LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Peningkatan Keterampilan Guru Raudhatul Athfal Melalui Pelatihan Mendongeng Di IGRA Kecamatan Banjarsari Feri Faila Sufa. M Hery Yuli Setiawan. Yassir Aminuddin Universitas Slamet Riyadi Email: ferifailasufa@unisri. ABSTRACT: Storytelling skills are a must for early childhood educators. This storytelling training aims to improve the skills of Raudhatul Athfal (RA) teachers in using the storytelling method as a tool to stimulate early childhood language The purpose of this activity is to help Teachers of early children education have storytelling skills to stimulate language. The activity was carried out at Teacher Unity of IGRA Banjarsari District. Surakarta, and involved 19 participants from six RA The methods used in the training include lectures, demonstrations, and hands-on practice. The results of the training showed a significant improvement in storytelling skills among teachers, as well as a positive impact on children's language This article describes the training process, evaluation results, and its impact on the quality of learning in RA. Recommendations from this service activity can be developed to other areas based on edutainment so as to provide a more varied Keywords: Storytelling, language development, teacher training Pendahuluan Mendongeng merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini. Mendongeng menjadi cara yang bijak untuk mendidik atau menasehati anak. Mendongeng adalah kegiatan bercerita, yang meliputi tiga konsep, yaitu isi cerita, media dan suara mendukung, yang berisi khayalan tetapi terdapat pesan moral di dalamnya. 2 Di Raudhatul Athfal (RA), belum setiap guru menggunakan metode mendongeng di kelas. Kegiatan mendongeng biasanya dilakukan secara klasikal pada tema-tema tertentu. Hal ini dapat disebabkan karena belum semua guru memiliki kepercayaan diri untuk Tidak semua guru memiliki teknik mendongeng yang menyenangkan. 1 Utomo. Mendongeng Dalam Perspektif Pendidikan. Agastya J. Sej. Dan Pembelajarannya 3, 1Ae 8 . 2 Puspitasari. & Jupri. Keterampilan Mendongeng. Peningkatan Keterampilan Guru Raudhatul Athfal Melalui Pelatihan Mendongeng di IGRA Kecamatan Banjarsari Feri Faila Sufa. M Hery Yuli Setiawan. Yassir Aminuddin LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Guru hanya membacakan buku cerita atau bercerita tentang tema yang dikenalkan. Pada kenyataanya, guru PAUD perlu memiliki keterampilan mendongeng guru sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan serta tidak membosankan anak. Dongeng selain menyenangkan bagi anak, bisa dijadikan sebagai stimulasi Pengembangan karakter sejak dini. 3 Namun, observasi di lapangan menunjukkan bahwa guru-guru di IGRA Kecamatan Banjarsari masih cenderung menggunakan metode pembelajaran konvensional seperti bercakap-cakap dan bernyanyi, yang kurang mampu menarik perhatian anak secara optimal. Oleh karena itu, pelatihan menggunakan teknik ini untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak. IGRA sebagai organisasi lembaga PAUD yang berada didalam naungan kementrian agama dalam bidang Pendidikan anak usia dini pada jenjang Taman kanak-kanak (TK) atau Raudhatul Athfal. (RA) Dikecamatan banajari terdapat 9 (Sembila. satuan Pendidikan, yaitu RA Nurul Huda. RA Alif Smart. RA Al Iskam. RA Uwais Al Qorni. RA Miftahul Jannah. RA Cerdas Ceria. RA Perwanida. Pada observasi yang dilakukan, dapat diidentifikasi bahwa perkembangan anak masih belum optimal. Hal ini karena anak masih kurang dalam rangsangan berbahasa ekspresif dan reseptif. Pendidik perlu melakukan berbagai variasi metode untuk menstimulasi perkembangan Bahasa anak. Bebebapa alasan terjadinya permasalahan tersebut, karena pendidik menstimulasi dengan metode konvensional, yang dominan menggunakan metode tanya jawab, bercakap-cakap sehingga anak cepat bosan dan kelas tidak kondusif jika berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Urgensi perlunya kegiatan pelatihan mendongeng ini disebabkan beberapa kondisi yang memerlukan perhatian lebih antara lain4: . Keterbatasan Metode 3 Ardiana. Kegiatan mendongeng sebagai media dalam menumbuhkan sikap tolong menolong pada anak usia dini. Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam, 2. , 335Ae340. 4 Parapat. Munisa. Nofianti. & Pratiwi. Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Kegiatan Mendongeng di TK Negeri Pembina I Medan. Hum. Educ. 3, 75Ae79 . Peningkatan Keterampilan Guru Raudhatul Athfal Melalui Pelatihan Mendongeng di IGRA Kecamatan Banjarsari Feri Faila Sufa. M Hery Yuli Setiawan. Yassir Aminuddin LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Stimulasi Bahasa: Pendidik di RA Banjarsari masih mengandalkan metode konvensional, seperti bercakap-cakap dan menyanyi, dalam proses pembelajaran di Metode-metode ini kurang efektif dalam menjaga konsentrasi anak-anak dan tidak memberikan rangsangan maksimal terhadap perkembangan bahasa, baik reseptif maupun ekspresif. Pendidik jarang menggunakan metode mendongeng yang padahal terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa anak. Rendahnya Keterampilan Pendidik dalam Mendongeng: Dari hasil kuis dan wawancara awal, sebagian besar pendidik merasa kurang percaya diri dalam mendongeng di kelas. Mereka menyatakan belum menguasai teknik-teknik mendongeng yang dapat menarik perhatian anak dan mengembangkan keterampilan berbahasa secara holistik. Pendidik juga mengaku jarang mendapatkan pelatihan mendongeng yang spesifik dan praktis. Kejenuhan Anak dalam Kegiatan Bercerita: Observasi menunjukkan bahwa anak-anak sering merasa bosan selama kegiatan bercerita di kelas karena metode yang digunakan bersifat monoton dan berulang. Hal ini berpengaruh terhadap perkembangan bahasa anak yang tidak optimal. Anak-anak kurang terlibat aktif dalam proses belajar, terutama dalam kegiatan bercerita atau mendengarkan cerita. Kurangnya Inovasi dalam Pembelajaran: Pendidik di RA Banjarsari masih belum maksimal dalam memanfaatkan berbagai media dan teknik inovatif, seperti media visual atau teknik mendongeng dengan alat peraga, yang dapat membantu menghidupkan cerita dan anak-anak. Kebutuhan Pelatihan Berkesinambungan: Hasil diskusi dengan mitra menunjukkan bahwa meskipun ada kesadaran akan pentingnya mendongeng, namun pelatihan yang bersifat berkelanjutan masih sangat diperlukan. Pendidik membutuhkan dukungan yang lebih intensif dan terstruktur untuk mempraktikkan metode mendongeng di kelas secara rutin. Keterbatasan Sumber Daya dan Media Pembelajaran: RA di Kecamatan Banjarsari masih menghadapi keterbatasan dalam hal media dan alat peraga yang dapat menunjang proses mendongeng. Selain itu, fasilitas yang ada belum sepenuhnya mendukung untuk implementasi metode mendongeng secara Peningkatan Keterampilan Guru Raudhatul Athfal Melalui Pelatihan Mendongeng di IGRA Kecamatan Banjarsari Feri Faila Sufa. M Hery Yuli Setiawan. Yassir Aminuddin LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Maka pelatihan ini bertujuan untuk memberikan guru keterampilan mendongeng yang interaktif dan efektif, serta membantu mereka menerapkannya di kelas untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak. Artikel ini membahas pelaksanaan pelatihan mendongeng di IGRA Kecamatan Banjarsari, hasil yang dicapai, serta dampaknya terhadap mutu pembelajaran. Metode Pelatihan mendongeng ini menggunakan pendekatan partisipatif, melibatkan ceramah, diskusi, simulasi, dan praktik langsung. partisipasi aktif para guru Raudhatul Athfal (RA) dalam bentuk pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Metode ini dirancang untuk memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Adapun tahapan pelaksanaan pengabdian terbagi menjadi lima langkah utama sebagai berikut5: Tahap Persiapan Pada tahap ini, tim pengabdi melakukan langkah-langkah awal untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program, yaitu: . Analisis Kondisi Awal Mitra: Dilakukan observasi dan diskusi dengan mitra untuk memahami kondisi eksisting serta permasalahan yang dihadapi terkait metode . Koordinasi dengan Mitra: Tim pengabdi berkoordinasi dengan para pengelola RA di Kecamatan Banjarsari untuk menyusun jadwal kegiatan, menetapkan peserta, dan mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Penyusunan Materi Pelatihan: Materi yang akan disampaikan disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan mitra, meliputi teknik-teknik mendongeng, pengelolaan kelas saat mendongeng, serta penggunaan alat peraga. Tahap Pelatihan Tahap ini merupakan inti dari kegiatan pengabdian, dimana pelatihan mendongeng diberikan kepada para guru RA. Pelatihan melibatkan metode Peningkatan Keterampilan Guru Raudhatul Athfal Melalui Pelatihan Mendongeng di IGRA Kecamatan Banjarsari Feri Faila Sufa. M Hery Yuli Setiawan. Yassir Aminuddin LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 ceramah, diskusi, simulasi, dan praktek langsung. Kegiatan yang dilakukan meliputi: . Penyampaian Materi tentang Perkembangan Bahasa Anak: Mengajarkan pentingnya mendongeng dalam stimulasi perkembangan bahasa anak usia dini. Pelatihan Teknik Mendongeng: Melatih para guru untuk menggunakan berbagai teknik mendongeng yang interaktif, seperti penggunaan intonasi, gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan alat peraga. Simulasi Mendongeng: Guru diberi kesempatan untuk melakukan simulasi mendongeng di hadapan peserta lain, dengan pendampingan dari tim Tahap Pendampingan Setelah pelatihan selesai, tahap pendampingan dilakukan untuk memastikan para guru dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari di kelas masing-masing. Pendampingan ini mencakup: . Observasi di Kelas: Tim pengabdi hadir di beberapa RA untuk memantau pelaksanaan mendongeng oleh para guru di kelas. Observasi ini dilakukan untuk melihat apakah metode yang telah diajarkan diimplementasikan dengan baik. Pemberian Umpan Balik: Tim pengabdi memberikan umpan balik dan saran kepada guru berdasarkan hasil observasi. Jika diperlukan, dilakukan simulasi ulang untuk memperbaiki teknik yang belum sempurna. Tahap Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk mengukur keberhasilan program dan dampaknya terhadap para guru dan anak-anak. Evaluasi ini meliputi: Pre-Test dan Post-Test. Pre-test diberikan sebelum pelatihan untuk mengetahui pengetahuan awal guru tentang mendongeng, sedangkan post-test dilakukan setelah pelatihan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan mendongeng. Penilaian Keterampilan Mendongeng: Selama keterampilan mendongeng para guru dievaluasi, termasuk kemampuan mereka dalam menggunakan alat peraga, menarik perhatian anak, serta Peningkatan Keterampilan Guru Raudhatul Athfal Melalui Pelatihan Mendongeng di IGRA Kecamatan Banjarsari Feri Faila Sufa. M Hery Yuli Setiawan. Yassir Aminuddin LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 mengelola kelas saat mendongeng. Evaluasi Dampak pada Anak: Perkembangan bahasa anak-anak diukur setelah guru menerapkan metode mendongeng di kelas. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap keterlibatan anak dalam kegiatan bercerita serta kemampuan mereka dalam merespon cerita. Tahap Keberlanjutan Program Tahap terakhir adalah memastikan keberlanjutan program agar metode mendongeng terus diterapkan di RA. Kegiatan yang dilakukan . Penyusunan Modul Pelatihan: Hasil dari kegiatan pengabdian disusun dalambentuk modul pelatihan mendongeng yang dapat digunakan oleh guru-guru lain di lingkungan IGRA Kecamatan Banjarsari maupun di daerah lain. Penyebaran Informasi: Guru yang telah mengikuti pelatihan diharapkan menjadi agen perubahan di RA masing-masing dan dapat berbagi pengetahuan serta pengalaman kepada rekan-rekan sejawat. Monitoring Berkala: Monitoring akan dilakukan secara berkala untuk memastikan guru terus menerapkan metode mendongeng, dan diharapkan terjadi peningkatan yang berkelanjutan dalam stimulasi perkembangan bahasa anak-anak. Adapun Metode yang dilakukan dalam kegiatan Pelatihan5: Ceramah: Penyampaian materi tentang pentingnya mendongeng untuk perkembangan bahasa anak usia dini. Demonstrasi: Tim pengabdi memperlihatkan teknik mendongeng yang interaktif menggunakan alat peraga seperti boneka tangan dan gambar ilustratif. 5 Sufa. & Setiawan. Optimalisasi Peran Orangtua Dalam Mengembangkan Potensi Paud. Adiwidya II, 289Ae298 . Peningkatan Keterampilan Guru Raudhatul Athfal Melalui Pelatihan Mendongeng di IGRA Kecamatan Banjarsari Feri Faila Sufa. M Hery Yuli Setiawan. Yassir Aminuddin LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 . Praktik Mendongeng: Guru mempraktikkan metode mendongeng yang telah dipelajari, dengan pendampingan dari tim pengabdi. Evaluasi: Pre-test dan post-test dilakukan untuk mengukur pemahaman dan keterampilan guru sebelum dan sesudah Gambar 1. Alur Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (Sumber: Dokumentasi, 2. Hasil dan Diskusi Pelaksanan kegiatan Pengabdian ini dilakukan oleh 2 . orang tim pengabdi dan 1 . orang narasumber dari praktisi komunitas pendongeng usantara dengan pokok bahasan yang disampaikan yaitu : Teori Perkembangan Bahasa dengan tujuan peserta dapat memahami Peningkatan Keterampilan Guru Raudhatul Athfal Melalui Pelatihan Mendongeng di IGRA Kecamatan Banjarsari Feri Faila Sufa. M Hery Yuli Setiawan. Yassir Aminuddin LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 tentang berbagai stimulasi pengembangan bahasa anak6. Assement pengembangan bahasa anak dengan tujuan peserta dapat memahami teknik assesmen perkembangan bahasa anak7 dan . Praktik mendongeng melalui workshop dengan teknik cas cis cus8. Karena keterbatasan waktu pertemuan mengakibatkan tidak semua materi dapat disampaikan dengan detil. Kegiatan yang diawali dengan ceramah dan demonstrasi ini kemudian dilanjutkan latihan. Dari kegiatan latihan tampak bahwa guru memang belum menguasai landasan teoritis dan assesmen serta teknik mendongeng menggunakan cas cis cus . Acara kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan secara antusias oleh para peserta dalam sesi tanya jawab. Secara garis besar inti dari pertanyaan para peserta adalah: Cara stimulasi pengembangan bahasa yang efektif . Langkah-langkah memulai mendongeng9 . Trik dan Tips menarik perhatian anak . Teknik mendongeng10 Keberhasilan kegiatan dapat dilihat dari beberapa komponen sebagai . Keberhasilan target jumlah peserta pelatihan Target peserta pelatihan yang direncanakan sebelumnya yaitu masing-masing Lembaga mewakilkan 2 . guru dari 6 . satuan Lembaga yang berada di bawah naungan IGRA Banjarsari. Sehingga semua peserta berjumlah 12 . ua bela. guru dari 6 . satuan 6 Isna. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini. Al-Athfal 2, 62Ae69 . 7 Zahro. Penilaian dalam Pembelajaran Anak Usia Dini. Tunas Siliwangi 1, 92Ae111 . 8 Sidik Nuryanto. Cas Cis Cus Metode Mendongeng Pada Anak Usia Dini. Pros. Semin. Nas. dan Call Pap. Muhammadiyah Magelang 11, 76Ae84 . 9 Simamora. Sitorus. & Samosir. Pengaruh Mendongeng Terhadap Kemampuan Menyimak Anak Usia 5-6 Tahun di TK Bina Kreatif Kecamatan Sipoholon Tahun Ajaran 2022/2023. KHIRANI J. Pendidik. Anak Usia Dini 1, 123Ae132 . 10 Indrawati. Farantika. & Shofwan. Teknik Mendongeng Bagi Guru Dan Orangtua Untuk Anak Usia Dini. Bocil J. Child. Educ. Dev. Parent. 1, 41Ae46 . Peningkatan Keterampilan Guru Raudhatul Athfal Melalui Pelatihan Mendongeng di IGRA Kecamatan Banjarsari Feri Faila Sufa. M Hery Yuli Setiawan. Yassir Aminuddin LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 pendidikan di lingkungan IGRA. Masing-masing satuan lembaga dengan mewakilkan 2 . orang yang meliputi unsur kepala sekolah dan Harapannya, dari perwakilan guru tersebut dapat sebagai agent of change12 dan menjadi tutor sebaya11. Sedangkan kepala sekolah diharapkan dapat memberikan kebijakan12 berkaitan dengan stimulasi dongeng sebagai salah satu metode yang menarik anak dan strategis dalam pengembangan aspek bahasa, maupun perkembangan nilai Pada masing-masing Pendidikan mengajukan 2 . guru dari masing-masing satuan Pendidikan, sehingga jumlah Peserta yang mengikuti keseluruhan adalah 19 peserta, yang terdiri dari 1 orang kepala sekolah dan 2 . orang pendidik serta ditambah pengawas IGRA. Artinya target dari 12 peserta meningkat menjadi 19 peserta, sehingga dapat di simpulkan berhasil melebihi Maka, dapat dikatakan bahwa target peserta tercapai 100%. Angka tersebut menunjukkan bahwa Pelatihan mendongeng merupakan kebutuhan pendidik yang dipandang penting dalam stimulasi PAUD, sehingga jika dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti dapat dikatakan berhasil/ sukses. Ketercapaian tujuan pelatihan Ketercapaian pendampingan13 secara umum sudah baik, namun keterbatasan waktu yang disediakan mengakibatkan tidak semua materi tentang stimulasi Namun pendampingan yang dilakukan dan melihat hasil latihan para peserta 11 Zubaidah. Keterampilan Abad Ke-21: Keterampilan Yang Diajarkan Melalui Pembelajaran. Semin. Nas. Pendidik. dengan tema AuIsu-isu Strateg. Pembelajaran MIPA Abad 21 1Ae17 . 12 Fitriyani. Konsep Organisasi Pendidikan dalam Pemberdayaan Sekolah. EL-Ghiroh 17, 61Ae80 . 13 Elok Endang Rasmani. et al. Pentingnya Guru Penggerak bagi Guru PAUD dalam Eksistensi Kurikulum Merdeka. Murhum J. Pendidik. Anak Usia Dini 4, 482Ae496 . Peningkatan Keterampilan Guru Raudhatul Athfal Melalui Pelatihan Mendongeng di IGRA Kecamatan Banjarsari Feri Faila Sufa. M Hery Yuli Setiawan. Yassir Aminuddin LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 dalam mendongeng dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ini dapat Ketercapaian target materi pada kegiatan pengabdian ini cukup baik, karena materi pendampingan telah dapat disampaikan secara Materi pendampingan yang telah disampaikan adalah: Teori Perkembangan Bahasa dengan tujuan peserta dapat memahami tentang berbagai stimulasi pengembangan bahasa anak. Assement pengembangan bahasa anak dengan tujuan peserta dapat memahami teknik assesmen perkembangan bahasa anak dan . Praktik mendongeng melalui workshop dengan teknik cas cis cus. Ketercapaian target materi yang telah direncanakan Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan mendongeng para guru. Sebelum pelatihan, sebagian besar guru merasa kurang percaya diri dan tidak memiliki variasi teknik mendongeng. Setelah pelatihan, mereka mampu menggunakan intonasi, gerakan tubuh, dan alat peraga untuk membuat cerita menjadi lebih menarik bagi anak-anak. Hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 70% dibandingkan dengan pre-test. Kemampuan peserta dalam penguasaan materi. Terjadi Peningkatan Keterampilan Guru dalam menerapkan Metode Mendongeng di Kelas. Guru mulai menerapkan metode mendongeng secara rutin di kelas, setidaknya sebulan sekali. Anak-anak menunjukkan peningkatan partisipasi dalam kegiatan bercerita, dan suasana belajar menjadi lebih interaktif. Hal ini berdampak positif pada perkembangan bahasa reseptif dan ekspresif anak. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan guru, tetapi juga berdampak pada mutu pembelajaran secara keseluruhan di RA. Dengan variasi metode pembelajaran yang lebih kreatif, anak-anak Peningkatan Keterampilan Guru Raudhatul Athfal Melalui Pelatihan Mendongeng di IGRA Kecamatan Banjarsari Feri Faila Sufa. M Hery Yuli Setiawan. Yassir Aminuddin LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 mengembangkan keterampilan bahasa dengan lebih baik. Secara keseluruhan kegiatan pendampingan pelatihan mendongeng ini dapat dikatakan berhasil. Keberhasilan ini selain diukur dari keempat komponen di atas, juga dapat dilihat dari kepuasan peserta setelah mengikuti Manfaat yang diperoleh guru adalah guru dapat dengan percaya diri mempraktikkan mendongeng, sehingga pengabdian Masyarakat memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap peningkatan ketrampilan guru, penerapan metode mendongeng dan dampak terhadap mutu pembelajaran. Melalui pelatihan dan pendampingan pada guru di lingkungan IGRA yang sudah dilaksanakan ini dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan kepercayaan diri dalam menjalankan profesinya sebagai seorang guru. Guru akan lebih semangat dan termotivasi untuk menstimulasi bahasa anak melalui dongeng atau bercerita. Hasil pelatihan ini akan bermanfaat bagi sekolah, proses belajar mengajarnya akan lebih menarik dengan digunakannya metode yang lebih bervariasi, yaitu melalui dongeng, metode yang disukai anak-anak. Disamping itu dengan adanya pelatihan mendongeng akan menambah keterampilan dan pemahaman guru dalam menstimulasi kemampuan bahasa reseptif dan ekpresif anak serta aspekaspek perkembangan lainnya yang muncul. Simpulan Pelatihan mendongeng bagi guru-guru RA di IGRA Kecamatan Banjarsari berhasil meningkatkan keterampilan mendongeng secara signifikan. Guru kini lebih percaya diri dan terampil dalam menggunakan metode mendongeng untuk menstimulasi perkembangan bahasa anak. Penerapan mendongeng secara rutin di kelas telah memberikan dampak positif, baik terhadap perkembangan bahasa anak maupun terhadap mutu pembelajaran secara Program ini dapat menjadi model pelatihan yang diterapkan di wilayah lain untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan metode interaktif di kelas. Peningkatan Keterampilan Guru Raudhatul Athfal Melalui Pelatihan Mendongeng di IGRA Kecamatan Banjarsari Feri Faila Sufa. M Hery Yuli Setiawan. Yassir Aminuddin LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Referensi