Volume 5 Nomor 1 Bulan September Tahun 2025 https://jurnal. Strategi Pemberdayaan Ekonomi Protektif Di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 Lampung Zaimatu Aisyaturrohma1. Abizar2. Ulil Albab3 Universitas Muhammadiyah Lampung aisyaturrohma163@gmail. Naskah masuk:02-03-2025, direvisi:31-03-2025, diterima:25-08-2025, dipublikasi:01-09-2025 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi pemberdayaan ekonomi protektif yang diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8. Konsep pemberdayaan ekonomi protektif tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan ekonomi santriwati, guru, dan masyarakat sekitar, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen perlindungan terhadap nilai-nilai keagamaan serta budaya pondok yang telah mengakar kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggali informasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap program-program ekonomi yang telah berjalan. Fokus utama kajian ini meliputi pengembangan koperasi pesantren, pendirian unit-unit usaha mikro yang beragam, serta pelaksanaan pelatihan kewirausahaan berbasis prinsip syariah yang ditujukan untuk membentuk karakter wirausaha Islami di kalangan santriwati. Strategi yang diterapkan dirancang untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi tanpa harus mengorbankan nilai religiusitas yang menjadi identitas utama pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pemberdayaan ekonomi protektif berhasil meningkatkan kemampuan pesantren dalam membangun ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. Seluruh aktivitas ekonomi dikelola dengan memegang teguh prinsip syariah, termasuk pengelolaan keuangan yang bebas riba, penerapan etika bisnis Islami, transparansi, serta keadilan transaksi. Pendekatan ini tidak hanya memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian pesantren, tetapi juga menjadi role model dalam integrasi antara nilai keislaman dengan pengelolaan ekonomi modern. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa konsep pemberdayaan ekonomi protektif berpotensi menjadi model strategis dalam pengembangan ekonomi pesantren di Indonesia. Model ini sekaligus dapat dijadikan rujukan dalam membangun sistem ekonomi pesantren yang berorientasi pada keberlanjutan, kemandirian, dan keberpihakan terhadap nilai-nilai Islam. Kata Kunci: Pemberdayaan. pondok pesantren. ABSTRACT This study aims to provide an in-depth analysis of the protective economic empowerment strategy implemented at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Campus 8. The concept of protective economic empowerment does not merely focus on improving the economic welfare of female students . , teachers, and the surrounding community, but also functions as a safeguard to preserve the religious values and cultural traditions that are deeply rooted in the pesantren environment. Using a descriptive qualitative approach, this research gathers information through observation, interviews, and documentation of various ongoing economic programs. The main areas of focus include the development of pesantren cooperatives, the establishment of diverse micro-enterprise units, and the implementation of entrepreneurship training programs based on Islamic principles that aim to foster Islamic entrepreneurial character among students. The strategies are designed to encourage economic independence without compromising the religiosity that forms the core identity of the pesantren. The findings reveal that the implementation of protective economic empowerment strategies has significantly enhanced the pesantrenAos capacity to build a sustainable and independent economic All economic activities are managed in accordance with sharia principles, such as interestAd- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. free financial management, the application of Islamic business ethics, transparency, and fairness in This approach not only strengthens the pesantrenAos economic self-reliance but also serves as a practical example of integrating Islamic values with modern economic management. The results of this study indicate that protective economic empowerment can serve as a strategic model for pesantren-based economic development in Indonesia. Furthermore, this model may provide a valuable reference for building a sustainable, independent, and Islamic value-oriented economic system. Keywords: Empowerment. boarding school. PENDAHULUAN Sekilas melihat bangunan, busana santri, kegiatan dan peralatan Gontor, banyak yang mengira pondok ini pondok pesantrennya orang kaya, elit dan berduit. Nyatanya tidak, banyak santri yang justru berasal dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Pada tahun 2020 biaya bulanan di Gontor hanya Rp. 000,-. Jumlah tersebut sudah termasuk. makan 3 kali sehari, biaya operasional kegiatan belajar-mengajar, asrama, air untuk minum, dan mandi sepuasnya. Mari kita hitung, betapa murahnya biaya tersebut untuk makan sebulan dan pola pendidikan 24 jam. Di tengah arus transformasi digital yang semakin deras, pesantren di Indonesia menghadapi tantangan besar: menjaga relevansi sambil mempertahankan nilai-nilai Data Kementerian Agama RI . mencatat bahwa dari 28. 194 pesantren dengan 4,8 juta santri di Indonesia, hanya 12% yang telah bertransformasi menjadi pesantren modern dengan unit usaha mandiri. Namun di balik angka tersebut, tersembunyi sebuah fenomena menarik yang belum banyak terungkap dalam diskursus pemberdayaan ekonomi pesantren putri. Studi Bank Indonesia . mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa hanya 23% pesantren putri memiliki sistem ekonomi terstruktur, dan lebih memprihatinkan lagi, kurang dari 8% yang menerapkan pendekatan protektif dalam pengelolaan ekonominya. Kesenjangan ini menjadi semakin krusial mengingat proyeksi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia yang diperkirakan mencapai 15. 2% pada tahun 2025 (OJK, 2. Pesantren di Indonesia yang jumlahnya mencapai ribuan sebenarnya mempunyai potensi yang sangat besar dalam bidang ekonomi. Di tengah kesenjangan tersebut. Gontor Putri Kampus 8 Lampung hadir dengan pendekatan yang berbeda. Berdiri tahun 2020, pesantren ini tidak sekadar mengadopsi model ekonomi konvensional, tetapi membangun narasi baru tentang pemberdayaan ekonomi yang mempertimbangkan karakteristik khusus santri putri. Kyai Zarkasyi menyebut fenomena ini sebagai transformasi "berdikari" yang mengintegrasikan aspek pendidikan, sosial, dan ekonomi dalam konteks kesantriwatian. Sepuluh unit usaha yang dikelola secara mandiri - dari koperasi santri hingga unit permobilan atau transportasi - menjadi laboratorium hidup bagaimana prinsip ekonomi protektif dipraktikkan dalam keseharian. (Albab 2. Pondok Pesantren mempunyai potensi begitu besar. Akan tetapi dalam perkembangan pesantren selama ini masih belum dianggap sebagai potensi besar dan belum memiliki perhatian dari beberapa pihak. Pondok pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tradisional memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan intelektual santri. Selain fungsi pendidikan, pesantren juga kerap menjalankan kegiatan ekonomi untuk menunjang operasional dan kesejahteraanya. Dalam konteks pemberdayaan ekonomi, pondok pesantren dihadapkan pada tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi protektif menjadi konsep yang relevan untuk dikaji guna melihat bagaimana pesantren mampu menjaga nilai-nilai tersebut sambil tetap mengembangkan Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. kegiatan ekonomi yang produktif. Pemberdayaan ekonomi dalam lembaga pendidikan, khususnya pesantren, menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kemandirian finansial sekaligus memberdayakan santri agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan di masyarakat. Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 sebagai salah satu pesantren besar di Indonesia memiliki berbagai program yang bertujuan untuk mencetak generasi yang bukan hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga berdaya secara (Albab and Wulandari 2. Namun, dalam implementasinya, pemberdayaan ekonomi di pesantren sering menghadapi tantangan, terutama dalam konteks perlindungan nilai-nilai pesantren dan budaya lokal. Selain itu, terdapat kebutuhan untuk menerapkan strategi ekonomi yang tidak hanya bersifat profit, tetapi juga memiliki unsur protektif agar kegiatan ekonomi yang dilakukan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan tidak mengorbankan nilai-nilai keislaman yang dijunjung tinggi oleh pesantren. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus dalam pemberdayaan ekonomi yang bersifat protektif di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8. Rahasianya, semua yang dari santri, kembali ke santri. Gak ada ceritanya, dari santri, terus dibagi dua untuk ustadzah atau ustadz (Para Gur. Pelajar tidak dibebankan biaya honor untuk para guru. Kalau bukan dari bayaran/SPP, dari mana santri dan para asatidzah (Pengaja. bisa bertahan hidup?. Diawali langkah trimurti pendirinya. Pondok Modern Darussalam Gontor yang merupakan harta pusaka keluarga kala itu, diwakafkan kepada umat Islam. Alhamdulillah, seiring waktu pesantren ini kemudian banyak menerima wakaf dari berbagai pihak. Dengan kesadaran bahwa ponpes perlu biaya untuk keberlangsungan jihad yang tercantum dalam Panca Jangka . langkah strategis dalam jangka panjan. , maka tidak semua wakaf dibangun gedung belajar-mengajar. Sebagian dirancang jadi sumber daya alam (SDA) yang kita sebut sebagai unit usaha produktif pabrik air minum, pabrik roti, percetakan, toko bangunan, toko buku, konveksi, peternakan, pertanian, bahkan SPBU, dan lain-lain. Begitulah sekiranya sedikit pelajaran tentang perekonomian di Gontor Pusat Ponorogo. Dan untuk di Gontor Putri Kampus 8 Lampung sendiri masih baru berjalan 5 tahun nya pondok dari belum adanya bangunan yang banyak, santrinya yang lemparan dari Gontor Putri di Jawa, guru pengabdian yang sedikit, dan masih dalam keadaan covid-19. Untuk di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 Lampung sendiri dengan santri sekiranya 386 orang, dengan biaya bulanan Rp. 000,- pada tahun ini. Walaupun pondok tersebut masih belum genap 5 tahun, sudah memiliki beberapa unit usaha yang dapat mencukupi seluruh kebutuhan santriwati yang berada di dalam nya. Dengan begitu menjadikannya pondok pesantren tersebut nyaman, aman dan damai. Di samping itu pondok pesantren ini pun terkenal dengan banyak nya kegiatan yang mendidik untuk para santriwati yang berada di dalam nya. Yang dapat membuat dan mampu mengalihkan pandangan santriwati untuk tidak memikirkan rumah dan yang lain nya selain di pondok itu sendiri. Urgensi penelitian yang akan peneliti bahas yakni pentingnya sebuah pondok pesantren dalam melakukan pemberdayaan kepada santri dan masyarakat, dimana santri dan masyarakat yang awalnya tidak berdaya menjadi mempunyai daya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarganya, hakikatnya pondok pesantren dan masyarakat itu bersama-sama saling membutuhkan dan saling dibutuhkan, bahkan Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. berdirinya pondok pesantren tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar. Maka dari itu perekonomian pondok pun harus di libatkan oleh para santri dan masyarakat sekitar seperti para guru dan para pekerja yang membantu pemberdayaan ekonomi di pondok pesantren ini. Semua yang dikerjakan atau dilakukan oleh masyarakat atau orang yang berada di pondok pesantren dapat mendapatkan pelajaran dan mampu mengembangkan perekonomian sehingga dapat membangun atau melengkapi perlengkapan yang di butuhkan oleh para santri atau masyarakat. Berdasarkan pembahasan di atas, pertanyan dalam penelitian ini adalah sebagai Apa saja strategi yang diterapkan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 dalam pemberdayaan ekonomi protektif?, . Bagaimana strategi pemberdayaan ekonomi tersebut mampu melindungi nilai-nilai keislaman dan budaya pesantren, . Apa saja kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan strategi pemberdayaan ekonomi protektif di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 . Bagaimana dampak penerapan strategi pemberdayaan ekonomi protektif terhadap kemandirian ekonomi dan keterampilan santri di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 . Dengan tujuan penelitian ini antara lain. Mengidentifikasi strategi yang diterapkan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 dalam pemberdayaan ekonomi protektif, sehingga dapat dipahami secara mendalam pendekatan yang digunakan dalam membangun ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di lingkungan pesantren, . Menganalisis bagaimana strategi pemberdayaan ekonomi tersebut melindungi nilai-nilai keislaman dan budaya pesantren, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan strategi tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip Islam dan tradisi pesantren, serta tidak mengorbankan identitas keagamaan dan budaya pesantren, . Mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan strategi pemberdayaan ekonomi protektif, sehingga dapat diperoleh pemahaman tentang hambatan dan tantangan yang mungkin dihadapi oleh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 dalam menerapkan strategi tersebut, . Menganalisis dampak dari penerapan strategi pemberdayaan ekonomi protektif terhadap kemandirian ekonomi dan keterampilan santri, dengan tujuan untuk mengkaji sejauh mana strategi tersebut berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi santri dan memperkaya keterampilan mereka, yang dapat berguna untuk masa depan mereka di luar pesantren. (Nasrudin and Nurbani 2. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas strategi pemberdayaan ekonomi protektif dalam membangun kemandirian dan keterampilan santri di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai Islam dan budaya pesantren. Dari uraian diatas penulis tertarik untuk meneliti sebuah Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 , yang termasuk cabang dari Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo di Provinsi Jawa Timur Kabupaten Ponorogo dan dimana akhir-akhir ini mulai mengembangkan dalam sektor ekonomi dan mulai merintis beberapa unit usaha baru lalu bagaimanakah peran serta dampak pada santriwati dan masyarakat sekitar. Maka dari itu peneliti melakukan sebuah penelitian dengan judul AuStrategi Pemberdayaan Ekonomi Protektif di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 LampungAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terkait Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. kegiatan ekonomi di pondok. Informan penelitian meliputi pengurus pondok . yaitu ustadz dan ustadzah, santriwati dan anggota masyarakat sekitar yang terlibat dalam program pemberdayaan ekonomi. Pendekatan Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, karena penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, menganalisis, dan memahami strategi pemberdayaan ekonomi protektif di lingkungan pesantren secara Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti menggali informasi mendalam mengenai strategi, kendala, dan dampaknya terhadap santri. Jenis Penelitian ini termasuk dalam jenis studi kasus yang terfokus pada Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8. Studi kasus memberikan kesempatan untuk mengkaji fenomena tertentu dalam konteks nyata secara komprehensif dan intensif. (Sugiyono 2. Teknik Pengumpulan Data dapat di lakukan dengan cara seperti berikut. Wawancara mendalam dengan pengurus, santri, dan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pemberdayaan ekonomi di pesantren. Wawancara ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai strategi yang diterapkan, kendala yang dihadapi, dan dampak dari strategi tersebut, . Observasi partisipatif untuk melihat langsung aktivitas ekonomi dan strategi pemberdayaan yang diterapkan di pesantren, sekaligus memahami bagaimana strategi tersebut beroperasi dalam menjaga nilai-nilai Islam dan budaya pesantren, . Dokumentasi yang meliputi catatan, laporan, atau dokumen internal pesantren terkait kegiatan ekonomi protektif dan pemberdayaan santri. Teknik Analisis Data dapat di lakukan dengan cara seperti berikut. Menggunakan analisis tematik yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan Dalam analisis tematik ini, data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi akan dikelompokkan ke dalam tema-tema kunci seperti strategi, kendala, dampak, dan aspek perlindungan nilai-nilai Islam, . Triangulasi sumber juga digunakan untuk meningkatkan validitas data, dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber . isalnya, wawancara dengan pengurus, santri, dan dokumentasi Instrumen Penelitian dapat di lakukan dengan cara seperti berikut. Pedoman wawancara yang mencakup daftar pertanyaan atau topik yang relevan dengan rumusan masalah, . Panduan observasi untuk memastikan aspek-aspek penting terkait strategi ekonomi protektif dapat diamati dengan sistematis, . Instrumen dokumentasi untuk mengumpulkan dokumen atau data tambahan yang mendukung hasil penelitian. Metode ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang strategi pemberdayaan ekonomi protektif yang diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 serta dampaknya terhadap kemandirian ekonomi dan keterampilan santri. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberdayan ekonomi Protektif Pondok Strategi pemberdayaan ekonomi protektif yang diterapkan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 meliputi : . Pendidikan Kewirausahaan. Memberikan pelatihan kewirausahaan kepada setiap guru baru yang datang dan santri putri kelas 5 KMI (Setara 11 SMA) melalui program praktikum bisnis pengelolaan unit usaha, seperti koperasi warung pelajar, koperasi toko pelajar, koperasi dapur, dan koperasi kesehatan. Pengelolaan Usaha Pesantren. Mengelola unit-unit usaha pesantren yang melibatkan para guru secara aktif, seperti seperti koperasi warung pelajar, koperasi toko pelajar, koperasi dapur, koperasi kesehatan. Pembuatan Roti. Warung Internet, dan Warung Telepon. Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Integrasi Kurikulum dengan Nilai Ekonomi. Menanamkan pemahaman tentang ekonomi berbasis syariah dalam pembelajaran, yang dikombinasikan dengan pelajaran agama. Pelatihan Keterampilan Praktis. Memberikan keterampilan berbasis kebutuhan pasar seperti menjahit, memasak, merias atau pembuatan kerajinan tangan. Sistem Keuangan Islami. Menerapkan prinsip-prinsip keuangan Islam dalam pengelolaan usaha dan pembelajaran untuk membangun kesadaran para guru dan santri terhadap ekonomi syariah (Nurajizah and Rohmawati 2. Pondok Pesantren Gontor memiliki komitmen yang kuat untuk memastikan bahwa semua kegiatan ekonomi yang dijalankan tetap sesuai dengan nilai-nilai syariah dan prinsip-prinsip, keagamaan yang tercermin dalam ajaran Islam. Untuk mewujudkan hal ini. Gontor menerapkan berbagai langkah strategis dalam mengelola kegiatan ekonomi, agar selaras dengan tuntunan agama. Berikut adalah beberapa cara yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Gontor untuk menjaga agar kegiatan ekonomi tetap sesuai dengan nilainilai syariah dan keagamaan: Pengelolaan Keuangan secara Syariah. Penerapan Akad yang Sesuai dengan Syariah. Kontrol Internal yang Ketat. Penerapan Etika Bisnis Islam. Penyediaan Produk yang Halal dan Berkualitas. Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Sesuai Syariah. Pendidikan dan Pembinaan Ekonomi Syariah untuk Santri. Pondok Pesantren Gontor dengan bijaksana mengelola semua kegiatan ekonomi dengan memperhatikan prinsip-prinsip syariah yang ketat. Dari pengelolaan keuangan yang bebas dari riba, penggunaan akad yang sesuai dengan syariah, hingga menjaga etika bisnis Islam, pesantren ini memastikan bahwa semua kegiatan ekonomi dilakukan dengan transparansi, keadilan, dan tanpa melanggar ketentuan agama. Hal ini tidak hanya mendukung kemandirian ekonomi pesantren, tetapi juga memberikan contoh bagi santri untuk mengelola bisnis secara halal dan berkah, sesuai dengan ajaran Islam (Utama 2. Strategi pemberdayaan ekonomi protektif melindungi nilai-nilai keislaman dan budaya pesantren melalui: . Penerapan Nilai Syariah. Semua kegiatan ekonomi dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah, seperti menghindari riba, gharar . , dan aktivitas yang bertentangan dengan ajaran Islam. Pendidikan Berbasis Tauhid. Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek pelatihan ekonomi, sehingga santri memahami pentingnya menjaga etika dan akhlak dalam berwirausaha. Pemberdayaan yang Berbasis Komunitas. Menanamkan semangat kolektivitas dan tanggung jawab bersama dalam mengelola usaha pesantren, sesuai dengan tradisi budaya pesantren. Keterlibatan Santri dalam Praktik Usaha Islami. Melibatkan santri dalam praktik ekonomi pesantren yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti pengelolaan usaha halal dan pemberian zakat dari keuntungan usaha. Konsep pemberdayaan ekonomi protektif diimplementasikan di Pondok Pesantren Gontor dengan pendekatan yang bertujuan untuk mengembangkan kemandirian ekonomi bagi santri, sekaligus melindungi mereka dari ketergantungan pada sumber daya eksternal Konsep protektif ini lebih menekankan pada upaya untuk menjaga kestabilan dan keberlanjutan ekonomi pesantren dengan memberikan perlindungan bagi keberlanjutan hidup para santri dan pesantren itu sendiri (Irawan et al. Strategi ekonomi protektif di Pondok Pesantren Gontor mencakup berbagai langkah yang dirancang untuk melindungi dan mengembangkan perekonomian pesantren, serta meningkatkan kemandirian finansial dan ketahanan ekonomi mereka. Meskipun Gontor tidak mengadopsi secara eksplisit strategi proteksionisme ekonomi dalam arti klasik . eperti kebijakan tarif atau pembatasan Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. , mereka lebih fokus pada upaya penguatan ekonomi internal dan pengelolaan sumber daya secara mandiri. Secara keseluruhan, strategi ekonomi protektif di Pondok Pesantren Gontor lebih fokus pada kemandirian finansial melalui pengelolaan sumber daya secara mandiri, peningkatan kualitas pendidikan, serta pemberdayaan komunitas sekitar, sambil tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kepribadian yang diharapkan dapat menjadi teladan bagi santri dan masyarakat (Rohmaningtyas 2. Program ekonomi protektif yang dijalankan oleh Pondok Pesantren Gontor Putri 8 memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlangsungan finansial pondok. Secara umum, program ini bertujuan untuk mencapai kemandirian ekonomi pesantren dengan mengoptimalkan berbagai unit usaha dan sumber daya yang ada, sekaligus menjaga keselarasan dengan nilai-nilai syariah. Beberapa dampak dari program ekonomi protektif ini terhadap keberlangsungan finansial Pondok Gontor Putri 8 antara lain: Meningkatkan Kemandirian Finansial. Diversifikasi Sumber Pendapatan. Peningkatan Kapasitas untuk Menghadapi Krisis Keuangan. Dampak Positif terhadap Kualitas Pendidikan. Pondok Pesantren Gontor Putri 8, melalui program ekonomi protektif yang telah dijalankan, telah mencapai tingkat kemandirian ekonomi yang signifikan, meskipun ada beberapa aspek yang masih perlu dikembangkan lebih lanjut. Kemandirian ekonomi pesantren ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan operasional pesantren, mengurangi ketergantungan pada sumber pendanaan eksternal, dan memastikan keberlanjutan program pendidikan dan dakwah (Sugandi 2. Pondok Pesantren Gontor Putri 8, meskipun memiliki banyak potensi dalam menjalankan program pemberdayaan ekonomi protektif, tetap menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan tujuan tersebut. Program ekonomi protektif ini bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi dengan menjaga keselarasan dengan nilai-nilai syariah, sambil memberdayakan santriwati dan masyarakat sekitar. Ada beberapa tantangan utama yang dihadapi Pondok Gontor Putri 8 dalam menjalankan program pemberdayaan ekonomi protektif: Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Terampil. Keterbatasan Akses Modal. Tantangan Sosial dan Budaya dalam Memberdayakan Masyarakat. Ketergantungan pada Program Eksternal. Pondok Pesantren Gontor Putri 8, meskipun telah menunjukkan komitmen yang besar dalam menjalankan program pemberdayaan ekonomi protektif, menghadapi sejumlah tantangan yang kompleks. Tantangan ini mencakup keterbatasan SDM yang terampil, kesulitan dalam mengakses modal, masalah pemasaran, tantangan sosial dan budaya di masyarakat, keterbatasan infrastruktur, persaingan pasar, dan ketergantungan pada bantuan eksternal. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pesantren perlu terus mengembangkan kapasitas manajerial, memperkuat pelatihan dan pendidikan kewirausahaan, serta membangun kemitraan yang lebih luas dengan pihak luar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan sejalan dengan nilai-nilai Pengembangan Administrasi Pondok Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan kegaamaan yang didirikan dan dikelola oleh kyai/yayasan dengan sumber pembiayaan dari pesantren sendiri, uang bulanan syahriyah santri dan bantuan masyarakat dalam bentuk zakat, shodaqoh, infaq serta sedikit hiba dan waqaf. (Utama 2. Santri membayar daftar ulang setiap satu tahun Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. sekali atau pada saat memasuki tahun ajaran baru setelah kenaikan kelas, membayar daftar ulang untuk para santri itu bersifat wajib dan jumlah pembayaran nya berbeda- beda pada setiap tahun nya di karenakan kebutuhan atau keperluan pokok yang di butuhkan oleh santri di setiap tahun nya berbeda. Hal tersebut di sebabkan oleh tingkatan kelas yang semakin tinggi disetiap tahun nya karena keperluan disaat tingginya kelas pun sangat Admistrasi yang di kelola oleh pondok memainkan peran penting dalam pemberdayaan ekonomi, menyediakan kebutuhan pokok bagi santriwati, guru dan masyarakat dengan keadminitrasian yang mutlak. Selain itu. Administrasi pondok juga memberikan pelatihan kewirausahaan berbasis syariAoah kepada guru baru dan santriwati kelas 5 KMI . SMA) (Khambali. Mumu, and Erihadiana 2. Usaha Mikro Pondok Jadi Secara keseluruhan. Pondok Pesantren Gontor menerapkan model ekonomi yang sangat terdiversifikasi dengan mengelola berbagai unit usaha yang mendukung kemandirian ekonomi pesantren. Ini tidak hanya berfungsi untuk membiayai operasional pesantren, tetapi juga memberikan pendidikan kewirausahaan bagi santri dan memperkenalkan mereka pada konsep-konsep ekonomi yang berkelanjutan. Pesantren Gontor berhasil menciptakan ekosistem yang mengintegrasikan kegiatan ekonomi dengan pendidikan, menciptakan suasana yang mendukung pembelajaran sekaligus kemandirian (Harahap 2. Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 telah mengembangkan berbagai unit usaha mikro. Ada beberapa program unit usaha yang dilaksanakan di PMDG Putri Kampus 8 antara lain adalah: koperasi pelajar bagian ini menjadi salah satu penunjang dalam keberlangsungan Pendidikan pondok, karena menyediakan semua kebutuhan santriwati sehari harinya. adanya kopwapel atau koperasi warung pelajar yang menyediakan makanan basah dan lauk pauk. ada juga wartel atau warung telepon yang menyediakan handphone nokia lama yang hanya bisa untuk telepon atau SMS saja. Khizanah bakery yang menyediakan berbagai macam bentuk roti dan kue. koperasi dapur yang mengurusi segala persoalan tentang masakan atau makanan pokok 3 kali sehari di dalam pondok. koperasi kesehatan yang menyediakan obat-obatan, buah-buahan dan segala cemilan yg berbau tentang kesehatan. stand kepramukaan yang melengkapi kebutuhan santriwati dalam hal pramuka. stand keputrian yang menyediakan segala pernak pernik atau alat-alat yang berbau dengan keterampilan seorang putri. internet yang menyediakan segala sesuatu untuk mencari berita yang ada di luar pondok dan barang-barang yang berbau elektronik. dan yayasan transportasi yang mengelola segala keadministrasian tentang transportasi di dalam pondok. Unit-unit usaha ini berperan dalam meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan memberikan pendapatan bagi pondok (Abshari 2. Adapun Beberapa kendala yang dihadapi antara lain: . Keterbatasan Modal. Keterbatasan dana untuk mengembangkan unit usaha pesantren yang lebih besar dan Kurangnya Tenaga Ahli. Minimnya tenaga pengajar atau pembimbing yang memiliki pengalaman praktis di bidang ekonomi dan kewirausahaan. Keterbatasan Waktu. Jadwal belajar mengajar para guru dan santri yang padat menyulitkan pelaksanaan program kewirausahaan secara intensif. Kesadaran Para Guru dan Santri yang Beragam. Perbedaan tingkat pemahaman dan minat guru dan santri terhadap program Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. pemberdayaan ekonomi. Pasar yang Kompetitif. Tantangan untuk bersaing dengan produk atau layanan serupa di luar pesantren. Pelatihan Kemirausahaan berbasis syariAoah Pondok rutin mengadakan kewirausahaan yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariAoah. Pelatihan yang dimaksud disini pelatihan yang di turunkan ke guru baru saat kedatangan pertama kali ke pondok untuk mengelola beberapa unit usaha dan para santriwati kelas 5 KMI . etara 11 SMA) untuk melanjutkan pengelolaan unit usaha setelah naik menjadi pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM). Pelatihan ini tidak hanya membekali santriwati dan guru baru dengan keterampilan bisnis saja, tetapi juga memastikan bahwa usaha yang dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip islam. Sejauh ini untuk pelatihan kewirausahaan untuk santriwati memang belum terlalu terlaksana dikarekanan waktu yang terbatas dengan padatnya kegiatan yang sudah terstruktur di pondok, sehingga untuk pelatihan belum diadakan secara resmi seperti mengadakan seminar kewirausahaan, hanya memang untuk setiap bulannya pondok mengadakan perkumpulan para pengelola unit usaha guna memberikan pengarahan terkait dengan unit usaha (Najmudin. MaAozumi, and Hasuri 2. Pondok Pesantren Gontor Putri 8, sebagai salah satu cabang dari Pondok Pesantren Gontor, telah mengembangkan berbagai program ekonomi yang melibatkan santriwati . antri putr. dan masyarakat sekitar dalam upaya menciptakan kemandirian ekonomi dan memperkuat ekosistem pesantren. Gontor Putri 8 memandang pentingnya keterlibatan para santriwati dalam kegiatan ekonomi pesantren, serta berusaha untuk memberdayakan masyarakat sekitar dengan melibatkan mereka dalam berbagai inisiatif. Keterlibatan Santriwati dalam Unit Usaha Pesantren seperti contohnya: Pengelolaan Koperasi Pesantren. Usaha Kuliner. Keterlibatan Masyarakat Sekitar : seperti kerja sama dengan bagian koperasi dapur, istri guru senior, pertanian pondok , bekerja sama dengan masyarakat terkait laundry (Shafwan 2. Pondok Pesantren Gontor Putri 8 mengintegrasikan santriwati dan masyarakat sekitar dalam berbagai program ekonomi yang dijalankannya. Keterlibatan mereka tidak hanya mencakup pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha, tetapi juga pemberdayaan ekonomi yang lebih luas, seperti melalui pertanian, peternakan, kerajinan tangan, dan Hal ini menciptakan peluang untuk kemandirian ekonomi pesantren serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, sekaligus memberdayakan perempuan dan komunitas lokal dalam pembangunan ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai keislaman. Adapun beberapa Dampak penerapan strategi pemberdayaan ekonomi proktektif pondok meliputi: . Kemandirian Ekonomi Pesantren. Usaha pesantren menjadi sumber pendanaan mandiri, mengurangi ketergantungan pada subsidi pondok pesantren Pusat dan donasi eksternal. Pengembangan Keterampilan Santri. Santri memiliki keterampilan praktis seperti manajemen usaha, pemasaran, dan keuangan yang dapat digunakan setelah Peningkatan Kesadaran Ekonomi Syariah. Santri memahami pentingnya berbisnis dengan cara yang halal dan sesuai syariah. Penanaman Jiwa Wirausaha. Banyak santri yang terinspirasi untuk membuka usaha sendiri setelah keluar dari pesantren,. Peningkatan Produktivitas. Waktu luang santri dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang mendukung kemandirian dan disiplin. Dampak penerapan strategi tersebut dapat tercapai ketika penerapannya konsisten dan fokus. Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Partisipasi Santriwati dalam Program Ekonomi Pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis Islam yang mendorong para santrinya untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi melalui berbagai strategi untuk meningkatkan keterampilan, kesadaran, dan jiwa kewirausahaan. Strategi tersebut meliputi pendidikan kewirausahaan, pelatihan praktik. Program Satu Pesantren Satu Produk, koperasi dan lembaga keuangan mikro, kerja sama dengan masyarakat, dan membangun budaya kerja keras. Program keterlibatan berfokus pada strategi bisnis, manajemen keuangan, dan pemasaran, membekali para santri dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memulai bisnis setelah lulus. Pelatihan praktik melibatkan para santri dalam kegiatan ekonomi riil, seperti bertani, mengolah makanan, atau kerajinan tangan, sehingga mereka dapat belajar sambil bekerja dan merasakan manfaat dari usaha mereka (Efendi Pesantren menawarkan pendidikan kewirausahaan bagi para siswi, dengan memberikan keterampilan praktis untuk pasca-sarjana. Program-program ini meliputi pertanian, kerajinan, dan usaha kecil. Para siswi didorong untuk membuat produk untuk dijual secara lokal dan daring, meningkatkan keterampilan mereka, dan memberikan kontribusi bagi pendapatan pesantren. Banyak pesantren juga mendirikan koperasi atau lembaga keuangan mikro syariah, yang melibatkan para siswi dalam pengelolaannya. Hal ini memberikan akses terhadap modal usaha dan keterampilan pengelolaan keuangan (Chamidi 2. Pesantren juga melibatkan masyarakat sekitar dalam kerja sama ekonomi, seperti usaha pertanian atau produksi produk. Kegiatan-kegiatan ini mendukung operasional pesantren dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pesantren juga menyelenggarakan program pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan meningkatkan pendapatan mereka. Keterlibatan para siswi dan masyarakat dalam program-program ekonomi ini tidak hanya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan sosial secara keseluruhan. Pendidikan dan praktik kewirausahaan membantu mengubah pola pikir dan menumbuhkan budaya kerja keras, yang sangat penting untuk mengembangkan ekonomi berbasis masyarakat. Pondok Pesantren Gontor Putri 8, sebagai salah satu cabang dari Pondok Modern Darussalam Gontor, berkomitmen untuk mengembangkan kemandirian ekonomi melalui berbagai program yang melibatkan santriwati dan masyarakat sekitar. Keterlibatan santriwati dalam kegiatan ekonomi di pesantren sangat penting, tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan mereka tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat di Pondok Pesantren Gontor Putri 8 telah melaksanakan berbagai inisiatif ekonomi yang melibatkan santriwati dalam pengelolaan unit usaha pesantren seperti . Koperasi Pesantren. Santriwati dilatih untuk mengelola koperasi yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Usaha Kuliner. Pengelolaan kantin dan penyediaan makanan sebagai bagian dari usaha kuliner. Selain itu, pondok ini juga menjalin kerjasama dengan masyarakat sekitar, terutama dalam bidang pertanian dan laundry. Kerjasama ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga memperkuat hubungan antara pesantren dan komunitas lokal. Gontor Putri 8 mengintegrasikan santriwati dan masyarakat dalam berbagai program ekonomi yang lebih luas. Program-program ini mencakup . Pelatihan Kewirausahaan: Santriwati mendapatkan pelatihan dalam manajemen usaha untuk mempersiapkan mereka menjadi Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. wirausahawan yang mandiri. Pertanian dan Peternakan: Terlibat dalam kegiatan pertanian dan peternakan untuk meningkatkan ketahanan pangan serta menciptakan lapangan kerja. Kerajinan Tangan: Mendorong kreativitas santriwati melalui kerajinan tangan yang dapat dijual, sehingga menambah pendapatan. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan peluang kemandirian ekonomi bagi pesantren serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Melalui program-program ini. Pondok Pesantren Gontor Putri 8 berupaya memberdayakan perempuan dan komunitas lokal dengan pendekatan yang berbasis pada nilai-nilai keislaman (Azhar et al. Tantangan Utama Yang Dihadapi Pondok Dalam Menjalankan Program Pemberdayaan Ekonimi Protektif Pondok pesantren menghadapi beberapa tantangan dalam melaksanakan program pemberdayaan ekonomi yang bersifat protektif. Pondok pesantren juga dapat menyelenggarakan program kewirausahaan yang terstruktur, seperti workshop dan seminar, untuk membekali santri dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam dunia usaha. Peningkatan infrastruktur, seperti tempat produksi atau tempat pemasaran produk, sangat penting bagi kegiatan ekonomi. Pondok Pesantren Gontor Putri 8 memiliki sejumlah tantangan yang harus dihadapi: Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Terampil: Salah satu kendala utama adalah kurangnya SDM yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk menjalankan program-program ekonomi secara efektif. Keterbatasan Akses Modal: Kesulitan dalam mendapatkan modal menjadi penghambat bagi pengembangan usaha yang diperlukan untuk mendukung program pemberdayaan Tantangan Sosial dan Budaya: Dalam memberdayakan masyarakat, pesantren harus menghadapi berbagai tantangan sosial dan budaya yang dapat menghalangi partisipasi aktif masyarakat. Ketergantungan pada Program Eksternal: Banyak program yang dijalankan masih bergantung pada bantuan dari luar, yang dapat mengurangi kemandirian pesantren dalam mengelola usahanya. Masalah Pemasaran dan Infrastruktur: Keterbatasan infrastruktur dan masalah dalam pemasaran produk juga menjadi tantangan yang perlu diatasi agar produk dari pesantren dapat bersaing di pasar. Persaingan Pasar: Dengan semakin banyaknya pelaku usaha, persaingan di pasar menjadi semakin ketat, sehingga pesantren harus lebih inovatif dan adaptif. Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Pondok Pesantren Gontor Putri 8 perlu melakukan beberapa langkah strategis: Pengembangan Kapasitas Manajerial: Meningkatkan kemampuan manajerial di kalangan pengurus pesantren agar lebih efektif dalam menjalankan program-program Pelatihan dan Pendidikan Kewirausahaan: Mengadakan pelatihan untuk santriwati dan masyarakat agar mereka memiliki keterampilan kewirausahaan yang memadai. Membangun Kemitraan: Mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak luar, termasuk pemerintah dan sektor swasta, untuk mendapatkan dukungan dalam hal modal dan pemasaran. Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Dengan langkah-langkah ini. Pondok Pesantren Gontor Putri 8 diharapkan dapat mengatasi tantangan yang ada dan mewujudkan tujuan program pemberdayaan ekonomi protektif secara berkelanjutan (Muhammad Anggung 2. Dampak Dari Program Ekonomi Prrotektif Program ekonomi protektif di pesantren sangat penting untuk keberlanjutan keuangan dan kemandirian keuangan jangka panjang. Program ini bertujuan untuk melindungi lembaga dari persaingan asing, mengurangi ketergantungan pada produk asing, dan menjaga stabilitas keuangan. Program ini mendorong pengembangan unit bisnis lokal, seperti pertanian, perdagangan, dan jasa, yang menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan mendukung kemandirian ekonomi. Pesantren Modern Darussalam Gontor telah berhasil membangun berbagai unit bisnis yang memenuhi kebutuhan internal sekaligus menjual produk ke pasar. Pengelolaan sumber daya juga didorong untuk memanfaatkan potensi lokal guna menciptakan produk bernilai tambah, sehingga meningkatkan sirkulasi keuangan di masyarakat (Yunia. Khanifiana, and Faizah 2. Unit bisnis yang dikelola dengan baik memberikan manfaat langsung bagi santri dan masyarakat, termasuk lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan melalui program sosial yang didanai dari keuntungan bisnis. Stabilitas keuangan dicapai dengan mengandalkan pendapatan dari unit bisnis, menghindari fluktuasi pendapatan karena ketergantungan pada sumbangan atau biaya pendidikan. Sebanyak 432 pondok pesantren telah mendirikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di berbagai sektor, dengan Kementerian Agama memberikan pelatihan dan bantuan modal untuk membantu mengelola usaha mereka. Diversifikasi usaha merupakan aspek penting lain dari pondok pesantren, seperti yang ditunjukkan oleh Pondok Pesantren Gontor Putri 8 yang menerapkan program ekonomi protektif yang bertujuan untuk mencapai kemandirian ekonomi (David 2. Program ini berfokus pada pengoptimalan berbagai unit usaha dan sumber daya yang ada, dengan tetap menjaga keselarasan dengan nilai-nilai syariah. Dampak signifikan dari program ini terhadap keberlangsungan finansial pondok mencakup beberapa aspek penting: Meningkatkan Kemandirian Finansial: Dengan mengembangkan unit usaha. Pondok Gontor Putri 8 berhasil mengurangi ketergantungan pada sumber pendanaan eksternal, yang sangat penting untuk menjaga keberlanjutan operasional pesantren. Diversifikasi Sumber Pendapatan: Program ini memungkinkan pesantren untuk memiliki berbagai sumber pendapatan yang lebih beragam, sehingga dapat menghadapi fluktuasi ekonomi dengan lebih baik. Peningkatan Kapasitas untuk Menghadapi Krisis Keuangan: Dengan kemandirian ekonomi yang semakin kuat, pondok memiliki kapasitas lebih baik dalam menghadapi situasi krisis keuangan, yang dapat mempengaruhi pendidikan dan kegiatan dakwah. Dampak Positif terhadap Kualitas Pendidikan: Kemandirian finansial yang dicapai melalui program ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di pondok, karena dana yang diperoleh dapat digunakan untuk pengembangan fasilitas dan sumber daya pendidikan. Meskipun Pondok Gontor Putri 8 telah mencapai tingkat kemandirian ekonomi yang signifikan, masih ada beberapa aspek yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Kemandirian ekonomi ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program pendidikan dan dakwah, serta menjamin bahwa pondok tidak bergantung pada bantuan dari pihak luar. Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Dengan demikian, program ekonomi protektif ini tidak hanya mendukung aspek finansial tetapi juga berperan dalam pengembangan karakter dan kompetensi santri di era global saat ini. Pengembangkan Unit Usaha Atau Strategi Baru Dalam Pemberdayaan Ekonomi Pondok pesantren di Indonesia tengah menjalankan berbagai strategi pengembangan ekonomi untuk meningkatkan perannya dalam perekonomian masyarakat. Salah satu inisiatif tersebut adalah program Santripreneur yang mendorong para santri untuk menjadi wirausahawan sejak dini. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan berkontribusi bagi perekonomian masyarakat. Pondok pesantren juga berperan penting dalam memberdayakan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menyediakan akses pembiayaan, modal usaha, serta pelatihan kewirausahaan bagi para alumni dan masyarakat sekitar. Selain dari pada itu Pondok pesantren juga melakukan diversifikasi unit usaha di bidang agribisnis, perdagangan, dan jasa, serta menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan santri dan masyarakat (Nasrudin and Nurbani 2. Pemerintah berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekonomi pondok pesantren dengan meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program inklusi Pondok pesantren kini mulai mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan ke dalam kurikulumnya, mempersiapkan santri untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan menjadi penggerak ekonomi. Sebagai penutup, pondok pesantren berencana untuk terus mengembangkan unit usaha dan memberdayakan ekonomi masyarakat melalui inisiatif seperti Santripreneur dan kerja sama dengan pemerintah serta sektor swasta (Handayani 2. Pondok Pesantren Gontor Putri 8 memiliki rencana jangka panjang dalam kerangka ekonomi protektif yang bertujuan untuk mencapai kemandirian ekonomi yang Fokus utama dari rencana ini adalah memanfaatkan potensi internal pesantren serta memberdayakan santriwati dan masyarakat sekitar. Dengan demikian. Pondok Gontor Putri 8 berusaha menciptakan sistem ekonomi yang tidak hanya mandiri secara finansial tetapi juga sesuai dengan prinsip syariah. Sistem ini mendukung tujuan dakwah dan pendidikan yang menjadi inti dari pesantren. Beberapa langkah strategis yang diambil dalam rencana jangka panjang ini meliputi: Meningkatkan Skala Usaha yang Ada: Ini melibatkan pengembangan unit usaha yang sudah berjalan agar dapat beroperasi lebih efisien dan menghasilkan lebih banyak manfaat bagi pesantren dan komunitas sekitarnya. Pengembangan Kewirausahaan Santri: Pondok Gontor Putri 8 mendorong santriwati untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan mereka, sehingga mereka dapat berkontribusi secara aktif dalam perekonomian pesantren dan masyarakat. Pemberdayaan Masyarakat Sekitar: Melalui program-program pemberdayaan, pondok ini berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, sehingga menciptakan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara pesantren dan komunitas. Dengan pendekatan ini. Pondok Gontor Putri 8 tidak hanya berfokus pada aspek finansial tetapi juga pada penguatan sosial dan spiritual, selain dari pada itu tujuan lainnya supaya menjadikan ekonomi yang fokus pada proteksi keadaan yang tidak pasti juga dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai keberlanjutan dan kemakmuran bersama. Ad- Diwan:Journal of Islamic Economics Creative Commons Attribution 4. 0 International License. SIMPULAN Strategi pemberdayaan ekonomi protektif di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren serta kesejahteraan santri dan masyarakat sekitar. Dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keagamaan, pondok mampu mengembangkan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak. Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 Lampung mempunyai strategi pemberdayaan ekonomi protektif pondok pesantren dengan cara mengelola beberapa unit usaha mikro yang dapat memiliki untung atau laba yang lumayan besar pada setiap bulan nya. Strategi ini dapat diadopsi oleh pondok lain yang ingin mengembangkan pemberdayaan ekonomi dengan tetap mempertahankan identitas Rencana jangka panjang Pondok Pesantren Gontor Putri 8 dalam ekonomi protektif berfokus pada pembangunan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan, dengan memanfaatkan potensi internal pesantren dan memberdayakan santriwati serta masyarakat sekitar. Pondok Gontor Putri 8 berusaha menciptakan sistem ekonomi yang tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga sesuai dengan prinsip syariah dan mendukung tujuan dakwah serta pendidikan yang menjadi inti pesantren. Beberapa rencana jangka panjang yang dijalankan oleh Pondok Gontor Putri 8 dalam kerangka ekonomi protektif: Meningkatkan Skala Usaha yang Ada. Pengembangan Kewirausahaan Santri. Pemberdayaan Masyarakat Sekitar. Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 8 berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian ekonomi bagi santri dan pondok pesantren. Pondok ini memberikan pendidikan kewirausahaan kepada guru baru dan santri kelas 5 KMI, mengelola unit usaha seperti koperasi dan koperasi toko santri. Kurikulumnya terintegrasi dengan nilai-nilai ekonomi syariah, sehingga tercipta pemahaman ekonomi berbasis syariah. Pelatihan keterampilan praktis diberikan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Prinsip syariah diterapkan dalam semua kegiatan ekonomi, menjamin transparansi dan keadilan. Program ini memberikan dampak positif, seperti meningkatkan kemandirian finansial, diversifikasi sumber pendapatan, dan memperkuat ketahanan ekonomi pondok pesantren. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia yang terampil, akses permodalan, dan kesadaran yang berbeda-beda di antara guru dan santri masih ada. Terlepas dari tantangan tersebut. Pondok Pesantren Gontor Putri 8 telah berhasil mengintegrasikan kegiatan pendidikan dan ekonomi, memberdayakan santri dan masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. DAFTAR PUSTAKA