi pendidikan, hingga kompetensi sumber daya pelaku pendidikan sangat diperlukan dalam menghasilkan media yang mengikuti perkembangan dan Perubahan kurikulum di Indonesia tentu memerlukan kreativitas pendidik untuk mengimplementasikan kurikulum secara maksimal. Kurikulum merdeka menjadi salah satu program yang Kementerian Pendidikan. Kebuadayaan. Riset, dan Teknologi untuk mengatasi ketinggalan dan hilangnya pembelajaran . earning los. di Indonesia. Kurikulum ini lebih fleksibel, fokus pada menggunakan berbagai perangkat ajar dan media sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Implementasi kurikulum merdeka belajar yang memberikan keluluasan guru untuk menggunakan berbagai perangkat dan media pembelajaran, tentu menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar Pada Guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung Perkembangan teknologi juga sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan implementasi kurikulum merdeka. Untuk itu, korelasi positif antara kemampuan pembelajaran sesuai kebutuhan dengan keberhasilan implementasi kurikulum merdeka belajar sangat diperlukan dalam kondisi saat ini. Keleluasan yang diberikan pada guru memberikan tantangan dan ruang kreativitas tinggi agar mampu secara teknologi dalam implemntasi kurikulum merdeka belajar. Kondisi inilah yang pembuatan media pembalajaran berbasis pengabdian masyarakat. Berdasarkan analisis kebutuhan mitra, yang dalam hal ini adalah SMP Negeri 27 Bandar Lampung diketahui bahwa kebutuhan mitra pengabdian masyarakat ini adalah terkait kompetensi guru dalam membuat media pembelajaran yang mendukung implemnetasi kurikulum merdeka belajar secara maksimal. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung belum mampu membuat media pembelajaran yang fleksibel, sesuai karakteristik peserta didik, dan sesuai hakikat kebebasan belajar bagi peserta didik maupun Media digunakan terlihat belum mendukung implementasi kurikulum merdeka, yang mengakibatkan kebutuhan belajar siswa tidak terpenuhi dengan maksimal. Tujuan pembelajaran untuk menjadikan siswa berkarakter sesuai dengan profil pelajar pancasilapun belum terpenuhi melalui media yang digunakan di SMP Negeri 27 Bandar Lampung. Kondisi diperoleh dari hasil analisis situasi yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat dari program studi Pendidikan Matematika dan pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Bandar Lampung. Media digunakan dalam implemntasi kurikulum merdeka belajar di mitra pengabdian, masih berbasis konvensional. Media pembelajaran yang digunakan selama ini masih sangat terbatas. Peningkatan kompetensi guru terkait pembuatan media merdeka di SMP Negeri 27 Bandar Lampung juga jarang dilaksanakan. Tentu hal ini menjadi permasalahan bagi mitra, mengingat kurikulum merdeka adalah jawaban dari permasalahan pendidikan pasca pandemic di Indonesia. Alasan ini juga yang menjadi dasar dilaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan media merdeka guna mendukung program kurikulum merdeka belajar pada mitra pengabdian kepada masyarakat (SMP Negeri 27 Bandar Lampun. Kegiatan pengabdian masyarakat pada guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung ini dilaksanakan secara terencana mulai dari analisis kebutuhan mitra dan analisis situasi, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi kegiatan bagi mitra. Berdasarkan uraian di atas, dapat permasalahan pada mitra pengabdian masyarakat yaitu: 1 ) . Kurangnya kompetensi guru SMP Negeri 27 bandar Lampung dalam membuat media merdeka belajar, dalam mendukung implementasi kurikulum merdeka, . Media pembelajaran yang digunakan selama ini, belum sesuai karakteristik peserta didik dan berakibat pada capaian hasil belajar yang belum maksimal, . M i n i m n y a p e l at i ha n p e m buatan media pembelajaran dalam mendukung belajar, dan . Tuntutan revolusi pendidikan pasca apndemi Covid-19 yang menuntut kreativitas guru. Arinta Rara Kirana. Hesti Noviyana. Eva Nurchurifiani. Ferry Ardiansyah. Nadya Sellabita A Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Dengan berbagai permasalahan yang terjadi pada mitra pengabdian masyarakat inilah, yang menjadi alasan dilaksanakannya kegiatan pelatihan oleh tim pengabdi dari program studi Pendidikan Matematika serta Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Bandar Lampung pada guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung. METODE Kegiatan masyarakat dilaksanakan dengan jumlah peserta sebanyak 25 peserta . Semuanya guru aktif di SMP Negeri 27 Bandar Lampung. Tahap dengan mempersiapkan keterelaksanaannya kegitan ini 4 bulan sebelum pelaksanaan sudah dipersiapkan. Pelatihan dilaksanakan tepat pada tanggal 29 Oktober 2022 pukul 09. WIB Ae 16. 00 WIB bertempat di ruang aula SMP Negeri 27 Bandar Lampung. Pelaksanaan pelatihan dilakukan untuk menyelesaikan masalah guru yang mampu secara maksimal menghasilkan/membuat memaksimalkan implementasi kurikulum merdeka belajar pada mitra pengadian. Melalui pelatihan ini, diharapkan adanya tambahan kompetensi guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung dalam membuat media pembelajaran yang mampu memberikan kebebasan belajar bagi siswa pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik, serta mampu menciptakan suasana pembelajaran yang bahagia seperti harapan kurikulum merdeka belajar. Metode kegiatan ini adalah berupa pelatihan dan pendampingan terhadap merdeka belajar. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa sesi. Sesi pertama berupa pemberian materi mengenai hakikat media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar. Kegiatan selanjutnya pada sesi kedua adalah pendampingan pembuatan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar yang menarik, sesuai tujuan dan karakteristik materi pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta berkarakter profil pelajar pancasila. Kegiatan pelatihan diberikan secara jelas dengan terlebih dulu menguatkan pengetahuan peserta mengenai materi terkait media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka lengkap dengan kemendikbud ristek melalui program kampus mengajar yang tentunya dapat dieksplor secara kreatif oleh guru. Secara rinci kegiatan yang dilakukan adalah: Observasi Awal Observasi awal dilakukan untuk melihat lokasi mitra, kondisi sesuai digunakan untuk pelatihan. Kegiatan observasi difasilitasi oleh guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung. Diskusi Diskusi dilakukan untuk mengukur sejauh mana kompetensi guru pembelajaran dalam implementasi kurikulum merdeka. Melalui bersama kepala sekolah diperoleh jalan keluar dalam melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar. Persiapan Pelatihan Kegiatan yang dilakukan dalam dengan kepala sekolah dan pihak lainnya dari SMP Negeri 27 Bandar Lampung mengenai kesiapan tempat kegiatan serta kebutuhan lainnya selama dilaksanakannya pelatihan. Pelaksanaan Pelatihan Pelaksanaan pelatihan pembuatan kurikulum merdeka belajar pada Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar Pada Guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung diawali dengan pemaparan materi mengenai hakikat media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar untuk siswa SMP pada berbagai mata pelajaran. Pemberian materi menggunakan tampilan Powerpoint (PPT) pada layar ditambah adanya handout materi yang diberikan kepada masing-masing peserta . uru SMP Negeri 27 Bandar Lampun. Setelah peserta paham dengan materi yang disampaikan, sesi tanya jawab mengenai hal yang kurang dipahami oleh peserta dari paparan materi oleh pemateri yang dalam hal ini adalah tim pengabdi dari STKIP PGRI Bandar Lampung. Praktik Pembuatan Media Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar Kegiatan selanjutnya adalah masingmasing mengaplikasikandan mempraktikkan apa yang sudah mereka pelajari dari yang diberikan tim pengabdi dari STKIP PGRI Bandar Lampung. Berbagai contoh media berbasis kurikulum merdeka belajar sudah dipaparkan pada sesi sebelumnya dan pada sesi ini, peserta dikelompokkan dan dibimbing untuk dapat membuat media yang berbedabeda sesuai karakteristik peserta didik dan kebutuhan masing-masing kelompok peserta. Kegiatan praktik ini bertujuan agar dapat melihat dan mengevaluasi langsung bagaimana pemahaman peserta . uru SMP negeri 27 Bandar Lampun. Setelah sesi praktik pembuatan media selesai, dilanjutkan dengan masing-masing menunjukkan media buatannya sekaligus diadakan evaluasi oleh tim Dari pengabdian yang dilaksanakan terlihat bahwa kegiatan dilaksanakan atas dasar permasalahan pada mitra dengan tujuan menambah kompetensi guru mengenai pembuatan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar, yang mampu menjadikan pembelajaran yang merdeka bagi guru dan peserta didik, sesuai karakteristik peserta didik, hingga dapat menjadikan pembelajaran yang bahagia. Setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan, selanjutnya adalah kegiatan evaluasi keteralaksanan dilihat dari dua aspek, yaitu . keterlibatan peserta dan . Indikator keberhasilan kegiatan dilihat dari dua komponen evaluasi tersebut. Kegiatan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis android ini menargetkan kehadiran peserta minimal 85% dari peserta keseluruhan. Luaran kegiatan yang ditargetkan adalah bertambahnya kompetensi guru dalam membuat berbagai media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka dan adanya media yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan. Dari metode kegiatan pelatihan yang pelatihan dengan langkah . observasi awal dan wawancara, . potensi dan masalah, . persiapan pelatihan, . pemberian pelatihan, dan . HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan masyarakat yang dilaksanakan dengan mitra pengadian yaitu SMP Negeri 27 Bandar Lampung terlaksana sesuai Rangkaian kegiatan pengabdian sudah dimulai pada awal semester ganjil tahun akademik 2022/2023. Melalui kegiatan analisis situasi dan permasalahan yang terjadi pada mitra, diketahui bahwa kurangnya kompetensi guru mengenai Arinta Rara Kirana. Hesti Noviyana. Eva Nurchurifiani. Ferry Ardiansyah. Nadya Sellabita A Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. dalam upaya mendukung implementasi kurikulum merdeka belajar. Pelaksanaan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka, jadwalnya disesuaikan dengan jadwal di sekolah guna terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak berbenturan dengan jadwal maupun jadwal di luar Kesepakatan yang diputuskan dengan kepala sekolah, kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 29 Oktober 2022. Tepat pukul 09. WIB pelatihan dimulai dan diikuti oleh 25 peserta yaitu guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung. Pelatihan dilaksanakan dengan penuh hikmat dan sangat berkesan di seluruh peserta pelatihan. Terlihat para guru sebagai peserta sangat antusias dalam mengikuti jalannya pelatihan dari awal sampai akhir pelatihan. Pelatihan ini dilaksanakan jam 09. 00 WIBAe16. WIB tepatnya di ruang aula SMP Negeri 27 Bandar Lampung. Pelatihan diawali dengan sambutan oleh kepala sekolah yang mewakili mitra pengbdian, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dalam hal ini disampaikan oleh ketua tim mengenai maksud dan tujuan pelatihan ini dan harapan tim untuk ketercapaian yang dapat diperoleh guru sebagai peserta pelatihan pelatihan pengabdian masyarakat ini. Selanjutnya kegiatan dilanjutnya kesediaan bermitra dari kepala sekolah SMP Negeri 27 bandar Lampung kepada ketua tim pengabdian masyarakat yang diserahkan secara langsung. Kemudian dilanjutkan acara inti pengabdian dengan diawali oleh penyampaian materi mengenai hakikat media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar. Harapannya dengan mengawali materi media pembelajaran guru memahami pembelajaran pada kurikulum merdeka Selanjutnya Kegiatan tanya jawab juga berjalan baik, yang mana peserta antusias aktif bertanya dan peserta menemukan jawaban dari kesulitan yang dialami dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar yang dianggap sebagai hal yang baru. Berbagai pertanyaan yang muncul dan merupakan permasalahan sasaran pengabdian, dapat terpecahkan secara langsung dalam kegiatan pelatihan yang dilaksanakan. Peserta kegiatan juga dikuatkan dengan pemahaman bahwa tidak ada media berbasis kurikulum merdeka yang dapat memfasilitasi semua karakteristik peserta didik dan seluruh materi ajar, untuk itu sangat diperlukan kompetensi pendidik untuk dapat secara kreatif kurikulum merdeka belajar di SMP Negeri 27 Bandar Lampung. Dalam kegiatan pemberian materi tim pengabdi juga memberikan tutorial dan beberapa contoh media berbasis kurikulum merdeka pada berbagai mata pelajaran di tingkat SMP. Sesi selanjutnya pada kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan praktik Peserta dikelompokkan pada beberapa kelompok didampingi oleh tim pengabdi pada masing-masing menentukan jenis media yang dibuat. Kegiatan praktik berjalan kondusif pada setiap kelompok. Setiap kelompok juga mampu menghasilkan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka sesuai peta konsep yang telah dibuat masing-masing kelompok. Karya utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar Pada Guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung membuat media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar secara lebih rinci sebagai berikut: Terjalin kerjasama yang baik antara mitra pengabdian masyarakat yaitu SMP Negeri 27 Bandar Lampung dengan STKIP PGRI Bandar Lampung, dalam upaya memajukan pendidikan Indonesia. Keterlibatan penuh peserta kegiatan mulai dari pemaparan materi hingga kegiatan praktik pembuatan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar selama kegiatan Kehadiran peserta 100% melebihi target awal yang ditetapkan oleh tim pengabdi dari STKIP PGRI Bandar Lampung. Bertambahnya kompetensi peserta kegiatan yaitu guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung mengenai cara berbasis kurikulum merdeka belajar yang dapat memberikan kebebasan belajar penuh kepada peserta didik, sesuai karakteristik materi ajar, mampu media dalam mewujudkan pembelajaran yang bahagia baik bagi guru maupun peserta didik dalam Indonesia. Adanya media pembelajaran yang berbasis kurikulum merdeka belajar untuk siswa SMP sebagai hasil karya guru secara kreatif. Pada akhir kegiatan, media yang terbaik dari masing-masing kelompok demonstrasi secara langsung sebagai perwakilan peserta. Menjadi solusi bagi permasalahan mitra yang berkaitan dengan media mendukung implementasi kurikulum merdeka belajar. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa rangkaian kegiatan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar mampu menyelesaikan permasalahan pada mitra pengabdian atau dapat dikatakan terdapat kesesuaian antara permasalahan yang terjadi pada mitra, perencanaan hingga pencapaian hasil Kegiatan pengabdian yang dilakukan mampu mengakomodasi antara permasalahan yang terjadi dengan solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdi. Artinya tujuan kegiatan tercapai dengan Selain itu, melalui kegiatan ini juga motivasi guru untuk semakin kreatif dalam membuat media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka meningkat yang ditunjukkan dengan semakin kan kurikulum merdeka bealajar. Kondisi ini juga sebagai jawaban dari keresahan pelatihan ini. Kegiatan pembelajaran pada kelas yang menerapkan kurikulum merdeka belajar menjadi terfasilitasi dengan baik, memberikan kebebasan belajar yang sebenarnya, menyenangkan, memotivasi siswa, berbasis profil pelajar pancasila yang berakibat pada senangnya meningkatnya hasil belajar peserta didik. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan pentignya media pemelajaran, seperti yang dinyatakan oleh Falahudin . dalam Novitasari. Sari, dan Miftah . bahwa sebagai salah satu komponen perlu mendapatkan perhatian penuh dari setiap kegiatan Ada berbagai alasan pembelajar yang melatar belakangi tidak dipergunakannya media dalam pembelajaran, mulai dari sulitnya menemukan media yang cocok sampai pada keterbatasan Jika pembelajara membekali diri dengan keterampilan dan pengetahuan media Arinta Rara Kirana. Hesti Noviyana. Eva Nurchurifiani. Ferry Ardiansyah. Nadya Sellabita A Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. maka tidak bertemu kesulitan untuk mengadakan media Menurut Tafonao . dengan media siswa akan lebih termotivasi untuk belajar, mendorong siswa menulis, berbicara dan merimajinasi semakin terangsang oleh hadirnya media sebagai stimulus bagi siswa. Proses belajar mengajar lebih efektif dan efisien serta dapat terjalin komunikasi yang baik antara guru dan siswa. Media dapat berpengaruh menjalin kebersamaan di dalam kelas. Sebagai media perantara dalam penyampaian pesan dari guru kepada siswa media menjadi sarana yang tepat dalam mencapai tujuan pembelajaran untuk menjalin kesamaan persepsi terhadap materi dari guru untuk sampai kepada siswa. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan pembelajaran jika siswa merasa nyaman dengan materi yang disampaikan oleh guru dengan kualitas profesional guru di penggunaan alat bantu ajar . edia Dukungan penelitian juga menunjukkan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi peserta didik, meningkatkan hasil belajar siswa (Siswanto, 2011 dalam Sujanem, et al, 2. Tentu hal ini sejalan dengan hasil kegiatan pelatihan yang dilakukan tim pengabdi. Implementasi kurikulum merdeka belajar juga menginginkan adanya pendidik yang mampu memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajarannya. Teknologi memungkinkan mengubah cara memfasilitasi bagaimana proses belajar berlangsung, mendorong kearah pebelajar aktif (Laurillard, 2008 dalam Sujanem, et al, 2. Tentu hal ini juga yang menjadi tuntutan revolusi pendidikan. Pembelajaran merdeka belajar adalah pembelajaran yang mampu memberikan kebebasan yang sesungguhnya pada peserta didik, karakteristik peserta didik dan bahan pembelajaran yang bahagia baik bagi guru maupun peserta didik. Hasil belajar yang diperoleh siswa juga lebih maksimal dibandingkan sebelum pelatihan dilakukan. Hal ini terlihat dari capaian ketuntsasan klasikal menggunakan media yang dibuat peserta kegiatan mengalami peningkatan dengan persentase capaian sebesar 85%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kegiatan pembuatan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar menjawab permasalahan pada mitra (SMP Negeri 27 Bandar Lampun. dan terdapat kesesuaian antara permasalahan yang terjadi pada mitra, perencanaan hingga pencapaian hasil kegiatan. SIMPULAN Kegiatan pelatihan pembuatan media merdeka belajar di SMP Negeri 27 Bandar Lampung terlaksana dengan baik dan memberikan pengalaman kepada implementasi kurikulum merdeka belajar saat ini. Secara keseluruhan kegiatan berjalan sesuai perencanaan, terdapat kesesuaian antara permasalahan dengan hasil kegiatan, serta adanya apresiasi yang tinggi dari peserta kegiatan. Pelatihan merdeka belajar yang telah dilakukan juga menambah kompetensi peserta dalam membuat media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka belajar yang mampu memberikan kebebasan dalam berpikir baik secara individu maupun secara berkelompok, sehingga bisa mewujudkan peserta didik yang kritis, kreatif, kolaboratif, inovatif, dan partisipatif dalam mewujudkan visi pendidikan Indonesia. Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar Pada Guru SMP Negeri 27 Bandar Lampung Pembelajaran pada SMP Negeri 27 Bandar Lampung setelah menggunakan media pembelajaran yang dibuat oleh peserta pelatihan juga menjadi lebih efektif dan dapat meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik. Dari hasil kegiatan di atas, kreativitas guru dalam membuat berbagai media pembelajaran yang mendukung implemntasi kurikulum merdeka belajar dalam upaya menciptakan pembelajaran yang memberikan kebebasan pada peserta didik untuk berkembang sesuai DAFTAR PUSTAKA