Urecol Journal. Part B: Economics and Business Vol. 1 No. eISSN: 2797-1902 Spin-Off and Profitability of Indonesian Islamic Banking Dedik Fajar Nurkarim. Aulia Putri Wulandari. Zulfikar Bagus Pambuko Department of Islamic Economic Law. Universitas Muhammadiyah Magelang. Indonesia bp@unimma. https://doi. org/10. 53017/ujeb. Received: 11/08/2021 Revised: 21/09/2021 Accepted: 28/09/2021 Abstract The economic system could not be separated from the role of banking, either in funding, financing, or both. Today. Islamic bank was becoming an alternative banking service which had given new nuances to the business, both in terms of providing working capital or investment. This study aimed to investigate the effect of spin-off on Islamic BanksAo profitability with three control variables as market share, efficiency, and liquidity. This study used a quantitative approach from quarterly data from March 2013 to December 2019. The samples were two spinoff Islamic banks, namely Bank Aceh Syariah and Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah. Based on the results of data analysis using the Ordinary Least Square technique, it was found that the spin-off, liquidity, and efficiency had significant impacts on the spin-off Islamic banksAo profitability. The market share has no significant effect on the profitability of Islamic banks. Keywords: Spin-off. Profitability. Islamic Bank. Liquidity. Efficiency. Market Share Spin-Off dan Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia Abstrak Sistem perekonomian tidak bisa lepas dari peranan perbankan, baik dalam menghimpun dana, menyalurkan dana atau keduanya. Bank Syariah sebagai salah satu alternatif jasa perbankan dalam melayani kebutuhan masyarakat dalam penyediaan modal kerja dan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh Spin-Off terhadap profitabilitas Bank Syariah dengan tiga variabel control berupa pangsa pasar, efisiensi, dan likuiditas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dari data triwulanan mulai Maret 2013 hingga Desember 2019. Dua bank syariah yang melakukan spin-off, yaitu Bank Aceh Syariah dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah menjadi sampel penelitian. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan teknik Ordinary Least Square diperoleh hasil bahwa spinoff, likuiditas, dan efisiensi berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perbankan Syariah hasil spin-off. Adapun pangsa pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perbankan syariah. Kata kunci: Spin-off. Profitability. Islamic Bank. Liquidity. Efficiency. Market Share Pendahuluan Sistem perekonomian tidak bisa lepas dari peranan lembaga perbankan, baik dalam menghimpun dana, menyalurkan dana atau keduanya. Bank Syariah sebagai salah satu alternatif jasa perbankan dalam melayani kebutuhan masyarakat dalam penyediaan modal Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Dedik Fajar Nurkarim, et al. kerja dan investasi . Bank Syariah semakin berkembang sejak Indonesia memberlakukan dual banking system melalui UU 10 tahun 1998 dan diikuti dengan regulasi khusus tentang perbankan Syariah dengan UU 21 tahun 2008 . Pasca berlakunya UU 21 Tahun 2008, bank Syariah mengalami pertumbuhan yang relatif menggembirakan. Perkembangan perbankan Syariah dari sisi jumlah bank dan jumlah kantor disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Perkembangan Bank Syariah di Indonesia tahun 2010-2020 Jumlah Bank Jumlah Kantor BUS UUS BUS UUS Juni 2020 Berdasarkan tabel 1, pada tahun 2008 hanya ada 5 Bank Umum Syariah (BUS) dan 27 Unit Usaha Syariah (UUS) yang berkembang menjadi 11 BUS dan 23 UUS pada akhir tahun Satu dekade kemudian, jumlah bank Syariah juga tetap tumbuh, dimana pada tahun 2020 terdapat 14 BUS dan 20 UUS. Ditinjau dari jumlah kantor dari segala level, mulai kantor pusat, cabang, cabang pembantu, kas, dan sebagainya juga mengalami pertumbuhan yang relatif baik. Bagi BUS, pada tahun 2020 terdapat 1,922 kantor layanan yang meningkat dari 1,215 kantor pada pada tahun 2010 . 19%). Bagi UUS, pada tahun 2020 terdapat 386 kantor yang meningkat dari 262 kantor pada tahun 2010 meskipun jumlah UUSnya lebih sedikit . 33%) . Artinya, semakin banyak kantor yang dibuka semakin menambah jumlah nasabah yang dilayani. Selain capaian di atas. UU Nomor 21 Tahun 2008 juga mengamanahkan seluruh UUS untuk melakukan pemisahan . pin-of. menjadi BUS, 15 tahun setelah UU tersebut berlaku atau berakhir pada tahun 2023 . Artinya UUS yang masih menginduk pada bank konvensional harus memisahkan diri menjadi bank syariah tersendiri. Kebijakan spin-off ini menjadi salah satu isu penting dalam Undang-undang perbankan syariah tersebut . Bank Syariah di Indonesia masih memiliki potensi pasar untuk dikembangkan. Selain mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, produk yang ditawarkan bank Syariah juga diminati masyarakat. Potensi ini mendorong pihak otoritas untuk terus mengembangkan bank Syariah, termasuk spin-off bagi UUS. Spin-off ini memberikan independensi bagi pengelola bank Syariah untuk berkompetisi dan memenuhi aspek sharia compliance . , . Sejalan dengan perkembangan bank Syariah, kebijakan spin-off ini juga disinyalir berdampak pada kinerja keuangan bank Syariah. Salah satunya adalah pada aspek Hamid . menyatakan bahwa kebijakan spin-off berpengaruh terhadap profitabilitas bank Syariah. Taga et al. menambahkan bahwa laba bank Syariah terus meningkat sejak melakukan spin-off. Produktivitas bank Syariah dalam mengelola dana sosial juga meningkat setelah keputusan spin-off . Tipe spin-off juga tidak berdampak pada laba bank Syariah . Beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa keputusan spinoff tidak berdampak pada profitabilitas, bahkan menderung menurunkan keuntungan . Ae . Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Dedik Fajar Nurkarim, et al. Berdasarkan uraian di atas, riset yang berkembang tentang kebijakan spin-off dan dampaknya terhadap profitabilitas bank Syariah masih menunjukkan inkonsistensi Oleh karena itu, studi ini ditujukan untuk menginvestigasi dampak keputusan spin-off terhadap tingkat profitabilitas dengan tiga variabel kontrol bagi bank syariah di Indonesia. Sehingga setiap konsekuensi logis pada aspek keuangan terkait hal tersebut dapat menjadi acuan bagi bank syariah dan OJK untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan kebijakan spin-off sampai tahun 2023. Kajian Pustaka dan Perumusan Hipotesis Hingga hari ini, belum banyak studi yang mengkaitkan antara kebijakan spin-off dengan tingkat profitabilitas. Studi yang terkait dengan dampak kebijakan spin-off terhadap profitabilitas perbankan Syariah beserta tiga variabel kontrol . angsa pasar, efisiensi, dan likuidita. disajikan sebagai berikut. Penelitian Nasuha . tentang dampak kebijakan spin-off terhadap kinerja bank Syariah. Analisis yang dilakukan pada lima bank Syariah menemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan setelah spin-off pada tiga kinerja keuangan, yaitu aset, pembiayaan, dan DPK. Adapun pada aspek CAR. FDR. ROA, dan ROE tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Penelitian Al Arif & Haribowo . tentang dampak tipe spin-off terhadap laba bank syariah di Indonesia. Dengan teknik panel EGLS ditemukan bahwa tipe spin-off tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bank syariah yang melakukan spin-off. Penelitian Hamid . tentang dampak kebijakan spin-off terhadap tingkat profitabilitas pada industri perbankan syariah di Indonesia. Dengan teknik OLS ditemukan bahwa variabel dummy spin-off. NPF, dan BOPO memiliki pengaruh terhadap tingkat profitabilitas pada industri perbankan syariah di Indonesia. Penelitian Taga et al. tentang kinerja bank Syariah antara sebelum dan sesudah spin-off. Analisis pada BNI Syariah ditemukan bahwa kinerja keuangan pada aspek aset. DPK, dan laba terus meningkat dan menunjukkan kinerja yang semakin baik. Penelitian Sihombing & Yahya . tentang pengaruh kebijakan spin-off. BOPO. DPK, dan NPF terhadap profitabilitas perbankan syariah di Indonesia. Studi ini menemukan bahwa hanya BOPO dan NPF yang berdampak signifikan terhadap profitabilitas perbankan Adapun kebijakan spin-off dan DPK tidak berdampak signifikan. Penelitian Al Arif & Dewanti . tentang pengaruh metode pemisahan terhadap tingkat profitabilitas. Studi pada empat bank Syariah ini menemukan bahwa spin-off tidak berpengaruh pada tingkat Sedangkan BOPO dan NPF berdampak negatif signifikan terhadap profitabilitas bank Syariah hasil pemisahan. Penelitian Poerwokoesoemo . tentang perbedaan kinerja bank konvensional setelah UUS melakukan spin-off. Hasil penelitian menemukan bahwa setelah UUS spin-of terjadi kenaikan nilai CAR. BOPO dan LDR, sedangkan nilai NPL dan ROA mengalami penurunan setelah spin-off. Penelitian Rofiatun . tentang pengaruh pangsa pasar. DPK, pangsa pasar pembiayaan, modal, dan ukuran bank terhadap profitabilitas bank Syariah. Hasil pengujian pada empat bank Syariah ditemukan bahwa pangsa pasar. DPK, modal, dan ukuran bank berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Sedangkan pangsa pasar pembiayaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA. Penelitian Ibrahim et al. tentang faktorAefaktor yang mempengaruhi profitabilitas bank syariah di Indonesia periode 2010Ae2017. Studi ini menemukan bahwa CAR dan FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Adapun ROA dipengaruhi secara signifikan oleh variabel NPF. BOPO, dan pangsa pasar. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Dedik Fajar Nurkarim, et al. Penelitian Pambuko & Pramesti . mengungkapkan bahwa keputusan konversi Bank Aceh Syariah efektif dalam memperbaiki rasio pembiayaan bermasalah (NPF), namun menurunkan tingkat profitabilitas melalui ROA. ROE, dan NOM. Penelitian Nugraheni & Alam . tentang pengaruh risiko likuiditas terhadap profitabilitas pada perbankan syariah dan konvensional. Bagi perbankan Syariah, profitabilitas dipengaruhi secara positif signifikan oleh variabel FDR dan LTA. Adapun LAD berpengaruh negatif terhadap Berdasarkan seluruh penelitian terdahulu di atas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. H1: Diduga Spin-off berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas Perbankan Syariah H2: Diduga pangsa pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas Perbankan Syariah H3: Diduga efisiensi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas Perbankan Syariah H4: Diduga likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas Perbankan Syariah Metode Peneltian Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini yang berfokus pada data sekunder dengan tipe data panel. Data diambil dalam bentuk triwulanan mulai pada periode Maret 2013 Ae Desember 2019 dari dua Bank Umum Syariah yang menjadi sampel, yaitu Bank Aceh Syariah dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah. Pemilihan kedua sampel bank Syariah didasarkan pada kriteria: . merupakan bank Syariah yang melakukan spin-off, dan . menyajikan data secara lengkap. Penelitian ini menggunakan profitabilitas sebagai variabel dependen. Profitabilitas diukur dengan rasio Return on Asset (ROA). ROA merupakan indikator kemampuan perbankan dalam menghasilkan laba atas aset yang dikuasai. Variabel independen yang digunakan adalah dummy spin-off, pangsa pasar, likuiditas, dan efisiensi. Pertama, dummy spin-off disajikan dengan symbol DSO, yaitu proses alih bentuk dari UUS dari bank konvensional menjadi BUS yang berdiri secara independent. Periode sebelum spin-off dinotasikan dengan Ao0Ao dan setelah spin-off dinotasikan dengan Ao1Ao. Kedua, pangsa pasar . arket shar. disajikan dengan symbol MS yang merupakan perbandingan total aset bank dengan terhadap total aset industry perbankan syariah. Ketiga, efisiensi diproksikan dengan menggunakan rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO). Semakin kecil rasio BOPO menunjukkan operasional perbankan semakin efisien. Keempat, likuiditas diproksikan dengan rasio Financing to Deposit Ratio (FDR). FDR merupakan perbandingan jumlah pembiayaan bank Syariah dengan total DPK yang dihimpun. Analisis data dilakukan dengan teknik Ordinary Least Square (OLS). OLS dapat digunakan untuk menyimpulkan secara langsung pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, baik secara parsial atau simultan . Analisis data diawali dengan pengujian asumsi klasik guna memastikan bahwa asumsi BLUE . est linear unbiased estimato. Pengujian asumsi klasik berupa uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Guna menjawab tujuan penelitian, maka model persamaan regresi yang digunakan adalah sebagai berikut. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Dedik Fajar Nurkarim, et al. ycIycCyaycnyc = yu0 yu1 yaycIycCycnyc yu2 ycAycIycnyc yu3 yaAycCycEycCycnyc yu4 yayaycIycnyc yuAycnyc Dimana ROA adalah return on asset. DSO adalah dummy spin-off. MS adalah market share . angsa pasa. BOPO adalah biaya operasional pendapatan operasional. FDR adalah financing to deposit ratio. 1 Ae 4 adalah parameter estimat. A adalah variabel pengganggu. adalah bank Syariah ke i. t adalah periode ke t. Analisis Dan Pembahasan Hasil Penelitian Analisis Ordinary Least Square (OLS) digunakan untuk menjawab tujuan penelitian, yaitu dampak keputusan spin-off terhadap profitabilitas perbankan Syariah di Indonesia. Sebelum menampilkan hasil analisis OLS, berikut ini disajikan Tabel 2 yang merupakan hasil uji asumsi klasik. Tabel 2. Hasil Uji Asumsi Klasik Pengujian Parameter Normalitas Prob. Jarque Berra Multikolinearitas Residual correlation Heteroskedastisitas Uji White (Prob. Chi Squar. Autokorelasi Lagrange-multiplier (Prob. Chi Squar. Nilai A< Kesimpulan Normal Tidak ada masalah Tidak ada masalah Heteroskedastisitas Ada masalah autokorelasi Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa tiga asumsi telah terpenuhi, yaitu asumsi normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Adapun asumsi autokorelasi belum Pengujian normalitas dengan Jarque Berra menunjukkan nilai prob. Sebesar 1719 yang lebih besar dari 0. 05, sehingga data terdistribusi normal. Uji multikolinearitas menunjukkan nilai residual correlation matrix seluruh variabel independen lebih kecil dari 8, sehingga tidak ada hubungan yang erat antar variabel independen dalam penelitian ini. Uji heteroskedastisitas menggunakan uji White menunjukkan nilai prob. yang lebih besar dari 0. 05, sehingga ada kesamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Uji autokorelasi dengan uji LM menunjukkan nilai prob. 0003 yang lebih kecil dari 0. 05, sehingga ada interkorelasi antar data time series. Guna menghilangkan masalah autokorelasi pada model regresi, maka digunakan uji Newey. Whitney, dan Kenneth (HAC / Heteroskedasticity and Autocorrelation Consistent Covariance Matri. Pengujian ini membuat model regresi memiliki standard error yang Dengan terpenuhinya asumsi autokorelasi, maka model regresi yang digunakan telah memenuhi asumsi BLUE . est linear unbiased estimato. Tabel 3 adalah hasil analisis OLS menggunakan uji HAC. Berdasarkan Tabel 3, maka persamaan regresi yang dihasilkan adalah sebagai berikut. ROAit = 7. 228230 DSOit 0. 193354 MSit - 0. 242512 BOPOit 0. 145861 FDRit Ait Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Dedik Fajar Nurkarim, et al. Tabel 3. Hasil Analisis OLS dengan Uji HAC Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. DSO BOPO FDR Wald F-statistic Prob(Wald F-statisti. R-squared Adjusted R-squared F-statistic Prob(F-statisti. Keterangan: * = sig. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan pada Tabel 3, diketahui bahwa secara simultan variabel spin-off (DSO), pangsa pasar (MS), efisiensi (BOPO), dan likuiditas (FDR) berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perbankan syariah. Hal ini diketahui dari F-statistic sebesar 0. 0000 yang lebih lebih dari 0. Nilai Adjusted R-squared sebesar 783960 juga menunjukkan bahwa kontribusi varian yang diberikan oleh keempat variabel independen terhadap variabel profitabilitas adalah sebesar 78. 39%, sedangkan sisanya 61% dipengaruhi oleh varian lain di luar model penelitian. Adapun jawaban masing-masing hipotesis disajikan sebagai berikut. Pertama, pengaruh spin-off terhadap profitabilitas perbankan Syariah. Hasil pengujian pada Tabel 3 menunjukkan bahwa koefisien variabel spin-off sebesar 4. 228230 dengan prob. 0003 yang lebih kecil dari 0. Artinya, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel spin-off terhadap ROA. Dengan demikian, hasil penelitian mendukung hipotesis H1 dimana spin-off berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas perbankan Syariah. Dengan kata lain, kebijakan pembentukan BUS melalui spin-off terbukti berhasil dan mampu meningkatkan profitabilitas bank syariah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Hamid . yang menyebutkan bahwa spin-off memiliki pengaruh positif terhadap tingkat profitabilitas pada industri perbankan syariah di Indonesia. Namun hasil penelitian ini menolak temuan Al Arif & Dewanti . Nasuha . , dan Sihombing & Yahya . yang menyatakan bahwa metode pemisahan tidak berdampak pada tingkat profitabilitas pada BUS hasil pemisahan. Kedua, pengaruh pangsa pasar terhadap profitabilitas perbankan Syariah. Hasil pengujian pada Tabel 3 menunjukkan menyatakan bahwa koefisien variabel pangsa pasar 193354 dengan prob. 4714 yang lebih besar dari 0. Artinya, tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel pangsa pasar terhadap ROA. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis H2 dimana pangsa pasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas perbankan Syariah. Dengan kata lain, penguasaan pangsa pasar yang semakin besar bagi bank Syariah hasil spin-off tidak berdampak pada meningkatnya profit jangka panjang. Hal ini dimungkinkan disebabkan oleh rendahnya pangsa pasar kedua bank Syariah yang menjadi sampel dibandingkan dengan asset industri perbankan Syariah secara nasional, sehingga pertambahan jumlah aset yang direpresentasikan dengan pangsa pasar tidak berdampak pada peningkatan Lebih lanjut, hasil penelitian ini mendukung temuan Rofiatun . bahwa pangsa pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Namun demikian, temuan ini Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Dedik Fajar Nurkarim, et al. tidak sejalan dengan penelitian Ibrahim et al. yang menyebutkan bahwa pangsa pasar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ROA. Ketiga, pengaruh efisiensi terhadap profitabilitas perbankan Syariah. Hasil pengujian pada Tabel 3 menyatakan bahwa koefisien variabel efisiensi sebesar -0. 242512 dengan prob. 0000 yang lebih kecil dari 0. Artinya, terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara variabel BOPO terhadap ROA. Dengan demikian, hasil penelitian mendukung hipotesis H3 dimana efisiensi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabiltias perbankan Syariah. Dengan kata lain, semakin tinggi nilai BOPO . maka mengakibatkan ROA perbankan syariah semakin rendah. Sebaliknya, semakin efisien perbankan Syariah dalam mengelola sumber daya yang dimiliki akan semakin meningkatkan profitabilitasnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Al Arif & Dewanti . Hamid . Ibrahim et al. , dan Sihombing & Yahya . yang menjelaskan bahwa BOPO memberikan pengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Keempat, pengaruh likuiditas terhadap profitabilitas perbankan Syariah. Hasil pengujian pada Tabel 3 menyatakan bahwa koefisien variabel likuiditas sebesar 0. dengan prob. 0004 yang lebih kecil dari 0. Artinya, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel FDR terhadap ROA. Dengan demikian, hasil penelitian mendukung hipotesis H4 dimana likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas perbankan Syariah. Dengan kata lain, semakin besar pembiayaan yang disalurkan, maka profitabilitas bank Syariah akan semakin meningkat atau semakin bank tidak likuid dengan banyaknya DPK yang disalurkan ke masyarakat akan semakin meningkatkan profitabilitas perbankan syariah. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Nugraheni & Alam . yang menyatakan bahwa FDR berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank Syariah. Namun demikian, temuan ini bertentangan dengan penelitian Ibrahim et al. yang menyatakan bahwa FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Simpulan. Keterbatasan dan Saran Berdasarkan pembahasan di atas, penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan spinoff dari UUS menjadi BUS sesuai amanah UU perbankan Syariah mampu meningkatkan profitabilitas perbankan Syariah. Lain daripada itu, semakian efisiensi operasional bank Syariah dan semakin besar pembiayaan ke masyarakat juga mampu meningkatkan profitabilitas perbankan Syariah hasil spin-off. Sedangkan penguasaan pangsa pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perbankan Syariah hasil spin-off. Hal ini patut mendapatkan perhatian mengingat penguasaan pasar yang semakin besar menunjukkan kemampuan pengalokasian sumber daya yang lebih besar yang seharusnya juga berdampak pada tingkat profitabilitas bank Syariah hasil spin-off. Penelitian ini memiliki keterbatasan berupa penggunaan variabel internal bank Syariah yang diuji pengaruhnya terhadap profitabilitas. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan sampel bank Syariah relatif yang sedikit. Dengan demikian, peneliti selanjutnya dapat menggunakan variabel makroekonomi untuk diuji pengaruhnya pada profitabilitas bank Syariah hasil spin-off dan mengeksplorasi data penelitian sehingga dapat menggunakan jumlah sampel yang lebih besar. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Dedik Fajar Nurkarim, et al. Daftar Pustaka