Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. Mei 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Analisis Peningkatan Kinerja Yang Dipengaruhi oleh Kepemimpinan. Lingkungan Kerja dan Motivasi Perawat (Studi Kasus : Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Kepahiang Bengkul. Tahun 2021 Eka Oktavia1. Grace Rumengan2. Ahdun Trigono2 Universitas Respati Indonesia unas@gmail. Abstrak Rumah sakit di era kompetensi saat ini di tuntut untuk bisa meningkatkan pelayanan kesehatan melalui kinerja kerja para perawat yang bertugas di dalamnya baik itu pelayanan medis maupun pelayanan non medis walupun dalam keadaan pademi Covid-19. Dan untuk kabupaten Kepahiang ada 859 jiwa yang terpapar Covid-19. Akibatnya terjadi, aspek yang mempengaruhi kinerja perawat pada RSUD Kepahiang. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan detail pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi terhadap peningkatan kinerja perawat di RSUD Kepahiang tahun 2021. Penelitian menggunakan desain crossectional analisisnya kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dengan qouta sampling dengan sampel 82 responden. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner dan data diolah dengan bantuan SPSS15. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Dari hasil koefisien determinasi adalah = 0. Dan hasil ANOVA menunjukkan bahwa Fhitung sebesar 023, dengan nilai signififkan sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan ada pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi terhadap peningkatan kinerja perawat. Secara keseluruhan kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi di RSUD sudah bagus, namun perlu ditingkatkan lagi agar kinerja perawat semakin baik. Seperti pemimpin diruangan rawat inap mengapresiasi kinerja perawat memberikan afirmasi positif, meningkatkan jaringan LAN, dan menaikan tarif jasa pelayanan. Kata kunci : Kepemimpinan. Lingkungan Kerja. Motivasi . Kinerja Perawat Abstract Hospitals in the current era of competence are required to be able to improve health services through the work performance of the nurses who work in them, both medical and non-medical services, even in the Covid-19 pandemic. And for Kepahiang district there were 859 people who were exposed to Covid-19. As a result, there are aspects that affect the performance of nurses at the Kepahiang Hospital. The purpose of this study is to explain in detail the influence of leadership, work environment and motivation on improving the performance of nurses at the Kepahiang Hospital in 2021. The study used a cross-sectional design with quantitative analysis. The sampling technique is qouta sampling with a sample of 82 respondents. Data were collected using a questionnaire sheet and the data was processed with the help of SPSS15. The analysis used is multiple linear regression analysis. From the results of the coefficient of determination is = 0. And the ANOVA results show that Fcount is 165,023, with a significant value of 0. 000 <0. 05, it can be concluded that Ho is rejected. Overall, the leadership, work environment and motivation in the RSUD are good, but they need to be improved so that the nurse's performance is getting better. Such as the leader in the inpatient room appreciating the performance of nurses in giving positive affirmations, increasing the LAN network, and increasing service fees. Keywords : Leadership. Work Environment. Motivation. Nurse Performance Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. Mei 2024 PENDAHULUAN Pandemi COVID-19 (Corona Disease 2. ialah infeksi saluran dengan yang berdampak dari kontak yang ada dan acuan aerosonolnya (WHO, 2. Pada masa pandemi COVID-19 ini. Auhampir semua kalangan terimbas. Termasuk perawat, dimana mereka menjadi ujung tombak dalam menangani pasien yang menderita Coronavirus Disease (COVID-. Sekarang perawat mendapat tantangan tersendiri dalam memberikan asuhan keperawatan dengan resiko perawat bisa menjadi korban terpaparnya Covid-19 Berdasarkan penelitian Hu et al, . di Wuhan China perbandingan tingkat kelelahan di ruang UGD lebih rendah dibanding diruang rawat Inap yaitu 13 % di UGD dan 39 % di ruang rawat. Tidak hanya perawat, tenaga kesehatan lainnya misalnya dokter juga mengalami dampak yang luar biasa akibat Covid-19 iniAy. Menurut Liu et al, . memaparkan jika ketenagakerjaan dokter ataupun perawat kewalahan dengan yang paling prarah makin hari, . dalam melakukan pemberian asuhan ke pasien (Santoso dalam Soleha Hal memengaruhi hasil kinerjanya. Menurut Heryana . rumah sakit di era kompetensi saat ini di tuntut untuk bisa meningkatkan pelayanan kesehatan melalui kinerja kerja para perawat yang bertugas di dalamnya baik itu pelayanan medis maupun pelayanan non Sebagai tenaga kesehatan yang paling sering dikaji pemberian pelayanannya, prestasi tiap perawat selalu menjadi sorotan. Kinerja perawat sebenarnya dipengaruhi oleh pelatihan-pelatihan yang didapat selama bekerja di rumah sakit dan karakteristik dari pekerjaan perawat khususnya di ruang rawat Selain itu terdapat perbedan yang cukup signifikan antara perbedaan sebelum pelatihan dan paska pelatihan. Peningkatan kinerja perawat memiliki korelasi yang signifikan dengan sudut pandang gaya kepemimpinan serta motivasi baik secara internal maupun eksternal (Hamzah. Rusmin, & Azriful, 2. Pada indikator kinerja rawat inap RSUD Kepahiang diperoleh gambaran bahwa tahun 2020 nilai BOR mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 dikarenakan adanya penurunan jumlah pasien rawat inap karena pademi covid-19. Dan peneliti juga telah E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 melakukan wawancara kepada perawat RSUD Kepahiang Bengkulu khususnya di ruang rawat inap pada bulan April 2021 dengan 5 responden secara acak di RSUD Kepahiang Bengkulu dan menghasilkan bahwa: . Perawat covid yang bertugas saat ini tidak cukup sehingga perawat diruangan non covid ditugaskan secara bersama sama di ruangan rawat inap covid supaya pasien rawat inap covid tetap bisa terlayani dengan baik. Kurangnya apresiasi dari kepala ruangan ruang rawat inap khususnya dan pihak management rumah sakit. Pernah terjadi gesekan yang berakibat konflik antar perawat di ruang rawat inap dan berdampak pada kinerja perawat yang menurun karena tidak adanya hubungan yang baik antar perawat. Berdasarkan hasil penjelasan dan pemaparan yang melatar belakangi kemudian diambil judul AuAnalisis peningkatan kinerja yang dipengaruhi oleh kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi perawat (Studi kasus: Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Kepahiang Bengkul. Ay. METODE Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan design cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUD Kepahiang pada bulan Juli 2021. Instrumen dipergunakan yaitu berupa kueisioner yang meliputi pertanyaan tertutup untuk bagian usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, dan jenis kelamin serta pertanyaan skala respon untuk lingkungan kerja dan motivasi serta variabel terikat yaitu peningkatan kinerja di RSUD Kepahiang dengan responden memilih Kemudian dilakukan uji validitas menggunakan uji korelasi Pearson dan uji reliabilitas menggunakan uji Cronbach Alpha dengan SPSS ver 20. Jika diperoleh hasil sig . < maka dapat dikatakan butir istrumen tersebut valid dan jika nilai Cronbach Alpha > 0,70 artinya variabel tersebut reliabel. Teknik pengambilan sampel responden pada ruang rawat inap RSUD Kepahiang diambil secara qouta sampling. Jumlah populasi sebanyak 103 orang. Untuk menentukan jumlah sampel digunakan rumus Slovin. Maka jumlah responden dalam penelitian ini 82 responden. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. Mei 2024 HASIL Data berdasarkan variabel penelitian dicantumkan dalam tabel 1 dan tabel 2. Tabel 1 Karakteristik Responden Variabel Jenis Kelamin Usia Pendidika Status Pernikaha Laki-laki Perempua >50 Di D4/S1 Profesi Belum Menikah Menikah Lainnya Jumla Persentas e (%) 51,2% Dari analisis bivariat tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien yang meliputi usia, tingkat pendidikan status pernikahan dan jenis kelamin dengan peningkatan kinerja di RSUD Kepahiang. Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi antara variabel bebas dan variabel terikat mempunyai distribusi normal atau tidak dengan menggunakan uji kolmogorov smirnov test. Uji dilakukan untuk mengetahui distribusi data normal atau tidak. Hasil uji Kolmogrovsmirnov adalah 1. 138 dan signifikasi 0,150 hal ini berarti variabel residual data berdistribusi Kemudian uji multikolinieritas menunjukan tidak ada variabel bebas (Kepemimpinan. Lingkungan Kerja Motivas. yang memiliki nilai VIF lebih dari Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antara variabel bebas dalam model regresi, sehingga model regresi layak dipakai. Tabel 2 Hasil Uji multikolinieritas Variabel Kepemimpinan Lingkungan Kerja Motivasi Tolerance VIF Lalu pada Uji Heteroskedastisitas Metode ini digunakan untuk menguji apakah E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 dalam sebuah model regresi terjadi kesamaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Gambar 1 Uji Heterokedastisitas Pada Gambar. 1 grafik scatterplot terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik di atas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi peningkatan kinerja berdasarkan masukan variabel bebas. Setelah melakukan uji asumsi klasik maka dilakukan uji regresi liniear berganda yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas . epemimpinan, lingkungan kerja dan motivas. terhadap variabel terikat peningkatan kinerja. Analisis dilakukan dengan bantuan program SPSS 15. Tabel 3 Coefficients Coefficientsa Model (Constan. Kepemimpinan Lingkungan Kerja Motivas i Kerja Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Peningkatan Kinerja Tabel persamaan regresi linear berganda dalam penelitian ini yaitu Y = 8,318 0,556 X1 0,195 X2 0,172 X3 A. Berdasarkan persamaan tersebut dapat di uraikan sebagai berikut: nilai konstanta menunjukkan bahwa pengaruh variabel kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi kerja adalah negatif, berarti kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi kerja konstan maka kinerja akan mengalami Nilai kepemimpinan sebesar 8,318 dan bertanda positif, yang artinya apabila kepemimpinan Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. Mei 2024 semakin baik maka akan semakin baiklah Nilai koefisien variabel lingkungan kerja sebesar 0,195 dan bertanda positif yang artinya apabila lingkungan kerja baik maka kinerja juga semakin baik. Nilai koefisien variabel motivasi kerja sebesar 0,172 dan bertanda positif yang artinya semakin tinggi motivasi kerja maka semakin tinggi pula Uji t . ji parsia. dilakukan untuk melihat secara individu pengaruh dari variabel bebas (X1. X2. berupa kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi kerja secara parsial berpengaruh signifikan atau tidak terhadap kinerja. Nilai t hitung variabel kepemimpinan sebesar 7,861 yang dimana lebih besar dari ttabel atau nilai sig 0,000 lebih kecil dari nilai signifikan 0,05. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh maka H0 ditolak untuk variabel kepemimpinan, dengan demikian secara parsial variabel kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja. Nilai t hitung variabel lingkungan kerja sebesar 2,018 yang dimana lebih besar dari ttabel atau nilai sig 0,047 lebih kecil dari nilai signifikan 0,05. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh maka Ho ditolak untuk variabel lingkungan kerja, dengan demikian secara parsial variabel motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja. Nilai t hitung variabel motivasi sebesar 2. 207 yang dimana lebih besar ttabel atau nilai sig 0,030 lebih kecil dari nilai signifikan 0,05. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh maka Ho ditolak untuk variabel motivasi kerja, dengan demikian secara parsial variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja. Uji F dilakukan untuk melihat secara bersamaAesama . pengaruh dari variabel yaitu (X1. X2. berupa variabel kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi terhadap peningkatan kinerja (Y). Tabel 4 Hasil Uji Anova ANOVAb Model Regres sion Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Predic tors : (Const an. Motivas i Kerja. Lingkungan Kerja. Kepemimpinan Dependent Variable: Peningkatan Kinerja Berdasarkan Anova (Tabel . didapatkan nilai F hitung sebesar 165. 023 dan lebih besar dari F tabel dan signifikansinya E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 adalah sebesar 0. 000 lebih kecil dari 0,05. Maka dengan demikian Ho ditolak dan variabel bebas yaitu kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi berpengaruh secara simultan dan positif terhadap peningkatan kinerja. Pengujian Koefisien Determinan digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel bebas . epemimpinan (X. , lingkungan kerja (X. dan motivasi kerja (X. ) terhadap variabel terikat (Kinerj. Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai dengan satu . < RA < . Jika RA semakin besar . endekati sat. , maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Sebaliknya, jika RA semakin kecil . endekati no. , maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas adalah kecil terhadap variabel terikat (Y). Hasil pengujian koefisien determinasi menggunakan program SPSS 15. Tabel 5 Koefisiensi Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Es timate Predictors : (Constan. Motivas i Kerja. Lingkungan Kerja. Kepemimpinan Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat pada kolom adjusted R square sebesar 0,859 atau setara 85,9%. Yang dimana artinya sumbangsih variabel kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi terhadap peningkatan kinerja perawat di RSUD Kepahiang sebesar 85,9% dan sisanya 14,1% . % - 85,9%= 14,1%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian PEMBAHASAN Pengaruh antara variabel kepemimpinan terhadap variabel peningkatan kinerja. Variabel kepemimpinan berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap peningkatan kinerja. Dengan demikian hipotesa H1 yang menyatakan bahwa kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kinerja perawat dapat diterima. Hal ini berarti semakin baik peran kepemimpinan yang diterapkan di RSUD Kepahiang Bengkulu akan berpengaruh positif terhadap meningkatnya kinerja dari perawat itu Hal ini sesuai dengan teori yang (Robbins, kepemimpinan adalah suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi suatu kelompok yang dipimpin untuk Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. Mei 2024 melakukan suatu target demi pencapaian yang disesuaikan dengan visi misi dan tujuan yang sudah ditetapkan. Hal ini sejalan dengan penelitian sejalan dengan penelitian yang dilakukan Fauzan . , yang dimuat dalam Jurnal Wawasan Manajemen. Vol. Nomor 1. Februari 2017. Tujuan penelitian ini salah satunya adalah untuk pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar. Hasil berpengaruh positif terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar. Hasil penelitian lainnya yang dilakukan oleh Tewal,dkk . menunjukkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan kepemimpinan terhadap kinerja Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan regresi diperoleh koefisen regresi tersebut memiliki nilai t hitung sebesar 3,816 dengan nilai signifikansi 0,000 O 0,05. Menurut berpengaruh terhadap peningkatan kinerja. Seorang pemimpin harus mampu menentukan kepemimpinan seperti apa yang akan dipilih untuk memimpin bawahannya. Dalam membina hubungan dengan para perawat, kepemimpian yang berfokus pada tujuan-tujuan yang jelas dan memiliki komunikasi yang baik dengan perawat, mengerti masalah rumah sakit, mengerti permasalahan yang dihadapi oleh perawat , bisa mendengarkan setiap masukan dari perawat, mempercayai hasil pekerjaan perawat, memperhatikan kesejahteraan perawat dan menghargai setiap kerja keras perawat. Pengaruh antara variabel lingkungan kerja terhadap variabel peningkatan kinerja Pengaruh antar variabel lingkungan kerja terhadap peningkatan kinerja didapat dengan nilai t hitung untuk variabel lingkungan kerja adalah 2. 018 pada tingkat signifikansi sebesar 0,047 dengan nilai koefisien regresi Karena nilai signifikansi 0,047 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap peningkatan kinerja. Menurut Taiwo dalam Dhyah dan Josephine . pengertian lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang berkaitan denga kejadian, orang-orang sekitar yang mempengaruhi cara Lingkungan E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 merupakan cara kerja dari pekerja yang terdiri dari fisik maupun non fisik, dalam hal ini situasi kerja merupakan lingkungan kerja yang bersifat non fisik sedangkan orang-orang atau peralatan bekerja adalah lingkungan kerja yang bersifat Dan menurut (Aswadi Lubis, 2. lingkungan kerja memiliki pengaruh dalam suatu organisasi, yaitu kepada semua kegiatan Kondisi lingkungan kerja yang berbeda pada setiap organisasi dapat memberikan tingkat kepuasan yang berbeda pula bagi karyawan, sehingga prestasi kerja dalam menyelesaikan tugas yang dibebankan padanya juga berbeda. Yang harus diusahakan untuk memperbaiki metode kerja dalam suatu organisasi atau tempat kerja yang lain adalah menjamin agar para karyawan dapat bekerja dan melaksanakan tugasnya dalam keadaan yang memenuhi persyaratan, sehingga mereka dapat melakukan tugasnya tanpa mengalami Lingkungan kerja akan sangat menyelesaikan tugas yang dibebankan Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Difayoga & Yuniawan . yang berjudul Pengaruh Stres Kerja. Kepuasan Kerja, dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Perawat (Studi pada RS Panti Wilasa Citarum Semaran. menunjukkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja perawat. Hal ini dibuktikan dengan hasil koefisien regresi standar variabel Lingkungan diperoleh hasil sebesar 0,291. Nilai koefisien regresi tersebut memberikan makna bahwa variabel Lingkungan yang lebih baik akan meningkatkan kinerja pada Hasil menghasilkan nilai t hitung sebesar 2,862 dengan signifikansi sebesar 0,006. Nilai signifikansi hasil lebih kecil dari 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara parsial variabel lingkungan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Menurut peneliti lingkungan kerja yang kondusif akan menciptakan kinerja yang Dukungan oleh sarana dan prasarana yang memadai yang ada di tempat kerja akan membawa dampak yang positif bagi pegawai sehingga kinerja pegawai dapat meningkat. Lingkungan akan berpengaruh besar terhadap kepuasan kerja yang tentunya juga akan berpengaruh kepada peningkatan kinerja Apabila lingkungan kerja yang Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. Mei 2024 mampu menciptakan rasa nyaman dan aman bagi seluruh karyawan. Sehingga dengan demikian, rumah sakit harus mampu menciptakan suatu formula untuk menangani berbagai macam bentuk persoalan yang ada dilingkungan kerja agar dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Pengaruh antara variabel motivasi terhadap variabel peningkatan kinerja Pengaruh peningkatan kinerja pada perawat di ruang rawat inap di RSUD Kepahiang Bengkulu Au. Dari tabel diatas diketahui bahwa t hitung untuk variabel motivasi adalah 2. 035 pada tingkat signifikansi sebesar 0,045 dengan nilai koefisien regresi sebesar 0. Karena nilai signifikansi 0,045 < 0,05 maka dapat berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap peningkatan kinerja. Menurut Luthans dalam Lestari . motivasi adalah Auproses sebagai langkah awal seseorang melakukan tindakan akibat kekurangan secara fisik dan psikis atau dengan kata lain adalah suatu dorongan yang ditunjukan untuk memenuhi tujuan tertentu. Dan menurut Robbins . salah satu pendorong terkuat perawat dalam bekerja dengan penuh semangat dan menghasilkan peningkatan kinerja adalah motivasi dimana motivasi merupakan suatu usaha dengan dorongan dan ketentuannya . Hasil penelitian Jufrizen . yang dimuat dalam AQLI LPPI jurnal riset sains dan Pengaruh kemampuan dan motivasi terhadap kinerja perawat : studi pada rumah sakit umum madani medan didapatkan hasil penelitian terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja perawat yang dibuktikan dengan nilai t-hitung 5. t-tabel 1. 995 dan nilai probabilitas 0. 000 < 0. , maka H0 ditolak sehingga ada pengaruh positif dan signifikan. Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sarangih, dkk . dimuat dalam penelitian Jurnal Kesehatan Holistic yang berjudul pengaruh pelatihan motivasi kerja terhadap kinerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di RS Husada Jakarta. Bahwa motivasi berpengaruh terhadap kinerja. Menurut peneliti motivasi kerja seorang perawat makin tinggi motivasi kerja yang diberikan kepada tenaga perawat maka akan meningkatkan kinerja tenaga perawat khususnya di RSUD Kepahiang Bengkulu. E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja perawat. Ketiga variabel independen dalam Kepemimpinan. Lingkungan Kerja dan Motivasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Peningkatan Kinerja. Dan variabel Kepemimpinan adalah variabel yang paling dominan berpengaruh, karena memiliki nilai koefiesin regresi paling besar yaitu 0. sedangkan lingkungan kerja 0. 195 dan motivasi Hasil persamaan regresi tersebut dapat diinterprestasikan sebagai berikut : C a . = 8. 318 menyatakan bahwa jika kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi tidak ada atau bernilai 0, maka peningkatan kinerja perawat akan memiliki nilai sebesar 8. C Kepemimpinan (X. = 0. 556 menjelaskan bahwa jika terjadi peningkatan pada variabel kepemimpinan sebesar satusatuan, mengalami peningkatan sebesar 0. C Lingkungan Kerja (X. = 0. peningkatan pada variabel lingkungan satu-satuan, peningkatan sebesar 0. C Motivasi (X. = 0. 172 menjelaskan bahwa jika terjadi peningkatan pada variabel motivasi sebesar satu-satuan, maka peningkatan sebesar. Kepemimpinan. Lingkungan Kerja dan Motivasi bersama sama berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja perawat pada RSUD Kepahiang Bengkulu. Berdasarkan perhitungan yang didapat pada Tabel diatas, nilai Fhitung sebesar 165. dengan nilai signiifkan sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak. Artinya variabel Kepemimpinan. Lingkungan Kerja Motivasi bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Peningkatan Kinerja (Y). Dan berdasarkan nilai koefisien Adj-R Square sebesar 0. 859, artinya bahwa variabel Peningkatan Kinerja (Y) dapat dijelaskan oleh Kepemimpinan. Lingkungan Kerja dan Motivasi sebesar 85,9%, sedangkan merupakan konstribusi variabel independen lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. Mei 2024 SIMPULAN Pada penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi perawat terhadap peningkatan kinerja dengan faktor kepemimpinan sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap peningkatan kinerja di RSUD Kepahiang. Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan kuesioner dengan pertanyaan terbuka untuk menggali lebih dalam serta spesifik mengenai jawaban responden, meneliti pada populasi yang lebih besar, menambahkan variabel beban kerja, supervisi ,dll dan menggunakan pasien baru sebagai sampel penelitian. Getol. Management Miracle Series: Accepted Leader Edisi Revisi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS Edisi Ketujuh. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hamzah. Rusmin. , & Azriful. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Perawat Pelaksana Dalam Melaksanakan Pencegahan Infeksi Nosokomial Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pemerintah Dan Rumah Sakit Swasta Kota Makassar Tahun 2017. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Heryana. Perilaku Organisasi di Bidang Kesehatan. FIKES Esa Unggul. Jayaweera. Impact of Work Environment Factors on Job Performance: Mediating Role of Work Motivation: A Study of Hotel Sector in England. Journal of Business and Management, 271Ae278. Josephine. , & Harjanti. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada Bagian Produksi Melalui Motivasai Kerja sebagai Variabel Intervening pada PT Trio Corporate Plastic (Tricopl. Agora Journal 5 . Jufrizen. Pengaruh kemampuan dan motivasi terhadap kinerja perawat : studi pada rumah sakit umum madani LPPI AQLI jurnal riset sains manajemen, vol. 1 no 1 . Latham. Perspectives of a Practitioner-Scientist on Organizational Psychology/Organizational Behavior. Annual Review Organizational Psychology and Organizational Behavior. Lestari. Choaching Grow Meningkatkan Kinerja Perawat. Malang: Wineka Media. Liu. Han. Jiang. Huang. Ma, . Wen. Zhang. Wang. Chen. & Ma. Mental Health Status of Doctors and Nurses. SSRN Electronic Journal. , 12-42. Mangkunegara. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Refika Aditama. DAFTAR PUSTAKA