Infotekmesin Vol. No. Januari 2025 p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 DOI: 10. 35970/infotekmesin. 2558, pp. Rancang Bangun Angklung Elektrik dengan Mode Otomatis dan Manual Menggunakan Teknologi Mikrokontroler dan Smartphone Ilham Nur Hanafi1. Supriyono2*. Hera Susanti3 Program Studi Teknik Elektronika. Politeknik Negeri Cilacap Jln. Dr. Soetomo No. 1 Karangcengis Sidakaya. Kabupaten Cilacap, 53212. Indonesia E-mail: ilahm303@gmail. com1, supriyono@pnc. id2, herasusanti@gmail. Abstrak Info Naskah: Naskah masuk: 30 November 2024 Direvisi: 18 Desember 2024 Diterima: 26 Desember 2024 Angklung merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa Barat. Angklung tersusun dari dua hingga empat tabung bambu diikat dengan tali rotan dan dimainkan dengan digoyangkan. Keberadaan angklung saat ini mulai tergeser oleh alat musik modern. Penelitian ini bertujuan menghasilkan angklung yang terintegrasi dengan teknologi mikrokontroler dan smartphone. Penggunaan teknologi mikrokontroler memungkinkan angklung dapat diotomatisasi tanpa mengubah karakter seni aslinya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimulai dari tahapan perancangan hingga uji akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angklung berhasil memainkan lagu secara otomatis dan Uji kesesuaian nada menunjukkan hasil yang mencapai 100%. Uji intensitas suara mencatat rata-rata 86,9 dB dalam mode otomatis dan 88,2dB dalam mode manual. Uji konsumsi daya menunjukan penggunaan daya sebesar 1,378 Watt dalam mode otomatis dan 1,461 Watt dalam mode manual. Abstract Keywords: musical instrument. Angklung is a traditional Indonesian musical instrument originating from West Java. Angklung is composed of two to four bamboo tubes tied with rattan ropes and played by shaking them. The existence of angklung is currently starting to be replaced by modern musical instruments. This research aims to produce angklung integrated with microcontroller and smartphone technology. The use of microcontroller technology allows angklung to be automated without changing the character of the original art. This research method uses a quantitative approach from the design stage to the final test. The research showed that angklung successfully played songs automatically and manually. The tone suitability test results reach 100%. The sound intensity test recorded an average of 86. 9 dB in automatic mode and 88. 2 dB in manual mode. The power consumption test shows power usage of 1,378 Watts in automatic mode and 1,461 Watts in manual mode. *Penulis korespondensi: Supriyono E-mail: supriyono@pnc. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Pendahuluan Seni musik tradisional merupakan musik yang berakar keberlangsungannya diwariskan secara turun temurun dari masyarakat sebelumnya ke masyarakat selanjutnya. Angklung merupakan alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu dan berasal dari Sunda. Angklung dimainkan secara berkelompok dengan cara digetarkan, yang mencerminkan kebutuhan akan sinkronisasi dan kerjasama di antara para pemain . Kesenian angklung mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, bertahan di tengah arus modernisasi dan globalisasi, serta mendapatkan pengakuan dari United Nations Educational. Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2010 . Angklung menjadi simbol kearifan lokal, sarana hiburan, memegang nilai budaya dan sejarah yang mendalam dalam masyarakat Sunda, serta memiliki peran penting sebagai warisan budaya Indonesia. Permasalahannya, di era modern ini, upaya pelestarian terhadap angklung yang adaptif belum dimiliki oleh masyarakat secara keseluruhan . Pelestarian angklung perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia. Salah satu cara pelestarian angkung adalah dengan memanfaatkan teknologi. Perkembangan teknologi mikrokontroler telah menghasilkan peningkatan kinerja yang signifikan dengan prosesor yang lebih cepat dan konsumsi daya yang lebih efisien. Kolaborasi antara perkembangan teknologi dengan alat musik tradisional angklung dapat menaikan eksistansi alat musik tersebut. Penggabungan teknologi mikrokontroler untuk angklung memungkinkan angklung dapat diotomatisasi tanpa mengubah nilai unsur seninya. Terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang berkaitan tentang pembuatan angklung yang terintegrasi dengan teknologi. Penelitian sebelumnya telah dilakukan oleh Efrat Murpartama. Unang Sunarya dan Antik Novianti dengan judul AuSistem Kendali Robot Angklung Berbasis MikrokontrolerAy. Penelitian ini membahas tentang perancangan robot angklung dan perancangan aplikasi kendali robot angklung. Penelitian ini menggunakan beberapa komponen utama diantaranya Bluetooth HC-06. Arduino Uno dan modul relay sedangkan untuk aplikasi kontrol berbasis Android. Proses pemindahan data dari aplikasi ke robot Angklung menggunakan komunikasi Bluetooth. Sistem kendali robot Angklung dapat mengirimkan data dengan jarak kurang dari 10 meter dan dengan waktu tunda rata-rata 0,303 detik . Penelitian lebih lanjut mengenai angklung digital dilakukan oleh Bayu Dwi Rizkyadha Putra. Ari Purno Wahyu Wibowo dengan judul AuPercancangan Kontrol Alat Musik Angklung Menggunakan ARDUINO. ESP8266 dan ANDROIDAy. Penelitian ini meliputi perancangan angklung yang memungkinkan pengguna mengontrol angklung dengan aplikasi di smartphone melalui koneksi WiFi. Penelitian ini menggunakan beberapa komponen utama meliputi Arduino Mega. ESP 8266. Motor Servo, dan Sensor Proximity. Mode untuk memainkan angklung ini ada 2 yaitu mode manual dan mode gerak. Mode manual, dimainkan dengan menekan tombol pada aplikasi yang menyajikan suara pada angklung. Terdapat juga mode gerak, pada mode ini pengguna dapat menggerakkan angklung, hanya dengan menggunakan gerakan tersebut akan terbaca oleh sensor Sensor proximity menghasilkan keluaran berupa gerakan motor servo sehingga dapat menggerakkan angklung . Penelitian lainnya tentang angklung dilakukan oleh Agung Rizaldi Wicaksono. Joko Subur, dan Muhammad Taufiqurrohman. Pada penelitian tersebut dirancang sebuah sistem untuk menggerakan angklung secara otomatis seolaholah sebuah robot, yang dinamakan Aurobot angklungAy. Robot angklung yang dibuat ini menggunakan susunan angklung 16 nada, dan untuk komponen elektro yang digunakan terdapat Arduino Mega 2560 sebagai mikrokontroler, modul relay 16 channel, driver motor. Modul mikro SD, dan untuk memainkan sebuah lagu alat ini menggunakan file partitur yang telah di konversi dan disimpan pada kartu mikro SD, dan mengatur tempo sesuai dengan nilai BPM (Beatst Per Minut. yang diinginkan. Dari beberapa percobaan, angklung dapat memain 10 lagu yang telah dibuat dengan tingkat keakurasian 100%. menurut pendapat 10 responden penikmat musik tingkat kesesuaian robot angklung memainkan lagu ialah 90%. Inovasi ini menghadirkan otomatisasi dalam seni tradisional memainkan angklung, menjadikannya dapat diakses oleh audiens yang lebih luas dan memastikan penampilan musik yang konsisten dan presisi . Penelitian tentang penerapan teknologi untuk angklung juga sudah dilakukan dengan menggunakan pengontrol Musical Instrument Digital Interface (MIDI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat prototipe yang memungkinkan pengguna mengendalikan angklung menggunakan pengontrol MIDI. Sistem secara keseluruhan memerlukan komputer pribadi, mikrokontroler, relay, dan motor DC. Pengontrol MIDI digunakan sebagai input, dihubungkan ke komputer papan tunggal kecil melalui koneksi Universal Serial Bus (USB). Komputer pribadi digunakan untuk memproses data MIDI yang masuk. Mikrokontroler digunakan untuk menerima sinyal masukan dari komputer papan tunggal kecil, untuk mengontrol motor DC sesuai dengan nadanya. Hasilnya menunjukkan bahwa prototipe dapat berfungsi dengan baik, karena angklung akan bergetar sesuai masukan dari pengontrol MIDI . Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya tentang penggunaan teknologi untuk angklung dan latar belakang permasalahan yang ada, dalam penelitian ini dibahas sebuah angklung yang terintegrasi dengan teknologi, menggunakan mikrokontroler ATmega 2560 sebagai kontroler, relay 8 channel sebagai plant, dan motor DC gearbox sebagai Angklung yang dibuat pada penelitian ini memiliki mode manual dan mode otomatis yang berbeda dengan angklung pada penelitian-penelitian sebelumnya. Pada mode manual, angklung dimainkan dengan menekan tombol nada pada aplikasi yang telah dibuat pada smartphone, sedangkan pada mode otomatis angklung akan memainkan lagu secara otomatis jika menekan tombol pilihan lagu yang terdapat pada angklung. Terdapat 5 pilihan lagu pada mode otomatis, yaitu lagu gundul- gundul pacul, yamko rambe yamko, suwe ora jamu, cicak di dinding dan balonku. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Metode Rancang bangun angklung elektrik ini dimulai dari perancangan hardware dan software, memodifikasi angklung agar bisa digerakkan oleh motor DC, memasang rangkaian kontrol dan memprogramnya, membuat aplikasi kontrol pada smartphone dan langkah terakhir adalah Langkah-langkah pembuatan angklung elektrik ini dapat dilihat pada Gambar 1. Perancangan hardware dan 1 Blok Diagram Perancangan sistem angklung yang terintegrasi dengan teknlogi secara garis besar dapat dijelaskan pada Gambar 2. Modifikasi angklung dan pemasangan motor DC penggerak angklung Gambar 2. Blok Diagram Membuat aplikasi pada smartphone Memasang dan rangkaian kontrol Ujicoba angklung Penjelasan tiap bagian yang terdapat pada blok diagram sebagai berikut: Blok Input. Terdiri dari perangkat smartphone yang mengintegrasikan aplikasi android untuk mengontrol nada angklung melalui bluetooth dan tombol tekan untuk memutar musik terprogram. Gambar 1. Langkah-langkah Pembuatan Angklung Elektrik Alat dan bahan pada penelitian ini diantaranya menggunakan kayu balok dengan ukuran 3x3 cm untuk rumah angklung. Menggunakan kawat besi dengan ukuran 14 cm dengan tebal besi 2 mm untuk membuat tuas penggerak angklung yang dihubungkan dengan roda gearbox menuju tabung angklung. Pengubah tegangan AC menjadi tegangan DC menggunakan power supply 12V 2A sebagai sumber listrik untuk mengaktifkan mikrokontroler dan komponen lainnya. Relay 8 channel digunakan untuk menghidupkan masing- masing motor gearbox. Terdapat 8 nada angklung yang tiap nada terhubung dengan 1 motor Mikrokontroler yang digunakan untuk mengendalikan gerak motor DC pada angkung adalah mikrokontroler ATmega 2560. Mikrokontroller ATMega 2560 merupakan mikrokontroller keluarga AVR yang mempunyai kapasitas flash memori 256KB. AVR (Alf and VegardAos Risc Processo. merupakan seri mikrokontroller CMOS 8- bit buatan ATEMEL inc . Modul bluetooth HC-05 digunakan untuk menerima data dari smartphone. Bluetooth adalah protokol komunikasi wireless yang bekerja pada frekuensi 4 GHz untuk pertukaran data pada perangkat bergerak seperti PDA, laptop. HP, dan lain Ae lain . Perancangan aplikasi kontrol nada angklung menggunakan website MIT App Inventor. Kelebihan MIT App Inventor antara lain disediakannya blok kode yang hanya perlu kita susun dan tidak menuliskan kode-kode program yang terbilang rumit, hanya perlu drag and drop komponen yang diperlukan dalam perancangan aplikasi, dalam pengujian aplikasi disediakan tiga pilihan yaitu menggunakan emulator. Wi-Fi, maupun kabel USB. Terdapat tombol untuk menghubungkan bluetooth dan status konektivitas, dan 8 tombol yang digunakan untuk mengaktifkan 8 nada angklung sesuai dengan perintah pada aplikasi kontrol angklung yang dibuat . Blok Proses. Menggunakan miktrokontroler ATmega 2560 yang berfungsi sebagai pemrosesan data dari input. Terdapat komponen bluetooth HC-05 yang berfungsi sebagai penerima data dari blok input, lalu data tersebut diproses oleh mikrokontroler untuk menyalakan modul relay. Mode otomatis memproses data dari pushbutton yang selanjutnya diproses oleh mikrokontroler untuk mengaktifkan relay . Blok Output. Blok keluaran terdapat beberapa komponen seperti relay dan motor DC. Motor DC adalah suatu mesin yang mengubah energi listrik DC menjadi energi mekanik . Motor DC digunakan karena memilik kelebihan yaitu memiliki tingkat efesiensi lebih tinggi dan dimensi lebih kecil . Dimensi yang kecil sangat cocok digunakan sebagai penggerak bambu angklung. Hasil keluaran data blok proses dikirim menuju relay. COM relay dihubungkan ( ) power supply, kontak normally open (NO) dihubungkan dengan ( ) motor DC. Motor DC dihubungkan ke masingmasing angklung melalui tuas penggerak. Sehingga saat motor DC berputar, putaran tersebut akan menggerakan tabung angklung. 2 Diagram Alir Mode Otomatis Mode otomatis angklung adalah mode memainkan angklung dengan cara menekan tombol pilihan lagu yang terdapat pada angklung. Pada mode ini ada 5 pilihan lagu yang dapat dipilih. Mode otomatis juga dilengkapi dengan tombol stop, yang digunakan untuk menghentikan angklung saat sedang memainkan lagu pada mode ini. Cara kerja sistem angklung mode otomatis secara garis besar dijelaskan melalui flowchart pada Gambar 3 p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Gambar 4 proses dimulai dengan inisialisasi pin ATmega 2560. Langkah berikutnya adalah menghubungkan bluetooth perangkat android dengan bluetooth pada Setelah terhubung, langkah berikutnya adalah menekan salah satu ikon nada dari 8 ikon nada yang ada pada aplikasi, pada langkah ini data nada akan dikirim dari aplikasi perangkat android ke mikrokontroler melalui komunikasi bluetooth. Data yang diterima akan diproses oleh mikrokontroler, yang selanjutnya mikrokontroler akan memberi perintah kepada relay untuk mengaktifkan motor DC penggerak angklung yang sesuai dengan perintah nada pada aplikasi android yang ditekan. Gambar 3. Diagram Alir Mode Otomatis 4 Desain Perangkat Keras Angklung yang digunakan menggunakan angklung 1 oktaf bernada 8 yang disusun secara sejajar dengan jarak 8 cm antar tabung. Desain keseluruhan angklung ditunjukan pada Gambar 5. Gambar 3 proses pertama dimulai dengan inisialisasi pin ATmega 2560, terdapat pengkondisian jika salah satu pushbutton ditekan maka mikrokontroler akan memproses Data dari pushbutton akan diproses oleh mikrokontroler, yang selanjutnya mikrokontroler akan memberi perintah kepada relay untuk mengaktifkan motor DC sesuai dengan program, setelah selesai memainkan lagu sesuai program, siklus akan selesai. 3 Diagram Alir Mode Manual Langkah kerja sistem angklung mode manual mengunakan aplikasi pada smartphone ditunjukan pada Gambar 4. Gambar 5. Desain Keseluruhan Angklung Berdasarkan Gambar 5 dapat diketahui bahwa pembuatan tiang atau rumah angklung menggunakan kayu balok berukuran 30 x 30 mm. ketinggian rumah angklung 64 cm, panjang 108 cm, dan lebar 51 cm. 5 Rancangan Perangkat Lunak Perancangan aplikasi kontrol angklung menggunakan platform MIT App Inventr memiliki spesifikasi aplikasi seperti pada tabel 1. Tabel 1. Rancangan Aplikasi Kontrol Nada Hasil Pengujian Notasi Notasi Notasi Hasil Solmisasi Balok Balok Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sol Sesuai Sesuai Sesuai DoAo Sesuai Gambar 4. Diagram Alir Mode Manual Tabel 1 merupakan spesifikasi dari aplikasi kontrol Nama aplikasi yaitu Angklung Control, jenis file apk. Aplikasi ini dapat di install menggunakan sistem operasi android 5 keatas. Ukuran aplikasi sebesar 4,41 MB. Tampilan aplikasi kontrol dapat dilihat pada Gambar 6. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Hasil dan Pembahasan Setelah selesai merancang perangkat keras proses selanjutnya adalah melakukan pengujian. Pengujian yang dilakukan antara lain: Pengujian kesesuaian nada, pengujian desibel, dan pengujian konsumsi daya listrik. 1 Pengujian Kesesuaian Nada Uji kesesuaian nada angklung dimaksudkan untuk memastikan bahwa angklung yang dimainkan menghasilkan nada yang tepat dan sesuai meskipun telah Ketepatan serta kemurnian nada adalah unsur penting keindahan musik . Gambar 6. Tampilan Aplikasi Kontrol 6 Rancangan Kelistrikan Proses perancangan kelistrikan digunakan komponenkomponen keras yang saling dihubungkan. Beberapa perangkat keras yang digunakan antara lain: ATmega berfungsi untuk memproses sinyal yang diterima oleh pushbutton dan modul bluetooth. Relay berfungsi untuk mengaktifkan motor DC berdasarkan perintah dari Alamat pin input dan output ATmega 2560 terhadap komponen dapat dilihat pada Tabel 2. Variabel Input Output Output Output Output Output Output Output Output Output Input Input Input Input Input Input Input Tabel 2. Rancangan Kelistrikan Nama Variabel Nama Pin Keterangan RX Bluetoth Komunikasi TX Bluetoth Komunikasi Relay Channel 1 Relay Channel 2 Relay Channel 3 Relay Channel 4 SOL Relay Channel 5 Relay Channel 6 Relay Channel 7 Relay Channel 8 Push Button 1 Push Button Lagu 1 Push Button 2 Push Button Lagu 2 Push Button 3 Push Button Lagu 3 Push Button 4 Push Button Lagu 4 Push Button 5 Push Button Lagu 5 Bluetoth Push Button RST RESET Push Button OFF 1 Uji Tingkatan Oktaf Oktaf adalah urutan 8 nada dalam musik . Uji tingkatan oktaf dilakukan dengan aplikasi (Tuner Pitche. , dengan jarak pengukuran 40 cm dari angklung. Memperoleh hasil pengujian sebagai berikut: Tabel 3. Pengujian Kesesuaian Nada dan Tingkatan Oktaf Tabel 3 merupakan hasil pengujian tingkatan oktaf menggunakan aplikasi (Tuner Ae Pitche. Pengujian keseuaian nada memperoleh hasil kesesuaian nada 100% sesuai, dengan tingkatan oktaf ke-5 pada nada Do-Re-MiFa-Sol-La-Si atau C-D-E-F-G-A-B dan tingatan oktaf ke-6 pada nada DoAo atau CAo. 2 Uji Frekuensi Nada Uji frekuensi nada masih dilakukan dengan aplikasi yang sama (TunerAePitche. dengan jarak pengukuran 40 cm dari angklung. Hasil pengujian frekuensi yang diperoleh akan dibandingan dengan frekuensi aslinya: Notasi Balok Tabel 4 Pengujian Frekuensi Nada Frekuensi Frekuensi Selisi Asli Pengujian 523,25 Hz 536,4 Hz 33 Hz 591,8 Hz 659,25 Hz 670,0 Hz 698,48 Hz 711,1 Hz 783,99 Hz 796,3 Hz 880,00 Hz 899,9 Hz 987,77 Hz 999,4 Hz 1046,50 Hz 1066,1 Hz Error % Tabel 4 merupakan hasil pengujian frekuensi yang terbaca saat melakukan uji kesesuaian nada, dapat dilihat bahwa nilai frekuensi asli dengan hasil pengukuran frekuensi memperoleh selisih yang tidak terlalu besar. Nilai frekuensi terus bertambah seiring dengan tingkatan nada. Selisih frekuensi tertingi pada nada A5 yaitu 19. 9 Hz, dengan persentase nilai error sebesar 2. Selisih frekuensi terendah pada nada D5 atau Re yaitu sebesar 4. 47 Hz, dengan persentase nilai error sebesar 0. Rata-rata selisif frekuensi nada sebesar 13,05 Hz dan rata-rata persentase error sebesar 1,7 %. Grafik perbandingan nilai frekuensi asli dan hasil pengujian frekuensi dapat dilihat pada Gambar 7. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 manual sebesar 88,2 dB dan masih mendekati intensitas suara normal yang nyaman didengar 80 dB. 3 Pengujian Konsumsi Daya Listrik Data daya listrik juga dapat digunakan untuk melakukan analisa performa angklung secara Pengambilan data menggunakan alat ukur multimeter untuk mengukur arus listrik dan tegangan Hasil dari dua pengukuran tersebut kemudian digunakan untuk menghitung daya dengan persamaan: yc=ycyyc Dimana: Gambar 7. Grafik Perbandingan Frekuensi 2 Pengujian Desibel (Intensitas Suar. Pengujian ini dilakukan untuk mendapatkan data intensitas suara atau bunyi yang dihasilkan angklung saat Tingkat intensitas bunyi atau suara yang tinggi dapat memberikan dampak buruk seperti menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan menyulitkan komunikasi . Pengambilan data desibel dilakukan untuk mengetahui ratarata tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh angklung. Pengambilan data kebisingan suara menggunakan alat sound meter Lutron SL-4022. Tabel 5. Pengujian Desibel Mode Otomatis Lagu Desibel Gundul- Gundul Pacul 88,2 dB Yamko Rambe Yamko 87,8 dB Suwe Ora Jamu 87,4 dB Cicak Di Dinding 85,3 dB Balonku 86,2 dB Rata - rata 86,9 dB Desibel 90,4 dB 88,9 dB 88,6 dB 87,4 dB 88,9 dB 91,5 dB 88,2 dB 82,2 dB 88,2 dB Tabel 6 adalah hasil pengujian desibel mode manual. Pengujian desibel mode manual ini memperoleh desibel tertinggi pada nada A5 atau La senilai 91,5 dB. Desibel terendah pada nada nada C6 atau DoAo senilai 82,2 dB. Diperoleh hasil rata-rata pengukuran desibel mode = Daya . = Tegangan (Vol. = Arus (Amper. Tabel 7 merupakan tabel hasil pengukuran tegangan arus dan daya angklung mode otomatis. Pengukuran arus dan tegangan menggunakan multimeter. Konsumsi daya listrik tertinggi sebesar 1,382 Watt pada lagu Gundul-Gundul Pacul dan Suwe Ora Jamu. Daya terendah sebesar 1,369 pada lagu Cicak di Dinding. Berdasarkan data pada Tabel 7, rata-rata daya listrik sebesar 1,378 Watt saat angklung beroperasi mode otomatis. Tabel 8. Data Tegangan Arus dan Daya Mode Manual Notasi Balok Tegangan Arus Daya 8,26 V 0,162 A 1,338 Watt 8,26 V 0,191 A 1,577 Watt 8,27 V 0,182 A 1,505 Watt 8,25 V 0,168 A 1,386 Watt 8,29 V 0,191 A 1,583 Watt 8,26 V 0,170 A 1,404 Watt 8,28 V 0,176 A 1,457 Watt 8,26 V 0,174 A 1,437 Watt Tabel 6. Pengujian Desibel Mode Manual Notasi Balok Rata - rata Tabel 7. Data tegangan Arus dan Daya Mode Otomatis Lagu Tegangan Arus Daya Gundul-Gundul 8,28 V 0,167 A 1,382 Watt Pacul Yamko Rambe 8,33 V 0,165 A 1,374 Watt Yamko Suwe Ora Jamu 8,33 V 0,166 A 1,382 Watt Cicak di 8,30 V 0,165 A 1,369 Watt Dinding Balonku 8,32 V 0,166 A 1,377 Watt Tabel 5 adalah hasil pengujian desibel mode Pengujian desibel mode otomatis memperoleh nilai desibel tertinggi pada lagu Gundul-Gundul Pacul sebesar 88,2 dB, dan nilai desibel terendah pada lagu Cicak Di Dinding sebesar 85,3 dB. Nilai rata-rata desibel mode otomatis sebesar 86,9 dB dan masih mendekati intensitas suara normal yang nyaman didengar 80 dB. Berdasarkan data hasil pengujian pada Tabel 8, ratarata daya sebesar 1,461 Watt saat angklung beroperasi pada mode manual. Power supply yang digunakan menggunakan tegangan 12V, arus 2A, dan daya 24 Watt. Jika semua motor aktif menggerakan nada membutuhkan daya sebesar 11,68 Watt, dapat diambil kesimpulan bahwa ketika semua motor aktif power supply mampu memberikan daya yang Kesimpulan Setelah berhasil membuat angklung yang terintegrasi dengan teknologi, dapat diambil kesimpulan bahwa p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 rancangan alat dapat diimplementasikan pada angklung yang terdiri dari rancangan mekanik dan rancangan aplikasi kontrol angklung. Angklung elektrik yang telah dibuat menghasilkan kesesuaian nada 100% sesuai dengan tingkatan nada oktaf ke-5. Rata-rata error frekuensi adalah Pengujian desibel memperoleh rata-rata desibel 86,9 dB mode otomatis, dan 88,2 dB dalam mode manual. Pengujian dilakukan diruangan hening dengan jarak alat ukur dengan angklung sepanjang 40 cm. Hasil ini membuktikan bahwa jarak ideal yang nyaman untuk didengar yaitu 40 cm dengan intensitas suara 87,5dB. Ratarata daya listrik yang digunakan saat angklung beroperasi mode manual dan mode otomatis adalah sebesar 1,419 Watt. Powersupply yang digunakan mempunyai spesifikasi tegangan 12V, arus 2A dengan daya maksimal 24 Watt, powersupply tersebut mampu mensupply daya sebesar 11,68 Watt yang dibutuhkan untuk menghidupkan semua motor Ucapan Terimakasih Terimakasih tunjukan kepada Jurusan Rekayasa Elektro dan Mekatronika Politeknik Negeri Cilacap yang telah memfasilitasi semua kebutuhan dalam penelitian angklung yang terintegrasi dengan teknologi ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik. Daftar Pustaka