Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENERAPAN STIMULASI OROMOTORIK DAN DEVELOPMENTAL CARE TERHADAP PENINGKATAN PERKEMBANGAN BAYI PREMATUR Septi Viantri Kurdaningsih . Rahayu Tri Nuritasari . Amrina Rasyada . Elsa Slyvia Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas AoAisyiyah Palembang1, 2, 3 ,4 septi@stikes-aisyiyah-palembang. rahayu@stikes-aisyiyah-palembang. amrina_rasyadaadnan@gmail. elsas@stikes-aisyiyah-palembang. ABSTRAK Latar Belakang: Bayi prematur mengalami ketidakadekuatan dalam reflek menghisap sehingga kebutuhan nutrisi menjadi tidak terpenuhi. Salah satu cara untuk meningkatkan reflek menghisap ASI pada bayi prematur dengan melakukan stimulasi oromotorik. Bayi prematur juga membutuhkan developmental care untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi prematur. Tujuan: pengaruh penerapan stimulasi oromotorik dan developmental care terhadap peningkatan tumbuh kembang. pemberian asi pada bayi prematur dengan resiko gangguan perkembangan dan defisit nutrisi Metode: Desain studi kasus ini adalah desain deskriptif pemaparan studi kasus pendekatan proses asuhan Subjek studi kasus 2 orang pasien kriteria bayi prematur dengan masalah resiko gangguan perkembangan dan defisit nutrisi. Studi kasus ini dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang bulan April-Mei 2024. Analisa data dengan membandingkan antara teori dan data yang ditemukan pada pasien Hasil: Implementasi keperawatan menunjukkan bahwa penerapan stimulasi oromotorik dan developmental care pada bayi prematur dengan masalah resiko gangguan perkembangan dan defisit nutrisi kepada pasien mampu meningkatkan reflek hisap dan perkembangan bayi. Saran: pemberian stimulasi oromotorik dan developmental care dapat dilakukan oleh perawat untuk menstimulasi oral terhadap reflek hisap bayi dalam meningkatkan kemampuan minum dan perkembangan bayi prematur. Kata Kunci: Stimulasi Oromotorik. Developmental Care. Prematur. Tumbuh Kembang ABSTRACT Background: Preterm infants experience inadequacy in sucking reflexes so that nutritional needs are not met. One way to increase the sucking reflex of breast milk in premature babies is by performing oromotor stimulation. Premature babies also need developmental care to provide a sense of security and comfort to premature babies. Objective: the effect of applying oromotor stimulation and developmental care on improving growth and development. This study aims to assess the effect of oromotor stimulation and developmental care on the improvement of growth and development and breastfeeding in preterm infants at risk of developmental disorders and nutritional deficits. This case study design is a descriptive case study exposure design of the nursing care process approach. The case study subjects were 2 patients with criteria for premature infants with problems of risk of developmental disorders and nutritional This case study was conducted at the Palembang Muhammadiyah Hospital on April-Mei 2024. Data analysis was done by comparing theory and data found in patients. Results: Nursing implementation shows that the application of oromotor stimulation and developmental care in premature infants with risk problems of developmental disorders and nutritional deficits to patients is able to improve the baby's suction reflex and development. Suggestion: providing oromotor stimulation and developmental care can be done by nurses to stimulate oral to the baby's suction reflex in improving the drinking ability and development of premature babies. Keywords: Oromotor Stimulation. Developmental Care. Premature. Growth and Development | 86 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN tahun 2020 (WHO, 2. Bayi prematur adalah bayi yang Menurut Kementrian lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 Kesehatan Indonesia tahun 2021, sebesar minggu, penyebab kematian bayi prematur 84% di Indonesia terjadi karena lahir merupakan penyebab utama dari perinatal prematur (Meirina, 2. Sepertiga bayi dan morbiditas. Bayi dengan berat badan yang terlahir prematur dapat menjadi dan usia kehamilan yang kurang, dapat menjadi stunting dan 2/3 angka mengalami diberikan kekhususan dalam pemberian kematian bayi premature. Menurut data nutrisi pada bayi prematur (Fatimah. , & Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Purwaningsih, 2. pada tahun 2022 sebanyak 124 kasus Bayi . %) bayi lahir prematur yang menjadi terhadap kejadian infeksi. Infeksi yang penyebab kematian neonatal terbesar kedua dapat terjadi pada semua usia bayi di Provinsi Sumatera Selatan setelah kasus prematur, tetapi penyebab utama perhatian pada bayi prematur yaitu karena memiliki Sumatera Selatan, 2. Kelahiran bayi sistem kekebalan yang kurang berkembang prematur di kota Palembang tahun 2021 dan lebih beresiko rentan terhadap infeksi sebanyak 215 kelahiran, terjadi penurunan bayi prematur. Pada angka kematian bayi tahun 2022 sebanyak 183 kelahiran dan prematur dapat berkurang dengan adanya meningkat tahun 2023 sebanyak perawatan yang lebih lanjut, namun pada kelahiran (Badan Pusat Statistik Provinsi tingkat morbiditas yang berkaitan dengan Sumatera Selatan, 2. perkembangannya (Nova et al. , 2. (Dinas Kesehatan Provinsi Berdasarkan data rekam medik Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Berdasarkan data World Health kunjungan pada tahun 2021 terdapat 40 Organization (WHO) Diperkirakan 13,4 kasus prematur pada bayi, kunjungan pada juta bayi lahir prematur pada tahun 2020 tahun 2022 terdapat 26 kasus prematur pada . ebelum bayi, dan pada tahun 2023 terdapat 35 Komplikasi kelahiran prematur merupakan Angka proporsi tersebut didapat dari penyebab utama kematian pada anak di jumlah kunjungan penyakit dalam rawat bawah usia 5 tahun, yang menyebabkan 000 kematian pada tahun 2019 . Palembang, 2. (Rumah Sakit Muhammdiyah Di berbagai negara, angka kelahiran prematur Kejadian kelahiran bayi prematur berkisar antara 4Ae16% dari bayi yang lahir pada pada kehamilan disebabkan beberapa faktor | 87 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 yang mempengaruhi terjadinya persalinan yang dilakukan oleh Nova et al. , . prematur, yaitu faktor usia, faktor status gizi, faktor janin, faktor paritas, faktor dan developmental care yang dilakukan maternal dan faktor lainnya. Kelahiran bayi pemberian rangsangan motorik oral untuk prematur merupakan salah satu penyebab mengatasi reflek hisap yang lemah dapat Resipiratory distress syndrome (RDS) pada menjadikan intervensi tetep yang perlu RDS penerapan stimulasi oromotorik meningkatkan asupan oral sedangkan pada kematian neonatus yang paling sering developmental care memiliki efek jangka RDS diketahui disebabkan oleh pendek dan panjang sehingga dapat menjadi defisiensi surfaktan primer dan tekanan intervensi wajib untuk dilaksanakan pada saluran napas positif . Bayi premature harus bayi prematur. memerlukan dukungan untuk mencapai Menurut penelitian Fatimah. , & keperluan bayi dalam memepertahankan Purwaningsih kenyamanan dan mendukung bayi agar meningkatkan reflek hisap dalam menyusui Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) yang lebih efektif (Nova et al. , 2. terhadap kemampuan reflek hisap pada bayi Premature Metode developmental care dan prematur, berdasarkan hasil penelitian stimulasi oromotorik yang dilakukan bayi dampak baik dari intervensi terhadap prematur untuk menyesuaikan lingkungan pengembangan keterampilan motorik pada diruangan agar dapat mengurangi stress pertumbuhan dan penambahan berat badan fisiologi, menjaga ketenangan tidur, dan yang lebih cepat serta perawatan dirumah mempromosikan pertumbuhan saraf dan sakit yang lebih singkat. pematangan bayi, penerapan oral yang Sedangkan menurut Kolomboy et al dapat meningkatkan reflek hisap padabayi . Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan Neonatal meningkatkan otot-otot motorik mulut Integrative Developmental Care Model dalam reflek hisap bayi. Reflek hisap yang (NIDCM) terhadap respon stres bayi lemah pada bayi prematur merupakan hal Hasil penelitian ini adalah untuk yang sering terjadi, diperlukan rangsangan dilakukannya intervensi NIDCM maupun motorik untuk meningkatkan reflek hisap Neuroprotective Developmental Cares (DC. bayi (Nova et al. , 2. Menurut penelitian rutin telah terbukti secara statistik deskriptif | 88 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 menurunkan respons stres bayi prematur di palpasi, perkusi, auskultasi (IPPA) pada ruang perawatan neonatal, bahkan beberapa sistem tubuh pasien guna memeriksa di antaranya meningkat. Namun, khusus pada bayi prematur dengan berat lahir Analisis data studi kasus dimulai dengan <1800 gram menunjukkan efek yang lebih pengolahan data awal kemudian berjalan sepanjang pelaksanaan pada studi kasus. Pengumpulan data hasil dari seluruh METODE PENELITIAN rangkaian kegiatan studi kasus berdasarkan Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dalam bentuk studi kasus asuhan meliputi pengkajian yaitu hasil wawancara, diagnosis keperawatan terkait, perencanaan developmental care dalam meningkatkan asuhan, implementasi asuhan serta hasil Data keperawatan bayi prematur di Rumah Sakit dengan tabel, bagan, gambar maupun teks Muhammadiyah Palembang. Pendekatan naratif dan diakhiri interpretasi data, yaitu yang di gunakan adalah pendekatan asuhan membandingkan hasil yang didapatkan keperawatan yang meliputi pengkajian, dengan penelitian terdahulu dan secara diagnosis keperawatan, perencanaan, dan Subjek penelitian yang di gunakan adalah dua orang bayi terdiri dari 2 pasien HASIL PENELITIAN Kasus 1 yang prematur yang di teliti secara rinci Bayi. Ny. AuWAy, usia 7 hari, lahir dan mendalam melalui metode wawancara tanggal 18 April 2024, jenis kelamin dan observasi. Proses penelitian di lakukan Saat dikaji reflek hisap lemah, bulan April-Mei Apgar score 8 . hasil pemeriksaan fisik nadi 2024 di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. 140x/menit. RR 60x/menit, suhu 36,5EE. Alat atau instrumen pengumpulan data menggunakan format keperawatan lansia yang termasuk ke berat badan 1. 735 gram. Panjang badab 42 cm, lingkar kepala 29 cm, lingkar dada 28 cm, lingkar perut 26 cm. Implementasi pendekatan pengkajian pemeriksaan fisik dilakukan oleh peneliti dengan melakukan head to toe kepada pasien secara inspeksi, informed concent dengan orang tua bayi, | 89 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 600 gram. Panjang badan 40 cm, lingkar kepala 28 cm, lingkar dada 27 cm, lingkar penerapan developmental care yang dapat Implementasi dilakukan oleh peneliti dengan melakukan inkubator dengan cara menutup inkubator, informed concent dengan orang tua bayi, tidak membangunkan bayi saat melakukan penerapan, dan tidurkan bayi pada kain halus, lembut dan bersih durasi 1 jam/ hari selama 3 hari dan penerapan stimulasi penerapan developmental care yang dapat oromotorik dengan reflek hisap yang lemah inkubator dengan cara menutup inkubator, menghisap dan meningkatkan otot- otot tidak membangunkan bayi saat melakukan motorik mulut selama 15 menit dalam 3 penerapan, dan tidurkan bayi pada kain halus, lembut dan bersih selama 1 jam 3x perut 24 cm. Pada tahap evaluasi menunjukkan pasien tampak tidak menangis, reflek oromotorik dengan reflek hisap yang lemah menghisap membaik, bb meningkat dari 735 gram menjadi 1. 740 gram, pasien menghisap dan meningkatkan otot- otot tidur dengan tenang dan nyaman. motorik mulut selama 15 menit dalam 3 hari Kasus 2 berturut-turut. Bayi. Ny. AuNAy, usia 5 hari, lahir tanggal Pada tahap evaluasi menunjukkan 20 April 2024, jenis kelamin laki-laki. Saat pasien tampak tenang, reflek menghisap dikaji reflek hisap lemah. Apgar score 6 . membaik, bb meningkat dari 1600 gram hasil pemeriksaan fisik nadi 130x/menit, menjadi 1615 gram. RR 65x/menit, suhu 36EE, berat badan 1. Tabel 1. Kemampuan Reflek Hisap Sebelum Dan Sesudah Penerapan Stimulasi Oromotorik Pada Bayi Prematur No Nama Pasien Reflek Hisap Sebelum Intervensi Reflek Hisap Sesudah Intervensi Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 1 Hari 2 Hari 3 Pasien 1 Lemah Lemah Kuat Lemah Kuat Pasien 2 Lemah Lemah Kuat Lemah Lemah Kuat | 90 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Berdasarkan Tabel 1didapatkan hasil hari terhadap bayi prematur yang di rawat pada pasien 1 reflek hisap lemah setelah diruang anak dan neonatus, didapatkan selama 3 hari refleks hisap menjadi kuat, developmental care memiliki kemampuan dan pada pasien 2 rerfeks hisap lemah pada perkembangan bahasa dan motorik sampai hari kedua setelah dilakukan terapi yang lebih baik (Nova et al. , 2. Pada stimulasi oromotorik peneliti melakukan refleks hisap menjadi kuat, didapatkan bahwa bayi prematur yang menerima rangsangan reflek motorik juga meningkatkan refleks hisap bayi premature menunjukkan peningkatan yang lebih besar dari asupan oral. Bayi Ny. AuWAy diberikan PEMBAHASAN reflek hisap selama 3 hari, reflek hisap Sebelum melakukan implementasi pasien ada namun masih lemah. Pada peneliti terlebih dahulu membina hubungan saling percaya (BHSP) pada kedua orang tua rangsang reflek motorik pada bayi efektif pasien agar mendapatkan kepercayaan dari untuk meningkatkan makan secara oral kedua orang tua pasien maupun keluarga. sehingga meningkatkan berat badan dan Membina hubungan saling percaya penting mengurangi durasi perawatan. Diberikan supaya tercipta hubungan saling percaya terapi 1 kali sehari selama 3 hari (Nova et antara pasien dan perawat sehingga lebih , 2. Menunjukkan bahwa diagnosa yang diambil oleh peneliti adalah resiko Pada Bayi prematurbelum berkembang dan berfungsi masalah perkembangan. Intervensi yang dengan baik, membuat bayi prematur sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan perkembangan peneliti melakukan seperti diluar rahim, dan reflek hisap dan menelan peratahankan sentuhan seminimal mungkin pada bayi yang lemah sehingga nutrisi pada bayi prematur, minimalkan kebisingan diberikan melalui orogastric tube (OGT) di ruangan, mempertahankan lingkungan dari data tersebut diangkat diagnosa defisit nutrisi (Damayanti et al. , 2. mendukung perkembangan optimal, pertahankan kenyamanan anak Peneliti sebelumnya melakukan observasi selama 3 Hasil penelitian ini sejalan dengan Fatimah, | 91 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Purwaningsih . menunjukkan bahwa Sakit Muhammadiyah Palembang. peningkatan pada bayi. Terapi ini dapat KESIMPULAN Setelah dilakukan penerapan stimulasi memperbaiki reflek hisap yang lemah dan menunjukkan reflex hisap kedua pasien dari kenyamanan bayi. lemah menjadi kuat, selain itu juga Berdasarkan hasil peneliti yang telah dipengaruhi oleh penerapan developmental care yang membuat bayi merasa nyaman dan tenang , suhu tubuh hangat yang mendorong perkembangan bayi sehingga mencapai kesehatan yang optimal. setelah bayi terjaga dari pencahayaan dengan kain penutup inkubator, sehingga SARAN kebisingan dapat diminimalkan dan tercipta Pelayanan asuhan keperawatan anak kenyamanan bayi didalam inkubator serta meningkatkan reflek menghisap pada bayi developmental care pada bayi prematur prematur saat penerapan telah dilakukan selama 3 hari. Penerapan developmental care dan stimulasi oromotorik merupakan intervensi tambahan yang dilakukan 3 kali pertemuan dengan 1 kali perawatandengan developmental care pada bayi prematur durasi 1 jam dan 15 menit efektif untuk meningkatkan perkembangan bayi dan reflek hisap pada bayi prematur di Rumah perkembangan bayi premature DAFTAR PUSTAKA