JIMP Vol 5 . (September 2. hal: 152 Ae 163 e - ISSN 2776-1835 p - ISSN 2774-9517 e-jurnal : http://journal. id/index. php/JIMP/ PENGARUH KOMPETENSI DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA GURU DI SMK AL-MUHTADIN DEPOK Diah Ramadhanti 1. Dewi Kurniawati2*. Murti Widyaningsih 3 1,2,3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pancasila. Jakarta. Indonesia *E-mail koresponden: dewi121824@gmail. Diterima 3 September 2025. Disetujui 30 September 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi dan pelatihan terhadap kinerja guru di SMK-Al Muhtadin Depok. Kompetensi dan pelatihan merupakan dua faktor penting yang diyakini dapat meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh guru di SMK-Al Muhtadin Depok, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Begitu pula dengan pelatihan yang secara signifikan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja guru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi dan pelatihan secara simultan mampu mendorong peningkatan kinerja guru di lingkungan sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pihak manajemen sekolah dalam merancang strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kata Kunci: Kompetensi. Pelatihan. Kinerja Guru. SMK Al-Muhtadin Depok Abstract This research aims to determine the influence of competence and training on the performance of teachers at SMKAl Muhtadin Depok. Competence and training are two important factors that are believed to enhance teachers' performance in carrying out their professional duties. The method used in this research is a quantitative method with an associative approach. Data were obtained through the distribution of questionnaires to all teachers at SMK Al-Muhtadin Depok, and then analyzed using multiple linear regression. The research results indicate that competence has a positive and significant impact on teacher performance. Similarly, training significantly contributes positively to the improvement of teacher performance. Thus, it can be concluded that the simultaneous improvement of competence and training can drive the enhancement of teacher performance in the school This research is expected to serve as input for school management in designing strategies to improve the quality of human resources. Keywords: Competence. Training. Teacher Performance. SMK Al-Muhtadin Depok JIMP Vol 5 . (September 2. : 152 - 163 PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang unggul. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Dalam pelaksanaannya, peran guru sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan. Guru merupakan ujung tombak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Umiyati . Peran guru tidak hanya sebagai pengajar di dalam kelas, tetapi juga sebagai pembimbing, pelatih, dan pendidik karakter siswa Munarir. Salsabila, & Nisa . Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi guru menjadi aspek yang krusial dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Menurut Spencer & Spencer dalam Muslimah . , kompetensi adalah karakteristik dasar yang dimiliki seseorang dan berhubungan secara kausal dengan kinerja yang unggul. Kompetensi yang baik memungkinkan guru untuk merancang metode pembelajaran yang efektif, mengelola kelas dengan baik, serta memberikan dampak positif pada pencapaian belajar siswa. Di sisi lain, pelatihan menjadi faktor eksternal yang membantu guru dalam mengembangkan kemampuan profesional mereka. Mangkunegara . menyebutkan bahwa pelatihan adalah proses sistematis untuk meningkatkan keterampilan teknis dan pemahaman terhadap tugas kerja. SMK Al-Muhtadin Depok, sebagai lembaga pendidikan kejuruan, memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, guru di SMK dituntut untuk tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik, tetapi juga menguasai keterampilan teknis yang relevan dengan bidang keahlian. Berdasarkan hasil pengamatan awal dan evaluasi manajemen sekolah, diketahui bahwa pengembangan kompetensi dan pelatihan guru menjadi fokus utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Nawawi dalam Erni. Perseveranda, dan Paridy . menyatakan bahwa kinerja adalah hasil dari pelaksanaan suatu pekerjaan yang dapat diamati secara langsung maupun tidak Dalam konteks guru, kinerja dapat dilihat dari kemampuan menyampaikan materi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan interaksi dengan siswa. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan pelatihan diharapkan berdampak positif terhadap kinerja guru. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi dan pelatihan terhadap kinerja guru di SMK Al-Muhtadin Depok. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode asosiatif, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi teoritis maupun praktis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui pengelolaan sumber daya manusia yang KAJIAN TEORI Kompetensi Kompetensi merupakan karakteristik dasar yang dimiliki oleh individu yang berkaitan secara kausal dengan kinerja dan prestasi kerja yang unggul dalam suatu pekerjaan atau situasi tertentu. Diah dkk. Pengaruh Kompetensi Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Guru Di Smk Al-Muhtadin Depok Spencer & Spencer dalam Muslimah . menyatakan bahwa kompetensi adalah karakteristik dasar yang berhubungan secara kausal dengan kinerja dan efektivitas individu dalam pekerjaan. Sementara itu. Wibowo dalam Ismi . menjelaskan bahwa kompetensi merupakan kemampuan melaksanakan suatu pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja yang sesuai. Kompetensi yang dimiliki oleh guru tidak hanya mencerminkan kemampuannya dalam mengajar, namun juga bagaimana ia dapat mentransfer ilmu secara efektif kepada siswa. Kompetensi guru dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah kepercayaan dan nilai, keahlian atau keterampilan, pengalaman, karakteristik personal, dan motivasi menurut Wibowo dalam Anisa & Nurudin . Spencer & Spencer dalam Lestari . mengelompokkan dimensi kompetensi menjadi lima, yaitu watak, motif, konsep diri, pengetahuan, dan keterampilan. Kelima dimensi ini menjadi indikator penting dalam mengukur seberapa besar kompetensi seorang guru dalam menjalankan tugas profesionalnya. Pelatihan Selain kompetensi, pelatihan juga menjadi variabel penting dalam meningkatkan kinerja guru. Menurut Mangkunegara . , pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir, di mana tenaga kerja mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis untuk tujuan tertentu. Dessler dalam Sinambela . menegaskan bahwa pelatihan adalah proses mengajarkan keterampilan yang diperlukan oleh pegawai baru untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Pelatihan yang dirancang dengan baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan keterampilan, motivasi, serta kinerja pegawai, termasuk guru. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelatihan meliputi kualitas pelatih atau instruktur, metode pelatihan, kualifikasi peserta, tujuan dan materi pelatihan menurut Mangkunegara dalam Wahyuningsih . Dimensi pelatihan menurut Mangkunegara dalam Rofikho . mencakup tujuan dan sasaran, instruktur, materi, metode pelatihan, dan kualifikasi peserta. Pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan guru akan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons tantangan pembelajaran di Kinerja Guru Sementara itu, kinerja guru didefinisikan sebagai hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan menurut Robbins dalam Pangestu . Madjid . menyatakan bahwa kinerja merupakan perwujudan dari kemampuan dan kompetensi yang dimiliki dalam bentuk karya nyata. Kinerja guru juga mencerminkan tanggung jawab moral dan profesional yang diemban dalam mencapai tujuan Dimensi kinerja guru mencakup kualitas kerja, kuantitas kerja, tanggung jawab, kerja sama, dan inisiatif menurut Robbins dalam Pangestu . Kelima dimensi ini menggambarkan sejauh mana guru mampu melaksanakan perannya dalam proses pembelajaran dan pengembangan peserta didik. JIMP Vol 5 . (September 2. : 152 - 163 Penelitian terdahulu mendukung pentingnya kedua variabel tersebut. Khairunnisa. Sungkono, dan Mulya . menyatakan bahwa pelatihan dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru SMK Muhammadiyah 2 Cikampek. Penelitian lainnya oleh Gutara. Pogo, dan Saluy . juga menunjukkan bahwa pelatihan, motivasi kerja, dan kompetensi profesional bersama-sama memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja guru. Kerangka Pemikirian Gambar 1. Kerangka Pemikiran Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Guru Penelitian Hendri Rohman . menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional baik secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Lalu pada penelitian Afiah Mukhtar dan Luqman MD . menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMA di Kota Makassar, ini menunjukkan bahwa kompetensi berupa pedagogik, kepribadian, sosial, dan kompetensi profesional memberikan pengaruh pada kinerja guru serta mendukung dalam peningkatan kinerja guru. Kompetensi seorang guru sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran yang Guru yang kompeten mampu merencanakan, menerapkan metode yang tepat, dan mengelola kelas dengan baik, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja mereka dalam mencapai tujuan Sebaliknya, guru yang kurang kompeten akan mengalami kesulitan dalam mengelola pembelajaran, yang dapat berdampak pada rendahnya kinerja mereka. Untuk guru SMK, kompetensi yang tinggi tidak hanya mendukung penyampaian materi dengan efektif, tetapi juga mempersiapkan siswa dengan keterampilan praktis yang diperlukan di dunia kerja, sehingga meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan siswa untuk masa depan. Berdasarkan penjelasan diatas terbentuk hipotesis pengaruh antar kompetensi terhadap kinerja guru: H0: Tidak ada pengaruh antara kompetensi terhadap kinerja guru. H1: Ada pengaruh antara kompetensi terhadap kinerja guru. Diah dkk. Pengaruh Kompetensi Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Guru Di Smk Al-Muhtadin Depok Pengaruh Antara Pelatihan Terhadap Kinerja Guru Penelitian Rizki Adi Saputra . ini menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Guru Pada MAN 1 Ogan Ilir. Lalu pada penelitian Rizky Ayu . menunjukkan hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Guru SD di Baturetno. Pelatihan yang dilakukan secara terus-menerus merupakan kunci untuk meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam bidang keterampilan teknis yang relevan dengan perkembangan industri. Guru yang terus mengembangkan diri melalui kursus, workshop, seminar, atau pelatihan berbasis praktik akan lebih siap dalam mengajar secara efektif dan memberikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan mengajar, tetapi juga memperkuat kesiapan siswa untuk memasuki dunia kerja, yang pada gilirannya akan meningkatkan kinerja guru dalam mengelola dan mengembangkan proses pembelajaran di SMK. Berdasarkan penjelasan diatas terbentuk hipotesis pengaruh pelatihan terhadap kinerja guru: H0: Tidak ada pengaruh antara pelatihan terhadap kinerja guru. H2: Ada pengaruh antara pelatihan terhadap kinerja guru. Pengaruh Antara Kompetensi dan Pelatihan Terhadap Kinerja Guru Penelitian Putra dan Kumalaputra . terbukti bahwa kompetensi dan pelatihan masing-masing mendukung dampak positif dan signifikan terhadap kinerja guru mata pelajaran di SMA "X". Secara bersamaan, kompetensi dan pelatihan juga positif dan signifikan. Lalu pada penelitian Gutara. Pogo, dan Saluy . menunjukkan bahwa pelatihan. Pelatihan, motivasi kerja, dan kompetensi profesional secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. Keterkaitan antara kompetensi dan pelatihan sangat penting dalam meningkatkan kinerja guru SMK. Kompetensi yang dimiliki oleh guru sebelum mengikuti pelatihan akan memberikan dasar yang lebih baik bagi mereka untuk menyerap materi pelatihan, sementara pelatihan akan memperbaharui dan meningkatkan kompetensi tersebut. Dengan kompetensi yang kuat dan pelatihan yang tepat, guru dapat meningkatkan kinerja mereka dalam hal merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berkualitas, baik dalam bentuk teori maupun praktik, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa. Berdasarkan penjelasan diatas terbentuk hipotesis pengaruh antar kompetensi dan pelatihan terhadap kinerja guru: H0: Tidak ada pengaruh antara kompetensi dan pelatihan terhadap kinerja guru. H3: Ada pengaruh antara kompetensi dan pelatihan terhadap kinerja guru. METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Kategori penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kuantitatif, yang berupaya menguji seberapa besar pengaruh variabel independen, yaitu kompetensi (X. dan pelatihan (X. , terhadap variabel dependen, yaitu kinerja guru (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru tetap di SMK Al-Muhtadin Depok, yang berjumlah 40 orang. JIMP Vol 5 . (September 2. : 152 - 163 Karena jumlah populasi tergolong kecil, maka teknik pengambilan sampel jenuh, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai responden. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Kuesioner disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel, menggunakan skala Likert lima poin mulai dari Ausangat tidak setujuAy hingga Ausangat setujuAy. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari dokumentasi sekolah serta referensi lain yang relevan. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. Uji validitas dilakukan untuk memastikan bahwa setiap butir pertanyaan dalam kuesioner mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Sementara itu, uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi dari instrumen. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan bantuan SPSS 25. Hasil uji validitas disimpulkan bahwa korelasi antara masing-masing indikator terhadap total skor setiap variabel baik kompetensi, pelatihan, dan kinerja karyawan menunjukkan hasil yang signifikan yaitu r hitung > r tabel maka kesimpulannya yaitu masing-masing indikator pernyataan dari semua variabel adalah valid. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa variabel Kompetensi (X. memberikan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,734, pelatihan (X. memberikan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,917, dan Kinerja Karyawan (Y) memberikan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,885. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel adalah reliabel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen. Sebelum dilakukan analisis regresi, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t . dan uji F . , dengan tingkat signifikansi 5% ( = 0,. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data dari 40 responden guru tetap di SMK Al-Muhtadin Depok, diketahui bahwa sebanyak 82% merupakan perempuan dan 18% laki-laki, menunjukkan dominasi tenaga pendidik Sebanyak 43% guru berada dalam rentang usia 31Ae40 tahun, 21% berusia 21Ae30 tahun, 21% di atas 50 tahun, dan 15% berusia 41Ae50 tahun, yang mengindikasikan bahwa mayoritas guru berada dalam usia produktif. Dari sisi pendidikan terakhir, 82% guru berlatar belakang pendidikan S1, sementara 7% S2, 7% lulusan akademi, dan 4% lulusan SMA, menunjukkan bahwa sebagian besar telah memenuhi standar kualifikasi pendidik. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal yang ditunjukkan dari nilai Asymp. Sig. -taile. kulmogorove smirnov sebesar 0,200 > 0,05. Data menunjukkan tidak terjadi multikolinieritas yang terlihat dari hasil nilai Tolerance sebesar 0,632 > 0,10 serta nilai VIF sebesar 1,853 < 10,00. Dan data juga bebas dari heteroskedastisitas yang ditunjukkan dari grafik Scatterplot bahwa titik-titik data menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu. Diah dkk. Pengaruh Kompetensi Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Guru Di Smk Al-Muhtadin Depok Tabel 1. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov -Smirnov Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber : Diolah Peneliti dengan SPSS 25, 2025 Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model 1 (Constan. Kompetensi Pelatihan Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable : Kinerja Guru Sumber : Diolah Peneliti dengan SPSS 25, 2025 Gambar 1. Hasil Uji Heterokedastisitas Sumber : Diolah Peneliti dengan SPSS 25, 2025 Hasil olah data penelitian ini menghasilkan persamaan regresi Y= 5,949 0,723X1 0,504X2 Collinearity Statistics Tolerance VIF JIMP Vol 5 . (September 2. : 152 - 163 Persamaan ini menjelaskan bahwa Nilai konstanta . sebesar 5,949 artinya konstanta atau keadaan saat variabel tidak terjadi perubahan Kompetensi dan Pelatihan maka Kinerja Guru sebesar 5,949. Nilai koefisien Kompetensi sebesar 0,723, artinya jika Kompetensi mengalami peningkatan 1 kesatuan, maka Kinerja Guru akan mengalami peningkatan sebesar 0,723. Nilai koefisien Pelatihan sebesar 0,504, artinya jika Pelatihan mengalami peningkatan 1 kesatuan, maka Kinerja Guru akan mengalami peningkatan sebesar 0,504. Hasil uji koefisien determinasi menghasilkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,545. Maka Kompetensi dan Pelatihan dapat mempengaruhi Kinerja Guru di SMK AlMuhtadin Depok sebesar 54,5% sementara sisanya sebesar 45,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model (Constan. Kompetensi Pelatihan Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable : Kinerja Guru Sumber : Diolah Peneliti dengan SPSS 25, 2025 Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Pelatihan. Kompetensi Sumber : Diolah Peneliti dengan SPSS 25, 2025 Pembahasan Pengaruh Kompetensi (X. Terhadap Kinerja Guru (Y) Berdasarkan hasil pengujian uji parsial (Uji . menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk Kompetensi (X. sebesar 0,006 < 0,05, serta nilai thitung > ttabel, yaitu 2,886 > 2,024. Berdasarkan hasil ini H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti bahwa Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru di SMK Al-Muhtadin Depok. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Kompetensi memiliki pengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru. Guru dengan kompetensi yang baik dari segi pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional dalam hal ini mencerminkan bahwa semakin tinggi kompetensi yang dimiliki seorang guru akan semakin baik kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa. Menurut Busono . Kompetensi adalah kemampuan seseorang dalam melaksanakan setiap pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Hal ini berarti bahwa kompetensi yang perlu dikuasai oleh masing-masing orang akan berbeda-beda bergantung dari karakteristik pekerjaan yang Diah dkk. Pengaruh Kompetensi Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Guru Di Smk Al-Muhtadin Depok Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh (Triyan Febriandika. Yunus Handoko. Ike Kusdyah Rachmawati, 2. yang menyatakan bahwa adanya pengaruh yang positif pada hubungan antara variabel kompetensi terhadap kinerja guru di SMPN 1 Jember Jawa Timur. Pengaruh pelatihan (X. terhadap Kinerja Guru (Y) Berdasarkan hasil pengujian uji parsial (Uji . menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk Kompetensi (X. sebesar 0,002 < 0,05, serta nilai thitung > ttabel, yaitu 3,296 > 2,024. Berdasarkan hasil ini H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti bahwa Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru di SMK Al-Muhtadin Depok. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Pelatihan memiliki pengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru. Pelatihan yang diberikan kepada guru memiliki dampak positif terhadap peningkatan pembelajaran para guru. Dengan adanya pelatihan guru dapat terus memperbarui dan meningkatkan keterampilan serta metode pembelajaran yang lebih inovatif dan Menurut Mangkunegaran . Pelatihan merupakan proses mengajarkan keahlian dan memberikan pengetahuan untuk mendapatkan dan meningkatkan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan supaya dapat melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan standar. Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Mustika Muhklis . yang menyatakan bahwa adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara Variabel Pelatihan terhadap Ginerja guru pada SLB YPAC Makassar. Pengaruh Kompetensi dan Pelatihan terhadap Kinerja Guru Berdasarkan hasil pengujian Anova F diperoleh nilai F hitung > F tabel adalah 24,326 > 3,245 dan diperoleh sig sebesar 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian bahwa Kompetensi dan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru di SMK Al-Muhtadin Depok. Lalu dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,545 atau 54,5% yang berarti Kompetensi dan Pelatihan dapat mempengaruhi Kinerja Guru di SMK Al-Muhtadin Depok. Sebesar 54,5% sementara sisanya sebesar 45,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Antara kompetensi yang tinggi dan pelatihan yang berkelanjtan mampu meningkatkan kinerja guru secara signifikan. Guru yang memiliki kompetensi yang baik dan mendapatkan pelatihan yang relevan dapat menjalankan tugasnya dangan lebih baik, sehingga mendukung tercapainya tujuan pendidikan di SMK Al-Muhtadin Depok. Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Tasya Qorita Aini . Kompetensi dan Pelatihan berpengaruh terhadap Kinerja Guru SMP Muhammadiyah 3 Labuhan Ratu Bandar Lampung. Dengan meningkatnya kompetensi seseorang maka kinerjanya pun akan ikut meningkat dan lebih baik dari sebelumnya. JIMP Vol 5 . (September 2. : 152 - 163 Tabel 5. Hasil Uji T Coefficientsa Model (Constan. Kompetensi Pelatihan Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Sig. Dependent Variable : Kinerja Guru Sumber : Diolah Peneliti dengan SPSS 25, 2025 Tabel 7. Hasil Uji F ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Dependent Variable : ROA Predictors: (Constan. Pelatihan. Kompetensi Sumber : Diolah Peneliti dengan SPSS 25, 2025 SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan penelitian ini mengenai Pengaruh Kompetensi dan Pelatihan terhadap Kinerja Guru di SMK Al-Muhtadin Depok, penelitian ini dapat disimpulkan adalah Secara parsial variabel Kompetensi berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Guru di SMK Al-Muhtadin Depok. Guru dengan kompetensi yang baik dari segi pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional dalam hal ini mencerminkan bahwa semakin tinggi kompetensi yang dimiliki seorang guru akan semakin baik kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa. Secara parsial variabel Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Guru di SMK Al-Muhtadin Depok. Pelatihan yang diberikan kepada guru memiliki dampak positif terhadap peningkatan pembelajaran para guru. Dengan adanya pelatihan guru dapat terus memperbarui dan meningkatkan keterampilan serta metode pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif. Variabel Kompetensi dan variabel Pelatihan berpengaruh signinifikan bersama-sama . terhadap Kinerja Guru di SMK Al-Muhtadin Depok. Guru yang memiliki kompetensi yang baik dan mendapatkan pelatihan yang relevan dapat menjalankan tugasnya dangan lebih baik, sehingga mendukung tercapainya tujuan pendidikan di SMK Al-Muhtadin Depok. Diah dkk. Pengaruh Kompetensi Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Guru Di Smk Al-Muhtadin Depok Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diperoleh, maka penulis memberikan beberapa saran yang dapat dijadikan masukan adalah dalam penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa kompetensi memiliki pengaruh signifikan terhada kinerja guru. Pada hasil penelitian ini, variabel kompetensi menunjukkan nilai terendah pada pertanyaan AuSaya rajin membaca buku dan mengikuti seminar untuk menambah pengetahuanAy pada hal ini ditemukan tingkat membaca dan minat mengikuti seminar masing kurang, sebaiknya sekolah menyediakan lebih banyak akses seperti pembelian buku, perpustakaan digital, dan platform seminar online bisa mendorong guru untuk lebih aktif meningkatkan pengetahuan. Dalam penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa pelatihan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Pada hasil penelitian ini, variabel pelatihan menunjukkan nilai terendah pada pertanyaan AuMetode pelatihan yang digunakan sangat bervariasi dan menarikAy pda hal ini metode pelatihannya sudah bervariasi dan menarik tetapi sekolah harus terus memperbarui metode-metode peatihan yang lebih menarik dan interaktif, seperti penggunaan teknologi dan pengajaran berbasis pengalaman. Mengumpulkan umpan balik dari guru juga penting untuk memastikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga dapat meningkatkan kinerja guru. Penelitian selanjutnya juga dapat dilakukan di sekolah lain atau di berbagai jenjang pendidikan untuk mengetahui apakah hasil penelitian ini konsisten di berbagai konteks DAFTAR PUSTAKA