Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities Vol. 2 No. eISSN: 2797-1821 The Effect of Behavioral Approach Group Counseling with Modeling Techniques on Improving Student Learning Discipline Bandel Ari Wijaya . Muhammad Japar. Nofi Nur Yuhenita Department of Guidance and Counseling. Universitas Muhammadiyah Magelang. Indonesia bandel0030@gmail. https://doi. org/10. 53017/ujsah. Received: 17/02/2022 Revised: 25/03/2022 Accepted: 27/03/2022 Abstract This study aims to examine the effect of behavioral approach group counseling with modeling techniques on improving student learning discipline. This research is animpure experimental research (Pre-experimental Design . on desig. ), with the experimental form of One-Group Pretest-Posttest Design. The sample of this study was selected by purposive sampling. The samples taken in this study were 5 students or teenagers as the experimental group. The method of data analysis was confirmed by using a disciplinary questionnaire in learning. Test the validity of the disciplinary questionnaire instrument in learning by using the product moment formula while the reliability test using the Cronbach alpha formula with the help of the SPSS For Windows version 24. 00 program. The analysis prerequisite test consists of a normality test and a homogeneity test. Data analysis used parametric statistical techniques, namely the Paired Sample T-Test test with the help of the SPSS For Windows version 24. The results of this study indicate that behavioral group counseling Modeling techniques have an effect on increasing discipline in student learning. This is evidenced by the results of the paired sample t-test by showing the asymp probability. -taile. < 0. 05 then H0 is rejected. Ha is accepted, whereas if the probability is asymp. Sig. - taile. > 0. 05 then H0 is accepted and Ha is rejected. The probability value of asymp. Sig. -taile. <0. 05 or 0. <0. 05 or H0 is rejected and Ha is accepted, then according to the basis of decision making in the paired sample t-test, it can be concluded that there is a significant difference in the pretest and posttest scores in filling out the discipline questionnaire in learning, so that group counseling services with a behavioral approach to improve student learning discipline. Keywords: Group counselling. Modelling. Discipline in learning Pengaruh Konseling Kelompok Pendekatan Behavioral dengan Teknik Modeling Terhadap Peningkatan Disiplin Belajar Siswa Abstrak Penelitian ini bertujan untuk menguji pengaruh konseling kelompok pendekatan behavioral dengan teknik modeling terhadap peningkatan disiplin belajar siswa. Penelititian ini merupakan penelitian eksperimen tidak murni (Pre-experimental Design . on desig. ), dengan bentuk eksperimen One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian ini dipilih secara purposive sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 5 siswa atau remaja sebagai kelompok eksperimen. Metodeanalisis data dikakukan dengan menggunakan angket disiplin dalam belajar. Uji validitas instrumen angket disiplin dalam belajar dengan menggunakan rumus product moment sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus cronbach alpha dengan bantuanprogram SPSS For Windows versi 24. Uji prasyarat analisis terdiri dari uji normalitas, dan uji homogenitas. Analisis data menggunakan teknik statistic parametrik yaitu uji Paired Sample T-Test dengan bantuan program SPSS For Windows versi 24. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konseling kelompok behavioral Teknik modelling berpengaruh untuk meningkatkan disiplin dalam belajar siswa. Hal ini Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities. Vol. 2 No. Bandel Ari Wijaya et al dibuktikan dari hasil uji paired samplel t-test dengan menunjukkan probalitas asymp. < 0,05 maka H0 ditolak Ha diterima, sedangkan jika probabilitas asymp. Sig. -taile. > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Nilai probabilitas asymp. Sig. -taile. <0,05 atau 0,000<0,05 atau H0 ditolak dan Ha diterima, maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam uji paired samplel t-test dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nilai pretest dan posttest yang signifikan pada pengisian angket disiplin dalam belajar, sehingga layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavioral untuk meningkatkan disiplin belajar siswa. Kata kunci: Konseling kelompok. Disiplin dalam belajar Pendahuluan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal I Ayat I tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sekolah sebagai tempat terselenggaranya pendidikan memerlukan sarana dalam bentuk tata tertib yang disusun berdasarkan pedoman yang wajib dilaksanakan seluruh siswa secara konsekuen dengan penuh kesadaran. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan seseorang, baik dalam keluarga, masyarakat dan bangsa. Negara yang berkembang seperti indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan dunia pendidikan. Kesuksesan dalam perkembangan dunia pendidikan, kesuksesan dalam pembangunan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan bidang ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya yang menjalankan proses pembangunan tersebut, pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa juga sekaligus meningkatkan harkat dan martabat man usia. Melalui pendidikan itulah diharapkan dapat tercapai peningkatan kehidupan manusia ke arah yang Kedisiplinan merupakan hal penting dalam rangka membantu ketertiban di rumah dan Upaya yang harus di laksanakan agar kedisiplinan tetap terjaga pada diri anak yaitu harus didukung adanya situasi atau lingkungan yang kondusif. Kedisiplinan diartikan sebagai serangkaian tingkah laku yang dilakukan untuk dapat mencapai sasaran tertentu. Dalam hal ini kedisiplinan juga berarti tingkah laku yang sesuai dengan aturan atau hukum, seperti disiplin beragama dan undang-undang. Kedisiplinan merupakan hal penting dalam rangka membantu ketertiban di sekolah maupun dirumah. Upaya yang harus di laksanakan agar kedisiplinan tetap terjaga pada diri siswa yaitu harus didukung adanya situasi atau lingkungan yang kondusif. Kedisiplinan merupakan sikap atau perilaku yang menggambarkan kepentingan kepada suatu aturan atau ketentuan. Kedisiplinan berarti juga suatu tuntutan bagi berlangsungnya kehidupan yang sama yaitu teratur dan tertib yang di jadikan syarat mutlak bagi berlangsungnya suatu kemajuan dan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik. Corey . , pengertian Konseling Behavioral adalah penerapan aneka ragam teknik dan prosedur yang berakar pada berbagai teori tentang belajar yaitu penerapan yang sistematis prinsip- prinsip belajar pada pengubahan tingkah laku ke arah cara-cara yang lebih adaptif. Berdasarkan hasil wawancara pada hari Sabtu 7 November 2020 dengan beberapa anak di Dusun Kijing Sari Wetan, anak yang berperilaku tidak disiplin dalam belajar masih saja terus dijumpai di Dusun Kijing Sari Wetan. Dalam hal ini penulis melakukan wawancara dengan salah satu anak di dusun Kijing Sari Wetan yang masih sekolah, yang hasilnya anak itu sering tidak disiplin dalam belajar. Indikator yang muncul saat melakukan wawancara pada anak tersebut antara lain: tidak mengerjakan tugas sekolah di rumah, masih malas belajar saat di rumah, belum bisa membagi waktu dimana untuk belajar, bermain dan membantu orang tua, suka bermain game serta COD sehingga tidak sempat belajar. Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities. Vol. 2 No. Bandel Ari Wijaya et al Keadaan tersebut tidak bisa dibiarkan berlanjut karena akan merugikan diri anak itu sendiri, orang tua, temannya, sekolah tempat anak itu belajar dan lingkungan sekitar. Dalam hal ini ketidak disiplinan siswa merupakan perilaku, karena perilaku merupakan hasil dari belajar maka untuk mengurangi tingkat ketidak disiplinan siswa di sekolah ataupun dalam belajar dirumah digunakan pendekatan Behavioral dengan teknik Modeling. Pendekatan Behavioral adalah penerapan aneka teknik dan prosedur yang berakar pada berbagai teori tentang belajar yang salah satunya menggunakan modeling yaitu merupakan teknik konseling sebagai proses belajar melalui observasi dimana tingkah laku dari seorang individu atau kelompok, sebagai model, berperan sebagai rangsangan bagi pikiran-pikiran, sikap- sikap, atau tingkah laku sebagai bagian dari individu yang mengobservasi model yang Oleh karena itu maka perlu diupayakan pemberian intervesi yang tepat dan sesuai untuk meningkatkan perilaku disiplin pada anak. Pada konseling Behavioral teknik modeling diharapkan konseli harus berperan aktif dalam pemilihan dan penentuan tujuan. Pertama yang harus dilakukan konselor adalah memberikan keterangan rinci mengenai apa yang akan dilakukan pada setiap tahap Konselor lebih berperan sebagai guru yang membantu konseli melakukan teknikteknik modifikasi perilaku yang sesuai dengan masalah dan tujuan yang hendak dicapai. Penggunaan teknik modeling dalam konseling behavioral bertujuan untuk mempelajari tingkah laku baru dengan mengamati model dan mempelajari keterampilan yang dimiliki oleh sang model. yang berperan sebagai rangsangan bagi pikiran-pikiran, sikap-sikap, perubahan tingkah laku. Melalui penerapan konseling behavioral akan dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa, karena konselor akan memperlihatkan model-model yang dapat mendorong siswa untuk meningkatkan motivasi belajar siswa baik dengan model yang nyata . ive mode. , ataupun model berupa simbul . ymbolic mode. Dengan bantuan model, siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah akan mampu lebih terarah memperbaiki tingkah laku sesuai dengan model yang diamati. Kurangnya motivasi belajar, tidak bersemangat mengikuti pelajaran, tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru bidang studi, tidak berkonsentrasi semua itu akan sedikit demi sedikit berkurang ketika ia mampu mencontoh tingkah laku model yang diperoleh melalui pengalaman langsung bisa pula diperoleh secara tidak langsung dengan mengamati tingkah laku orang lain. Dalam modeling, individu mengamati seorang model dan kemudian diperkuat untuk mencontoh tingkah laku sang Jadi, kedisiplinan bisa diperoleh dengan mengamati dan mencontoh tingkah laku model yang ada. Corey . , pengertian Konseling Behavioral adalah penerapan aneka ragam teknik dan prosedur yang berakar pada berbagai teori tentang belajar yaitu penerapan yang sistematis prinsip-prinsip belajar pada pengubahan tingkah laku ke arah cara-cara yang lebih adaptif. Konseling Behavioral atau disebut juga terapi tingkah laku merupakan satu dari berbagai macam pendekatan konseling. Konseling Behavioral memberikan alternatif pelatihan suatu perilaku yang diinginkan untuk mengganti perilaku yang tidak diinginkan. Tingkah laku yang kurang sesuai merupakan hasil belajar, maka tingkah laku tersebut juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah laku yang sesuai melalui suatu proses belajar. Konseling Behavioral konsep utamanya yang berfokus pada tingkah laku yang tampak, ketepatan dalam menyusun tujuan-tujuan treatment yang spesifik, dan evaluasi obyektif atas hasil-hasil konseling. Dalam penelitian ini, akan menggunakan satu diantara beberapa teknik konseling behavioral yaitu teknik modeling. Rosjidan menyatakan bahwa penerapan teknik modeling menunjuk pada proses dimana tingkah laku individu atau kelompok bertindak sebagai stimulus yang mempengaruhi pikiran, sikap, dang tingkah laku pengamatan . Model konseling behavioral dengan teknik modeling ini, merupakan teknik konseling se bagai proses belajar melalui observasi dimana tingkah laku dari seorang individu atau kelompok, sebagai model, berperan sebagai rangsangan bagi pikiran-pikiran, sikap- Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities. Vol. 2 No. Bandel Ari Wijaya et al sikap, atau tingkah laku sebagai bagian dari individu yang mengobservasi model yang Penggunaan teknik modeling dalam konseling behavioral bertujuan untuk mempelajari tingkah laku baru dengan mengamati model dan mempelajari keterampilan yang dimiliki oleh sang model yang berperan sebagai rangsangan bagi pikiran-pikiran, sikap-sikap, perubahan dan tingkah laku. Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut peneliti bermaksud melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Konseling Kelompok Pendekatan Behavioral Dengan Teknik Modeling Terhadap Peningkatan Disiplin Belajar SiswaAy. Metode Metode analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan uji paired samplel t-test. Uji ini digunakan untuk mengetahui perbedaan skor pretest serta posttest yang didapat dari kelompok ekperimen, sehingga dapat diketahui apakah pengaruh dari konseling kelompok pendekatan behavioral dengan teknik modeling terhadap peningkatan disiplin belajar siswa (Tabel . Populasi dalam penelitian ini adalah remaja/siswa kalangan usia 14-17 tahun yang berada di dusun Kijing Sari Wetan RT 01 RW 01 Desa Jogomulyo yang berjumlah 10 remaja/siswa. Penentuan pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purpose sampling dengan cara menggunakan angket yang dibagikan ke populasi kemudian diambil yang terendah untuk pretes. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara, dan observasi. Dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah angket model skala likret dengan 4 pilihan jawaban yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), sangat tidak seseai (STS) Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS (Statistic Program for Social Scienc. versi 24 for Windows. Kriteria pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan nilai probabilitas . jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima, sedangkan jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak. Tabel 1. One group pretest-posttest design Group Pretest Perlakuan Postest Keterangan : : Kelompok Eksperimen : Pengukuran Pretest (Disipli. : Perlakuan (Konseling Kelompok melalui pendekatan Behavioral teknik modelin. : Pengukuran postest (Disipli. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Pelaksanaan Pretest Pelaksanaan pretest dilaksanakan pada tanggal 14 November 2021 dengan menyebar angket disipli dalam belajar kepada responden yang berjumlah 10 remaja kalangan anak usia14-17 tahun Dusun Kijing Sari Wetan RT 1 RW 1 Desa Jogomulyo, yang kemudian hasil dari pretest tersebut dianalisis. Hal-hal yang dilakukan dalam menganalisis hasil pretest salah satunya dengan menyusun kategori skor yang telah dihitung menggunakan rumus Hasil skor pretest ditunjukkan pada Tabel 2 dan Gambar 1. Tabel 2. Hasil Pretest Nama ABP ADS AKA HDR WPDRP Skor Pretest Kategori Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities. Vol. 2 No. Bandel Ari Wijaya et al Gambar 1. Grafik Hasil Pretest Pemberian perlakuan konseling kelompok behavioral dengan Teknik modelling Kegiatan konseling kelompok behavior dengan teknik modelling diberikan kepada kelompok eksperimen. Jadwal pelaksanaan konseling kelompok disesuaikan dengan kesepakatan Bersama anggota kelompok. Kegiatan dilaksanakan selama 8 hari untuk kelompok eksperimen. Pada kelompok eksperimen kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14, 17, 21, 24, 28 November, 1, 5, 12. Desember. Pelaksanaan Post Test Hasil skor post-test pada penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 2. Grafik Hasil Posttest Analisis Deskriptif Variabel Penelitian Tabel 3. Stastistik Deskriptif Variabel Penelitian Pretest Posttest Valid N . Descriptive Statistics Mean Minimu m Maximum Std. Deviation Berdasarkan Tabel 3 diketahui sampel penelitian berjumlah 5 anak yang terdiri yang terdiri dari usia 14-17 tahun sebagai kelompok eksperimen. tabel di atas menunjukkan bahwa nilai minimum pretest kelompok eksperimen 72, nilai maksimumnya 94, dengan rata-rata 81,60 dengan standar deviasinya 8,414. Nilai minimun post test kelompok eksperimen sebesar 94, nilai maksimumnya sebesar 114 dengan rata-rata 102,80 dengan standar deviasinya 9,445. Artinya rata-rata skor angket disiplin dalam belajar eksperimen dengan diberikan perlakuan konseling kelompok behavioral teknik modeling mengalami peningkatan namun tidak signifikan. Perbandingan Pengukuran Awal (Pretes. dan Pengukuran Akhir (Posttes. Tabel 4. Perbandingan Skor Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen Konseli ABP ADS AKA HDR WPDRP Rata-rata Minimum Maximum Posttest Pretest PeningkatanNilai Peningkatan Persen % 13,76% 21,64% 12,5% 18,18% 18,81% 16,97% 12,5% 21,64% Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities. Vol. 2 No. Bandel Ari Wijaya et al Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa peningkatan skor tertinggi sebesar 21 atau 21,64% dan terendah sebesar 12 atau 12,5% dengan rata-rata perubahan skornya 16,6% atau 16,97%. Pada tabel tersebut terdapat peningkatan skor, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata peningkatan skor angket disiplin dalam belajar pada penelitian kelompok eksperimen mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan (Gambar . Gambar 3. Grafik Perbandingan Skor Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen Pengujian Prasyarat Analisis Uji Normalitas Data Uji normalitas data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 24 for windows. Penentuan normal tidaknya distribusi skor yaitu dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Asumsi yang digunakan apabila nilai signifikan (Asymp. >alpha 5% berarti data berdistribusi normal, sebaliknya apabila signifikasi (Asymp. 0,05 berarti varian bersifat homogen, sebaliknya apila nilai signifikasi < 0,05 maka varian bersifat heterogen. Hasil uji homogenitas ditunjukkan pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil Uji Homogenitas Levene Statistic Sig. Berdasarkan uji homogenitas yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai signifikasi 0,839 berarti lebih dari 0,05 dengan demikian varian dalam penilitian ini memiliki sifat homogen atau memiliki varian yang sama. Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan adalah layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavioral berpengaruh terhadap disiplin dalam belajarsiswa. Di Dusun Kijing Sari Wetan RT 1 RW 1 Desa Jogomulyo, untuk membuktikan hipotesis tersebut dilakukan pengujian Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities. Vol. 2 No. Bandel Ari Wijaya et al menggunakan IBM SPSS Statistics 24. 0 dengan pendekatan analisis uji t- test karena data tersebut homogen. Mengetahui perbedaan pengisian kuisioner disiplin dalam belajar pada saat pretest dan posttest maka digunakan pendekatan analisis uji t-test (Tabel . , karena untuk mengukur signifikan perbedaan skor pretest dan posttest sebelum dan sesudah penelitian eksperimen dilakukan (Tabel . Tabel 7. Uji T-Test Pair 1 Pretest Posttes t Mean Std. Deviation Std. Error Mean Tabel 8. Paired Samples Test Pair 1 Pretest Ae Posttest Mean Std. Deviation Std. Error Mean Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Sig. Hasil perhitungan diatas menunjukkan probabilas asymp. -taile. < 0,05 maka H0 ditolak Ha diterima, sedangkan jika probabilitas asymp. - taile. > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Pada tabel diatas dapat dilihat nilai probabilitas asymp. <0,05 atau 0,000<0,05 atau H0 ditolak dan Ha diterima, maka sesuai dasarpengambilan keputusan dalam uji paired sample t-test dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nilai pretest dan posttest yang signifikan pada pengisian angket disiplin dalam belajar, sehingga layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavioral untuk meningkatkan disiplin dalam belajar siswa. Pembahasan Penelitian ini membahas tentang permasalahan disiplin dalam belajar siswa di Dusun Kijing Sari Wetan RT 01 RW 01 Desa Jogomulyo. Disiplin dalam belajar ini berpengaruh besar bagi siswa seperti kurang disiplin dalam belajar, kurang tahu akan tujuan belajarnya. Siswa kurang mempunyai rasa percaya diri dan keuletan dalam setiap belajarnya, kurang keteraturan dan konsentrasi dalam belajar, penggunaan waktu dan kelengkapan sarana belajar yang masih kurang. Peneliti ingin melakukan penelitian tentang pengaruh konseling kelompok pendekatan behavioral dengan teknik modeling terhadap peningkatan disiplin belajar siswa. Peningkatan disiplin dalam belajar siswa meningkat secara keseluruhan apabila dilihat dari hasil pretest dan posttest. Peningkatan disiplin dalam belajar juga dapat dilihat dari pengamatan yang dilakukan dari angket pretest mendapatkan rerata 81,6 menjadi 98,2 pada posttest. Penelitian eksperimen serupa pernah diteliti oleh Aftiani . dengan judul Penerapan Konseling Kelompok Behavior Untuk Meningkatkan Kedisiplinan siswa di Sekolah SMA N I Kedungadem Bojonegoro, terdapat hasil analisis sebesar p= 0,004 < 0,05 sehingga konseling kelompok Behavior dapat meningkatkan disiplin sekolah secara signifikan dan layanan Konseling Kelompok Behavior efektif dalam meningkatkan disiplin siswa disekolah. Penelitian Rosikha . juga serupa dengan penelitian ini dengan judul Penerapan Konseling Kelompok Behavior Untuk Meningkatkan Perilaku Disiplin Siswa di Sekolah Kelas XI Pemasaran 3 SMK N 4 Surabaya, terdapat hasil sebesar p= 0. 008 < 0,05 sehingga konseling kelompok Behavior dapat meningkatkan Perilaku Disiplin Siswa di Sekolah secara signifikan dan layanan Konseling Kelompok Behavior efektif dalam meningkatkan Perilaku Disiplin Siswa di Sekolah. Peningkatan disiplin dalam belajar dipengaruhi oleh faktor dalam diri individu, faktor motivasi dari pemimpin kelompok, dan faktor orang tua serta lingkung di sekitar tempat tinggal siswa yang mendukung kegiatan konseling kelompok untuk meningkakan disiplin Urecol Journal. Part H: Social. Art, and Humanities. Vol. 2 No. Bandel Ari Wijaya et al dalam belajar siswa. Peningkatan disiplin dalam belajar juga dapat dilihat dari pengamatan yang dilakukan peneliti selama pelaksanaan konseling kelompok pendekatan behavioral dengan teknik modeling. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang sudah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa siswa/remaja di Dusun Kijing Sari Wetan RT 01 RW 01 Desa Jogomulyo mempunyai permasalahan dalam mengelola disiplin belajar. pengaruh konseling kelompok pendekatan behavioral dengan teknik modeling terhadap peningkatan disiplin belajar siswa, hal ini dibuktikan dengan peningkatan yang signifikan skor posttest dibandingkan pretestkelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan yang signifkan. Kekurangan dalam penelitian ini yaitu anggota merasa bosan karena, sedangkan kelebihannya anggota dapat mengekspresikan kegiatan disiplin dalam belajar dalam kehidupan sehari-hari. References