E-ISSN 2798-3846 Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 PENINGKATAN NILAI ENTREPRENEURSHIP DAN MINAT BERWIRAUSAHA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN FIELD TRIP UMKM Bestari Dwi Handayani1. Amin Pujiati 1. Tri Suminar1. I Ismiyati1*. Dhela Septia Anggaretta1 Universitas Negeri Semarang bestarihandayani@mail. id, amin. pujiati@mail. suminar@mail. id, *ismiyati@mail. dhelaseptiananggaretta29@mail. ABSTRAK Tujuan PkM untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman anak didik tentang entrepreneurship value serta menumbuhkan minat anak didik untuk menjadi wirausahawan dengan memberikan pengalaman berkunjung langsung ke UMKM melalui kegiatan field trip. Metode pelaksanaan kegiatan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, dan field trip ke Usaha Pemerahan Sapi di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Melalui kegiatan field trip UMKM, seluruh peserta telah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana merawat dan memelihara sapi. Selanjutnya siswa diajak untuk melihat proses pemerahan susu sapi dan dilanjutkan dengan melihat cara membuat susu sapi. Dari kegiatan field trip dijelaskan bahwa banyak hal yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis, dari dagingnya, kulitnya dan juga susu sapi. Semua penjelasan dari kegiatan field trip UMKM, siswa dapat memahami berbagai manfaat ekonomi dari memelihara hewan sapi, ada banyak produk yang dihasilkan dan dapat memiliki nilai ekonomi untuk diperjual belikan. Kegiatan PkM berjalan dengan baik dan sangat bermanfaat dalam meningkatkan dan menanamkan nilai-nilai karakter kewirausahaan sejak anak usia dini. Untuk itu, peserta sangat berharap bahwa kegiatan ini dapat berkelanjutan, tidak hanya selesai sampai pada kegiatan field trip UMKM saja, namun pada kegiatan-kegiatan lainnya yang membantu pembelajaran sekolah menjadi lebih baik. Kata Kunci: Field Trip UMKM. Entrepreneurship Value. Anak Usia Dini ABSTRACT The purpose of this PkM is providing knowledge and understanding of students about entrepreneurship values and to foster students' interest in becoming entrepreneurs by providing direct experience of visiting MSMEs through field trip. The method is lectures, discussions, demonstrations, and field trip to the Cow Milking Business at the Central Java Province Animal Husbandry and Animal Health Service. Through the MSME field trip, all participants have gained knowledge and experience on how to care for and raise cows. Furthermore, students are invited to see the process of milking cows and continue by seeing how to make cow's milk. From the field trip, it is explained that many things can be utilized economically, from the meat, skin and also cow's milk. All the explanations from the MSME field trip, students can understand the various economic benefits of raising animals, especially cows, there are many products produced and can have economic value for sale. This PkM went well and was very useful in improving and instilling entrepreneurial character values since early childhood. For that, participants really hope that this activity can be sustainable, not only ending with the MSME field trip activity, but also in other activities that help school learning to be better. Keywords: Field trip to MSME. Entrepreneurship Value. Early Childhood Tanggal Masuk: 22 Agustus 2024 Tanggal Diterima: 18 November 2024 Halaman: 60-71 Handayani. Pujiati. Suminar. Ismiyati, dan Anggaretta Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 PENDAHULUAN Pemberdayaan ekonomi melalui pendidikan kewirausahaan sangat penting dalam mewujudkan tujuan Sustainable Development Goals (SDG. , yaitu bebas dari Berdasarkan World Youth Report Tahun 2017. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berfokus pada implementasi pendidikan kewirausahaan untuk mendukung generasi muda dalam memulai bisnis mereka sendiri dan menciptakan peluang kerja bagi diri mereka dan orang lain. Hal ini dikarenakan kewirausahaan telah terbukti berkontribusi dalam memajukan bidang pembangunan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan (Apostolopoulos et al. , 2. Pendidikan dan pelatihan kewirausahan terbukti dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan inovasi produk dan proses, dan keterampilan serta perilaku tentang kewirausahaan (Martin et al. Walter & Block, 2. Istilah pendidikan kewirausahaan terdiri dari istilah pendidikan dan kewirausahaan . Pendidikan menurut Sistem Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar anak didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan wirausahawan . adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan (Takdir et al. , 2. Dari kedua istilah itu, pendidikan kewirausahaan mempunyai arti upaya menumbuhkembangkan seluruh potensi anak didik dan membentuk sikap yang mandiri, kreatif, berani mengambil resiko, memiliki jiwa kepemimpinan, kerja keras, jujur, disiplin, inovatif, tanggung jawab, mampu mencari peluang serta menemukan solusi dan pantang menyerah sehingga siap untuk hidup di tengah-tengah masyarakat serta mampu mengaktualisasikan sikap tersebut ke dalam dunia usaha. Pendidikan kewirausahaan dapat diajarkan melalui penanaman nilai-nilai kewirausahaan yang akan membentuk karakter dan perilaku untuk berwirausaha agar para anak didik kelak dapat mandiri dalam bekerja atau mandiri usaha (Sulistyowati & Salwa, 2. Pendidikan yang berwawasan kewirausahaan ditandai dengan proses pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip dan metodologi ke arah pembentukan Handayani. Pujiati. Suminar. Ismiyati, dan Anggaretta Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 kecakapan hidup . ife skil. pada anak didiknya melalui kurikulum terintegrasi yang dikembangkan di sekolah atau lembaga pendidikan (Resnawaty et al. , 2. Pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan kewirausahaan merupakan hal yang sudah ada pada setiap jenjang pendidikan sejak dini, tetapi belum dilaksanakan secara optimal sehingga kurang bermanfaat bagi para anak didik. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran dan kerja sama antara lembaga pendidikan dengan pihak luar sehingga pendidikan kewirausahaan tidak berjalan, dan pengelola PAUD hanya berfokus pada mengelola proses pembelajaran (Aliami et al. , 2. Hambatan dalam penerapan pendidikan kewirausahan juga dialami oleh PAUD Mutiara Kids Desa Traji Kabupaten Temanggung, dimana terdapat dua masalah dalam mencapai tujuan pembelajaran kewirausahaan, yaitu kegiatan pengenalan dan strategi tumbuhkan minat anak didik dalam berwirausaha. Permasalahan yang berkaitan dengan aspek pengetahuan dan aspek minat untuk menjadi seorang wirausahawan yang ada disebabkan karena selama ini proses pembelajaran terhadap pengenalan kewirausahaan dilakukan secara klasikal di dalam kelas, sehingga kurang optimal dalam Semestinya pendidikan kewirausahaan tidak hanya tentang teori di kelas melainkan juga praktik di lapangan. Penelitian yang dilakukan Hasan . menunjukkan bahwa keterampilan dan nilai inti dari pendidikan kewirausahaan jarang menjadi prioritas dalam program pendidikan. Bahkan banyak pengajar pada bidang kewirausahaan mengungkapkan bahwa budaya pendidikan kewirausahaan belum didukung secara penuh sehingga menyulitkan para pengajar. Dengan demikian, tim PkM (Pengabdian kepada Masyaraka. Universitas Negeri Semarang menawarkan solusi dengan mengajak para anak didik untuk field trip mengunjungi UMKM. Kegiatan field trip ke UMKM ini bertujuan untuk memberikan praktik dan pengalaman secara langsung dan nyata bagi anak didik tentang bagaimana berwirausaha yang baik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat anak didik dan dapat belajar secara langsung bagaimana menjadi seorang wirausahawan. Dari permasalahan mitra di atas, terdapat dua aspek permasalahan yaitu aspek pengetahuan dan aspek strategi. Pertama, permasalahan terkait aspek pengetahuan tentang kewirausahaan pada anak usia dini. Kedua, permasalahan terkait aspek strategi meningkatkan minat anak didik dalam berwirausaha. Dengan menyajikan metode dan Handayani. Pujiati. Suminar. Ismiyati, dan Anggaretta Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 strategi praktis, kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan minat anak usia dini dalam berwirausaha. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan sebagai strategi menumbuhkembangkan dan meningkatkan minat anak usia dini untuk berwirausaha. Tim pengabdian berkomitmen untuk mendukung seluruh lembaga pendidikan khususnya PAUD Mutiara Kids dalam mewujudkan tujuan SDGs melalui pendidikan kewirausahaan dari sejak usia dini. METODE Kegiatan penanaman nilai entrepreneurship pada anak usia dini, dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2024 selama satu hari di PAUD Mutiara Kids Desa Traji Kabupaten Temanggung, dengan peserta sasaran yaitu anak didik dan guru PAUD Mutiara Kids Desa Traji Kabupaten Temanggung. Total peserta kegiatan PkM ini sebanyak 100 anak didik usia dini dan 10 orang guru, sehingga total keseluruhan peserta adalah 110 orang. Metode pelaksanaan kegiatan direncanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif, yaitu sosialiasi dan pelatihan yang pelaksanaan pembelajarannya dilakukan secara partisipatif antara pelatih dan anak didik serta pendampingan secara langsung dalam kegiatan field trip UMKM. Gambar 1. Prosedur Kerja Penanaman Nilai Entrepreneurship melalui Field trip UMKM Gambar 1 menjelaskan prosedur kerja pada pengabdian ini yang mencakup persiapan sosialisasi dan kegiatan field trip UMKM. pelaksanaan sosialisasi dan kegiatan Handayani. Pujiati. Suminar. Ismiyati, dan Anggaretta Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 field trip UMKM. dan pemantauan serta evaluasi kegiatan. Pertama, persiapan sosialisasi dan kegiatan field trip UMKM meliputi persiapan peserta sosialisasi yang terdiri dari seluruh anak didik PAUD Mutiara Kids ditambah dengan seluruh guru PAUD Mutiara Kids. Persiapan tenaga fasilitator dan instruktur yang terdiri dari 2 dosen dan 3 mahasiswa. Kedua, pelaksanaan sosialisasi mengenai pengetahuan kewirausahaan juga pelaksanaan kegiatan field trip UMKM. Ketiga, kegiatan pendampingan implementasi pemahaman kewirausahaan melalui field trip UMKM bagi anak didik dan bagi tenaga pendidik yang diselenggarakan secara langsung. Keempat, pemantauan dan evaluasi kegiatan sosialisasi dan field trip UMKM, tahap ini akan dilakukan langsung pada saat kegiatan berlangsung. Sementara itu, metode pemecahan masalah pada pelaksanaan PkM dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Metode Pemecahan Masalah Aktivitas Partisipasi Solusi Rencana Kegiatan Membuat kegiatan Anak didik dapat Sosialisasi. Menyediakan sosialisasi dan diperkenalkan sejak tempat kegiatan pendampingan untuk dini tentang anak didik supaya berwirausaha atau anak didik mampu Mitra pengetahuan dasar AuKewirausahaan (Entrepreneurshi. Ay Menstimulus anak Membuat kegiatan Pendampingan. Menjalin kerja didik dengan field trip UMKM sama dengan sehingga anak didik UMKM kesempatan kepada dapat melihat monitoring dan terdekat untuk anak didik untuk kegiatan field Handayani. Pujiati. Suminar. Ismiyati, dan Anggaretta Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 Solusi pengalaman dan Rencana Kegiatan Aktivitas Partisipasi Mitra pengalaman dan informasi baru terkait informasi dalam dengan wirausaha. memori mereka tentang dunia wirausaha mulai dari jenis, dan proses usaha yang ditekuni oleh para pengusaha, mereka juga dapat melakukan praktik langsung kegiatan produksi, selain itu anak didik dapat bertanya dan berdiskusi langsung kepada para pelaku usaha terkait HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PkM ini diselenggarakan pada hari JumAoat, 28 Juni 2024 di Gedung PAUD Mutiara Kids Desa Traji Kabupaten Temanggung. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai pukul 13. 00 WIB, dan diselenggarakan dalam satu hari dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang yang terdiri dari 100 anak didik dan 10 guru PAUD Mutiara Kids Desa Traji Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap yaitu Handayani. Pujiati. Suminar. Ismiyati, dan Anggaretta Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 tahap sosialisasi, pelatihan, demonstrasi. dan tahap evaluasi serta pemantauan kegiatan. Secara rinci, pelaksanaan kegiatan PkM ini dijelaskan sebagai berikut. Sosialisasi dan Pelatihan Penanaman Nilai Entrepreneurship melalui Field Trip UMKM Pelaksanaan sosialisasi ini bertempat di Gedung PAUD Mutiara Kids Desa Traji Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini dilakukan dengan menyampaikan materi dan Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dimulai dengan tahap perkenalan narasumber dari tim PkM, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi kepada Seluruh peserta PkM diberikan wawasan mengenai entrepreneurship dan nilai-nilai karakter berwirausaha sejak usia dini. Gambar 2. Kegiatan Sosialisasi Penanaman Nilai Entrepreneurship Implementasi Penanaman Nilai Entrepreneurship melalui Field Trip UMKM Pelaksanaan field trip yang dilakukan merupakan salah satu bentuk praktik pembelajaran terkait penanaman nilai kewirausahaan. Materi yang disampaikan mengulas tentang entrepreneurship dengan memperkenalkan UMKM sekitar Kabupaten Temanggung. Selain materi, seluruh peserta juga diberikan pengalaman dan praktik entrepreneurship melalui field trip UMKM ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Handayani. Pujiati. Suminar. Ismiyati, dan Anggaretta Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 Anak didik diajak berkeliling melihat, memberi makan, dan mengenal berbagai macam jenis sapi. Selain itu anak didik juga diberi penjelasan tentang bagaimana merawat dan memelihara sapi. Selanjutnya diajak untuk melihat proses pemerahan susu sapi dan dilanjutkan dengan melihat cara membuat susu sapi. Dari kegiatan field trip dijelaskan bahwa banyak hal yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis, dari dagingnya, kulitnya dan juga susu sapi. Semua penjelasan dari kegiatan field trip UMKM ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini, anak didik dapat memahami berbagai manfaat ekonomi dari memelihara hewan khususnya sapi, ada banyak produk yang dihasilkan dan dapat memiliki nilai ekonomi untuk diperjual belikan. Sagala . , metode field trip merupakan pesiar . yang dilakukan oleh para anak didik untuk melengkapi pengalaman belajar tertentu dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Gambar 3. Penyaampaian Materi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Handayani. Pujiati. Suminar. Ismiyati, dan Anggaretta Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 Gambar 4. Pengenalan Produk Olahan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Gambar 5. Peserta Melakukan Field Trip Di Kandang Sapi Milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Handayani. Pujiati. Suminar. Ismiyati, dan Anggaretta Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 Tahap Evaluasi Penanaman Nilai Entrepreneurship melalui Field Trip UMKM Tahap evaluasi digunakan untuk merespon sejauh mana tingkat pemahaman peserta terhadap kegiatan yang diselenggarakan. Tahapan ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan yang diterapkan. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan melihat tingkat partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Evaluasi ini dilakukan pada setiap rangkaian kegiatan dengan memonitoring dan mengevaluasi jumlah kehadiran serta antusias peserta PkM. Hasil evaluasi menunjukkah bahwa peserta memiliki partisipasi dan antusiasme yang tinggi dibuktikan dengan tingkat kehadiran dan keaktifan peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Selain evaluasi dari tingkat partisipasi peserta, kegiatan evaluasi juga dilihat dari pemahaman peserta terkait materi yang diberikan yaitu tentang nilai entrepreneurship dan praktik kewirausahaan melalui kegiatan field trip di Kandang Sapi Milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan PkM ini dilihat dari tiga indikator yaitu . terlaksananya pelatihan dan pendampingan kegiatan field trip UMKM untuk mendorong minat anak didik dalam berwirausaha. Pelaksanaan kegiatan PkM ini mendapatkan respon yang positif dengan dibuktikan dari hasil observasi menunjukkan bahwa antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung sangat tinggi. Hal ini juga dibuktikan dengan respon peserta dalam berdiskusi, yang sangat antusias terutama pada sesi materi dan sesi field trip. Setelah mengikuti kegiatan ini, keterampilan peserta mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini dikarenakan bentuk pelatihan merupakan bentuk yang sangat efektif untuk memberikan penyegaran dan tambahan pengetahuan baru bagi Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil apresiasi yang cukup . Tolak ukur keberhasilan yang ketiga yaitu dilihat dari kesadaran peserta. Kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan sangat bermanfaat bagi peserta. Kegiatan pendampingan menurut Widiatami et al. dapat menanamkan pengetahuan terhadap masyarakat sehingga pembiasaan yang berlangsung secara terus Handayani. Pujiati. Suminar. Ismiyati, dan Anggaretta Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menyimpulan bahwa pertama, kegiatan sosialisasi dan demonstarasi dapat meningkatkan wawasan peserta didik anak usia dini tentang nilai-nilai berwirausaha yang baik dimulai sejak usia dini. Kedua, kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik dan guru PAUD Mutiara Kids Desa Traji Kabupaten Temanggung dengan semangat dan respon yang positif. Hal ini terlihat dari tingkat kehadiran selama kegiatan berlangsung, dan antusiasime serta keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan field trip. Ketiga, kegiatan ini sangat memberikan kontribusi terhadap kesadaran dan minat anak usia dini dalam mengenal nilai-nilai kewirausahaan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Universitas Negeri Semarang, khususnya LP2M dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang, yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Ucapkan terima kasih juga diberikan kepada PAUD Mutiara Kids Desa Traji Kabupaten Temanggung yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA