Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 HUBUNGAN PROMOSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PERILAKU AMAN PADA PEKERJA Lisneni Dewi1 Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat. STIKESMAS Abdi Nusa Palembang1 lisnenidewi1@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Kecelakaan kerja bisa disebabkan oleh perilaku tidak aman di dalam melakukan suatu pekerjaan oleh pekerja. Perilaku manusia memegang peranan penting dalam mengakibatkan Ketidaktahuan dan kesalahan mengikuti prosedur bekerja dengan aman menjadi penyebab pekerja berada dalam risiko tertentu. Sebagian besar pekerja sadar akan risiko yang ada di tempat kerja Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara promosi keselamatan dan kesehatan kerja (K. dengan perilaku aman pada pekerja di PT. X Palembang pada tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pelaksanaan penelitian berlangsung pada bulan Februari hingga Juni 2024. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengkaji hubungan antar variabel. Hasil: Menunjukkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara komunikasi K3 dengan p_value 0,030 < 0. pengawasan p_value 0,000 < 0. 05 dengan perilaku aman. Tidak ada hubungan antara rambu-rambu K3 p_value 0,704 E 0,05 dengan perilaku aman. Saran: Berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar pihak perusahaan secara rutin melakukan pemeliharaan dan pengawasan terhadap rambu-rambu K3, serta menambah rambu peringatan pada area kerja yang berisiko tinggi. Selain itu, pekerja diharapkan senantiasa mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan guna mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman. Kata kunci: Perilaku Aman. Komunikasi K3. Pengawasan. Rambu-rambu K3 ABSTRACT Background: Work accidents can be caused by unsafe behavior in carrying out a job by workers. Human behavior plays an important role in causing accidents. Ignorance and failure to follow safe work procedures are the causes of workers being at certain risks. Most workers are aware of the risks in their workplace. Objective: This study aims to determine the relationship between occupational safety and health promotion and worker behavior at PT. X Palembang in 2024. Method:The research design used is a quantitative method using a cross-sectional design. This study was conducted in February-June 2024. The sampling technique used was total sampling, which amounted to 40 people, and was analyzed using the chi-square test. Results: Shows the results that there is a significant relationship between K3 communication with p_value 0. 030 < 0. 05, supervision p_value 0. 000 < 0. with safe behavior. There is no relationship between K3 signs p_value 0. 704 E 0. 05 with safe Suggestion: Based on the research results, it is expected that companies will always control and maintain K3 signs and add warning signs to work areas that have the potential to be dangerous and workers are expected to always follow the Standard Operating Procedures that have been set by the Keywords: Safe Behavior. K3 Communication. Supervision. K3 Signs | 109 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Setiap umumnya berasal dari faktor manusia, kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja terutama karena rendahnya kepedulian dari pihak pengusaha maupun pekerja dalam aktivitas kerja. Penyakit akibat kerja patut menerapkan regulasi yang berlaku. Banyak pengusaha masih memandang penerapan umumnya muncul dalam jangka waktu program Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang lama setelah seseorang melakukan (K. sebagai hal yang tidak membawa pekerjaan tersebut, sehingga sering kali keuntungan langsung dan justru dianggap para pekerja tidak menyadari adanya membebani biaya operasional perusahaan. bahaya yang bisa menyebabkan timbulnya Pandangan seperti ini menimbulkan sikap penyakit tersebut. (Darmayani, 2. abai yang berdampak pada menurunnya Penyebab utama kecelakaan kerja Berdasarkan Perburuhan Internasional Organisasi (ILO) aman selama bekerja. (Lala, et. 2018, tercatat sekitar 2,78 juta pekerja Perilaku kerja yang aman sering kali meninggal dunia setiap tahunnya akibat tidak memperoleh penguatan atau apresiasi kecelakaan kerja dan penyakit yang terkait yang positif. Pekerja yang menerapkan dengan aktivitas pekerjaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,4 juta atau 86,3% membuang-buang kematian disebabkan oleh penyakit akibat penggunaan alat pelindung diri pun sering Sementara itu, data dari BPJS memicu komentar negatif dari rekan kerja. Ketenagakerjaan serta menimbulkan rasa tidak nyaman, kecelakaan kerja, mengalami penurunan Sebaliknya perilaku berbahaya di dalam sebesar 33,05% dibandingkan tahun 2018 bekerja, misalnya pakaian atau perlengkapan keselamatan Meningkatnya risiko kecelakaan di tempat kerja banyak memperoleh reinforcement kerja sangat mempengaruhi bertambahnya positif, yaitu tidak boros waktu, lebih jumlah kasus kecelakaan, yang pada cepat, terasa nyaman (Winarsunu, 2. akhirnya dapat merugikan baik pekerja Sebagian besar pekerja sadar akan risiko maupun perusahaan. Siregar. Marpaung, dan Jariah. Ketidaktahuan dan kesalahan mengikuti pada tahun 2019 tercatat 77. 295 kasus tidak menggunakan prosedur bekerja dengan aman menjadi | 110 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 penyebab pekerja berada dalam risiko tinggi dalam praktik keselamatan diantara tertentu (Berek, 2. Promosi Keselamatan dan Kesehatan berkepentingan (Ruliyanto,2. Kerja (K. merupakan bagian penting dari Studi yang dilakukan oleh Khairani perlindungan tenaga kerja dan termasuk adanya korelasi antara komunikasi pesan Seluruh pihak yang terlibat memiliki K3 . = 0,827. p = 0,. , pelatihan . = tanggung jawab untuk berkontribusi secara 0,971. p = 0,. , dan pengawasan . = Nabila 0,883. p = 0,. dengan perilaku kerja aman pada tenaga kerja. Namun, tidak budaya K3, guna mencegah terjadinya ditemukan hubungan signifikan antara kecelakaan kerja, kebakaran, ledakan, serta keberadaan rambu-rambu K3 maupun penyakit akibat kerja. Upaya promosi K3 pelaksanaan kegiatan bulan K3 dengan juga menjadi strategi yang dapat dilakukan perilaku aman. Temuan ini mendukung asumsi bahwa komunikasi yang efektif, pemahaman pekerja mengenai pentingnya pelatihan yang memadai, serta pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja, agar konsisten di lingkungan kerja. (Sulistyo, berpotensi menurunkan risiko kecelakaan Keberhasilan pelaksanaan Promosi K3 sangat bergantung pada efektivitas dan penyakit akibat kerja. Penelitian Ruddin mendukung kelancaran kegiatan tersebut. komunikasi K3 . = 0,. , pelatihan . = (Sulistyo, 2. Peran komunikasi dan 0,. , dan pengawasan . = 0,. dengan perilaku Keselamatan aman pada pekerja. Kesehatan Kerja sangat penting dalam Namun, tidak ditemukan cukup bukti membentuk budaya keselamatan yang kuat untuk menyatakan adanya hubungan antara di lingkungan kerja. Komunikasi yang rambu-rambu K3 dan perilaku aman. efektif dan kampanye promosi yang baik Temuan ini menguatkan asumsi bahwa perilaku kerja yang aman berkontribusi pemahaman, dan partisipasi yang lebih terhadap terciptanya lingkungan kerja yang | 111 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 lebih nyaman dan aman, serta berperan berjumlah 40 pekerja di PT X. Alat yang kecelakaan kerja. Sampel digunakan dalam pengumpulan data adalah Penelitian yang telah dilakukan oleh Simanullang Uji chi-square menggunakan kuesioner. Waktu Penelitian Januari-Juni menunjukkan hubungan signifikan antara Memperoleh persetujuan dari subjek promosi K3Aimeliputi rambu-rambu K3 penelitian setelah menjelaskan tujuan, . =0,. , . =0,. , . =0,. Data dalam penelitian ini bersumber pengawasan . =0,. Aidengan perilaku dari responden yang telah ditetapkan untuk menjawab seluruh instrumen penelitian. mengindikasikan bahwa elemen promosi Teknik pengumpulan data menggunakan Temuan pendekatan data primer. Analisis data dilakukan melalui dua tahap, yaitu analisis perilaku aman di lingkungan kerja. Lingkungan univariat dan bivariat. Analisis univariat PT. khususnya di bagian bengkel, hasil dari karakteristik masing-masing variabel yang pengamatan langsung masih ditemukan diteliti, dan hasilnya disajikan dalam adanya perilaku tidak aman pada pekerja seperti dalam penggunaan Alat Pelindung Selanjutnya, analisis bivariat digunakan Diri pada saat melakukan pekerjaan, untuk mengkaji hubungan antara variabel kurang patuh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Berdasarkan penjelasan pengujian statistik dilakukan menggunakan uji chi-square pada tingkat signifikansi dilakukan penelitian tentang AuHubungan Promosi Keselamatan Dan ( ) < 0,05. Kesehatan Kerja Terhadap Perilaku Aman Pada HASIL PENELITIAN Pekerja Di PT. Analiis Univariat Analisis univariat merupakan metode METODE PENELITIAN analisis yang difokuskan pada satu variabel Penelitian ini menggunakan metode sectional untuk memperoleh data pada satu Setiap observasi dalam analisis ini dikaitkan dengan satu variabel yang Pada penelitian ini, variabel yang | 112 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 rambu-rambu K3, responden sebagai sampel. Hasil analisis univariat disajikan sebagai berikut: perilaku aman. Penelitian melibatkan 40 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Komunikasi K3. Pengawasan. Rambu-rambu K3 dan Perilaku Aman Karakteristik Frekuensi . Persentase (%) Komunikasi K3 Baik E 10 Kurang Baik O 10 Pengawasan Baik E 9 Kurang Baik O 9 Ramgu-rambu K3 Baik E 9 Kurang Baik O 9 Perilaku Aman Aman E 13 Tidak Aman O 13 Total Berdasarkan Tabel. Memiliki Perilaku Aman yaitu yang berkomunikasi K3 28 . %) responden dan tidak aman 12 dengan baik yaitu 25 . ,5%) rersponden, . %) responden. dan yang berkomunikasi K3 kurang baik Analisa Bivariat yaitu 15 . ,5%) responden. Pengawasan Analisis baik yaitu 28 . %) responden dan kurang hubungan dua variabel yaitu variabel baik yaitu 12 . %) responden. Rambu- indepen terhadap varibel dependen. Hasil analisis bivariat adalah sebagai berikut : ,5%) responden, dan kurang baik 29 . ,5%) Tabel 2. Hubungan Komunikasi K3 Dengan Perilaku Aman Pada Pekerja Bengkel Perilaku Aman Total P-value Komunikasi K3 Aman Tidak Aman Baik 0,030 Kurang Baik Total | 113 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 2 menunjukkan bahwa dari 25 aman, dan 8 responden . ,3%) tidak responden yang menilai komunikasi K3 berperilaku aman. Hasil analisis bivariat Chi-Square responden . %) menunjukkan perilaku menunjukkan nilai p = 0,030 yang lebih kerja yang aman, sedangkan 4 responden kecil dari tingkat signifikansi ( = 0,. , . %) menunjukkan perilaku tidak aman. Sementara itu, dari 15 responden yang terdapat hubungan yang signifikan antara menilai komunikasi K3 kurang baik, komunikasi K3 dan perilaku aman di PT. sebanyak 7 responden . ,7%) berperilaku Tabel 3. Hubungan Pengawasan Dengan Perilaku Aman Pada Pekerja Bengkel Perilaku Aman Total P--value Pengawasan Aman Tidak Aman Baik 0,000 Kurang Baik Total Tabel 3 memperlihatkan bahwa seluruh tidak aman. Uji bivariat dengan metode . Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000, yang berada di bawah tingkat signifikansi menunjukkan perilaku kerja yang aman = 0,05. Hasil ini mengindikasikan . %). Sebaliknya, dari 12 responden adanya hubungan yang signifikan antara yang menilai pengawasan kurang baik, variabel pengawasan dan perilaku aman di seluruhnya . %) menunjukkan perilaku PT. Tabel 4. Hubungan Rambu-rambu K3 Dengan Perilaku Aman Pada Pekerja Bengkel Perilaku Aman Rambu-Rambu Total P--value Aman Tidak Aman Baik 0,704 Kurang Baik Total | 114 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 4 menunjukkan bahwa dari 11 kata lain, perilaku ini mencerminkan responden yang menilai rambu-rambu K3 aktivitas yang tidak menimbulkan potensi dalam kategori baik, sebanyak 7 responden kecelakaan atau insiden. Dalam konteks . ,6%) K3, perilaku tidak hanya mencakup aspek ,4%) keselamatan kerja, tetapi juga mencakup Sementara itu, dari 29 responden yang (Siregar. Harahap, dan Aidha, menilai rambu-rambu K3 kurang baik, 21 responden . ,4%) menunjukkan perilaku Temuan dalam penelitian ini sejalan aman dan 8 responden . ,6%) tidak dengan hasil studi yang dilakukan oleh menunjukkan perilaku aman. Analisis Ruddin . , yang melaporkan bahwa Chi-Square sebesar 71,7% pekerja di PT. Hok Tong menunjukkan nilai p = 0,704, yang Jambi menunjukkan perilaku kerja yang melebihi batas signifikansi ( = 0,. aman saat menjalankan tugasnya. Berdasarkan Asumsi peneliti bahwa upaya yang telah dilakukan oleh perusahan dengan hubungan yang signifikan antara rambu- melakukan Komunikasi K3 yang efektif rambu K3 dengan perilaku aman di PT. berperan dalam meningkatkan motivasi pekerja untuk menerapkan perilaku kerja PEMBAHASAN yang aman. Perilaku Aman Pada Pekerja Bagian Hubungan. Komunikasi K3 Dengan Bengkel di PT. Perilaku Aman Pada Pekerja Bagian Hasil Bengkel di PT. responden menunjukkan bahwa mayoritas Hasil penelitian yang telah dilakukan pekerja di PT. X, yaitu sebesar 70%, bahwa komunikasi K3 diterapkan dengan cenderung menjalankan pekerjaan dengan baik lebih banyak yang berperilaku aman perilaku yang aman dibandingkan dengan yaitu sebesar 84% dibandingkan dengan mereka yang menunjukkan perilaku kerja yang berperilaku tidak aman sebesar 16%. tidak aman. Sedangkan Perilaku diterapkan lebih besar yang berperilaku tindakan individu atau sekelompok pekerja 53,3% yang berkontribusi dalam mengurangi dibandingkan dengan yang berperilaku risiko terjadinya kecelakaan kerja. Dengan aman yaitu sebesar 46,7%. Terdapat | 115 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 hubungan antara komunikasi K3 dengan efektif dan juga membangun hubungan perilaku aman yang diperkuat dengan uji antar pekerja sehingga bisa menciptakan Chi Square diperoleh nilai p=. yang suasana lingkungan kerja yang nyaman. lebih kecil dari () 0,05. Hubungan Komunikasi memiliki peran strategis Pengawasan Dengan Perilaku Aman Pada Pekerja Bagian Bengkel di PT. kinerja terkait Keselamatan dan Kesehatan Hasil penelitian yang telah dilakukan Kerja (K. Oleh karena itu, komunikasi bahwa pengawasan yang dilakukan dengan internal mengenai K3 perlu dilakukan baik seluruhnya . %) berperilaku aman secara intensif kepada seluruh pekerja dan Sedangkan pengawasan yang dilakukan mitra kerja. Informasi dalam komunikasi formal disalurkan melalui alur vertikalAi baik dari atasan ke bawahan maupun sebaliknyaAiserta melalui jalur horizontal perilaku aman yang diperkuat dengan uji antarunit kerja. Selain itu komunikasi yang Chi Square diperoleh nilai p=. yang efektif juga merupakan elemen penting lebih kecil dari () 0,05. dalam pengembangan budaya keselamatan . %) Terdapat Fungsi pengawasan dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan kinerja Pengawasan yang dilakukan bertindak dan mempengaruhi bagaimana secara positif dan memberikan umpan seseorang menganalisis situasi (Sulistyo, balik yang konstruktif dapat membantu Lestari dan Irwanti, 2. meningkatkan motivasi karyawan dan Komunikasi Temuan dalam penelitian ini sejalan kinerja mereka (Mujito, 2. Perusahaan dengan studi yang dilakukan oleh Khairani dan Nabila . , yang melaporkan memastikan bahwa kebijakan dan prosedur komunikasi pesan K3 dan perilaku aman. K3 dipatuhi dan efektif dalam melindungi dengan nilai korelasi r = 0,827 dan p = Kesehatan 0,000 pada karyawan di Divisi Proses (Bahtiar, 2. Pabrik Kelapa Sawit PT. Bungo Limbur. Asumsi Temuan Keselamatan Kerja didukung oleh studi yang dilakukan oleh perusahaan sudah berupaya melakukan Simanullang . , melalui pengujian upaya komunikasi K3 yang baik dan menggunakan uji Chi-Square, ditemukan | 116 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 hubungan yang signifikan antara variabel Rambu-rambu Keselamatan pengawasan dan perilaku aman, dengan Kesehatan Kerja (K. perlu diposisikan nilai p = 0,037 . < 0,. , pada tenaga pada titik-titik strategis di lingkungan kerja kerja di Perkebunan PT Nauli Sawit, yang mudah diakses secara visual serta Kecamatan Manduamas. Tapanuli Tengah. sesuai dengan konteks aktivitas yang Menurut Keberadaan rambu-rambu perusahaan telah berupaya melakukan manajemen dan seluruh pihak terkait instruksi kerja terhadap para pekerja nya. dalam menciptakan budaya kerja yang Namun kembali lagi kepada kesadaran mengutamakan keselamatan dan kesehatan masing-masing tenaga kerja. (Candrianto, 2. Penelitian ini mendukung hasil mengikuti prosedur kerja atau SOP yang studi Ruddin . , yang menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan Hubungan Rambu-rambu K3 Dengan antara penerapan rambu-rambu K3 dan Perilaku Aman Pada Pekerja Bagian perilaku aman pada pekerja di Divisi Bengkel di PT. Produksi PT. Hok Tong Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Menurut asumsi peneliti bahwa pada kondisi rambu-rambu K3 diterapkan rambu-rambu K3 yang ada di Bagian dengan baik, sebanyak 63,6% responden Bengkel PT. X belum cukup lengkap menunjukkan perilaku aman, sedangkan ketersediaannya, sehingga para pekerja 36,4% berperilaku tidak aman. Sementara belum optimal dalam berperilaku aman itu, pada kondisi penerapan rambu-rambu dalam bekerja K3 yang kurang baik, proporsi responden yang berperilaku aman justru lebih tinggi. KESIMPULAN yaitu 72,4%, dibandingkan dengan 27,6% Uji Chi-Square Hasil analisis distribusi frekuensi menghasilkan nilai p = 0,704, yang responden memiliki perilaku kerja yang melebihi batas signifikansi ( = 0,. , dikategorikan . %) berperilaku aman dan sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Komunikasi penerapan rambu-rambu K3 dan perilaku responden dan 12 . %) kurang baik. Pengawasan baik 28 . %) dan kurang . %) . ,5%) | 117 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 %). Rambu-rambu K3 baik 11 SARAN