Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 612-621 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Peran Orang Tua dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Anggun Meymi Putri1. Khoirun Nadya2. Putri Amanda3. Khadijah4. Homsani Nasution5 Info Artikel Abstract Keywords: Parental Role. Monitoring. Growth And Development. Early Childhood. This study aims to describe the role of parents in monitoring the growth and development of early childhood children and the forms of monitoring conducted at home. The study used a qualitative descriptive approach through in-depth interviews with five parents of children aged 4Ae5 years in Medan Denai District. The results indicate that parents play a role in three main ways: observing their children's development at home, providing stimulation as needed, and utilizing health services such as integrated health posts (Posyand. Monitoring is carried out on speaking, walking, playing, and physical growth, while stimulation is provided through play, reading, chatting, and drawing. However, monitoring is not comprehensive because parents tend to focus on physical aspects, while social-emotional development, independence, and cognitive development are less considered. The use of Posyandu is also limited to physical examinations, resulting in incomplete information on children's development. These findings provide theoretical contributions to the study of Early Childhood Education and parenting, particularly in strengthening the concept of family involvement in monitoring child Practically, the results of this study can form the basis for developing parent education programs and collaboration with health workers for more comprehensive monitoring. The study recommends improving parents' understanding of development indicators through ongoing education and support from health workers so that child growth and development monitoring can be carried out optimally. Kata Kunci: Peran Orang Tua. Pemantauan. Tumbuh Kembang. Anak Usia Dini. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua dalam pemantauan tumbuh kembang anak usia dini serta bentuk pemantauan yang dilakukan di rumah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap lima orang tua yang memiliki anak berusia 4Ae5 tahun di Kecamatan Medan Denai. Hasil menunjukkan bahwa orang tua berperan melalui tiga bentuk utama: mengamati perkembangan anak di rumah, memberikan stimulasi sesuai kebutuhan, dan memanfaatkan layanan kesehatan seperti posyandu. Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: anggun0308233101@uinsu. Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: khoirun0308232037@uinsu. Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: putri0308233090@uinsu. 4 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: khadijah@uinsu. 5 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: homsaninst14@gmail. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Pemantauan dilakukan terhadap kemampuan berbicara, berjalan, cara bermain, dan pertumbuhan fisik, sedangkan stimulasi diberikan melalui aktivitas bermain, membaca, mengobrol, dan menggambar. Namun, pemantauan belum menyeluruh karena orang tua cenderung fokus pada aspek fisik, sementara perkembangan sosial-emosional, kemandirian, dan kognitif kurang diperhatikan. Pemanfaatan posyandu juga terbatas pada pemeriksaan fisik sehingga informasi perkembangan anak tidak lengkap. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi kajian Pendidikan Anak Usia Dini dan parenting, khususnya dalam penguatan konsep keterlibatan keluarga dalam pemantauan perkembangan anak. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan program edukasi orang tua dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk pemantauan yang lebih komprehensif. Penelitian merekomendasikan peningkatan pemahaman orang tua mengenai indikator perkembangan melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan tenaga kesehatan agar pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara optimal. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 11 Desember 2025 23 Desember 2025 25 Desember 2025 27 Desember 2025 Cara Mensitasi Artikel: Putri. Nadya. Amanda. Khadijah. , & Nasution. Peran Orang Tua Dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini. Jurnal ArRaihanah, 5 . , 613-622, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Anggun Meymi Putri, anggun0308233101@uinsu. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Lima tahun pertama kehidupan seorang anak sangat penting bagi pertumbuhan dan Selama masa ini, berbagai pengalaman dan hal-hal yang dialami anak membantu membentuk ingatan jangka panjang, perilaku, dan kebiasaan. Karena itu, penting untuk mengajarkan kebiasaan sehat sejak dini dan orang tua memainkan peran besar dengan menjadi teladan yang baik bagi anak (Ponidjan et al. , 2. Proses pertumbuhan mempengaruhi aspek fisik, sementara perkembangan berhubungan dengan kematangan fungsi intelektual dan emosional dari individu atau organ (Fatmawati et al. , 2. Memantau dan memperhatikan anak khususnya pada tahun-tahun awal sangat penting karena banyak anak gagal mencapai potensi penuh mereka karena kurangnya pemahaman orang tua mengenai nilai-nilai masa kini dan metode pengasuhan tradisional. Tumbuh kembang anak saat ini berbeda dengan masa lalu sehingga penting untuk menyesuaikan metode pengasuhan agar sesuai dengan zaman dan generasi saat ini. Tumbuh kembang anak meliputi keterampilan motorik, kemampuan sosial dan emosional, bahasa, dan keterampilan kognitif (Kusumaningrum et al. , 2. Namun, kenyataannya perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak masih belum dilakukan secara menyeluruh. Orang tua cenderung hanya memantau hal-hal yang tampak seperti kemampuan berbicara, berjalan, serta berat dan tinggi badan, sementara aspek perkembangan lain seperti sosial-emosional, kemandirian, dan kognitif belum sepenuhnya diperhatikan secara terarah sesuai tahap usia anak. Kondisi ini juga ditemukan pada masyarakat di Jalan Raya Menteng. Kecamatan Medan Denai, di mana orang tua telah berupaya memantau perkembangan anak, tetapi pemahaman mengenai indikator perkembangan yang lebih lengkap masih terbatas sehingga kemungkinan keterlambatan sering tidak teridentifikasi sejak dini. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh peran orang tua, khususnya ibu, melalui pemberian teladan, pendampingan, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan anak. Tanpa dukungan dan bimbingan yang memadai, potensi perkembangan anak dapat terhambat. Oleh karena Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 itu, keterlibatan keluarga dalam memantau perkembangan anak pada tahun-tahun awal kehidupan menjadi faktor penting yang menentukan perkembangan anak di masa depan (Ghina & Elsanti. Orang tua memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, karena mereka adalah guru pertama dan utama yang membentuk dasar pertumbuhan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan moral anak. Ketika orang tua menunjukkan kasih sayang, menyediakan pengalaman belajar yang sesuai, memberikan arahan, dan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, anak-anak akan lebih mampu berkembang dengan cara yang sesuai dengan usia Dalam konteks ini, pola asuh yang positif dan responsif juga berperan dalam mendukung proses pemantauan tumbuh kembang anak, sehingga kontribusi orang tua menjadi faktor kunci dalam menentukan kualitas perkembangan anak di masa depan (Ahzani et al. , 2. Kesadaran orang tua akan pertumbuhan dan perkembangan anak membantu memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi, termasuk nutrisi yang baik, lingkungan hidup yang aman dan bersih, serta perawatan kesehatan yang memadai. Memantau berat dan tinggi badan anak seiring pertumbuhannya membantu orang tua mendeteksi tanda-tanda awal masalah seperti masalah pertumbuhan, keterlambatan bicara, atau kesulitan bergerak. Selain kesehatan fisik, penting juga bagi orang tua untuk memahami bagaimana perkembangan mental dan sosial anak mereka. Stimulasi melalui komunikasi, pengelolaan emosi, interaksi sosial, serta penanaman nilai moral sejak dini berperan penting dalam mendukung perkembangan anak secara menyeluruh (Rahmadina et al. , 2. Dengan demikian orang tua sebagai pendidik pertama dan utama perlu memiliki pemahaman mengenai indikator perkembangan anak serta kemampuan memantau aspek motorik, bahasa, dan sosial-emosional di lingkungan rumah yang dapat diperkuat melalui edukasi sederhana dan komunikasi dengan tenaga kesehatan atau pendidik PAUD. Dalam perspektif teori ekologi Bronfenbrenner, keluarga sebagai bagian dari mikrosistem merupakan lingkungan terdekat yang memiliki peran utama dalam memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak karena hal ini memainkan peran kunci dalam membantu anak berkembang dengan baik dalam segala aspek (Mardia, 2. Temuan penelitian ini sejalan dengan (Prastiwi et , 2. yang menyatakan bahwa deteksi dini perkembangan anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kesehatan. Selain itu, (Liandani et al. , 2. menegaskan bahwa pola pengasuhan orang tua berperan penting dalam mendukung perkembangan anak. Dukungan emosional yang diberikan orang tua juga berkontribusi terhadap perkembangan anak secara menyeluruh (Veronika et , 2. Pemeriksaan dini pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0Ae72 bulan penting dilakukan untuk mendeteksi secara awal kemungkinan adanya penyimpangan perkembangan yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak. Melalui deteksi dini, ketidaknormalan perkembangan dapat segera dikenali sehingga orang tua dapat melakukan tindak lanjut yang tepat (Khadijah et al. , 2. Meskipun berbagai penelitian telah menegaskan pentingnya peran orang tua dalam pemantauan tumbuh kembang anak usia dini, kajian yang secara spesifik mengkaji bagaimana praktik pemantauan tersebut dilakukan oleh orang tua di lingkungan rumah masih relatif terbatas, terutama pada konteks masyarakat lokal. Sebagian besar penelitian lebih menitikberatkan pada peran lembaga pendidikan dan layanan kesehatan dalam deteksi perkembangan anak, sementara pemahaman dan praktik orang tua dalam memantau indikator perkembangan anak meliputi aspek motorik, bahasa, kognitif, dan sosial-emosional belum banyak dikaji secara komprehensif. Akibatnya, potensi keterlambatan perkembangan anak di lingkungan keluarga berisiko tidak teridentifikasi sejak Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Berdasarkan celah penelitian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran orang tua dalam mengawasi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini yang tinggal di Jalan Raya Menteng. Kecamatan Medan Denai. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai cara orang tua memantau perkembangan anak-anak mereka di rumah dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang membantu atau menghambat mereka dalam memenuhi peran ini secara efektif. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai peran orang tua dalam pemantauan tumbuh kembang anak usia dini. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti menggali secara mendalam pengalaman, pandangan, dan praktik orang tua dalam kehidupan sehari-hari terkait pemantauan perkembangan Subjek penelitian terdiri atas lima orang tua yang berdomisili di Jalan Raya Menteng. Kecamatan Medan Denai dan memiliki anak usia empat hingga lima tahun. Pemilihan informan dilakukan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria: . orang tua yang memiliki anak usia dini, . terlibat langsung dalam pengasuhan dan pemantauan tumbuh kembang anak di rumah serta . bersedia memberikan informasi secara mendalam terkait pengalaman mereka. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam dengan setiap individu informan. Wawancara dilakukan dalam satu hingga dua sesi dengan durasi sekitar 30Ae45 menit per informan, menggunakan pedoman wawancara yang disusun berdasarkan indikator pertumbuhan dan perkembangan anak serta konsep peran orang tua. Selama proses wawancara, peneliti juga melakukan pencatatan dan dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman (Miles et al. , 2. yaitu analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus hingga mencapai kejenuhan data yang ditandai dengan tidak ditemukannya informasi baru. Proses analisis data terdiri dari tiga tahap utama: kondensasi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Analisis ini dilakukan sejak awal penelitian, dimulai ketika peneliti memasuki lapangan dan dirancang khusus untuk memenuhi tujuan penelitian dan perumusan masalah penelitian. Keabsahan data dalam penelitian ini dijaga melalui beberapa teknik, yaitu triangulasi sumber, member check, dan audit trail. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dari berbagai informan orang tua untuk memastikan konsistensi informasi. Member check dilakukan dengan mengonfirmasi kembali hasil wawancara dan temuan penelitian kepada informan guna memastikan kesesuaian antara data yang diperoleh dan pengalaman informan. Selain itu, audit trail dilakukan dengan mendokumentasikan seluruh proses penelitian secara sistematis mulai dari pengumpulan data, proses analisis, hingga penarikan kesimpulan, sehingga proses penelitian dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan penting dalam memantau perkembangan anak usia dini. Peran ini ditunjukkan dengan memantau perkembangan anak di rumah, memberikan stimulasi, dan memanfaatkan layanan kesehatan untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan lancar. Peran Sebagai Pengamat Orang tua secara aktif mengamati dan memantau perkembangan anak dalam keseharian. Aspek yang sering diperhatikan meliputi kemampuan berbicara, berjalan, cara anak bermain, serta Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 perkembangan fisik, termasuk berat dan tinggi badan. Seperti yang disampaikan oleh salah satu orang tua: AuYang saya lihat biasanya cara bicara, jalan, main, sama tinggi dan berat badannyaAy Kondisi ini menunjukkan bahwa orang tua telah menjalankan fungsi deteksi awal terhadap tumbuh kembang anak meskipun indikator yang digunakan masih bersifat umum dan belum menyentuh ranah perkembangan secara lebih detail seperti sosial-emosional atau kemandirian. Peran sebagai Pemberi Stimulasi Selain mengamati, orang tua juga berpartisipasi secara langsung dalam memberikan stimulasi atau merangsang pertumbuhan anak di rumah dengan melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Stimulasi yang dilakukan termasuk bermain bersama, membaca buku, berbicara, dan menggambar. Orang tua menyatakan bahwa : Aukalau di rumah sering saya ajak main, membacakan buku, ngobrol, dan menggambarAy Aktivitas tersebut dilakukan setiap hari, kondisi ini menunjukkan bahwa orang tua memahami pentingnya interaksi dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada aspek bahasa, motorik, dan kognitif. Orang tua lain juga menyampaikan: AuKalau ada yang kurang, biasanya saya melatih terus supaya anak bisaAy Saat anak menunjukkan keterlambatan dalam perkembangan, orang tua berusaha melatihnya secara terus-menerus sebagai bentuk stimulasi lanjutan. Peran sebagai Pengakses Informasi dan Layanan Kesehatan Para orang tua menunjukkan perhatian terhadap perkembangan anak dengan secara teratur dengan membawa anak ke posyandu setiap bulan untuk mengecek berat dan tinggi badan anak. Posyandu merupakan layanan utama yang digunakan untuk memantau perkembangan anak. Seperti yang disampaikan oleh orang tua: AuSetiap bulan saya selalu membawa anak untuk cek di posyanduAy AuKalau ingin tahu soal perkembangan anak biasanya saya akan tanyakan ke bidanAy Kondisi ini menunjukkan bahwa ketika orang tua membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan anak, orang tua cenderung bertanya kepada tenaga kesehatan, terutama bidan yang ada di posyandu. Orang tua juga berharap agar para tenaga kesehatan memberikan dukungan yang lebih lengkap. Mereka ingin tidak hanya sekadar melakukan pemeriksaan fisik, tetapi juga memperhatikan perkembangan kemampuan anak secara menyeluruh. Tabel 1. Peran Orang Tua dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Tema Indikator Temuan Penelitian Peran Orang Tua Sebagai a. Pemantauan perkembanagn Orang tua memantai berat dan Pengamat tinggi badan anak secara rutin,baik melalui pengamatan dirumah maupun kunjungan ke Orang Pemantauan kemampuan kemampuan berbicara, berjalan, dasar anak dan cara anak bermain dalam aktivitas sehari-hari. Pemantauan Deteksi awal perkembangan langsung tanpa menggunakan indikator perkembangan yang Peran Orang Tua Sebagai a. Stimulasi melalui aktivitas Orang tua memberikan Pemberi Stimulasi stimulasi dengan mengajak Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 menggambar dirumah. Pendampingan saat anak Orang tua melatih anak secara mengalami kesulitan atau belum mampu melakukan suatu keterampilan. Peran Orang Tua Sebagai a. Pemanfaatan layanan Orang Pengakses Informasi membawa anak ke posyandu Layanan Kesehatan setiap bulan untuk memeriksa pertumbuhan anak. Orang tua bertanya kepada Konsultasi dengan tenaga bidan informasi terkait perkembangan Keterbatasan Pemantauan a. Fokus pada aspek fisik dan Pemantauan orang tua lebih Perkembangan Anak kemampuan yang tampak banyak berfokus pada aspek yang terlihat seperti berjalan, berbicara, berat dan tinggi Kurangnya perhatian pada badan. aspek nonfisik Aspek perkembangan sosialemosional, kemandirian, dan kognitif belum dipantau secara terarah sesuai tahap usia anak. Harapan Orang Tua terhadap a. Informasi perkembangan Orang tua berharap tenaga Layanan Kesehatan yang lebih menyeluruh memeriksa fisik anak, tetapi juga memberikan informasi terkait perkembangan anak secara menyeluruh. Pembahasan Fokus orang tua pada aspek fisik anak, seperti berat badan, tinggi badan, dan layanan kesehatan dasar, bukan sekadar preferensi individu melainkan dipengaruhi oleh konteks layanan kesehatan dan norma sosial yang berlaku. Posyandu menjadi rujukan utama orang tua dalam memantau pertumbuhan anak dengan indikator yang paling sering diperiksa terbatas pada aspek fisik seperti berat badan, tinggi badan, status gizi, dan imunisasi (Suwandi & Nasution, 2. Orang tua biasanya memperhatikan pertumbuhan fisik anak mereka karena mudah diamati dan dianggap sebagai tanda penting dari perkembangan anak secara keseluruhan, termasuk kemampuan seperti keterampilan fisik dan motorik. Keterbatasan pemahaman orang tua tentang perkembangan anak secara keseluruhan menyebabkan mereka lebih memperhatikan aspek fisik yang jelas dan mudah dilihat, sementara aspek seperti sensorik, kognitif, dan sosial emosional kurang mendapat perhatian karena dianggap lebih abstrak dan diyakini berkembang secara alami seiring waktu. Situasi ini diperburuk oleh kurangnya informasi yang tepat tentang pentingnya mendorong semua bidang perkembangan sejak usia dini (Nurjannah et al. , 2. Penekanan layanan pada indikator yang terukur ini secara tidak langsung membentuk persepsi orang tua bahwa perkembangan anak terutama dapat diukur melalui kesehatan fisik. Sejalan dengan pandangan (Berk, 2. pertumbuhan fisik memang mudah diamati, tetapi tidak mampu merepresentasikan kompleksitas perkembangan anak secara holistik, terutama aspek sosial-emosional, kognitif, moral, dan kemandirian. Keterbatasan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 literasi orang tua terkait pengasuhan holistik semakin memperkuat orientasi pada fisik. Aspek nonfisik sering dianggap tanggung jawab lembaga pendidikan formal, sehingga pemantauan perkembangan di lingkungan keluarga tidak terencana dan belum berkelanjutan. Padahal, perkembangan anak usia dini bersifat saling terkait antar aspek, sehingga fokus hanya pada fisik mengabaikan perkembangan psikososial yang esensial. Sebagai perbandingan di beberapa konteks internasional, program CDC AuLearn the Signs. Act EarlyAy di Amerika Serikat mendorong orang tua untuk menggunakan developmental milestone checklists yang meliputi kemampuan bermain, berbicara, belajar, berperilaku, serta motorik dalam memantau perkembangan anak sejak usia 2 bulan sampai 5 tahun. Pendekatan ini memfasilitasi orang tua untuk melihat perkembangan anak secara lebih holistik dan kemudian berdiskusi dengan tenaga kesehatan bila ada kekhawatiran, sehingga pemantauan tidak hanya terfokus pada aspek fisik Perbedaan ini menegaskan kebaruan penelitian, yaitu meskipun orang tua di konteks Posyandu aktif memantau dan menstimulasi anak, praktik tersebut masih terbatas pada aspek fisik karena pengaruh layanan, norma sosial, dan keterbatasan literasi pengasuhan (Centrers for Disease Control and Previention, 2. Peran orang tua sebagai pengamat dalam penelitian ini bersifat alami dan intuitif tanpa menggunakan indikator perkembangan yang terstruktur. Orang tua mengamati kemampuan anak melalui rutinitas sehari-hari, seperti berbicara, berjalan, dan bermain. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Hermawati & Sugito, 2. yang menyoroti bahwa orang tua secara aktif terlibat dalam menciptakan lingkungan belajar di rumah dan mengamati perkembangan anak mereka melalui berbagai aktivitas literasi dan interaksi sehari-hari. Selain itu, (Yuliana, 2. menemukan bahwa pengamatan yang dilakukan orang tua melalui interaksi sehari-hari, seperti bermain dan membacakan buku, berhubungan signifikan dengan perkembangan bahasa anak usia 18Ae24 bulan, menunjukkan bahwa praktik spontan orang tua memiliki pengaruh nyata terhadap domain perkembangan selain Namun, ada perbedaan dengan temuan (Sugito & Hermawati, 2. yang menunjukkan bahwa orang tua secara sengaja dan terencana terlibat dalam kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anak secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa pengamatan lebih spontan dan terbatas pada aspek fisik. Temuan ini menegaskan kebaruan penelitian, yaitu adanya perbedaan nyata antara praktik sehari-hari orang tua dan pemahaman konseptual tentang perkembangan anak usia dini. Selain menjadi pengamat orang tua juga berperan sebagai pemberi stimulasi perkembangan anak melalui berbagai aktivitas sehari-hari, seperti bermain bersama anak, membacakan buku, berbicara, dan menggambar. Temuan ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh (Nurlaela et al. yang menegaskan bahwa aktivitas sehari-hari yang menyenangkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana stimulasi anak. Selain itu, penelitian oleh (Sukmawati et al. , 2. menunjukkan bahwa stimulasi yang diberikan orang tua di rumah juga berdampak pada perkembangan personal sosial anak prasekolah, termasuk kemampuan bersosialisasi, kemandirian, dan interaksi dengan Secara konseptual, hal ini sesuai dengan (Bornstein et al. , 2. yang menekankan bahwa praktik stimulasi anak di banyak negara berkembang sering bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh lingkungan sosial serta sistem layanan yang tersedia. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun orang tua berperan sebagai fasilitator awal perkembangan anak, peran tersebut belum dimaksimalkan secara terstruktur. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua sering menggunakan Posyandu sebagai cara utama untuk memeriksa pertumbuhan anak. Orang tua juga bergantung pada petugas kesehatan, terutama bidan untuk mendapatkan informasi ketika orang tua memiliki pertanyaan tentang perkembangan anak. Temuan ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh (Restya et al. , 2. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 bahwa orang tua berperan aktif dalam memanfaatkan layanan Posyandu untuk memantau pertumbuhan anak, terutama melalui pemeriksaan berat badan, tinggi badan, imunisasi, serta layanan kesehatan dasar sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan anak usia dini. Namun, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan antara harapan orang tua dan praktik layanan yang diterima, layanan yang ada masih dominan fokus pada aspek fisik. Kondisi ini membatasi cara pandang orang tua sehingga aspek nonfisik belum menjadi perhatian utama. Padahal, konsep PAUD Holistik Integratif menekankan bahwa layanan bagi anak usia dini sebaiknya mencakup pemenuhan kebutuhan perkembangan secara menyeluruh mulai dari kesehatan, pendidikan, gizi, hingga stimulasi sosial-emosional dan perlindungan yang saling terkait dan harus dilayani secara terpadu untuk mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Pendekatan holistik ini menunjukkan bahwa pemantauan anak tidak cukup hanya pada aspek fisik, tetapi juga perlu memperhatikan domain nonfisik penting seperti kesiapan sosial dan kognitif anak (Yuda et al. , 2. Berbeda dengan studi sebelumnya, penelitian ini menegaskan bahwa keterbatasan peran orang tua dalam stimulasi dan pemantauan holistik bukan karena kurang kepedulian, tetapi akibat pengaruh konteks layanan dan literasi pengasuhan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi orisinal dengan menyoroti gap antara praktik pengasuhan sehari-hari yang spontan dan pengawasan holistik yang dianjurkan teori. Gap ini terlihat dari fakta bahwa meskipun orang tua aktif memantau dan menstimulasi anak, praktik yang dilakukan masih terbatas pada aspek fisik dan berlangsung secara spontan sehingga belum sepenuhnya mendukung pertumbuhan anak secara keseluruhan. Hasil ini menunjukkan bahwa penting untuk memasukkan pengecekan pada bidang non-fisik seperti sosial emosional, kognitif, moral, dan kemandirian di layanan kesehatan keluarga dan layanan kesehatan (Posyand. Dengan cara ini, orang tua dapat lebih optimal membantu anak berkembang di semua bidang. Integrasi pemantauan holistik ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan anak dalam menghadapi pendidikan formal dan interaksi sosial secara optimal. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian terhadap orang tua dengan anak usia 4Ae5 tahun di Jalan Raya Menteng Kecamatan Medan Denai, dapat disimpulkan bahwa orang tua memegang peran penting dalam pemantauan tumbuh kembang anak usia dini melalui pengamatan di rumah, pemberian stimulasi, dan pemanfaatan layanan kesehatan, terutama Posyandu. Orang tua aktif mengamati kemampuan berbicara, berjalan, bermain, serta tinggi dan berat badan anak, serta memberikan stimulasi melalui kegiatan bermain, membaca, berbicara, dan menggambar. Temuan ini menegaskan bahwa praktik pengasuhan sehari-hari berperan sebagai sarana stimulasi awal, meskipun perhatian orang tua masih lebih dominan pada aspek fisik, sedangkan perkembangan sosial-emosional, kognitif, dan kemandirian anak kurang mendapat perhatian. Informasi dari Posyandu juga masih terbatas pada pemeriksaan fisik. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada kajian PAUD dan parenting dengan menegaskan adanya gap antara praktik pengasuhan spontan di rumah dan pendekatan holistik yang dianjurkan teori. Secara praktis, hasil penelitian menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan berkelanjutan bagi orang tua oleh guru PAUD, tenaga kesehatan Posyandu, dan pembuat kebijakan agar pemantauan dan stimulasi anak dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terbatas pada aspek fisik. Keterbatasan penelitian ini mencakup cakupan lokasi yang terbatas serta fokus pada persepsi dan praktik orang tua tanpa pengukuran kuantitatif aspek nonfisik. Sebagai rekomendasi, penelitian selanjutnya disarankan memperluas sampel dan memasukkan pengukuran aspek nonfisik secara terstruktur untuk menilai efektivitas stimulasi orang tua secara lebih menyeluruh, sehingga dapat memberikan panduan pengasuhan holistik yang lebih optimal. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 DAFTAR KEPUSTAKAAN Ahzani. Erika. Arbianingsih. Rokhayah. Gantini. , & Sari. Buku Ajar Tumbuh Kembang Anak. PT Nuansa Fajar Cemerlang Jakarta. Berk. Child Development . th ed. Pearson Education (US). Bornstein. Rothenberg. Bizzego. Bradley. DeaterAcDeckard. Esposito. Lansford. Putnick. , & Zietz. Parenting and Child Development in LOW- and Middle- Income Countries . st ed. Routledge. https://doi. org/10. 4324/9781003044925 Centrers for Disease Control and Previention. Learn the Signs. Act Early: Developmental monitoring and screening. https://w. gov/act-early/about/developmental-monitoring-andscreening. html?utm_source Fatmawati. Ariyanto. Efni. , & Asparian. Edukasi pada Ibu tentang Pemantauan Tumbuh Kembang Anak. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5. , 546Ae551. https://doi. org/10. 36565/jak. Ghina. , & Elsanti. Peran Orang Tua Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Motorik Pada Anak Usia Toddler Di Wilayah Puskesmas I Langkaplancar Ciamis Jawa Barat. Borobudur Nursing Review, 2. , 135Ae144. https://doi. org/10. 31603/bnur. Hermawati. , & Sugito. Peran Orang Tua dalam Menyediakan Home Literacy Environment ( HLE ) pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini , 6. , 1367Ae1381. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Khadijah. Syatifa. Syahdia. , & Sirait. Pentingnya Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Usia 0- 72 Bulan Untuk Mencegah Gangguan Perkembangan. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini2, 2, 1Ae8. https://doi. org/10. 47134/paud. Kusumaningrum. Wahyudi. , & Mursudarinah. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang pada Anak Usia 0-24 Bulan. Jurnal Penelitian Perawa Profesional , 7, 15Ae22. https://doi. org/10. 37287/jp. Liandani. Puwanggi. Rahayu. , & Khoitiyah. Pengabdian Masyarakat Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di TK PKK I Yosodadi Metro. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5. , 715Ae720. https://doi. org/10. 55338/jpkmn. Mardia. Internalisasi Nilai Pendidikan Multibudaya Pada Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Pengasuhan Ekologi Urie Brounfenbenner dan Signifikansinya Terhadap Penguatan Profil Pelajar Pancasila. AL-MARIFAH Jurnal Pendidikan Islam Anak Udia Dini, 6. , 1Ae12. https://doi. org/10. 70143/almarifah. Miles. Michael. , & Saldana. Qualitative Data Analysi A Methods Sourcebook. SAGE Publication. Nurjanah. Kristiawan. Wijdaningtyas. Jamallulai. Hidayat. Ridwan. , & Setiadi. Systematic Literatur Riview: Pengaruh Pengetahuan Orang Tua Terhadap Perkembangan Motorik dan Sensorik Anak. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6. , 1111Ae https://doi. org/10. 37287/jp. Nurlaela. Ramadhoni. , & Rohmah. Peran Orang Tua Dalam Mendukung Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini. AL Hanin Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 9Ae21. https://doi. org/10. 38153/alhanin. Ponidjan. Batmomolin. Amanupunnyo. Ritawati. Handayani. Subriah. Rusherina, & Adam. Tumbuh Kembang Anak. PT MEDIA PUSTAKA INDO. Prastiwi. Sulyastini. , & Astuti. Optimalisasi Peran Orang Yua Dalam Pemantauan Pertumbuhan. Perkembangan dan Stimulasi Balita Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Widya Laksana, 11. , 306Ae317. https://doi. org/10. 23887/jwl. Rahmadina. Fathimi. Soekanto. Hardiyono. Fitriyani. Rahmatullah. Permadi. Mufarida. Raharjo. Hermansyah, & Ibrahim. Edukasi Dunia Kesehatan. Akademia Pustaka.