Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :1-6 ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. ANALISIS SALURAN PEMASARAN JAGUNG DESA KUALA KECAMATAN TIGABINANGA KABUPATEN KARO ANALYSIS OF CORN MARKETING CHANNEL IN KUALA VILLAGE. TIGABINANGA DISTRICT. KARO DISTRICT Seringena Br Karo Prodi Studi Agribisnis. Universitas Quality Berastagi. Indonesia Email Korespondensi : seringenabrkaro@gmail. ABSTRAK Salah satu komoditas pertanian strategis yang bernilai ekonomis serta mempunyai peluang untuk dikembangkan selain beras ialah jagung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran di Desa Kuala Kecamatan Tigabinaga Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk mengukur marjin pemasaran dan keuntungan pemasaran dihitung dengan formulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada II saluran pemasaran yang terjadi. Pertama yaitu Petani IePedagang PengumpulIePedagang BesarIePedagang PengecerIeKonsumen. Yang PetaniIePedagang BesarIePedagang PengecerIeKonsumen. FarmerAos share didapat nilai pada saluran pemasaran yang pertama yaitu sebesar 34,81% sedangkan untuk saluran pemasaran yang kedua didapat sebesar 33,73%. Dengan membandingkan total biaya pemasaran dengan nilai produksi jagung manis yang dipasarkan. Jika EP <33% maka sistem pemasaran jagung manis dinilai efisien. Dan persentase yang paling rendah terdapat pada saluran pemasaran yang kedua dengan nilai persentase sebesar 7,13% dan dinyatakan yang paling efisien. Kata Kunci : Saluran Pemasaran. Jagung ABSTRACT One of the strategic agricultural commodities that has economic value and has the opportunity to be developed besides rice is corn. This study aims to analyze marketing channels in Kuala Village. Tigabinaga District. Karo District. North Sumatra Province. The research method used is descriptive qualitative and quantitative To measure marketing margins and marketing profits are calculated using the formulation. The results show that there are two marketing channels that occur. The first is Farmers Ie Collectors Ie Wholesalers Ie Retailers Ie Consumers. The second is Farmers Ie Wholesalers Ie Retailers Ie Consumers. Farmer's share was obtained in the first marketing channel, which was 34. 81%, while for the second marketing channel, it was obtained by 33. By comparing the total marketing costs with the production value of marketed sweet corn. If the EP <33% then the sweet corn marketing system is considered efficient. And the lowest percentage is in the second marketing channel with a percentage value of 7. 13% and is declared the most efficient. Keyword : Marketing Channel. Corn PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris yang mengandalkan sektor pertanian penduduk, maupun sebagai penopang Sektor Indonesia, karena pertanian memberikan 1 | Analisis Saluran Pemasaran Jagung Desa Kuala Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :1-6 porsi yang cukup besar dalam memberikan sumbangan untuk pendapatan Negara, sebagai pasar yang potensial bagi produk produk dalam negeri baik untuk barang produksi maupun barang konsumsi, terutama produk yang dihasilkan oleh subsektor tanaman pangan. Jagung (Zea mays L. ) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang penting selain gandum dan padi. Selain Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga sebagai sumber pangan alternatif di beberapa wilayah di Indonesia, dan beberapa negara lain menggunakan jagung sebagai bahan pangan pokok. (Kristiyani, 2. , tanaman jagung memiliki banyak fungsi yang lain. (Silitonga Mahmud, mengemukakan bahwa hampir seluruh dimanfaatkan untuk berbagai macam Batang dan daun tanaman yang masih muda dapat digunakan untuk pakan ternak, yang tua . etelah dipane. dapat digunakan untuk pupuk hijau atau Kegunaan lain dari jagung adalah sebagai pakan ternak, bahan baku farmasi, dextrin, perekat, tekstil, minyak goreng, dan etanol. Dari segi konsumsi, jagung merupakan substitusi bagi beras dan ubi Bagi orang Indonesia jagung merupakan bahan makanan pokok kedua setelah beras. Terdapat daerah di Indonesia yang berbudaya mengonsumsi jagung antara lain Madura, pantai selatan Jawa Timur, pantai selatan Jawa Tengah. Yogyakarta, pantai selatan jawa Barat. Sulawesi Selatan bagian timur. Kendari. Sulawesi Tenggara. Gorontalo. Bolaang Mongondow. Maluku Utara. Karo. Dairi, simalungun. NTT, dan sebagian NTB (Pangestika et al. , 2. ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. Produksi jagung nasional setiap tahun meningkat, namun hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan domestik sekitar 11 juta ton per tahun sehingga masih mengimpor dalam jumlah yang besar hingga 1 juta ton. Sebagian besar jagung domestik untuk pakan atau Pakan membutuhkan 57% dari kebutuhan nasional, sisanya sekitar 34% untuk pangan, dan 9% untuk kebutuhan industri lainnya (Hudoyo & Nurmayasari. Jagung banyak dibudidayakan di Kabupaten Karo salah satunya di Desa Kuala Kecamatan Tigabinanga. Lahan yang petani gunakan untuk menanam jagung pada umumnya adalah lahan yang membudidayakan tanaman holtikultura. Proses pemasaran tersebut berpengaruh terhadap harga. Hal ini mengindikasikan pemasaran tanaman jagung manis di deli serdang masalah harga berkenaan pada petani yang selalu tergantung pada pedagang pengumpul yang menyebabkan rendahnya harga jual yang beresiko rendahnya pendapatan yang diterima oleh Sehingga tujuan penelitian ini pemasaran jagung di Desa Kuala Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo. METODE PENELITIAN Lokasi pada penelitian ini adalah Kecamatan Tigabinaga Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara, sedangkan waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh 2 | Analisis Saluran Pemasaran Jagung Desa Kuala Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :1-6 melalui wawancara, kuesionern yang langsung di berikan kepada petani jagung. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh BPS Sumatera Utara. Jurnal dan lainnya. Teknik menganalisis rantai pasok adalah sebagai Margin Pemasaran Definisi margin juga biasa digunakan dalam marketing agency-level margin (M. , yang menggambarkan perbedaan antara harga jual di tingkat lembaga ke-i dengan harga belinya. Nilai margin pemasaran adalah selisih harga antara kedua agen pemasaran dikalikan dengan jumlah produk yang terjual (Indrajaya et al. , 2. Rumus untuk margin pemasaran adalah sebagai berikut : M = Pr Ae Pf Ket : : Margin pemasaran : Harga di tingkat pengecer (R. : Harga di tingkat petani (R. FarmerAos Share FarmerAos share merupakan bagian yang diperoleh petani terhadap harga yang dibayarkan oleh konsumen akhir (B, 2. Menurut (Sondakh et al. , 2. farmerAos share menjadi salah satu indikator yang menunjukkan efisiensi operasional pada bagian yang diterima oleh petani dari suatu aktivitas pemasaran. Besar kecil nya farmerAos share sangat dipengaruhi oleh saluran pemasaran yang digunakan dan besarnya harga jual di tingkat pengecer. Besar kecilnya hasil bagian yang diterima oleh petani menunjukkan merata tidaknya pedagang pengecer terhadap petani (Gojali et al. , 2. Semakin banyak perantara ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. pemasaran, maka akan semakin kecil bagian yang diterima oleh petani. Adapun rumusnya adalah : ycEyce yaycaycycoyceyc A yc ycEaycaycyce = ycEyce . cEycI) = ycu 100% ycEyc Ket : : Harga ditingkat pengecer (R. : Harga ditingkat petani (R. : Harga yang diminta oleh petani Kriteria pada FS : Jika %Pf (PS)>70% berarti promosi jaringan inventaris efektif Jika %Pf (PS)<70% berarti iklan tidak produktif sehingga eksekusi jaringan inventaris dikatakan tidak HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Saluran Pemasaran Berdasarkan hasil penelitian di Desa Kuala Kecamatan Tigabinanga Kabupaten karo terdapat dua saluran pemasaran jagung sebagai berikut : Saluran I : Petani Ie Pedagang Pengumpul Ie Pedagang Besar Ie Pedagang Pengecer Ie Konsumen Saluran II : Petani Ie Pedagang Besar Ie Pedagang Pengecer Ie Konsumen Analisis Margin Pemasaran Dalam marjin pemasaran dilakukan pada kedua saluran pemasaran diketahui bahwa saluran pemasaran I margin yang diterima yaitu sebesar 552,92 untuk pedagang pengumpul, 749,23 untuk pedagang besar, dan 4500 untuk pedagang pengecer dan pada saluran pemasaran II margin diterima yaitu sebesar 560,77 untuk pedagang 3 | Analisis Saluran Pemasaran Jagung Desa Kuala Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :1-6 besar,dan dan 5300 untuk pedagang Pada saluran pemasaran ke I Jagung dijual melalui perantara pedagang pengumpul, pedagang besar dan pedagang pengecer, barulah sampai ke tangan konsumen dan saluran pemasaran ke II jagung manis dijual langsung ke pedagang besar dan ke pedagang pengecer barulah sampai ke tangan konsumen. Biaya pemasaran masing-masing tiap lembaga berbeda, mulai dari biaya transportasi, tenaga kerja, bahkan sampai karung dan tali. Dalam kegiatan ini biaya pedagang pengumpul pada saluran pemasaran I mengeluarkan biaya sebesar Rp. 32,- pedagang besar mengeluarkan biaya sebesar Rp. 02 dan pedagang pengecer mengeluarkan biaya plastik, biaya kebersihan sebesar Rp. Pada saluran kedua biaya pemasaran masing masing tiap lembaga berbeda, mulai dari ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. biaya transportasi sampai biaya tali untuk mengikat karung. Terdapat pedagang besar dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp. 48 dan pada pedagang pengecer mengeluarkan biaya sebesar Rp. 205,mulai dari biaya plastik, dan biaya FarmerAos Share FarmerAos Share persentase bagian yang diperoleh petani jagung manis dari harga yang berlaku pada pedagang pengecer. Besar kecilnya farmerAos share ditentukan oleh panjang saluran pemasaran dan besarnya harga jual yang berlaku pada pedagang pengecer. Perolehan hasil dari perhitungan farmerAos share pada saluran pemasaran I dan II dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 18. FarmerAos Share Pada Saluran Pemasaran I dan II Pelaku Harga Jual (Rp/k. FarmerAos Share 1 Petani 34,81% 33,73% 2 Pedagang Pengecer 63,38% 66,52% Sumber : Data Primer diolah, 2023 Efisiensi Pemasaran Aspek pemasaran adalah aspek yang sangat penting dalam penelitian, apabila aspek ini berjalan cukup baik, sama-sama diuntungkan para pelaku pasar. Ini berarti pemasaran yang baik akan membawa dampak yang positif terhadap petani. Untuk mengetahui apakah sistem pemasaran yang dilakukan pada saluran pemasaran I dan II sudah efisien atau belum, maka dapat dihitung tingkat efisiensi (EP) dari Menurut (Arbi et al. , 2. bahwa efisiensi dikatakan jika EP 0-33% maka sistem pemasaran jagung dinilai efisien, dan jika EP 34-67 dapat dinyatakan kurang efisien sedangkan jika EP 68-100% Perhitungan efisiensi pemasaran jagung manis dapat dilihat pada tabel 2. 4 | Analisis Saluran Pemasaran Jagung Desa Kuala Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :1-6 ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. Tabel 2. Efisiensi Pemasaran Jagung Pada Saluran I Dan II Saluran Pemasaran Efisiensi Pemasaran (EP) Saluran I 11,59%(Efisiens. Saluran II 7,13%(Efisiens. Sumber : Data Primer diolah, 2023 Tabel 2 dapat dilihat bahwa biaya pemasaran pada saluran I Rp. 865,1,-/Kg dan biaya pemasaran pada saluran II sebesar Rp. 602,4,-/Kg. sehingga biaya pemasaran diketahui bahwa biaya pemasaran pada saluran I dikatakan lebih besar jika dibandingkan dengan biaya pemasaran pada saluran II. Ini berarti biaya yang dikeluarkan oleh saluran pemasaran I akan lebih besar disebabkan biaya transportasi dan tenaga kerja akan semakin mahal pula. Ini dikaitkan dengan total biaya pemasaran dengan nilai produksi jagung yang ada dipasaran bahwa nilai EP,33% maka akan disimpulkan bahwa saluran pemasarran dinilai efisien. Jika dilihat data pada tabel 2 bahwa saluran pemasaran I sebesar 11,59% dan saluran II sebesar 7,13% ini dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran I dan II efisien. Dimana saluran pemasaran II lebih efisien dari pada saluran pemasaran I dengan nilai efisiensi yaitu 7,13%. Dan persentase yang paling rendah terdapat pada saluran pemasaran yang kedua dengan nilai persentase sebesar 7,13% dan dinyatakan yang paling efisien. DAFTAR PUSTAKA