GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 85-95 ISSN: 2301-6671 PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA DI KELAS IV SD NEGERI KEUDELINTEUNG Agus Kistian1. Nurjannah2. Lisa Arnita3 STKIP Bina Bangsa Meulaboh. Jl Nasional Meulaboh -Tapaktuan Peunaga Cut Ujong Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat E-mail : aguskistian92@gmail. STKIP Bina Bangsa Meulaboh. Jl Nasional Meulaboh -Tapaktuan Peunaga Cut Ujong Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat E-mail : ibnunurjannah7@gmail. STKIP Bina Bangsa Meulaboh. Jl Nasional Meulaboh -Tapaktuan Peunaga Cut Ujong Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat E-mail : lisaarnita@gmail. Abstrak : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah eksperiment quasi. Sampel dalam penelitian berjumlah 45 siswa terdiri dari kelas IVA sebanyak 23 siswa sebagai kelas eksperiment dan kelas IVB sebanyak 22 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan datanya seperti observasi, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian seperti lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Data penelitian ini adalah pengaruh penggunaan model Team Game Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar siswa pada materi sumber daya alam kelas IV SD Negeri Keudelinteung. Dari hasi penelitian diperoleh pada kelas kontrol di ketahui bahwa jumlah siswa yang memiliki motivasi cukup sebanyak 11 siswa . %) dari 22 siswa, jumlah siswa yang memiliki motivasi baik sebanyak 7 siswa . ,81%) dari 22 siswa dan jumlah siswa yang memiliki motivasi sangat baik sebanyak 4 sisswa . ,18%) dari 22 siswa dan diketahui bahwa kelas eksperiment yang memiliki motivasi cukup berjumlah 4 siswa . ,39%) dari 23 siswa, jumlah siswa yang memiliki motivasi baik sebanyak 8 siswa . ,78%) dari 23 siswa dan jumlah siswa yang memiliki motivasi sangat baik berjumlah 11 siswa . dari 23 siswa. Artinya pada kelas eksperiment ini sudah mendapatkan hasil motivasi seperti yang di harapkan. Di dalam pembelajaran ini peneliti merasa sudah tidak ada kekurangan karena peneliti menjalankan perbaikan pembelajaran sudah sesuai rencana pembelajaran. Kata Kunci : Model Pembelajaran. Team Game Tournament (TGT). Motivasi Belajar Siswa dasar hubungan timbal balik yang berlangsung PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu usaha atau dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan kegiatan yang dijalankan dengan sengaja. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat mengubah atau mengembangkan perilaku yang utama berlangsungnya proses belajar mengajar. Sekolah merupakan suatu wadah Interaksi dalam peristiwa belajar mengajar mampunyai arti yang lua, tidak sekedar melakukan usaha atau kegiatan pendidikan dan hubunngan guru dan siswa, tetapi berupa Pendidikan interaksi edukatif. Dalam hal ini melainkan disekolah dilaksanakan secara teratur dan penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang terencana baik itu proses belajar mengajar (PBM) yang bertujuan agar siswa dapat tumbuh mempunyai makna yang luas dari pada dan berkembang (Sulistyowati, 2010: . pengertian belajar mengajar. Dalam proses Proses belajar mengajar merupakan suatu Proses belajar mengajar tersirat belajar dan guru yang Antara kedua, kegaiatan ini terjalin serangkaian perbuatan guru dan siswa atas GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 85-95 ISSN: 2301-6671 interaksi yang saling menunjang (Uzer, 2010: Guru yang inovatif selalu menciptakan ide-ide baru dalam pembelajarannya agar setiap Suatu pembelajaran mengajak siswa secara aktif, apabila siswa dapat memahami materi pelajaran sehingga guru mengetahui kesulitan yang yang disampaikan oleh guru dan mendapatkan hail belajar yang diharapkan. Pembelajaran alternatif pemecahannya. Selain itu guru yang dikatakan berhasil dan berkualitas ditinjau dari inovatif selalu mengupayakan suatu strategi segi proses apabila seluruhnya atau bagian pembelajaran yang dapat mengembangkan besar peserta didik terlihat secara aktif, baik aktivitas baik dari proses maupun hasil fisik mental maupun sosial dalam proses digunakan oleh guru sangat mempengaruhi kegairahan belajar yang tinggi, semangat kualitas pembelajara, strategi yang kurang baik belajar yang besar dan percaya diri sendiri. akan mempengaruhi belajar siswa, strategi Penerapan pembelajaran melalui kelompok mengajar yang kurang baik dapat terjadi kecil yang saling bekerja sama dan melibatkan misalnya karena guru kurang persiapan dan mengusai materi. meningkatkan hasil belajar siswa khususnya Strategi Motivasi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menyebabkan anda berjalan, membuat anda (IPA). tetap berjalan, dan menentukan kemana anda Mata Pelajaran IPA di sekolah dasar Berdasarkan manusia dalam semua aspek kehidupan dan merupakan faktor dinamis, penyebab seseorang interaksinya dalam masyarakat (Susanto 2013: melakukan perbuatan. Dalam suatu perbuatan dapat ditimbulkan oleh suatu motif. Dalam belajar motivasi memiliki peranan yang sangat secara sistematik. Peranan IPA sangat penting Dalam membicarakan macam-macam motivasi belajar, ada dua macam sudut pengetahuan, sikap dan keterampilan agar dapat pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang bisa disebut Aumotivasi intrinsikAy dan motivasi yang berasal masyarakat dan warga negara yang baik. dari luar diri seseorang yang biasa disebut Tujuan ini memberikan tanggung jawab yang Aumotivasi ekstrinsikAy. Oleh karena itu setiap berat kepad guru untuk menggunakan banyak anak harus memiliki motivasi belajar agar dapat pemikiran dan energi agar dapat mengajarkan tercapai suatu hasil belajar yang sesuai dengan IPA dengan baik. IPA merupakan mata pelajaran yang mempelajari Tujuan (Sulihin. GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 85-95 ISSN: 2301-6671 Salah satu inovasi yang dapat dilakukan kurikulum 2013 mengembangkan pengetahuan mengenai konsep-konsep materi pembelajaran pembelajaran yang menarik dan dapat memicu IPA yang terdapat kejadian maupun subjek, siswa untuk ikut serta secara aktif dalam kegiatan pembelajaran yang mengajak siswa memberikan dampak terhadap pengembangan untuk belajar secara aktif. Siswa diajak untuk sikap cinta terhadap alam berserta isinya turut serta dalam proses pembelajaran, tidak (Sujana, 2009: . hanya mental akan tetapi juga melibatkan Pembelajaran yang berlangsung di SD Salah satu model pembelajaran yang Negeri Keude Linteung masih menunjukkan aktif yang dapat diterapkan yaitu model pembelajaran konvensional yaitu berpusat pada pembelajaran Team Games Tournament (TGT) guru, sehingga siswa merasa bosan dan Model Games cenderung pasif, dalam mengikuti proses Tournament (TGT) adalah salah satu tipe yang Pemanfaatan media dan model mudah diterapkan. Melibatkan aktivitas siswa pembelajaran oleh guru masih kurang, sehingga seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, keaktifan siswa, interaksi baik secara siswa melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dangan guru maupun antara siswa dengan siswa untuk saling bekerja sama masih kurang. Penerapan model pembelajaran Kenyataan ini diperoleh penulis berdasarkan Team Games Tournament pengalaman selama pratik lapangan di SD Team (TGT) dalam pembelajaran IPA memungkinkan siswa dapat berperan aktif dan dapat belajar rileks di Negeri Keude Linteung Proses Team Games samping menumbuhkan tanggung jawab, kerja Tournament (TGT) diterapkan di SD Negeri sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Keude sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Komala, 2013: . Linteung Materi Sumber daya alam adalah bagian obeservasi untuk menganalisis data menggukan dari pembelajaran IPA dimana pembelajaran teori pembelajaran konstruksivisme, pemilihan IPA adalah ilmu mengedepankan sanis. Ilmu teori ini dadasarkan atas obeyek penelitian Pengetahuan Alam . merupakan hasil yaitu SD Negeri Keude Linteung sehingga kegiatan manusia berupa pengetahuan gagasan dapat memperoleh penjelasan tentang proses dan konsep yang teoritis secara logis dan pembelajaran bebasis Team Games Tournament sistematis tentang alam sekitar, yang diperoleh (TGT) dimana siswa dituntut untuk berperan dari pengalaman melalui serangkaian proses Dari hasil penelitian ini diperoleh strategi yang diterapkan oleh SD Negeri Keude penyusunan hipotesis yang diikut dengan Linteung dalam proses pembelajaran yang pengujian gagasan yang bertujuan dalam berorientasi pada aktivas murid. Hambatan GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 85-95 ISSN: 2301-6671 yang timbul dalam proses pembelajaran Team Guru menentukan nomor urut siswa dan Games Tournament (TGT) berasal dari dalam menempatkan siswa pada meja turnamen dan dari luar. Hambatan yang muncul dari . orang, kemampuan setar. Setiap meja dalam adalah masih ada siswa yang pasif dan terdapat 1 lembar permainan, 1 lbr jawaban, 1 kotak kartu nomor, 1 lbr skor materi tentang rumus dasar. Hambatan yang Siswa mencabut kartu untuk menentukan timbul dari luar adalah kurangnya sarana dan pembaca I . omor tertingg. dan yang lain menjadi penantang I dan II. kurangnya pengetahuan wali murid terhadap proses pembelajaran yang sebenarnya (Hamalik 2010: . Pembaca mengambil kartu yang teratas. Pembaca I membaca soal sesuai nomor Dalam implementasinya secara teknis pada kartu dan mencoba menjawabnya. menurut Slavin . 0: . mengemukakan Jika jawaban salah, tidak ada sanksi dan empat langkah utama dalam pembelajaran dengan teknik TGT yang merupakan siklus disimpan sebagai bukti skor. regular dari aktivitas pembelajaran, sebagai Jika Langkah 1 : Pengajaran, pada tahap ini guru jawaban secara bergantian. Langkah 2 : Belajar Tim, para siswa jawaban yang benar . ika ad. Langkah 3 : Turnamen, para siswa memainkan game akademik dalam kemampuan yang Jika dikenakan denda mengembalikan kartu mereka untuk menguasai materi. Jika penantang I dan II memiliki jawaban menyampaikan materi pelajaran. Selanjutnya siswa berganti posisi . esuai uruta. dengan prosedur yang sama. Setelah selesai, siswa menghitung kartu homogen, dengan meja turnamen tiga peserta dan skor mereka dan diakumulasi dengan . ompetisi dengan tiga pesert. semua tim. Langkah 4 : Rekognisi Tim, skor tim dihitung Penghargaan sertifikat. Tim Super untuk berdasarkan skor turnamen anggota tim, dan kriteria atas. Tim Sangat Baik . riteria tim tersebut akan direkognisi apabila mereka tenga. Tim Baik . riteria bawa. Untuk ditetapkan sebelumnya. Sedangkan pelaksanaan games dalam bentuk turnamen dilakukan dengan prosedur, berdasarkan prestasi pada meja turnamen (Slavin, 2010: . sebagai berikut: METODOLOGI PENELITIAN GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 85-95 ISSN: 2301-6671 Tempat Penelitian Observasi Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD Negeri Tes Keude Linteung. Dokumentasi Populasi Teknik Analisis Data Populasi adalah keseluruhan subyek Sebelum (Arikunto, 2013: . Populasi dilakukan analisis data untuk uji prasyarat yaitu dalam penelitian ini adalah kelas IV SD Negeri uji homogenitas, uji normalita dan uji tes. Keude Linteung. Uji Homogenitas Perhitungan homogenitas harga varian harus Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dilakukan pada awal-awal kegiatan analisis populasi yang diteliti. (Arikunto, 2013: . Hal ini dilakukan untuk memastikan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini apakah asumsi homogenitas pada masing- adalah siswa kelas IV sebanyak dua kelas yaitu masng kategori data sudah terpenuhi atau kelas IVB sebanyak 23 siswa sebagai kelas Apabila asumsi homogenitasnya eksperimen dan kelas IVB sebanyak 22 siswa terbukti maka peneliti dapat melakukan sebagai kelas kontrol. pada tahap analisis data selajutnya, apabila Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan pendekatan kuantitatif metodologis, misalnya menambah jumlah berupa angka-angka yang diperoleh dari hasil sampel, memperkecil harga variabilitas dan kalau perlu mengubah desain penelitiannya. Sedangkan pembetulan-pembetulan (Tulus, 2013: . pendukung untuk mencari data-data atau Uji informasi-informasi tertulis. Jenis eksperimen quasi dengan Design mempunyai sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel Fmax : pengumpulan data antara lain : ( N A . Kriteria pengujiannya adalah: Teknik Pengumpulan Data Untuk Eu x A (Eu . eksperimen (Sugiyono, 2013: . Teknik dan Alat Pengumpulan Data homogen atau tidak. Rumus dibandingkan mempunyai kemampuan yang kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi Terima jika Fmax hitung Fmax tabel Tolak jika Fmax hitung Fmax tabel Uji Normalitas GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 85-95 ISSN: 2301-6671 Adapun uji normalitas data dilakukan untuk berdistribusi normal atau tidak. Menurut Sutrisno Hadi . 0: . uji normalitas EEu 2 SD A E x A ( x1 ) E EE N 1 Keterangan: = Mean pada distribusi sampel 1 = Mean pada distribusi sampel 2 Afo A fh A2 SD12 = Nilai varian pada distribusi sampel 1 SD22 = Nilai varian pada distribusi sampel = Jumlah individu pada sampel 1 = Jumlah individu pada sampel 2 menggunakan rumus chi-kuadrat adalah sebagai berikut: X2 = Eu X2 = Chi-kuadrat Frekuensi . iobservasi dala. sampel fh = Frekuensi yang diharapkan dalam sampel sebagai pencerminan dari frekuensi yang diharapkan dalam populasi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: Kriteria : Jika ) Tidak X2hitung < X2tabel Team Games Tournament (TGT) terhadap motivasi berdistribusi normal. belajar siswa pada materi sumber Uji t-tes daya alam kelas IV SD Negeri Keude Linteung. Analisis data yang selanjutnya adalah analisis data nilai post test yang digunakan Ha = ( ) Ada pengaruh penggunaan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik model Team Games Tournament (TGT) antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. terhadap motivasi belajar siswa pada Analisi materi sumber daya alam kelas IV SD mengetahui pengaruh lembar kerja siswa Negeri Keude Linteung. adalah dengan statistik parametrik dengan Kriteria pengujian hipotesis dari uji t ini analisis uji t untuk sampel yang tidak adalah tolak Ho jika Dipilih analisis ini karena skor terima Ho atau nilai dari kedua sampel diperoleh dari induk daftar distribusi t adalah dk = . dan subjek yang berbeda. Adapun analisis data taraf signifikan a = 0,05 (Sudjana 2. Derajat kebebasan menggunakan rumus uji t secara manual dan HASIL dalam SPSS 16. 0 sebagaimana terlampir. PEMBAHASAN Adapun rumus uji t yang digunakan adalah Hasil Penelitian sebagai berikut: (Tulus, 2013: . Deskripsi penelitian PENELITIAN DAN GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 85-95 ISSN: 2301-6671 Penelitian ini merupakan penelitian quasi CUKUP exsperiment yang melibatkan dua kelas yaitu BAIK kelas eksprerimen dan kelas kontrol. Kelas IVA CUKUP Sebagai SANGAT BAIK BAIK CUKUP BAIK Jumlah Rata-rata perlakuan dengan menggunakan model Team Game Tournament (TGT) berjumlah 23 orang siswa sedangkan kelas IVB sebagai kelas kontrol yang tidak di berikan perlakuan hanya menggunakan metode ceramah. Data penelitian kelas kontrol Kelas kontrol merupakan kelas yang tidak di berikan perlakuan dalam proses Kriteria Penilaian Motivasi (Arikunto. pembelajaran, kelas kontrol tidak di ajarkan Sangat baik : bila nilai 76 sampai 100 menggunakan model Team Game Tournament Baik : bila nilai 51 sampai 75 (TGT) terhadap motivasi belajar siswa. Cukup : bila nilai 26 sampai 50 Tabel 4. Kurang : bila nilai 1 sampai 25 Berdasarkan data hasil motivasi belajar Motivasi Belajar Siswa Pada Kelas Kontrol yang di gambarkan dalam bentuk tabel di atas Siswa NILAI MOTIVASI di ketahui bahwa jumlah siswa yang memiliki CUKUP motivasi cukup sebanyak 11 siswa . %) dari CUKUP CUKUP SANGAT BAIK BAIK CUKUP secara klasikal kelas kontrol belum mencapai BAIK hasil motivasi yang di harapkan. CUKUP SANGAT BAIK CUKUP SANGAT BAIK kelompok kelas yang diberikan perlakuan CUKUP dengan menggunakan model Team Game CUKUP BAIK BAIK 22 siswa, jumlah siswa yang memiliki motivasi baik sebanyak 7 siswa . ,81%) dari 22 siswa dan jumlah siswa yang memiliki motivasi sangat baik sebanyak 4 sisswa . ,18%) dari 22 Dengan demikian ini dapat di lihat bahwa Data penelitian kelas eksperimen Kelas Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar Tabel 4. GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 85-95 Motivasi Belajar Siswa ISSN: 2301-6671 Pada Kelas Baik : bila nilai 51 sampai 75 Cukup : bila nilai 26 sampai 50 Eksperimen Kurang : bila nilai 1 sampai 25 Siswa NILAI Berdasarkan tabel di atas, diketahui MOTIVASI SANGAT BAIK motivasi cukup berjumlah 4 siswa . ,39%) BAIK dari 23 siswa, jumlah siswa yang memiliki BAIK motivasi baik sebanyak 8 siswa . ,78%) dari SANGAT BAIK SANGAT BAIK CUKUP BAIK SANGAT BAIK BAIK Tournament(TGT) ini lebih efektif dan lebih CUKUP dari pada metode yang di gunakan di kelas SANGAT BAIK SANGAT BAIK pembelajarannya lebih berpusat kepada guru. SANGAT BAIK Pembahasan penelitian BAIK SANGAT BAIK BAIK CUKUP SANGAT BAIK SD Negeri keudelinteung SANGAT BAIK BAIK ceramah . onvensional ). SANGAT BAIK BAIK siswa pada kelas kontrol . etode pembelajaran CUKUP ceramah atau konvensiona. dari sejumlah 22 23 siswa dan jumlah siswa yang memiliki motivasi sangat baik berjumlah 11 siswa . dari 23 siswa. Artinya pada kelas eksperiment ini sudah mendapatkan hasil motivasi seperti yang di harapkan. Hal ini Team Game Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa skor rata-rata motivasi belajar siswa dengan model Team Game Tournament (TGT ) materi mengenai hubungan sumber daya alam dengan lingkungan pada pelajaran IPA kelas 4 lebih baik jika di Secara umum hasil motivasi belajar Jumlah 16,80 siswa terdapat 11 siswa atau 50% dari 22 siswa Rata-rata 73,04 yang memiliki motivasi cukup, 7 siswa atau Kriteria Penilaian Motivasi Sangat baik : bila nilai 76 sampai 100 Arikunto. 31,81% dari 22 siswa yang mendapatkan motivasi baik dan 4 siswa atau 18,18% dari 22 siswa yang mendapatkan motivasi sangat baik. Proses pembelajaran pada metode pembelajaran GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 85-95 ISSN: 2301-6671 ceramah ini masih menunjukkan bahwa siswa Dari hasil kegiatan pembelajaran yang masih pasif,karena siswa tidak di berikan telah dilakukan baik itu kelas kontrol maupun respon yang menantang. Siswa masih bekerja secara individu, tidak tampak kreatifitas siswa maupun gagasan yang muncul. Siswa terlihat disimpulkan sebagai berikut : Pembelajaran IPA dengan menggunakan pembelajaran selalu menoton. Sementara metode ceramah terbukti masih cenderung pasif dalam pembelajaran. Hasil penelitian model Team Game Tournament (TGT) pada pada kelas kontrol belumlah optimal kelas eksperimen hasil motivasi belajar siswa dikarenakan dari 22 siswa yang sudah sudah terlihat lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa 4 siswa atau 17,39% dari 23 siswa . ,81%),dan motivasi sangat baik hanya 4 mendapatkan motivasi cukup, 8 siswa atau siswa . ,18%) dari 22 siswa. Pada kelas 34,78% dari 23 siswa mendapatkan motivasi kontrol ini siswa masih belum mencapai baik dan 11 siswa atau 47,82% dari 23 siswa tujuan motivasi yang diharapkan. sudah mendapatkan motivasi sangat baik. Hal Pembelajaran IPA dengan menggunakan ini dapat terjadi karena model Team Game model Team Game Tuornsment terbukti Tournament (TGT) siswa tidak tergantung pada Pengaruh penggunaan model kepercayaan kemampuan motivasi, menentukan Team Game Tournament (TGT) terhadap informasi dari berbagai sumber, dan rasa motivasi belajar siswa pada materi sumber kebersamaan belajar dengan siswa lain. Dari hasil penelitian dapat dilihat Negeri Keudelinteung perbandingan antara pembelajaran model Team menunjukkan bahwa siswa yang sudah Game Tournament (TGT) lebih efektif memilki motivasi baik sebanyak 8 siswa . ,78%) dari 23 siswa dan jumlah siswa Sedangkan metode ceramah atau pembelajaran berpusat berjumlah 11 siswa . dari 23 siswa. kepada guru siswa kurang mampu mencapai Pada model Team Game Tournament (TGT) kompetensi yang diharapkan karena dalam ini siswa mengalami pengembangan peran prakteknya guru sebagai sumber utama yang dan juga dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar. Dengan demikian peneliti merasakan bahwa pada kelas eksperimen ini KESIMPULAN motivasi yang diharapkan sudah maksimal. GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 85-95 ISSN: 2301-6671 yang positif sehingga memudahkan mereka Saran Berdasarkan diperoleh maka diajukan saran-saran sebagai . Sekolah Bagi Guru prasarana yang memadai demi tercapainya . Guru IPA perlu menerapkan model model prestasi belajar yang diharapkan. Team Game Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar siswa pada materi sumber DAFTAR PUSTAKA