(JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. ANALISIS HASIL QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN ELEKTROLIT BERDASARKAN ATURAN WESTGRAD DILABORATORIUM RUMAH SAKIT ANALYSIS OF QUALITY CONTROL RESULTS OF ELECTROLYTE EXAMINATION BASED ON WESTGARD RULES IN HOSPITAL LABORATORIES Feronica Putri Pratama1. Dewi Hartati2. Bastian3* 1,2,3 D4 Teknologi Laboratorium Medis Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang. Palembang. Indonesia. mail korespondensi: Bastiandarwin51@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Pemantapan mutu internal (PMI) merupakan kegiatan pemantauan dan pencegahan rutin yang dilakukan oleh laboratorium untuk meminimalkan terjadinya kesalahan guna mencapai hasil pengujian yang akurat. Sebelum dilakukannya pemeriksaan tentunya dilakukan terlebih dahulu quality control untuk menjaga kualitas hasil yang akan Berbagai penerapan yang dilakukan seperti memantau grafik Levey Jenning, mengikuti aturan Westgard dan mencatat koefisien variasi (CV%) untuk tujuan pengendalian kualitas internal. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui analisis hasil quality control pemeriksaan elektrolit berdasarkan aturan westgard di Laboratorium Rumah sakit. Metode Penelitian : Deskriptif Kuantitatif, penelitian ini dilakukan di RS X dan RS Y. Dengan Sampel yang diambil pada penelitian ini adalah data sekunder pada bulan Oktober-Desember 2023 dan Januari 2024 RS X dan RS Y. Hasil : Nilai akurasi pada pemeriksaan elektrolit pada RS X dan RS Y memiliki nilai bias yang baik ditandai dengan tidak ada nilai bias yang melebihi batas maksimal A10%. Tingkat presisi pada pemeriksaan elektrolit pada RS X dan RS Y memiliki tingkat presisi yang sangat teliti karena memiliki nilai >1 . Evaluasi grafik levey-jenning menggunakan aturan westgard pada pemeriksaan elektrolit pada RS X banyak ditemukan kesalahan 1-2 S, 1-3 S, 10x sedangkan pada RS Y terjadi kesalahan 1-2 S. R-1 S dan 1-3 S Kesimpulan : pada penelitian ini penggunaan aturan westgard dalam hasil quality control pemeriksaan elektrolit sangat perlu dilakukan untuk menilai mutu suatu pemeriksaan. Kata Kunci : Akurasi 1. Elektrolit 2. Presisi 3. Quality Control 4. ABSTRACT Background: Internal quality improvement (IQI) is a routine monitoring and prevention activity carried out by the laboratory to minimize errors in order to achieve accurate test Before the examination is carried out, of course, quality control is carried out first to maintain the quality of the results to be issued. Various applications are carried out such as monitoring Levey Jenning charts, following Westgard rules and recording the coefficient of variation (CV%) for internal quality control purposes. Research Objective: to determine the analysis of the results of electrolyte examination quality control based on Westgard rules in | 48 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. the Hospital Laboratory. Research Method: Descriptive Quantitative, this study was conducted at Hospital X and Hospital Y. The samples taken in this study were secondary data in October-December 2023 and January 2024 at Hospital X and Hospital Y. Results: The accuracy value of electrolyte examination at Hospital X and Hospital Y has a good bias value indicated by no bias value exceeding the maximum limit of A10%. The level of precision in electrolyte examination at Hospital X and Hospital Y has a very precise level of precision because it has a value of >1. Evaluation of the Levey-Jenning graph using the Westgard rule on electrolyte examination at Hospital X found many errors of 1-2 S, 1-3 S, 10x while at Hospital Y there were errors of 1-2 S. R-1 S and 1-3 S Conclusion: in this study, the use of the Westgard rule in the results of electrolyte examination quality control is very necessary to assess the quality of an examination Keywords: : Accuracy 1. Electrolyte 2. Precision 3. Quality Control 4. PENDAHULUAN kesalahan 10-15% dan kesalahan pasca Laboratorium analitik dengan presentase kesalahan 15-18% (Rahmawati, 2. Berdasarkan hasil survei yang diadakan spesimen klinis untuk menunjang diagnosis oleh westgard QC disebutkan bahwa 55% dari dengan mengidentifikasi dan menganalisis 900 laboratorium dari 105 negara yang penyakit secara kuantitatif dan kualitatif. mengikuti AuThe Great Global QC SurveiAy Dalam pelayanan kesehatan, laboratorium masih sering terjadi kesalahan analitik terutama dalam menggunakan aturan QC. kesehatan individu, terutama Dimana jika tidak memahami penggunaan mendukung upaya diagnosis, pengobatan dan aturan ini dapat menciptakan kepalsuan pemulihan kesehatan (Viona, 2. tingkat penolakan yang signifikan dan Pelayanan pemeriksaan laboratorium dijelaskan juga bahwa nilai diluar kendali kesehatan sangat penting dalam menunjang banyak terjadi dilaboratorium dengan rentang 2 SD yang artinya 2 SD yang ada bukanlah 2 kesembuhan dari pasien. Dilaboratorium. SD yang sebenarnya. Di Indonesia pada tahun 2019 disebutkan bahwa dari 30 laboratorium dikategorikan menjadi tiga, yaitu kesalahan yang ada di kota Bandung sebagian besar preanalitik dengan presentase kesalahan 60 Ae belum menerapkan quality control atau 70%, kesalahan analitik dengan presentase sebesar 72% laboratorium yang belum | 49 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. melakukan kontrol kualitas dan menangani tingkat akurasi suatu metode atau alat. Tujuan data dengan baik (Wicaksono et al. , 2. kontrol kualitas adalah untuk memastikan Mewujudkan laboratorium klinik yang apakah sistem mutu telah sesuai serta baik, hasil yang berkualitas sangat diperlukan mengetahui ada atau tidak penyimpangan untuk mendukung upaya peningkatan mutu kesehatan masyarakat. Pemantapan mutu penyimpangan yang dilakukan oleh teknisi laboratorium (Viona, 2. (PMI) pemantauan dan pencegahan rutin yang Teknisi laboratorium medis sering kali dilatih untuk menguji dan menjalankan meminimalkan terjadinya kesalahan atau kembali kontrol hingga batas yang dapat diterima tercapai. Baru setelah itu spesimen pengujian yang akurat (Rahayu, 2. Kualitas Salah satu upaya untuk mendapatkan didasarkan pada penilaian terhadap hasil hasil akurat adalah dengan memperkuat keseluruhan dari pelayanan laboratorium dan salah satu poin penting terletak pada kualitas laboratorium mengacu pada keseluruhan pengujian atau parameter yang diuji. Salah proses atau serangkaian tindakan yang satu parameter yang diuji adalah pengujian dilakukan untuk menjamin kelengkapan dan elektrolit (Oktaviani & Fuadi, 2. Pemantapan . kurasi Pengujian elektrolit dilakukan untuk Pemantapan mutu (QC) adalah mengidentifikasi gangguan keseimbangan suatu proses atau tahapan suatu proses yang senyawa yang terdisosiasi menjadi ion pengujian, untuk memastikan sistem mutu bermuatan positif dan negatif dalam larutan. berfungsi dengan baik dan dilakukan dengan Ion yang bermuatan positif disebut kation dan dalam tubuh. Elektrolit adalah ion yang bermuatan negatif disebut anion. Kation yang terdapat dalam cairan tubuh antara lain natrium (Na ), kalium (K ), pemeriksaan laboratorium (Saparingga, 2. kalsium (Ca2 ) dan magnesium (Mg2 ). Pemeriksaan laboratorium cenderung sedangkan anion meliputi klorida (Cl-), terjadi kesalahan pada fase analitik baik bikarbonat (HCO3-) dan fosfat (HPO42-). secara acak maupun secara sistematik. Berbagai gangguan yang dapat terjadi apabila Kesalahan acak menandakan tingkat presisi, kekurangan atau kelebihan cairan elektrolit. sementara kesalahan sistemik menandakan Oleh karena itu pemeriksaan elektrolit | 50 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. penting untuk dilakukan (Irwadi & Fauzan. Analisis Westgard Sebelum dilakukannya pemeriksaan penting dilakukan sebab aturan westgard elektrolit tersebut tentunya dilakukan terlebih menjadi suatu kriteria keputusan untuk dahulu quality control untuk menjaga kualitas menilai apakah pemeriksaan yang dilakukan hasil yang akan dikeluarkan. Setiap hari berada dalam kendali atau diluar kendali. Sehingga jika pemeriksaan diluar kendali quality control harian untuk melihat adanya dapat dilakukan perbaikan sesuai dengan kemungkinan terjadi perbedaan hasil, tapi penyebab yang terjadi (Nagaraj et al. , 2. selama ini tidak pernah dilakukan analisis Penelitian Purnama & Atri, . yang mendalam terkait hasil quality control bahwa dalam pengawasan Quality control harian menggunakan aturan westgard untuk pemeriksaan hemoglobin didapatkan hasil mengevaluasi apakah akurasi dan presisi pada akurasi dan presisi yang baik. Pada westgrad pengujian tersebut telah sesuai. Hasil akurasi multirule tidak ada angka quality control yang dan presisi yang baik serta dilakukan dengan melewati batas aturan westgard multirule tersendiri bagi rumah sakit serta menunjukkan hemoglobin memenuhi target pelayanan bahwa kualitas tenaga laboratorium di rumah analisa sampel pasien. sakit tersebut memang kompeten (Farikha et , 2. Penelitian Farikha et al. , . analisis kontrol kualitas pemeriksaan trombosit dan Berbagai penerapan yang dilakukan leukosit ditemukan kesalahan pada Evaluasi untuk menjaga kualitas dalam pemeriksaan grafik kontrol levey jenning dan aturan dilaboratorium, hal ini termasuk memantau westgard didapatkan nilai kontrol yang keluar grafik Levey Jenning (LJ), mengikuti aturan dari batas 2SD dan mendapatkan aturan 1-2S. Westgard, dan mencatat koefisien variasi Nilai (CV%) untuk tujuan pengendalian kualitas trombosit dan leukosit didapatkan nilai sigma Westgard menyajikan suatu seri >6. aturan untuk membantu evaluasi pemeriksaan Penelitian Rahayu, . penilaian grafik kontrol. Menggunakan aturan kontrol quality control pada pemeriksaan leukosit, yang tepat grafik levy jenning dengan eritrosit dan trombosit menunjukkan ketiga pemeriksaan memiliki presisi dan akurasi mendeteksi setiap sinyal diluar kendali yang baik. Namun pemeriksaan leukosit (Prasetya et al. , 2. setelah dievaluasi dengan grafik levey- | 51 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. jenning ditemukan adanya aturan 1-3s dan RS Y. Tahap awal pelaksanaan diawali disebabkan oleh random error, aturan 3-1s dengan melakukan pengumpulan data berupa dan 8x disebabkan oleh systematic error dan hasil quality control pemeriksaan elektrolit. Data yang di dapatkan dari pemeriksaan pemeriksaan eritrosit dan trombosit setelah dievaluasi tidak didapatkan kesalahan pada aturan westgard. pemeriksaan elektrolit dari quality control Hasil penelitian Schmidt et al. , . harian dianalisis, kemudian dibuat grafik dalam kontrol kualitas presisi didapatkan Levey bahwa aturan Westgard memiliki beberapa menghitung presisi dan akurasi. Grafik Levey keunggulan dari grafik kontrol Shewhart Jenning dari serum control tersebut kemudian seperti penafsiran yang lebih detail dan juga di analisis dengan menggunakan aturan Aturan westgard juga lebih detail Westgard dalam menentukan risiko positif palsu dan negatif palsu. Hal inilah yang membuat aturan pemantapan mutu di laboraturium. penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang Analisis Hasil Quality Control Pemeriksaan Elektrolit berdasarkan Westgard HASIL Analisis Akurasi (%Bia. Presisi (%CV) dan Evaluasi Hasil Quality Control dengan Grafik Levey- Jennings Menggunakan Aturan Westgard Berdasarkan latar belakang diatas maka Jenning Rumah Sakit. pada RS X Akurasi (%Bia. Tabel 1 Data Nilai Bias . %) pada Quality Control Pemeriksaan Natrium Bulan Oktober November Desember Januari Mean %bias 0,18 0,18 1,78 BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan jenis Deskriptif Kuantitatif Cross Sectional. Lokasi Tabel 2 Data Nilai Bias . %) pada Quality Control Pemeriksaan Kalium sekunder hasil quality control harian 2 Bulan Mean %bias Oktober 3,76 1,10 November 3,79 0,23 Desember 3,74 1,48 Januari 3,8 0,05 Berdasarkan tabel 1 dan 2 Hasil uji parameter pemeriksaan elektrolit . alium dan nilai bias natrium dan kalium di RS X Natriu. dari bulan Oktober - Desember didapatkan hasil yang baik karena nilai penelitian yaitu RS X dan RS Y. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh data 2023 dan Januari 2024 di Laboratorium RS X | 52 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. %bias yang diperoleh tidak melewati Tabel 6 Data Nilai Bias . %) pada Quality Control Pemeriksaan Kalium nilai rentang yang ada. Presisi (%CV Tabel 3 Data Nilai Presisi (%CV) pada Quality Control Pemeriksaan natrium Bulan Oktober November Desember Januari Mean 3,60 3,60 3,60 3,60 %bias 0,07 0,16 0,03 Berdasarkan tabel 5 dan 6 Hasil uji nilai Bulan Oktober November Desember Januari Mean 1,68 0,72 2,14 1,85 CV % 0,63 Tabel 4 Data Nilai Presisi (%CV) pada Quality Control Pemeriksaan Kalium Bulb an Mean Oktober November Desember Januari 3,76 3,79 3,74 0,23 0,04 0,11 0,09 Berdasarkan tabel 0,06 1,00 0,03 0,02 1,88 0,09 0,09 dan 4 hasil perhitungan uji presisi natrium dan kalium di RS X bias Natrium dan kalium di RS Y didapatkan hasil yang baik karena nilai %bias yang diperoleh tidak melewati nilai rentang yang ada. Presisi (%CV Tabel 7 Data Nilai Presisi (%CV) pada Quality Control Pemeriksaan natrium Bulan Mean Oktober November Desember Januari 0,86 0,95 0,95 0,99 0,63 didapatkan nilai CV yang teliti pada pemeriksaan Natrium dan didapatkan nilai cv yang sangat teliti Tabel 8 Data Nilai Presisi (%CV) pada Quality Control Pemeriksaan kalium pada pemeriksaan kalium Bulan Mean Oktober November Desember Januari 3,60 3,60 3,59 3,59 0,02 0,03 0,03 0,02 2 Analisis Akurasi (%Bia. Presisi (%CV) dan Evaluasi Hasil Quality Control dengan Grafik Levey- Jennings Berdasarkan tabel Menggunakan Aturan Westgard pada RS perhitungan uji presisi natrium di RS Y didapatkan nilai CV yang sangat teliti Akurasi (%Bia. pada pemeriksaan Natrium dan kalium Tabel 5 Data Nilai Bias . %) pada Quality Control Pemeriksaan Natrium Bulan Oktober November Desember Januari Mean dan 8 hasil 3 Kesalahan aturan Westgard %bias 0,63 0,34 0,17 0,07 | 53 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Quality Control merupakan prosedur dalam Kesalahan Aturan Natrium tahap analitik agar dapat memenuhi standar akurasi dan presisi (Siregar etc al, 2. Hasil Penelitian didapatkan nilai presisi di RS X dan RS Y memiliki nilai yang sangat teliti karena rerata CV yang didapat < 1 %. 1-2 S 1-3 S 2-2 S R-4 s 4-1 S RS X Nilai RS Y pemeriksaan yaitu kedekatan hasil beberapa pengukuran pada bahan uji yang sama, presisi Gambar 1 Diagram kesalahan Aturan Westgard Natrium atau ketelitian juga sering dinyatakan sebagai impresisi . etidak telitia. Semakin kecil nilai CV (%) maka semakin teliti sistem atau Kesalahan Aturan Westgard Kalium impresisi dari suatu alat Analisis hasil kontrol yang didapat dari hasil penelitian di RS X dan RS Y didapatkan nilai akurasi yang baik karena semakin kecil bias maka semakin tinggi akurasi suatu Nilai bias dapat positif ataupun 1-2 S 1-3 S 2-2 S R-4 s 4-1 S RS X negatif dimana nilai positif menunjukkan nilai RS Y yang lebih tinggi dari yang seharusnya, sedangkan nilai negatif menunjukkan nilai Gambar 5. Diagram kesalahan Aturan Westgard Kalium yang lebih rendah dari yang seharusnya. Selain akurasi dan presisi dalam menentukan PEMBAHASAN Pemantapan Mutu Internal (PMI) adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan masing-masing laboratorium secara terus- menerus agar tidak pemeriksaan yang dikeluarkan tepat. Salah dilakukan evaluasi grafik Levey-Jennings guna untuk mendeteksi hasil yang tidak dapat westgard untuk menentukan penyimpangan hasil uji. Grafik kontrol Levey-Jennings dapat ditentukan dari rerata, nilai SD, dan rentang bahan kontrol yang telah di ketahui. satu upaya dalam mendapatkan hasil yang tepat adalah dilakukannya Quality Control. | 54 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Setelah dilakukan analisis pada bahan laboratorium RS X ditemukan nilai kontrol berada di 1-2 s disetiap bulannya. Nilai kontrol berada di 4-1 s ditemukan dibulan Oktober dan November. Pada bulan oktober juga ditemukan nilai kontrol yang berurutan di 1 SD mendapat aturan 10x dan 8x. Serta pada bulan desember ditemukan nilai kontrol yang keluar 3 sd. Kesalahan ini biasanya Kesalahan sistematis terjadi karena beberapa terjadi yaitu kesalahan sistematik kostan atau kesalahan sistematik proporsional. Kesalahan pada aturan westgard juga ditemukan di RS Y kebanyakan data kontrol keluar di 2 SD. Di bulan November pada parameter kalium terjadi penolakan karena ada bahan kontrol yang masuk R-4S biasanya terjadi karena kesalahan acak. Serta pada bulan desember terdapat juga penolakan disebabkan oleh bahan kontrol yang keluar dari 3SD ini terjadi akibat kesalahan Menurut (Prasetya et al. , 2. kesalahan pemeriksaan dan mutu reagen yang kurang Namun untuk kesalahan penolakan yang berturut turut disarankan untuk dilakukan masalah pada instrument atau malfungsi pada kalibrasi pada alat untuk menjamin hasil Penelitian ini sejalan dengan yang (Viona. Levey- Jenning menunjukkan bahwa pada hari ke 10 terdapat sepuluh nilai kontrol secara berturutturut berada pada satu sisi yang sama dari terletak pada daerah peringatan . eanA2SD A3SD), penyimpangan hasil terjadi pemeriksaan bahan control sehingga perlu dicek kembali prosedur pemeriksaan, tetapi belum perlu dilakukan pemeriksaan ulang. rerata dan tidak melewati batas 1 SD. Hal ini Menurut (Buyani, 2. kesalahan acak masuk ke dalam aturan 10x yang menjadi dapat diatasi dengan melakukan beberapa aturan penolakan. Penyimpangan y ang cara, diantaranya ialah melakukan review terjadi disebabkan oleh kesalahan sistematik instruksi persiapan reagen, melakukan cek yang dipicu oleh kalibrasi yang tidak sesuai, pada expired date reagen dan alibrator, reagen yang kurang baik, atau kesalahan mengunakan pipet yang bersih dengan skala Kesalahan sistematik yang dapat yang sama untuk control dan reagen. | 55 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. melakukan prosedur pencucian baik pada alat KESIMPULAN DAN SARAN maupun instrument, melihat hasil control 1. Kesimpulan yang sebelumnya dalam level yang sama. Dalam melihat hasil control lainnya pada saat yang disimpulkan terdapat perbedaan hasil memeriksa instrument, reagen dan melakukan elektrolit berdasarkan aturan westgard kalibrasi ulang. dilaboratorium rumah sakit. Hasil quality Dari hasil grafik kesalahan aturan westgard di laboratorium RS X dan RS Y didapatkan hasil bahwa kesalahan sering ditemukan setiap bulannya dengan nilai kontrol yang masuk dalam batas aturan 1-2s. Kesalahan ini masih termasuk peringatan dan pemeriksaan dapat diteruskan. Didapatkan nilai kontrol yang masuk dalam batas penolakan 1-3S . R-4S aturan ini merupakan aturan penolakan yang disebabkan oleh kesalahan acak . andom erro. Sert a bahan kontrol yang masuk dalam batas 2-2S,10x dan 8x aturan ini termasuk penolakan yang terjadi karena kesalahan sistematis dalam proses pemeriksaan. control sangat diperlukan menggunakan aturan westgard dari pada hanya melihat nilai rentang saja hal ini mempengaruhi mutu hasil yang didapat serta memberikan gambaran kesalahan yang terjadi pada alat pemeriksaan. Mutu laboratorium sangat ditentukan oleh hasil benar-benar Saran Adapun saran untuk penelitian bagi laboratorium dapat dilakukan kalibrasi dan perbaikan pada alat, quality sebaiknya dilakukan setiap hari, dan memperhatikan proses tahap pra analitik. Menurut (Rahayu, 2. Hasil dapat analitik dan pasca analitik. Penelitian ini dikeluarkan apabila tidak ada level control dapat dilanjutkan dengan menggunakan yang lain melebihi batas 2SD. Kesalahan analisis six sigma terjadi apabila hasil kontrol melewati batas A2SD dan A3SD. Kesalahan tersebut dapat UCAPAN TERIMA KASIH disebabkan oleh kesalahan acak . andom Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan menfasilitasi . ystematic erro. penelitian sehingga selesai tepat waktu. | 56 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. DAFTAR PUSTAKA