Persona. Jurnal Psikologi Indonesia September 2015. Vol. No. 03, hal 296 - 303 Percaya Diri. Dukungan Sosial dan Kecemasan Siswa Menghadapi Seleksi Perguruan Tinggi Sri Djuwitawati Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya AsAoad Djalali drmasda@gmail. Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Abstract. The goal of this research is to find the correlation between Self confidence and social endorsement with studentsAo anxiety facing the University selection 163 students of XI grade of SMA Negeri 6 Madiun become the subject, . onsist of 68 boys and 95 girl. Researcher use three kinds of way in this research they are. studentsAoanxiety facing the University selection process scale, self confidence scale and self endorsement scale. The research data analyzed with correlation analysis level SpearmanAoRho. The research results are. Self confidence with studentsAo anxiety facing University selection process is Rho 0,040 and p = 0,610 . < 0,. , it means there is no negative correlation with studentsAo anxiety facing the University selection process. social endorsement with studentsAoanxiety facing the University selection process resulted Rho 0,444 and p = 0,000 . < 0,. , it means social endorsement has positive correlation between studentsAo anxiety facing the University selection process. Keywords : self confidence, social endorsement, and studentsAoanxiety in facing the University selection process. Intisari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan korelasi antara kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan kecemasan siswa menghadapi proses seleksi Perguruan Tinggi. Subyek dalam penelitian ini sejumlah 163 siswa dari kelas XI SMA Negeri 6 Madiun, . erdiri dari 68 anak laki-laki dan 95 perempua. Peneliti menggunakan tiga macam cara dalam penelitian ini yaitu skala kecemasan siswa yang menghadapi seleksi perguruan tinggi, skala kepercayaan diri dan skala dukungan sosial. Data penelitian dianalisis dengan analisis korelasi dengan tingkat Spearman Rho. Hasil penelitian adalah. tingkat Percaya diri dengan kecemasan menghadapi proses seleksi perguruan tinggi adalah Rho 0040 dan p = 0. <0,. , berarti tidak ada korelasi negatif antara percaya diri dengan kecemasan menghadapi proses seleksi perguruan tinggi. dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi proses seleksi perguruan tinggi menghasilkan Rho 0444 dan p = 0,000 . <0,. , berarti dukungan sosial memiliki korelasi positif antara adanya dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi proses seleksi perguruan tinggi. Kata kunci : kepercayaan diri, dukungan sosial, dan kecemasan siswa dalam menghadapi proses seleksi perguruan tinggi. PENDAHULUAN Pada era globalisasi persaingan di dunia semakin ketat. Begitu juga Indonesaia dalam dunia pendidikan memegang peran signifikan dengan dikembangkannya melalui sistem pendidikan nasional. Pendidikan adalah program jangka panjang sesuai konstitusi 1945. Kualitas SDM merupakan investasi bangsa Percaya Diri. Dukungan Sosial dan Kecemasan Siswa Menghadapi Seleksi Perguruan Tinggi Indonesia melalu penguasaan IPTEK. Remaja Indonesia sebagai generasi penerus bangsa memberikan tuntutan kecerdasan untuk menentukan keputusan tentang masa depan terkait dengan pilihan karier dengan berbagai tantangan di masa depan serta tanggung jawab terhadap masa depannya sendiri. Pada dasarnya siswa menghadapi seleksi Perguruan Tinggi dipersiapkan sejak kelas X menuju kelas XI dalam pertimbangan penjurusan yaitu kelas IPA atau IPS. Pada saat kelas XI konselor sekolah banyak menemui siswa mengalami kecemasan dan kebingungan dalam menghadapi seleksi Perguruan Tinggi. Penentuan keputusan di Perguruan Tinggi adalah tuntutan yang harus diambil siswa SMA. Menurut Santrok . masa remaja banyak tugas perkembangan yang harus Menurut Prayitno dkk . pelayanan Bimbingan dan Konseling SMA yaitu membantu siswa merencanakan dan mengembangkan masa depan kariernya yang terdiri dari : . Pemantapan pemahaman diri berkenan dengan kecenderungan karier yang hendak dikembangkan. Pemantapan orientasi dan informasi karier pada umumnya khususnya karier yang hendak dikembangkan. Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, . orientasi dan infomasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi khususnya sesuai dengan karier yang hendak Menurut jaringan terluas Indonesia . bahwa total kursi PTN diperebutkan lewat seleksi SBMPTN 2015 mencapai 99. dengan kuota 30%. SNMPTN 50%,dan jalur mandiri 20%. Program di sekolah yang membantu berbagai masalah pribadi, belajar, sosial dan karier yang dihadapi siswa adalah Bimbingan Konseling. Dalam hal membantu siswa memahami dirinya sendiri, kemampuannya, menemukan sendiri apa yang akan dilakukan, menentukan hasil perbuatan dan akan memecahkan masalahnya sendiri. Dalam menghadapi seleksi masuk Perguruan Tinggi banyak siswa merasa cemas, takut dan khawatir jika tidak diterima di Perguruan Tinggi yang diminati. Menurut Sarastika . kecemasan adalah suatu perasaan subyektif mengenai ketegangan mental sebagai rekasi dari ketidak mampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya rasa aman. Menurut Nevid dkk . Anxietas / kecemasan . nxasi kita iet. adalah suatu keadaan aprehensi atau keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi. Dalam bentuk ekstreem kecemasan dapat mengganggu fungsi kita sehari-hari. Masalah yang terjadi merasa cemas dikarenakan siswa kurang percaya diri dengan kemampuannya, ketakutan bila tidak diterima di Perguruan Tinggi, kurang mandiri, tidak memiliki motivasi dan tidak tahu potensi yang dimiliki. Dalam hal ini siswa belum menemukan identitas dirinya, belum tahu apa yang akan dipilih dengan program ke depannya, pengaruh teman yang hanya ikutikutan dan rendahnya dukungan sosial di sekitar lingungan siswa berada. Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai arah penelitian perlu dirumuskan masalahnya. Adapun rumusan masalahnya adalah siswa merasa cemas disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut : Siswa tidak kreatif untuk mencari informasi tentang Perguruan Tinggi, . Siswa kurang bertanggung jawab dengan kepentingannya menghadapi karier dan masa depanya, . Siswa kurang mandiri, . Siswa kurang mampu berkomunikasi dengan orang tua, . Perasaan siswa yang selalu takut salah, . Pengaruh teman dalam menentukan pilihan, . Siswa tidak memiliki motivasi dan merasa tidak mampu, . Siswa kurang minat melihat informasi melalui media elektronik, . Siswa yang bingung setelah lulus mau melanjutkan Perguruan Tinggi atau bekerja. Berdasarkan Sri Djuwitasari dan M AsAoad Djalali rumusan masalah tersebut ,penulis lebih meneliti tentang kecemasan menghadapi seleksi Perguruan Tinggi yang disebabkan oleh kurang percaya diri dan kurang adanya dukungan sosial dari orang tua. Menurut keaslian penelitian bahwa pernah ditemukan hasil penelitian yang terkait dengan percaya diri, dukungan sosial dan kecemasan oleh Widiyati . sehingga ada persamaan variabel Y yaitu mengenai kecemasan dan dukungan sosial ,sedangkan variabel perbedaannya pada variabel X1 yaitu percaya diri. Manfaat penelitian ini bagi orang tua untuk memberikan masukan tentang tingkat percaya diri dengan memahami kemampuan anaknya dan adanya dukungan dari orang tua. Bagi konselor sekolah agar dapat menciptakan motivasi pada siswa sehingga memiliki rasa percaya diri dan mengatasi rasa cemas. Selain itu penelitian sebagai rujukan bagi peneliti selanjutnya dalam upaya menjeleaskan Perguruan Tinggi. Bagi pembaca sebagai referensi dan sumber bacaan yang bermanfaat untuk perkembangan psikologi khususnya psikologi pendidikan. Bagi siswa sebagai generasi penerus bangsa mempunyai tanggung jawab menata masa depannya dalam Perguruan Tinggi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan percaya diri dan dukungan sosial dengan kecemasan siswa menghadapi seleksi Perguruan Tinggi. Kecemasan Menurut Davison dan Neale . Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah dilihat dari sudut pandang sebagai berikut : Sudut pandang Psikologi, . Sudut pandang Cognitive Behavioral, . Sudut pandang Biologis. Menurut Sarastika . kecemasan adalah keadaan suasana hati yang ditandai oleh efek negatif dan gejala-gejala ketegangan Menurut Oltamnas dan Emery . Anxiety / kecemasan dapat merujuk pada suatu suasana perasaan dan sindrom yang melibatkan reaksi emosional. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan menurut Cullen dalam terbitannya berjudul AuSystem of NosologyAy bahwa karakteristik kecemasan yang tidak realistis dan beberapa hal lain adalah karena adanya gangguan pada sistem saraf atau malfungsi neurologis ( dalam Coleman, 1. Menurut Devison dan Neale . bahwa diagnosis kecemasan muncul sebagai berikut : . Simtom-simtom gangguan cemas tidak sepenuhnya spesifik, . Faktor etiologi yang diaplikasikan pada lebih dari satu gangguan. Menurut Sarastika . faktor yang mempengaruhi kecemasan adalah sebagai berikut :. Faktor predisposisi meliputi peristiwa traumatik, konflik emosional, konsep diri terganggu, frustasi, gangguan fisik, pola mekanisme koping keluarga, riwayat gangguan kecemasan, medikasi, . Faktor presipitasi meliputi ancaman fisik, harga diri, sumber internal, eksternal. Menurut Nevid dkk . faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan sebagai berikut : . Faktor perspektif kognitif meliputi prediksi berlebihan terhadap rasa takut, keyakinan yang self defeating/ irasiona, sensitif berlebihan terhadap ancaman, sensitif kecemasan, salah mengatribusi sinyal-sinyal tubuh. Self Efficary rendah, . Faktor biologis meliputi faktor genetis. Neurotransmiter, aspek biokimia pada gangguan panik, gangguan Obsesif Kompulsif. Menurut Olmanass dan Emery . faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan sebagai berikut : . Ketakutan adaptif dan maladaptif, . Faktos Sosial meliputi peristiwa kehidupan yang stress Common sense, kemalangan pada masa anak-anak, hubungan kelekatan dan kecemasan perpisahan, . Faktor Percaya Diri. Dukungan Sosial dan Kecemasan Siswa Menghadapi Seleksi Perguruan Tinggi psikologis meliputi proses belajar, faktor terhadap ancaman dan bias pemrosesan informasi, supresi pikiran gangguan obsesif kompulsif, . Faktor Biologi meliputi faktor genetik. Neurobiologi. Ciri-ciri kecemasan menurut Nevid dkk . sebagai berikut : . Ciri Aeciri fisik, . Ciri-ciri behavioral, . Ciri-ciri kognitif. Menurut Oltmanns dan Emery . ciri-ciri kecemasan sebagai berikut : . Kekhawatiran eksesif, . Serangan panik, . Fobia, . Obsesi dan Kompulsif. Cara menanggulangi atau mengurangi kecemasan menurut Nevid dkk . ,Davison &Neale . sebagai berikut : . Pendekatan psikodinamika, . Pendekatan humanistik, . pendekatan Biologis, . Pendekatan Belajar meliputi desensitisasi sistematik, pemaparan gradual, flooding, terapi kognitif, terapi virtual/fobia, terapi kognitif Penangangan kecemasan menurut Olmanns dan Emery . sebagai berikut : . Studi kasus singkat, . Intervensi psikologis meliputi desentisasi sistematik dan paparan interoseptif, paparan dan pencegahan respon, relaksasi dan breathing retraining, terapi kognitif, . Intervensi Biologis meliptui pemberian obat anti kecemasan, obat Menurut Sarastika cara mengatasi kecemasan sebagai berikut : . Kenali diri, . Mengatasi kelemahan diri, . Melupakan kegagalan masa lalu, . Melakukan persiapan, . Menanyakan kemungkinan buruk yang terjadi, . Pernafasan perut, . Visualisasi dengan cara positif, . Fokus apa yang terjadi saat ini, . Tersenyum, . Menatap mata lawan bicara, . Mengubah suara dalam diri kita, . Tampil dengan rapi Percaya Diri Percaya diri merupakan penghargaan pada diri sendiri dan merupakan pendukung kesuksesan dan pendorong tercapainya aktualisasi diri. Setiap orang menghargai dirinya sendiri. Menurut Coopersmith . menghargai diri sendiri merupakan hal yang penting dalam kehidupan seseorang. Harga diri diartikan suatu respon atau evaluasi seseorang mengenai dirinya sendiri terhadap pandangan orang lain mengenai dirinya dalam interaksi sosial (Coopersmith, 1. Menurut Tailor kepercayaan diri adalah kunci motivasi menuju kehidupan yang berhasil dan bahagia. Menurut Anand . percaya diri adalah berupa perasaan tenteram, tanpa rasa sedih, takut dan khawatir itu semua akan datang kepada orang-orang yang beriman. Menurut Lauster (Hakim, 2. kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga tindakannya tidak terlalu cemas, tanggung jawab, sopan, kelebihan kekurangan diri. Menurut Laning. Menurut Sarastika . percaya diri adalah suatu keyakinan untuk mampu berperilaku sesuai dengan harapan dan keininginanya. Menurut Setiawan . dan Anand . istilah percaya diri adalah sebagai berikut : . Self Consept, . Self Esteem, . Self Efficacy, . Self Confidence. Menurut Suryanto dkk . bahwa harga diri adalah Faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri menurut Tailor . sebagai berikut : . Keluarga, . Hubungan luar yang mempengaruhi kita, . Berani mengekpresikan diri kita. Menurut Anand . faktor yang mempengaruhi percaya diri adalah sebagai berikut : . Adanya kepercayaan bagaimana seseorang memperjuangkan keinginanya untuk meraih sesuatu, . Kepercayaan diri terkait menghadapi masalah yang menghambat. Menurut Chandra . faktor yang mempengaruhi percaya diri adalah : . Keadaan responsif, . Keberanian, . Sri Djuwitasari dan M AsAoad Djalali Kesuksesan autentik. Menurut Sarastika . percaya diri dipengaruhi oleh 2 hal yaitu : . Faktor internal meliputi konsep diri, harga diri, kondisi fisik, pengalaman hidup, . Faktor eksternal meliputi pendidikan, pekerjaan, . Lingkungan. Menurut Laning . faktor yang mempengaruhi percaya diri sebagai berikut : . Interaksi antara orang tua dan anak remaja, . Adanya potensi yang maju dan Ciri-ciri percaya diri menurut Tailor . adalah sebagai berikut : . Menyadari kawalitas diri istimewa, . Berpikir melakukan hal terbaik yang kita berikan dan mengembangkannya, . Mengundang masukan dan mendengarkan dengan pikiran terbuka, . Menunjukan bahasa tubuh terbuka dan aman, . Membangun optimisme. Menurut Lauster (Fasikh, 1. karakteristik individu yang memiliki percaya diri adalah : . Aspek percaya diri pada kemampuan diri, . Aspek bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, . Aspek memiliki konsep diri positif, . Aspek berani mengungkapkan pendapat. Menurut Chandra . ciri-ciri percaya diri adalah :. Mengembangkan rasa menghargai diri sendiri, . Harga diri dan aktualisasi diri. Menurut Sarastika . indikator percaya diri adalah :. Keyakinan akan kemampuan diri, . Optimis tentang diri, harapan dan kemampuan, . Obyektif memandang permasalahan, . Bertanggung jawab, . Rasional terhadap Menurut Setiawan ciri-ciri percaya diri adalah : . Self idea, . Self Image, . Self Cara menanggulangi rasa tidak percaya diri menurut Tailor . adalah sebagai berikut : . Menaklukan penghambat kepercayaan diri, . Mengubah pemikiran Belajar Visualisasikan dan mewujudkan tujuan kita. Menurut Anand . resep untuk menumbuhkan percaya diri adalah : . Mempelajari agama, . Berpikir positif, . berbaik hati pada diri sendiri, . Belajar terus, . Melakukan saja. Menurut Nasrullah . kiat-kiat agar selalu percaya diri adalah : . Analisa diri kita, . Hidup dengan pola hidup sehat, . Jaga kebersihan diri, . Memperkaya wawasan dengan berbagai media, . Memperluas pergaulan, . Melatih diri seolah-olah tampil di depan umum, . tampil di setiap kesempatan. Menurut Setiawan . cara membangun rasa percaya diri. Menurut Laning . cara meningkatkan percaya diri adalah : . Berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya, . Menunjukan brain, beauty dan behaviour, . Bersikap optimisme dengan perhitungan yang matang, . Dapat dipercaya. Menurut Sarastika . cara membangun percaya diri adalah : . Evaluasi diri secara obyektif, . Memberi penghargaan yang jujur terhadap diri, . Positif thinking, . Gunakan self affirmation, . Berani mengambil resiko, . Belajar bersyukur, . Menetapkan tujuan Dukungan Sosial Dukungan sosial berasal dari kata-kata social suport. Menurut Chaplin . dukungan sosial adalah : . Mengadakan atau menyediakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan orang lain, . Memberikan dorongan atau pengorbanan semangat dan nasehat kepada orang lain dalam situasi pembuatan keputusan. Dukungan sosial adalah suatu keadaan yang bermanfaat bagi individu yang diperoleh dari orang lain yang dapat dipercaya sehingga orang akan tahu bahwa ada orang lain yang memperhatikan, menghargai dan mencintai (Cohen dan Syme, dalam Setiadi Faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan sosial menurut Fitriyah dan Jauhar . adalah : . Keluarga, . Teman, . Kehidupan Dan Percaya Diri. Dukungan Sosial dan Kecemasan Siswa Menghadapi Seleksi Perguruan Tinggi mempengaruhi dukungan sosial adalah : . Peranan keluarga dalam perkembangan anak, . Pembentukan dan pengaruh sikap, . Pengalaman pribadi, . Pengaruh orang lain yang dianggap penting, . Pengaruh kebudayaan, . Media masa, . Lembaga pendidikan dan lembaga agama, . Pengaruh faktor emosional. Menurut Gunarsa dan Gunarsa . bahwa tercapai tidaknya citacita seseorang tergantung dari : . Pilihan masa depan, . Orang tua, . Pendidik, . Diri Menurut Feirig dan Lewis (Friedman 1. faktor yang mempengaruhi dukungan sosial yaitu keluarga besar dan keluarga kecil secara kwalitatif menggambarkan pengalaman Menurut Saravino . dukungan sosial adalah : . Penerimaan dukungan /recipient, . Penyediaan dukungan/ provider, . Komposisi dan struktur jaringan sosial, . Hubungan bervariasi. Menurut Cohen dkk . ada empat dukungan sosial adalah : . Dukungan praktis /tangible suport atau bantuan bersifat pelayanan, . Dukungan informasi /appraisal suport, . Dukungan harga diri /self esteem, . Dukungan belonging. Cara /mengurangi kendala menurut Fitriyah dan Jauhar tugas orang tua adalah : . Memenuhi kebutuhan pokok sandang, pangan, kesehatan, . Memberi ikatan hubungan emosional, . Memberi Membimbing dan mengendalikan perilaku, . Memberikan berbagai pengalaman hidup yang normal, . Mengajarkan cara berkomunikasi, . Membantu anak bagian dari keluarga, . Memberi tauladan. Upaya mengatasi masalah dewasa ini adalah : . Penentuan identitas diri yang berawal dari keluarga, . Sukses meniti jenjang karier didukung keluarga, teman, . Kemandirian dengan cara komunikasi, kesempatan, tanggung jawab, konsisten. HIPOTESIS Berdasarkan dari rumusan masalah dan landasan teori diatas, maka hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah : . Ada hubungan antara percaya diri, dan dukungan sosial dengan kecemasan siswa menghadapi seleksi perguruan tinggi. Ada hubungan antara percaya diri dengan kecemasan siswa menghadapi seleksi perguruan tinggi. Ada hubungan antara dukungan sosial dengan perguruan tinggi METODE Responden pada penelitian ini adalah siswa siswi kelas XI SMAN 6 Madiun Pelaksanaan penelitian tanggal 27 Mei sampai dengan 3 Juni 2015. Try out dilaksanakan 2 kelas dengan jumlah siswa 60 dan sample penenlitian dengan jumlah 5 kelas yaitu 163 siswa. Tehnik analisa data adalah Regresi Ganda dan Analisa jalur. Varibael yang digunakan adalah variabel bebas percaya diri (X. dan dukungan sosial (X. , variabel tergantung kecemasan (Y). Alat ukur varibel percaya diri digunakan adalah yang sudah pernah digunakan oleh Daik . dengan jumlah skala aitem yang memenuhi diskriminasi adalah 50 aitem yang memiliki correted aitem total >0,30. Sedangkan alat ukur skala dukungan sosial menurut teori Cohen dan Syme . nilai diskriminasi berkisar antara 0,302 Ae 0,642. Hasil uji reliabilitas Alpha dukungan sosial sebesar 0,939. Untuk skala kecemasan menurut teori Nevid, dkk . nilai diskriminasi item berkisar antara 0,319 Ae 0,729. Hasil uji reliabilitas Alpha kecemasan sebesar 0,949. Penelitian menguji hubungan percaya diri dan dukungan sosial dengan kecemasan siswa menghadapi seleksi Perguruan Tinggi. Data dianalisa dengan Analisis Regresi Ganda dengan asumsi sebagai berikut : . Sampel Sri Djuwitasari dan M AsAoad Djalali diambil secara random, . Variabel tergantung dan variabel independen bersifat continous, . Variabel dependen berdistribusi normal dengan Kolmogorov Smirnov Z = 0,982, p = 2,290 dan . >0,. variabel kecemasan dinyatakan normal, . Sifat hubungan masing-masing variabel independen dengan variabel dependen tidak linier. Kaidah uji linier hubungan sebesar F = 0,029, p = 0,866 dan . > 0,. variabel percaya diri dan kecemasan tidak linier. Sedangkan uji linier menggunakan besaran F = 28,884, p = 0,000 dan . <0,. variabel dukungan sosial dan kecemasan linier. Hasil asumsi menunjukan salah satu asumsi tidak terpenuhi uji linier yaitu percaya diri dan kecemasan maka diperlukan pengganti model skala korelasi Spearman. HASIL dan PEMBAHASAN Hasil uji asumsi menunjukan asumsi tidak memenuhi syarat yaitu tidak ada linieritas percaya diri dengan dukungan sosial. Pecaya diri menunjukan toleransi 0,833 ,VIF 1,200 dan dukungan sosial menunjukan toleransi 0,833. VIF 1,200. Hasil korelasi jenjang Spearman antara variabel percaya diri (X. dan kecemasan (Y) diperoleh Rho = 0,040:p = 0,610 . >0,. Hipotesa percaya diri dan kecemasan ditolak. Hasil korelasi dukungan sosial (X. dan kecemasan (Y) diperoleh Rho = 0,444 :p = 0,000 . <0,. Hipotesa dukungan sosial dan kecemasan dinyatakan diterima Data penelitian menunjukan : . Rerata kecemasan 120 dan SD 40 dengan korelasi tinggi 46,62 %, . Rerata percaya diri 120 dan DAFTAR PUSTAKA