Jurnal PendidIkan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi ISSN (Onlin. : 2807-3878 DOI: 10. 59818/jpi. Vol. No. September 2025 PENGEMBANGAN MODUL KAULINAN BARUDAK LEMBUR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PAI DI SEKOLAH DASAR Deni Hendrayana1 & Dirgantara Wicaksono2 Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tangerang selatan. Indonesia, 40383 Telp: 021-7492862. Fax: 021-7492862 E-mail: humas@umj. RIWAYAT ARTIKEL Received : 2025-09-19 Revised : 2025-09-25 Accepted : 2025-09-26 KEYWORDS Development. Playful Learning Module. Learning Motivation in PAI KATA KUNCI Pengembangan. Modul kaulinan barudak lembur. Motivasi belajar PAI ABSTRACT This study highlights the importance of Islamic Religious Education (PAI) in shaping the character of young generations, particularly in rural areas facing challenges such as low student learning motivation. The research aims to develop the "Kaulinan Barudak Lembur" module as an innovative learning medium to enhance PAI learning motivation among second-grade students at SDN Balekambang 01. Bandung Regency, with a focus on the theme "Compassion for Others. " The method employed is Research and Development (R&D) using the ADDIE model, which consists of needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and product trials, which indicated that the developed module is feasible for production and use. The validation results from subject matter experts achieved an average score of 91%, while media experts reached A large group trial showed an average posttest score improvement of 33. points, demonstrating the effectiveness of the Kaulinan Barudak Lembur module in increasing studentsAo learning motivation. ABSTRAK Penelitian ini menyoroti pentingnya Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembentukan karakter generasi muda, terutama di daerah pedesaan yang menghadapi tantangan seperti rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan modul "Kaulinan Barudak Lembur" sebagai media pembelajaran inovatif guna meningkatkan motivasi belajar PAI di kelas 2 SDN Balekambang 01. Kabupaten Bandung, dengan fokus pada materi "Kasih sayang terhadap sesama. " Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan uji coba produk, yang menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan layak untuk diproduksi dan digunakan. Hasil validasi ahli materi menunjukkan skor rata-rata 91%, sedangkan validasi ahli media mencapai 87%. Uji coba pada kelompok besar menunjukkan peningkatan rata-rata nilai posttest sebesar 33,2 poin, menandakan efektivitas modul Kaulinan Barudak Lembur dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Pendahuluan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia yang mayoritas beragama Islam memegang peran vital dalam membentuk karakter dan moral generasi Motivasi belajar merupakan faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Ketika siswa tidak termotivasi, mereka cenderung tidak berusaha maksimal dalam belajar, yang pada akhirnya berdampak pada hasil akademik mereka. Sebuah oleh Mulyono menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang mendukung dapat meningkatkan motivasi siswa. 120 | JPI. Vol. No. Juli 2024 Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik di daerah pedesaan khususnya di Sekolah dasar. Sejarah telah mencatat bahwa perkembangan Islam di Indonesia salah satunya adalah dengan Budaya. Wali Songo menyebarkan agama Islam di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa, dengan caracara yang sangat bijaksana, damai, dan penuh kearifan lokal seperti melalui Seni dan budaya tradisional wayang, gamelan, tembang, dan seni ukir digunakan sebagai media dakwah. Menurut Suradika dan Dirgantara . , dalam konteks pendidikan, metode yang tepat sangat penting untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar adalah dengan mengembangkan modul- modul pembelajaran yang memadukan pembelajaran dengan elemen hiburan yang edukatif, seperti Dalam konteks ini, penting untuk merancang modul permainan yang sesuai dengan kurikulum PAI. Modul ini harus mencakup berbagai elemen yang dapat membantu siswa memahami konsep-konsep dasar agama dengan cara yang Berikut ini daftar penelitian yang relevan: Nama Tahun Fokus Hasil Peneliti Sukardi 2015 "Pengembang Modul . Modul pembelajaran Pembelajaran yang Meningkatka dengan baik Motivasi tidak hanya Belajar Siswa. siswa dalam materi, tetapi karakter dan tantangan di masa depan. Sari. Pengaruh Permainan Tradisional tidak hanya Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Hidayat i. Inovasi Pembelajaran PAI Melalui Media Permainan Edukatif sebagai alat n motivasi, sosial yang lebih kuat di antara siswa. siswa yang dalam minat belajar dan Dengan demikian, pengembangan modul permainan untuk pembelajaran PAI bukan hanya sekadar inovasi, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan penjelasan diatas penulis bersemangat AuPengembangan modul kaulinan barudak lembur untuk meningkatkan motivasi belajar PAI di sekolah Adapun yang novelti atau yang menjadi pembeda dari penelitian ini adalah penulis mencoba menyajikan salah satu kearipan lokal yang ada di Jawa Barat yaitu AuKaulinan barudak lemburAy digunakan dalam pembelajaran PAI yang bertujuan meningkatkan motivasi belajar siswa SD atau Fase Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah dijelaskan, rumusan masalah dalam penelitian ini dapat dinyatakan dalam bentuk berikut : AuBagaimana desain pengembangan Modul Kulinan Barudak lembur yang sesuai dengan materi AuKasih sayang terhadap sesamaAy ?. Bagaimana kelayakan Modul Kulinan Barudak lembur pada materi AuKasih sayang terhadap sesamaAy? dan AuBagaimana efektivitas Modul Kulinan Barudak lembur terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada materi AuKasih sayang terhadap sesamaAy? Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. Juli 2024 | 121 Tinjauan Literatur Penelitian pengembangan didefinisikan sebagai kajian sistematik tentang proses perancangan, pengembangan, evaluasi program dan produk pembelajaran, serta memenuhi kriteria konsistensi internal dan efektivitas penggunaan program atau produk tersebut. (Sells dan Richey, 1994:. Selanjutnya. Van den Akker . 9:3-. menjelaskan penelitian pengembangan biasanya dilakukan untuk mengembangkan kurikulum, media dan teknologi, belajar dan pembelajaran. Heinich dkk. menjelaskan pengembangan adalah proses dari analisis kebutuhan, pembuatan materi, pencapaian tujuan, perancangan pembelajaran dan uji coba serta revisi pencapaian program untuk peningkatan hasil belajar peserta didik. Richey dkk. 2:1. menjelaskan pengembangan memiliki makna yang lebih luas jika diterapkan dalam penelitian yang akan menghasilkan produk. Penelitian dan pengembangan lebih dikenal dengan istilah Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono . , penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan sebuah produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian ini tidak hanya berfokus kepada upaya menghasilkan suatu produk dan kemudian divalidasi kelayakannya, namun juga merupakan proses serta langkah-langkah dalam menghasilkan produk baru atau bahkan memperbaharui produk yang sudah ada sehingga lebih baik dalam kelayakannya serta dapat Penelitian ini menyoroti rendahnya motivasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di daerah pedesaan, khususnya di Sekolah Dasar. Solusi yang ditawarkan adalah pengembangan modul kaulinan barudak lembur . ermainan tradisional Sund. yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran PAI. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Motivasi Belajar: Mengacu pada teori Maslow . ierarki kebutuha. serta teori Deci & Ryan tentang motivasi intrinsik dan Modul Ajar: Didefinisikan sebagai bahan ajar mandiri yang sistematis, berorientasi pada pencapaian kompetensi, memiliki kelebihan . endorong kemandirian belaja. sekaligus kelemahan . urang interaksi langsung dengan gur. Kaulinan Barudak Lembur: Permainan tradisional Sunda . isalnya paciwit-ciwit lutung, congklak, engkl. yang memiliki nilai edukatif, sosial, dan budaya, dapat diintegrasikan dengan pembelajaran PAI. Model Pengembangan: Penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. sebagai kerangka pengembangan modul. Hubungan atau pola utama dalam penelitian ini. Konteks masalah: Rendahnya motivasi belajar siswa PAI di pedesaan. Solusi yang ditawarkan yaitu Integrasi permainan tradisional dalam bentuk modul Polanya: Lingkungan belajar Ie metode inovatif . Ie motivasi meningkat Ie hasil belajar PAI lebih baik. Hubungan budaya: Penggunaan permainan tradisional menghubungkan nilai agama dengan kearifan lokal (Islamisasi ala Wali Songo juga menggunakan pendekatan buday. Adapun Kekuatan dan kelemahan dari penelitian ini: Kelebihannya relevan dengan konteks lokal . udaya Sund. Menggunakan teori motivasi belajar yang mapan (Maslow. Deci & Rya. Pendekatan R&D (ADDIE) yang sistematis dan Mendukung Kurikulum Merdeka . emandirian belajar, fun learnin. Sedangkan Kelemahannya: Fokus masih terbatas pada satu sekolah (SDN Balekambang . , sehingga generalisasi rendah. Modul berbasis permainan bisa menimbulkan keterbatasan waktu belajar formal. Keterbatasan fasilitas di pedesaan . uang, teknologi, guru terlati. bisa menghambat implementasi. Tidak hanya itu penelitian ini juga memiliki beberapa kesenjangan seperti: Belum banyak penelitian yang secara spesifik menggabungkan PAI dengan permainan tradisional Sunda. Studi terdahulu lebih banyak pada permainan edukatif modern atau umum, bukan permainan berbasis kearifan lokal. Aspek evaluasi jangka panjang . pakah motivasi yang meningkat juga berdampak pada akhlak siswa dalam keseharia. belum banyak diteliti. Bukti yang bertentangan diantaranya Beberapa penelitian menyoroti keterbatasan modul ajar: siswa tidak semua mampu belajar mandiri, ada kesenjangan akses teknologi, serta berkurangnya interaksi langsung dengan guru. Ada pandangan bahwa pembelajaran berbasis permainan bisa membuat siswa kurang fokus pada aspek kognitif bila tidak dikendalikan dengan baik. Motivasi ekstrinsik . adiah, kompetis. terkadang hanya memberi dampak jangka pendek, berbeda dengan motivasi intrinsik yang lebih berkelanjutan. Latar belakang yang kuat untuk penelitian bersifat Urgensi: Motivasi belajar PAI di pedesaan rendah Ie berdampak pada kualitas karakter generasi muda. Landasan teoritis: Didukung teori motivasi (Maslow. Deci & Rya. , teori belajar konstruktivis, serta model pengembangan instruksional (ADDIE). Landasan budaya: Sejalan dengan metode dakwah Wali Songo yang menggunakan budaya lokal untuk menyampaikan Islam. Relevansi praktis: Modul ini Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 122 | JPI. Vol. No. Juli 2024 bisa menjadi alternatif pembelajaran PAI yang menyenangkan, kontekstual, serta mendukung Kurikulum Merdeka. Metode Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menguji modul permainan yang dirancang khusus untuk meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di kalangan siswa SDN Balekambang 01. Kabupaten Bandung. Dalam konteks ini, motivasi belajar menjadi faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam memahami dan mengaplikasikan materi PAI. Sebagai bagian dari tujuan ini, peneliti akan melakukan analisis terhadap respon siswa dan guru terkait dengan penggunaan modul permainan. Dengan mengumpulkan data kualitatif melalui wawancara dan observasi, peneliti dapat memahami aspek-aspek yang perlu diperbaiki dalam modul tersebut. Hal ini sejalan dengan pendapat Sugiyono . yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan langkah penting dalam pengembangan suatu program pendidikan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berfokus pada pengembangan modul, tetapi juga pada perbaikan berkelanjutan berdasarkan umpan balik yang Penelitian SDN Balekambang 01 yang terletak di Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Jawa Barat. Durasi penelitian ini direncanakan berlangsung selama Delapan bulan, dimulai dari bulan Januari hingga September 2025. Pada tahap awal, peneliti akan melakukan analisis kebutuhan dan pengembangan modul selama dua bulan. Selanjutnya, modul akan diujicobakan di kelas selama tiga bulan, di mana peneliti akan mengamati dan mencatat perubahan motivasi belajar siswa. Pada bulan terakhir, peneliti akan melakukan evaluasi dan analisis data untuk menilai efektivitas modul yang telah diterapkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and developmen. dengan pendekatan gabungan . ix Metho. kuantitatif dan kualitatif. Penelitian gabungan adalah penelitian yang berorientasi pada tindakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam proses pelaksanaan penelitian. Jenis metode tersebut sangat baik diharapkan diterapkan terutama untuk meneliti masalah humaniora yang memerlukan data yang valid dan reliable untuk memecahkan masalahmasalah sosial yang terjadi di masyarakat. Pendekatan penelitian campuran atau Mix Method melibatkan asumsi-asumsi filosofis, aplikasi pendekatan pendekatan kualitatif dan kuantitatif serta pencampuran kedua pendekatan tersebut dalam satu penelitian (Suradika & Wicaksono, 2021:. Model kombinasi campuran yang digunakan oleh peneliti yaitu Concurrent Triangulation Strategy atau campuran kualitatif dan kuantitatif secara berimbang. Model ini merupakan model yang paling familiar dalam mix methods. Penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti yaitu melakukan observasi yang dilaksanakan di SDN Balekambang 01 Kabupaten Bandung. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, peneliti melakukan beberapa analisis kebutuhan yang akan dituangkan kedalam Kaulinan Barudak Lembur. Langkah-langkah pengembangan dalam penelitian ini menghasilkan produk akhir yang siap digunakan yaitu Modul Kaulinan Barudak Lembur dimana modul pembelajaran dipergunakan sebelum pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar PAI di Fase A. Indikator keberhasilan peningkatan motivasi belajar anak kelas 2 SD bisa dilihat dari berbagai aspek mulai dari perilaku, sikap, hingga hasil belajar. Karena anak kelas 2 masih berada dalam tahap perkembangan kognitif dan emosional awal, indikator harus sederhana, terukur, dan bisa diamati secara langsung oleh guru atau orang tua. Untuk pengambilan data observasi peserta didik, skala yang dibuat adalah Guttman (Sugiyono, 2013: . , dasar dari fakta dimana beberapa item dibawah pertimbangan yang harus dibuktikan menjadi petunjuk kuat satu variabel dibanding variabel lainnya. Hasil Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Kaulinan meningkatkan motivasi belajar PAI. Pengembangan yang dilakukan oleh peneliti yaitu melalui metode Research and Development (R & D) dengan mengikuti langkah-langkah pengembangan Dick n Carey. Tahap pertama langkah ini adalah dengan menganalisis kebutuhan di SDN Balekambang 01 Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung melalui observasi dan wawancara. Tahap kedua adalah menetapkan tujuan dengan menganalisis tujuan Pada tahap ini, peneliti menetapkan capaian pembelajaran, indikator motivasi, dan tujuan Tahap menganalisis dan menyusun tingkat motivasi siswa Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. Juli 2024 | 123 kelas 2 SD atau Fase A dalam belajar PAI. Tahap keempat adalah menentukan tujuan khusus yang berupa indikator pencapaian. Selanjutnya adalah tahap kelima dari indikator yang dibuat peneliti mengembangkan butir-butir tes acuan sebagai asesmen motivasi pada modul Kaulinan Barudak Tahap keenam menentukan strategi pembelajaran melalui penerapan permainan yang sesuai dengan tema materi yang sampaikan. Tahap ketujuh adalah menetapkan media dan materi yang akan digunakan dalam pengembangan Kaulinan meningkatkan motivasi belajar PAI. Pada tahap ini peneliti mulai merancang bahan ajar yang akan dikembangkan, menyusun konsep, desain. Tahap kedelapan peneliti akan melakukan uji coba pakar berupa validasi kelayakan terhadap modul yang sudah dikembangkan. Tahap kesembilan peneliti akan melakukan revisi modul yang sudah tervalidasi untuk selanjutnya akan diuji cobakan pada kelompok kecil dan kelompok besar. Tahap yang terakhir yaitu desain Modul Pengembangan yang sudah direvisi dan diuji cobakan siap digunakan dan dimanfaatkan. Penjabaran hasil pengembangan modul Kaulinan Barudak lembur berdasarkan pengembangan Dick and Carey dijelaskan dengan tiga poin pembahasan yang meliputi hasil analisis kebutuhan, model draft 1, dan model draft final. proses pembelajaran dengan saran masukan dan pendapat dari ahli materi. Gambar 1. Diagram Batang Hasil Validasi Ahli Materi Jumlah total nilai dari hasil validasi ahli media modul Kaulinan Barudak lembur adalah 65 . untuk total nilai kriteria ukuran modul, 13 untuk total nilai kriteria lay out, 13 untuk total nilai kriteria desain sampul modul, dan 35 untuk total nilai kriteria desain isi modul, hasil rata-rata menjadi 0. 87, apabila skor kelayakan dipresentasikan . ikali 100%), maka hasil validasi dari ahli materi adalah 87%, modul Kaulinan Barudak Lembur untuk motivasi dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran dengan saran masukan dan pendapat dari ahli media. Berikut diagram batang hasil validasi ahli media untuk setiap kriteria. Jumlah total nilai dari hasil validasi ahli materi modul Kaulinan Barudak lembur adalah 82 . untuk total nilai kriteria kompetensi, 32 untuk total nilai kriteria konten materi, 36 untuk total nilai kriteria kesesuaian dengan usia, hasil rata-rata menjadi 91, apabila skor dipresentasikan . ikali 100%), maka hasil validasi dari ahli materi adalah Modul Kaulinan Barudak Lembur untuk motivasi dinyatakan layak untuk digunakan dalam Gambar 2. Diagram Batang Hasil Validasi Ahli Media Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 124 | JPI. Vol. No. Juli 2024 Tabel 4. 9 Hasil uji coba kelayakan Jumlah total nilai dari hasil validasi ahli Bahasa untuk modul Kaulinan Barudak lembur adalah 91 . untuk total nilai kriteria lugas, 5 untuk total nilai kriteria komunikasi, 10 untuk total nilai kriteria dialogis dan interaktif, dan 10 untuk total nilai kriteria kesesuaian dengan perkembangan peserta didik, 13 untuk total nilai kriteria kesesuaian dengan kaidah Bahasa, 13 untuk total nilai kriteria penggunaan istilah, simbol atau iko. , hasil rata-rata dipresentasikan . ikali 100%), maka hasil validasi dari ahli materi adalah 91%, modul Kaulinan Barudak Lembur untuk motivasi dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran dengan saran masukan dan pendapat dari ahli media. Berikut diagram batang hasil validasi ahli bahasa untuk setiap kriteria. Kriteria NN NE RataRata Tampilan Penyajian Materi Manfaat 4,75 4,75 Motivasi Rata-rata Konversi Nilai Peneliti juga melakukan questioner bagi para guru SDN Balekambang 01 Kabupaten Bandung untuk menguji kelayakan modul dengan kriteria tampilan, penyajian materi, dan manfaat motivasi. ada 6 guru SDN Balekambang 01 Kabupaten Bandung yang mengisi kuesioner. Hasil kuesioner guru menyimpulkan bahwa total dari kriteria yang memiliki skor 4,7, jika dikonversi pada skala 5 menjadi 94,4, maka dapat dikatakan bahwa modul layak digunakan. Gambar 5. Diagram Batang Hasil Uji coba Guru Gambar 3. Diagram Batang Hasil Validasi Ahli Bahasa Dari hasil validasi para ahli . hli materi, ahli media dan ahli Bahas. diatas, disimpulkan untuk total nilai yaitu 89% dan dinyatakan layak digunakan. Berikut hasil dari ketiga ahli yang memvalidasi modul Kaulinan barudak lembur : Untuk menguji efektif atau tidaknya Modul Kaulinan Barudak lembur untuk meningkatkan Motivasi belajar PAI di SDN Balekambang 01 Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, maka peneliti menggunakan uji coba soal pretest. Sedangkan untuk mengetahui hasilnya maka peneliti menggunakan uji coba dengan soal posttest. Tahap valuasi ini dilaksanakan guna mengetahui Tingkat capaian kompetensi peserta didik setelah menggunakan modul Kaulinan Barudak lembur. Hasil pretest dan posttest peserta didik bisa dilihat dalam tabel berikut ini: Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. Juli 2024 | 125 Tabel 2. Hasil uji coba efektifitas SISWA Tabel 4. Data Efektifitas PRETEST POSTTEST Evan Wildan Razqa Aldi Ahmad Talita Hanisa Sakila Juwita Adila Jumlah Nilai Rata-rata Kategori Tafsiran Efektifitas N-Gain Adila Mean 97,90 64,70 33,20 35,30 Evan Wildan Razqa Aldi Ahmad Talita Hanisa Sakila Juwita 1,00 1,00 0,85 1,00 1,00 1,00 0,83 0,79 1,00 1,00 N-Gain Score (%) 0,95 94,64 N-Gain Score Berdasarkan data, diketahui nilai rata-rata (Mea. adalah Skor N-Gain adalah positif 0,95 atau dalam prosentase bernilai 94,64 jika dibulatkan Gambar 6. Output Hasil Statistik Tidak Efektif 40 Ae 55 Kurang Efektif 56 Ae 75 Cukup Efektif >76 Efektif Diskusi Tabel 3 Hasil N-Gain Score Score Ideal . Tafsiran < 40 Berdasarkan tabel kategori tafsiran efektifitas nilai N-Gain (%) di atas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul Kaulinan barudak lembur efektif untuk meningkatkan motivasi belajar PAI di SDN Balekambang 01 Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Berdasarkan data, diketahui saat pretest hasil terendah 53 dan hasil tertinggi 80 dengan total 10 Sedangkan untuk hasil posttest nilai terendah adalah 93 dan tertinggi 100. Hasil penilaian rata-rata pretest peserta didik saat tahap uji coba yang berjumlah 10 orang adalah 64,7, sedangkan saat posttest rata-rata nilai naik menjadi 97,9. Jika dilihat dari hasil post test maka ada kenaikan nilai yaitu 33,2 point. Hal ini menunjukkan bahwa modul Kaulinan Barudak lembur efektif digunakan. Nama Posttest Pretest PostPre Siswa Presentase Hasil dari Penelitian ini mengembangkan Modul Kaulinan Barudak Lembur berbasis permainan tradisional paciwit-ciwit lutung untuk materi PAI . asih sayan. Validasi ahli menunjukkan skor kelayakan tinggi . hli materi 0,91 / 91%. ahli media 0,87. guru memberi rata-rata 4,7/. Uji coba pada 10 siswa menunjukkan kenaikan rata-rata pretest Ie posttest dari 64,7 Ie 97,9 . enaikan 33,2 poi. dan N-Gain rata-rata 0,95 . inggi/efekti. Kesesuaian temuan tesis dengan bukti empiris tentang Game-Based Learning (GBL). Banyak studi meta dan review modern menunjukkan bahwa GBL dalam konteks ini AuKaulinan Barudak lemburAy dapat meningkatkan motivasi belajar PAI peserta didik sekolah dasar. permainan tradisional AuKaulinan Barudak Lembur ini lebih efektif daripada digital game atau permainan moderen lainnya sebab AuKaulinan barudak lemburAy ini dapat dilakukan dalam situasi bagaimanapun tanpa harus memiliki sarana dan prasarana yang banyak sehingga bisa dikatakan bahwa permainan tradisonal atau AuKaulinan barudak lemburAy ini mudah dan murah dalam pelaksanaannya. Berbasis kearifan lokal: melestarikan budaya dan nilai-nilai tradisional yang hampir punah. Meningkatkan interaksi sosial: permainan dilakukan secara berkelompok sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan, kerja sama, dan toleransi. Menumbuhkan nilai karakter: seperti sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab. Biaya rendah dan mudah diterapkan: tidak memerlukan alat elektronik atau akses internet. Menumbuhkan motivasi intrinsik: siswa merasa senang belajar karena permainan dekat dengan kehidupan seharihari mereka. Bukan tanpa kendala atau keterbatasan dalam AuKaulinan barudak lemburAy Keterbatasan ruang: beberapa permainan membutuhkan ruang terbuka Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 126 | JPI. Vol. No. Juli 2024 yang cukup luas, sehingga sulit diterapkan di sekolah dengan fasilitas terbatas. Keterbatasan waktu: tidak semua permainan dapat dijalankan secara penuh dalam alokasi jam pelajaran yang singkat. Tingkat keakraban siswa: siswa yang kurang mengenal permainan tradisional mungkin membutuhkan waktu adaptasi lebih lama. Kurang terdokumentasi secara digital: dibandingkan permainan modern, permainan tradisional kurang memiliki dokumentasi atau platform digital yang memudahkan guru dalam mengakses variasi permainan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai . Pengembangan modul kaulinan barudak lembur terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar PAI siswa sekolah dasar, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan, antusiasme, dan rasa senang siswa dalam mengikuti . Modul ini memiliki kelebihan dibandingkan permainan digital atau modern karena mampu sportivitas, serta nilai karakter Islami melalui interaksi langsung antar siswa. Penerapan permainan tradisional dalam pembelajaran berfungsi sebagai media pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan pendidikan karakter, sehingga memberikan nilai tambah selain aspek akademik. Meskipun demikian, modul ini memiliki keterbatasan, terutama pada kebutuhan ruang yang luas, alokasi waktu terbatas, serta tingkat keakraban siswa yang berbeda terhadap permainan tradisional. Saran Peneliti untuk Replikasi penelitian sebaiknya dilakukan di sekolah lain dengan karakteristik berbeda untuk menguji konsistensi efektivitas modul ini. Penggunaan variasi permainan tradisional lain dapat menjadi alternatif agar pembelajaran lebih bervariasi, sesuai konteks budaya masing-masing daerah. Analisis jangka panjang perlu dilakukan untuk mengetahui dampak keberlanjutan penggunaan permainan tradisional terhadap hasil belajar akademik, motivasi, dan pembentukan karakter siswa. Persembahan Penelitian ini didukung oleh Dr. Dirgantara Wicaksono,M. Pd sebagai Dosen Pembimbing Tesis (Universitas Muhammadiyah Jakart. Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan SPS Universitas Muhammadiyah Jakarta Angkatan 2023 terutama Kelas A yang telah memberikan wawasan dan keahlian yang sangat membantu penelitian ini, meskipun mereka mungkin tidak setuju dengan semua interpretasi/kesimpulan makalah ini. Referensi