Wiwin Nur Istiqomah JURNAL STUDI. SOSIAL DAN EKONOMI Vol. 5 No. 2 Juni 2024 Hal. KEDUDUKAN PEMBELAJARAN BAHASA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Wiwin Nur Istiqomah (Pendidikan Guru Madrasah IbtidaAoiyah. STAI Sabilul Muttaqin Mojokert. E-mail: wiwinnur237@gmail. Abstrak Artikel ini membahas tentang kedudukan pembelajaran bahasa dalam pembentukan karakter siswa. Bahasa adalah identitas seseorang. Agar tujuan pembelajaran bahasa dalam pembentukan karakter tercapai, seorang pendidik sangat diperlukan agar memiliki pengetahuan dan pemahaman dalam memberikan strategi pembelajaran yang memfokuskan kepada prinsip-prinsip pembelajaran bahasa yaitu prinsip kontekstual, prinsip fungsional, prinsip komunikatif dan prinsip apresiatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik. Dengan bahasa pula, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa lebih baik. Begitu juga dengan menurunnya akhlak anak ditimbulkan karena beberapa factor, diantaranya: . Sistem pendidikan yang ada kurang fokus dalam membentuk karakter peserta didik. Dalam membangun karakter anak, keadaan lingkungan yang ada kurang mendukung dan terdapat permasalahan yang cukup rumit. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptifkualitatif. Kata Kunci: Kedudukan. Pembelajaran Bahasa. Pembentukan Karakter Abstract This article discusses the position of language learning in the formation of students' character. Language is a person's identity. In order for the purpose of language learning in character building to be achieved, an educator is needed to have knowledge and understanding in providing learning strategies that focus on the principles of language learning, namely contextual principles, functional principles, communicative principles and appreciative principles. The results of this study indicate that language learning has a very important position in shaping the character of students. With language too, the development of science and technology can be better. Likewise, the decline in children's morals is caused by several factors, including: . The existing education system is less focused on Hal. Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wiwin Nur Istiqomah shaping the character of students. In building children's character, the existing environmental conditions are less supportive and there are quite complicated This research is a library research using descriptive-qualitative Keywords:. Position. Language Learning. Character Building PENDAHULUAN Bahasa adalah suatu hal yang paling penting untuk manusia. Jika kita melihat dari segi Bahasa maka kita dapat mengetahui identitas diri seseorang. Dengan bahasa juga, manusia dapat berinteraksi dengan baik dan mudah. Selain itu, dengan adanya bahasa, kita juga dapat memahami kepribadian dari orang lain. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Erna Ambarwati yang berjudul AuKontribusi Pembelajaran Bahasa Dalam Pembentukan Karakter Peserta DidikAy menyatakan bahwasanya Bahasa memiliki peranan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan bahwa bahasa adalah cerminan dari diri seseorang. Yang mana dalam hal ini, karakter dari seseorang tersebut bisa kita identifikasi melalui bahasa-bahasa yang sedang ia gunakan (Ambarwati, 2. Sedangkan jurnal penelitian menurut Sari yaitu berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara umum bahasa dapat diartikan sebagai lambang. Sedangkan, secara istilah bahasa merupakan alat yang digunakan untuk berkomunikasi berupa susunan lambang yang menghasilkan alat ucap pada manusia (Sari, 2. Sehingga dapat dikatakan bahwa didalam kehidupan manusia sehari-hari, mereka tidak akan bisa lepas begitu saja dari penggunaan bahasa. Dengan menggunakan bahasa, orang bisa menjelaskankan usulan, pemikiran, nasihat, serta harapan untuk mengatakan suatu pemikiran maupun informasi. Hal ini selaras dengan pernyataan Tri Astuti dalam jurnalnya yang mengatakan bahwa bahasa itu memiliki peran penting di lingkungan masyarakat, bangsa serta Yang mana. Bahasa dapat digunakan untuk menunjukkan identitas suatu Sehingga sangat diperlukan adanya kebijakan mengenai proses pembelajaran bahasa saat berada di lingkungan sosialnya beserta berbagai lembaga Pendidikan lainnya (Astuti, 2. Dari beberapa pernyataan diatas, maka dapat disimpulkan, bahwasanya bahasa adalah alat komunikasi yang dilakukan antara seseorang dengan orang lainnya dalam melakukan pergantian suatu informasi. Hal. Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wiwin Nur Istiqomah Sebagaimana dengan aturan pemerintah yang sudah tertera jelas pada UU No. tahun 2003 terkait Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3 yang berbunyi AuPendidikan nasional mempunyai fungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional juga memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik guna menjadi insan yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokatis, serta bertanggung jawabAy (Noor, 2. Kondisi yang terjadi pada saat ini. Indonesia sedang mengalami kemunduran Hal ini dapat dilihat dari keseharian-keseharian anak dalam berperilaku khususnya saat berbahasa. Misalnya sopan santun dalam berbahasa. Yang mana, dapat kita temui banyak anak yang lupa dengan pengucapan terima kasih, permisi, dan maaf saat berinteraksi dengan orang lain. Bahkan kata-kata tersebut jarang terdengar ketika seseorang sedang melakukan interaksi dengan orang lain. Kebanyakan anak sekarang ini suka menerima pemberian orang lain tapi lupa cara berterima kasih. Selain itu sering kita jumpai siswa melakukan kebohongan terhadap prilaku yang telah dilakukan, kurang pekanya rasa menghormati guru dan orang tua, dan munculnya lontaran bahasa-bahasa kasar ketika berkomunikasi dengan orang tua atau guru (Metro, 2. Pernyataan diatas merupakan salah satu contoh bahwa nilai-nilai karakter. Indonesia mengalami kemunduran. Menurut Furqon, faktor yang menyebabkan adanya kemunduran nilai-nilai karakter ada dua. Pertama, sistem pendidikannya kurang fokus dalam membentuk nilai karakter. Akan tetapi, sistem pendidikan ini lebih fokus kepada ranah kognitifnya saja. Kedua, kondisi lingkungannya juga kurang mendukung dalam membangun karakter tersebut. Begitu juga, dengan faktor yang pertama dan kedua. Yang mana, dalam pendidikan bahasa sering kita lihat banyak sekolah yang masih fokus pada teori bahasa saja daripada menuntut peserta didik agar terampil dalam berbahasa. Selain itu, keadaan yang tidak mendukung serta adanya problematika pendidikan bahasa yang sangat rumit (Astuti, 2. Berdasarkan beberapa kajian pustaka diatas, penulis berusaha mengambil topik penelitian dengan judul AuKedudukan Pembelajaran Bahasa Dalam Pembentukan Karakter SiswaAy. Alasan penulis mengangkat judul penelitian ini dikarenakan pembelajaran bahasa sangat penting dan wajib untuk dipelajari setiap orang. Dengan Hal. Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wiwin Nur Istiqomah bahasalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa menjadi lebih baik. Selain itu, bahasa juga merupakan identitas diri seseorang. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskripstif dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. Yaitu dengan cara mencari, mengumpulkan dan menganalisis sumber data dalam buku, artikel ilmiah dan sumber-sumber ilmiah. Peneliti mengambil langsung dari beberapa teks dan bukan dengan pengetahuan langsung dari lapangan atau saksi mata yang berupa kejadian, orang atau benda-benda lainnya. Penelitian kepustakaan juga mempunyai arti penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur atau kepustakaan baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian terdahulu (Wardani, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kedudukan Bahasa dan Pendidikan Karakter Kedudukan bahasa Indonesia memiliki dua hal yang penting, yang pertama sebagai bahasa Nasional, dalam hal ini bahasa Indonesia memiliki fungsi guna mempererat hubungan antar suku di Indonesia (Kosasih, 2. Fungsi ini sudah diutarakan dalam butir ketiga Ikrar Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi Aukami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa IndonesiaAy. Kata menjunjung didalam KBBI antara lain AmemuliakanA. AmenghargaiA, dan AmenaatiA . asihat, perintah, dan sebagainy. Ikrar ketiga dalam Sumpah Pemuda ini menegaskan bahwa para pemuda bertekad untuk memuliakan bahasa Persatuan, yaitu Bahasa Indonesia. Pernyataan itu tidak hanya merupakan pengakuan Auberbahasa satuAy, tetapi merupakan pernyataan tekad kebahasaan yang menyatakan bahwa kita bangsa Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia (Roisah, 2. Hal ini berarti bahwa Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Nasioanl yang kedudukannya berada diatas bahasa-bahasa daerah. Bahasa indonesia begitu fital dalam NKRI. Bahasa Indonesia merupakan jantung diri bangsa Indonesia yang seharusnya dijaga oleh para generai selanjutnya. Dalam kedudukannya. Bahasa Indonesia harus benar-benar dipahami oleh semua kalangan terutama para pelajar, agar jiwa mereka patriotisme dan Nasionalisme Hal. Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wiwin Nur Istiqomah akan tetap terjaga. Kenyataannya, banyak orang yang bangga terhadap bahasa asing dan menyampingkan bahasa Indonesia. Kedudukan bahasa Indonesia yang kedua yaitu Sebagai bahasa Negara. Peran bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara yang diputuskan sehari setelah kemerdekaan RI didengarkan dan berlakunya UUD 1945. Bab XV pasal 36 dalam UUD 1945 mempertegas bahwa bahasa kita adalah Bahasa Indonesia. Sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa yang menyelenggaraan administrasi negara seperti, bahasa dalam penyelenggaraan pendidikan dan Menurut UUD RI No. 24 Tahun 2009, pasal 1 ayat 2 kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Negara Indonesia dijelaskan lebih lanjut memiliki beberapa fungsi. Fungsi dari bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara adalah bidang ilmu pengetahuan (Antari, 2. Fungsi dari segi bidang ilmu pengetahuan dalam pasal 25 ayat 3 mengenai bahasa Negara yakni sebagai bahasa pengantar pendidikan dan bahasa fasilitas pengembangan dan pemanfaatan IPTEK, dan seni. Sebagai bahasa pengantar pendidikan dapat diawali dengan pendidikan Pendidikan karakter merupakan proses pembelajaran yang dilakukan agar mendapatkan arahan, bimbingan, serta mampu memperbaiki dan mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Sedangkan, menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah tuntutan yang harus dilaksanakan siswa, guna mencapai kebahagiaan dan keselamatan. Pendidikan karakter terdiri dari dua kata yaitu pendidikan dan karakter. Rimba menyatakan pendidikan adalah suatu bimbingan yang sadar dari pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani siswa menuju pembentukan karakter yang utuh. Sedangkan. Sudiman juga berkata Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh seseorang untuk mempengaruhi seseorang agar dapat mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi atau mantap (Sudirman, 1. Istilah karakter secara harfiah diadopsi dari bahasa Latin AuCharakterAy yang berarti, kepribadian. Secara istilah karakter dimaknai sebagai sifat yang ada pada diri manusia yang umumnya, dimana seseorang memiliki berbagai sifat yang bergantung dari faktor kehidupan sendiri. Ki Hajar Dewantara melihat karakter sebagai akhlak. Menurut beliau akhlak merupakan antara pikiran, perasaan, dan Hal. Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wiwin Nur Istiqomah keinginan yang dapat menghasilkan tenaga (Tarigan et al. , 2. Mengacu dari berbagai definisi diatas bisa diartikan bahwa pendidikan karakter merupakan cara yang dilaksanakan setiap orang guna menjadi tolak ukur kepribadian sehingga menjadi pencerahan agar siswa bisa mengetahui, berpikir, dan bertindak sesuai moral saat menghadapi setiap keadaan. Thomas Lickona juga mengartikan orang yang memiliki karakter sebagai sifat orang dalam menanggapi keadaan secara bermoral yang diwujudkan dalam bertindak dengan nyata berdasarkan akhlak yang baik, jujur, tanggung jawab, menghormati orang lain, dan lain sebagainya (Karakter et al. , 2. Pengertian ini mirip dengan Aristoteles, bahwa karakter itu erat kaitannya dengan suatu kebiasaan yang dilakukan terus Terkait dengan karakter ada 18 karakter bangsa yang dijadikan indikator dari keberhasilan pendidikan karakter bangsa, yakni: agamis, semangat kebangsaan, toleransi, kedisiplinan, bekerja keras, kreatif, kemandirian, demokratif, rasa ingin tahu, kejujuran, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, suka membaca, peduli dengan lingkungan, peduli dengan sosial dan bertanggung jawab (Asdiqoh & Zaman, 2. Guru mempunyai arti digugu atau ditiru . ipercaya dan Hal ini memberikan pendidikan karakter secara tidak langsung kepada peserta didiknya. Karna berperan sebagai contoh untuk siswa. Sehingga, diperlukan langkah-langkah pendidikan karakter disekolah dengan memperhatikan dasardasar penerapan pendidikan karakter. Sepuluh dasar dari pendidikan karakter telah direkomendasikan oleh Character Education Quality Standards, yaitu: . Memperkenalkan berbagai nilai dasar etika berbasis karakter, . Menandai nilainilai karakter dengan cara menyeluruh yang terdiri dari gagasan, perasaan dan sikap, . Memakai strategi yang lebih aktif dan efektif yang dapat menumbuhkan karakter, . Menghasilkan sikap kepedulian, . Memberikan kesempatan siswa guna memperlihatkan sikap yang baik, . Kurikulum yang digunakan bermakna dan menantang yang menghargai siswa, menciptakan karakter mereka dan menumbuhkan motivasi pada diri siswa, . Memanfaatkan semua pegawai sekolah sebagai kelompok moral yang memberikan tangung jawab terhadap pendidikan karakter yang setia kepada nilai dasar yang sama, . Membagi kepimpinan moral serta menciptakan prakarsa pendidikan karakter, . Membentuk keluarga serta Hal. Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wiwin Nur Istiqomah anggota masyarakat sebagai rekan dalam membentuk karakter, . Mengadakan evaluasi karakter di sekolah. Dengan demikian pembentukan dapat berlangsung pada kehidupan seharihari bisa dengan cara mengurus lingkungan, menjaga kebersihan, bersikap toleransi terhadap sesama serta bersikap dengan menggunakan Bahasa yang baik. Karakter siswa yang baik maupun buruk ini terjadi dapat melalui kebiasaan, latihan, dan usaha yang dilakukan secara terus menerus. Pendidik yang punya sikap professional dapat membentuk karakter anak dari segi positif dengan mudah. Guru juga dapat melakukan kapan saja dan dimana saja sehingga anak dapat berkembang sebagai anakanak yang berakhlakul karimah. Pengertian-pengertian di atas selaras dengan yang dinyatakan oleh beberapa ahli serta UUD dan UU Nomor 20 Tahun 2003 yang berkaitan dengan sistem Pendidikan nasional (Setiawati, 2. Pembelajaran Bahasa Dalam Pendidikan Karakter Pembelajaran bahasa Indonesia mempunyai 3 pendekatan, diantaranya whole language, keterampilan proses dan komunikatif. Whole language adalah salah satu pendekatan pada pembelajaran bahasa yang di dalamnya juga menyediakan pengajaran bahasa dengan cara menyeluruh, sehingga diantara satu aspek bahasa dengan aspek bahasa lainnya tidak terpisah-pisah. Selaras dengan pernyataan brown . , bahwasanya whole language merupakan suatu teori pembelajaran bahasa yang disajikan secara utuh. Hal ini dapat diartikan bahwa dalam proses pengajaran bahasa, seorang guru harus secara logis, komunikatif, kontekstual dan kronologis serta memberikan kondisi pembelajaran yang nyata dan bermakna (Poerwanti. Endang, 2. Pembelajaran whole language biasa dimulai dari sesuatu yang sifatnya konkret menuju ke abstrak, sehinga siswa dapat termotivasi saat belajar. Oleh karena itulah dalam pembelajaran whole language guru berfugsi menjadi fasilitaor, bukan lagi sebagai desiminator. Pendekatan yang kedua yaitu Keterampilan Proses. Menurut Semiawan pendekatan keterampilan proses yaitu suatu pengendalian kegiatan belajar yang didalamnya seorang guru fokus untuk melibatkan siswa agar aktif serta kreatif saat proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, pendekatan keterampilan proses juga sering dilihat para pakar sebagai suatu pendekatan yang cocok jika di laksanakan dalam pembelajaran di sekolah, guna menghadapi adanya pertumbuhan serta Hal. Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wiwin Nur Istiqomah perkembangan dari IPTEK yang semakin lama semakin berkembang. Begitu juga dengan adanya kesiapan intelektual dari diri siswa dan guru, maka pendekatan keterampilan proses ini bisa terlaksana secara efektif. Dengan demikian, pendekatan keterampilan proses ini wajib disusun sesuai dengan urutan yang logis berdasarkan tingkat pengalaman dan kemampuan yang dimiliki siswa (Thalib. Pendekatan yang ketiga yaitu pendekatan komunikatif. Menurut Rahardjo, pendekatan komunikatif tersebut tidak bisa dikatakan suatu pendekatan yang sempurna, yang mana, mempunyai karakteristik sendiri serta pembelajaran yang Akan tetapi, pendekatan komunikatif adalah pencampuran beberapa strategi pembelajaran yang mempunyai tujuan dalam memberikan pembelajaran kepada siswa dalam memakai bahasa dan menyusunnya sendiri, sehinga tidak hanya terpaku dengan adanya susunan tata bahasa yang ada. Selaras dengan pernyataan raharjo. Tolla juga mengemukakan bahwa Pendekatan komunikatif merupakan pendekatan pembelajaran dalam bahasa dengan menerapkan berbagai prinsip kompetensi komunikatif dan berpandangan pada tujuan dari belajar bahasa. Sehingga dapat meningkatkan sebuah pengetahuan serta keterampilan dalam berbahasa (Edi, 2. Dari ketiga pendekatan tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter dapat diterapkan melalui perangkat pembelajaran yang terdiri dari modul ajar, model pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Sedangakan nilai-nilai yang terkandung dalam pembelajaran bahasa yang dikembangkan terdiri dari. jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Kedudukan Bahasa Indonesia Dalam Pembentukan Karakter Siswa Indonesia adalah Negara hukum, walaupun pelaksanaanya tidak cukup kuat dan memprihatinkan. Begitupun dengan aturan terkait menggunakan bahasa nasional dan Negara yakni bahasa Indonesia. Bagi yang melanggar pemakaian terkait pemakaian bahasa tidak ada sanksi, sehingga semua orang bisa memakai bahasa semaunya, banyak orang berprinsip Auyang penting tahu maksudnyaAy. Sebagian orang ada yang berfikir bahwa belajar suatu bahasa secara natural itu Hal. Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wiwin Nur Istiqomah sudah cukup artinya yang mereka dapat belajar dari apa yang ia lihat tidak perlu berfikir apakah bahasa itu sudah benar menurut pedomannya. Sehingga penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari ia akan ditekankan kepada selera bahasa dibandingkan menalar bahasa (Astuti, 2. Dalam pendidikan terutama pengajar yang dapat mengambil perhatian para pelajar, harapannya bisa menjadi pemimpin terhadap suatu keberhasilan belajar bahasa yang saat ini sering diabaikan. Beberapa pengajar mengira bahwa pembelajaran bahasa Indonesia adalah tugas guru bahasa Indonesia. Selain guru bahasa Indonesia mereka tidak mempunyai tangung jawab terhadap pendidikan bahasa Indonesia. Begitu juga dengan sikap negatif siswa yang lebih menyukai bahasa asing daripada bahasa Indonesia sendiri dan ada juga yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang kurang modern. Diluar negeri seperti kota Inggris dan Amerika. Mereka terkenal Bahasa Inggrisnya mempunyai aturan, ejaan dan struktur bahasa yang diakui benarbenar baku bahasa keilmuannya. Hal ini berpengaruh pada moralitas sikap pemakai Dalam pemilihan teks Bahasa Indonesia harus sesuai dengan Dan itu bukan tugas mudah bagi seorang guru, disini guru dituntut untuk mempunyai perbendaharaan yang bagus sampai proses penilaian yang bagus Jadi Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai Bahasa nasional dan Bahasa yang benar-benar resmi diakui oleh Negara Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai Bahasa nasional. Bahasa Indonesia juga berfungsi sebagai salah satu sarana pemersatu dari banyaknya suku bangsa serta alat komunikasi antar daerah dan antar budaya daerah. Selain itu Bahasa Indonesia memiliki peran yang penting dan strategis dalam memfasilitasi proses kemajuan peserta didik. Menurut UUD 1945 bahasa Indonesia merupakan Bahasa negara yang perlu Hal ini sesuai dengan hasil perumusan seminar politik Bahasa nasional yang dilaksanakan di Jakarta di jelaskan bahwa kedudukan Bahasa Indonesia dalam pembentukan karakter siswa diantaranya yaitu (Azzahra, 2. Bahasa resmi kenegaraan Ini dibuktikan dengan digunakannya Bahasa indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Pada saat inilah Bahasa Indonesia dapat di pakai dalam upacara, peristiwa, dan kegiatan-kegiatan lain baik lisan ataupun tertulis, . Bahasa pengantar resmi di dunia Pendidikan Maksudnya Hal. Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wiwin Nur Istiqomah Bahasa Indonesia dipakai dalam penyampaian Pendidikan dimulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Sehingga pemerintah mempunyai andil terhadap buku-buku yang digunakan agar dapat membantu peserta didik dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia, . Bahasa formal yang digunakan dalam hubungan dikancah nasional guna keperluan perencanaan dan pelaksanaan suatu Artinya Bahasa Indonesia digunakan antar relasi pemerintah dan menyebarluaskan berbagai informasi di kalangan masyarakat. Untuk itu, perlu adanya proses menyeragamkan cara adminitrasi serta kualitas media dalam Hal ini bertujuan bahwa isi pesan dapat disampaikan dengan cepat dan diterima dengan tepat oleh peserta didik, . Bahasa yang dinyatakan sah didalam mengembangkan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi Artinya Bahasa Indonesia digunakan untuk mengembangkan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh ada pengajar dari Bali, tentu tidak mungkin ia menggunakan bahasa bali saat mengajar, maka dari itu Bahasa Indonesialah yang digunakan untuk menjembatani Bahasa tersebut. sehingga materi yang akan disampaikan bisa dimengerti. PENUTUP Simpulan Berdasarkan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional, ia memiliki fungsi sebagai alat yang bisa dipergunakan untuk mempersatukan bermacam-macam suku bangsa serta sebagai fasilitas komunikasi antar daerah dan antar budaya. Selain itu. Bahasa Indonesia juga sangat berperan dan strategis guna memberikan fasilitas demi kemajuan peserta didik. Hal ini dikarenakan bahasa memiliki pengaruh pada moralitas sikap bagi pemakai bahasa tersebut. Oleh karena itu, adanya pembelajaran bahasa sangatlah penting dalam pembentukan karakter. Sehingga, dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah, seorang guru harus melakukan pembentukan karakter melalui pembelajaran bahasa. Hal. Jurnal Studi. Sosial dan Ekonomi Vol 5 No 2 Juni 2024 Wiwin Nur Istiqomah DAFTAR PUSTAKA