JOISIE Journal Of Information System And Informatics Engineering Vol. No. Desember 2023. Hlm 232-242 p- ISSN: 2503-5304 e- ISSN: 2527-3116 APLIKASI PENCARIAN TEMPAT WISATA PROVINSI SULAWESI UTARA MENGGUNAKAN METODE LOCATION BASED SERVICE BERBASIS MOBILE Rasta Gymnastiar Pidu. Anna Dina Kalifia. Sains & Teknologi. Universitas Teknologi Yogyakarta. Jl. Siliwangi Jl. Ring Road Utara. Jombor Lor. Sendangadi. Kec. Mlati. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta email: 1rasta. pidu2002@gmail. com, 2anna. kalifia@staff. Abstract This research introduces an Android-based tourism search application that utilises location-based services (LBS) through the Google Maps API. North Sulawesi, recognised as a highly desirable tourist destination, attracts a large number of visitors from both within and outside the country. The main objective of this application is to provide accurate and reliable information regarding various destinations and events in North Sulawesi Province. The development of an application to access information on tourist attractions and events in North Sulawesi Province was carried out using the Java-based Android programming language and using the Location-based service (LBS) method. Tourists visiting North Sulawesi have difficulty in accessing information that is spread across various This application provides a collection of hotels, culinary, places of worship, tourist attractions, tourist events, and information about these destinations and events related to tourism, as well as tour itineraries that are well integrated with Google Maps. The result of the research is a tourist spot search application in North Sulawesi with the final conclusion obtained, namely this application can help users find more detailed information related to North Sulawesi tourist Such as finding a description of the place needed, the location of the tour, the facilities available on the tour and can also determine and plan the costs needed when going to visit the tour. Keywords: Android. Tourism. LBS. Java. Google Maps Abstrak Penelitian ini memperkenalkan sebuah aplikasi pencarian pariwisata berbasis Android yang memanfaatkan layanan berbasis lokasi (LBS) melalui Google Maps API. Sulawesi Utara, dikenal sebagai tujuan wisata yang sangat diminati, menarik sejumlah besar pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri. Tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk memberikan informasi yang akurat dan dapat diandalkan mengenai beragam destinasi dan acara di Provinsi Sulawesi Utara. Pembangunan aplikasi untuk mengakses informasi objek wisata dan event di Provinsi Sulawesi Utara dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman Android berbasis Java dan menggunakan metode Location based service (LBS). Para wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Utara kesulitan dalam mengakses informasi yang tersebar di berbagai platform. Aplikasi ini menyediakan koleksi hotel, kuliner, tempat ibadah, tempat wisata, event wisata, dan informasi mengenai destinasi tersebut dan event-event yang berkaitan dengan pariwisata, serta rencana perjalanan wisata yang terintegrasi dengan baik dengan Google Maps. Hasil dari penelitian berupa aplikasi pencarian tempat wisata di Sulawesi Utara dengan kesimpulan akhir yang diperoleh yaitu Aplikasi ini dapat membantu pengguna menemukan informasi yang lebih detail terkait tempat wisata Sulawesi Utara. Seperti menemukan deskripsi tempat dibutuhkan, letak wisata, fasilitas yang ada pada wisata tersebut dan juga dapat menentukan dan merencenakan biaya yang dibutuhkan saat akan mengunjungi wisata. Kata kunci: Android. Wisata. LBS. Java. Google Maps memfasilitasi kontak lisan dan pertukaran pesan tertulis(Mammetmyradov et al. , 2. Produsen saat ini terlibat aktif dalam mengejar PENDAHULUAN teknologi unik untuk produk mereka masingSaat ini, terdapat laju kemajuan yang signifikan dalam bidang teknologi gadget telepon seluler. Secara historis, ponsel Pemanfaatan terutama digunakan sebagai sarana untuk teknologi Global Positioning System (GPS) 233 | Jurnal JOISIE. Volume 7. Nomor 2. Desember 2023 tersebar luas pada perangkat telepon seluler modern(Teang et al. , 2. Kota Manado yang merupakan pusat administrasi Provinsi Sulawesi Utara saat ini dikenal sebagai salah satu daya tarik wisata penting di Indonesia. Pengakuan ini sebagian besar disebabkan oleh pemanfaatan ekowisata yang strategis, yang memberikan keunggulan inheren dan keunggulan kompetitif. (Rantung et , 2. Namun terbatasnya ketersediaan informasi mengenai daya tarik wisata di Provinsi Sulawesi Utara mengakibatkan kurangnya kesadaran wisatawan terhadap beragamnya lokasi wisata yang ada di Kota Manado dan sekitarnya. (Rorimpandey & Rantung, 2. Berdasarkan data statistik yang penulis temukan melalui Website Provinsi Sulawesi Utara, pengunjung dari mancanegara yang berkunjung di Sulawesi Utara pada tahun 2022 253 orang. Data ini membuktikan bahwa Sulawesi Utara dapat menjadi salah satu wisata yang sangat terkenal di Indonesia. Hal ini didasarkan dengan adanya ratusan destinasi wisata yang ada di Sulawesi Utara, diantaranya ada Pantai Pall yang diakui dapat bersaing dengan Pantai kuta di Bali, ada Patung Tuhan Yesus memberkati yang mirip seperti patung yesus yang ada di Rio de Janeiro. Brazil, ada gunung klabat yang mempunyai puncak kepundan berbentuk danau kecil dengan air yang sangat jernih, dan masih banyak lagi destinasi wisata yang terdapat di Sulawesi Utara. Menurut penelitian (Wahyudi et al. , 2. dengan judul penelitian AuSULUT360: Aplikasi Informasi Mobile Untuk Destinasi Pariwisata Sulawesi UtaraAy. Aplikasi ini dapat menampilkan deskripsi tempat wisata yang Deskripsi di ambil dari API kawanua 360. Aplikasi ini menawarkan fitur komentar dan rating yang memungkinkan wisatawan untuk mengulas tempat wisata lokal yang dipilih. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah menemukan lokasi wisata di Kota Manado dengan menggunakan aplikasi yang mudah digunakan ini. Layanan Berbasis Lokasi (LBS) memanfaatkan nilai bujur dan lintang dari titiktitik tertentu di Bumi untuk memastikan lokasi yang akan dimasukkan. Sistem koordinat geografis yang dikenal sebagai garis bujur dan garis lintang digunakan untuk menentukan lokasi suatu tempat di permukaan bumi. (Alam Sudmar et al. , 2. Aplikasi ini mengumpulkan geodata, yang menunjukkan data yang diperoleh secara real-time dengan menggunakan satu atau beberapa teknologi pelacakan posisi. (Asmara et al. , 2. LBS terdiri dari komponen utama, yaitu manajer lokasi, yang menawarkan fitur untuk menampilkan peta dan penyedia lokasi. Penyedia ini membantu dalam pencarian lokasi keberadaan suatu tempat. (Bagus Adidyana Anugrah Putra et al. , 2. Layanan Berbasis Lokasi yang dapat membantu penelitian ini terdiri dari menampilkan data lokasi pada peta digital, memanipulasi peta digital, dan mengambil koordinat lokasi secara real-time dari perangkat yang dimiliki pengguna. (Siregar et al. , 2023. Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis mobile menawarkan sarana untuk meningkatkan akses ke beberapa lokasi wisata di Provinsi Sulawesi Utara bagi para . ijaya & Burrahman Abdianto, 2. Tujuan utama dari sistem yang diusulkan adalah untuk meningkatkan aksesibilitas pengguna dan menyederhanakan proses mendapatkan petunjuk arah ke tempattempat wisata di Provinsi Sulawesi Utara. Integrasi perangkat seluler akan mempercepat prosedur untuk mencapai tujuan wisata, yang pada gilirannya akan meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses. (Kurniadi & Budianto, 2. Teknologi aplikasi mobile adalah media serbaguna yang berkembang pesat. Kemajuan ini didorong oleh perangkat seluler multifungsi, yang selain sebagai alat komunikasi, kini juga menjadi salah satu alat pencarian informasi yang paling sering (Marinda et al. , 2. Application Programming Interface (API Map. menawarkan fitur untuk memamerkan dan mengatur peta dan data geografis yang berkaitan dengan objek yang sedang diperiksa. Di sisi lain. Penyedia Lokasi (API Locatio. memberikan teknologi pencarian lokasi yang digunakan oleh tim pengembang saat membangun perangkat. (Ibnih et al. , 2. Hingga saat ini, para wisatawan terutama mengandalkan informasi dari mulut ke mulut atau kunjungan pribadi ke tempat tujuan mereka saat mencari informasi. (Br Harahap & Kunci, 2. Para wisatawan membutuhkan aplikasi yang memungkinkan mereka mendapatkan informasi dengan mudah, cepat, dan di mana pun melalui Pidu. Aplikasi Pencarian Tempat Wisata Provinsi Sulawesi Utara Menggunakan Metode Location Based Service Berbasis Mobile, 232-242 . smartphone user. (Yusfrizal, 2. Selain itu, dengan adanya fitur peta, dapat membantu user secara visual mengidentifikasi dengan lebih akurat lokasi restoran. Database terdiri dari penyimpanan data, yang mungkin sangat banyak, yang disimpan dalam disk magnetik, disk optik, atau media penyimpanan sekunder lainnya seperti drum Database merupakan sistem terkomputerisasi yang dibuat, terutama, untuk menyimpan data atau informasi yang telah diproses dan menyediakan akses yang mudah ke informasi tersebut kapan pun diperlukan. Basis data dapat dianggap sebagai kumpulan data yang saling terkait yang disimpan bersama pada suatu media. (Aisyah et al. Cloud Computing adalah konsep dasar di balik layanan penyimpanan awan. Dengan menerapkan teknologi Cloud Computing, penyedia layanan penyimpanan cloud dapat membangun platform penyimpanan online ini. (Nasution, 2. Sebuah situs web administrator telah dikembangkan bersamaan dengan temuan studi ini untuk mengelola data fasilitas publik dalam aplikasi. Situs web ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL untuk pembuatannya. (Eftriany et al. Website ini akan mengelolah data fasilitas umum, data peta dan data admin. Situs website administrator tersebut dapat diakses https://icpsulutgis. METODE PENELITIAN Tahapan penelitian yang akan dilakukan dalam penulisan artikel ini menggunakan metode waterfall. Model Waterfall dikenal sebagai metodologi awal yang digunakan dalam Software Development Life Cycle (SDLC) untuk pengembangan perangkat lunak,(Ibnih et al. , 2. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Model Waterfall Asal usul model air terjun umumnya diberikan kepada Winston W. Royce, yang dikatakan telah memperkenalkannya sekitar Kesederhanaan yang melekat pada teknik ini sangat meningkatkan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman dan memfasilitasi integrasinya ke dalam proses pengembangan perangkat lunak. Namun, paradigma air terjun yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak terbukti tidak efektif(Fadli et al. , 2. Fase progresif dari pendekatan Waterfall digambarkan sebagai berikut : Requirements Analysis Dalam tahap analisis, penulis melakukan analisis terkait kebutuhan melalui riset pada pariwisata di Sulawesi Utara, dengan analisis tersebut diperoleh suatu kebutuhan yang diperlukan pada pembuatan sistem aplikasi mobile ini. Design Pada tahap desain, penulis melakukan pembuatan desain antarmuka aplikasi mobile, dan juga perancangan struktur data dari arsitektur perangkat lunak yang prosedur dari pengkodean. Development Sebuah desain kemudian dikonversikan menjadi program perangkat lunak. Dengan menggunakan bahasa pemrograman java. PHP, dan tools MySQL sebagai database Testing Dalam pengujian ini terfokus pada perangkat lunak dari segi logic serta fungsional, yang kemudian perlu dipastikan seluruh bagian teruji. Hal tersebut diperlukan untuk meminimalisir sebuah kesalahan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan sistem pengujian black-box. Pengujian black-box adalah teknik pengujian perangkat lunak yang berfokus pada perangkat lunak fungsional, pengujian ini mengabaikan struktur kontrol dan mengalihkan perhatiannya ke informasi Tujuannya adalah untuk menetapkan berbagai kondisi input dengan memvalidasi semua persyaratan fungsional. Maintenance Dalam tahap ini bisa terjadi pengulangan interaksi dari mulai tahap penyelidikan tertentu kedalam suatu perubahan program 235 | Jurnal JOISIE. Volume 7. Nomor 2. Desember 2023 Artikel ini menggunakan metodologi pengembangan sistem yang mengintegrasikan Layanan Berbasis Lokasi (LBS). Layanan berbasis lokasi (LBS) digunakan untuk mendapatkan koordinat geografis setiap entitas yang akan dimasukkan ke dalam (Taruk, 2. Kerangka LBS terdiri dari empat komponen penting, yaitu perangkat seluler, jaringan komunikasi, komponen (Siregar et al. , 2023. Gambar 2. Komponen LBS Pengembangan pada artikel ini dilakukan dengan empat komponen LBS sebagai berikut : Mobile Device Penelitian ini berfokus pada perangkat mobile khususnya smartphone, yang memiliki kemampuan untuk berfungsi sebagai alat navigasi. Communication network Pada penelitian ini, suatu jaringan telekomunikasi akan bergerak untuk mengirimkan suatu data pengguna dari perangkat kepada penyedia layanan. Service and content provider Penelitian ini menggunakan Google Maps sebagai penyedia layanan baik untuk komponen layanan maupun penyedia Dengan memanfaatkan Application Programming Interface (API). Komponen yang disebutkan di atas bertanggung jawab untuk memproses permintaan layanan. Positioning Penelitian ini menggunakan Komponen Pemosisian untuk menentukan posisi yang tepat dari pengguna dan item. Akuisisi data dimungkinkan melalui penggunaan jaringan telekomunikasi seluler, jaringan LAN nirkabel, atau Global Positioning System (GPS). 1 PENGUMPULAN DATA Data primer terdiri dari informasi yang wawancara, dan wawancara dengan pihakpihak terkait. Data primer Data utama berasal dari sumber-sumber yang langsung terlibat dalam subjek penelitian. Data atau informasi kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini berupa penelusuran melalui browser dan wawancara langsung dengan orang yang dituju(Ulumudin et al. , 2. Dari hasil observasi dan wawancara dengan beberapa rekan di Manado, dapat disimpulkan bahwa masih banyak warga lokal maupun warga di luar Provinsi Sulawesi Utara yang masih kesulitan mencari tempat wisata yang ingin Pencatatan dilakukan dengan menggunakan aplikasi seperti notes. Data yang diperoleh dari tahap ini antara lain sebagai berikut: Data tempat wisata yang terdapat di provinsi Sulawesi Utara. Data tempat kuliner yang terdapat di provinsi Sulawesi Utara. Data hotel yang terdapat di provinsi Sulawesi Utara. Data tempat ibadah di provinsi Sulawesi Utara. Data mengenai event-event yang terdapat di provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan beberapa prosedur pengumpulan data antara lain: Wawancara Merupakan teknik pengumpulan data yang melibatkan berbicara secara langsung dengan subjek penelitian atau melakukan tanya jawab. (Ulumudin et al. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan tanya jawab kepada rekan yang ada di Kota Manado Pengamatan Merupakan Teknik pengumpulan data yang melibatkan tinjauan langsung ke objek yang diteliti. Tujuan dari mendapatkan data yang kuat dan dapat (Bangun et al. , 2. Maka penulis disini melakukan pengamatan langsung di Provinsi Sulawesi Utara dan juga melalui browser secara online. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 DESAIN SISTEM Tahapan ini adalah tahap perancangan sistem yang akan dibuat dengan menyesuaikan kebutuhan antara sistem dan user. Berikut Pidu. Aplikasi Pencarian Tempat Wisata Provinsi Sulawesi Utara Menggunakan Metode Location Based Service Berbasis Mobile, 232-242 . adalah beberapa gambaran dari sistem yang akan dibuat : Activity Diagram Memilih Kategori Unified Modeling Languange (UML) Unified Modeling Language (UML) bertujuan sebagai gambaran untuk sebuah desain sistem perangkat lunak. UML juga mendokumentasikan alur kerja komponen sistem perangkat lunak(Fallo & Wibowo. Use Case Diagram Use Case Diagram adalah jenis diagram UML yang memperlihatkan interaksi antara user dan sistem itu sendiri(Hayati, 2. , seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar 4. Activity Diagram Memilih Kategori Pada gambar 4, user menjalankan menampilkan menu beranda, pada menu beranda terdapat 6 pilihan menu kategori diantaranya adalah menu hotel, kuliner, wisata, event, tempat ibadah, rute maps, user memilih menu yang ingin di akses, dan sistem menampilkan menu yang . Activity Diagram Menampilkan Detail Hotel Gambar 3. Use Case Diagram Keterangan pada use case diagram diatas yaitu saat user hendak menggunakan aplikasi pencarian wisata, ketika user telah membuka aplikasi dan sampai pada menu kategori. dapat memilih menu yang ingin diakses yang ada di aplikasi mulai dari menu hotel, menu kuliner, menu event, menu rute maps, menu wisata, dan menu tempat ibadah. Kemudian sistem akan menampilkan list item yang ada di setiap menu yang user pilih dari menu hotel, kuliner, event, rute maps, wisata, dan tempat Activity Diagram Activity Diagram merupakan sebuah memvisualisasikan proses yang terjadi dalam suatu sistem. Urutan proses yang berjalan pada sistem digambar secara vertical(Ihtiar et al. Gambar 5. Activity Diagram Menampilkan Detail Hotel Pada gambar 5, user memilih menu hotel, kemudia sistem menampilkan list hotel, lalu User memilih satu list hotel yang tersedia, dan Sistem akan menampilkan detail informasi hotel yang dipilih beserta rute maps nya 237 | Jurnal JOISIE. Volume 7. Nomor 2. Desember 2023 . Activity Diagram Menampilkan Detail Wisata Pada gambar 8, user memilih menu tempat ibadah, kemudian sistem menampilkan list tempat ibadah, lalu user memilih satu list tempat ibadah yang tersedia, dan sistem akan menampilkan rute maps tempat ibadah yang dipilih. Activity Diagram Menampilkan Detail Event Gambar 6. Activity Diagram Menampilkan Detail Wisata Pada gambar 6, user memilih menu wisata, kemudian sistem menampilkan list wisata, lalu user memilih satu list wisata yang tersedia, dan Sistem akan menampilkan detail informasi wisata yang dipilih beserta rute maps nya. Activity Diagram Menampilkan Detail Kuliner Gambar 9. Activity Diagram Menampilkan Tempat Ibadah Pada gambar 9, user memilih menu event, kemudian sistem menampilkan list event, lalu user memilih satu list event yang tersedia, dan sistem akan menampilkan detail informasi event yang dipilih beserta rute maps nya. 2 IMPLEMENTASI Gambar 7. Activity Diagram Menampilkan Detail Kuliner Pada gambar 7, user memilih menu kuliner, kemudian sistem menampilkan list kuliner, lalu user memilih satu list kuliner yang tersedia, dan Sistem akan menampilkan detail informasi kuliner yang dipilih beserta rute maps nya. Activity Diagram Menampilkan Tempat Ibadah Gambar 8. Activity Diagram Menampilkan Tempat Ibadah Fase pelaksanaan dan pengujian sistem yang baru dikembangkan dalam keadaan yang realistis. Tujuan dari fase ini adalah untuk menilai kinerja dan mengevaluasi kelebihan dan kekurangan sistem pengujian secara objektif. Bagian ini menjelaskan proses implementasi aplikasi pencarian objek wisata di Provinsi Sulawesi Utara. Bagian ini menyajikan hasil dari desain sistem seperti yang telah dibahas Pidu. Aplikasi Pencarian Tempat Wisata Provinsi Sulawesi Utara Menggunakan Metode Location Based Service Berbasis Mobile, 232-242 . Gambar 10. Tampilan Beranda Gambar 11. Tampilan Menu Rute Maps Pada Gambar 10 merupakan tampilan menu beranda yang menyediakan berbagai sub menu yang dapat di akses seperti menu hotel, kuliner, tempat ibadah, wisata, event, dan rute Pada Gambar 11 menampilkan posisi user berada di titik kota Manado dan semua titik tempat wisata yang ada di Sulawesi Utara. Gambar 12. Tampilan Menu Hotel Gambar 13. Tampilan Detail Hotel Pada Gambar 12 merupakan tampilan dari list hotel pada sub menu hotel. Yang menampilkan semua list hotel dalam satu Pada Gambar 13 merupakan halaman informasi lengkap detail hotel seperti nama hotel, lokasi maps hotel, alamat hotel, nomor telepon hotel. Gambar 14. Tampilan Menu Wisata Gambar 15. Tampilan Detail Wisata Pada Gambar 14 merupakan tampilan dari list wisata pada sub menu wisata. Yang menampilkan semua list wisata dalam satu Pada Gambar 15 merupakan halaman informasi seperti nama wisata, gambar wisata, dan deskripsi wisata terkait dengan wisata yang user pilih. Gambar 16. Tampilan Detail Maps Wisata Gambar 17. Tampilan List Tempat Ibadah Pada Gambar 16 merupakan tampilan jika user melakukan aksi gulir kebawah pada menu detail wisata maka akan menampilkan informasi maps. Pada Gambar 17 merupakan list tempat ibadah pada sub menu tempat ibadah. Yang menampilkan semua list tempat ibadah dalam satu halaman. 239 | Jurnal JOISIE. Volume 7. Nomor 2. Desember 2023 yang dibuat memiliki kualitas perangkat lunak yang baik dan sistem yang dibuat sudah sesuai dengan fungsinya(Mulyadi et al. , 2. , seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Tabel Uji Fungsional Sistem (Black Bo. Gambar 18. Tampilan Menu Kuliner Gambar 19. Tampilan Detail Kuliner Pada Gambar 18 merupakan tampilan dari list kuliner pada sub menu kuliner. Yang menampilkan semua list kuliner dalam satu Pada Gambar 19 merupakan tampilan informasi lengkap detail kuliner seperti nama kuliner, lokasi maps tempat kuliner, alamat tempat kuliner, jam operasional tempat kuliner, dan nomor telepon tempat kuliner. Gambar 20. Tampilan Menu Event Gambar 21. Tampilan Detail Event Pada Gambar 20 merupakan tampilan dari list event pada sub menu event. Yang menampilkan semua list event dalam satu Pada Gambar 21 merupakan tampilan informasi lengkap halaman detail event seperti gambar event, nama event, dan deskripsi event terkait dengan event yang dipilih user. 3 TESTING Penulis menggunakan pengujian black box untuk memastikan bahwa perangkat lunak Kondisi Mengakses menu Mengakses menu Mengakses menu Mengakses menu tempat ibadah Mengakses menu Mengakses menu rute Mengakses gambar Mengakses gambar Mengakses gambar Mengakses gambar atau foto wisata Mengakses maps tempat ibadah Menekan button Mengscroll pada list Mengscroll pada list Mengscroll pada list Mengscroll pada list Mengscroll pada list tempat ibadah Respon Menampilkan list hotel Menampilkan list kuliner Menampilkan list wisata Menampilkan list tempat Menampilkan list event Menampilkan maps sesuai kordinat hotel, kuliner, tempat Menampilkan informasi, dan maps terkait hotel yang di Menampilkan informasi, dan maps terkait kuliner yang di Menampilkan foto, dan terkait event yang di tekan Menampilkan informasi, dan maps terkait wisata yang di Menampilkan marker tempat ibadah dan rute menuju Mengarahkan pada halaman Mengulirkan list hotel pada Mengulirkan list kuliner pada halaman Mengulirkan list wisata pada halaman Mengulirkan list event pada Mengulirkan list tempat ibadah pada Hasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Belum Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Pidu. Aplikasi Pencarian Tempat Wisata Provinsi Sulawesi Utara Menggunakan Metode Location Based Service Berbasis Mobile, 232-242 . SIMPULAN Aplikasi mobile pencarian wisata ini dapat memiliki banyak manfaat dalam bidang Aplikasi ini dapat membantu pengguna menemukan informasi yang lebih detail terkait tempat wisata Sulawesi Utara. Seperti dibutuhkan, letak wisata, fasilitas yang ada pada wisata tersebut dan juga dapat menentukan dan merencenakan biaya yang dibutuhkan saat akan mengunjungi wisata. Pengguna juga bisa menemukan rute menuju lokasi sehingga lebih menghemat waktu dari pada menggunakan berbagai aplikasi dalam satu waktu. Aplikasi ini juga berguna sebagai media promosi untuk wisata yang belum banyak diketahui oleh wisatawan sehingga dapat meningkatkan ekonomi domistik dan meningkatkan angka jumlah kunjungan pada objek wisata di Sulawesi Utara. Dari hasil yang ditunjukkan hampir semua fitur bisa digunakan dan sudah dilakukan testing terhadap fitur pada sistem aplikasi pencarian wisata ini. Pengujian aplikasi ini menggunakan metode pengujian BlackBox, dan mendapatkan hasil akurasi sebesar 96,8% bahwa Aplikasi ini dapat membantu pengguna menemukan informasi yang lebih detail terkait tempat wisata Sulawesi Utara. Hanya ada beberapa fitur yang belum berhasil dan penulis akan melanjutkan fitur yang belum berhasil pada penelitian selanjutnya. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan artikel ini, diantara nya adalah sebagai berikut : Kedua orang tua peneliti yang telah memberikan dukungan dan doa sehingga penulis dapat meyelesaikan perancangan aplikasi dan penulisan artikel ini. Anna Dina Kalifia. Kom. Cs. Selaku Dosen Pembimbing dalam perancangan aplikasi dan penulisan artikel ini. Kepada teman dan rekan kampus penulis yang telah membantu dalam penyusunan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA