JIMP Vol 6 . (Maret 2. hal: 52 Ae 69 e - ISSN 2775-9679 p - ISSN 2774-9525 e-jurnal : http://journal. id/index. php/JIMP/ PENGARUH AMBIENT MARKETING DAN VIRAL MARKETING TERHADAP BRAND AWARENESS (STUDI KASUS KAMPANYE TRIV CRYPTO EXCHANGE AuSTAKING CRYPTO. TIDUR DAPAT DIVIDENA. Shafira Ratna Surya Ningrum1. Sri Widyastuti2. Yuli Ardianto3. Adi Nugroho4 1,2,3,4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pancasila. Jakarta Selatan. Indonesia E-mail : safirartna@gmail. Diterima 8 Februari 2026. Disetujui 17 Maret 2026. Terbit 31 Maret 2026 Abstrak Persaingan pada sektor kripto yang semakin kompetitif menuntut pelaku industri merancang pendekatan komunikasi pemasaran yang lebih kreatif dan relevan bagi Generasi Z. Studi ini mengkaji hubungan antara pemasaran ruang publik dan pemasaran viral dengan tingkat kesadaran merek pada kampanye TRIV AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori. Data diperoleh dari 150 responden yang memenuhi kriteria tertentu melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian diuji kelayakannya melalui pengujian validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji asumsi klasik serta model regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua strategi pemasaran memiliki pengaruh terhadap pembentukan kesadaran merek, secara terpisah maupun bersama-sama, dengan peran pemasaran viral yang relatif lebih kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi pendekatan berbasis pengalaman di ruang publik dan distribusi konten yang mudah tersebar di media sosial dapat memperkuat posisi merek dalam benak audiens Kata kunci: Pemasaran Ruang Publik. Pemasaran Viral. Kesadaran Merek. Pemasaran Digital. Aset Kripto. TRIV Abstract In the intensifying competition within the cryptocurrency industry, there is a growing demand for more creative and relevant marketing communication approaches targeting Generation Z. This study examines the impact of ambient marketing and viral marketing on brand awareness within the TRIV campaign AuStacking Crypto. Sleep and Earn Dividends. Ay An explanatory quantitative approach was adopted. Data was collected from 150 respondent with specific criteria and were selected using purposive sampling. After validating the survey validity and reliability, analysis was conducted using classical assumption tests and multiple linear regression models. The analysis results indicate that both marketing strategies contribute to enhancing brand awareness individually and in combination, with viral marketing strategies playing a relatively stronger role. These findings suggest that combining experiential approaches in public spaces with the dissemination of shareable content on social media can strengthen brand awareness. Keywords: Ambient Marketing. Viral Marketing. Brand Awareness. Digital Marketing. Cryptocurrency. TRIV JIMP Vol 6 . (Maret 2. : 52 Ae 69 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital membawa perubahan terhadap strategi komunikasi dan pemasaran di berbagai industri. Pemasaran yang sebelumnya didominasi oleh pendekatan konvensional dengan komunikasi satu arah melalui media formal, seperti televisi, media cetak, dan billboard mengalami pergeseran menuju pemasaran digital yang bersifat interaktif dan partisipatif. Dalam pemasaran konvensional, konsumen berperan sebagai penerima pesan pasif dan perusahaan memegang kendali penuh atas media dan isi pesan, sedangkan pemasaran digital memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah, keterlibatan audiens, serta penyebaran pesan melalui jaringan sosial digital. Perubahan pendekatan mendorong perusahaan untuk mengembangkan strategi pemasaran nonkonvensional yang tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, serta pada penciptaan pengalaman dan keterlibatan emosional audiens. Efektivitas pemasaran tidak lagi diukur hanya berdasarkan jangkauan pesan, melainkan pada kemampuan strategi pemasaran dalam membangun memori merek dan mendorong partisipasi konsumen. Kondisi ini menjadikan strategi pemasaran berbasis pengalaman dan media sosial semakin relevan dalam membangun kesadaran merek. Perubahan lanskap pemasaran semakin menonjol pada industri aset kripto yang beroperasi sepenuhnya di lingkungan digital. Produk kripto bersifat tidak berwujud . , memiliki tingkat risiko yang relatif tinggi, serta sangat bergantung pada persepsi dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, perusahaan aset kripto tidak hanya bersaing dalam aspek teknologi dan fitur, tetapi juga harus dapat membangun brand awareness agar merek dapat dikenali dan diingat di tengah persaingan yang semakin Dalam sektor aset kripto, berdasarkan laporan Bappebti . , nilai transaksi aset kripto di Indonesia pada periode Januari hingga November 2024 mencapai Rp556,53 triliun, meningkat 356,16% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp122 triliun. Selain itu, jumlah pelanggan aset kripto tercatat mencapai 22,1 juta pelanggan aktif bertransaksi melalui platform pedagang fisik aset kripto (PFAK). Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perdagangan aset kripto di Indonesia. Namun, peningkatan jumlah pengguna juga diiringi dengan meningkatnya persaingan antarplatform kripto seperti Bibit. Pintu. Pluang, dan Stockbit dalam membangun keunggulan merek dan memperkuat kesadaran merek . rand awarenes. di tengah pasar yang semakin TRIV crypto exchange menjadi salah satu bisnis yang menunjukkan kemajuan substansial dalam sektor kripto, platform perdagangan aset digital berasal dari Indonesia. Menurut laporan Kontan dan Kompas . , jumlah pengguna aktif TRIV telah mencapai sekitar 4 juta akun, meningkat dari 3 juta pada akhir tahun 2024. Pertumbuhan ini juga selaras dengan data yang diperoleh dari Google Play Store . yang mengindikasikan kenaikan unduhan aplikasi TRIV dari 1 juta menjadi lebih dari 4 juta dalam periode satu tahun. Fakta ini menunjukkan bahwa TRIV telah Shafira dkk. Pengaruh Ambient Marketing Dan Viral Marketing Terhadap Brand Awareness (Studi Kasus Kampanye berhasil memperluas basis penggunanya di tengah kompetisi yang ketat, serta menegaskan bahwa Jumlah Pengguna Aktif . perusahaan tersebut mampu menarik perhatian pasar melalui strategi komunikasi digital yang efektif. Pertumbuhan Pengguna Aktif Aplikasi TRIV . Tahun Pertumbuhan Pengguna Aktif Aplikasi TRIV . Gambar 1. Pertumbuhan Pengguna Aktif Aplikasi TRIV . Sumber: https://investasi. id/news/pengguna-aktiv-triv-tembus-4-juta diakses pada 8 Oktober 2025 Dalam upaya membangun dan memperkuat brand awareness. TRIV mengimplementasikan kampanye AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy yang menggabungkan strategi ambient marketing dan viral marketing. Pemilihan ambient marketing sebagai strategi komunikasi didasarkan pada karakteristiknya sebagai bentuk pemasaran nonkonvensional yang menyampaikan pesan merek melalui media atau konteks yang tidak lazim dan tidak terduga, sehingga menciptakan pengalaman langsung . xperiential exposur. yang mampu menarik perhatian dan membangun keterlibatan emosional Pendekatan ini yang membedakannya dengan iklan konvensional yang bersifat informatif dan disengaja yang di mana ambient marketing berfokus pada kejutan, kreativitas, dan konteks untuk memperkuat memori merek (Iriani et al. , 2023. Sayoh, 2025. Deepak J. , 2. Dalam konteks digital, ambient marketing tidak hanya diwujudkan melalui ruang fisik, tetapi juga melalui pengalaman visual dan naratif yang menyatu dengan aktivitas digital audiens. Penelitian Iriani et al. , menunjukkan bahwa ambient media yang kreatif mampu menciptakan experiential engagement, sehingga audiens memproses pesan merek secara lebih mendalam. Namun, efektivitas ambient marketing sangat bergantung pada relevansi konteks dan kemampuan audiens dalam mengaitkan pengalaman tersebut dengan identitas merek yang jelas. TRIV memanfaatkan viral marketing sebagai strategi pemasaran digital. viral marketing merupakan strategi yang mendorong audiens untuk menyebarkan pesan merek secara sukarela melalui jaringan sosial digital atau electronic word of mouth (Mukherjee et al. , 2. Berbeda dengan iklan digital berbayar yang sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan, viral marketing bergantung pada partisipasi audiens dalam menyebarkan pesan. Penelitian Pratama et al. serta Sudarta dan Mahyuni . , menunjukkan bahwa viral marketing efektif dalam meningkatkan brand awareness apabila pesan yang disampaikan relevan, emosional, dan sesuai dengan konteks audiens. Viral marketing tidak selalu menghasilkan penguatan brand awareness yang berkelanjutan. Konten yang viral tetapi tidak terintegrasi dengan identitas merek secara jelas dapat berpotensi JIMP Vol 6 . (Maret 2. : 52 Ae 69 menghasilkan popularitas sesaat tanpa membangun memori merek jangka panjang. Oleh karena itu, viral marketing tidak hanya ditentukan oleh tingkat penyebaran pesan, tetapi juga oleh kemampuan pesan tersebut dalam menanamkan merek di benak audiens. Secara konseptual, hubungan antara ambient marketing dan viral marketing bersifat saling Ambient marketing berpotensi memicu viral marketing karena pengalaman yang unik dan tidak terduga mendorong audiens untuk membagikan pengalaman tersebut. viral marketing dapat terjadi tanpa adanya pengalaman ambient yang kuat melalui konten digital yang emosional. Hubungan yang saling memengaruhi ini menunjukkan bahwa kontribusi setiap strategi terhadap brand awareness tidak selalu bersifat linear dan perlu diuji secara empiris. Brand awareness merupakan fondasi utama dalam membentuk persepsi konsumen terhadap suatu merek, yang tercermin dalam kemampuan konsumen untuk mengenali . rand recognitio. dan mengingat . rand recal. merek tersebut. Penelitian Badreldin et al. Praditya dan Purwanto . , serta Karen dan Zai . , menunjukkan bahwa strategi pemasaran nonkonvensional dan komunikasi digital berpengaruh signifikan terhadap pembentukan brand awareness. Penelitian Magisa et al. menegaskan bahwa viral marketing dapat berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara brand awareness dan keputusan pembelian, sehingga memperkuat pentingnya kesadaran merek dalam strategi pemasaran digital. Pemilihan kampanye TRIV AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy pada platform TikTok dengan fokus pada Generasi Z, didasarkan pada beberapa pertimbangan. TikTok merupakan platform media sosial dengan tingkat interaksi dan penyebaran konten yang tinggi di kalangan Generasi Z. Selain itu. Generasi Z merupakan kelompok usia yang paling aktif di media sosial dan responsif terhadap konten visual serta berbasis pengalaman digital (We Are Social dan Meltwater, 2. Kampanye TRIV menjadi fenomena viral yang merepresentasikan penerapan ambient marketing dan viral marketing secara bersamaan, sehingga relevan untuk dijadikan objek penelitian. Meskipun berbagai penelitian terdahulu telah mengkaji pengaruh ambient marketing dan viral marketing terhadap brand awareness, sebagian besar penelitian masih berfokus pada sektor ritel, pendidikan, atau produk konsumsi. Penelitian yang mengkaji kedua strategi tersebut dalam konteks industri aset kripto di Indonesia, khususnya dengan fokus pada Generasi Z sebagai target utama pemasaran digital, masih relatif terbatas. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan penelitian yang perlu dijembatani. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh ambient marketing dan viral marketing terhadap brand awareness pada kampanye TRIV AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy di kalangan Generasi Penelitian dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian pemasaran nonkonvensional serta kontribusi praktis bagi perusahaan aset kripto dalam merancang strategi komunikasi pemasaran digital yang efektif dan berkelanjutan. Shafira dkk. Pengaruh Ambient Marketing Dan Viral Marketing Terhadap Brand Awareness (Studi Kasus Kampanye KAJIAN TEORI Konsep Pemasaran Gerilya (Guerrilla Marketin. Menurut Levinson . , guerrilla marketing merupakan suatu strategi pemasaran berbiaya rendah yang memanfaatkan kreativitas, energi, dan imajinasi untuk mencapai dampak besar pada target Tujuan utama strategi ini tidak hanya peningkatan penjualan, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dan penciptaan profit yang berkesinambungan melalui kampanye tak terduga dan Prinsip-prinsip utama yang ditekankan oleh Levinson . Fokus pada profit, bukan hanya volume penjualan. Kreativitas dan kejutan sebagai kekuatan utama. Pemanfaatan waktu, energi, dan imajinasi, bukan pada anggaran besar. Konsistensi pesan untuk membangun brand yang kuat. Hubungan jangka panjang dengan konsumen melalui interaksi yang emosional dan personal. Dimensi guerrilla marketing meliputi: Kreativitas dan inovasi. Elemen kejutan. Interaktivitas . Buzz and word of mouth. Cost effectiveness. Memorability atau recall. Konsep Ambient marketing Ambient marketing merupakan salah satu bentuk spesifik dari pemasaran gerilya. Strategi ini melibatkan penempatan pesan promosi di lingkungan sehari-hari secara tidak terduga atau di tempattempat yang tidak lazim untuk iklan (Levinson, 2. Efektivitas ambient marketing terletak pada unsur kejutan . yang mampu memicu rasa ingin tahu dan percakapan . ord of mout. Pendekatan ini efektif dalam meningkatkan daya ingat merek . d recal. dan kesadaran merek . rand awarenes. karena sifatnya yang unik dan sulit diabaikan. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan ambient marketing antara lain: Kreativitas ide dan kekuatan visual. Pemilihan lokasi dan waktu yang strategis. Keterlibatan audiens, memungkinkan interaksi langsung. Potensi viral yaitu kemampuan kampanye menyebar melalui media sosial atau word of mouth. Indikator Ambient marketing Menurut Iriani et al. , efektivitas ambient marketing terletak pada kemampuannya memunculkan elemen kejutan, kreativitas, serta keterlibatan audiens dalam konteks yang tak Selain itu, penelitian Deepak J. , menambahkan bahwa salah satu keberhasilan ambient markting adalah munculnya buzz atau percakapan publik setelah audiens terekspos pada JIMP Vol 6 . (Maret 2. : 52 Ae 69 pesan promosi yang menarik. Berdasarkan hasil kajian literatur dan kesesuaian dengan konteks kampanye TRIV AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy, variabel ambient marketing dalam penelitian ini dijelaskan melalui empat dimensi utama, yaitu: Kejutan . Keterlibatan audiens . Terciptanya percakapan . uzz creatio. Kreativitas . Konsep Viral Marketing Viral marketing merupakan salah satu strategi pemasaran digital yang berkembang pesat di era media sosial. Menurut Kotler dan Keller . , viral marketing adalah strategi yang memanfaatkan jaringan sosial dan interaksi antar konsumen untuk menyebarkan pesan merek secara eksponensial. Konsep ini didasarkan pada prinsip Audari mulut ke mulutAy . ord of mout. yang dipercepat oleh kekuatan platform digital. Berger . menegaskan bahwa faktor utama yang memicu viralitas suatu konten meliputi nilai emosional, manfaat praktis, dan relevansi sosial dari pesan yang disampaikan. Strategi ini memungkinkan suatu merek menjangkau audiens yang luas dengan biaya promosi yang relatif rendah dibandingkan media tradisional. Karakteristik viral marketing meliputi: Penyampaian pesan atau informasi dilakukan melalui media sosial atau secara online. Penyebaran pesan atau informasi terjadi dari satu konsumen ke konsumen lainnya. Terdapat penyampaian pesan atau informasi dalam promosi yang berbeda . ut of the bo. , kreatif, inovatif, dan menghibur sehingga menyebabkan konsumen menyebarkan ke konsumen lainnya melalui media sosial. Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan promosi cenderung rendah. Indikator viral marketing Menurut penelitian terdahulu Pratama et al. , . Sudarta & Mahyuni, . dan Magisa et al. , . , efektivitas viral marketing dapat diukur melalui empat indikator utama, yaitu: Niat audiens untuk berbagi . haring intentio. Tingkat interaksi . yang diukur melalui likes, komentar, dan membagikan. Jangkauan pesan . Kecepatan penyebaran konten . peed of diffusio. Konsep Brand Awareness Brand awareness didefinisikan sebagai kekuatan jejak merek dalam memori konsumen yang ditunjukkan melalui kemampuan untuk mengidentifikasi atau mengingat merek tersebut dalam berbagai situasi (Aaker, 1. Secara operasional, brand awareness merepresentasikan tingkatan kesadaran konsumen terhadap eksistensi suatu merek dalam kategori produk tertentu (Keller, 1. Brand awareness adalah tingkat kemampuan konsumen untuk mengenali atau mengingat suatu merek, yang menjadi fondasi utama dalam proses pengambilan keputusan konsumen (Wardhana, 2. Shafira dkk. Pengaruh Ambient Marketing Dan Viral Marketing Terhadap Brand Awareness (Studi Kasus Kampanye Faktor-faktor yang memengaruhi brand awareness meliputi: Kampanye pemasaran efektif, seperti penggunaan media digital, promosi interaktif, atau konten viral untuk meningkatkan eksposur merek. Kualitas produk atau jasa, membentuk persepsi positif dan memperkuat kepercayaan terhadap . Keterlibatan konsumen melalui media sosial, memperluas jangkauan dan memperkuat ingatan terhadap merek. Word of Mouth, secara langsung atau tidak langsung melalui media digital, mempercepat penyebaran informasi mengenai merek. Dimensi brand awareness . Brand Recall yaitu kemampuan konsumen mengingat merek secara spontan. Brand Recognition yaitu kemampuan mengenali merek ketika diberikan petunjuk visual atau . Top of Mind yaitu merek pertama yang muncul dalam benak konsumen. Brand Choice yaitu kecenderungan konsumen memasukkan merek ke dalam daftar pertimbangan pembelian. Hipotesis Penelitian Pengaruh Ambient Marketing (X. Terhadap Brand Awareness (Y) Berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, ambient marketing dinilai memiliki potensi besar dalam membangun brand awareness karena menggabungkan elemen kejutan, kreativitas, dan relevansi lingkungan yang menciptakan kesan mendalam di benak konsumen. Maka hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah: H1: Terdapat pengaruh ambient marketing terhadap brand awareness kampanye TRIV crypto exchange AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy. Pengaruh Viral Marketing (X. Terhadap Brand Awareness (Y) Berdasarkan penelitian sebelumnya, viral marketing yang memanfaatkan pesan menarik dan keterlibatan digital diyakini dapat memperluas jangkauan merek dan memperkuat pengenalan merek di benak audiens. Maka hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah: H2: Terdapat pengaruh viral marketing terhadap brand awareness kampanye TRIV crypto exchange AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy. Pengaruh Ambient Marketing (X. dan Viral Marketing (X. Terhadap Brand Awareness (Y) Berdasarkan penelitian sebelumnya, variabel ambient marketing dan viral marketing diyakini dapat memperkuat brand awareness karena menggabungkan kekuatan pengalaman visual langsung dan penyebaran pesan digital. Maka hipotesis ketiga dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: JIMP Vol 6 . (Maret 2. : 52 Ae 69 H3: Terdapat pengaruh ambient marketing dan viral marketing secara simultan terhadap brand awareness pada kampanye TRIV crypto exchange AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy. METODE Kategori Penelitian Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif eksplanatori. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan dan mengukur hubungan antarvariabel secara objektif menggunakan data numerik dengan menggunakan aplikasi SPSS 22. Operasionalisasi Variabel Operasionalisasi variabel adalah proses penentuan bagaimana suatu variabel diukur atau dioperasikan di lapangan (Sugiyono, 2. Tabel ini menjabarkan dimensi dan indikator yang digunakan untuk menyusun instrumen penelitian . Pengukuran akan menggunakan Skala Likert 4 poin dengan pilihan jawaban: Sangat Tidak Setuju (STS). Tidak Setuju (TS). Setuju (S), dan Sangat Setuju (SS). Populasi dan Sampel Populasi penelitian merupakan pengguna aplikasi TikTok dari Generasi Z yang berdomisili di Jakarta dan Surabaya serta telah terpapar kampanye TRIV AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy pada periode 29 AprilAe29 Mei 2025. Pemilihan populasi didasarkan pada karakteristik target audiens kampanye yang berfokus pada pengguna aktif TikTok dengan minat terhadap aset kripto. Penelitian menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling, yaitu penentuan responden berdasarkan kriteria tertentu mencakup pengguna aktif TikTok Generasi Z, berusia 18Ae28 tahun, berdomisili di Jakarta atau Surabaya, telah melihat kampanye TRIV pada periode penelitian, serta memiliki minat terhadap investasi kripto. Jumlah sampel minimum dihitung menggunakan rumus Cochran: n = jumlah sampel yang diperlukan Z = 1,96 p = peluang benar 50%= 0,5 q = peluang salah 50% = 0,5 e = tingkat kesalahan sampel 10% = 0,01 Dalam pelaksanaan penelitian berhasil mengumpulkan 150 responden, sehingga jumlah tersebut telah melampaui batas minimum dan dinilai memadai untuk analisis kuantitatif. Shafira dkk. Pengaruh Ambient Marketing Dan Viral Marketing Terhadap Brand Awareness (Studi Kasus Kampanye HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas Tabel 1. Hasil Uji Validitas Ambient Marketing Pernyataan X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. 0,545 0,618 0,644 0,591 0,587 0,671 0,616 0,541 0,160 0,160 0,160 0,160 0,160 0,160 0,160 0,160 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2026 Hasil pengujian pada Tabel 1, dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa seluruh item pada variabel X1 memiliki nilai r hitung yang berada di atas r tabel sebesar 0,160. Kondisi ini menandakan bahwa setiap butir pernyataan telah memenuhi standar validitas yang ditetapkan. Oleh karena itu, seluruh indikator pada variabel tersebut dapat dinyatakan valid. Dengan demikian, instrumen penelitian yang digunakan dinilai sesuai dan dapat dipergunakan dalam proses pengumpulan data. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Viral Marketing Pernyataan X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. 0,580 0,480 0,495 0,599 0,695 0,577 0,650 0,536 0,160 0,160 0,160 0,160 0,160 0,160 0,160 0,160 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2026 Berdasarkan hasil uji validitas pada Tabel 2, diketahui bahwa setiap item pada variabel X2 memiliki nilai r hitung yang melampaui nilai r tabel . Kondisi tersebut menunjukkan bahwa instrumen penelitian telah memenuhi persyaratan validitas. Oleh karena itu, seluruh item dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian ini. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Brand Awareness Pernyataan 0,605 0,566 0,671 0,582 0,558 0,652 0,601 0,160 0,160 0,160 0,160 0,160 0,160 0,160 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid JIMP Vol 6 . (Maret 2. : 52 Ae 69 0,483 0,160 Valid Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2026 Berdasarkan Tabel 3, hasil uji validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment, item seluruh pernyataan pada variabel Y memiliki nilai r hitung > r tabel sebesar 0,160 sehingga seluruh item dinyatakan valid. Hasil Uji Reliabilitas Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Ambient marketing CronbachAos Alpha 0,748 Reliabilitas Cukup Viral marketing 0,716 Cukup Brand Awareness 0,732 Cukup Keterangan Instrumen dapat diterima . Instrumen dapat diterima . Instrumen dapat diterima . Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2026 Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang disajikan pada Tabel 4, diketahui bahwa variabel ambient marketing memiliki nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,748, variabel viral marketing sebesar 0,716, dan variabel brand awareness sebesar 0,732. Seluruh nilai CronbachAos Alpha tersebut berada di atas batas minimum 0,70, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen pengukuran pada setiap variabel memiliki tingkat reliabilitas yang cukup dan dapat diterima . Hasil Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah residual pada model regresi berdistribusi normal. Menurut Sugiyono . , normalitas dapat diketahui melalui normal probability plot dengan memperhatikan sebaran data yang mengikuti garis diagonal. Apabila titik-titik residual berada di sekitar dan searah dengan garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa data memenuhi asumsi normalitas yang dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 2. Hasil Uji Normalitas Dengan P-P Plot dan Histogram Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2026 Berdasarkan Gambar 2, hasil uji normalitas menunjukkan bahwa residual pada model regresi brand awareness yang dipengaruhi oleh ambient marketing dan viral marketing berdistribusi normal. Shafira dkk. Pengaruh Ambient Marketing Dan Viral Marketing Terhadap Brand Awareness (Studi Kasus Kampanye Hal ini ditunjukkan oleh sebaran titik pada normal pAep plot yang mengikuti garis diagonal serta pola histogram yang membentuk kurva mendekati lonceng. Tabel 5. Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Normal Parametersab Most Mean Std. Deviation Extreme Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. Sig . -taile. 99% Confidence Lower Interval Bound Upper Bound Unstandardized Residual Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2026 Berdasarkan Tabel 5, hasil uji Kolmogorov-Smirnov dengan pendekatan Asymp. Sig. -taile. menunjukkan nilai sebesar 0,200 yang lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa residual pada model regresi yang menganalisis ambient marketing dan viral marketing terhadap brand awareness berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi normalitas sebagai salah satu prasyarat dalam analisis regresi linear dapat dinyatakan terpenuhi. Hasil Uji Multikolinearitas Tabel 6. Hasil Uji Multikolinearitas Model Collinearity Statistics Tolerance (Constan. Ambient Marketing . (X. Viral Marketing (X. Dependent Variabel: Brand Awareness (Y) VIF Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2026 Berdasarkan Tabel 6, kombinasi variabel independen memiliki nilai tolerance 0,800 dan VIF 1,250. Nilai tersebut berada dalam batas yang ditetapkan . olerance > 0,10 dan VIF < . , sehingga model regresi dinyatakan tidak mengandung multikolinearitas dan memenuhi asumsi analisis. JIMP Vol 6 . (Maret 2. : 52 Ae 69 Hasil Uji Heteroskedastisitas Menurut Sugiyono . , model regresi yang ideal tidak mengalami heteroskedastisitas. Hal ini dapat dilihat dari pola sebaran titik pada grafik scatterplot yang tersebar secara acak tanpa menunjukkan pola yang jelas. Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2026 Hasil scatterplot pada Gambar 3, menunjukkan bahwa residual tersebar secara acak di sekitar sumbu nol tanpa membentuk pola tertentu. Hal ini mengindikasikan tidak adanya gejala heteroskedastisitas, sehingga model regresi memenuhi asumsi homoskedastisitas dan dapat digunakan untuk analisis. Analisis Regresi Linear Berganda Regresi linear berganda diterapkan untuk menganalisis hubungan antara lebih dari satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Melalui pendekatan ini, dapat diidentifikasi kontribusi ambient marketing dan viral marketing terhadap brand awareness, baik secara bersama-sama maupun secara individual. Berdasarkan Tabel 7, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Tabel 7. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Ambient Marketing . (X. Viral Marketing (X. Dependent Variable: Brand Awareness (Y) Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2026 yao = y, yayeya ya, yayiyn . ya, yeyaye . yeI Nilai konstanta sebesar 9,240, menunjukkan jika variabel ambient marketing dan viral marketing sama dengan nol, maka nilai brand awareness adalah 9,240. Nilai koefisien ambient marketing sebesar 0,168 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan 1% pada ambient marketing dengan asumsi variabel viral marketing tetap, maka meningkatkan brand awareness sebesar 0,168. Shafira dkk. Pengaruh Ambient Marketing Dan Viral Marketing Terhadap Brand Awareness (Studi Kasus Kampanye Nilai koefisien viral marketing sebesar 0,505 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan 1% pada viral marketing dengan asumsi variabel ambient marketing tetap, maka meningkatkan brand awareness sebesar 0,505. Hasil Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji T) Uji t digunakan untuk mengevaluasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individual. Dalam penelitian ini, tingkat signifikansi yang digunakan adalah 0,05. Variabel independen dinyatakan signifikan apabila nilai probabilitas berada pada atau di bawah 0,05. Adapun kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: H0 diterima apabila nilai t hitung berada di bawah t tabel atau nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. H0 ditolak apabila nilai t hitung melebihi t tabel atau nilai signifikansi berada di bawah 0,05. Tabel 8. Hasil Uji Parsial (Uji T) Model (Constan. Ambient Marketing 2. (X. Viral Marketing (X. Dependent Variable: Brand Awareness (Y) Sig. Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2026 Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 8, diperoleh hasil pengujian sebagai berikut: Pengujian variabel ambient marketing terhadap brand awareness (H. Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa variabel ambient marketing memiliki nilai t sebesar 2,280 yang berada di atas nilai kritis 1,976 dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya pengaruh ambient marketing terhadap brand awareness, sehingga hipotesis pertama (H. Pengujian variabel viral marketing terhadap brand awareness (H. Pada variabel viral marketing, diperoleh nilai t sebesar 6,885 yang juga melampaui nilai kritis 1,976 dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa viral marketing memiliki pengaruh terhadap brand awareness, sehingga hipotesis kedua (H. Uji Simultan (Uji F) Hasil pengujian simultan menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan mampu menjelaskan hubungan antara ambient marketing dan viral marketing dengan brand awareness. Dengan tingkat signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan df1 = 2 serta df2 = 147, diperoleh nilai F tabel sebesar 3,06. H0 ditolak apabila F hitung > F tabel atau nilai signifikansi < 0,05 sehingga hipotesis (H. yang berbunyi ambient marketing dan viral marketing secara simultan berpengaruh terhadap brand awareness diterima. JIMP Vol 6 . (Maret 2. : 52 Ae 69 Tabel 9. Hasil Uji Simultan (Uji F) Model Sum of df Mean Squares Sig. Square Regression Residual Total Dependent Variable: Brand Awareness Predictors: (Constan. , viral marketing. Ambient marketing Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2026 Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi (RA) menunjukkan proporsi variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model regresi. Dalam penelitian ini. RA digunakan untuk menilai kontribusi ambient marketing dan viral marketing dalam menjelaskan variasi brand Tabel 10. Hasil Koefisien Determinasi (R. Model R Square Predictors: (Constan. , viral marketing. Ambient marketing Dependent Variable: Brand Awareness Adjusted Square R Std. Error of the Estimate Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2026 Berdasarkan hasil analisis Tabel 10, diperoleh nilai RA sebesar 0,353. Angka tersebut mengindikasikan bahwa 35,3% perubahan brand awareness dapat diterangkan oleh kedua variabel independen dalam model, sedangkan 64,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan brand awareness dipengaruhi oleh berbagai determinan yang bersifat multidimensional. Meskipun demikian, hasil analisis tetap memperlihatkan bahwa ambient marketing dan viral marketing memberikan kontribusi dalam menjelaskan variasi brand awareness pada kampanye TRIV Crypto Exchange AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy. Pembahasan Pengaruh Ambient Marketing Terhadap Brand Awareness Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambient marketing memiliki hubungan yang signifikan dengan brand awareness, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 2,280 yang lebih besar dari t tabel 1,976 serta nilai signifikansi 0,024 (< 0,. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi ambient marketing pada kampanye TRIV AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy mampu menarik perhatian serta meningkatkan pengenalan merek di kalangan audiens. Pendekatan yang tidak konvensional menjadikan pesan lebih menonjol dibandingkan iklan pada umumnya. Hal ini memungkinkan audiens untuk lebih mudah Shafira dkk. Pengaruh Ambient Marketing Dan Viral Marketing Terhadap Brand Awareness (Studi Kasus Kampanye mengingat pesan yang disampaikan. Selain itu, strategi ini menciptakan pengalaman yang berbeda bagi audiens. Temuan penelitian sejalan dengan Iriani et al. yang menyatakan bahwa ambient marketing efektif dalam meningkatkan kesadaran merek melalui pengalaman visual yang tidak Paparan pesan di luar media tradisional mampu memperkuat perhatian dan daya ingat konsumen terhadap merek. Dalam konteks ini, kampanye TRIV menghadirkan pesan yang unik dan berbeda dari iklan finansial pada umumnya. Hal ini menciptakan pengalaman komunikasi yang lebih mudah diingat oleh audiens. Selain itu, hasil penelitian ini juga didukung oleh Deepak J. yang menekankan pentingnya elemen surprise dan kreativitas. Pendapat tersebut diperkuat oleh Sayoh yang menyatakan bahwa inovasi visual mampu meningkatkan efektivitas komunikasi pemasaran terhadap kesadaran merek. Meskipun demikian, kontribusi ambient marketing terhadap brand awareness relatif lebih kecil dibandingkan viral marketing, sebagaimana tercermin dari nilai koefisien regresi. Hal ini menunjukkan bahwa ambient marketing memiliki keterbatasan dalam hal jangkauan Kondisi ini membuat dampak ambient marketing terhadap peningkatan kesadaran merek menjadi tidak merata. Dengan demikian, ambient marketing tetap berperan sebagai pendekatan yang mampu membangun pengalaman merek dan mendukung peningkatan brand awareness, khususnya pada audiens muda yang aktif di media digital. Pengaruh Viral Marketing Terhadap Brand Awareness Hasil penelitian menunjukkan bahwa viral marketing memiliki pengaruh terhadap brand awareness, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 6,885 yang lebih besar dari t tabel 1,976 serta nilai signifikansi 0,000 (< 0,. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin efektif penyebaran konten kampanye melalui media sosial, semakin tinggi tingkat kesadaran merek TRIV di kalangan audiens. Penyebaran informasi yang cepat dan luas memungkinkan pesan kampanye menjangkau lebih banyak pengguna dalam waktu singkat. Selain itu, keterlibatan audiens dalam membagikan konten turut memperkuat eksposur merek. Hal ini menjadikan viral marketing sebagai strategi yang relevan dalam pemasaran digital. Dengan demikian, viral marketing berperan penting dalam meningkatkan brand awareness. Temuan ini konsisten dengan penelitian Pratama et al. yang menyatakan bahwa konten yang menarik dan relevan mampu mendorong audiens untuk menyebarkan pesan merek secara Selain itu. Sudarta dan Mahyuni menemukan bahwa strategi viral marketing yang mengandung unsur emosional dan partisipatif dapat memperluas jangkauan pesan serta memperkuat pengenalan merek. Dalam penelitian ini, konten kampanye TRIV yang sering muncul di beranda TikTok menunjukkan adanya penyebaran pesan secara organik. Kondisi tersebut mencerminkan tingginya tingkat keterlibatan pengguna terhadap konten kampanye. Hal ini memperkuat efektivitas komunikasi pemasaran melalui media sosial. Dengan demikian, viral marketing mampu mempercepat distribusi informasi kepada audiens. JIMP Vol 6 . (Maret 2. : 52 Ae 69 Hasil penelitian juga sejalan dengan Magisa et al. yang menyatakan bahwa viral marketing berperan penting dalam memperkuat brand awareness melalui percepatan penyebaran informasi digital. Nilai koefisien regresi sebesar 0,505 menunjukkan bahwa viral marketing memiliki kontribusi yang lebih besar dibandingkan ambient marketing. Hal ini menunjukkan bahwa strategi berbasis media sosial memiliki kekuatan yang lebih dominan dalam meningkatkan kesadaran merek. Meskipun bersifat temporer, tingginya frekuensi paparan dan jangkauan yang luas membuat pesan lebih mudah diingat oleh audiens. Selain itu, keterlibatan aktif pengguna memperkuat proses penyebaran pesan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, viral marketing menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan brand Pengaruh Ambient Marketing dan Viral Marketing Terhadap Brand Awareness Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambient marketing dan viral marketing secara bersama-sama Temuan mengindikasikan bahwa pembentukan brand awareness TRIV dipengaruhi oleh kombinasi kedua strategi pemasaran tersebut. Sinergi antara pendekatan pengalaman dan penyebaran digital memungkinkan pesan merek lebih mudah diterima oleh audiens. Selain itu, integrasi strategi ini memperkuat efektivitas komunikasi pemasaran secara keseluruhan. Dengan demikian, kedua strategi tersebut saling melengkapi dalam membangun kesadaran merek. Temuan ini konsisten dengan penelitian Badreldin et al. yang menyatakan bahwa integrasi strategi guerrilla marketing, termasuk ambient dan viral marketing, memberikan dampak yang lebih kuat dibandingkan penerapan secara terpisah. Selain itu. Karen dan Zai serta Praditya dan Purwanto menegaskan bahwa strategi pemasaran digital yang terintegrasi mampu meningkatkan eksposur dan pengenalan merek secara signifikan. Dalam konteks kampanye TRIV, ambient marketing berperan menciptakan pengalaman yang menarik, sedangkan viral marketing memperluas jangkauan pesan melalui media sosial. Kombinasi tersebut memungkinkan pesan kampanye tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga tersebar secara Hal ini memperkuat proses pembentukan brand awareness secara lebih efektif. Dengan demikian, integrasi kedua strategi menjadi pendekatan yang relevan dalam pemasaran digital. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,353 menunjukkan bahwa 35,3% variasi brand awareness dapat dijelaskan oleh kedua variabel, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hal ini menegaskan bahwa pembentukan brand awareness bersifat kompleks dan melibatkan berbagai aspek tambahan. Penelitian Magisa et al. menunjukkan bahwa faktor seperti kepercayaan merek, reputasi perusahaan, dan pengalaman konsumen turut berperan dalam proses tersebut. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa viral marketing memiliki kontribusi yang lebih dominan dibandingkan ambient marketing. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi berbasis media sosial memiliki kekuatan lebih besar dalam menjangkau audiens. Shafira dkk. Pengaruh Ambient Marketing Dan Viral Marketing Terhadap Brand Awareness (Studi Kasus Kampanye khususnya Generasi Z. Dengan demikian, meskipun kedua strategi efektif, tingkat kontribusinya terhadap brand awareness tidak bersifat seimbang. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh ambient marketing dan viral marketing terhadap brand awareness pada kampanye TRIV crypto exchange AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Strategi ambient marketing pada kampanye TRIV AuStaking Crypto. Tidur Dapat DividenAy dinilai mampu menciptakan pengalaman yang menarik dan berkesan melalui unsur kejutan serta pendekatan nonkonvensional, sehingga merek lebih mudah diingat oleh audiens. Strategi viral marketing melalui media sosial mendorong penyebaran pesan secara luas dan partisipatif, sehingga memperluas jangkauan komunikasi merek di kalangan pengguna TikTok. Penggabungan strategi ambient marketing dan viral marketing membentuk pendekatan yang saling melengkapi, yaitu menghadirkan pengalaman langsung yang kreatif sekaligus mempercepat distribusi pesan secara digital, sehingga memperkuat posisi merek dalam ingatan audiens. Saran Bagi Perusahaan TRIV Crypto Exchange Perusahaan disarankan untuk meningkatkan optimalisasi strategi pemasaran, khususnya pada aspek viral marketing yang berkaitan dengan kemampuan kampanye menciptakan perbincangan dalam waktu singkat serta penguatan daya ingat merek dibandingkan pesaing. Peningkatan dapat dilakukan melalui konsistensi identitas merek, kejelasan pesan utama, serta penyesuaian strategi dengan karakteristik Generasi Z pengguna TikTok agar brand awareness dapat diperkuat secara Bagi Peneliti Lainnya Melakukan pendalaman terhadap indikator yang belum optimal serta menguji kembali model penelitian pada objek, karakteristik responden, atau wilayah yang berbeda. Perluasan cakupan penelitian diharapkan dapat meningkatkan generalisasi temuan dan memperkaya pengembangan kajian mengenai strategi pemasaran digital dan brand awareness. DAFTAR PUSTAKA