J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 E F E K T I V IT A S P RO G R A M P E N G I N JI L A N DI KALANGAN MAHASISWA REGULER Eunike Masode. Fianus Tandiongan. Eni Rombe (Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Agama Kristen STT Kristus Alfa Omega: eunikemasode25@gmail. Dosen STT Kristus Alfa Omega: fianustandiongan72@gmail. enirombe41@gmail. Abstract In this study, it is suspected that the effectiveness of the evangelism program among regular students still less than the maximum marked by the lack of enthusiasm of students in carrying out mandatory evangelism. So the purpose of this research is to find out the effectiveness of the evangelism program among regular students STT Kristus Alfa Omega Semarang Academic Year 2021/2022. The method used is a qualitative research method. Based on the results of interviews and analysis conducted by researchers, then it is known that the implementation of the evangelism program at the STT KAO Semarang is less effective, this can be seen from the implementation of mandatory evangelism has not fully become a lifestyle because of a lack of obedience to God's Word. Evangelism is a must that must be carried out by every believer as a form of love and obedience to God's Word. Therefore, every regular student at STT KAO Semarang needs to experience a renewal of the concept of thinking according to God's Word by involving lecturers to provide teaching what the Bible says about evangelism. Keywords: Effectiveness. Program. Evangelism. Regular Student PENDAHULUAN Pada masa pandemi keadaan mengalami banyak perubahan salah satunya tidak dapat melakukan kegiatan secara tatap muka. Dalam situasi seperti ini menyebabkan terjadinya krisis penginjilan dikalangan orang percaya. Hal ini menjadi tanggung jawab bagi setiap orang percaya untuk tetap memberitakan Injil dalam segala keadaan. Oleh sebab itu Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang tidak hanya memperlengkapi mahasiswa dengan pengetahuan yang cukup sesuai dengan prodi masing-masing namun juga belajar mengenai penginjilan. Salah satu program yang telah dilaksanakan yaitu program penginjilan yang diwajibkan bagi semua mahasiswa reguler. Tujuan dari program penginjilan yaitu agar mahasiswa dapat menjangkau banyak jiwa dan dapat melaporkan hasil penginjilan kepada kepala bidang pekabaran Injil setiap Jadi dengan adanya program wajib penginjilan ini, mahasiswa tidak hanya sekedar melakukan penginjilan karena diwajibkan tetapi dapat menjadikan penginjilan itu sebuah gaya hidup bagi mahasiswa reguler di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega. Berdasarkan hasil observasi peneliti, program penginjilan yang dilaksanakan di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang, masih kurang maksimal ditandai dengan kurangnya antusias mahasiswa dalam melakukan penginjilan yang hanya sekedar untuk mendapatkan nilai tanpa melakukan pemuridan. Ada beberapa mahasiswa juga tidak mengumpulkan laporan wajib penginjilan setiap bulan kepada bidang kabar baik karena masih memiliki rasa takut, kurang percaya diri, dan J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 bahkan tidak tahu cara yang tepat dalam menginjil sehingga timbul kemalasan dalam dirinya untuk berusaha menjangkau jiwa-jiwa. Pada program penginjilan ini juga bertujuan supaya banyak jiwa-jiwa yang dimenangkan, mahasiswa dapat melakukan perintisan, dapat bermultiplikasi dengan memuridkan kemudian muridnya juga bisa memuridkan kembali. Target dalam program penginjilan ini bukan hanya sebatas memberitakan kabar baik tetapi sampai kepada tahap memuridkan sebagai gaya hidup mahasiswa. Untuk menunjang program penginjilan ini diadakan beberapa kegiatan seperti: wajib penginjilan, sahabat orang sakit, sahabat rumah cerdas, doa penginjilan, puasa bersama, penjangkauan, seminar penginjilan dan pelatihan penginjilan. Pada penelitian ini, peneliti menetapkan variabel program penginjilan di kalangan mahasiswa reguler Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang sebagai fokus penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program penginjilan di kalangan mahasiswa reguler Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini lebih berfokus mengkaji program penginjilan yang diterapkan di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang sehingga setiap mahasiswa dapat memiliki hati misi dan dapat bermultiplikasi. Program Penginjilan Program penginjilan adalah jenis kegiatan yang diterapkan di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang yang dilaksanakan oleh semua mahasiswa reguler. Jenis kegiatan dari program penginjilan ini adalah penginjilan secara pribadi, penginjilan bersama, sahabat rumah cerdas, sahabat orang sakit, dan persekutuan penginjilan. Visi dari program penginjilan yang ada di STT Kristus Alfa Omega berdasarkan Matius 28:19-20 yaitu melaksanakan Amanat Agung Yesus dalam menjangkau jiwa-jiwa. Selanjutnya misi dari program penginjilan yaitu memperlengkapi dan melatih mahasiswa dalam pemberitaan Injil, baik itu melalui pengajaran, persekutuan, dan perintisan gereja. Mahasiswa reguler STT Kristus Alfa Omega tidak hanya mampu melakukan penginjilan, namun diharapkan dapat memenangkan jiwa. Tujuan program penginjilan yaitu setiap mahasiswa dapat memiliki hati misi dan dapat bermultiplikasi. Target utama penginjilan adalah semakin banyak orang yang menerima baptisan sebagai tanda kepercayaan kepada Yesus Kristus dan sasaran penginjilan yaitu pribadi atau individu karena keputusan untuk percaya dan dibaptis juga merupakan keputusan pribadi. Selanjutnya orang-orang yang telah menerima Injil, kemudian diberikan bimbingan lanjutan atau follow up. Bimbingan diwujudkan melalui doa-doa pribadi sampai orang yang dibimbing Widi Artanto. Gereja dan Misi-Nya: Mewujudkan Kehadiran Gereja dan Misi-Nya di Indonesia (Yogyakarta: Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia, 2. , 29. J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 memiliki kerohanian yang matang, juga diberikan kesempatan melayani. 2 Setiap orang percaya yang telah dimuridkan akan memperoleh pengajaran kemudian diutus untuk melakukan pemuridan. Sesudah seseorang dimuridkan langkah selanjutnya adalah ia harus diajar untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh Tuhan Yesus dalam Mat. 28:19-20. Inti dari Amanat Agung sejatinya adalah sebuah kegiatan pemuridan. Pemuridan dapat diimplementasikan dalam bentuk pengajaran atau mendorong seseorang untuk melakukan pelayanan. Dasar dari pemuridan yaitu menjadikan seseorang sebagai murid yang memiliki kedewasaan Pemuridan merupakan salah satu cara yang strategis untuk mendapatkan suatu pelayanan pribadi yang tidak terbatas dan pelayanan ini dapat dilakukan kapan saja, oleh siapa saja, dimana saja dan di antara kelompok umur apa saja. 4 Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemuridan merupakan cara yang dapat diterapkan dalam melakukan penginjilan dan menekankan sebuah ketaatan kepada Tuhan. Bentuk Kegiatan Program Penginjilan Adapun bentuk kegiatan penginjilan di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang yaitu wajib penginjilan. Bentuk pelaksanaan dari wajib penginjilan di STT KAO Semarang yaitu melakukan penginjilan pribadi dan penginjilan bersama. Kegiatan Sahabat Rumah Cerdas merupakan pendidikan informal yang dilakukan di pos-pos pelayanan Sahabat Rumah Cerdas untuk Kegiatan ini bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa dan sekaligus untuk menjangkau jiwa-jiwa lewat pengajaran dan menghadirkan gereja di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan Sahabat Orang Sakit merupakan suatu kegiatan kunjungan kepada orang yang sakit dengan cara mendoakan dan menguatkan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjangkau jiwa dengan mendoakan orang-orang yang sakit. Targetnya adalah di rumah sakit dan di tempat-tempat orang yang Dengan mendoakan orang-orang sakit menjadi sebuah sarana untuk dapat memberitakan Injil. Orang yang dikunjungi akhirnya dapat percaya dan terbuka. Setelah orang yang dikunjungi memiliki kepercayaan maka secara perlahan-lahan orang tersebut diarahkan mengenal dan menerima Kristus. Dengan demikian, kunjungan tidak hanya cukup dilakukan satu kali, tetapi terus-menerus dilakukan seperti menjalin komunikasi yang akrab, mendoakan dan menguatkan orang tersebut sampai kepada Soekahar. Potret Pendeta Di Tengah Masyarakat Pluralisme Modern (Malang: Gandum Mas, 2. , 164Ae165. 3Agustin Soewitomo Putri. AuDukungan Terhadap Anggota Keluarga Lansia Dalam Melayani,Ay Epigraphe: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 1, no. , 73. W B Moore. Penggandaan Murid-Murid: Petunjuk Praktis Bagi Pendeta dan Orang Awam Memulai Pelayanan Pemuridan - Gandummas (Yayasan Penerbit Gandum Mas, 2. , 16. Rubin Adi Abraham dan Togi Simanjuntak. Panduan Komunitas Sel (Yogyakarta: Penerbit Buku Majalah Rohani Andi, 2. , 106. J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 tahap dimana seseorang itu dapat mengalami Yesus secara pribadi dalam hidupnya dan menjadikan Yesus sebagai Juruselamat hidupnya. Strategi yang digunakan dalam penginjilan. Dalam melaksanakan penginjilan diperlukan sebuah strategi yang tepat sehingga penjangkauan jiwa dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran. Kata strategi berasal dari bahasa Latin strategia yang artinya sebagai seni penggunaan rencana untuk mencapai tujuan. 6 Adapun strategi penginjilan yang diterapkan di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang sebagai berikut: Menggunakan Penginjilan Kontekstualisasi Kontekstualisasi adalah usaha untuk mengkomunikasikan pesan manusia, karya-karya, perkataan, dan kehendak Allah dalam cara yang setia kepada penyataan Allah, ajaran Kitab Suci, dan yang penuh arti bagi responden-responden di dalam konteks cultural dan eksistensial mereka masingmasing. 7 Dengan demikian, tujuan dari penginjilan kontekstual yaitu supaya ada hasil penginjilan yang lebih besar dan tolok ukur dari kontekstualisasi ialah Firman Allah. Pendekatan kontekstual yang diterapkan di STT KAO Semarang yaitu penginjilan dengan lima jari yang menjelaskan Injil Yesus Kristus dengan jari-jari tangan. Mempersiapkan mahasiswa Dalam mempersiapkan mahasiswa dapat dilakukan melalui persekutuan doa penginjilan merupakan suatu pendekatan pasif yang berfokus pada persiapan-persiapan doa sebelum memberitakan Injil. Makna dari doa penginjilan adalah tentang bagaimana agar Injil dapat diberitakan dengan penuh kuasa dan dengan pimpinan Roh Kudus. Pada persekutuan doa pekabaran Injil ada kesaksian tentang pekabaran Injil sehingga memberikan motivasi kepada penginjil yang lain untuk lebih semangat dalam memberitakan Injil. Dalam doa persekutuan penginjilan calon pemberita Injil diajarkan melakukan disiplin rohani yaitu doa pribadi, membaca Alkitab dan berpuasa. Selain itu mahasiswa juga diperlengkapi melalui seminar dan pelatihan penginjilan sehingga dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan penginjilan. Pengutusan Setiap pemberita Injil yang pergi melaksanakan tugas penginjilan adalah utusan-utusan Allah. Pengutusan ini berarti murid-murid menerima mandat dan tanggungjawab dari Allah untuk melaksanakan misi-Nya. Matius 28:19-20, mulai dari diberikannya tugas Amanat Agung, para murid Faqih Seknun. AuStrategi Pembelajaran,Ay Biosel: Biology Science and Education 2, no. : 2. David J. Hasselgrave. Communicating Christ Cross-Culturaly (Malang: Literatur SAAT, 2. , 138. J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 bergerak memberitakan Injil dan mengajar banyak orang. Kata AuPergilahAy dalam bahasa Yunani menggunakan kata poreumai . yang menggunakan tense participle aorist pasive yang berarti kata kerja sebagai kata sifat yang menunjukkan suatu kegiatan yang terjadi pada masa lalu dan subjek dikenai kegiatan kata kerja. Kata AupergiAy secara harafiah berarti pergi dari satu tempat ke tempat yang lain untuk melakukan perjalanan dengan tujuan misi. Poreumai juga digunakan untuk berbicara tentang titik asal yang menyampaikan arti berangkat. Jadi kata AupergilahAy merupakan suatu perintah yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil. Perintah ini tidak berhenti pada masa lampau melainkan terus menerus terjadi dan menjadi suatu keharusan bagi setiap orang percaya. Perintah AupergiAy bukan akhir dari tugas pemberitaan Injil melainkan sampai kepada menjadikan murid. 8 Kata AujadikanlahAy dalam bahasa Yunani menggunakan kata matheteou . yang menggunakan tense imperative aorist active yang berarti kegiatan kata kerja merupakan perintah atau larangan yang menunjukkan suatu kegiatan yang terjadi pada masa lalu dan subjek adalah perlaku kata kerja. AuJadikan muridAy berarti menjadikan seseorang murid dan mengajar AuJadikan muridAy adalah perintah cepat untuk melakukan sekarang dan jangan ditunda lagi. Dengan demikian, menjadikan murid berarti tugas setiap orang percaya untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus. Perintah selanjutnya adalah kata AubaptislahAy dalam bahasa Yunani menggunakan kata baptizo . yang menggunakan tense present active participle yang berarti mengungkapkan peran kata kerja sebagai kata sifat dan kegiatan kata kerja yang sedang berlangsung dan belum selesai yang bersamaan dengan waktu kegiatan kata kerja utama atau induk kalimat. Kata AubaptizoAy secara harafiah adalah menenggelamkan, mencelupkan atau membenamkan seperti dalam air. Orang Yunani menggunakan kata AubaptizoAy untuk menggambarkan pewarna pakaian, di mana seluruh badan dicelupkan dan dikeluarkan dari elemen yang digunakan. Kata AubaptisAy juga merupakan suatu kesatuan dengan Kristus dan mengalami perubahan yang nyata. Dengan demikian, baptisan adalah suatu penyucian dari kehidupan yang lama untuk mengalami hidup yang baru dalam Kristus dan membaptis dalam nama Bapa. Anak, dan Roh Kudus. Perintah selanjutnya adalah kata AuajarlahAy dalam bahasa Yunani menggunakan kata didasko . yang menggunakan tense present active participle yang berarti mengungkapkan peran kata kerja sebagai kata sifat dan kegiatan kata kerja yang sedang berlangsung dan belum selesai yang bersamaan dengan waktu kegiatan kata kerja utama atau induk kalimat yang berarti mengetahui, mengajar, memberi instruksi atau informasi. Jadi, mengajar berarti menyampaikan kebenaran tentang Patrecia Hutagalung. AuPemuridan Sebagai Mandat Misi Menurut Matius 28 : 18-20 Discipleship As a Mandate of Mission According To Matthew 28 : 18-20,Ay Pengarah: Jurnal Teologi Kristen 2, no. : 69. J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 Firman Tuhan secara terus-menerus kepada orang-orang yang telah dimuridkan dengan tujuan untuk mempengaruhi pemahaman dan ketaatan pada kebenaran Firman Tuhan yang diajarkan. Selanjutnya frase AuAku menyertai kamu senantiasaAy nats ini menunjukkan bahwa ada janji penyertaan Tuhan dan kuasa Roh Kudus yang akan memampukan setiap orang percaya dalam memberitakan Injil sampai kepada akhir zaman. Pemantauan Pemantauan atau monitoring adalah kegiatan mengamati pelaksanaan program dan proyek, dalam waktu yang sedang berjalan, serta mencoba memperbaiki kesalahan agar pada akhir penyelesaian, program dan proyek diharapkan dapat dilaksanakan dengan benar. 9 Dalam program penginjilan juga memerlukan sebuah pemantauan sehingga proses pelaksanaan penginjilan dapat berlajan dengan baik. Proses pemantauan penginjilan di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang yaitu dengan menetapkan seorang untuk memantau beberapa anggota yang disebut dengan Dimana tugas dari seorang mentoring yaitu mengawasi, membimbing dan mengarahkan anggotanya untuk melaksanakan penginjilan. Metode yang digunakan dalam Program Penginjilan Di STT KAO Semarang. Untuk melakukan penginjilan tentunya ada metode-metode yang akan digunakan untuk efektifnya suatu penginjilan. Ada beberapa metode yang digunakan dalam memberitakan Injil, sebagai Metode Penginjilan Paulus (Kis. 19:2-. Metode yang digunakan oleh Paulus dalam melakukan penginjilan yaitu metode kunjungan, bahwa Paulus selalu aktif memberitakan Injil dengan mengunjungi rumah ibadat orang Yahudi. Paulus mengajar tentang kerajaan Allah dengan berani kepada orang-orang Yahudi dengan pimpinan Roh Kudus. Paulus mengunjungi rumah ibadat itu selama tiga bulan. Dengan adanya metode ini. STT KAO juga menerapkan metode kunjungan melaui pelayan panti jompo dan mendoakan orang-orang Selain itu, kunjungan juga dilakukan melalui pelayanan sahabat rumah cerdas untuk saling membangun keakraban. Selanjutnya penginjilan Paulus dengan mengajar, dimana Paulus juga mengajar orang-orang yang percaya dari penginjilannya di ruang kuliah Tiranus setiap hari. Penginjilan Paulus dengan mengajar ini dilakukan selama dua bulan di rumah ibadat orang Yahudi. Hal ini menunjukkan bahwa Paulus begitu tekun dalam memberitakan Injil. Paulus juga memuridkan orang-orang yang berada dalam ruang kuliah Tiranus. Dengan adanya metode ini. STT KAO juga menerapkan metode mengajar 9Prijambodo. Monitoring dan Evaluasi (Bogor: PT Penerbit IPB Press, 2. , 10. J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 kepada anak-anak melalui kegiatan sahabat rumah cerdas. Selain itu, metode mengajar juga diterapkan melalui pemuridan kepada setiap orang yang telah menerima Injil untuk mendapat bimbingan lanjutan. Selanjutnya penginjilan Paulus dengan kuasa. Paulus melakukan mujizat dengan sapu tangannya yang dapat menyembuhkan dan mengusir roh-roh jahat. Paulus melakukan mujizat bukan dengan kekuatannya sendiri melainkan Roh Kudus yang memberikan kuasa yang besar untuk mengadakan mujizat maupun menjadikan orang dapat percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dalam hal ini menunjukkan bahwa Roh Kudus sangat berperan penting dalam pemberitaan Injil. Dengan adanya metode ini. STT KAO juga menerapkan metode penginjilan dengan kuasa Roh Kudus. Sebelum pergi melakukan penginjilan, terlebih dahulu mahasiswa dipersiapkan melalui doa puasa bersama. Dengan demikian, misi penginjilan tidak dilakukan berdasarkan kemampuan sendiri melainkan dengan kuasa Roh Kudus. Kesaksian Pribadi Kesaksian pribadi adalah berita kebenaran yang dapat dibaca orang. Metode kesaksian tidak dapat dipisahkan dengan mengabarkan Injil secara pribadi. Menurut McRaney ada dua hal penting yang menjadi fokus utama kesaksian yaitu berfokus pada cara anda mempercayai Kristus dan berfokus bagaimana Yesus memberi dampak pada hidup Anda dalam hubungannya dengan kebutuhan manusia, permasalahan, dan isu-isu. Penginjilan Tiga Saja Penginjilan Tiga Saja memakai konsep kapan saja, di mana saja, kepada siapa saja. Metode Tiga Saja ini dimulai dari percakapan dengan mengenali masalah kehidupan, lalu dapat menanggapi dan menjawab masalah kehidupan yang dialami oleh orang yang di Injili. Hal ini serupa dengan yang dilakukan oleh Yesus ketika menjumpai seorang perempuan Samaria. Yesus menjawab permasalahan yang dialami oleh perempuan Samaria, permasalahan itulah yang menjadi titik berangkat Injil diberitakan (Yoh. 4:39-. Penginjilan dengan metode EE (Evangelism Exploisio. Metode penginjilan Evangelism Exploision berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris. Evangelism artinya penginjilan sedangkan Exploision artinya ledakan. Metode penginjilan ini berisikan bersaksi sebagai gaya hidup, penyampaian Injil, bersahabat, panggilan untuk komitmen. Will McRaney Jr. The Art Personal Evangelism (Nashville. Thenessee: Broadman dan Holman Publishers, 2. , 235. Michael K. Shipman. Amanat Agung Karya Kerasulan Kuno Dan Kini (Rahayu Grup, 2. , 252. J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 memuridkan orang-orang yang baru percaya. 12 Penginjilan EE juga adalah cara praktis untuk memulai penginjilan dari dua pertanyaan rohani mendasar yang berfungsi sebagai pembuka percakapan. Pertama. Jika Anda meninggal sekarang, apakah anda akan masuk Surga? Pertanyaan kedua, jika anda berdiri di hadapan Allah dan Ia bertanya kepada anda, mengapa Aku seharusnya mengizinkanmu masuk ke Surga-Ku? Metode Persahabatan Dalam metode persahabatan kita akan menemukan kesempatan-kesempatan untuk memberitakan Injil, sebab melalui persahabatan bisa menemukan adanya kebutuhan khusus dari sahabat atas keterbukaan bersama, ada jalur dalam pembicaraan untuk pemberitaan Injil. Persahabatan ini juga dilakukan Yesus ketika berada di daerah Samaria dan memulai percakapan dengan seorang perempuan Samaria dengan tujuan ingin membangun persahabatan dengan orang-orang yang tidak dikenal sebelumnya. 14 Dari uraian teori ini, peneliti menyimpulkan bahwa dalam melakukan penginjilan perlu membangun sebuah hubungan persahabatan terlebih dahulu dengan orang yang belum percaya Injil sehingga pemberitaan Injil dapat tersampaikan dengan baik. Metode Tanya-Jawab Metode tanya-jawab merupakan suatu metode yang sangat penting dalam melakukan penginjilan untuk membangun suatu relasi dengan orang sehingga Injil dapat diberitakan dengan baik. Metode tanya-jawab juga merupakan suatu komunikasi yang dilakukan oleh dua orang yaitu ada orang yang bertanya dan ada juga yang menjawab. 15 Penggunaan metode tanya jawab dalam pelayanan Yesus merupakan suatu metode sangat efektif. Salah satu contoh metode bertanya ketika Yesus bertanya mengenai siapa diri-Nya kepada murid-murid-Nya (Mat. Media yang Digunakan dalam Penginjilan Media adalah sarana yang sangat diperlukan dalam menyampaikan pemberitaan Injil. Melaksanakan penginjilan dalam era digital, diperlukan penggunaan media yang tepat. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menjangkau jiwa-jiwa yang belum terjangkau dengan lebih leluasa. Media yang digunakan dalam pemberitaan Injil secara online yaitu melalui digital explo. STT KAO menggunakan aplikasi digital explo sebagai media dalam melakukan penginjilan di media sosial yang terdiri dari aplikasi Jesus Film Project. Cermin Jiwa, dan God Tools. Aplikasi ini merupakan Paulus Kunto Baskoro. AuTinjauan Dampak Metode Penginjilan Evangelism Explosion Bagi Pertumbuhan Jemaat Lokal,Ay Charistheo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. : 73. Makmur Halim. Model-Model Penginjilan Yesus Suatu Perencanaan Masa Kini (Jawa Timur: Gandum Mas, 2. , 17. Ibid. , 72. Ardiana et al. Metode Pembelajaran Guru (Yayasan Kita Menulis, 2. , 23. J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 perpustakaan digital lengkap yang terdiri atas lebih dari 200 film miniseri dan di film pendek yang dibuat untuk membantu dunia mengenal Yesus lebih baik. Selain itu penginjilan juga dapat dilakukan melalui facebook, whatshapp, zoom, dan instagram. METODOLOGI Metode penelitian secara umum diartikan sebagai suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan secara bertahap mulai dengan penentuan topik, pengumpulan data dan analisis data, sehingga nantinya diperoleh suatu pemahaman dan pengertian atas topik, gejala atau isu tertentu. 16 Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara untuk dikaji secara ilmiah sistematis sehingga menghasilkan informasi yang akurat terkait isu yang tengah diteliti. Peneliti sendiri yang harus mengumpulkan data langsung dari sumbernya, penggumpulan data menggunakan instrumen penelitian yaitu: program penginjilan, sejarah berdirinya program penginjilan, bentuk kegiatan program penginjilan, wajib penginjilan, sahabat rumah cerdas, sahabat orang sakit, strategi penginjilan, metode penginjilan, dan media PEMBAHASAN Berdasarkan data temuan lapangan maka peneliti akan melakukan analisa komponen dengan membuat pemetaan secara sistematis yang berkenaan dengan kategori-kategori yang ditanyakan kepada responden. Program Penginjilan. Pelaksanaan Motivasi Dua belas responden Sebagian besar responden menyatakan menyatakan bahwa selalu bahwa motivasi dalam mengikuti program aktif mengikuti program penginjilan adalah diwajibkan oleh kampus. Namun, ada terlibat dalam kepengurusan, penginjilan delapan responden lainnya merupakan bagian dari kehidupan orang yang hanya mengikuti percaya, merindukan setiap orang sebagian dari program menerima pemulihan, membangun karakter penginjilan dengan alasan seorang penginjil, suatu kesukaan, memiliki padatnya jadwal hati untuk menjangkau jiwa, untuk perkuliahaan yang ada dan menambah wawasan mengenai materi kurang berfokus dalam penginjilan dan berlatih memberitakan Injil. mengikuti program Tabel 1. Hasil Pembahasan Program Penginjilan Hambatan Seluruh responden mengaku bahwa mengalami hambatan dalam mengikuti program penginjian yang berasal dari diri sendiri, orang yang di injili dan kouta internet yang F Luthfiyah. Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif ) (Jakarta: Grasindo, 2. , 2Ae3. J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 Sejarah Berdirinya Program Penginjilan Pemahaman Hampir seluruh Namun, ada tiga responden yang sudah mampu walaupun belum Tujuan Hampir seluruh menyatakan sudah memahami tujuan dari program penginjilan adalah untuk memberitakan kabar baik kepada semua orang dan mampu melahirkan murid baru. Namun, ada satu responden yang belum memahami tujuan dari program Pelaksanaan Dua belas responden menyatakan sudah melakukan tindakan follow up melalui sharing, memberi motivasi, dan Namun, delapan responden lainnya belum melakukan tindakan follow up karena belum memiliki hati Hasil Pelaksanaan Dua belas responden menyatakan sudah mampu Namun, masih ada delapan responden yang belum memuridkan karena masih perlu membekali diri mengenai penginjilan. Selanjutnya dari setiap jiwa yang telah dimuridkan hanya ada satu jiwa yang mampu bermultiplikasi dengan alasan keadaan lingkungan yang kurang mendukung sehingga kerohaniannya sulit bertumbuh dan masih perlu dilayani. Tabel 2. Hasil Pembahasan Sejarah Berdirinya Program Penginjilan Bentuk Kegiatan Program Penginjilan Pemahaman Bentuk Pelaksanaan Hasil Pelaksanaan Seluruh sudah memahami bentuk kegiatan Seluruh responden menyatakan bahwa bentuk kegiatan program penginjilan adalah wajib penginjilan, sahabat rumah cerdas, sahabat orang sakit, dan beberapa kegiatan lainnya yang dapat menunjang seperti: doa penginjilan, webinar penginjilan, dan persekutuan misional. Seluruh responden menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan program penginjilan sangat memudahkan dalam menjangkau jiwa, orang lain dapat merasa diperhatikan dengan memberikan waktu untuk diajar dan didoakan, dapat belajar banyak hal dari kegiatan ini dalam melakukan penginjilan, dan bisa lebih percaya diri memberitakan Injil. Tabel 3. Hasil Pembahasan Bentuk Program Penginjilan Kegiatan Wajib Penginjilan Pelaksanaan Seluruh bahwa selalu Motivasi Pelaksanaan Seluruh responden memiliki motivasi yaitu secara akademik untuk mendapatkan nilai sikap, memiliki hati untuk menjangkau jiwa, suatu kesukaan, amanat agung. Hambatan Hasil Pelaksanaan Hampir seluruh responden mengalami hambatan seperti respon yang kurang menyenangkan, timbul perdebatan, suasana hati yang kurang stabil, sulit membangun relasi, kurang antusias, takut dan malu, sulit mengatur waktu, penolakan, takut membuka topik Hampir seluruh responden menyatakan dapat memenangkan jiwa, motivasi semakin terbangun, dapat mengetahui cara menyampaikan Injil, sukacita, terjadi perubahan hidup, dapat memahami penginjilan secara digital. J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) tergerak untuk melayani, dan untuk menambah pengalaman dalam VOLUME 11 NOMOR 2 Namun, ada satu responden menyatakan bahwa sama sekali tidak menghadapi hambatan karena sudah dilengkapi dengan Jesus film yang bisa dibagikan dengan sangat mendapatkan nilai sikap, membagikan pengalaman Namun, ada beberapa responden yang belum mencapai hasil yang maksimal dengan alasan banyak penolakan dan belum menjadikan wajib penginjilan sebagai gaya Tabel 4. Hasil Pembahasan Wajib Penginjilan Kegiatan Rumah Cerdas Pelaksanaan Motivasi Hambatan Hasil Pelaksanaan Pelaksanaan Enam responden Motivasi dalam Seluruh responden Seluruh responden mengikuti kegiatan menyatakan menyatakan dapat mengikuti kegiatan sahabat rumah menghadapi hambatan menerima hal-hal yang sahabat rumah cerdas cerdas adalah antara lain: tidak baru, dapat membagikan dengan aktif. Namun, senang mengajar memiliki keberanian, pengalaman hidup, terjadi sebagian responden anak-anak, ingin penolakan, sulit perubahan, anak-anak belum mengikuti membagi hidup mengatur waktu, biaya merasa antusias dalam karena pada masa kepada orang lain, transportasi, kurang belajar, bisa melihat pandemi kegiatan memiliki hati untuk tertarik mengajar perkembangan dari yang rumah cerdas tidak menjangkau anakanak-anak, dan tidak bisa menjadi bisa bisa dilaksanakan. anak, memiliki bingung cara dan juga interaksinya semangat dari menghadapi anak-anak semakin baik, dan dalam diri untuk yang memiliki melayani anakkeinginan belajar yang berbeda-beda. Tabel 5. Hasil Pembahasan Kegiatan Rumah Cerdas Kegiatan Sahabat Orang Sakit Pelaksanaan Motivasi Pelaksanaan Hambatan Hasil Pelaksanaan Sembilan menyatakan selalu aktif mengikuti. Namun, sebagian responden tidak mengikuti karena masa pandemi kegiatan sahabat orang sakit tidak dapat dilaksanakan. Seluruh responden yang terlibat menyatakan motivasi dalam mengikuti sahabat orang sakit adalah merindukan mereka merasakan pemulihan, membagikan sukacita, suka mendoakan orang yang sakit, memberikan semangat, dan rindu untuk mendoakan. Hampir seluruh menyatakan tidak mengalami hambatan karena sudah pernah dijangkau dan membutuhkan doa. Namun, ada satu responden yang masih memilikin rasa takut dalam diri. Hasil yang dapat dicapai dalam kegiatan sahabat orang sakit adalah merasakan sukacita, terjadi kesembuhan dan ada kuasa doa, bisa mengambil bagian berdoa bagi mereka yang sakit, dan terjalinnya komunikasi yang akrab. Tabel 6. Hasil Pembahasan Sahabat Orang Sakit J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 Strategi yang Digunakan dalam Program Penginjilan Pelaksanaan Bentuk Pelaksanaan Manfaat Pelaksanaan Hasil Pelaksanaan Hampir seluruh responden menyatakan menggunakan strategi dalam melakukan Namun satu responden yang tidak menggunakan strategi dengan alasan sulit menggunakan strategi sehingga lebih menggunakan sistem Strategi yang digunakan adalah strategi kontekstual dengan melihat latar belakang, kunjungan doa, pendekatan sesuai dengan tingkat usia, tidak mendominasi memberikan motivasi, membagikan video, dan perlahan menyampaikan Injil. Manfaat penggunaan strategi penginjilan adalah bisa lebih teratur dan terarah sehingga tidak memudahkan dalam menyampaikan Injil, supaya tidak merasa takut, mempermudah dalam membangun komunikasi dengan orang lain. Hasil yang dapat diperoleh dengan strategi adalah bisa lebih percaya diri dalam memberitakan Injil dan bisa mencapai target yang sudah direncanakan sampai kepada tahap orang lain dapat mendengarkan dan menerima Injil. Tabel 7. Hasil Pembahasan Strategi Penginjilan Metode yang Digunakan dalam Program Penginjilan Pelaksanaan Seluruh bahwa sudah metode dalam Bentuk Pelaksanaan Seluruh responden menyatakan bahwa metode yang digunakan adalah metode pendekatan, tiga saja, persahabatan, tanya jawab, ceramah, kesaksian hidup, pembagian sembako dan banyak mendengar supaya bisa memahami arah Hambatan Hampir seluruh responden menghadapi hambatan antara lain: takut di tolak, merasa bosan mendengar cerita orang lain, kurang bersemangat, banyak mengulur waktu, berbeda cerita hidup, kurang mendapat respon yang baik. Namun, ada dua orang responden mengatakan tidak menemukan hambatan. Hasil Pelaksanaan Sebagian besar responden menyatakan hasil yang di peroleh adalah dapat bercerita dengan leluasa, mempermudah dalam penginjilan, dapat memahami bahwa tidak semua orang suka dengan cerita yang di sampaikan namun banyak orang ingin di dengarkan sehingga mereka bisa terbuka, dan percaya diri pemberitaan Injil dapat diterima dengan Tabel 8. Hasil Pembahasan Metode yang Digunakan dalam Program Penginjilan Media yang Digunakan dalam Program Penginjilan Pelaksanaan Bentuk Pelaksanaan Hambatan Hasil Pelaksanaan Seluruh media dalam Injil. Media yang digunakan dalam melakukan penginjilan adalah handphone, minyak, alam sekitar untuk memberikan ilustrasi, aplikasi tiktok, cermin jiwa. Jesus film, instagram, facebook, whatshap, animasi-animasi rohani, dan aplikasi perkenalan Hampir seluruh responden menghadapi hambatan yang berasal dari diri sendiri, kouta internet terbatas, sulit mendapatkan video yang tepat, dan lambat mendapatkan respon. Dapat menjangkau jiwa dengan cara yang sederhana dan lebih luas dalam Injil. J T S 2022 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 11 NOMOR 2 melalui Ome TV. Tabel 9. Hasil Pembahasan Media yang Digunakan dalam Program Penginjilan KESIMPULAN Berdasarkan analisa hasil pembahasan, diperoleh hasil bahwa pelaksanaan program penginjilan di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang masih kurang efektif, hal ini terlihat dari sebagian besar mahasiswa belum mengikuti program penginjilan seperti kurang aktif dalam mengikuti kegiatan sahabat rumah cerdas dan sahabat orang sakit. Selanjutnya pada penggunaan metode, media dan strategi penginjilan sudah cukup efektif, hal ini ditandai dengan sebagian besar responden sudah menggunakannya dengan baik. Pada pelaksanaan kegiatan wajib penginjilan sudah aktif dilaksanakan, namun belum sepenuhnya menjadi gaya hidup karena kurangnya ketaatan kepada Firman Tuhan. Penginjilan merupakan suatu keharusan yang harus dilaksanakan oleh setiap orang percaya sebagai wujud mengasihi dan taat kepada Firman Tuhan. Oleh sebab itu, setiap mahasiswa reguler di STT KAO Semarang perlu mengalami pembaharuan konsep berpikir yang sesuai dengan Firman Tuhan. DAFTAR PUSTAKA