Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN ORANG TUA TERHADAP PELAYANAN DI TPA DHARMA YOGA SANTI YOGYAKARTA Muthmainah Universitas Negeri Yogyakarta Email : muthmainnah@uny. Nur Cholimah Universitas Negeri Yogyakarta Email : nurcholimah@uny. Eka Sapti Cahya Ningrum Universitas Negeri Yogyakarta Email : eka_sapticn@uny. Prayitno Universitas Negeri Yogyakarta Email : prayprayitno576@uny. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan orang tua terhadap pelayanan di Tempat Penitipan Anak (TPA) Dharma Yoga Santi Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Responden penelitian adalah 25 orang tua. Data selanjutnya dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Sejumlah 75 % orang tua menyatakan puas dan 18. 8 % menyatakan sangat puas dengan perkembangan yang dicapai anak, . 8 % orang tua menyatakan puas, dan 18. 8 % menyatakan sangat puas terhadap terlaksananya kurikulum dalam proses pembelajaran, . 5 % orang tua menyatakan puas dan 25 % menyatakan sangat puas terhadap penilaian perkembangan anak, . % menyatakan puas dan 31. 3 % menyatakan sangat puas terhadap kemampuan pendidik dalam membimbing anak, . 3 % menyatakan puas dan 25 % menyatakan sangat puas terhadap komunikasi yang dilakukan pendidik, . 8 % menyatakan puas dan 43. 8 % menyatakan sangat puas terhadap kemampuan pendidik adalam bersikap dan berperilaku terhadap anak, . menyatakan puas dan 25 % menyatakan sangat puas terhadap ketersediaan prasarana sekolah, . 8 % menyatakan puas, dan 25 % menyatakan cukup puas terhadap ketersediaan sarana yang menunjang kegiatan bermain anak, dan . 8 % menyatakan puas dan 25 % menyatakan cukup puas terhadap pengelolaan sarana dan prasarana TPA. Kepuasan terhadap sarana prasarana dan pengelolaannya dapat ditingkatkan lagi agar mendukung stimulasi tumbuh kembang anak dan meningkatkan kepercayaan orang tua pada lembaga. Kata kunci: analisis, tingkat kepuasan orang tua, layanan TPA Abstract The aim of this research is to determine the level of parental satisfaction with services at the Dharma Yoga Santi Yogyakarta Daycare. This research is descriptive quantitative research using a questionnaire as a research instrument. The research respondents were 25 parents. The data was then analyzed quantitatively. The research results showed that: . 75% of parents expressed satisfaction and 18. 8% stated they were very satisfied with the development achieved by their children, . 8% of parents stated they were satisfied, and 18. 8% stated they were very satisfied with the implementation of the curriculum in the learning process, . 5% of parents said they were satisfied and 25% said they were very satisfied with the assessment of children's development, . 3% said they were satisfied and 31. 3% said they were very satisfied with the ability of educators to guide children, . 3% said they were satisfied and 25% said they were very satisfied with communication carried out by educators, . 8% said they were satisfied and 43. 8% said they were very satisfied with the ability of educators to act and behave towards children, . said they were satisfied and 25% said they were very satisfied with the availability of school infrastructure, . 8% said they were satisfied, and 25% said they were quite satisfied with the availability of facilities that support children's play activities, and . 8% said they were satisfied and 25% said they were quite satisfied with the management of daycare facilities and infrastructure. Satisfaction with infrastructure and its management can be further improved to support the stimulation of children's growth and development and increase parents' trust in the institution. Key words: analysis, level of parental satisfaction, daycare services PENDAHULUAN Keberadaan Taman Penitipan Anak (TPA) (RPJMN) 2020-2024 menargetkan penurunan terus berkembang saat ini seiring banyaknya persentase balita yang mendapatkan pengasuhan perempuan yang bekerja. TPA diharapkan dapat tidak layak dari 3,73 persen pada 2018 menjadi 3,47 persen pada 2024 (Eko, 2. Dengan berkembang sesuai tahapannya, mendapatkan demikian perlu diupayakan peningkatan peran pengasuhan yang baik selama orang tua bekerja, ibu serta adanya TPA yang memberikan dan menjadi lembaga yang dapat membantu pelayanan berkualitas. mendidik anak dengan baik (Puspita, 2. TPA yang berkualitas dapat diketahui dari Lebih lanjut Rizkita . menegaskan bahwa respon para pelanggannya. TPA dapat menjadi temapat untuk membantu kualitas jasa layanan lembaga, maka akan tumbuh kembang anak, namun bukan sebagai mewujudkan kepuasan orang tua. Oldfield dan pengganti orangtua. Baron (Prianto, 2. menyatakan bahwa Semakin baik Orang tua tentunya mengharapkan TPA kualitas interaksi antara pelanggan dengan yang berkualitas dan dapat dipercaya. TPA yang organisasi sebagai lembaga penyedia jasa berkualitas ditentukan berbagai faktor tak layanan merupakan kunci dari keberlangsungan terkecuali kompetensi pengasuh. Para pengasuh hidup suatu organisasi. Pimpinan sekolah, dewan di TPA dapat menstimulasi anak untuk bermain guru, dan staf administrasi memegang peranan atau belajar dan mengembangkan berbagai aspek utama dapat memengaruhi kepuasan pelanggan. perkembangan, baik nilai-nilai agama dan moral. Para fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional pelayanan terbaik agar para pelanggan percaya dan seni. Stimulasi tersebut perlu dilakukan pada lembaga, sehingga lembaga pun akan tetap dengan aktivitas yang mendidik, menyenangkan, dan menarik. Standar Sebagian orang tua memiliki kriteria untuk TPA penyelenggaraan, sumber daya, sarana dan Beberapa kriteria tersebut antara lain: lokasi, prasarana, serta perangkat manajemen yang keamanan, dasar pendidikan agama, disiplin atau mendukung pengasuhan berbasis hak anak agar aturan sekolah, guru, kelas . umlah anak dan tumbuh kembang anak berkualitas. Berdasarkan rasio perbandingan guru dengan ana. , bahasa, data profil anak usia dini pada 2021, terdapat 4 dari 100 anak usia dini yang mengalami pengajaran (Saputri, 2. Pernyataan tersebut pengasuhan yang tidak layak. Lebih lanjut diperjelas Peraturan Menteri Nomor 58 Tahun Rohika 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, bahwa untuk memberikan pelayanan yang rendahnya jumlah anak yang terdaftar di lembaga kepuasan bagi pengguna jasa pendidikan, maka TPA Dharma Yoga Santi merupakan salah dalam penyelenggaraan PAUD perlu memenuhi satu TPA yang berada di wilayah Kapanewon standar PAUD. Standar PAUD merupakan Depok Sleman Yogyakarta. Hasil wawancara bagian integral dari Standar Nasional Pendidikan dengan pihak TPA menyatakan bahwa sampai yang meliputi empat standar yaitu: . standar saat ini belum pernah menerima tanggapan dan pendidik dan tenaga kependidikan, . standar masukan atau saran dari orang tua secara terstruktur, sehingga TPA belum mengetahui pembiayaan, . standar isi, proses dan penilaian, tingkat kepuasan orang tua terhadap layanan TPA sesuai standar PAUD. Harapannya apabila TPA perkembangan anak. mengetahui tingkat kepuasan orang tua, maka hal Kepuasan pelanggan telah lama diakui sebagai komponen kunci dari keberlangsungan tersebut dapat dijadikan dasar bagi peningkatkan kualitas layanan TPA. suatu lembaga. Kepuasan dapat digunakan sebagai ukuran kesuksesan di masa lalu dan saat METODE ini, dan bahkan sebagai prediktor hasil di masa Metode penelitian yang digunakan dalam Hubungan yang terjalin antara orang tua penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan dan kepuasan orang tya terhadap tingkat layanan . Metode berdampak signifikan terhadap reputasi lembaga Lembaga TPA perlu menyadari penelitian yang berlandaskan pada filsafat pentingnya kepuasan orang tua terhadap anaknya positivisme, yang digunakan untuk meneliti pada karena juga dapat meningkatkan layanan serta populasi atau sampel tertentu (Sugiyono, 2. rekomendasi positif yang menarik orang tua atau Selanjutnya pelanggan baru. Kepuasan . dengan langkah-langkah yaitu: menghitung nilai responden dan masing-masing kesenjangan antara apa yang dibayangkan dan apa yang diperoleh (Kunanusorn & Puttawong, menghitung nilai rata-rata, dan menghitung persentase dengan rumus yaitu: Lembaga kepuasan orang tua dan kebahagiaan anak sebagai indikator kualitas (Xiao & Wilkins. Ketidakpuasan orang tua menyebabkan Tingkat orang tua Tingkat orang tua prasarana dan Keterangan : P = Persentase Kepuasan guru dalam Kepuasan orang tua terhadap komunikasi yang dilakukan guru Kepuasan orang tua terhadap guru dalam bersikap dan berperilaku pada Kepuasan orang tua terhadap prasarana TPA. Kepuasan orang tua terhadap sarana yang kegiatan bermain anak di TPA. Kepuasan orang tua pengelolaan sarana dan prasarana TPA F = Frekuensi . umlah jawaban responde. N = Jumlah Keseluruhan Responden (Sumber: Riduwan, 2. Adapun standar persentase diambil berdasarkan Sudjana . , yaitu: Tabel 1. Kriteria Penilaian Persentase Kriteria 20 - 36 % 36 - 52% Tidak Puas Kurang Puas 52 - 68% Cukup Puas 68 - 84% Puas 84 -100% Sangat Puas Tabel 2. Kisi-kisi instrumen penelitian Variabel Tingkat orang tua Tingkat orang tua standar isi, proses dan Indikator Kepuasan orang tua terhadap yang dicapai HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Kepuasan orang tua dalam proses Kepuasan orang tua terhadap terpenuhinya suatu harapan. Kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan merupakan respon pelanggan terhadap evaluasi ketidaksesuaian . yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja aktual Pernyataan tersebut sejalan dengan pendapat Wilkie dalam Hardiyanti . yang menyatakan bahwa tingkat emosional Perkembangan anak mengacu pada pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa. STPPA dan digunakan dalam pengembangan Berikut ini data kesembilan pertanyaan kurikulum PAUD. STTPA adalah kriteria penelitian survei yang telah dilakukan. tentang kemampuan yang dicapai anak pada Kepuasan Orang Tua Terhadap Perkembangan yang dicapai Anak pertumbuhan, mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, serta seni. Apabila orang tua merasa puas dengan perkembangan anak, artinya para pengasuh dan pendidik telah memberikan stimulasi berbagai perkembangan dan perubahannya dapat dilihat dari perilaku Gambar 1. Diagram Kepuasan Orang Tua Terhadap Perkembangan yang dicapai Anak Rekomendasi untuk TPA yaitu perlu Hasil angket menunjukkan bahwa 75 diperhatikan terkait rasio ideal guru dan anak, % orang tua menyatakan puas dan 18. khususnya untuk anak yang usianya di bawah 2 tahun. Sejauh ini hanya ada 2 pengasuh. TPA perkembangan yang dicapai anak selama perlu mempertimbangkan untuk penambahan pengasuhan dan pendidikan di TPA Dharma Yoga Santi. Data tersebut dilengkapi dengan perkembangan anak dapat distimulasi dan data hasil wawancara dengan beberapa orang dipantau dengan lebih optimal. tua dan menyatakan bahwa tingkat kepuasan Kepuasan tersebut karena ada perkembangan anak Terlaksananya Kurikulum dalam Proses selama di TPA, misalnya yang masih pemalu Stimulasi Perkembangan Anak Orang Tua dan belum percaya diri menjadi lebih percaya diri, yang belum lancar berkomunikasi menjadi lebih lancar berkomunikasi, yang belum mandiri menjadi lebih mandiri, dan Kepuasan yang disampaikan para orang tua tersebut sejalan dengan pernyataan Prianto . bahwa faktor-faktor yang Gambar 2. Diagram Kepuasan Orang Tua terhadap Terlaksananya Kurikulum dalam pelanggan terhadap layanan di sekolah antara Proses Stimulasi Perkembangan Anak lain terpenuhinya kebutuhan dan keinginan. Hasil angket menunjukkan bahwa 68,8 % orang tua menyatakan puas, dan 18. Kepuasan Orang Tua terhadap Penilaian Perkembangan Anak Kurikulum tempat penitipan anak idealnya merupakan rencana terperinci yang membantu guru dalam mengatur dan menyampaikan kegiatan pendidikan untuk Gambar 3. Diagram Kepuasan Orang Tua memenuhi kebutuhan perkembangan anak- terhadap Penilaian Perkembangan Anak anak-anak. Kurikulum Meskipun antar tempat penitipan anak Hasil angket menunjukkan 62,5 % orang memiliki kurikulum yang berbeda, secara tua menyatakan puas dan 25 % menyatakan sangat puas terhadap penilaian perkembangan Data tersebut dilengkapi dengan data hasil perkembangan sosial-emosional, moral, fisik, wawancara dengan beberapa orang tua dan bahasa, dan kognitif anak-anak. menyatakan bahwa penilaian perkembangan Tahun-tahun awal anak-anak sangat anak sudah disampaikan pengasuh dalam bentuk laporan perkembangan anak. merupakan masa eksplorasi dan interaksi Penilaian tanpa henti dengan lingkungan sekitar, yang mengarah pada penemuan dan pembelajaran informasi secara Interaksi sehari-hari dengan lingkungan sekitar, dimulai dari wajah kembang yang telah dicapai peserta didik selama objek/orang/situasi. Tujuannya mengetahui tumbuh kembang anak selama mengikuti program, sebagai umpan balik untuk komunikatif, kognitif, motorik, dan sosial memperbaiki kegiatan pembelajaran, sebagai yang terus didukung oleh penglihatan (Dale, dasar untuk mengoptimalkan perkembangan fisik et al. Dengan demikian, kurikulum dan psikis dengan memberi kegiatan yang sesuai minat dan kebutuhan anak, dan memberi perkembangan anak. informasi kepada orang tua agar mampu menjadi pendidikan di rumah. Kepuasan Orangtua Terhadap prinsip anak usia dini, memiliki kemampuan Kemampuan Guru dalam Membimbing Anak pembelajaran pendidikan anak usia dini, memiliki keterampilan di bidang perawatan dan pengasuhan anak, dan sehat jasmani dan Keluarga perlu memberikan apresiasi yang tinggi terhadap dukungan, perhatian, dan keramahtamahan para pendidik dana Gambar 4. Diagram Kepuasan Orangtua Terhadap Kemampuan Guru Dalam pengasuh anaknya (King, et al. , 2. Pengasuhan memungkinkan para pengasuh memiliki Membimbing Anak kedekatan hubungan secara bertahap dengan Hasil angket menunjukkan 56,3 % Hubungan mutualisme terjalin menyatakan puas dan 31,3 % menyatakan dimana orang tua memerlukan bantuan sangat puas terhadap kemampuan guru dalam membimbing anak. Data tersebut dilengkapi Rasa saling membutuhkan, saling beberapa orang tua dan menyatakan bahwa memengaruhi kualitas layanan. Orang tua membimbing anak, membawa perubahan perlu memberikan penilaian positif, apresiasi, positif pada anak, dan memengaruhi tumbuh dan respect terhadap kinerja para pengasuh, kembang anak. mengamati potensi serta kelemahan proses TPA intervensi awal, dan membantu pengasuh melakukan refleksi (Jeong et al, 2. pengasuhan yang bermutu sesuai dengan Rekomendasi untuk TPA yaitu terkait tumbuh kembang anak berusia dini (Esha & makanan anak, dimana para pendidik dan Abtokhi, 2. Pengasuhan yang bermutu pengasuh TPA sebaiknya dapat memberikan tersebut salah satunya tampak dari kualitas bimbingan terkait makanan sehat dan higien. Terdapat beberapa kualifikasi Para dasar yang harus dipenuhi oleh pengasuh atau memperhatikan lagi kandungan atau nutrisi pendidik anak di Taman Penitipan Anak asupan makanan anak. Selain itu, makanan (TPA) ringan yang diberikan ke anak idealnya makanan non-MSG, dan tidak menggunakan tumbuh kembang anak, memahami prinsip- pemanis buatan. Lebih lanjut terkait higienitas juga masih perlu diperhatikan lagi terkait bersikap pro aktif menjalin komunikasi penggunaan alat makan dan alat mandi untuk dengan orang tua. Para pengasuh dapat berupaya membantu meminimalisir penularan penyakit. Kepuasan Orang Tua terhadap Komunikasi yang Dilakukan Guru anak dan keluarga tumbuh lebih baik, dengan menyarankan strategi dan adaptasi lingkungan rumah serta materi untuk memfasilitasi potensi Brazelton dan Sparrow (Bigelow, dkk, 1. menyatakan bahwa, orang tua tetap dipertahankan sebagai ahli utama dalam perkembangan anak, sehingga orang tua akan melakukan yang terbaik utnuk anak-anaknya. Dengan demikian komunikasi antara orang tua dan pengasuh juga sangat penting. Pendidik dan Gambar 5. Diagram Kepuasan Orang Tua pengasuh wajib menyampaikan perkembangan terhadap Komunikasi yang Dilakukan Guru anak selama di TPA, dan orang tua juga Hasil angket menunjukkan 56,3 % menyatakan puas dan 25 % menyatakan sangat puas terhadap komunukasi yang dilakukan Data tersebut dilengkapi dengan data hasil wawancara dengan beberapa orang tua dan menyatakan bahwa komunikasi antara orang tua sebaiknya menyampaikan perkembangan anak Apabila permasalahan, maka asas keterbukaan dan keberhasilan dalam penanganan. Kepuasan Orang Tua Terhadap Guru dalam Bersikap dan Berperilaku terhadap Anak menyampaikan perkembangan anak dan mau menjawab pertanyaan orang tua terkait tumbuh kembang anaknya. Selain itu, pengasuh mau diajak berdiskusi terkait tumbuh kembang Salah satu layanan TPA adalah menjaga komunikasi dengan orang tua. Komunikasi dimaknai sebagai kegiatan menyampaikan Gambar 6. Diagram Kepuasan Orang Tua Terhadap Guru dalam Bersikap dan Berperilaku terhadap Anak Apabila orang tua bertanya, maka pendidik dan pengasuh TPA wajib menjawab dan merespon dengan baik. Pun apabila orang tua pasif, maka pendidik dan pengasuh TPA Hasil menyatakan puas dan 43,8 % menyatakan sangat puas terhadap kemampuan guru dalam bersikap dan berperilaku terhadap anak. Data tersebut memengaruhi perkembangan anak sekaligus dilengkapi dengan data hasil wawancara dengan kepercayaan orang tua pada pengasuh. beberapa orang tua dan menyatakan bahwa sikap TPA sebaiknya mempunyai konsultan dan perilaku pengasuh sudah memadai dan dengan jadwal kunjungan yang tetap, sehingga memberikan layanan pada anak. Pengasuh dapat dapat disusun jadwal untuk pemeriksaan anak, konsultasi pengasuh, orang tua, penyuluhan atau Rekomendasi untuk TPA yaitu perlu adanya pelatihan dan lain-lain. Hal tersebut sejalan pelatihan untuk penanganan perilaku anak seperti dengan pendpat Narendra . bahwa TPA perilaku tantrum. perlu mempunyai relasi dengan sarana pelayanan Sikap sosial orang dewasa terhadap kesehatan terdekat untuk pelayanan kesehatan perilaku anak tidak hanya memengaruhi perilaku yang bersifat darurat maupun konfrehensif. anak tersebut, namun juga sikapnya terhadap Kepuasan Orang Tua terhadap Ketersediaan berbagai bidang kehidupan (Rosmayati, et al. Prasarana TPA Sulyok et al, 2. dan bahkan kesehatan mental (Borisenko JV, 2022. Szabo, et al, 2. Hal ini pun berkaitan antara pengasuh dan anak. Wahyuni . menemukan data bahwa salah satu keunggulan lembaga yaitu karakter pendidik. Apabila karakter pendidik kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan Gambar 7. Diagram Kepuasan Orang Tua lembaga, sehingga mampu meningkatkan selling terhadap Ketersediaan Prasarana TPA point lembaga tersebut (Wahyuni, 2. Hasil angket menunjukkan 43. American Publik Health Association menyatakan puas dan 25 % menyatakan sangat (APHA) dan American Academic of Peadiatrics puas terhadap ketersediaan prasarana sekolah. (AAP) menganjurkan agar pengasuh baru harus Hasil wawancara menunjukkan bahwa dari melalui masa orientasi tentang kebijakan dasar, lokasi TPA sudah prosedur, kebutuhan anak, disiplin, hubungan Untuk bangunan, outdoor, lahan dengan orang tua, prosedur kegawatan, dan bermain anak sudah ada dan harapannya dapat perlakuan salah pada anak. Kualitas pengasuh Rekomendasi lainnya yaitu perlu adanya CCTV untuk memantau pergerakan Dengan berperilaku tepat dan baik pada anak, dapat anak-anak, khususnya di pintu bagian depan, karena pernah ada kejadian anak membuka pintu sendiri dan keluar. Terwujudnya taman penitipan anak Sarana dan prasarana menjadi salah satu yang sesuai dengan standar pendidikan dapat fasilitas yang sangat penting dalam proses dilihat dari sarana dan prasarananya (Junaidi pendidikan dan tumbuh kembang anak sejak & Danim, 2. Sarana dan prasarana dini (Binsa, 2. menjadi pendukung dalam penyelenggaraan perabotan saluran air, ember, tempat sabun, dan serta pengelolaan kegiatan pendidikan dan perlatan laiinya sebaiknya disesuaikan dengan pengasuhan pada anak usia dini. Oleh karena tinggi anak. Pengawasan terhadap ebersihan itu, manajemen sarana prasarana bertugas kamar mandi, kakus, dapur, kamar tidur, kamar mengendalikan dan melindungi sarana dan bermain perlu selalu dilakukan. Air bersih harus prasarana pembelajaran agar menjadi fasilitas selalu tersedia dalam jumlah yang cukup, yang efektif dalam proses pendidikan (Parid & tempat sampah juga harus tersedia. Untuk Alif, 2. perlengkapan atau peralatan, lantai, dinding. Kepuasan Orang Tua Ukuran, letak, tinggi meja, kursi, tempat tidur sebaiknya dari bahan Ketersediaan Sarana yang Menunjang yang mudah dibersihkan. Alat makan dan Kegiatan Bermain Anak di TPA minum juga sebaiknya yang tidak mudah pecah atau patah dan mudah dicuci. Untuk alat permainan tidak perlu mahal, tapi yang penting sesuai dengan usia anak, dan harus aman, tidak tajam, tidak mudah tertelan, tidak mengandung . jumlahnya harus memadai dengan jumlah anak. Gambar 8. Diagram Kepuasan Orang Tua terhadap Ketersediaan Sarana yang Menunjang Kepuasan Orang Tua terhadap Pengelolaan Sarana dan Prasarana TPA Kegiatan Bermain Anak di TPA Hasil angket menunjukkan 68,8 % menyatakan puas, dan 25 % menyatakan cukup menunjang kegiatan bermain anak. Data Gambar 9. Kepuasan Orang Tua terhadap wawancara dengan beberapa orang tua yang Pengelolaan Sarana dan Prasarana TPA menyatakan bahwa prasarana sudah ada dan apabila ditingkatkan lagi akan semakin menarik bagi anak, dan juga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Hasil angket menunjukkan 68. menyatakan puas dan 25 % menyatakan cukup puas terhadap pengelolaan sarana dan prasarana TPA. Data tersebut dilengkapi dengan data hasil wawancara dengan beberapa orang tua dan maintenance APE yang sudah ada. Dalam kegiatan pengelolaan sarana prasarana sudah memadai, dan apabila akan ditingkatkan lagi maka akan semakin baik, yang manajemen yakni perencanaan, pengadaan, tentunya akan berdampak pada meningkatnya kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang penghapusan serta penyusunan (Megasari. Ulfa et al. , 2. Hasil wawancara Permendikbud Nomor 137 Tahun 2004 menunjukkan bahwa keenam proses tersebut pasal 32 ayat 3 menyebutkan tentang standar belum terpenuhi semuanya. Hal ini menjadi minimal sarana prasarana yang perlu dimiliki Lembaga TPA. Sarana dan Prasarana tersebut adalah meliputi: memiliki jumlah ruang dan luas lahan disesuaikan dengan jumlah anak, luas TPA . KESIMPULAN minimal 3 m2 per anak. memiliki ruangan untuk Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . melakukan aktivitas anak di dalam dan luar. Sejumlah 75 % orang tua menyatakan puas dan memiliki fasilitas cuci tangan dengan air bersih. 8 % menyatakan sangat puas dengan memiliki kamar mandi/jamban dengan air perkembangan yang dicapai anak, . bersih yang cukup. memiliki fasilitas permainan orang tua menyatakan puas, dan 18. di dalam dan di luar ruangan yang aman dan menyatakan sangat puas terhadap terlaksananya memiliki fasilitas ruang untuk tidur, kurikulum dalam proses pembelajaran, . makan, mandi, yang aman dan sehat. orang tua menyatakan puas dan 25 % menyatakan tempat sampah yang tertutup dan tidak sangat puas terhadap penilaian perkembangan memiliki akses dengan fasilitas anak, . 3 % menyatakan puas dan 31. layanan kesehatan seperti rumah sakit ataupun menyatakan sangat puas terhadap kemampuan dan PAUD kelompok usia lahir-2 pendidik dalam membimbing anak, . tahun, memiliki ruang pemberian ASI yang menyatakan puas dan 25 % menyatakan sangat nyaman dan sehat. Di TPA Dharma Yoga Santi, puas terhadap komunikasi yang dilakukan beberapa sarana prasarana telah ada, dan perlu pendidik, . 8 % menyatakan puas dan 43. diupayakan yang belum ada serta ditingkatkan menyatakan sangat puas terhadap kemampuan lagi agar dapat memberikan kenyamanan dan pendidik adalam bersikap dan berperilaku kepuasan berbagai pihak. Beberapa yang masih terhadap anak, . 8 % menyatakan puas dan perlu ditingkatkan adalah optimalisasi lahan bermain baik di dalam maupun di luar, ketersediaan prasarana sekolah, . menyatakan puas, dan 25 % menyatakan cukup menunjang kegiatan bermain anak, dan . menyatakan puas dan 25 % menyatakan cukup puas terhadap pengelolaan sarana dan prasarana TPA. Kepuasan terhadap sarana prasarana dan pengelolaannya dapat ditingkatkan lagi agar mendukung stimulasi tumbuh kembang anak Selain itu, perlu diperhatikan juga rasio guru dan anak, serta diperhatikan lagi terkait nutrisi asupan makanan anak dan keamanan anak. Apabila tingkat kepuasan orang tua meningkat, maka dapat meningkatkan pula kepercayaan orang tua pada lembaga. DAFTAR PUSTAKA