JURNAL SOEROPATI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-0762 (Onlin. ISSN : 2620-8113 (Prin. Universitas Yudharta Pasuruan Aslikah | 155 http://jurnal. id/v2/index. php/soeropati Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Pemberdayaan Perempuan Pesisir Dalam Pengelolaan Ikan Di Desa Gerongan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan Aslikah Universitas Yudharta Pasuruan aslikhah@yudharta. Abstract: The potential of fishpond aquaculture in Pasuruan Regency will have more value if it is balanced with the ability of Human Resources to process the fishery products into products that have added value, especially for women, most of whom still do not have economic The purpose of this community service is to find out how to empower coastal women in processing of fish farming in coastal areas in Gerongan Village. Kraton Subdistrict. Pasuruan Regency. The method used in assisting coastal women in fish processing to increase added value in Gerongan village. Kraton sub-district of Pasuruan Regency is to use the Participatory Action Research (PAR) method The Participatory Action Research (PAR) approach was carried out to obtain the initial data needed in this community service program by actively involving all parties, namely lecturers and students of the University of Yudharta Pasuruan as well as the community in Gerongan Village. Kraton Subdistrict. Pasuruan Regency. From this empowerment, coastal women are expected to be able to improve their skills in processing fish products from fishpond ponds so that they can increase their productive farming efforts and have a role in helping to increase income to meet family needs. Keywords: Coastal Women. Processing Fish Product. Gerongan Village Pendahuluan Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai dan termasuk negara dengan daerah pesisir terpanjang di dunia. Menurut UU RI No. 27 Tahun 2007, yang dimaksud dengan daerah pesisir adalah daerah peralihan ekosistem darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan di darat dan laut. Lingkungan pesisir dan kelautan menyediakan berbagai barang dan jasa yang mendukung Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 156 | Pemberdayaan Perempuan Pesisir Dalam Pengelolaan Ikan A kehidupan dan mata pencaharian penduduk yang hidup di daerah pesisir. Kebutuhan-kebutuhan tersebut, antara lain berupa pangan, energi, bahan bangunan, rekreasi, lapangan kerja, dan kebutuhan hidup lainnya. Sumberdaya pesisir yang ada di Indonesia dapat menjadi tulang punggung . ack bon. untuk pembangunan perekonomian bangsa. Dari potensi tersebut maka dibutuhkan suatu perencanaan terpadu supaya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan . Perencanaan pengelolaan kawasan pesisir . oastal management plannin. merupakan salah satu instrumen yang penting untuk mengetahui dinamika masyarakat pesisisir terkait pola pemanfaatan dan apresiasi terhadap sumber daya pesisir dan lautan. Rencana pengelolaan pesisir yang lebih efisien untuk mencapai tujuan pembangunan wilayah pesisir dan lautan. Komoditas yang umum dibudidayakan pada lahan tambak di Indonesia adalah udang dan bandeng. Kegiatan usaha budidaya di tambak merupakan proses produksi yang memerlukan kendali dan keberhasilannya akan sangat tergantung pada faktor teknis maupun non teknis (Cholik& Arifudin, 1. Faktor teknis, seperti perencanaan terpadu sangat penting dalam mata rantai kegiatan budidaya Dengan demikian, perencanaan untuk menciptakan kondisi yang sesuai dengan keadaan alam yang dituntut oleh organisme akuatik yang dibudidayakan. Menurut Undang-Undang Perikanan Nomor 31 Tahun 2004 yang telah diamandemen menjadi Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009, pengelolaan perikanan didefinisikan sebagai semua upaya, termasuk proses yang terintegrasi dalam pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pembuatan keputusan, alokasi sumber daya ikan dan implementasi, serta penegakan hukum dari peraturan perundang-undangan di bidang perikanan, yang dilakukan oleh Djaka Marwasta. Pendampingan Masyarakat Desa Parangtritis dalam Pengelolaan Kawasan Gumuk Pasir Melalui Kegiatan Diversifikasi Usaha berbasis Sumber Daya Pesisir. Indonesian Journal of Community Engagement. Vol. 02 No. Maret 2017. Nur Arkham, dkk. Identifikasi isu dan Permasalahan Dalam Pembangunan Pesisir di Kawasan Teluk Lamung ( Sebuah Pendekatan sistem social Ekologi. Coastal and Ocean Journal. Vol. Desember 2018: 57- 68. eISSN: 2549-8223. Akhmad Mustafa. Disain. Tata Letak. Dan Konstruksi Tambak. Media Akuakultur. Volume 3 Nomor 2 tahun 2008. Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Aslikah | 157 pemerintah atau otoritas lain yang diarahkan untuk mencapai kelangsungan produktivitas sumber daya hayati perairan dan tujuan yang telah disepakati. Pada hakekatnya perempuan adalah sumberdaya insani yang memiliki potensi yang dapat didayagunakan dalam berbagai bidang dan sektor pembangunan nasional. Populasi penduduk perempuan Indonesia yang cenderung bertambah terus, pada sisi tertentu sering di pandang sebagai masalah Namun pada sisi lain justru memandang populasi penduduk perempuan ini sebagai masalah kependudukan. Wanita merupakan suatu potensi, dimana saat ini dalam persaingan global yang semakin menguat dan ketat, maka program pemberdayaan wanita menjadi sangat penting dalam menjawab berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang dimasa yang akan datang. Posisi wanita yang selama ini cenderung diletakkan lebih rendah daripada laki-laki, menyebabkan kemampuan wanita untuk berkontribusi dan mengembangkan potensi tidak maksimal. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam perempuan memiliki peranan yang sangat besar dalam pembangunan. Perempuan memiliki kemampuan untuk menyususn rencana dan menjalankan tugas dengan kualitas yang tidak kalah dari kaum pria. Bahkan dalam dunia teknologi banyak kaum perempuan yang sudah menunjukkan prestasinya. Dalam berbagai bidang perempuan telah berpartisipasi, misalnya di bidang kesehatan, bidang pemerintahan dan sebagainya. Perempuan yang mendapatkan bimbingan dan arahan yang tepat, khususnya perempuan yang terdapat di pesisir pantai akan menjadi tenaga kerja yang berkualitas tinggi. Misalnya memberi pelatihan dalam pengolahan berbagai hasil dari perikanan tambak atau air payau. Dengan berperannya perempuan, selain menjadi tiang dalam rumah tangga, sebagai insane pendidik anak-anaknya, perempuan juga dapat Budi Iskandar Prisantano. Alternative Langkah Pengelolaan Sumber Daya Perikanan. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia. Vol. 2 No. Nopember 2010. Muh. Askal Basir. Pembrdayaan Perempuan Pesisir dalam Pengelolaan Ikan Asap di Kabupaten Buton Utara. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. MEMBANGUN NEGERI. Vol2. No2. Oktober 2018. Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 158 | Pemberdayaan Perempuan Pesisir Dalam Pengelolaan Ikan A menopang perekonomian keluarga. Dari seorang perempuan yang memiliki kualitas pengetahuan yang baik, akan terlahir generasi bangsa yang berkualitas Ini berarti perempuan memiliki peranan yang cukup besar dalam Namun pada kenyatannya, kesempatan bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan, keterampilan, bantuan kredit sampai pada pengenalan teknologi, masih sangat jauh dibandingkan dengan kesempatan yang diperoleh kaum pria. Sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi yang tidak berbatas, perempuan di pesisir Pasuruan menyadari ketertinggalannya. Kesadaran ini mengaktualisasikan dirinya agar lebih berperan dan mendapat akses yang seimbang di segala bidang pembangunan. Dan perkembangan tersebut relatif lambat untuk wanita yang tinggal di pedesaan terutama daerah pesisir, karena keterbatasan fasilitas umum yang tersedia, seperti informasi dan sentuhan teknologi, sehingga aktualisasinya dalam pembangunan masih jauh dari harapan. Tentunya dibutuhkan perhatian dan tindakan nyata dari pihak yang bersangkutan untuk menghadapi masalah ini. Sehingga segala potensi perempuan daerah pesisir dapat dikembangkan demi kemajuan bangsa umumnya dan kemajuan daerah pesisir khususnya. Dengan keadaan perempuan pesisir di Desa Gerongan kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan sebagian besar masih belum memiliki kemampuan yang dapat menopang usaha keluarga, terkadang hasil tambak ikan yang melimpah termanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu agar bisa menjadi usaha yang produktif maka perlu upaya pemberdayaan bagi perempuan pesisir tersebut. Pemberdayaan perempuan di desa Gerongan Kecamatan Kraton yaitu melalui pemberian keterampilan dengan mengolah hasil perikanan tambak yaitu dengan mengolah ikan Payus menjadi olahan krupuk ikan. Tujuan dari pemberdayaan tersebut bagi Ibid. Muh. Askal Basira. Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Aslikah | 159 perempuan pesisir diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengolah hasil ikan dari budidaya tambak sehingga kelak dapat meningkatkan usaha-usaha produktif hasil budidaya tambak yang mereka miliki, serta berperan dalam membantu meningkatkan pendapatan untuk mencukupi pemenuhan kebutuhan Tujuan Pemberdayaan Perempuan Pesisir dalam Pengelolaan Ikan Budidaya Tambak Pada Wilayah Pesisir di Desa Gerongan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Dengan melihat analisis pada latar belakang diatas dan dengan survey serta observasi awal pada kegiatan pendampingan ini, persoalan yang dihadapi oleh perempuan pesisir Desa Gerongan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan adalah Permasalahan terkait dengan keterampilan: Belum adanya keterampilan Tambak. Kurang kreatif dan inovatif dalam mengolah hasil perikanan budiaya . Belum andanya manajemen yang dijalankan dalam melakukan usaha. Permasalahan terkait kelembagaan . Perempuan pesisir Desa Gerongan belum memiliki kelembagaan yang mendukung dalam berwirausaha. Perempuan pesisir Desa Gerongan belum mengenal cara menjalankan usaha yang baik, termasuk Packaging. SNI dan Marketing dari produk yang . Tidak banyak aktivitas perempuan pesisir yang dilakukan, karena kurangnya semangat, dan sebagaian besar sektor ekonomi di dominasi oleh laki- laki. Metode Metode yang dilakukan dalam pendampingan pada perempuan pesisir dalam pengelolaan ikan untuk meningkatkan nilai tambah di desa Gerongan Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 160 | Pemberdayaan Perempuan Pesisir Dalam Pengelolaan Ikan A kecamatan Kraton kabupaten Pasuruan adalah dengan menggunakan pendekatan metode Participatory Action Research (PAR). Pendekatan Participatory Action Research (PAR)7 dilakukan untuk mendapatkan data awal yang dibutuhkan dalam program pendampingan masyarakat ini dengan melibatkan secara aktif semua pihak, yaitu dosen dan mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan maupun masyarakat yang ada di Desa Gerongan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan serta Perguruan Tinggi. Pendekatan PAR ini dibutuhkan untuk mengkaji tindakan atau kegiatan pendampingan pengelolaan ikan budidaya tambak bagi ibu- ibu di lingkungan Desa Gerongan guna memperoleh data primer terkait kegiatan/ pendampingan yang sedang atau telah berlangsung dalam rangka melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dengan mempertimbangkan berbagai fakta lapangan yang telah diperoleh oleh tim Dosen Universitas Yudharta Pasuruan. Dalam kaitannya dengan permasalahan pendampingan pada ibu- ibu dalam meningkatkan pengelolaan hasil ikan budidaya tambak sebagai peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Gerongan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, maka target pendampingan dikhususkan untuk ibu- ibu yang masih belum memiliki pendapatan dengan didampingi oleh Tim Dosen Universitas Yudharta Pasuruan serta Tim penggerak PKK di Desa Gerongan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan yang merupakan mitra pengabdian ini realistis dan sangat relevan. Upaya suksesi program yang dilakukan dengan merumuskan beberapa strategi pendekatan Pertama, pendekatan personal . ersonal approac. pendekatan ini diorientasikan untuk memberikan pemahaman kepada tokoh kunci . ey perso. , dalam hal ini istri para nelayan dan petambak dan tim penggerak PKK agar mendukung program yang akan dilaksanakan. Kedua, menggunakan pendekatan komunitas . ommunity approac. Tim Universitas Yudharta Pasuruan melakukan kerjasama dengan pemerintah Desa Gerongan. Ketiga. Tim dosen Universitas Yudharta Pasuruan melakukan kerjasama dengan lembaga terkait dalam hal ini. Agus Afandi, dkk. Modul Participatory Action Research (PAR) untuk Pengorganisasian Masyarakat (Community Organizin. (Surabaya: LPPM UIN Sunan Ampel, 2. Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Aslikah | 161 dosen Prodi Teknologi Hasil Perikanan yang ada di Universitas Yudharta Pasuruan dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pasuruan. Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan dan FGD Pendampingan Masarakat di Desa Gerongan Dalam tahap pelaksanaan dilakukan observasi awal di daerah kegiatan, pemetaan masalah, sosialisasi kegiatan, penentuan program-program yang berkaitan dengan permasalahan yang ada, dan koordinasi dcngan perangkat desa serta warga masyarakat setempat. Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan kegiatan yang meliputi hal-hal sebagai berikut. Penyelenggaraan FGD dilaksanakan dengan melibatkan warga dan ibu- ibu PKK Desa Gerongan. Pendampingan kepada masyarakat berupa memberikan pelatihan dan keterampilan dalam mengelolah ikan Payus untuk dijadikan olahan produk krupuk ikan dan ikan mujair untuk dijadikan abon. Tahap selanjutnya adalah pascapelaksanaan yang berupa pemonitoran dan evaluasi kegiatan. Pada tahap ini dilaksanakan pemantauan kegiatan beserta hasil-hasilnya dari pelatihan yang sudah dilaksanakan. Pelatihan Pengolahan Ikan Payus Bersama Ibu-Ibu PKK dan Pengusaha Rumahan di Desa Gerongan Program pendampingan dalam pelatihan pengolahan ikan payus ini adalah program untuk warga masyarakat khususnya ibu Aeibu dan tim penggerak PKK yang sebagian besar memiliki budidaya ikan air payau atau tambak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan hasil olahan ikan yang ada, sehingga menjadikan suatu produk yang memiliki nilai jual tinggi. Pengolahan pembuatan krupuk ikan payus dan abon ikan mujair ini dilaksanakan bersamaan dengan program pembuatan label dan seminar desain produk pada tanggal 25 Agustus 2018 bertempat di balai Desa Gerongan dengan ibu- ibu dan tim penggerak PKK dan pengusaha rumahan. Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 162 | Pemberdayaan Perempuan Pesisir Dalam Pengelolaan Ikan A Dokumentasi pelaksanaan kegiatan Pengolahan Ikan Bersama Ibu- ibu PKK dan Pengusaha rumahan di desa Gerongan Faktor- faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan Pendampingan Pada Pengelolahan Ikan Hasil Budidaya Air Payau/ Tambak Adapun faktor- faktor pendukung pada kegiatan pendampingan ini yaitu banyaknya dukungan dan respon positif dari berbagai stake holder khususnya ibu Kepala Desa sebagai ketua Penggerak PKK di Desa Gerongan. Peserta antusias dalam mengikuti program pelatihan pengolahan ikan budidaya tambak ini , hal ini dibuktikan dengan 95% anggota ibu-ibu PKK dan masyarakat yang menghadiri acara pelatihan pengolahan ikan payus menjadi krupuk ikan, dan pengolahan ikan mujair menjadi abon. Selain itu, di Desa Gerongan merupakan daerah pesisir pantai yang banyak dibudidaya ikan air payau diantaranya ikan bandeng, udang dll, selain budidaya ikan payau di desa Gerongan juga banyak dibudidaya ikan air tawar diantaranya ikan mujair, ikan lele, ikan gurami dll. Sehingga sangat cocok apabila diadakan program pendampingan pengolahan ikan bagi ibu- ibu yang sebagian besar belum memiliki penghasilan sendiri. Adapun hambatan yang dialami ketika pelaksanaan pendampingan ini yaitu waktu yang digunakan untuk melaksanakan pelatihan dan ketrampilan pengolahan ikan budidaya tambak terlalu singkat, sehingga membutuhkan waktu lagi untuk mengadakan pelatihan yang serupa secara terus menerus sampai menghasilkan Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Aslikah | 163 produk yang sesuai dengan harapan dan memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Selain terbatasnya waktu, hambatan lain yang dialami selama pelaksanaan program masyarakat di Desa Gerongan yaitu terbatasnya peralatan dan pemasaran produk, karena minimnya jaringan dan ketrampilan pemasaran dari masyarakat Desa Gerongan. Upaya Mengatasi Hambatan dan Solusi Pada Pelaksanaan Pendampingan Pengolahan Ikan Hasil Budidaya Tambak Untuk mengatasi hambatan ini maka waktu pelaksanaan kegiatan disetting menggunakan dua metode yaitu: Metode tanya jawab, digunakan pada waktu menyampaikan materi kegiatan selama 60 menit. Metode demonstrasi serta latihan praktik pengolahan ikan payus untuk dijadikan krupuk dan ikan mujair menjadi abon, dibutuhkan waktu pembuatan/ praktik selama 60 menit. Durasi waktu yang disediakan oleh tim pendamping masih kurang sehingga membutuhkan waktu lagi untuk pelaksanaan program pendampingan sampai para peserta benar- benar mampu dan terampil dalam pembuatan krupuk ikan payus dan abon ikan mujair sesuai dengan harapan tim pendamping program pengabdian masyarakat dari universitas Yudharta Pasuruan. Untuk pemasaran produk yang sudah dihasilkan dibutuhkan strategi pemasaran yang baik, sehingga produk yang sudah dihasilkan dapat dikenal masyarakat luas, dan bisa meningkatkan omset penjualannya. Indikator Keberhasilan Program Pelatihan Pengolahan Ikan Budidaya Tambak Pemberdayaan perempuan di desa Gerongan Kecamatan Kraton yaitu melalui pemberian keterampilan dengan mengolah hasil perikanan tambak yaitu dengan mengolah ikan Payus menjadi olahan krupuk ikan dan pengolahan ikan Mujair untuk dijadikan abon. Tujuan dari pemberdayaan tersebut bagi perempuan pesisir diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengolah hasil ikan dari budidaya tambak sehingga kelak dapat meningkatkan usaha-usaha produktif hasil budidaya tambak yang mereka miliki, serta berperan dalam membantu meningkatkan pendapatan untuk mencukupi pemenuhan kebutuhan keluarga. Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 164 | Pemberdayaan Perempuan Pesisir Dalam Pengelolaan Ikan A Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan perempuan pesisir dalam pengelolaan ikan budidaya tambak pada wilayah pesisir di Desa Gerongan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Terlaksananya kegiatan pengolahan pembuatan krupuk ikan payus dan abon ikan mujair dengan baik yang dibuktikan dengan antusiasnya para peserta pelatihan yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan pengusaha rumahan sehingga mampu membuat krupuk ikan payus dan abon ikan mujair, yang dilaksanakan oleh ibu- ibu di daerah pesisir Desa Gerongan Kecamatan Kraton. Keberlanjutan Program Pelatihan Pengolahan Ikan Budidaya Tambak Pembuatan dan pengolahan ikan ini akan dilanjutkan oleh ibu-ibu PKK dan para pengusaha rumahan karena sebagian besar sudah pengalaman dalam pembuatan krupuk ikan payus dan abon ikan mujair. Adapun tahapan- tahapan pelaksanaan kegiatan pendampingan dalam pengolahan ikan payus menjadi krupuk dan pengolahan ikan mujair untuk dijadikan produk abon dapat diuraikan dalam table dibawah ini: Tabel: Pelaksanaan Program Kegiatan Pendampingan Pengolahan Ikan Tanggal 17 Agustus 2018 18 Agustus 2018 18-22 Agustus 2018 22 Agustus 2018 23 Agustus 2018 24 Agustus 2018 25 Agustus 2018 Kegiatan Mempelajari jurnal tentang ikan payus serta cara pengolahan krupuk Pembelian bahan-bahan yang akan digunakan Uji coba pembuatan bahan sebelum praktik Evaluasi hasil uji coba Menghubungi ibu kepala desa dan ketua ibu-ibu PKK untuk pengajuan pengolahan dan pembuatan krupuk ikan payus dan abon ikan mujair Mengundang seluruh anggota ibu-ibu PKK dan pengusaha rumahan untuk pelaksanaan pengolahan dan pembuatan krupuk ikan payus dan abon ikan Pelatihan Pengolahan dan pembuatan krupuk ikan payus dan abon ikan mujair di balai desa Gerongan Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Aslikah | 165 Pembuatan label dan seminar desain produk Setelah pelaksanaan program pelatihan dan ketrampilan pengolahan krupuk ikan payus dan abon ikan mujair dibutuhkan pembuatan label dan desain produk dari krupuk ikan payus dan abon ikan mujair. Pembuatan label dan desain produk ini bertujuan untuk memberi inovasi produk agar konsumen mengetahui siapa yang memproduksi dan sebagai pengenalan/branding. Kegiatan pelabelan dilaksanakan bersamaan dengan program pelatihan krupuk ikan payus dan abon ikan mujair. Selain pelabelan, kami juga mengadakan seminar desain produk untuk para pengusaha rumahan. Seminar ini dilaksanakan bersamaan dengan Program pelatihan pembuatan krupuk ikan payus dan ikan mujair yang bertempat di balai desa Gerongan. Dokumentasi kegiatan pendampingan seminar pelabelan, desain produk dan marketing di desa Gerongan . Faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan ini mendapat dukungan dari BUMDes Kegiatan ini mendapat dukungan dan respon positif dari ibu Kepala Desa dan Pengurus PKK Desa Gerongan. Peserta antusias dalam mengikuti pelatihan, hal ini dibuktikan dengan 95% anggota ibu PKK yang diundang menghadiri acara pelatihan pengolahan ikan. Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 166 | Pemberdayaan Perempuan Pesisir Dalam Pengelolaan Ikan A Waktu kegiatan terlalu singkat, karena butuh proses yang Panjang. Upaya Mengatasai Hambatan (Solus. Untuk mengatasi hambatan ini maka waktu pelaksanaan kegiatan disetting menggunakan dua metode yaitu: Metode tanya jawab, digunakan pada waktu menyampaikan materi kegiatan selama 20 menit. Metode demonstrasi serta latihan dan praktik, digunakan pada waktu pembuatan selama 60 menit. Penyediaan bahan dan hasil untuk setiap langkah-langkah produksi. Indikator Keberhasilan Program Terlaksananya kegiatan pembuatan label dan desain produk ini dengan baik, hal ini dibuktikan dengan antusiasnya peserta khususnya ibuibu PKK dan pengusaha rumahan mampu untuk berinovasi membuat desain produk lebih menarik dan mampu bersaing dengan produk lain. Keberlanjutan Program Untuk keberlanjutan program pendampingan masyarakat khususnya pada perempuan pesisir, tim pendampingan masyarakat dari Universitas Yudharta Pasuruan membuat kerjasama dengan BUMDes, dan untuk produk serta peratalan telah diserahkan kepada BUMDes untuk dilanjutkan. Tabel jadwal pelaksanaan program pembuatan krupuk ikan payus dan abon ikan mujair sebagai berikut: Tanggal 20-21 Agustus 2018 22 Agustus 2018 24 Agustus 2018 25 Agustus 2018 Kegiatan Kunjungan pada BUMDes Mempelajari jurnal dan artikel tentang desain produk. Membuat desain produk, dengan contoh produk kelompok sendiri. Pelaksanaan Program Pelabelan dan seminar desain produk. Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Aslikah | 167 Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dipaparkan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa: Pelatihan Pengelolaan ikan hasil budidaya air payau atau tambak di Desa Gerongan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan untuk dijadikan krupuk mendapatkan respon yang sangat antusias dari ibu- ibu PKK dan masyarakat khususnya pada perempuan pesisir, hal ini dibuktikan dengan kehadiran 95% peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan pengolahan ikan hasil budidaya tambak yang diadakan di balai Desa Gerongan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Selain pelatihan pengolahan ikan hasil budidaya tambak, ada juga kegiatan pelatihan packaging dan marketing yang bertujuan untuk menunjang hasil produksi ikan tersebut supaya lebih dikenal masyarakat luas dan memiliki nilai jual tinggi. Kegiatan ini juga diadakan supaya lebih menarik dan bisa berkompetisi dengan produk- produk yang telah beredar di pasar. Kegiatan pendampingan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, karena disebabkan oleh faktor-faktor yang mendukung jalannya kegiatan pelatihan tersebut Daftar Pustaka