ELIPS: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Volume 6. Nomor 2. September 2025 ISSN: 2745-827X (Onlin. PENGEMBANGAN MEDIA PERMAKS (PERKALIAN MATRIKS) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ahmad Irwansyah1. Lady Agustina2 1,2Pendidikan Matematika. FKIP. Universitas Muhammadiyah Jember Email : ahmadirwansyah26@gmail. com, *ladyagustina@unmuhjember. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran PERMAKS (Perkalian Matrik. , yaitu papan matriks dari kertas origami . untuk mempermudah pemahaman siswa terhadap operasi perkalian matriks. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. Media PERMAKS divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, serta diuji kepraktisannya melalui angket guru dan siswa. Hasil validasi menunjukkan media sangat valid . kor rata-rata 3,. , dan hasil kepraktisan menunjukkan media mudah digunakan dan menarik . kor rata-rata 3,. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa selama pembelajaran. Media pembelajaran ini memiliki efek potensial dari hasil belajar siswa dengan presentase ketuntasan siswa sebesar 79,5 dengan kategori Baik. Media ini efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi matriks secara konkret dan menyenangkan. Kata Kunci : Pengembangan. Media Pembelajaran. Alat Peraga. Perkalian Matriks. ABSTRACT This study attempts to develop media learning PERMAKS . he multiplication of matri. , that is the matrix of colored an origami template to make students understanding of the operation of the multiplication of matrix. This study was conducted in class XI SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji using model of ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. Media PERMAKS been validated by the matter and media experts, and practical tested through the survey teachers and students. The validation show media perfectly valid . verage score 3,. , and the practicality shows the easy to use and attractive . verage score 3,. Observations also indicated the increased involvement of student for learning. This learning media has a potential effect on the result of student learning tests having apercentage of student completeness of 79,5 in the good category. This media effective students improve understanding of the matrix in concrete terms and fun. Keywords: Development. Multiplication. http://journal. id/index. php/ELIPS Learning Media. Teaching Aids. Matrix Pengembangan Media PERMAKS (Perkalian Matrik. dalam A PENDAHULUAN Matematika merupakan fondasi yang penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan Matematika memiliki peranan yang sangat krusial dalam membentuk kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis siswa. Namun pembelajaran matematika sering kali dianggap sulit dan membosankan oleh sebagian besar siswa. Pelajaran matematika membutuhkan konsentrasi yang tinggi dalam memecahkan suatu permasalahan (Suryadi, 2. Pelajaran matematika yang terasa sulit dipahami menjadi problem tersendiri bagi sebagian siswa. Hal yang mendasari sulitnya pelajaran matematika adalah pemahaman konsep yang kurang mendalam, sehingga mengakibatkan sebagian siswa kesulitan jika diberikan permasalahan yang sifatnya kontekstual dan lebih kompleks (Wahyuningsih, 2. Pemahaman siswa juga tidak lepas dari peran guru dalam menyampaikan materi Guru juga harus mampu menyajikan materi dengan sebaik mungkin agar siswa tertarik belajar matematika. Menurut Mubarok . kemampuan guru dalam mendesain pembelajaran sangatlah diperlukan. Guru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan suatu materi agar minat belajar siswa meningkat. Sehingga penyampaian materi pembelajaran akan mudah dipahami dan diaplikasikan oleh semua siswa. Guru juga sangat perlu menggunakan media pembelajaran. Menurut Batubara, . bahwa penggunaan media pembelajaran berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran karena media pembelajaran dapat digunakan untuk mengaktifkan berbagai jenis alat indra siswa dan dapat meningkatkan sikap disiplin belajar siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu kreatifitas yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik, misalnya penggunaan alat peraga matematika. Alat peraga matematika dapat diartikan sebagai seperangkat benda yang dirancang, dibuat, dihimbau atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan prinsip dan konsep matematika secara efektif (Hada et. Al. Sehingga alat peraga dapat menjadi alternative yang tepat untuk menyampaikan konsep materi kepada siswa. Di samping itu, penggunaan alat peraga dalam pembelajaran dapat menambah semangat siswa dan interaksi antar siswa maupun antara siswa dengan guru. Khotimah et. Al. , . menyatakan bahwa Dengan adanya alat peraga mengakibatkan konsep yang diperoleh siswa dapat melekat dalam ingatannya, serta siswa akan memahami apa yang telah dipelajari sehigga nantinya siswa akan merasa proses belajaranya menjadi lebih bermakna. Alat peraga sangat cocok digunakan untuk menyampaikan materi yang abstrak dan kompleks, misalnya materi matriks. Matriks tidak hanya menjadi alat bantu dalam menyelesaikan sistem persamaan linear, tetapi juga memiliki aplikasi yang luas dalam berbagai bidang, misalnya dari ilmu komputer, fisika, ekonomi, hingga statistika. Penguasaan konsep matriks yang mendalam dapat menjadi bekal siswa untuk menghadapi tantangan di era digital ini. Salah satu konsep yang cukup kompleks adalah perkalian dua matriks, karena memerlukan pemahaman posisi baris dan kolom serta operasi perkalian dan penjumlahan yang tepat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sulistiya . , alat peraga Kotak Matriks memberikan pengaruh sekitar 23% untuk peningkatan hasil belajar siswa kelas 11 pada operasi penjumlahan dan pengurangan matriks. Sehingga peneliti bermaksud untuk melakukan Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan memahami mekanisme perkalian matriks, terutama dalam membedakan baris dan kolom serta mengoperasikan elemen-elemen matriks secara Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya inovasi media pembelajaran konkret Ahmad Irwansyah. Lady A ELIPS: Vol. No. September 2025 yang mampu menjembatani pemahaman siswa dari konsep abstrak ke bentuk visual. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah penggunaan alat peraga berbasis kertas berwarna sebagai papan matriks interaktif. Media yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah media PERMAKS (Perkalian Matrik. , yaitu papan matriks sederhana yang dibuat dari kertas berwarna untuk membedakan baris dan Media Permaks ini di desain berbeda dengan alat peraga matriks sebelumnya. Permaks dibuat dengan bahan yang mudah yaitu kardus, manila, kertas origami dan lakban bening. Kertas origami berwarna digunakan sebagai pembeda antara elemen matriks satu dengan yang lainnya. Sehingga siswa akan dapat memahami dan membedakannya dengan mudah. Lakban bening digunakan untuk melapisi kertas origami agar dapat ditulis langsung dengan spidol saat penggunaan media di kelas. Penggunaan Permaks diharapkan dapat mengatasi materi matriks yang bersifat abstrak, khususnya perkalian matriks. Permaks juga melengkapi penelitian sebelumnya yang hanya membuat alat peraga untuk penjumlahan dan pengurangan matriks. Permaks juga dirancang dengan menggunakan ordo matriks yang sama dan ordo yang berbeda agar pemahaman siswa terkait perkalian matriks lebih mendalam. Kehadiran media konkret seperti ini diharapkan dapat mempercepat pemahaman konsep, meningkatkan interaksi antarsiswa, serta menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan Menurut Amelia dan Hakiki . , penggunaan media pembelajaran manipulatif mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan bermakna, terutama dalam konsep matriks yang bersifat simbolik dan abstrak. Sementara itu. Juandi . menyebutkan bahwa alat peraga dalam pembelajaran matematika berfungsi sebagai jembatan antara konsep konkret dan abstrak, serta mampu merangsang keaktifan belajar siswa. Media Permaks juga dirancang agar mudah direplikasi oleh guru tanpa memerlukan biaya besar maupun teknologi tinggi, sehingga dapat digunakan secara luas, khususnya di sekolahsekolah dengan keterbatasan fasilitas. Penelitian ini akan mengevaluasi kevalidan dan kepraktisan media Permaks melalui tahapan pengembangan model ADDIE dan instrumen angket kepada guru dan siswa. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan media pembelajaran yang relevan, efektif, dan mudah diimplementasikan dalam pembelajaran matematika di tingkat SMA. METODE Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan R&D (Research and Developmen. yang menggunakan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. Menurut Branch . dalam Indo Uleng . , model ADDIE merupakan pendekatan sistematis dalam pengembangan instruksional yang berorientasi pada efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Model ini banyak digunakan dalam pengembangan media pembelajaran karena strukturnya yang jelas dan terarah. Tujuan penggunaan metode R&D dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk berupa media pembelajaran dan memvalidasi serta menguji kefektifan priduk tersebut (Sugiyono, 2019:. Pada penelitian ini, peneliti mengembangkan prosuk berupa media pembelajaran yaitu media Permaks (Perkalian Matrik. dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahap yaitu Analysis (Analisi. Design (Desai. Development (Pengembanga. Implementation (Implementas. Evaluation (Evaluas. Berikut tahapan ADDIE : Analysis Tahap pertama yang dilakukan peneliti dalam mengembangkan suatu produk dengan melakukan analisis kebutuhan, analisis kurikulum dan analisis media Pengembangan Media PERMAKS (Perkalian Matrik. dalam A Design Peneliti merancang produk yang di awali dengan membuat Selanjutnya dilakukan pembuatan Prototype 1 produk media pembelajaran. Development Prototype 1 media pembelajaran divalidasi oleh validator. Media yang telah divalidasi serta mendapatkan komentar atau saran oleh validator ahli, peneliti memperbaiki media sesuai dengan komentar atau saran dengan tujuan menghasilkan Prototype 2 media pembelajaran lebih baik. Implementation Prototype 2 media pembelajaran diuji cobakan ke siswa baik itu uji coba small group maupun uji coba lapangan. Uji coba small group untuk menilai kepraktisan produk, sedangkan uji coba lapangan untuk menilai efek potensial produk yang dikembangkan. Evaluation Tahap evaluation merupakan tahap akhir dari penelitian dan pengembangan media pembelajaran. Pada tahap ini, peneliti melakukan analisis angket validasi, angket respon siswa, dan analisis hasil tes untuk mengetahui valid, praktis, dan efek potensial. Gambar 1. Model ADDIE Pada tahap Analysis, peneliti melakukan analisis kebutuhan siswa, analisis kurikulum serta analisis media yang cocok untuk mengatasi kesulitan dalam memahami perkalian matriks. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan Design, yaitu merancang media Permaks. Media Permaks dibuat dengan bahan-bahan berupa kardus, kertas manila, kertas origami, gunting, lakban bening, spidol, penggaris dan lem. Pada tahap Development, media Permaks pada Prototype 1 divalidasi oleh validator Ahli 2 orang dosen Matematika dan 1 orang guru Matematika. Pada tahap Implementation media Permaks diujicobakan small group kepada 10 orang siswa kelas XI yang dipilih secra acak terdiri atas 4 siswa laki-laki dan 6 siswa perempua. Dan media Permaks juga diujicoba lapangan di kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji sebanyak 30 siswa terdiri atas 12 laki-laki dan 18 perempuan untuk mengetahui efek potensial dari media. Pada tahap ini, peneliti mengobservasi keterlibatan siswa selama penerapan media. Sehingga dapat diketahui pengaruh media Permaks terhadap keaktifan siswa selama pembelajaran. Tahap terakhir adalah Evaluation, peneliti melakukan analisis lembar validasi media oleh Ahli. Analisis angket kepraktisan media oleh 1 guru Matematika di SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji. Analisis angket kepraktisan media oleh seluruh siswa, dan analisis hasil tes untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan efek potensial media yang sudah diterapkan. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar validasi kevalidan media, angket kepraktisan guru, dan angket kepraktisan siswa. Instrumen dinilai menggunakan skala likert 1-4 Ahmad Irwansyah. Lady A ELIPS: Vol. No. September 2025 Lembar Validasi Media . leh Ahl. Tabel 1. Lembar validasi media No. Aspek yang Dinilai Skor . - . 1 Kesesuaian materi dengan kurikulum kelas XI SMA 2 Ketepatan konsep perkalian matriks 3 Kejelasan petunjuk penggunaan media 4 Keterbacaan teks dan angka dalam media 5 Desain visual menarik dan tidak membingungkan 6 Warna membantu membedakan elemen matriks 7 Media mendorong keterlibatan siswa 8 Media memudahkan pemahaman konsep abstrak Berikan penilaian terhadap media Permaks berdasarkan kriteria berikut dengan skala sebgai berikut : 1 = Tidak Valid, 2 = Kurang Valid, 3 = Cukup Valid, 4 = Sangat Valid. Media dikatakan valid jika memperoleh nilai rata-rata Ou 3,5. Validitas sebuah media pembelajaran dapat ditentukan melalui penilaian para ahli . xpert judgmen. yang menilai aspek substansi, konstruksi, dan tampilan visualnya (Sugiyono, 2017. Metode Penelitian Pendidika. Angket Kepraktisan Media . leh Gur. Tabel 2. Angket kepraktisan media Pernyataan Skor . 1 Media mudah digunakan dalam pembelajaran. 2 Petunjuk penggunaan media jelas dan mudah diikuti. 3 Waktu penggunaan media sesuai dengan alokasi waktu pelajaran. 4 Media membantu menjelaskan materi secara konkret. 5 Siswa tertarik dan aktif menggunakan media. 6 Media tidak memerlukan alat bantu tambahan. Berikan penilaian terhadap media Permaks berdasarkan kriteria berikut dengan skala sebagai berikut : 1 = Tidak Praktis, 2 = Kurang Praktis, 3 = Cukup Praktis, 4 = Sangat Praktis. Angket Kepraktisan Media . leh Sisw. Tabel 3. Angket kepraktisan media No. Pernyataan Skor . Media mudah digunakan oleh saya sendiri. Saya lebih memahami perkalian matriks setelah menggunakan media ini. Warna pada media membantu membedakan baris dan kolom. Saya lebih tertarik belajar dengan menggunakan media ini. Petunjuk penggunaan media jelas dan mudah diikuti. Media membuat belajar matematika lebih menyenangkan. Pengembangan Media PERMAKS (Perkalian Matrik. dalam A Beri penilaian pada kolom yang sesuai dengan pendapatmu berdasarkan skala berikut : 1 = Tidak Setuju, 2 = Kurang Setuju, 3 = Setuju, 4 = Sangat Setuju. Kriteria kepraktisan menggunakan nilai rata-rata Ou 3 untuk kategori praktis. Media pembelajaran dikatakan praktis jika mudah digunakan oleh guru dan siswa, tidak membutuhkan waktu yang rumit, dan tidak memerlukan alat bantu khusus (Nieveen, 1999 dalam Akker et al. , 2. Instrumen Kelayakan Media Kelayakan media ditentukan dari hasil triangulasi antara validasi ahli, tanggapan guru, dan respon siswa. Media dinyatakan layak jika memenuhi kriteria: A Nilai kevalidan Ou 3,0 . ategori vali. A Nilai kepraktisan Ou 3,0 . ategori prakti. A Tingkat keterlibatan siswa tinggi saat pembelajaran. Sebuah media dinyatakan layak apabila memiliki tingkat validitas dan kepraktisan yang tinggi serta mendapat respons positif dari pengguna (Plomp & Nieveen, 2013. Educational Design Researc. Kemudian analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, berdasarkan skor rata-rata dari para validator, guru, dan siswa. Analisis hasil tes Peneliti memberikan tes berupa soal berdasarkan materi perkalian matriks berdasarkan skor maksimal 100, berikut rumus tes yang digunakan untuk menghitung hasil tes : ycIycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa ycAycnycoycaycn yaycoEaycnyc = ( ) ycu 100 ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco Setelah menghitung nilai tes dengan menggunakan rumus diatas, maka hasil perhitungan dari nilai akhir yang diperoleh berdasarkan kategori pada kriteria ketuntasan hasil belajar peserta pada tabel berikut. Tabel 4. Kategori nilai hasil tes siswa Kategori Ketuntasan Hasil Belajar Kategori Penilaian 85,00 Ae 100 Sangat Baik 75,00 Ae 84,99 Baik 55,00 Ae 70,00 Cukup Baik 0 Ae 54,99 Kurang Sumber : Modifikasi (Kintoko & Rifai, 2. KKM mata pelajaran matematika yang ditentukan di sekolah SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji kelas XI adalah 75. Media dapat dikatakan memiliki efek potensial apabila presentasi ketuntasan belajar peserta didik mencapai 75%-100% seperti pada Tabel 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji. Kabupaten Jember, pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025. Jumlah siswa yang menjadi subjek dalam uji coba media Permaks sebanyak 30 siswa, terdiri dari 12 laki-laki dan 18 Guru mata pelajaran matematika di kelas tersebut juga terlibat sebagai responden dalam pengisian angket kepraktisan guru. Ahmad Irwansyah. Lady A ELIPS: Vol. No. September 2025 Hasil Pengembangan Media Media Permaks dikembangkan melalui lima tahapan model ADDIE: Tahap Analysis (Analisi. Pada tahap ini, dilakukan analisis kebutuhan untuk memahami kesulitan siswa dalam memahami konsep perkalian matriks. Data dikumpulkan melalui observasi di kelas dan wawancara dengan guru matematika. Hasil observasi kelas menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami operasi perkalian matriks karena sifatnya yang abstrak dan kurangnya media pembelajaran yang mendukung visualisasi konsep tersebut. Kemudian hasil wawancara dengan guru dan hasil angket, ditemukan bahwa 70% siswa mengalami kesulitan memahami konsep abstrak dalam operasi perkalian matriks. Siswa kesulitan dalam memahami pola dalam mengalikan matriks. Sehingga memerlukan media yang dapat memudahkan siswa dalam memahami pola perkalian matriks dengan ordo sama maupun berbeda. Tahap Design (Desai. Berdasarkan hasil analisis, dirancang media pembelajaran Permaks. Media ini dirancang untuk memfasilitasi pemahaman konsep perkalian matriks melalui visualisasi dan interaksi yang menarik. Desain media mencakup perkalian matriks dengan ordo 2x2 dan ordo yang berbeda. Media Permaks dibuat dari bahan kardus berukuran 50 cm x 90 cm dilapisi oleh kertas manila berwarna putih. Kemudian kertas origami berwarna dipotong dengan ukuran 7 cm x 7 cm sebanyak elemen matriks yang dibutuhkan. Lalu kertas origami tersebut ditempelkan pada papan matriks menyesuaikan ukuran matriks. Setiap kertas origami dilapisi oleh lakban bening agar dapat ditulis langsung menggunakan spidol dan mudah dihapus, sehingga dapat diganti dengan angka lainnya. Lalu memberikan keterangan tambahan judul dan aturan perkalian matriks. Gambar 2. Media Permaks Tahap Development (Pengembanga. Pada tahap ini, media Permaks dikembangkan sesuai dengan desain yang telah Pengembangan dilakukan dengan menggunakan kardus bekas, kertas manila, kertas origami, lem, lakban bening, dll. Setelah media selesai dikembangkan, dilakukan uji validitas oleh ahli materi dan ahli media untuk memastikan bahwa media tersebut sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan. Pengembangan Media PERMAKS (Perkalian Matrik. dalam A Tabel 5. Hasil validasi oleh ahli Penilaian RataValidator Aspek yang dinilai Kesesuaian materi dengan kurikulum kelas XI SMA 2 Ketepatan konsep perkalian matriks 3 Kejelasan petunjuk penggunaan media 4 Keterbacaan teks dan angka dalam media Desain visual menarik dan tidak Warna membantu membedakan elemen 7 Media mendorong keterlibatan siswa Media memudahkan pemahaman konsep Rata-rata Total Berdasarkan hasil validasi di atas, diperoleh rata-rata total skor dari ketiga validator sebesar 3,75. Dan mengacu pada teori klasifikasi validitas (Nieveen, 1. , media dikatakan valid jika memperoleh nilai rata-rata Ou 3,5. Hal ini menunjukkan bahwa media Permaks dikatakan valid berdasarkan penilaian validator. Tahap Implementation (Implementas. Media Permaks yang telah divalidasi kemudian diimplementasikan dalam pembelajaran matematika di kelas XI SMA. Implementasi dilakukan dalam 2 kali pertemuan, di mana siswa menggunakan media Permaks untuk mempelajari konsep perkalian matriks. Selama implementasi, dilakukan observasi untuk mengamati keterlibatan siswa dan efektivitas media dalam mendukung pembelajaran. Dan hasilnya siswa terlibat aktif . ekitar 85%) dan antusias dalam pembelajaran di Tabel 6. Hasil angket kepraktisan oleh guru Pernyataan Skor Media mudah digunakan dalam pembelajaran. Petunjuk penggunaan media jelas dan mudah diikuti. Waktu penggunaan media sesuai dengan alokasi waktu Media membantu menjelaskan materi secara konkret. Siswa tertarik dan aktif menggunakan media. Media tidak memerlukan alat bantu tambahan. Rata Ae rata Tabel 7. Hasil angket kepraktisan oleh siswa Pernyataan dan Skor . Nama Siswa AAH AHP ARM ARZ ASP Rata-rata Skor Ahmad Irwansyah. Lady A ELIPS: Vol. No. September 2025 AWK AYL AZA AZK BCL BKL BGT CND DSY DWI GFR JKU MHA PTR RSY TDL WRA Rata Ae rata Total Tahap Evaluation (Evaluas. Terdapat saran perbaikan dari validator Ahli pada Prototype 1 berupa penambahan warna origami yang berbeda pada setiap elemen matriks, awalnya 4 macam warna menjadi 9 macam warna berbeda. Sehingga setiap elemen matriks yang dikalikan berbeda-beda. Dan terdapat sedikit perbaikan pada alat peraga yaitu penambahan catatan kecil dan perbaikan tata letak kertas berwarnanya agar terlihat lebih rapi. Peneliti memperbaiki media sesuai saran Ahli dan menghasilkan Prototype 2 agar menghasilkan media yang lebih baik. Kemudia Evaluasi juga dilakukan untuk menilai keefektifan media Permaks dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep perkalian matriks. Evaluasi mencakup pengukuran hasil belajar siswa melalui tes tulis dengan mengerjakan 5 soal perkalian matriks . soal berordo sama dan 3 soal dengan ordo berbed. , serta pengumpulan data melalui angket untuk menilai kepraktisan dan kepuasan siswa terhadap media yang digunakan. Hasil tes tulis siswa disajikan dalam tabel berikut : Tabel 8. Hasil tes belajar siswa Nama Siswa AAH AHP ARM ARZ ASP Nomor Soal Nilai Ketuntasan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Pengembangan Media PERMAKS (Perkalian Matrik. dalam A AWK AYL AZA AZK BCL BKL BGT CND DSY DWI GFR JKU MHA PTR RSY TDL WRA Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Pembahasan Media Permaks divalidasi oleh ahli oleh tiga orang validator. Aspek yang dinilai terdiri dari 8 indikator yang tercantum pada tabel 5. Hasil validator pertama (V. menunjukkan rata-rata 3,75. Validator kedua (V. menunjukkan rata-rata 3,88 dan validator ketiga (V. menunjukkan rata-rata 3,63. Sehingga rata-rata total dari ketiga validator adalah 3,75. Dan mengacu pada teori klasifikasi validitas (Nieveen, 1. , media Permaks dikatakan Valid karena memperoleh nilai rata-rata Ou 3,5. Hasil Uji Kepraktisan Angket Guru Angket guru dilakukan oleh seorang guru matematika di SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji untuk mengetahui nilai kepraktisan media yang terdiri dari 6 aspek disajikan dalam tabel 2. Berdasarkan tabel 6, hasil penilaian angket guru menunjukkan skor rata-rata 3,67. Guru menyatakan bahwa media Permaks mudah digunakan di kelas, sesuai dengan waktu pembelajaran, dan dapat membantu menjelaskan materi secara konkret. Berdasarkan indikator kepraktisan, media dikatakan praktis jika memiliki rata-rata Ou 3. Sehingga media Permaks dapat dikatakan sebagai media yang praktis. Angket Siswa Angket siswa dilakukan oleh semua siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji yang terdiri atas 6 indikator seperti pada tabel 3. Berdasarkan tabel 7, rata-rata skor tiap indikator berada antara 3,47Ae4,00, dengan rata-rata keseluruhan 3,81. Ratarata ini menunjukkan kepuasan yang tinggi dari semua siswa dalam penggunaan Ahmad Irwansyah. Lady A ELIPS: Vol. No. September 2025 media dalam pembelajaran. Berdasarkan indikator kepraktisan, media dikatakan praktis jika memiliki rata-rata Ou 3. Sehingga para siswa menilai bahwa Permaks ini tergolong media yang praktis untuk digunakan saat pembelajaran. Hal ini mengindikasikan bahwa media Permaks cocok untuk memudahkan siswa dalam memahami perkalian matriks. Keterlibatan Siswa Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa sangat antusias saat menggunakan Sebagian besar siswa . ekitar 85%) aktif terlibat saat memanipulasi potongan kertas warna pada papan Permaks untuk melakukan perkalian matriks. Suasana belajar menjadi lebih hidup dan interaktif. Hasil belajar siswa Kemudian untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi perkalian mariks, peneliti melakukan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Soal yang diberikan sebanyak 5 soal perkalian matriks . soal berordo sama dan 3 soal dengan ordo berbed. Berdasarkan tabel 8, hasil tes belajar siswa menunjukkan bahwa 24 siswa mencapai nilai di atas KKM dan dikategorikan Tuntas. Sedangkan 6 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM dan dinyatakan belum tuntas. Jika di rata-rata, maka 80% siswa sudah mencapai nilai di atas KKM. Berdasarkan kategori ketuntasan hasil belajar siswa pada tabel 4, maka kategori penilaiannya adalah Baik. Dan media dapat dikatakan memiliki efek potensial apabila presentasi ketuntasan belajar peserta didik mencapai 75%-100%. Sehingga media Permaks dapat dikatakan sebagai media yang memiliki efek potensial yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Permaks memiliki kevalidan dan kepraktisan yang tinggi, serta mendapat respon positif dari guru dan siswa. Media ini terbukti membantu siswa memvisualisasikan konsep perkalian matriks yang sebelumnya dianggap abstrak. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari et al. yang menyatakan bahwa media alat peraga membantu mengkonkretkan konsep abstrak dalam matriks. Selain itu Hakim et al. , . 1: . Menyatakan faktor pengetahuan alat peraga, kreativitas dan inovasi merupakan hal yang menyebabkan minimnya penggunaan fasilitas alat peraga. Namun, keberadaan alat peraga matematika kelas XI sangat dibutuhkan agar menunjang pembelajaran menjadi lebih efektif dan menumbuhkan minat belajar siswa. Sehingga beberapa kelebihan dari media Permaks antara lain sederhana, mudah dibuat, dan tidak memerlukan teknologi canggih, mengakomodasi pembelajaran visual dan kinestetik, dan dapat digunakan untuk aktivitas diskusi kelompok. Dengan demikian, media Permaks layak digunakan dan direkomendasikan untuk pembelajaran perkalian matriks di kelas XI SMA. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Media PERMAKS (Perkalian Matrik. merupakan media pembelajaran inovatif yang dapat membantu siswa memahami operasi perkalian matriks secara konkret. Hasil validasi oleh ahli materi dan ahli media menunjukkan bahwa media Permaks tergolong dalam kategori sangat valid dengan rata-rata skor 3,75 dari skala 4. Hal ini menunjukkan bahwa media memenuhi standar isi, konstruksi, serta kelayakan visual dan pedagogis. Uji kepraktisan yang dilakukan melalui angket Pengembangan Media PERMAKS (Perkalian Matrik. dalam A guru dan siswa menunjukkan bahwa media ini tergolong praktis, dengan skor rata-rata guru sebesar 3,67 dan siswa sebesar 3,81. Artinya, media ini mudah digunakan, menarik, dan efektif dalam mendukung proses pembelajaran. Observasi keterlibatan siswa selama pembelajaran menunjukkan bahwa penggunaan media Permaks dapat meningkatkan aktivitas, antusiasme, dan pemahaman siswa terhadap materi perkalian matriks. Media ini mampu mengubah pembelajaran abstrak menjadi pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan. Saran Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Untuk Guru Matematika: Guru dapat memanfaatkan media Permaks sebagai salah satu alternatif inovasi pembelajaran di kelas, khususnya untuk materi perkalian matriks yang membutuhkan visualisasi dan langkah-langkah sistematis. Untuk Siswa: Siswa diharapkan aktif menggunakan media pembelajaran ini sebagai sarana belajar mandiri di luar jam pelajaran, sehingga konsep matematika dapat lebih dipahami secara Untuk Penelitian Selanjutnya: Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengembangkan media Permaks dalam cakupan materi matriks yang lebih luas, seperti determinan matriks, invers matriks, serta sistem persamaan linear menggunakan matriks, dan diuji keefektifannya dalam setting sekolah lain dengan karakteristik siswa yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA