Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 617- 623 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Pengaruh Model Koopertatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Sekolah Dasar Eliza Nola Dwi Putri1. Taufina2 Universitas Negeri Padang. Sumatera Barat. Indonesia1 E-mail : 95elizanoladwiputri@gmail. com1 , taufina@fip. Abstrak Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahuipberpengaruh atau tidak model kooperatif tipe Make A Match terhadap hasillbelajar siswa kelas V pada pembelajaran IPS. Jenis penelitian yang diterapkan yaitu eksperimengberdesain true experiment, berbentuklpretes-posttes control group. Dengan sampel kelas V SDN 05 Kecamatan V Koto Kampung Dalam dan kelas V SDN 25 KecamatannV Koto KampunglDalam Padang Pariaman yang dipilih dengan teknik claster random. Hasil penelitian menujukkan bahwa model kooperatif tipe Make A Match berpengaruh terhadap hasil. belajar IPS siswa kelas V dengan skor t-hitung . ,9. > t-tabel . Kata kunci: model kooperatif tipe Make A Match. IPS, hasil belajar Abstract The research aims at knowing the effectiveness of Make A Match model on fifth grade studentsAo learning outcome in social science learning. This is a true experiment research with Pre-test-Posttest design. The fifth grade students of SDN 25 KecamatannV Koto KampunglDalam Padang Pariaman was sample of the research were chosen randomly by using cluster random sampling The result of the analysis showed that Make A Match model as cooperative learning strategy affects the fifth grade studentsAo learning outcome in social science learning with t-count . ,9. > t table . Keywords: Cooperative Model Type Make A Match. Social Studies. Learning Outcomes Copyright . 2020 Eliza Nola Dwi Putri. Taufina A Corresponding author : Address : Toboh. Campago Selatan. Kec. V Koto Kampung Dalam Kab. Padang Pariaman. Sumatera Barat Email : 95elizanoladwiputri@gmail. Phone : 082385989553 DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Koopertatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar Ae Eliza Nola Dwi Putri. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Dalam, yang kesimpulannya yaitu metode yang PENDAHULUAN Pembelajaran kooperatif ialah pembelajaran sering digunakan oleh guru yaitu konvensional. yang berfokus pada siswa. Rahmawati, dkk . Ada juga guru yang sudah menerapakan model mengemukakan Aupembelajaran kooperatif dikenal kooperatif namun belum sesuai dengan langkah- dengan pembelajaran berkelompokAy. langkah model kooperatif, sehingga menyebabkan Model kooperatif membuat siswa untuk pada hasil belajar siswa rendah. memahami pembelajaran secara individu maupun Astika . pemilihan model pembelaran Kartina . berpendapat bahwa yang salah dapat menurun hasil belajar siswa, hal tujuan model kooperatif melatih komunikasi siswa ini disebabkan motivasi belajar siswa menurun. serta meningkatkan hasil belajar. Slavin dalam Make a match merupakan salah satu diantara tipe- buku Trianto . mengemukakan model kooperatif mengutamakan kesuksesan kelompok mengemukakan. Make A Match merupakan salah dengan anggota kelompok yang memahami materi satu model pembelajaran yang dapat digunakan pada semua mata pelajaran. Widodo . alam mengemukakan model ini dapat digunakan pada Febriana, 2. berpendapat kooperatif tipe Make mata pelajaran IPS, yang mana mempelajari ilmu A Match ialah model yang bentuk mencari geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi. Afandi Slavin mengatakan pembelajaran IPS membantu Kooperatif Pradana Make . Match siswa menjadi warga yang bertanggung jawab. dikembangkan pada pembelajaran yang bernuasa Selain itu Aggrawita . juga mengatakan pembelajaran IPS mengenai hal-hal yang terjadi menggunakan model ini untuk pembelajaran, pada masyarakat seperti ilmu bumi, ekonomi, sebab sesuai dengan karakter peserta didik sekolah sejarah, antropologi, dan tata negara. Guru Peneliti melakukan observasi di kelas V Tipe Make A Match dikembangkan pada SDN gugus 1 Kecamatan V Koto Kampung Dalam tahun 1994 oleh ahli Lorna Curran Rusman pada tanggal 5,8,13 Februari 2018 ditemukannya . mengatakan, tipe ini meminta siswa kesalahan dalam penerapan pembelajaran ips. bergerak untuk mencari pasangan kartu soal Model yang digunakan oleh guru kurang cocok pada materi yang diajarkan. Pada saat guru dengan kartu kunci jawaban dengan waktu yang telah disepakati. menerapkam model kooperatif, langkah-langkah Adapun keunggulan model kooperatif tipe yang digunakan guru belum sesuai dengan Make A Match, . peserta didik dapat menjawab secara lansung soal yang tertera pada kartu, . mengelompokkan, guru membaginya berdasarkan membuat siswa kreatif . dapat menghindari suasana jenuh dalam belajar . pembelajaran akan Nampak kemampuan, latar belakang, dan jenis kelamin Masalah ini nampak pada saat mengajarkan IPS terasa menyenangkan (Istarani, 2012:. Sedangkan Huda . berpendapat keunggulan dari model kooperatif tipe Make A Match yaitu . mengembangkan kognitif siswa Peneliti juga melakukan wawancara pada . membuat siswa akan lebih guru SDN Gugus 1 Kecamatan V Koto Kampung paham terhadap pembelajaran . melatih siswa Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Koopertatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar Ae Eliza Nola Dwi Putri. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. untuk berani tampil . melatih kedisiplinan waktu sosial yang dirancang untuk program pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Huda . 4:251-. mengatakan, hal yang Munir . alam Susanto, 2013:. harus dipersiapkan oleh guru untuk menggunakan mengemukakan, pembelajaran IPS bertujuan untuk . membekali peserta didik tentang ilmu sosial yang berguna bagi kehidupan baik yang sekarang berkaitan dengan materi yang dipelajari . mapun pada masa yang akan datang . anak akan terbekali dengan kemampuan mengidentifikasi, aturan-aturan menganalisis dan menyusun solusi pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sosial . anak akan terlatih untuk berinteraksi . peserta ditentukan, serta menentukan sanksi bagi kelmpok didik akan mampu mengembangkan ilmu yang yang terlambat dalam mencocokan kartu soal dan berkaitan dengan sosial. Make . Match kartu jawaban . guru menyediakan lampiran Dari permasalahan di atas, peneliti tertarik untuk mencatat pasangan yang dapat mencocok melakukan penelitian yang berjudul AyPengaruh jawaban sesuai dengan waktu yang ditentukan. Model Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap serta lampiran untuk pasangan yang terlambat Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Ips Kelas mencocokkan kartu soal dan karu jawaban. VAy. Hasilbbelajar berguna untuk melihat dan menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai METODE PENELITIAN tujuan pembelajaran. Pada dasarnya bagian ini menjelaskan Sudjana . mengatakan hasilabelajar bagaimana penelitian itu dilakukan. Materi pokok merupakannbentuk kemampuan yang ada pada diri bagianbinibadalah: . rancanganypenelitian, . , . Bloomnmengatakan,dhasil belajar teknik pengumpulan data dan pengembangan instrumen, . dan teknik analisis data. bUntuk . kkognitif, penelitian yang menggunakancalat dancbahan, kemampuann intelektual peserta didik, . afektif, perlu dituliskan spesifikasi alat dan bahannya. merupakan ranah yang berkaitan dengan sikap Spesifikasi alat menggambarkanvkecanggihan alat merupakan hasilbbelajaryyang berkaitan dengan kemampuan keterampilan peserta didik. menggambarkanemacam bahan yangsdigunakan. Untukspenelitian kualitatifsseperti penelitian Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan tindakan kelas, etnografi,sfenomenologi, studi Sosial (IPS) peserta didik akan belajar tentang kasus, dan lain-lain, perlu ditambahkan kehadiran peneliti, subyekapenelitian,dinforman yangdikut . osiologi,gsejarah, ekonomi, politik, hokum dan membantu beserta cara-cara menggaliddata-data buday. (Trianto, 2011:. penelitian, lokasi dan lama penelitiannserta uraian Wahidmurni . mengemukakan IPS mengenaidpengecekan keabsahanehasil penelitian. adalah pembelajaran yang perpaduan konsep ilmu Sebaiknya dihindari pengorganisasian penulisan ke dalam Auanak sub-judulAy pada bagian ini. Namun. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Koopertatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar Ae Eliza Nola Dwi Putri. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. jikartidak bisa dihindari, cara penulisannya dapat Tabel 1. Hasil pretest dilihat padadbagian AuHasil dan PembahasanAy. Pretest Data statistik HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2018 sampai 28 Agustus 2018. Uji normalitas dan homogenitas telah dilakukan terhadap populasi dengan memakai nilai pretest yang diperoleh data bahwa semua sekolah dalam satu gugus memiliki data yang berdistribusi normal dan homogen. Sampel yang terpilih adalah kelas V SDN 05 Kecamatan V Koto Kampung Nilai terendah Nilai tertinggi Rata-rata Median Modus Varian Standar deviasi Kelompok 257,067 16,120 Kelompok 191,733 13,5055 Dari table 1, pada kelas eksperimen di kelas V SDN 05 Kecamatan V Koto Kampung Dalam didapatkan skor tertinggi 80, skor terendah 36, rata-rata 59. Median 55,5, modus 75, varian Dalam dengan siswa berjumlah 16 siswa sebagai 275,67 dan SD 16,12. Sedangkan pada pretest kelas eksperimen, dan kelas V SDN 25 Kecamatan kelas kontrol di kelas V SDN 25 V Koto Kampung V Koto Kampong Dalam dengan jumlah 16 siswa Dalam, didapatkan skor tertinggi 84, terendah 40, sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan acak berklaster. Sebelum 191,73 dan SD 13,55. sudah pmempersiapkan soal pretest, posttest dan RPP. Instrument rata-rat 63,5, median 54,5, modus 32,5, varian Setelah dilakukan pretest pada kedua kelas, peneliti lanjut memberikan perlakukan terhadap kelas yeksperimen dengan menerapkan model pilihan gandapsebanyak 025 soal. Sebelumnya koopertif tipe Makepaomatch , dan kelas kontrol soal tersebut dilakukan uji coba, dan dianalisis menerapkan pembelajaranl konvensional. Setelah yang meliputiluji validitas,uuji ureabilitas, analisis diberikan perlakuan peneliti melakukan posttest tingkathkesukaran soal, dan daya beda butir soal. Soal yang sudah diuji coba dan dianalisi sudah disiap untuk dijadikan soal pretest dan posttest terhadap kedua kelompok. Setelah pengetahuan siswa telah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen. Berikut hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. kelompok, lalu peneliti lanjut menganalisis hasil Table 2. Hasil postest pretes kedua kelompok, adapun analisis yang dilakukanv pada data pretest pada kedua kelas yaitu uji=normalitasndan ujilhomogenitas, guna untuk mengetahuil apa data tersebut berdistribusi normal dan homogen. Berikut data statistik pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pretest Data statistik Nilai terendah Nilai tertinggi Rata-rata Median Modus Varian Standar deviasi Kelompok 78,167 180,2667 16,120 Kelompok 367,75 78,3571 167,4667 13,5055 Setalah dilakukannya penerapan kooperatiif tipe Make A Match terhadap kelas eksperimen didapatkan skor posttest dengan skor Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Koopertatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar Ae Eliza Nola Dwi Putri. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. tertingi 96 dan terendah 48, rata-rata 77, median 77,5, varian 257,67 dan SD 16,120. Sedangkan kesimpulan pretest dan postes kelas eksperimen dikelas control di dapatkan skor tertinggi 92 dan dan control homogen. terendah 48, rata-rata 71, media 67,75, varian 191,73 dan SD 13,55. 1,3407 1,48407 2,40 Dilakukannya uji homogenitas bertujuan untuk melihat apak data pretest dan postet pada Setelah dilakukannya uji pretest dan postest kelas eksperimen dan kelas control homogeny, peneliti melakukan uji normalitas pada hasil agar dapat di lakukan uji hipotesis ke dua data pretest dan postest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Setelah di lakukan uji normalitas dan uji hmogenitas pada hasil pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas control, peneliti lanjut Table 3. Hasil Uji Normalitas Pretest Posttest melakukan uji hipotesis yang di lakukan pada hasil Data Kontrol Lhitung Ttabel 0,0248 0,213 0,0829 0,213 -0,051 0,213 0,069 0,213 berdistribusi normal dan homogeny. Table 6. uji hipotesis pada hasil pretest Saat dilakukan uji normalitas prestes di kelas eksperiemen dan control didapatkan lhitung kecil dari Ltabel dengan skor 0,0248 dan 0,. < 0,213. Disimpulkan data sampel eksperimen dan control normal, dan pada posttest didapatkan Data statistic Rata-rata Thitung Ttabel Kesimpulan Pretest Control -3,3071 1,69726 Tidak terdapat perbedaan lhitung lebih kecil dari ltabel dengan skor -0,051 dan 0,0069 < 0,213, posttest ekperimen dan Setelah dilakukannya uji hipotesis pada prestest menggunakan uji t, taraf signitikan 5% di control berdistiribusi normal. Setelah dilakukan uji normalitas terhadap kedua kelas, peniliti melakukan uji homogenitas dapatkan thitung< ttabel yaitu -3,3071 < 1,69726 dengan kesimpulan h1 diterima dan ho ditolak. tehadap hasil pretest dan postest kedua kelas. Berikut hasil uji homogenitas terhadap 2 kelas. Data statistik Tabel 4. Hasil uji homogentias Data Varian Varian Pretest Table 7. Uji Hipotesis Pada Hasil Postes Posttest Eksperimen Eksperimen Kontrol 257,067 191,73 248,533 167,466 Rata-rata Thitung Ttabel Kesimpulan Posttest 4,9045 1,697 terdapat perbedaan 257,067 248,533 Sedangkan posttest t-hitung > t-tabel dengan 191,73 167,467 skor 4,9045m > 1,697 dengan kesimpulan ho di Fhitung 1,3407 1,48407 Dan h1 di tolak. Ftabel 2,40 2,40 Berdasarkan Hasil uji homogetis dengan uji harley di dapatkan fhitung lebih kecil dari ftabel dengan keterlaksanaan model kooperatifhtipe MakelA Match, menunjukkan bahwamterdapatbpengaruh yang signifikan antara hasil belajar IPS peserta Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Koopertatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar Ae Eliza Nola Dwi Putri. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. didikAyang Make . Kedua, guru membagi siswa menjadi 2 Match kelompok yaitu, kelompok 1 memegang kartu soal dan kelompok 2 memegang kartu jawaban. Kemudian guru membagikan kartuAekartu tersebut hasilMbelajar SebagaimanaMditunjukkan nilai rata-rataHposttest kelasWeksperimen lebih besar dibanding nilai rata-rata posttest kelas siswaBmendapatkan satu kartu. PSetelah siswa WSehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing masing-masingPsiswa Makewa memikirkan soal atau jawaban yang cocok dengan MatchRberpengaruhYsecara signifikan terhadap kartu yang merekaPdapatkan. Siswa di berikan hasil belajar IPS3pesertaBdidik. waktu 1 menit untuk memikirkan soal atau Pada pembelajaran kelas eksperimen peserta jawaban yang cocok dengan kartu yang dia didik memahami materi pembelajaran dengan . Ketiga, siswa mencari pasangan mencocokkan kartu soal dengan kartu jawaban kartu soal atau jawaban yang cocok dengan kartu sehingga dapat membantu mempermudah peserta soal atau jawaban yang dipegangnya. Siswa didik untuk memahai suatu materi pembelajaran diberikan waktu 3 menitPuntuk menemukan dengan suasana yang menyenangkan. kartuMyang P. Keempat, siswaN\yang Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model kooperatif tipe Make A Match memberikan kartunya sebelumMbatas waktu yang telah di dampak positif terhadap hasil belajar peserta didik. tentukan di beri poin. Kelima, setelahDsemua Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta didik siswa sudah dapat menemukan pasangan kartu Serta yang dipegangnya. Kartu dikocok lagi agar tiapAe tiap siswa mendapatkanPkartu yang berbeda dari Make A Match peserta didik bisa menjadi lebih, kartu sebelumnya yang mereka pegang, hal ini di aktif dalam proses pembelajaran, danPmening- lakukanPsampai katkan keterampilan bertanya dan menjawab siswaLkembali ketempat duduk masingAemasing, kemudian siswa bersama guru menyimpulkan KKM. denganWmenggunakan model kooperatif Dalam penelitian ini diterapkan dua model PerbedaanLkedua . Keenam, materi pembelajaran. yaitu modelLkooperatif tipe Make A Match danLmodel Berdasarkan. data dan uraianPtersebut, maka dapat dinyatakan bahwa pembelajaran dengan model kooperatifPtipe Make A Match merupakan NAdapun penerapan langkahAe langkah model kooperatif tipe Make A Match kanPpembelajaran yang dapat menjadikan hasil sesuai dengan pendapat Rusman . dalam belajar yang optimal. Pertama, guruMmenyiapkanBkartu soal dan kartu jawaban yangLbentuknya SIMPULAN Dari data-data berbentukLbuah mangga dan kartu jawaban berupa kesimpulan penelitian ini yaitu kooperatif tipe bentuk buah apel. Hal ini untuk memudahkan Make A Match mempengaruhi hasil belajar siswa siswaBuntuk membedakan kartu soalMdengan kelas V dalam pembelajaran IPS. Dibuktikan kartu jawaban yang pegangan oleh masing-masing dengan hasil postest pada kelas eksperimen dan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Model Koopertatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar Ae Eliza Nola Dwi Putri. Taufina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. control dengan taraf signitikan 0,05 dengan skor thitung > ttabel yitu 4,9045 > 1,697. Artikel. Unnes Physic Education Journal 3 . Rusman. Model Ae Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta:Rajawali Press. DAFTAR PUSTAKA