Jurnal Humaniora Vol. No. 535 - 548 http://jurnal. id/index. php/humaniora p-ISSN: 2684-9275 e-ISSN: 2548-9585 Pengaruh Faktor Keuangan dan Non Keuangan Terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh Faisal1. Darnelly2. Isthafan Najmi2 Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Abulyatama Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Abulyatama isthafannajmi@abulyatama. https://doi. org/10. 30601/humaniora. v%vi%i. Published by Universitas Abulyatama Abstract Artikel Info Submitted: 12-09-2024 Revised: 11-10-2024 Accepted: 24-10-2024 Online first : 24-10-2024 This study is an empirical study that aims to determine the effect of Financial Factors on Employee Morale at PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Banda Aceh Branch and to determine the effect of Non-Financial Factors on Employee Morale at PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Banda Aceh Branch. The data analysis technique in this study uses multiple linear regression to analyze the effect of independent variables on dependent variables with the model Y = a b1X1 b2X2 e. Research data were collected through a list of questions/questionnaires and documentation studies. Hypothesis testing using multiple linear regression analysis. F test . and t test . is intended to determine simultaneously and partially the effect of independent variables on dependent variables. The object of this study is about Financial Factors. Non-Financial. Employee Morale at PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Banda Aceh Branch. The sample size of this study was 60 employees. The results of the study showed that the simultaneous test between the Financial and Non-Financial Factors had an effect on Employee Morale at PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Banda Aceh Branch. Then partially, namely the variables of Financial and Non-Financial Factors have a significant effect on Employee Work Spirit of PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Banda Aceh Branch. Keywords: Financial Factors. Non-Financial and Employee Work Spirit Abstrak Penelitian ini merupakan studi empiris yang bertujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Faktor Keuangan terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh dan untuk mengetahui pengaruh Non Keuangan terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh. Teknik analisis data dalam penelitianini menggunakan regresi linier berganda untuk analisis pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat degan model Y = a b1X1 b2X2 e. Data penelitian dikumpulkan melalui daftar pertanyaan/kuisioner dan studi dokumentasi. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda, uji F . dan uji t . dimaksud untuk mengetahui secara semultan dan secara parsial pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Objek penelitian ini adalah tentang Faktor Keuangan. Non Keuangan. Semangat Kerja Karyawan PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh. Ukuran sampel penelitian ini sebanyak 60 Karyawan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Secara uji simultan antara variabel Faktor Keuangan dan Non Keuangan berpengaruh terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh. Kemudian secara parsial yaitu variabel Faktor Keuangan dan Non Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh. Kata Kunci: Faktor Keuangan. Non Keuangan dan Semangat Kerja Karyawan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License. PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan asset yang paling penting bagi organisasi, pada hakekatnya berfungsi sebagai faktor penggerak bagi setiap kegiatan di dalam perusahaan. kinerja karyawan merupakan suatu sikap karyawan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja, kerja sama antar karyawan, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut tentang fisik dan psikologi. Sikap terhadap pekerjaan merupakan hasil dari sejumlah sikap khusus individu terhadap faktor-faktor pekerjaan , penyesuaian diri individu dan hubungan sosial individu diluar pekerjaan sehingga menimbulkan sikap umum individu terhadap pekerjaan yang dihadapi. Terdapat beberap faktor yang dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan di antaranya faktor keuangan, non keuangan dan karakteristi pekerjaan (Alfarizi, 2. Faktor semangat kerja harus diketahui oleh para pemimpin atau manajer organisasi karena penting artinya bagi keberhasilan suatu usaha. Dikatakan penting bagi keberhasilan suatu usaha karena semangat kerja dapat mempengaruhi produktivitas dan potensi kerja Semangat kerja yang optimal harus didukung dengan motivasi karyawan untuk bekerja secara maksimal (Amin dkk. , 2. Keuangan yang diberikan pada karyawan bisa berupa keuangan maupun non Keuangan berupa gaji, bonus, komisi, program perlindungan. Sedangkan non keuangan terdiri dari kepuasan yang diterima karyawan, seperti tanggung jawab, peluang akan pengakuan, peluang akan promosi, atau dari lingkungan psikologis dan fisik di mana karyawan tersebut berada. Faktor keuangan adalah bentuk keuangan yang dibayarkan dalam bentuk uang atau jasa yang karyawan sumbangkan pada perusahaan (Rizal dan Handayani. Faktor keuangan terdiri dari keuangan langsung dan keuangan tidak langsung. Keuangan langsung . irect financial compensatio. terdiri dari bayaran . yang diperoleh seseorang dalam bentuk gaji, upah, bonusdan komisi. Sedangkan keuangan tidak langsung . ndirect financial compensatio. disebut juga dengan tunjangan, yakni meliputi semua imbalan keuangan yang tidak tercakup dalam keuangan (Yasa dan Wibawa, 2. Faktor keuangan merupakan salah satu aspek yang paling sensitif didalam hubungan Keuangan dipandang sebagai hak dan merupakan sumber pendapatan utama, karena itu jumlahnya harus memenuhi kebutuhan untuk dirinya dan keluarganya, serta adanya jaminan kepastiaan penerimaannya. Keuangan tidak hanya diberikan dalam bentuk uang, tetapi dapat juga berbentuk materiil atau benda. Disamping uang dan materiil, keuangan dapat pula diberikan perusahaan berupa fasiltas atau kemudahan- kemudahan bagi para karyawannya (Sendianto dan Saragih, 2. Faktor non keuangan adalah kepuasan yang diterima seseorang dari pekerjaan itu sendiri atau dari lingkungan psikologis dan/atau fisik tempat dimana orang itu bekerja. Aspek non keuangan tersebut mencakup faktor-faktorpsikologis dan fisik dalam lingkungan kerja perusahaan. Non keuangan yang berhubungan dengan lingkungan kerja seperti ditempatkan di lingkungan kerja yang kondusif, lingkungan kerja yang sehat, aman dan nyaman, fasilitas kerja yang baik dan memadai dan lain-lainnya (Yolanda, 2. Para karyawan akan mematuhi segala peraturan yang berlaku, bila ia merasa mendapat jaminan balas jasa yang setimpal dengan jerih payah yang dikontribusikan kepada perusahaan. Namun demikian, informasi yang didapat, bahwa secara umum permasalahan non keuangan masih belum sesuai dengan harapan karyawan secara keseluruhan (Sendianto & Saragih, 2. Semangat kerja karyawan menurun akibat dari faktor keuangan dan faktor non keuangan yang kurang sesuai dengan pekerjaan karyawan. Perbedaan keuangan yang signifikan antara karyawan, karyawan mungkin merasa tidak puas jika karyawan melihat perbedaan yang besar dalam keuangan antara karyawan dan rekan kerja karyawan yang memiliki tanggung jawab, pengalaman, atau kontribusi yang serupa. Bagitu juga dengan fasilitas setiap ruang kerja kurang memadai dapat menurunkan tingkat semangat kerja karyawan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan berdasarkan tingkat kenyamanan dan keamanannya yang merupakan faktor non keuangan(Rizal & Handayani, 2. KAJIAN PUSTAKA Semangat Kerja Semangat kerja memiliki peran penting dalam menentukan kecepatan dan kualitas hasil pekerjaan karyawan semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat sehingga dengan demikian pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik. (Hasibuan, 2. mengatakan Ausebagai keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaan dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai hasil yang maksimalAy. Semangat kerja karyawan merupakan komponen penting dalam menentukan kemajuan organisasi atau organisasi. Sejalan dengan usaha pencapaian tujuan, organisasi perlu memperhatikan dan mengarahkan sumber daya manusianya dengan baik agar memiliki semangat kerja yang tinggi. Maka dari itu organisasi perlu mengetahui terlebih dahulu hal apa yang dapat memotivasi dan mendorong semangat kerja karyawan. Semangat kerja atau moral kerja merupakan sikap kesediaan perasaan yang memungkinkan seorang karyawan untuk menghasilkan kerja yang lebih banyak dan tanpa menambah keletihan, yang menyebabkan karyawan dengan antusias ikut serta dalam kegiatan-kegiatan dan usahausaha kelompok sekerjanya (Widani, 2. Faktor Keuangan Faktor keuangan diartikan sebagai semua bentuk kembalian atau imbalan . fiansial, jasa-jasa berwujud, dan tujuan-tujuan yang diperoleh karyawan sebagai dari sebuah hubungan kekaryawanan. faktor keuangan tidak hanya berarti imbalan intrinsic organisasi seperti pengakuan, kessempatan untuk promosi, dan kesempatan kerja yang lebih menantang sedangkan istilah administrasi gaji dan upah biasanya diartikan terbatas pada imbalan berbentuk uang yang diberikan kepada para karyawan. Menurut (Hasibuan, 2. Aufaktor keuangan adalah tambahan balas jasa yang diberikan kepada karyawan tertentu yang prestasinya di atas prestasi standar. Faktor keuangan ini merupakan alat yang dipergunakan pendukung prinsip adil dalam pemberian faktor keuangan. Ay. menurut (Putra & Sriathi, 2. Aufaktor keuangan merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan. Pemberian faktor keuangan merupakan salah satu pelaksanaan fungsi SDM yang berhubungan dengan semua jenis pemberian penghargaan individual sebagai pertukaran dalam melakukan tugas keorganisasian. Ay Faktor non keuangan Menurut (Marniati. Prof. Adjunct, 2. kompensasi non keuangan terdiri dari kompensasi yang berkaitan dengan pekerjaan itu sendiri seperti tugas yang menarik, tantangan dalam bekerja dan tanggung jawab terhadap pekerjaan dan lingkungan kerja dimana orang itu bekerja seperti seperti lingkungan kerja yang nyaman dan rekan kerja yang Dapat sisimpulkan bahwa kompensasi non keuangan adalah kompensasiyang diberikan perusahaan selain kompensasi finansial. Kompensasi non keuangan terdiri dari kompensasi yang berhubungan dengan perusahaan dan lingkungan pekerjaan. METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh yang beralamat di JL. Lampeuneurut Pekan Biluy Gampong Lampeneurut Ujong Blang Kec. Darul Imarah-Aceh Besar 23352. Sedangkan objek penelitiannya yaitu faktor keuangan dan non keuangan serta semangat kerja karyawan. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data mengenai faktor keuangan dan non keuangan terhadap semangat kerja karyawan dilakukan pengumpulan data dengan cara sebagai berikut: Data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh peneliti dari lapangan. Data primer diperoleh dari hasil survey dengan menggunakan instrumen penelitian. Kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah tertutup, yaitu pertanyaan yang dirancang berbentuk pilihan yang telah disediakan dengan pertanyaan yang dirancang berbentuk pilihan yang telah disediakan. Data sekunder dalam penelitian ini bersumber dari studi pustaka, studi dokumentasi dan lainnya seperti melalui artikel atau jurnal maupun yang diambil dari internet untuk mendapatkan data dalam penelitian ini. Peralatan Analisis Pengujian dan analisis data primer dilakukan dengan menggunakan perangkat SPSS Versi 26 dengan formulasi regresi linier berganda adalah sebagi berikut (Sugiyono, 2019:. Y = a b1 X1 b2 X2 e Keterangan: = Semangat kerja karyawan = Konstanta b2, b3 = Koefisien Variabel = Keuangan = Non keuangan = Error Term Uji Validitas Uji validitas dimaksudkan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur menurut situasi, keperluan dan tujuan tertentu. Dengan kata lain bahwa kuesioner dianggap valid jika kuesioner tersebut benar-benar dapat menyajikan suatu set data mengenai perilaku dan aktivitas responden sebagaimana yang diharapkan. Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analysis corelation yang menjelaskan korelasi . di antara sejumlah variabel dengan menggunakan satu set dimensi yang disebut faktor. Ukuran data dianggap valid apabila korelasi hitung lebih besar dari angka kritis nilai Ae r . able product Uji Reliabilitas Reliabilitas instrument adalah tingkat konsistensi hasil yang dicapai oleh kuesioner, meskipun digunakan secara berulang-ulang. Pendekatan yang digunakan adalah dengan cara menghitung Cronbach Alpha masing-masing variabel yang terlibat. Cronbach Alpha menafsirkan korelasi antara skala yang dibuat dengan semua skala variabel yang ada. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data menunjukkan tingkat ketepatan, tingkat keakuratan, kestabilan atau konsistensi dalam mengungkapkan gejala Uji t . Digunakan untuk menguji tingkat signifikan Faktor keuangan dan non keuangan secara individual terhadap Semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh Dengan kriteria pengujian: Jika t hitung > t tabel, maka menerima Ha dan menolak Ho pada tingkat signifikan 5%. t hitung < t tabel, maka menerima Ho dan menolak Ha pada tingkat signifikan 5%. Ha1 : Faktor keuangan berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh H01 : Faktor keuangan tidak berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh Ha2 : Fakto non keuangan berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh H02 :Faktor non keuangan tidak berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh Uji F ( Simulta. Digunakan untuk menguji tingkat signifikan Karakteristik pekerjaan dan Non keuangan secara bersama-sama atau menyeluruh terhadap pretsasi kerja karyawan PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh Dengan kriteria pengujian: Jika F hitung > F tabel, maka menerima Ho dan menolak Ha pada tingkat signifikan 5% hitung < F tabel, maka menerima Ha dan menolak Ho pada tingkat signifikan 5% Ha3 : Faktor keuangan dan non keuangan berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh Ho3 : Faktor keuangan dan non keuangan tidak berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas Instrumen Pengujian validitas data dalam penelitian ini dilakukan secara stastitik, yaitu dengan menggunakan uji pearson product-moment coefficien of correlation dengan bantuan SPSS. Menurut Sugiyono . bahwa semua penyataan mempunyai nilai korelasi diatas nilai kritis 5 % yaitu di atas 0,254, sehingga pernyataan-pernyataan tersebut adalah signifikan dan memiliki validitas. Ini berarti data yang diperoleh adalah valid dan dapat dipergunakan untuk penelitian. Hasil uji validitas dapat dijelaskan bahwa semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan semuanya valid, karena mempunyai koefisien kerelasi diatas dari nilai kritis kerelasi produck moment yaitu sebesar 0,254 sehingga semua pertanyaan yang terkandung dalam kuesioner penelitian ini dinyatakan valid untuk dilanjutkan penelitian yang lebih mendalam Uji Reliabilitas Instrumen Pengujian reliabilitas dilakukan dengan internal consistency atau derajat ketepatan Untuk pengujian ini digunakan Statistical Packaged for Social Sciences (SPSS). Setelah melakukan pengujian reliabilitas untuk mengetahui konsistensi hasil sebuah jawaban tentang tanggapan responden. Untuk melakukan pengujian reliabilitas penulis menggunakan program SPSS. Hasil uji Reliabilitas dapat dilihat dari nilai cronbach Alpha, nilai cronbach alpa reliabilitas yang baik adalah yang makin mendekati 1. Reliabilitas yang kurang dari 0,60 adalah kurang baik, sedangkan lebih dari 0,60 dapat diterima dan reliabilitas dengan cronbach alpha 0,80 atau diatasnya adalah baik. Dari hasil pengujian reliabilitas diatas dapat diketahui bahwa relialibilitas variabel keputusan pembelian berdasarkan pengujian reliabilitas dari instrumen, diketahui bahwa hasil pengujian variabel Semangat kerja karyawan. Faktor keuangan. Dan non keuangan seluruhnya adalah reliabel karena melebihi dari 0,60. Pengujian Hipotesis Hipotesis menyatakan bahwa faktor keuangan (X. dan non keuangan (X. berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh. Model yang digunakan untuk menduga pengaruh tersebut adalah: Berdasarkan hasil ouput komputer melalui program SPSS seperti terlihat tabel di atas, maka diperoleh persamaan regresi berganda sebagai berikut. Y = 1,078 0,258X1 0,464X2 Dari persamaan regresi linier berdanda di atas dapat diketahui hasil penelitian sebagai . Koefesien Regresi ( ) Dalam penelitian nilai konstanta adalah 1,078 artinya bila mana faktor keuangan (X. dan non keuangan (X. , dianggap konstan, maka semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh, adalah sebesar 1,078 pada satuan skala Koefisien regresi faktor keuangan (X. sebesar 0,258. Artinya setiap 100% perubahan dalam variabel faktor keuangan akan menurunkan semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh sebesar 25,8% dengan asumsi variabel non keuangan (X. dan non keuangan (X. dianggap konstan. Koefisien regresi non keuangan (X. sebesar 0,464. Artinya setiap 100 % perubahan dalam variabel non keuangan secara relatif akan meningkatkan semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh sebesar 46,4% dengan asumsi variabel faktor keuangan (X. dianggap konstan Berdasarkan hasil analisis diatas dapat diketahui bahwa dari ke dua variabel yang diteliti ternyata variabel non keuangan mempunyai pengaruh dominan dalam meningkatkan semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh, karena diperoleh koefisien regresi sebesar 48,4%. Koefisien Korelasi (R) dan Determinasi Untuk mengetahui seberapa besar kenaikan suatu linier dapat dijelaskan melalui hubungan antara veriabel-variabel . Jika seluruh nilai dari variabel-variabel tersebut dapat memenuhi suatu persamaan dengan benar, maka dapat dikatakan terdapat korelasi yang sempurna dalam model analisis ini. Dari output SPSS dapat diketahui tingkat hubungan variabel bebas dengan variabel terikat antara lain: Model Summary Adjusted R Model R Square Std. Error of the Estimate Square 0,791a 0,684 0,621 0,38082 Predictors: (Constan. Faktor keuangan (X. Non keuangan (X. Berdasarkan dari output komputer diatas maka diperoleh koefisien regresi dalam penelitian diperoleh nilai sebesar 0,791 dimana dengan nilai tersebut terdapat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah sebesar 79,1%. Artinya faktor Faktor keuangan (X. dan non keuangan (X. mempunyai pengaruh yang kuat terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh. Sementara itu koefisien determinasi yang diperoleh dengan nilai sebesar 0,621 artinya bahwa sebesar 62,1% perubahan-perubahan dalam variabel terikat (Semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Ace. dapat dijelaskan oleh perubahan-perubahan faktor keuangan (X. , non keuangan (X. Sedangkan selebihnya sebesar 37,9% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar dua variabel yang telah dijelaskan di atas seperti insentif, tunjangan kerja, bonus dan kompensasi. Uji Parsial ( uji t ) Untuk menguji pengaruh faktor keuangan dan non keuangan terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh. , digunakan uji Statistik t . Apabila nilai thitung > nilai ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima, sebaliknya apabila nilai thitung < nilai ttabel , maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hasil pengujian hipotesis secara parsial dapat dilihat pada Tabel 5. Dapat ketahui besarnya nilai thitung dari setiap variabel independen dalam penelitian ini. Nilai thitung dari setiap variabel independen akan dibandingkan dengan nilai ttabel dengan menggunakan tingkat kepercayaan . onfidence interva. 95% atau = 0,05. Pengaruh Faktor keuangan (X. Pengaruh faktor keuangan (X. terhadap variabel semangat kerja karyawan (Y) secara parsial dapat dilihat pada Tabel 5. 3 nilai thitung . lebih besar dari ttabel . , maka keputusannya adalah menerima Ha dan menolak H0. Dari hasil uji signifikansi secara parsial bahwa faktor keuangan berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh. Pengaruh Non keuangan(X. Pengaruh non keuangan terhadap variabel semangat kerja karyawan (Y) secara parsial dapat dilihat pada Tabel 5. 3 nilai thitung . lebih besar dari nilai ttabel . nilai thitung > nilai ttabel, maka keputusannya adalah menolak H0 dan menerima Ha. artinya Non keuangan berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh. Uji Serempak( uji F ) Untuk menguji pengaruh faktor keuangan, dan non keuangan secara serempak terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh. digunakan uji Statistik F . ji F). Apabila nilai Fhitung > nilai Ftabel , maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sebaliknya apabila nilai Fhitung < nilai Ftalel , maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil uji secara parsial dapat dilihat pada tabel berikut: ANOVAa Sum of Mean Model Fhitung Squares Square Regression 13,134 6,567 23,186 Residual 16,144 0,283 Total 29,277 Dependent Variable: Semangat kerja karyawan (Y) Ftabel 3,162 Sig. 0,000b Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Fhitung sebesar 23,186 dengan signifikasi 0,000, sedangkan Ftable pada tingkat kepercayaan . onfidence interva. 95% atau = 0,05 adalah 3,162. Dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftable, maka Fhitung . lebih besar dari Ftable . Keputusannya adalah H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara serempak variabel faktor keuangan (X. dan non keuangan (X. berpengaruh dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh. Pembahasan Pengaruh faktor keuangan terhadap semangat kerja karyawan Hasil uji statistic menghasilkan faktor keuangan berpengaruh positif terhadap semangat kerja karyawan. Maka dari hasil yang diteliti menjelaskan semangat kerja karyawan PT. Enseval Putra Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh memiliki pengaruh terhadap factor ketika hak karyawan dipenuhi dalam factor keuangan maka karyawan tersebut memiliki semangat yang tinggi dalam bekerja. Factor ini sangat mempengaruhi karyawan dalam produktivitas dan potensi kerja dalam memberikan sumbangsi tenaga maupun pikiran terhadap perusahaan secara maksimal. Factor keuangan adalah factor yang cukup sensitive bagi karyawan karna merupakan suatu hak yang merupakan sumber pendapatan utama bagi karyawan, maka dari itu perusahaan diharuskan memberikan jumlah yang sesuai (Ansari , n. Pengaruh faktor Non Keuangan terhadap semangat kerja karyawan Hasil uji statistic menghasilkan faktor non keuangan berpengaruh postif terhadap semangat kerja karyawan. Maka dari hasil yang diteliti menjelaskan semangat karyawan PT. Enseval Putra Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh memiliki pengaruh terhadap factor non Karyawan merupakan asset terpenting didalam suatu perusahaan. Gaji atau upah yang diberikan oleh perusahaan merupakan suatu hasil dari kinerja karyawan (Anggitasari & Badar, 2. Namun, akan tetapi karyawan juga perlu diberikan suatu motivasi, pujian maupun dukungan yang diberikan untuk membuat karyawan termotivasi serta semangat dalam membantu perusahaan yang membuat kinerja perusahaan akan teroptimal. Aspek non keuangan juga dapat diberikan dengan cara memberikan tempat kerja yang kondusif serta maupun fasilitas kerja yang memadai, sehingga karyawan mampu memberikan kontribusi terhadap perusahaan secara maksimal (Ismantara & Pranatasari, 2. Pengaruh faktor keuangan dan non keuangan terhadap semangat kerja karyawan Hasil uji statsitik menghasilkan bahwa kedua factor yakni factor keuangan dan non keuangan berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja karyawan PT. Enseval Megatrading Tbk. Cabang Bnada Aceh. Kedua factor tersebut merupakan suatu hal yang penting pada perusahaan. Manager perusahaan harus mampu mempertimbangkan kedua factor tersebut dalam suatu factor yang menunjang kinerja karyawan. Semangat kerja merupakan suatu hal yang penting dalam keberhasilan perusahaan. Semnagat kerja yang optimal didukung oleh motivasi karyawan dalam bekerja secara maksimal (Wita & Kartika. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian, pengelohan, dan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Faktor keuangan berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh dengan nilai t hitung sebesar 2,873 dengan nilai signifikan sebesar 0,002. Non keuangan berpengaruh Semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh dengan nilai t hitung sebesar 4,984 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Faktor keuangan, dan non keuangan secara simultan berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh dengan nilai F hitung sebesar 23,186 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Saran Berdasarkan hasil penelitian maka penulis ingin menyampaikan beberapa saran kepada PT. Enseval Putera Megatrading Tbk. Cabang Banda Aceh sebagai berikut: Meningkatkan faktor keuangan karyawan atau memberikan bonus kepada karyawan seperti pada saat karyawan bekerja lembur serta memberikan dorongan kerja terhadap Meningkatkan non keuangan karyawan, hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan semangat kerja karyawan seperti penyediaan fasilitas yang lengkap. Untuk penelitian selanjutnya agar tidak hanya meneliti variabel faktor keuangan. Dan non keuangan tapi juga meneliti variabel lainnya. DAFTAR PUSTAKA