Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Jejak Sejarah Kebudayaan Islam: Eksplorasi Peran dan Warisan Intelektual Sunan Kalijaga dalam Pengembangan Kebudayaan Islam Munawir. Maulidy Putri Khusnul Khotimah. Dewi Nazilatul Maghfirah munawirpgmi@gmail. com, maulidyputri@gmail. com, dwifira315@gmail. (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabay. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk memperluas pemahaman jejak sejarah kebudayaan Islam tentang peran dan warisan intelektual Sunan Kalijaga dalam pengembangan kebudayaan Islam di Pulau Jawa. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kajian kepustakaan untuk mengumpulkan data dari berbagai literatur seperti buku, jurnal, dan artikel. Data dianalisis melalui pembacaan, telaah, dan analisis dari berbagai sumber literatur yang relevan. Artikel ini membahas tentang peran Sunan Kalijaga dalam penyebaran dan pengembangan agama Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Sunan Kalijaga adalah salah satu tokoh Wali Songo yang berpengaruh, dan terkenal dengan metode dakwahnya yang unik. Artikel ini membahas tentang wilayah serta strategi dakwah Sunan Kalijaga yang berbeda dari para pendakwah yang lainnya. Warisan intelektual Sunan Kalijaga juga disorot sebagai bukti pengaruhnya pengembangan kebudayaan Islam di Indonesia. Dengan demikian, pemahaman terhadap peran dan warisan Sunan Kalijaga akan memberikan wawasan yang berharga tentang identitas keagamaan dan budaya di Indonesia. Kata Kunci: Sejarah Islam. Peran. Warisan. Sunan Kalijaga Pendahuluan Secara terminologi, sejarah memiliki arti sebagai peristiwa yang telah terjadi dikalangan masyarakat lampau atau di masa sekarang. Pengertian sejarah secara berkelanjutan adalah catatan yang berhubungan dengan kejadian masa lampau, kemudian diabadikan ke dalam tulisan atau laporan-laporan tertulis dengan ruang lingkup yang luas. Sejarah sebagai cabang dari ilmu pengetahuan, mengungkapkan peristiwa-peristiwa masa lampau, baik peristiwa sosial, politik, ekonomi, maupun agama dan budaya dari suatu bangsa, negara, bahkan dunia. 1 Secara ringkas dapat dikatakan bahwa menurut Gottschalk, pengertian sejarah tidak lain hanyalah mencatat peristiwa-peristiwa masa lalu manusia dalam segala aspeknya. Sementara itu. Ibnu Khaldun berpendapat bahwa sejarah yang dipahami tidak hanya sebagai catatan peristiwa masa lalu saja, akan tetapi juga sebagai pembahasan kritis untuk mengetahui kebenaran suatu peristiwa dari masa lalu, sehingga unsur penting dalam sejarah adalah adanya peristiwa, adanya batasan waktu, yaitu masa lalu, adanya pelaku, yaitu manusia dan daya kritis sejarawan. Dari beberapa pengutipan pengertian sejarah di atas, terdapat sebuah kebahasaan dan istilah yang dapat disimpulkan, yakni sejarah merupakan menceritakan kembali atau 1 Ramayulis. Sejarah Pendidikan Islam, 5th ed. (Jakarta: Kalam Mulia, 2. 2 Dedi Supriyadi. Sejarah Peradaban Islam, ed. Maman Abd. Djaliel, 10th ed. (Bandung: Pustaka Setia, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin merekonstruksi sebuah kejadian di masa lalu, baik dari aspek perilaku, tempat, waktu, latar belakang, keadaan serta kejadian atau sebuah peristiwa itu sendiri. Upaya rekonstruksi ini didukung oleh data-data dan fakta yang dapat dipercaya keberadaan serta keasliannya, dan disusun secara sistematis . , komprehensif dan sempurna yang menunjukkan hubungan timbal baliknya. 3 Dengan demikian, sejarah berbeda dengan dongeng, cerita fiksi, novel, cerita khayalan, dan lain sebagainya. Sejarah adalah suatu peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi di masa lalu dan dapat dibuktikan keberadaanya melalui tulisan-tulisan, artefak, kuburan, plakat, benda-benda kuno, alat-alat persenjataan, dan lain sebagainya. Sedangkan kebudayaan dalam bahasa Arab adalah Ats-tsaqafah. Masih banyak orang yang menyamakan kata kebudayaan dengan peradaban. Kebudayaan adalah sebuah ungkapan tentang semangat masyarakat yang sangat mendalam, sedangkan peradaban merupakan manifestasi kemajuan mekanis dan teknologi. Kebudayaan lebih banyak menggambarkan seni, sastra, religi . dan moral, sedangkan peradaban menggambarkan dalam politik, ekonomi, dan Kebudayaan dinilai sebagai bentuk respon masyarakat yang terus berkelanjutan dan bersifat konseptual terhadap persoalan di sekelilingnya (KA. I 2. Dan Islam adalah agama yang diwahyukan oleh Allah SWT. yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW. seluruh umat manusia di bumi ini. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Sejarah Kebudayaan Islam merupakan sebuah peristiwa dan kejadian yang benar adanya di masa lampau, serta catatan peristiwa yang telah terjadi dan dialami oleh umat Islam di masa lampau baik dari perkembangan, kemajuan, dan kegagalannya. Sejarah dalam pegembangan kebudayaan Islam memiliki kuantitas para DaAoi yang dilengkapi oleh beberapa syarat atau faktor-faktor yang lainnya dalam berdakwah. Perjalanan dakwah Islam di bumi ini harus terus dikembangkan, karena merupakan tugas wajib bagi setiap muslim yang cinta akan agamanya. Demi keberhasilan suatu dakwah, maka diperlukan adanya sebuah metode dakwah yang sempurna, dan tentunya dapat menarik perhatian Seperti tentang sejarah sistem dakwah yang digunakan oleh Sunan Kalijaga yang telah berhasil dalam mengembangkan ajaran agama Islam, khususnya di pulau Jawa. Indonesia. Sunan Kalijaga menyimpan suatu misteri pada hari kelahirannya. Jika dihitung dari tahun pernikahan Sunan Kalijaga dengan putri Sunan Ampel yakni Siti Khafsah diperkirakan Sunan Kalijaga lahir pada tahun 1430-an, karena saat itu Sunan Kalijaga menikah di usia 20 Dan Sunan Ampel yang diketahui lahir pada tahun 1401 M, menikahkan putrinya tersebut dengan Sunan Kalijaga saat berusia 50-an tahun. Sunan Kalijaga diceritakan hidup dalam empat 3 Abuddin Nata. Sejarah Sosial Intelektual Islam Dan Institusi Pendidikannya, 1st ed. (Jakarta: Rajawali Pers, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin era pemerintahan, yakni masa Majapahit . ebelum 1478 M). Kesultanan Demak . 1 Ae 1546 M). Kesultanan Pajang . 6 Ae 1568 M), dan awal pemerintahan Mataram Islam di Yogyakarta . 0-an M). Tidak lama setelah itu. Sunan Kalijaga telah wafat. Jika cerita itu benar adanya, maka Sunan Kalijaga hidup selama 150-an tahun. 4 Kisah Sunan Kalijaga tidak pernah hilang, apalagi di kalangan masyarakat pesisir utara Jawa Tengah, hingga Cirebon. Yang dimana Sunan Kalijaga ini sangat terkenal dengan cara berdakwahnya yang dianggap berbeda dengan metode para wali Allah yang lainnya. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sangat unik dalam mengenalkan Islam, karena memiliki ciri khas tersendiri dalam mengenalkan Islam. Sunan Kalijaga menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, dan juga suara suluk sebagai sarana dakwahnya. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan di atas, maka dapat diambil sebuah tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkenalkan atau memperluas pemahaman jejak sejarah kebudayaan Islam, tentang peran dan warisan intelektual dari Sunan Kalijaga dalam mengembangkan kebudayaan Islam, khususnya di pulau Jawa. Agar jejak Sunan Kalijaga yang telah berhasil dalam mengembangkan ajaran Islam tidak akan pernah hilang. Metode Penelitian Penelitian berasal dari bahasa Inggris yakni AoresearchAo. AureAy yang artinya kembali, dan AusearchAy artinya mencari. Jadi, dapat disimpulkan bahwa research berarti mencari kembali. Penelitian adalah tindakan yang dilakukan secara terstruktur untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpulkan data dengan menerapkan metode atau teknik khusus, guna mencapai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi dalam penelitian kepustakaan. 5 Sedangkan kajian pustaka merupakan suatu keharusan dalam dunia akademik dengan maksud untuk memperluas pemahaman baik secara teoritis maupun praktis. Sesuai dari pemaparan pengertian di atas, metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kajian kepustakaan . ibrary researc. , yakni jenis penelitian yang digunakan dalam pengumpulan informasi dan data secara mendalam melalui berbagai literatur, misal buku, jurnal, catatan, majalah, dan lain sebagainya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan jawaban dan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Penulis mendapat objek kajiannya melalui data kepustakaan berupa buku, jurnal dan artikel website sebagai sumber 4 Jhony Hadi Saputra. Mengungkap Perjalanan Sunan Kalijaga, 1st ed. (Jakarta: Pustaka Media Utama, 2. 5 Khatibah. AuPenelitian Kepustakaan,Ay IqraAo 05, no. : 36Ae39. 6 Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi Dan Praktiknya (Edisi Revis. , ed. Restu Damayanti (Jakarta: Bumi Aksara, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Penelitian ini dilakukan dengan cara membaca, menelaah, kemudian menganalisis dari berbagai literatur yang ada. Hasil dan Pembahasan Latar Belakang Singkat Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga memiliki nama asli yakni. Raden Mas Syahid adalah salah satu tokoh Wali Allah yang berpengaruh besar terhadap penyebaran serta perkembangan agama Islam di Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Sunan Kalijaga lahir pada perkiraan tahun 1430-an. sepanjang hidupnya. Raden Mas Syahid banyak mendapatkan nama julukan, seperti Sunan Kalijaga. Syaikh Malaya. Lokajaya. Pangeran Tuban, dan Abdurrahman. Akan tetapi, diantara semua nama tersebut AoSunan KalijagaAo lah yang menjadi julukan paling populer dan dikenal luas di Indonesia hingga saat ini. Sunan Kalijaga adalah salah satu tokoh Wali Allah yang banyak akan unsur mistisnya. Sunan kalijaga berasal dari garis keturunan Jawa asli, yang ditandai oleh latar belakang keluarganya yang memiliki akar dalam sejarah Majapahit. Ayahnya bernama Aria Teja, menjabat sebagai perdana menteri Majapahit pada masa pemerintahan Bhre Kertabumi Brawijaya V dan juga memegang gelar sebagai adipati di Tuban dengan gelar AoKi Tumenggung WilwatiktaAo. Dan ibu Sunan Kalijaga bernama Dewi Retno Dumilah atau Dewi Nawangrum. Namun, selain klaim bahwa Sunan Kalijaga berasal dari keturunan Jawa asli, ada juga sumber yang mengaitkannya dengan keturunan Arab. Hal ini tidak hanya Sunan Kalijaga saja, akan tetapi semua Wali Allah yang berada di Jawa disebutkan memiliki garis keturunan Arab. Sebuah sumber menyebutkan silsilah Sunan Kalijaga yang dimulai dari keturunan Abdul Muthalib . enek moyang nabi Muhammad SAW), kemudian memiliki putra bernama Abbas, memiliki putra Abdul Wakhid, memiliki putra Mudzakir, memiliki putra Abdullah, memiliki putra MadhraAouf, memiliki putra Hasanudin, hingga memiliki putra Abdur Rakhim (Arya Teja. Bupati Tuba. , memiliki putra Tumenggung Wilatikta dan berakhir pada Raden Syahid (Sunan Kalijag. Meskipun berasal dari silsilah atau garis keturunan yang terhormat. Sunan Kalijaga lahir di saat kerajaan Majapahit mengalami masa sulit. Masyarakat saat itu hidup dalam penderitaan karena penguasa Majapahit menuntut upeti yang sangat berat. Pada masa mudanya. Raden Mas Syahid mulai prihatin dengan kondisi masyarakat di sekitarnya, karena menyaksikan sendiri kesulitan orang tua yang tidak mampu memberi makan anak-anak mereka. Untuk membantu 7 Yufi Cantika Sukma Ilahiah. AuSejarah Sunan Kalijaga: Wali Yang Pernah Menjadi Pencuri,Ay Gramedia Blog. 8 Miftakhurrahman Hafidz. Sutjitro, and Kayan Swastika. AuPeranan Sunan Kalijaga Dalam Islamisasi Di Jawa Tahun 1470-1580,Ay Artikel Ilmiah Mahasiswa 1, no. : 1Ae9. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin mereka. Raden Mas Syahid memutuskan untuk mencuri berbagai bahan makanan dari gudang lalu membagikan hasil curiannya kepada mereka secara diam-diam . Tindakannya ini diulang setiap malam, tanpa diketahui masyarakat dari mana bahan makanan itu berasal. Kejadian tersebut membuat masyarakat kebingungan, dan kemudian mereka memberikan julukan AoMaling CluringAo kepada pelakunya. Maksud atau arti dari sebutan maling cluring adalah seorang pencuri yang mencuri sesuatu bukan untuk dirinya sendiri, akan tetapi untuk dibagikan kepada orang-orang miskin yang sangat membutuhkan. Oleh karena itu, dikarenakan perilakunya yang baik, sopan, berbudi luhur, dan menjalani hidup dengan penuh kebijakan sesuai ajaran agama Islam. Raden Mas Syahid diberi gelar AoSunanAo. Wilayah dan Strategi Dakwah Sunan Kalijaga . Wilayah Dakwah Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga mengawali dakwahnya di daerah Cirebon, tepatnya di desa Kalijaga dan wilayah sekitar seperti Indramayu dan Pamanukan. Wilayah yang menjadi pusat aktivitas dakwah Sunan Kalijaga terletak di Jawa Tengah. Dalam upayanya menyebarkan agama Islam. Sunan Kalijaga melakukan perjalanan dari satu daerah ke daerah yang lain. Rute perjalanan yang sering digunakan oleh Sunan Kalijaga meliputi arah ke barat dan selatan Demak. Saat berdakwah di sebelah barat, tujuan utamanya adalah pantai utara Pulau Jawa. wilayah barat. Sunan Kalijaga melintasi berbagai daerah seperti Juwana. Pati. Jepara. Pandan Arang (Semaran. Kendal. Pekalongan, hingga Cirebon. Sedangkan saat berdakwah di sebelah selatan, rutenya meliputi Kartasura. Pajang, dan Klaten melalui Salatiga dan Boyolali. Kegiatan berdakwah yang berkelanjutan dari satu daerah ke daerah lain membuat Sunan Kalijaga dikenal sebagai seorang pendakwah yang sering berpindah tempat, dan ia menjadi sangat terkenal di kalangan masyarakat Jawa. Strategi Dakwah Sunan Kalijaga Strategi merupakan gaya seseorang dalam menerapkan suatu teknik pendekatan atau metode khusus. Strategi bersifat personal, di mana setiap pendakwah memiliki pendekatan yang berbeda-beda dalam menggunakan teknik yang sama. Setiap pendakwah memiliki strategi, metode, teknik, dan taktik yang unik dalam melaksanakan dakwahnya. Hal ini berlaku juga saat 9 Ridin Sofwan. Wasit, and Mundiri. Islamisasi Di Jawa: Walisongo. Penyebar Islam Di Jawa. Menurut Penuturan Babad (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2. 10 Daniel Zafnat Paaneah. Sunardi, and Emy Wuryani. AuPemahaman Syair Tembang Lir-Ilir Karya Sunan Kalijaga Dalam Pembelajaran IPS Pada Siswa Kelas VII B SMP Kristen Satya Wacana Salatiga,Ay Satya Widya 35, no. 140Ae147. 11 Ziaggi Fadhil Zahran. AuWilayah Dakwah Sunan Kalijaga,Ay Gramedia Blog. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin berhadapan dengan mitra dakwah yang berbeda. Dengan demikian, keberhasilan dalam dakwah cenderung bersifat situasional. Keberhasilan dalam satu metode dan teknik dakwah belum tentu berhasil dalam dakwah yang lain. Meskipun demikian, dari sejumlah kasus tersebut, dapat ditarik generalisasi tertentu. Sunan Kalijaga mengidentifikasi beberapa aspek strategi yang dianggap penting dalam penyebaran agama Islam. Yang pertama, ia berinteraksi secara akrab dengan masyarakat, memperhatikan minat dan kecenderungan mereka terhadap berbagai hal. Kedua, ia secara bertahap memperkenalkan ajaran Islam kepada mereka. Ketiga, ia menggabungkan ajaran Islam dengan tradisi dan budaya yang sudah ada sebelumnya di daerah tersebut. 13 Sunan Kalijaga sangat terbuka atau menerima nilai-nilai yang sudah ada, yang berarti bahwa ia tidak hanya menonjolkan keislamannya saja. Toleransi agama menjadi ciri khasnya yang paling menonjol, dan yang paling penting, ia sangat menghargai keragaman masyarakat. Ia memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengekspresikan seni, budaya, dan tradisi mereka. Dengan sikap terbuka itulah, ia dapat memahami keinginan masyarakat yang baik. Ia memiliki pemahaman yang mendalam tentang norma dan nilai-nilai yang sensitif bagi masyarakat. Metode dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga berbeda dari para Sunan sebelumnya yang lebih formal. Perbedaan ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam kehidupan Di sisi lain. Sunan Kalijaga menyadari bahwasannya ajaran kedua agama tersebut sudah tersebar luas sebelum Islam tiba. Ia menyadari bahwa Islam adalah agama baru yang masih asing bagi masyarakat Nusantara, dan perlu disampaikan dengan cara yang berbeda. Hal tersebut menjadi sebuah pertanyaan bagi Sunan Kalijaga tentang bagaimana masyarakat dapat menerima ajaran baru yang akan dibawanya. Maka, muncullah sebuah ide untuk memanfaatkan kebudayaan lokal, khususnya kesenian sebagai sarana untuk menyampaikan Islam. 14 Metode dakwah keseniannya adalah sebagai berikut: Menggunakan media wayang kulit Pada masa itu, kesenian wayang sangat diminati oleh masyarakat. Sunan Kalijaga juga melakukan perjalanan ke daerah Pajajaran dan Majapahit untuk menjadi seorang dalang Ketika masyarakat menginginkan Sunan Kalijaga untuk memainkan wayang, ia tidak meminta bayaran apapun kecuali mereka membacakan dua ayat syahadat. Melalui 12 Moh. Ali Aziz. Ilmu Dakwah: Edisi Revisi, 6th ed. (Jakarta: Kencana, 2. 13 Rohimuddin Nawawi Al-Batani. Kisah Ajaib Wali Songo: Cerita-Cerita Aneh Tapi Nyata Dalam Perjalanan Dakwah Sembilan Wali, 1st ed. (Depok: Melvana Media Indonesia, 2. 14 Abd. Rohim and Muchlis. AuStrategi Dakwah Sunan Kalijaga Dalam Buku Atlas Wali Songo Karya Agus Sunyoto,Ay DAAoWA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam 1, no. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin pertunjukan wayang ini. Sunan Kaliaga menyampaikan nilai-nilai tasawuf dan juga mengenalkan ajaran Islam melalui karakter-karakter wayang seperti Yudistira dan Bima. Menggunakan tembang AuLir-IlirAy Sunan Kalijaga memanfaatkan tokoh wayang dan sastra Jawa sebagai alat untuk menyebarkan dakwah. Dalam cerita-cerita wayang yang berasal dari tradisi agama Hindu seperti Ramayana dan Mahabarata, ia mengisinya dengan pesan-pesan Islam. Dengan demikian, ia menggunakan cerita dan tokoh wayang sebagai perantara untuk menyebarkan pesan-pesan Islam kepada masyarakat. Sunan Kalijaga tidak hanya mengubah cerita-cerita tersebut secara substansial, tetapi juga mengubahnya agar lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam. Selain itu, seni suara juga mendukung upaya dakwah Sunan Kalijaga, terutama dalam bentuk macapatan. 16 Beberapa karya terkenal dari Sunan Kalijaga, seperti Dandanggula dan lir-ilir, menunjukkan penggunaan seni suara dalam menyebarkan ajaran agama. Adapun lirik dari lir-ilir adalah sebagai berikut: Lir Ae ilir, lir Ae ilir tandure wis sumilir Tak ijo royo Ae royo tak senggo temanten anyar Cah angon Ae cah angon penekno blimbing kuwi. Lunyu Ae lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro Ae dodotiro kumitir bedah ing pinggir Dondomono, jlumatono kanggo sebo mengko sore. Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane Yo surako. sura iyo . Menggunakan alat musik gamelan Alat musik gamelan ini digunakan oleh Sunan Kalijaga sebagai sarana dakwah saat pentas dan acara lainnya. Dalam pertunjukannya, ia membuat instrumen gamelan sendiri agar bisa diterima oleh masyarakat. Gamelan juga dipakai untuk mengundang orang ke masjid, serta dalam perayaan Grebeg dan Sekaten untuk menarik perhatian masyarakat. 15 Adam Adi Purbaningrat. AuPeranan Sunan Kalijaga Dalam Penyebaran Agama Islam Melalui Seni Budaya Jawa (Wayang Kulit Dan Sulu. Abad 15 - 16 MasehiAy (Universitas Jember, 2. 16 Budiono Hadi Sutrisno. Islam Kejawen, 1st ed. (Yogyakarta: Eule Book, 2. 17 Wahyu Oktaviani. AuModel Dakwah Sunan Kalijaga Dalam Menyebarkan Islam Di Indonesia,Ay Range Management and Agroforestry, 2020. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Warisan Intelektual Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga wafat pada tahun 1549, namun warisan intelektual dan spiritualnya masih dikenang dan dipelajari hingga saat ini. 18 Warisan seni dan budaya karya Sunan Kalijaga ini tentunya dijadikan sarana dan media penyebaran Islam di Pulau Jawa pada abad ke-15 dan ke-16 Masehi. Artinya Sunan Kalijaga mempunyai peranan sebagai pendidik dan guru agama di kalangan Hindu dan Budha yang sangat dominan pada masa itu, mengingat banyaknya masyarakat yang masuk Islam dan akhirnya menjadi murid Kanjeng Sunan Kalijaga mulai dari rakyat miskin sampai kepada kalangan bangsawan kerajaan. 19 Banyaknya ragam warisan seni dan budaya serta peran yang dimainkan Sunan Kalijaga sebagai ulama, dai, guru, penasehat Sultan, dalang, dan peran-peran lainnya, yang belum tergali itu menunjukkan betapa Kanjeng Sunan Kalijaga kaya akan konsep ajaran hidup yang berbasis pada pendidikan karakter atau pendidikan moral tetap relevan di era apapun, termasuk era globalisasi saat ini. Sebagai anggota Walisongo. Sunan Kalijaga banyak memberikan kontribusi dalam strategi perjuangan dakwah Islam. Jasa-jasa beliau masih dapat disaksikan hingga saat ini karena tetap dijaga dan dilestarikan, seperti Masjid Agung Demak yang dibangun pada tahun 1477. Salah satu tiang penyangga masjid ini merupakan sumbangan Sunan Kalijaga dan terdiri dari beberapa balok yang diikat menjadi satu. Peran Sunan Kalijaga dalam pembangunan Masjid Agung Demak juga sangat penting karena beliau berperan penting dalam mengoreksi arah kiblat masjid agar menghadap Mekkah. Masjid ini mempunyai peranan penting karena pernah menjadi pusat Islamisasi Pulau Jawa, termasuk pedalaman. Masjid Agung Demak tidak hanya menjadi pusat ibadah, namun juga menjadi tempat pendidikan. Mengingat lembaga pendidikan awal pesantren belum menemukan bentuk akhirnya atau belum terorganisir secara utuh. 21 Warisan seni dan budaya yang dimiliki Sunan Kalijaga antara lain: Warisan seni suara atau suluk Lagu AuLir Ae IlirAy merupakan contoh nyata bagaimana Sunan Kalijaga memanfaatkan budaya sebagai media dakwahnya. Lagu Tembang Lir-Ilir mempunyai bahasa dan kosa kata sederhana yang menggambarkan kehidupan sehari-hari. Bahasanya yang lugas dan menawan 18 Ngatmin Abbas et al. AuLandscape Dakwah Islam Kultural Sunan Kalijaga Di Jawa,Ay Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner 2, no. : 98Ae107. 19 Marsaid. AuIslam Dan Kebudayaan: Wayang Sebagai Media Pendidikan Islam Di Nusantara,Ay Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin . 101Ae130, http://ejournal. id/index. php/kon/article/view/132. 20 Agus Hermawan. AuMeneladani Nilai Ajaran Dakwah Sunan Kalijaga Dalam Mendidik Karakter Bangsa Di Era Globalisasi,Ay Attarbiyah 26 . : 338. 21 Santosa and Yudi Armansyah. AuPrinsip Toleransi Sunan Kalijaga Dan Kontribusinya Dalam Islamisasi Masyarakat Jawa,Ay Kontekstualita 28, no. : 34Ae46. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin mampu menyentuh hati pendengarnya. Tembang ini memberikan rasa kesejukan dan menghibur duka lara, sehingga para pendengar merasa tentram. Lirik tembang Lir-Ilir dapat didendangkan dengan berbagai gaya dan model, termasuk dengan iringan alat musik modern maupun tradisional. Warisan seni gamelan, kentongan dan bedug Kebanyakan ahli budaya meyakini bahwa gamelan merupakan ciptaan Sunan Kalijaga. Alat musik dalam seni gamelan mempunyai banyak nama seperti gong, kenun, kanpur, kendang, genjul, dll. Dahulu, gamelan ini dipentaskan pada perayaan Muludan di halaman Masjid Agung Demak, guna mengajak masyarakat berkumpul mendengarkan ceramah Sunan Kalijaga . Warisan gong sekaten dan grebeg maulud Menurut adat Maulid Nabi Muhammad SAW dirayakan setiap tahun di serambi Masjid Agung Demak dengan diiringi rebana. Sebelumnya perayaan ini dirayakan dengan gamelan yang diletakkan di depan masjid. Pintu gerbang masjid juga dihiasi bunga-bunga indah sehingga menarik banyak orang untuk berkunjung. Para wali secara bergiliran memberikan nasehat atau saran dan mengemasnya dengan menarik agar semakin banyak orang yang masuk ke dalam masjid. Namun sebelum masuk, masyarakat disuruh berwudhu melalui gerbang masjid. Ini berisi simbol bahwa siapapun yang membaptis melalui gerbang, akan menerima pengampunan segala dosa dan terus membaca dua kalimat Syahadat. Warisan wayang kulit purwa Sunan Kalijaga memasukkan budaya lokal dalam khotbahnya, salah satunya melalui seni Awalnya menggunakan wayang beber kuno yang menggambarkan detail manusia, ia mengubahnya menjadi wayang kulit yang tidak terlihat mirip manusia. Dan masih banyak lagi warisan-warisan Sunan Kalijaga di Indonesia dalam mengembangkan kebudayaan Islam. Pengaruh Sunan Kalijaga dalam Pengembangan Kebudayaan Islam di Indonesia Peran Sunan Kalijaga dalam menerapkan toleransi sangat penting saat ini. Apalagi berbagai kasus intoleransi dan konflik agama masih terjadi di Indonesia. Sunan Kalijaga memberi contoh dalam mengedepankan nilai solidaritas dan menghargai perbedaan. Ia menunjukkan bahwa agama dan budaya bisa hidup berdampingan tanpa saling meniadakan. 24 Pendekatan 22 Fuad Ahmad RivaAoi and Mira Nurdianti. AuKonsep Pendidikan Islam Menurut Pemikiran Sunan Kalijaga Dalam Tembang Lir-Ilir,Ay Al-Mubin: Islamic Scientific Journal 1, no. : 44Ae53, http://jurnal. 23 Hermawan. AuMeneladani Nilai Ajaran Dakwah Sunan Kalijaga Dalam Mendidik Karakter Bangsa Di Era Globalisasi. Ay 24 Artis. AuKerukunan Dan Toleransi Antar Umat Beragama,Ay TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama 3 . : 86Ae97. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin budaya yang digunakan Sunan Kalijaga sangat berpengaruh dalam meningkatkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama pada masyarakat Jawa. Sunan Kalijaga menggunakan bahasa dan simbol yang akrab di telinga masyarakat Jawa untuk menyampaikan pesannya serta menghadirkan karakter dengan nilai-nilai kebajikan dan saling menghormati untuk meneguhkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman dalam masyarakat. Pemanfaatan seni dan budaya lokal oleh Sunan Kalijaga sebagai sarana dakwah dan penyebaran agama Islam ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar dalam masyarakat Jawa. Hal ini dapat dilihat dari masih maraknya seni wayang kulit dan tari-tarian tradisional hingga saat Seni dan budaya lokal yang diintegrasikan dengan ajaran Islam oleh Sunan Kalijaga menjadi warisan budaya yang sangat berharga dan dilestarikan hingga kini. Tradisi-tradisi Sunan Kalijaga yang masih ada hingga saat ini, diantaranya: Pembacaan kitab al-DibaAo dan al-Barzanji dalam Maulid Nabi SAW Disebut sebagai ritual keagamaan yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Menjadi ritual karena empat faktor menurut Ahmad Suriadi. penyebaran Islam di Indonesia dimotori oleh Islam Sufistik. Tradisi penghormatan kepada Rasulullah, wali, syaikh/guru oleh Islam Sufistik, terutama dalam tarekat dengan pembacaan riwayat hidup. Pengaruh psikologis dari membaca kitab maulid. Kecenderungan masyarakat tradisional pada tradisi mistik seperti syafaat, tawasul, tabaruk, tabarruj, yang erat dengan corak . Tradisi malam selikuran . alam 21 Ramadha. Disebut sebagai ritual untuk menyambut turunnya wahyu Al-Qur'an. Acara hajad dalem maleman atau selamatan Rasulan. Dominasi lagu-lagu santiswara yang mengandung ajaran Islam. Syair lagu santiswara dalam bentuk gending Jawa, mencakup penghormatan kepada Nabi, petuah ajaran hidup, mencari hidayah dan barokah dari Allah, serta dorongan untuk amal sholeh dan sedekah. Tradisi grebeg maulud Dipelopori oleh Sunan Kalijaga dan masih dilakukan oleh Keraton Yogyakarta. Tradisi ini menjadi ajang penyatuan umat Islam dan acara wisata. Memakai baju koko atau takwa 25 Teguh Fajar Budiman. AuKonsep Ajaran Sunan Kalijaga (Raden Syahi. Walisanga Dalam Menyebarkan Agama Islam Melalui Kesenian,Ay Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam 5, no. : 61. 26 Syamsul Bakri and Siti Nurlaili Muhadiyatiningsih. AuTradisi Malam Selikuran Keraton Kasunanan Surakarta,Ay IBDAAo: Jurnal Kajian Islam dan Budaya 17, no. : 21Ae32. 27 Nurul Muqotimah. Soelistijanto, and Slamet. AuPengaruh Sunan Kalijaga Kepada Masyarakat Demak-Jawa,Ay Historica Education Journal Vol. 1 Nov, no. : 532. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Hal ini menjadi sebuah identitas umat Islam. Di mana tetap relevan hingga saat ini dan tidak hanya digunakan di Jawa, akan tetapi di seluruh Indonesia. Tradisi punggahan Merupakan metode akulturasi budaya dalam penyebaran Islam di Jawa. Punggahan dilakukan dengan mengundang sanak saudara dan tetangga untuk tahlil dan doa, dengan menu khas yang memiliki makna menyambut bulan Ramadhan. Kesimpulan Sunan Kalijaga, salah satu tokoh Wali Allah yang berpengaruh besar dalam penyebaran Islam di Indonesia, memiliki latar belakang yang kaya akan sejarah dan tradisi. Meskipun lahir dari garis keturunan Jawa, beberapa sumber juga mengaitkannya dengan keturunan Arab. Namun, keberagaman ini tidak menghalangi Sunan Kalijaga dalam memainkan peran pentingnya dalam dakwah dan pengembangan kebudayaan Islam di Indonesia. Dalam dakwahnya. Sunan Kalijaga memanfaatkan strategi yang unik dan efektif, termasuk pendekatan yang ramah terhadap masyarakat serta penggabungan ajaran Islam dengan budaya lokal. Metode dakwah Sunan Kalijaga meliputi penggunaan media wayang, tembang, dan alat musik gamelan, yang menjadi sarana dakwah yang efektif dalam menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat Jawa pada masa itu. Warisan intelektual dan spiritual Sunan Kalijaga masih terasa hingga saat ini, dengan pengaruhnya dalam pengembangan kebudayaan Islam di Indonesia yang tetap relevan. Seni dan budaya yang diwariskan, seperti tembang Lir-Ilir, gamelan, wayang kulit, dan tradisi Maulid Nabi, tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Jawa dan Indonesia secara luas. Pengaruh Sunan Kalijaga dalam meningkatkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama juga sangat penting, terutama dalam konteks Indonesia yang Melalui pendekatan budaya dan penghargaan terhadap perbedaan. Sunan Kalijaga memberikan contoh nyata bagaimana agama dan budaya dapat hidup berdampingan tanpa Dengan demikian. Sunan Kalijaga tidak hanya dikenal sebagai seorang ulama dan pendakwah, tetapi juga sebagai seorang pemersatu dan pemelihara keberagaman budaya di Indonesia, sehingga warisan spiritual dan budayanya masih terus dikenang dan dipelajari hingga saat ini. 28 Salmaa Al Zahra Ramadhani and Nor Mohammad Abdoeh. AuTradisi Punggahan Menjelang Ramadhan,Ay Al-Mada: Jurnal Agama. Sosial, dan Budaya 3, no. : 51Ae65. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Daftar Pustaka