Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 12-15 PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIKAN KESEHATAN BAGI KADER KESEHATAN DALAM RANGKA AuSTOP TBAy Siti Mukaromah, 2Tedjowati,3Ariansyah Program Studi Profesi Ners. ITKES Wiyata Husada Samarinda Email: 1sitimukaromah@itkeswhs. Abstrak Kader kesehatan merupakan kunci keberhasilan program peningkatan pengetahuan dan keterampilan bidang kesehatan dalam masyarakat, salah satunya terkait TB paru. Kader kesehatan dapat berperan sebagai penyuluh, membantu menemukan tersangka penderita secara dini, merujuk penderita dan sekaligus pengawas menelan obat bagi penderita TB paru secara langsung. Kegiatan kader kesehatan memerlukan keterampilan tersendiri, sehingga tidak hanya berbekal pengetahuan terkait penemuan, pengobatan TB paru, namun juga memerlukan pelatihan dalam melakukan komunikasi efektif dan metode penyuluhan efektif dalam memberikan informasi kepada pasien TB maupun masyarakat Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan peran kader kesehatan dalam pendidikan Metode yang digunakan adalah memberikan ceramah tentang peranan kader kesehatan dalam menunjang keberhasilan pengobatan TB paru dan melakukan pendampingan keterampilan pendidikan kesehatan berupa komunikasi dan konseling TB paru. Hasil yang dicapai adalah adanya peningkatan keterampilan kader kesehatan dalam memberikan informasi pengobatan TB paru berdasarkan lembar observasi AuSATU TUJUAy dengan selisih rata-rata nilai keterampilan antara sebelum dengan sesudah kegiatan sebesar 3,40. Saran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, kader kesehatan diharapkan mampu terus berlatih memberikan informasi pengobatan TB paru baik kepada individu maupun keluarga serta masyarakat. Kata Kunci: Kader kesehatan. TB paru. Pendidikan kesehatan PENDAHULUAN Pengobatan TB merupakan intervensi utama dalam rangka pengendalian TB untuk mencapai kesehatan dan kondisi yang baik para penderita TB melalui pelaksanaan terapi medis yang dikontrol petugas pelayanan kesehatan. Adapun target pencapaian berupa pengurangan angka kematian penderita TB sebesar 90% dan pengurangan angka kejadian TB sebesar Strategi Nasional pengobatan TB di Indonesia pada tahun 2014 adalah memperluas dan meningkatkan pelayanan Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) yang bermutu, menghadapi tantangan TB/HIV. MDR-TB. TB anak, kebutuhan masyarakat miskin, pendekatan pelayanan terpadu, menjamin kebutuhan kepatuhan terhadap standar internasional penatalaksanaan TB dan memberdayakan pasien TB (WHO, 2. Penanggulangan TB diselenggarakan secara terpadu oleh semua lapisan masyarakat baik pemerintah, swasta ataupun masyarakat meliputi. TB, deteksi dini terduga TB, mendampingi orang terduga TB untuk memeriksakan diri . elakukan motivasi, sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO), memberikan dukungan sosial ekonomi berupa dukungan nutrisi, transport, suplemen pasien, memotivasi mantan pasien untuk mendampingi pasien TB lainnya selama pengobatan. Selain itu, masyarakat dan organisasi masyarakat juga berperan sebagai advokad dan mengurangi stigma masyarakat terhadap pasien TB. Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Kader merupakan kunci keberhasilan program peningkatan pengetahuan dan keterampilan bidang kesehatan dalam Keberadaan masyarakat dalam pengobatan TB paru sangat strategis, karena kader dapat berperan sebagai penyuluh, membantu menemukan tersangka penderita secara dini, merujuk penderita dan sekaligus pengawas menelan obat bagi penderita TB paru secara langsung. Kader bisa saja tidak berasal dari latar belakang kesehatan yang mengetahui penyakit, sehingga kader harus mendapatkan pembinaan dalam upaya TB. Indikator keberhasilan pelibatan masyarakat dan organisasi dalam pengobatan TB menurut PMK-RI No 60 tahun 2016 meliputi: . peningkatan jumlah pasien TB baru yang dirujuk oleh masyarakat. Peningkatan keberhasilan pengobatan pasien TB yang diawasi masyarakat yang tercatat. penurunan angka putus berobat pasien TB yang diawasi oleh masyarakat yang Kegiatan promotif sebagai proses memerlukan keterampilan tersendiri. Oleh karena itu kader tidak hanya dibekali oleh pengetahuan terkait penemuan, pengobatan TB, namun juga memerlukan pelatihan dalam melakukan komunikasi efektif dan memberikan informasi kepada masyarakat sasaran baik pasien TB maupun kepada masyarakat lainnya (Iswari. Andrastuti P. Teori keperawatan yang menjadi landasan dalam pemberian intervensi pelatihan kader yang merupakan sebuah Heath Promotion Model (HBM) yang dikenalkan oleh Nola J. Pender dengan konsep tindakan yang dilakukan akan mengurangi kerentanan terhadap kondisi atau keparahan . erceived benefi. dan pelatihan akan menjadi sebuah dorongan Halaman 12-15 . ue to actio. sehingga kader bisa meningkatkan kemampuan kader dalam pencapaian keberhasilan program (Self efficac. (Alligood. & Tomey. Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Gunung Bahagia Kota Balikpapan didapatkan bahwa jumlah keseluruhan kader TB 20 orang dari keseluruhan kader . Kegiatan yang dilakukan kader TB berupa memonitor keluarga terdekat sebagai Pendamping Minum Obat (PMO) dari pasien, melakukan survey kontak serumah, melakukan penjaringan TB, berintegrasi dengan petugas TB puskesmas untuk mendapatkan data penderita TB untuk kegiatan Auketuk pintuAy. Jumlah penemuan kasus setahun adalah 58 kasus, dengan keberhasilan pengobatan 75% dengan target nasonal adalah 85 %. Tidak ditemukan kegagalan pengobatan namun terdapat dua kasus kekambuhan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Bahagia Kota Balikpapan. Peningkatan kemampuan kader terkait pengobatan diperlukan untuk pengendalian kasus TB. METODE Strategi yang digunakan berupa pengenalan diri / Bina Hubungan Saling Percaya (BHSP), sharing materi terkait peran kader kesehatan dan pendidikan keterampilan pendidikan kesehatan berupa komunikasi dan konseling bagi kader kesehatan menggunakan kata kunci AuSATU TUJUAy, meliputi. SApa dan SAlam. Tanya masalah yang dihadapi klien, mengUraikan pengobatan TB yang dijalani, membanTU klien mengulang informasi terkait menJelaskan pengobatan, dan melakukan kunjungan Ulang terkait pemeriksaan lanjutan atau kebutuhan program. Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 12-15 Gambar 1. Proses bina hubungan dan HASIL DAN PEMBAHASAN proses pendampingan kader Karakteristik Peserta. Peserta merupakan kader TB di Puskesmas Gunung Bahagia Kota Balikpapan sejumlah 20 orang. Respon Peserta. Seluruh peserta kegiatan antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan dan mampu memahami materi yang disampaikan melalui tanya jawab. Kegiatan ini didukung oleh puskesmas dengan penyelenggaraan dan bantuan koordinasi terhadap seluruh pihak terkait dan juga para kader kesehatan yang antusias mengikuti kegiatan ini meskipun pada masa pandemic kesehatan yang ketat. Dampak. Adanya memberikan informasi pengobatan TB paru rata-rata kegiatan sebesar 3,05 dan rata-rata nilai sehingga didapatkan selisih 3,40. Dokumentasi Kegiatan 6,45. SIMPULAN Kader kesehatan memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi pengobatan TB kepada masyarakat terutama penderita TB. Peningkatan kompetensi pendidikan kesehatan kader TB dapat dilakukan menggunakan lembar observasi AuSATU TUJUAy. Kader kesehatan diharapkan mampu menindaklanjuti kegiatan yang telah dilakukan dengan cara terus berlatih komunikasi dan konseling dengan sasaran individu maupun keluarga di komunitas atau masyarakat DAFTAR PUSTAKA