EJOIN Ae VOLUME 2 NOMOR 11 . : 1598 - 1604 INTERVENSI PROMOSI KESEHATAN PADA IBU HAMIL DAN IBU BALITA DALAM PENCEGAHAN STUNTING Maryono1. Amiruddin2. Anasril3 1,2,3 Poltekkes Kemenkes Aceh. Indonesia Article Information Article history: Received November 04. Approved November 19. Keywords: Promosi Kesehatan Stunting,Ibu Hamil . Ibu Balita ABSTRACT Stunting must be prevented from the start, starting from before pregnancy, during pregnancy and until the toddler years. The role of parents is very important in preventing stunting, especially pregnant women and mothers of toddlers. One of the villages in Johan Pahlawan District with the highest number of stunting cases is Gampong Blang Beurandang, where the number of stunting sufferers is 14 cases. This community service activity (PKM) aims to implement health promotion strategies to increase the understanding of mothers of babies and mothers of toddlers in preventing PKM was held on June 8 2024 at the village hall targeting 30 mothers of babies and mothers of toddlers. The method used is counseling and discussion with the media in the form of materials in the form of PowerPoint, posters and leaflets. The knowledge measuring tool used is a questionnaire about stunting prevention. Measurements are carried out by comparing the results of the pretest and posttest. The evaluation results show that there has been an increase in the knowledge of pregnant women and Balinese mothers from initially only 3 people . %) who had good knowledge to 26 people . 7%). The health education carried out in PKM activities has succeeded in increasing the understanding of pregnant women and mothers of toddlers about stunting prevention. Pregnant women and mothers of toddlers are advised to always apply their understanding of stunting prevention. ABSTRAK Stunting harus dicegah dari awal, mulai dari sebelum hamil, saat hamil dan sampai usia balita. Peran orang tua sangat penting dalam pencegahan stunting terutama ibu hamil dan ibu balita. Salah satu desa di Kecamatan Johan Pahlawan dengan angka tertinggi untuk kasus stunting adalah Gampong Blang Beurandang, dimana jumlah penderita stunting sebanyak 14 kasus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menerapkan strategi promosi kesehatan dalam mengingkatkan pemahaman ibu bayi dan ibu balita dalam mencegah stunting. PKM dilaksanan pada tanggal 8 Juni 2024 di Balai desa dengan sasaran ibu bayi dan ibu balita yang berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan diskusi dengan media berupa materi dalam bentuk powerpoint, poster, dan leaflead. Alat ukur pengetahuan yang digunakan adalah kuesioner tentang pencegahan stunting. Pengukuran dilakukan | 1598 Maryono et al. - Volume 2 Nomor 11 . : 1598 - 1604 dengan membandingkan hasil pretest dan postest. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil dan ibu bali dari yang awalnya hanya 3 orang . %) yang memiliki pengetahuan baik menjadi 26 orang . ,7%). Penyuluhan kesehatan yang dilakukan dalam kegiatan PKM telah berhasil meningkatkan pemahaman ibu hamil dan ibu balita tentang pencegahan stunting. Kepada ibu hamil dan ibu balita disarankan untuk senantiasa mengaplikasikan pemahaman tentang pencegahan stunting. A 2024 EJOIN( Jurnal Pengabdian Masyaraka. *Corresponding author email: maryonoakpermbo@gmail. PENDAHULUAN Keberhasilan pembangunan kesehatan salah satu faktor penentunya adalah status gizi sehingga status gizi menjadi bagian penting dari pembangunan nasional. Sasaran strategis untuk memperbaiki status gizi adalah sasaran ibu hamil dan balita karena merupakan kelompok rawan Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 didapatkan informasi bahwa proporsi status gizi stunting . ,8%). 1 Sementara itu hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 dilaporkan bahwa prevalensi stunting 21,6%, angka ini masih melebihi batas WHO . arget kurang dari 20%). Gangguan tumbuh kembang bayi dan anak usia usia di bawah 2 tahun perlu mendapat perhatian serius, mengingat usia ini merupakan masa emas yang amat penting, masa kritis dalam proses tumbuh kembang anak baik fisik maupun kecerdasan. 4 Status gizi ibu hamil juga ikut andil dalam mempengaruhi keadaan kesehatan dan perkembangan janin dimana apabila terjadi gangguan pertumbuhan dalam kandungan maka akan menyebabkan bayi dengan berat lahir rendah. Secara global, 1 dari 4 balita di dunia mengalami stunting. Menurut data dari World Health Organization (WHO), anak-anak di dunia yang mengalami stunting berkisar 154,8 juta atau 22,92%. 6 Pada tahun 2017 lebih dari setengah anak balita dari Asia memiliki prevalensi stunting sekitar 55% dan sepertiganya berasal dari afrika. Prevalensi tertinggi balita stunting di wilayah Asia berasal dari Asia Selatan sebesar 58,7% dan terendah berasal dari Asia Tengah yakni sebesar 0,9%. Di Negara Indonesia sendiri, prevalensi pada tahun 2017 sebesar 29,6%, tahun 2018 sebesar 30,8% dan pada tahun 2019 yakni 27,67%, tahun 2020 sebesar 26,92%, tahun 2021 sebesar 24,4%, dan pada tahun 2022 sebesar 21,6%. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI . menjelaskan bahwa saat ini Provinsi Aceh masih menduduki peringkat kelima nasional sebagai daerah paling tinggi penderita stunting yaitu sebesar 31,2%. Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Kesehatan menunjukkan data anak stunting yang tidak sedikit. Pada tahun 2022 terdapat sebanyak 610 anak stunting berdasarkan perhitungan kecamatan berbasis wilayah kerja Puskesmas. Terdapat 12 Kecamatan di Aceh Barat. Johan Pahlawan menduduki ranking pertama untuk anak stunting yaitu sebanyak yaitu 199 anak. Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas kesehatan di Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat, diperoleh informasi bahwa yang menyumbang angka tertinggi untuk kasus stunting adalah Gampong Blang Beurandang. Berbagai upaya telah dilakukan oleh petugas kesehatan untuk menurunkan angka stunting ini, diantaranya pemberian makanan tambahan, pemberian pil penambah darah, bagi kalangan siswa atau remaja sebagai upaya untuk mencegah kasus gizi buruk dan menyehatkan generasi muda, serta penyuluhan kesehatan di puskesmas. Namun demikian upaya ini belum menunjukkan hasil yang Signifikan. Umumnya kejadian stunting terjadi akibat pola asuh yang kurang baik, pengetahuan ibu tentang bagaimana pola pengasuhan yang tepat masih sangat terbatas. Mengingat bahwa EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 1599 Maryono et al. - Volume 2 Nomor 11 . : 1598 - 1604 stunting ini bukan hanya masalah setelah lahir saja, tetapi jauh sebelum itu, sejak ibu hamil permasalahan stunting perlu di cegah dari awal. Hal ini membuat sasaran upaya pencegahan stunting tidak terfokus hanya pada bayi dan balita saja, tetapi juga ibu-ibu yang sedang dalam masa kehamilan. Upaya pencegahan stunting ini dapat dilakukan melalui pendekatan promosi Hasil penelitian Alfina8 tentang Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Mengenai Stunting, menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh dari promosi kesehatan terhadap pengetahuan ibu mengenai stunting dengan nilai p value = 0. < 0. Hasil ini menggambarkan bahwa sangat besar pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan Sehingga untuk mencegah stunting hal yang paling mendasarkan adalah harus adanya pemahaman yang benar dari ibu hamil dan ibu balita tentang stunting tersebut. Sejalan dengan hal tersebut, pemberian promosi kesehatan juga harus memperhatikan metode dan media yang digunakan. Penggunaan metode dan media yang sesuai akan semakin besar kemungkinan berhasilnya promosi kesehatan tersebut. Hal ini tercermin dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Rista, dkk9 yang membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan promosi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan stunting oleh kader posyandu pada kelompok eksperimen a dan kelompok eksperimen b dengan pvalue < 0. 05 dan tidak ada pengaruh yang signifikan pada kelompok kontrol dengan nilai p >0. Berdasarkan hal tersebut maka promosi kesehatan perlu diberikan kepada ibu hamil dan ibu balita dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan itu tentunya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu balita dalam mencegah terjadinya stunting pada anaknya. Kegiatan ini juga selaras dengan program puskesmas Johan Pahlawan untuk menurunkan angka kejadian stunting di wilayah kerjanya. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan kegiatan PKM diawal dengan tahap perencaan. Proses perencanaan meliputi identifikasi masalah dan kebutuhan, identifikasi potensi dan kelemahan yang ada, menentukan jalan keluar dan kegiatan yang akan dilakukan, dan membuat pengorganisasian Perencanaan disusun bersama dengan mitra dari gampong Blang Beurandang dan juga dari Puskesmas Johan Pahlawan. Dalam perencanaan ini ditetapkan waktu pelaksanaan kegiatan pada tanggal 26 Juni 2024 yang berlokasi di Balai desa. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil dan ibu balita yang berjumlah 30 orang. Kegiatan berikutnya adalah melakukan intervensi promosi kesehatan yang dilakukan oleh tim PKM dengan metode penyuluhan dan diskusi. Media yang digunakan dalam penyuluhan berupa materi penyuluhan dalam bentuk powerpoint, poster, dan leaflead. Kegiatan diawali dengan memberikan pretest terlebih dahulu, selanjutnya pemberian materi, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan selanjutnya adalah melakukan evaluasi terhadap intervensi promosi kesehatan yang dilakukan dalam bentuk postest. Instrumen yang digunakan untuk pretest dan postest adalah kuesioner yang berisikan 18 butir pertanyaan tentang pencegahan stunting baik pada masa kehamilan maupun pada masa balita. Hasil evaluasi akan dikoordinasikan dengan kader dan petugas kesehatan untuk merencanakan tindak lanjut bagi masyarakat. Kegiatan selanjutnya adalah membentuk kelompok ibu siaga stunting yang beranggotakan kader kesehatan, ibu hamil dan ibu balita, dan aparatur gampong. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan masyarakat dan koordinasi dengan pihak puskesmas. Hasil evaluasi juga menjadi masukan bagi tim PKM untuk meningkatkan pencapaian target yang telah ditetapkan. EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 1600 Maryono et al. - Volume 2 Nomor 11 . : 1598 - 1604 HASIL DAN PEMBAHASAN Secara umum kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. Kegiatan terlaksana dengan baik berkat kerjasama antara tim dosen, mahasiswa, pihak Puskesmas, kader kesehatan dan masyarakat. Hasil promosi kesehatan tentang pencegahan stunting dapat dilihat dari peningkatan nilai yang diperoleh ibu hamil dan ibu balita melalui pretes dan posttest seperti pada tabel dibawah ini : Tabel 1. Pengetahuan ibu hamil dan ibu balita tentang pencegahan stunting di Gampong Blang Beurandang Kecamatan Johan Pahlawan sebelum diberikan edukasi . Kategori Baik Cukup Kurang Total Jumlah (%) Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui kebanyakan ibu hamil dan ibu balita memiliki pengetahuan yang kurang tentang pencegahan stunting pada anak balita, yaitu sebanyak 63,3%. Tabel 2. Pengetahuan ibu hamil dan ibu balita tentang pencegahan stunting di Gampong Blang Beurandang Kecamatan Johan Pahlawan setelah diberikan edukasi . Kategori Baik Cukup Kurang Total Jumlah (%) Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui kebanyakan ibu hamil dan ibu balita memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan stunting pada anak balita setelah diberikan edukasi, yaitu sebanyak 86,7%. Hasil evaluasi terhadap pengetahuan ibu hamil dan ibu balita ini menunjukkan bahwa terlihat peningkatan yang signifikan dari hasil test yang dilakukan kepada ibu hamil dan ibu balita yaitu dari awalnya hanya 10%, namun setelah diberikan penyuluhan tentang stunting pada anak usia balita maka mayortas ibu hamil dan ibu balita memiliki pengetahuan yang baik yaitu meningkat sebanyak 76,7%. Upaya untuk menurunkan angka kejadian stunting di masyarakat harus di awali dengan perbaikan pengetahuan masyarakat itu sendiri, terutama ibu-ibu. Perbaikan pengetahuan ini dapat dilakukan melalui penyuluhan tentang masalah yang dihadapi. Sebagaimana diketahui bahwa stunting erat sekali kaitannya dengan masalah gizi. Bukan hanya gizi saat anak berusia balita, namun dari masa jauh sebelumnya yaitu mulai dari masa kehamilan, seorang ibu harus memperhatikan kebutuhan gizi baik untuk dirinya sendiri maupun gizi janin yang Periode yang paling kritis dalam penanggulangan stunting dimulai sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun yang disebut dengan periode emas . eribu hari pertama Oleh karena itu perbaikan gizi diprioritaskan pada usia seribu hari pertama EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 1601 Maryono et al. - Volume 2 Nomor 11 . : 1598 - 1604 kehidupan yaitu 270 hari selama kehamilannya dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi yang Secara langsung masalah gizi disebabkan oleh rendahnya asupan gizi dan masalah Selain itu asupan gizi dan masalah kesehatan merupakan dua hal yang saling Adapun pengaruh tidak langsung adalah ketersediaan makanan, pola asuh dan ketersediaan air minum . , sanitasi dan pelayanan kesehatan. Penyuluhan kesehatan penting dilakukan untuk perubahan perilaku. Dalam hal pencegahan stunting. Hasil penelitian Yunita, dkk10 tentang AuProgram promosi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap dalam pencegahan stuntingAy menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil, sehingga di rekomendasikan bahwa diperlukan edukasi kontinyu dan monitoring setiap bulan dalam pemantauan pola makan ibu hamil saat kelas ibu hamil di posyandu. Sejalan dengan hal tersebut, pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Khairunnisa6 tentang AuIntervensi Promosi Kesehatan pada Ibu Hamil dan Ibu Balita dalam Pencegahan StuntingAy, juga menunjukkan hasil bahwa penyuluhan yang dilakukan pada program pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta yang cukup Motivasi dari ibu-ibu untuk mengikuti kegiatan sangat tinggi ditambah lagi dengan materi yang menarik dan cara penyampaian yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Pengabdian masyarakat ini merupakan suatu kegiatan yang sangat besar manfaatnya bagi ibu-ibu khususnya ibu hamil dan ibu balita, karena bukan hanya pengetahuan saja yang semakin baik, tetapi diharapkan praktiknya juga demikian, dimana ibu-ibu dapat memenuhi kebutuhan gizi anak baik masa hamil maupun balita. Melalui pembahasan ini, penulis juga memberikan rekomendasi khususnya kepada pihak puskesmas dan juga kader kesehatan dapat kiranya melaksanakan berbagai kegiatan terutama penyuluhan kesehatan tentang stunting ini, mengingat bahwa masalah stunting ini adalah suatu hal yang sangat berdampak terhadap tumbuh kembang anak mulai dari balita sampai dewasa nantinya. EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat | 1602 Maryono et al. - Volume 2 Nomor 11 . : 1598 - 1604 Gambar 1. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Balai Desa Gampong Blang Beurandang KESIMPULAN DAN SARAN Promosi kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil dan ibu balita berhasil meningkatkan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu balita tentang pencegahan Instansi yang terkait dapat memberikan solusi atau membuat kebijakan dalam rangka memperbaiki status gizi baik untuk ibu hamil maupun bagi balita. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Poltekkes Kemenkes Aceh yang telah mendukung sepenuhnya kegiatan pengabdian masyarakat ini baik secara moril dan juga materil. Selanjutnya kepada pihak Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat yang telah berperan besar dalam memberikan simulasi tentang pola asuh gizi yang sehat, serta kepada rekan-rekan mahasiswa yang membantu dan memfasilitasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA